Laporan Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah
PUSAT PENELITIAN BIOLOGI-LIPI
TAHUN 2013
Kinerja Instansi
Pemerintah
Pusat Penelitian Biologi-LIPI
2013
TIM PENYUSUN
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAHPUSAT PENELITIAN BIOLOGI 2013
Pelindung : Dr. Ir. Bambang Sunarko
Penanggung Jawab : Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah, M.Phill. Dr. Joeni Setijo Rahajoe, M.Sc.
Dr. Achmad Dinoto, M.Sc. Ir. Ahmad Jauhar Arief, M.Sc. Agus Wiaga, SE., M.M.
Editor : Dr. Hari Sutrisno
Dr. Wartika Rosa Farida Dr. Iwan Saskiawan Arif Nurkanto, M.Si. Dr. Ruliyana Susanti M. Rofik Sofyan, M.Hum. Runa Inawan, A.Md. Dr. Cahyo Rahmadi Dr. Deby Arifiani Muhammad Ilyas, M.Si.
Surinta B. Sembiring, S.Sos., M.M. Dra. Esti Wisnawati
KATA PENGANTAR
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2013 disusun untuk memenuhi Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) No. 7 tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP Pusat Penelitian Biologi ini merupakan laporan hasil kegiatan selama tahun 2013 meliputi kegiatan-kegiatan akuntabilitas kinerja semua kegiatan akuntabilitas kompetensi inti dalam bidang Biologi yang telah diembankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pelaporan ini disusun sesuai dengan Rencana Aksi Pusat Penelitian Biologi LIPI 2010-2014 dan Renstra LIPI 2010-2010-2014.
LAKIP Pusat Penelitian Biologi disusun berdasarkan Sistematika Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah LIPI Tahun 2013 dan mengacu pada Peraturan Menteri Negara PAN dan RB No. 29 Tahun 2010 tentang Panduan Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan diawali dengan informasi kedudukan, tugas dan fungsi organisasi. Perencanaan dan perjanjian kinerja serta Akuntabilitas Kinerja Pusat Penelitian Biologi yang menjadi bagian inti dalam pelaporan ini. Akuntabilitas kinerja Pusat Penelitian Biologi menjabarkan tentang akuntabilitas, analisis dan evaluasi kinerja selama tahun 2013 dan analisis umum dalam pencapaian renstra 2010-2014, serta akuntabilitas keuangan LAKIP Pusat Penelitian Biologi 2013 dilengkapi dengan lampiran-lampiran tentang struktur organisasi, Matriks renstra 2010-2014, Rencana Kerja Tahunan (RKT), Penetapan Kinerja (PK) 2013, Pengukuran Kinerja (PuK) dan Lampiran lain yang mendukung.
LAKIP Pusat Penelitian Biologi merupakan bagian dari upaya untuk menerapkan mekanisme akuntabilitas kinerja dan pelaporan yang tertib dari seluruh pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Biologi selama 2013. Laporan ini diharapkan dapat memetakan tingkat capaian kinerja Pusat Penelitian
IKHTISAR EKSEKUTIF
Kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biologi pada tahun 2013 berpedoman pada Rencana Aksi Pusat Penelitian Biologi dan Rencana Strategis LIPI 2010-2014. Pada tahun 2013, Pusat Penelitian Biologi melakukan Program Penelitian, Penguasaan, Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi kegiatan Litbang Pupuk Organik dari Mikroba Hayati Indonesia dan Penelitian Biologi. Selain itu Pusat Penelitian Biologi juga mempunyai kegiatan penelitian BPK-IPTEKDA LIPI, Kerjasama Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nasional (KKP3N) - Kementerian Pertanian dan Insentif Riset Sinas Ristek - Kemenristek serta beberapa kerjasama penelitian lainnya. Seluruh kegiatan penelitian ini mengacu pada sasaran yang telah ditetapkan oleh LIPI serta mengarah pada pencapaian tujuan sesuai dengan visi dan misi LIPI, dan untuk mendukung program pembangunan pemerintah, khususnya dalam pembangunan Iptek.Berbagai capaian kinerja Pusat Penelitian Biologi tahun 2013 telah dievaluasi berdasarkan 13 sasaran strategis dengan menggunakan tolok ukur yang sudah disepakati dalam perjanjian penetapan kinerja (PK) Pusat Penelitian Biologi di awal tahun 2013. Secara garis besar, Pusat Penelitian Biologi telah mencapai target untuk hampir semua sasaran-sasaran strategisnya, bahkan 50% diantaranya telah melampui target yang telah ditetapkan. Hanya sebagian kecil dari seluruh indikator yang tidak tercapai, misalnya: peningkatan jumlah pendidikan, HKI yang digunakan oleh masyarakat, catatan baru dan jumlah CPNS baru. Demikian juga, jika dilihat dari target rencana aksi 2010-2014, capaian sampai dengan tahun 2013, hampir semua sasaran telah mencapai persentase di atas 54% kecuali 2 indikator penerimaan CPNS dan HKI yang digunakan oleh masyarakat.
Pusat Penelitian Biologi telah mencapai target Rencana Aksi 2010-2014 dalam hal peningkatan hasil dan kapasitas penelitian dengan terlampuinya jumlah publikasi baik internasional (62 buah) maupun nasional (131 buah), serta HKI yang dihasilkan.
Tingginya jumlah kerjasama penelitian dengan institusi luar negeri yang terjalin sampai dengan 2013 telah mendorong jumlah publikasi internasional lebih banyak dibandingkan tahun 2012. Nota kesepahaman kerjasama luar negeri yang masih berjalan sampai dengan tahun 2013 tercatat sebanyak 38 dokumen. Pusat Penelitian Biologi telah mendaftarkan dua varietas tanaman pisang tetraploid hasil induksi poliploidi yaitu pisang mas jambe dan pisang mas lumut yang diberi nama Pisang LIPI MJ4 dan Pisang LIPI ML4 ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman – Kementerian Pertanian.
Keberhasilan capaian Pusat Penelitian Biologi tahun 2013 dalam mengungkapkan sumberdaya hayati tercermin dari jumlah penemuan jenis baru (23 buah) yang telah melampui target meskipun jumlah capaian ini menurun dibandingkan hasil capaian tahun 2012 (44 buah). Penemuan baru sampai dengan tahun 2013 telah melampui target dari rencana aksi 2010-2014. Capaian ini tidak terlepas dari adanya kerjasama dengan institusi luar negeri.
Pusat Penelitian Biologi telah melakukan kegiatan penelitian untuk meningkatkan nilai invensi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui litbang pupuk organik hayati (POH). Program ini telah menghasilkan berbagai formula pupuk Hayati (Byonic LIPI) dan paket teknologi POH yang telah diaplikasikan oleh beberapa pemerintah daerah seperti Wonogiri dan Ngawi. Capaian dalam bidang jasa iptek oleh Pusat Penelitian Biologi meliputi 10 jenis kegiatan telah mencapai target. Pusat Penelitian Biologi selama tahun 2013 telah memberikan jasa pembimbingan mahasiswa sebanyak 93 mahasiswa yang terdiri dari 54 mahasiswa S1, 22 mahasiswa S2 dan 17 mahasiswa S3 dari 29 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Selain itu, Pusat Penelitian Biologi telah memberikan jasa identifikasi kepada 963 pelanggan dengan jumlah total lebih dari 2.500 sampel.
Pusat Penelitian Biologi berperan sebagai Scientific Authority dalam pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia dan sekaligus sebagai Focal Point nasional untuk CITES, CBD (SBSTTA, GTI & GBIF), dan MAB. Pusat Penelitian Biologi telah memberikan rekomendasi kepada Management Authority (Kementerian Kehutanan maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan ) dan Kementerian Lingkungan Hidup, berupa
telah memberikan timbangan ilmiah sebanyak 98 dokumen, yang terdiri dari 68 timbangan ilmiah yang berkaitan dalam pengelolaan sumber daya hayati dan 20 dokumen berkaitan dengan pengelolaan tata ruang dan wilayah. Pusat Penelitian Biologi menjadi salah satu anggota delegasi RI dalam pertemuan COP 16 CITES di Thailand tahun 2013 dan COP, CBD, Ramsar Pusat Penelitian Biologi memiliki peran strategis untuk mendorong agar hasil-hasil kajian mengenai sumber daya hayati dapat digunakan sebagai rujukan oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan .
Pusat Penelitian Biologi telah menyelenggarakan berbagai pertemuan ilmiah dalam rangka meningkatkan akses ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Capaian penyelenggaraan seminar nasional (4 kali) dan internasional (5 kali) serta keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah nasional/internasional (119 kali) memenuhi target yang ditetapkan. Salah satu simposium internasional yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Biologi adalah Symposium Flora Malesiana ke 9 yang dihadiri oleh 414 peserta dari 26 negara. Tingginya jumlah keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah keanggotaan dalam organisasi ilmiah internasional (4 buah) serta konvensi internasional (3 buah) merupakan capian yang sangat nyata bagi Pusat Penelitian Biologi dalam rangka turut serta meningkatkan akses pengetahuan dan peranannya dalam percaturan dunia internasional.
Pusat Penelitian Biologi juga telah melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan perilaku rasional masyarakat melalui berbagai program diseminasi, yaitu pameran ilmiah museum (Zoologi dan Etnobotani), expo LIPI, museum talk, serta program kunjungan ilmiah ke Bidang Botani, Zoologi dan Mikrobiologi. Jumlah peserta/penerima informasi dan Pusat Penelitian Biologi melampui target yaitu 30.902 dari target yang ditetapkan sebanyak 8.000 orang atau 386%. Rincian jumlah kunjuang tersebut adalah: 19.342 orang ke Pameran Museum Zoologi Bogor, 8.908 ke Pameran Entnobotani dan 2.652 ke Bidang Zoologi, Botani dan Mikrobiologi di Cibinong.
Dalam rangka mendukungkegiatan penelitian, Pusat Penelitian Biologi melakukan penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana. Secara keseluruhan capaian sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan untuk tahun 2013
dapat terpenuhi. Salah satu sarana dan prasarana penelitian yang dibangun digunakan untuk mendukung laboratorium dan peralatan kegiatan litbang PN 5 (Pupuk Organik Hayati) dan Gedung Indonesia Culture Collection (InaCC).
Sumber pendanaan kegiatan DIPA pada Pusat Penelitian Biologi tahun 2013 terdiri dari Rupiah Murni, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Hibah Langsung Luar Negeri dengan total nilai sebesar Rp. 58.411.739.000. Dari jumlah tersebut direalisasikan sebesar Rp. 57.295.424.566 atau sebesar 98,09 persen. Realisasi tertinggi terdapat pada kegiatan Penelitian Biologi dengan realisasi mencapai 98,13 persen, sedangkan kegiatan Litbang Pupuk Organik dari Mikroba Hayati Indonesia realisasinya mencapai 97,37 persen.
Capaian indikator kinerja Pusat Penelitian Biologi sampai dengan tahun 2013 sesuai dengan yang diharapkan, bahkan sebagian melebihi target. Walaupun demikian, masih ada beberapa sasaran yang belum optimal terutama mengenai HKI yang digunakan oleh masyarakat ditahun yang akan datang, Pusat Penelitian Biologi akan memfokuskan kegiatan untuk memenuhi target yang belum optimal.
DAFTAR ISI
Tim Penyusun ... i
Kata Pengantar... ii
Ikhtisar Eksekutif ... iv
Daftar Isi ... viii
Daftar Istilah ...x
Daftar Gambar ... xi
Daftar Tabel ... xii
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Organisasi ... 1
1.3. Struktur Organisasi dan Sumber Daya ... 1
1.4. Sistematika dan Ruang Lingkup Laporan ... 2
BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA ... 3
2.1. Umum ... 3
2.1.1. Visi ... 3
2.1.2. Misi ... 4
2.1.3. Tujuan dan Sasaran Strategis ... 4
2.2. Rencana Strategis Tahun 2010-2014 ... 7
2.3. Kebijakan ... 10 2.3.1. Kebijakan Umum... 10 2.3.2. Kebijakan Khusus ... 11 2.3.3. Kebijakan Investasi ... 13 2.3.4. Kebijakan Kerjasama... 14 2.4. Strategi ... 15
2.5. Program dan Kegiatan ... 18
2.5.1. Program ... 18
2.5.2. Kegiatan ... 25
2.7. Penetapan Kinerja Tahun 2013 ... 29
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 2013 ... 30
3.1. Akuntabilitas Kinerja ... 30
3.2. Analisis dan Evaluasi Kinerja Tahun 2013 ... 32
3.2.1. Sasaran 1: Meningkatnya kualitas pengetahuan para peneliti ... 33
3.2.2. Sasaran 2: Meningkatnya hasil dan kapasitas penelitian ... 34
3.2.3. Sasaran 3: Terungkapnya potensi kekayaan alam dan budaya Indonesia .... 36
3.2.4. Sasaran 4: Meningkatnya kreativitas dalam menciptakan Iptek yang bernilai ekonomis ... 42
3.2.5. Sasaran 5: Memperkuat jaringan antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi ... 44
3.2.6. Sasaran 6: Tersedianya timbangan ilmiah dan rekomendasi untuk menjawab isu nasional... 48
3.2.7. Sasaran 7: Mendorong hasil kajian kebijakan LIPI dipakai sebagai rujukan52 3.2.8. Sasaran 8: Meningkatnya akses terhadap pengetahuan ... 53
3.2.9. Sasaran 9: Meningkatnya perilaku “rasional” dalam masyarakat ... 55
3.2.10. Sasaran 10: Meningkatnya peran LIPI dalam pergaulandunia internasional ... 57
3.2.11. Sasaran 11: Tersedianya Sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan ... 60
3.2.12. Sasaran 12: Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (good governance) ... 61
3.2.13. Sasaran 13: Terbinanya sumber daya manusia ... 65
3.3. Evaluasi Capaian Renstra 2010-2014 ... 66
3.4. Akuntabilitas Keuangan ... 71
BAB IV. PENUTUP ... 75
LAMPIRAN ... 77
Struktur Organisasi Pusat Penelitian Biologi ... 77
Matriks Rencana Strategis ... 78
Formulir Rencana Kinerja Tahunan ... 82
Pernyataan Penetapan Kinerja... 84
Penetapan Kinerja ... 85
DAFTAR ISTILAH
CITES : The Convention on International Trade in Endangered Species MAB : Man and Biosphere
CBD : Convention on Biological Diversity GTI : Global Taxonomy Initiative
SBSTTA : Subsidiary Body on Scientific, Technical and Technological Advice COP : Conference of the Parties
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Buku hasil peneliti Pusat Penelitian Biologi. ... 35 Gambar 3.2. Sertifikat pendaftaran varietas tanaman (A) untuk Pisang LIPI ML4(B) dan sertifikat pendaftaran varietas tanaman (C) untuk Pisang LIPI MJ4 (D) ... 36 Gambar 3.3. Dua jenis tumbuhan yang ditemukan oleh peneliti Pusat Penelitian
Biologi. Kiri: Impatiens krinciensis, kanan: Freycinetia fusiforma ... 40 Gambar 3.4. Jenis baru hewan yang ditemukan oleh peneliti Pusat Penelitian Biologi,
kiri: Tyto almae dan ikan jenis baru dari Marga Oryzias ... 40 Gambar 3.5. Temuan jenis baru fungi Setoidium castanopsidis (A) dan Pseudoidium
javanicum (B) oleh peneliti Pusat Penelitian Biologi ... 41 Gambar 3.6. Penerapan pupuk organik hayati di beberapa tempat di Indonesia. ... 43 Gambar 3.8. Pertemuan dengan Bapak Bupati Natuna dalam kerangka kerjasama
kegiatan inventarisasi keanekaragaman hayati di Pulau Natuna untuk mendukung peran Pusat Penelitian Biologi dalam kegiatan penelitian di pulau-pulau kecil. ... 45 Gambar 3.9. Dokumen rekomendasi oleh tim terpadu dari Pusat Penelitian Biologi
berkaitan dengan tata ruang dan wilayah. ... 51 Gambar 3.10. Rekomendasi untuk CITES sebagai kewenangan Pusat Penelitian
Biologi sebagai Scientific Authority. ... 53 Gambar 3.11. Sosialisasi dan pelatihan penerapan produk IPTEK berupa POH ... 56 Gambar 3.12. Kegiatan talkshow para peneliti Zoologi di Pameran Museum Zoologi
Bogor yang dilaksanakan setiap hari Sabtu ... 57 Gambar 3.13. Dokumen sebagai peran penting Pusat Penelitian Biologi di dalam
pergaulan internasional sebagai fokal poin nasional ... 59 Gambar 3.14. Sarana untuk laboratorium PN5 ... 61 Gambar 3.15. Peluncuran ISO 9001-2008 sebagai salah satu upaya menuju tata
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Peningkatan pendidikan dan jabatan fungsional peneliti Pusat PenelitianBiologi ... 33 Tabel 3.2. Peningkatan Jumlah publikasi nasional/internasional, varietas benih
unggul yang dihasilkan (PN5) dan jumlah varietas yang dihasilkan (PN5). ... 34 Tabel 3.3. Peningkatan jumlah terungkapnya potensi kekayaan alam dan budaya
Indonesia yang diukur dari peningkatan jumlah jenis baru, catatan baru, specimen koleksi flora, fauna dan mikroba. ... 37 Tabel 3.5. Peningkatan Jumlah HKI yang digunakan masyarakat, jumlah hasil
kegiata/produk/prototype yang digunakan, jumlah aplikasi pupuk organik (PN 5) dan jumlah jasa iptek. ... 42 Tabel 3.6. Daftar jumlah kerjasama dengan instansi dalam negeri dalam memperkuat
jaringan antara LIPI dengan industri ... 45 Tabel 3.7. Rincian kerjasama luar negeri di Pusat Penelitian Biologi ... 46 Tabel 3.8. Capaian Pusat Penelitian Biologi dalam memberikan timbangan ilmiah dan
rekomendasi untuk menjawab isu nasional yang diukur dari peningkatan jumlah saran kebijakan/ rekomendasi dan timbangan ilmiah yang
dihasilkan. ... 49 Tabel 3.9. Daftar keikutsertaan Pusat Penelitian Biologi LIPI memberikan timbangan
terkait dengan tata ruang ... 49 Tabel 3.10. Capaian Pusat Penelitian Biologi dalam memberikan dorongan agar hasil
kajian kebijakan LIPI dipakai sebagai rujukan yang diukur dari peningkatan jumlah hasil kajian kebijakan yang dipakai. ... 52 Tabel 3.11. Jumlah seminar nasional/internasional yang terselanggara dan jumlah
keikutsertaan dalam aktifitas ilmiah ... 54 Tabel 3.12. Peningkatan jumlah kegiatan sosialisasi/diseminasi iptek yang
terselenggara dan jumlah peserta/masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi/diberi informasi. ... 55 Tabel 3.13. Jumlah jejaring yang terbangun terkait fokal poin nasional dan
Tabel 3.14. Capaian sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan ... 60
Tabel 3.15. Capaian tata kelola organisasi ... 62
Tabel 3.16. Capaian dalam pembinaan sumberdaya manusia ... 65
Tabel 3.17. Evaluasi capaian Pusat Penelitian Biologi... 67
Tabel 3.18. Jumlah Pagu Anggaran dan Realisasi DIPA Pusat Penelitian Biologi untuk Tahun Anggaraan 2013 ... 72
Tabel 3.19. Jumlah Anggaran Non-DIPA Pusat Penelitian Biologi Tahun Anggaran 2013 ... 72
Tabel 3. 20. Realisasi Penyerapan DIPA Pusat Penelitian Biologi Tahun Anggaran 2012-2013 per-Jenis Belanja ... 73
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pusat Penelitian Biologi, sebagai salah satu unit penelitian bidang biologi, merupakan Satuan Kerja yang berada di bawah Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati. Berdasarkan Keputusan Kepala LIPI Nomor 1151/M/2001 pasal 133, Pusat Penelitian Biologi mendapatkan tugas untuk melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis dan pelaksanaan penelitian di bidang biologi.
1.2. Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Organisasi
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Kepala LIPI No. 1151/M/2001 Pasal 133 tersebut, maka sebagaimana tercantum dalam pasal 134 dalam keputusan yang sama, Pusat Penelitian Biologi menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
1. Penyiapan bahan perumusan kebijakan penelitian bidang biologi;
2. Penyusunan pedoman, pembinaan dan pemberian bimbingan teknis penelitian bidang biologi;
3. Penyusunan rencana, program dan pelaksanaan penelitian bidang biologi; 4. Pemantauan pemanfaatan hasil penelitian bidang biologi;
5. Pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi bidang biologi; 6. Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian bidang biologi; 7. Pelaksanaan urusan tata usaha.
1.3. Struktur Organisasi dan Sumber Daya
Pusat Penelitian Biologi terdiri dari Bagian Tata Usaha dan empat unit eselon 3. Bagian Tata Usaha yang terdiri dari Sub-bagian Kepegawaian, Sub-bagian Keuangan, Sub-bagian Umum, dan Sub-bagian Kerjasama dan Jasa. Keempat unit eselon 3 dibawah Pusat Penelitian Biologi, terdiri dari:
2) Bidang Zoologi; 3) Bidang Mikrobiologi;
4) Bidang Sarana dan Pengelolaan Koleksi yang terdiri dari 3 Sub-bidang, yaitu:
o Sub-bidang Sarana dan Pengelolaan Koleksi Botani o Sub-bidang Sarana dan Pengelolaan Koleksi Zoologi dan o Sub-bidang Sarana dan Pengelolaan Koleksi Mikrobiologi.
1.4. Sistematika dan Ruang Lingkup Laporan
Penyajian LAKIP terdiri dari empat (4) bab dan beberapa lampiran serta Ikhtisar Eksekutif. Bab 1 Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang atau informasi historis LIPI, Tugas Pokok dan Fungsi, serta struktur organisasi Pusat Penelitian Biologi. Bab 2 yang menyampaikan VISI dan MISI LIPI, Rencana Aksi Pusat Penelitian Biologi tahun 2010-2014, Rencana Kinerja Tahunan tahun 2013 (RKT), serta Penetapan Kinerja (PK) tahun 2013. Adapun Bab 3 menguraikan secara rinci mengenai akuntabilitas kinerja Pusat Penelitian Biologi per sasaran strategis, analisis dan evaluasi terhadap hasil capaian selama tahun 2013, dan akuntabilitas keuangan. Diakhir dengan Bab 4 Penutup dan Lampiran.
BAB II. PERENCANAAN DAN
PERJANJIAN KERJA
2.1. Umum
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025 dinyatakan bahwa visi pembangunan nasional adalah menuju Indonesia yang mandiri, maju, adil,
dan makmur. Visi tersebut dicapai melalui 8 (delapan) misi pembangunan, yakni (1)
mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berlandaskan falsafah Pancasila; (2) mewujudkan bangsa yang berdaya saing; (3) mewujudkan masyarakat yang demokratis berdasarkan hukum, (4) mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu; (5) mewujudkan pemerataan pembangunan; (6) mewujudkan Indonesia asri dan lestari; (7) mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional; dan (8) mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan internasional.
Visi dan misi pembangunan nasional di atas kemudian dijabarkan dalam lingkup penyelenggaraan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) telah merumuskan visi secara nasional, yaitu
mengangkat harkat, martabat, dan derajat manusia Indonesia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kerangka acuan falsafah Pancasila yang dipandang masih relevan dengan keadaan saat ini maupun di
masa mendatang.
2.1.1. Visi
Di tengah perubahan dunia yang sangat dinamis, LIPI yang merupakan salah satu garda depan dalam mendorong agar visi pembangunan nasional dapat tercapai melalui landasan keilmuan yang mendasar, mencanangkan Visi: Menjadi lembaga ilmu
pengetahuan berkelas dunia yang mendorong terwujudnya kehidupan bangsa yang adil, makmur, cerdas, kreatif, integratif dan dinamis yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang humanis.
Dalam upaya mencapai visi jangka panjang tersebut, dan sejalan dengan Visi Pembangunan 2010–2014, LIPI menetapkan visi, sebagai berikut:
Menjadi lembaga ilmu pengetahuan yang berada dalam peringkat kelompok terbaik dunia dalam menghasilkan iptek guna meningkatkan kualitas SDM dan memperkuat daya saing perekonomian nasional.
2.1.2. Misi
Untuk mencapai visi tersebut, dan dengan memperhatikan Misi Pembangunan Nasional 2010–2014 maka LIPI menetapkan 5 (lima) misi, sebagai berikut:
1) Menciptakan ”great science“ (ilmu pengetahuan berdampak penting) dan invensi yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing perekonomian nasional;
2) Mendorong peningkatan pemanfaatan pengetahuan dalam proses penciptaan good governance dalam rangka memantapkan NKRI;
3) Turut serta dalam proses pencerahan kehidupan masyarakat dan kebudayaan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan kaidah etika keilmuan;
4) Memperkuat peran Indonesia (yang didukung ilmu pengetahuan) dalam pergaulan internasional;
5) Memperkuat infrastruktur kelembagaan (penguatan manajemen dan sistem). 2.1.3. Tujuan dan Sasaran Strategis:
Tujuan dan sasaran pada masing-masing misi adalah sebagai berikut.
1. Menciptakan “great science” (ilmu pengetahuan berdampak penting) dan invensi yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing perekonomian nasional.
Tujuan:
Memperkuat kompetensi inti (melalui penelitian dan pengembangan) untuk menciptakan dan menemukan pengetahuan baru yang berdampak luas.
Meningkatkan nilai invensi (penciptaan) dan penemuan yang diintegrasikan dengan faktor-faktor yang mendukung terjadinya inovasi bernilai ekonomi.
Sasaran:
1) Meningkatnya kualitas pengetahuan para peneliti yang diukur dari peningkatan pendidikan dan jenjang pada jabatan fungsional.
2) Meningkatnya hasil dan kapasitas penelitian yang diukur dari peningkatan jumlah publikasi dan HKI.
3) Terungkapnya potensi kekayaan alam dan budaya Indonesia yang diukur dari jumlah catatan (record) dan spesies baru.
4) Meningkatnya kreativitas dalam menciptakan iptek yang bernilai ekonomis yang diukur dari jumlah hasil yang dipakai.
5) Memperkuat jaringan antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi yang diukur dari jumlah kerja sama. 2. Mendorong peningkatan pemanfaatan pengetahuan dalam proses penciptaan
good governance dalam rangka memantapkan NKRI.
Tujuan:
Mendorong terciptanya kebijakan strategis dalam upaya penegakan good governance.
Sasaran:
1) Tersedianya timbangan ilmiah dan rekomendasi untuk menjawab isu nasional, yang diukur dari jumlah saran kebijakan dan timbangan ilmiah dari LIPI.
2) Mendorong agar hasil kajian kebijakan LIPI dipakai sebagai rujukan, yang diukur dari jumlah hasil kajian kebijakan yang dipakai.
3. Turut serta dalam proses pencerahan kehidupan masyarakat dan kebudayaan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan kaidah etika keilmuan.
Tujuan:
Turut meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam berperilaku rasional (ilmiah) dan humanis melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pengetahuan.
Sasaran:
1) Meningkatnya akses terhadap pengetahuan yang diukur dari frekuensi interaksi dan jumlah keikutsertaan dalam aktivitas ilmiah nasional, regional dan internasional.
2) Meningkatnya perilaku “rasional” dalam masyarakat, yang diukur dari jumlah kegiatan dan peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI.
4. Memperkuat peran Indonesia (yang didukung ilmu pengetahuan) dalam pergaulan internasional
Tujuan:
Turut memperjuangkan kepentingan nasional dan posisi tawar Indonesia di dunia internasional melalui peningkatkan kontribusi dan keterlibatan ilmiah Indonesia pada aras internasional.
Sasaran:
Meningkatnya peran LIPI dalam pergaulan dunia internasional, yang diukur dari jumlah keikutsertaan dalam organisasi dan berbagai pertemuan ilmiah regional dan internasional.
5. Memperkuat infrastruktur dan sistem kelembagaan Tujuan:
Meningkatkan, memelihara dan memanfaatkan sarana atau prasarana penelitian, infrastruktur dan standar ilmiah, dokumentasi dan pemanfaatan informasi ilmiah. untuk memantapkan sistem manajemen kelembagaan.
Sasaran:
1) Tersedianya sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan, yang diukur dari jumlah sarana dan prasarana penelitian yang baik yang dipakai untuk kegiatan.
2) Terwujudnya Tata Kelola Organisasi yang Baik (Good Corporate Governance) yang dapat diukur dengan terlaksananya perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan yang berkualitas dan akuntabel serta peningkatan status pengelolaan administrasi keuangan dan inventaris LIPI yang tertib dan taat asas sehingga tercapai penilaian Wajar Tanpa Pengecualian.
3) Terbinanya SDM yang diukur dari terpenuhinya kebutuhan SDM untuk melaksanakan tugas yang sesuai dengan kompetensi satuan kerja.
2.2. Rencana Strategis Tahun 2010-2014
Pusat Penelitian Biologi merupakan satuan kerja di bawah Kedeputian IPH yang melaksanakan tugas penelitian untuk memperkuat kompetensi di bidang pengembangan ilmu biologi dan diimplementasikan dalam berbagai kegiatan penelitian biologi. Program Pusat Penelitian Biologi disusun dengan memperhatikan pada arahan dan strategi LIPI yang tertuang dalam Renstra LIPI 2010-2014 serta pengalaman panjang yang dilalui dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang didukung oleh keberagaman keilmuan serta kompetensinya. Sebagai implementasi Renstra LIPI 2010-2014, Pusat Penelitian Biologi mendapatkan mandat untuk kegiatan Prioritas Nasional, yaitu Ketahanan Pangan melalui kegiatan Litbang Pupuk Organik Hayati (POH) dari mikroba hayati Indonesia dan diversifikasi pangan non beras. Sehingga kegiatan penelitiannya dikonsentrasikan pada pengembangan pupuk organik dari mikroba hayati Indonesia serta penelitian keanekaragaman pangan dengan mengembangkan dan mencari bahan pangan alternatif terutama berbasis umbi-umbian. Kegiatan Prioritas Nasional dalam bidang ketahanan pangan efektif dilaksanakan mulai tahun 2011 sampai dengan 2014.
Program Penguatan Sistem Inovasi ditujukan untuk membangun dan menyempurnakan tata kelola litbang yang efisien dan efektif, yang mampu mendorong
profesionalisme komunitas iptek serta meningkatnya kesadaran iptek di masyarakat, seperti: 1) Perencanaan, Penganggaran, Verifikasi, dan Perbendaharaan, dinilai dari berlangsungnya sistem pengelolalan keuangan, perencanaan, dan penganggaran yang efektif dan selaras dengan pola perencanaan, penganggaran, dan pengelolaan keuangan negara serta sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Indikator keberhasilan yang diharapkan adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pusat Penelitian Biologi serta diterapkannya Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). 2) Penataan, Pengembangan Organisasi dan SDM dilakukan melalui kebijakan reformasi birokrasi di Pusat Penelitian Biologi. Keluarannya adalah terciptanya sistem kerja dan prosedur pelayanan penelitian yang standar dan teruji; penguatan peran organisasi litbang yang semakin handal; pengintegrasian Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian; pembinaan dan pengembangan karir SDM; dan implementasi perencanaan pengembangan SDM. Pada tahun 2010, semua tercapai dengan memuaskan sesuai dengan target yang diinginkan. 3) Pengawasan Akuntabilitas Aparatur Pusat Penelitian Biologi, ditinjau dari tersedia dan terlaksananya sistem pengendalian internal yang efektif, yang ditunjukkan dengan tersusunnya laporan hasil pemeriksaan, hasil tindak lanjut LHP, hasil evaluasi LAKIP, dan laporan hasil review atas Laporan Keuangan Pusat Penelitian Biologi.
Pada periode tahun 2010-2014, dilakukan Penguatan Sumber Daya Iptek yang ditujukan untuk membangun SDM peneliti dengan keunggulan pengetahuan regional dan tematis, dengan dilakukannya berapa kegiatan antara lain: 1) Penataan Pengembangan Organisasi dan SDM sehingga tercapai komposisi yang seimbang antara SDM yang pendidikan S2 dan S3. 2) Pembinaan, pengembangan, pendidikan, dan pelatihan peneliti, sehingga terbangun SDM yang kompeten dan memenuhi kebutuhan dalam perkembangan iptek berlandaskan etika keilmuan, yang dilaksanakan dalam bentuk penyelenggaraan diklat dan penyusunan peraturan/kajian fungsional peneliti. 3) Penata usahaan, pengadaan, pemeliharaan sarana dan prasarana dilihat dari meningkatnya kualitas fasilitas-fasilitas riset yang ada, antara lain: rehabilitasi infrastruktur sarana dan prasarana kantor Pusat Penelitian Biologi. 4) Pembangunan sarana dan prasarana laboratorium, ditandai dengan terbangunnya prasarana dan sarana untuk pengembangan laboratorium di Pusat Penelitian Biologi, antara lain
Laboratorium Taksonomi Mikroba di bidang mikrobiologi sebagai pusat referensi ilmiah bidang mikrobiologi dengan pembangunan pusat penyimpanan mikroba (Microbial Culture Collection). Pembangunan prasarana dan sarana yang lain adalah “Pembangunan gedung sarana prasarana dan prosesing sampel”. Selain itu juga dibangun sarana untuk demplot dan fasilitas penunjang di lapangan (jalan setapak, pembangunan pagar dan sistem pengairannya). Fasilitas ini adalah salah satu pendukung utama dalam menunjang program Prioritas Nasional di Pusat Penelitian Biologi.
Prioritas Peningkatan Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, pada tahun 2010-2014 Pusat Penelitian Biologi melaksanakan salah satu dari prioritas Pembangunan Iptek ke-2 yang tertuang dalam Renstra LIPI, yaitu Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek di bidang Ilmu Pengetahuan Alam, khususnya Litbang Keanekaragaman Hayati Indonesia. Dimana saat ini sedang terjadi kerusakan lingkungan hidup yang sangat tinggi yang mengakibatkan laju kepunahan jenis di Indonesia terus meningkat, sehingga negeri kita dimasukkan ke dalam daftar hot spot country. Sehingga untuk mengurangi laju penurunan keanekaragaman hayati dilakukan eksplorasi dan inventarisasi jenis tumbuhan untuk mendapatkan spesimen koleksi, spesies baru dan catatan baru guna melengkapi koleksi yang sudah ada. Penemuan spesies baru, catatan baru dan penambahan spesimen merupakan target yang diinginkan pada tahun 2010–2014 serta penambahan jenis mikroba Indonesia. Semua capaian ini akan dituangkan dalam bentuk tulisan ilmiah yang sudah dipublikasi secara Nasional dan Internasional, dimana dengan adanya dukungan kerjasama Internasional dan Nasional yang terjalin akan meningkatkan kinerja Pusat Penelitian Biologi. Memperhatikan begitu pentingnya keanekaragaman hayati Indonesia, maka dilakukan kegiatan peningkatan koleksi rujukan dan pengembangan Bioresource Center (BRC), termasuk pengembangan pusat depositori kekayaan mikroba (Indonesia Culture Collection/InaCC), penggalian potensi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang disertai dengan inovasi dan peningkatan nilai tambah, serta aplikasinya di masyarakat.
Litbang keanekaragaman hayati Indonesia diharapkan dapat menambah kemampuan dalam penguasaan pengetahuan mendasar dan peningkatan kemampuan bangsa Indonesia untuk mengelola keanekaragaman hayati melalui kegiatan eksplorasi, inventarisasi, karakterisasi, valuasi, dan peningkatan nilai tambah keanekaragaman hayati dan ekosistem. Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi permasalahan global, diantaranya perubahan iklim global dan pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), pengelolaan keanekaragaman hayati untuk mengharmoniskan kegiatan konservasi dan pembangunan ekonomi, pemanfaatan keanekaragaman hayati (bioprospeksi) untuk menjawab tantangan di bidang pangan, energi, kesehatan, dan lingkungan; pengembangan Bioresource Center dan penyimpanan koleksi sumber daya mikroba (Culture Collection/InaCC), dan peningkatan kesadaran publik tentang keanekaragaman hayati Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas maka kegiatan litbang keanekaragaman hayati diarahkan untuk menghasilkan: bibit unggul hasil seleksi, bahan baku industri, tanaman obat, pangan, hortikultura, dan tanaman keras; ditemukannya mikroorganisme yang adaptif terhadap dinamika lingkungan; tersedianya produk hasil teknologi bioproses termasuk biofertilizer, biokatalis, pangan fungsional, biofuel, dan paket teknologi bioprospeksi plasma nutfah untuk memproduksi bahan-bahan farmasi, ditemukannya bahan obat (antikanker, antivirus, seperti untuk flu) serta tersedianya teknologi tentang produksi obat berbasis keanekaragaman hayati. Melalui kegiatan litbang di bidang keanekaragaman hayati, Pusat Penelitian Biologi akan menjadi focal point LIPI dalam memberikan timbangan ilmiah kepada pemerintah dalam melaksanakan konvensi internasional di bidang keanekaragaman hayati termasuk pelaksanaan CBD, CITES, MAB, Program UNESCO dan isu lain yang berkaitan dengan proses adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global dan pencapaian MDGs.
2.3. Kebijakan
2.3.1. Kebijakan Umum
Kebijakan umum ditetapkan dengan memperhatikan sumber daya dan prasarana di lingkungan Pusat Penelitian Biologi, serta kepentingan negara dan masyarakat yang secara garis besar sudah dicanangkan dalam Renstra LIPI 2010-2014 dalam tiga pilar
kebijakan yang kemudian difokuskan dalam ilmu pengetahuan biologi/ keanekaragaman hayati, sebagai berikut:
A. Kebijakan penelitian dan pengembangan sebagai respon untuk pengembangan ilmu dan dasar kebijakan nasional di bidang ilmu biologi/keanekaragaman hayati. Kebijakan penelitian dan pengembangan diarahkan pada penyelenggaraan penelitian yang bersifat luas dari yang bersifat dasar sampai dengan terapan dan pengembangan serta penelitian inter dan multi disiplin yang terfokus.
B. Kebijakan pembinaan dan pengembangan kelembagaan yang merupakan respon terhadap peningkatan kompetensi inti ilmu biologi/keanekaragaman hayati. Kebijakan pembinaan perkembangan kelembagaan diarahkan pada penguatan dan pembangunan kompetensi inti baik kompetensi sumber daya manusia, keunikan-keunikan koleksi ilmiah biota yang ada maupun sarana dan prasarana yang mendukungnya.
C. Kebijakan peningkatan pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai respon terhadap pihak yang berkepentingan. Sebagai tanggapan terhadap pihak yang berkepentingan, Pusat Penelitian Biologi menentukan kebijakan peningkatan pelayanan jasa. Kebijakan ini diarahkan baik pada peningkatan jasa konsultasi, pendidikan dan latihan, kerjasama penelitian, pemanfaatan secara bersama laboratorium ataupun fasilitas ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya.
2.3.2. Kebijakan Khusus
2.3.2.1. Kebijakan SDM Pusat Penelitian Biologi
Memperhatikan kondisi Sumber Daya Manusia (struktur, distribusi, komposisi) di Pusat Penelitian Biologi, dan memperhatikan perubahan lingkungan strategis dari berbagai aspek, dalam kaitannya dengan pencapaian visi, misi dan program IPH sampai tahun 2014; maka diperlukan upaya sebagai berikut:
1) Melengkapi data dasar Sumber Daya Manusia (SDM) yang memfokuskan pada kompetensi SDM dengan program post doctoral, pendidikan S3, S2, S1 serta komposisi jabatan fungsional peneliti dan non peneliti di setiap unit kerja;
2) Melakukan pola rekruitmen dan pola pengembangan SDM secara terpadu dan sesuai dengan kompetensi unit kerja yang bersangkutan secara transparan dan terbuka;
3) Melaksanakan keseimbangan antara kemampuan SDM dan infrastruktur sesuai dengan beban tugasnya.
Dengan mengkaji gambaran sumber daya manusia yang ada di Pusat Penelitian Biologi dan tujuan tersebut di atas, maka perlu adanya kebijakan yang menyeluruh mengenai pengembangan sumber daya manusia, yang memberikan solusi terhadap komposisi sumber daya yang masih timpang antara peneliti dan penunjang, dan peningkatan kemampuan para peneliti dalam melaksanakan penelitiannya sehingga dapat meningkatkan kinerja Pusat Penelitian Biologi secara keseluruhan. Kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:
1) Memantapkan pengembangan SDM peneliti dengan komposisi perbandingan S3 : S2 : S1 yang ideal yaitu 1 : 2 : 4 untuk komposisi kompetensi yang sama, sedangkan perbandingan tenaga peneliti dengan tenaga penunjang/administrasi idealnya adalah minimal 2 : 1 di setiap unit kerja. 2) Kerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan bimbingan atau
pendidikan di tingkat S2, S3 dan program post doctoral didukung oleh sumber daya (SDM, dana, infrastruktur) di masing-masing pihak secara timbal balik;
3) Pelatihan bagi S1, S2 yang sesuai dengan kepakaran yang ada di Pusat Penelitian Biologi;
4) Mencermati pola manajemen PNS litbang yaitu keseluruhan upaya untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan profesionalisme penyelenggaraan tugas, fungsi, dan kewajiban kepegawaian meliputi: perencanaan, pengadaan,
pengembangan kualitas, penempatan, promosi, penggajian, kesejahteraan dan pemberhentian.
2.3.2.2. Kebijakan Anggaran Pusat Penelitian Biologi
Kebijakan anggaran pengalokasian akan diselaraskan dengan program yang ada di LIPI yaitu:
1) Program Advance Research 2) Program Divisional Cutting Edge 3) Program Interdisiplinary Science
4) Program Tematik (Competency Building) 5) Program Pengembangan Kelembagaan
Kebijakan anggaran LIPI tersebut menganut prinsip perencanaan sumber pembiayaan yang berasal dari pemerintah dan kerjasama, dengan mengupayakan sumber pembiayaan dari kerjasama yang semakin meningkat. Pusat Penelitian Biologi menetapkan sumber anggaran DIPA sebagai investasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang hasilnya dapat diukur melalui indikator-indikator kinerja.
2.3.3. Kebijakan Investasi
Pusat Penelitian Biologi akan melakukan investasi terutama dalam rangka penguatan dan pembaharuan sarana dan prasarana yang diarahkan untuk lebih mendayagunakan pemanfaatannya bagi kegiatan yang produktif dan meningkatkan kualitas kinerja Pusat Penelitian Biologi. Pengembangan sarana dan prasarana penelitian Pusat Penelitian Biologi tahun 2013 diarahkan untuk menunjang Program Prioritas Nasional (PN) Pangan yaitu: Pupuk Organik dan Litbang Keanekaragaman Pangan. Sarana dan prasarana ini berupa laboratorium pengembangan pupuk organik dan Pembangunan Gedung Sarana Prasarana dan Prosesing Sampel di kawasan Cibinong Science Center.
2.3.4. Kebijakan Kerjasama
Pusat Penelitian Biologi akan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri yang dapat memberikan peningkatan citra LIPI di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya untuk peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak di luar negeri akan mendapatkan perhatian khusus mengingat berbagai hal, antara lain untuk memperlihatkan peran Indonesia dalam perkembangan iptek dunia, membangun networking dengan berbagai lembaga litbang dalam upaya peningkatan kemampuan dan bertukar informasi, serta pencarian berbagai sumber dana untuk kegiatan kerjasama riset.
Pusat Penelitian Biologi telah melakukan berbagai kerjasama dengan negara lain seperti Jepang, Amerika, Jerman, Cina, Korea, Australia, Inggris, Belanda, dan Singapura, serta berperan sebagai Focal Point SBSTTA dan GTI dalam CBD dan juga sebagai pelaksana harian CITES Scientific Authority akan terus ditingkatkan dalam rangka memperbesar peran Indonesia dalam berbagai forum internasional guna kepentingan pembangunan bangsa dan iptek. Peran LIPI sebagai Focal Point MAB UNESCO Indonesia yang dipercayakan juga kepada Pusat Penelitian Biologi perlu diperkuat dengan informasi penelitian di kawasan Cagar Biosphere.
2.3.5. Kebijakan Penentuan Prioritas
Dalam pemantapan perencanaan program dan kegiatan penelitian di lingkungan Pusat Penelitian Biologi-LIPI, penentuan Prioritas Program Penelitian dan kegiatan adalah bagian dari proses perencanaan strategis LIPI 2010-2014. Oleh sebab itu Pusat Penelitian Biologi menugaskan Tim Perencana, Evaluasi dan Monitoring (PME) Pusat Penelitian Biologi untuk melakukan kajian; dalam menentukan prioritas program penelitian 2010-2014 yang tersebut Renstra LIPI dan RPJMN II diposisikan sebagai acuan. Program-program penelitian di Pusat Penelitian Biologi, fokus dan lokusnya sebagian sudah menunjang MP3EI.
2.4. Strategi
Berdasarkan arah kebijakan dan strategi Renstra LIPI 2010-2014 maka tugas dan fungsi Pusat Penelitian Biologi difokuskan pada ketiga unsur SIN, yaitu a) Penataan Kelembagaan Iptek, b) Penguatan Sumber Daya Iptek dan c) Penguatan Jaringan Iptek. Program Penelitian, Penguasaan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (P3 Iptek) difokuskan pada Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk itu, dalam rangka mencapai sasaran-sasaran seperti yang tertuang dalam Rencana Koordinatif Kedeputian IPH dan Rencana Aksi Pusat Penelitian Biologi yang telah ditetapkan maka Pusat Penelitian Biologi menetapkan strategi:
1) Penguatan kompetensi inti (competence building) yang diharapkan mampu menjawab dengan cepat tantangan yang berubah dengan cepat dan kompleks;
2) Penyusunan topik penelitian dalam melaksanakan program teknis P3 Iptek dengan mengedepankan pendekatan inter dan multidisipliner, dan memusatkan perhatian pada isu-isu sentral, baik yang berskala nasional maupun internasional. Untuk itu, Pusat Penelitian Biologi harus menyinergikan berbagai kemampuan yang ada sehingga kegiatan penelitian dan pengembangan mampu memberikan hasil yang (BSN) besar dampaknya bagi pemangku kepentingan, signifikan bagi ilmu pengetahuan, dan nyata bagi masyarakat.
3) Pemanfaatan berbagai sumber daya dari dalam dan luar negeri untuk mencari terobosan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM Pusat Penelitian Biologi dengan jalan: a) meningkatkan kemampuan SDM dengan terus menerus memberikan/ membuka kesempatan dan memberikan dorongan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, b) memberikan insentif dan penghargaan terhadap pegawai yang memperlihatkan prestasi signifikan serta c) mendukung sumber daya Pusat Penelitian Biologi dalam berintegrasi dengan masyarakat ilmiah nasional maupun internasional;
4) Pemanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya yang ada, melalui pelaksanaan aktivitas secara multidisipliner serta pengarahan dan koordinasi yang kuat;
5) Pengembangan jaringan cerdas dengan berbagai pihak di dalam dan di luar negeri;
6) Pemanfaatan berbagai sumber daya keuangan yang mungkin diperoleh dalam rangka meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangan;
7) Penyempurnaan mekanisme dan sistem yang ada untuk memperkuat sistem administrasi.
8) Penataan Kelembagaan iptek bidang biologi/keanekaragaman hayati, dengan hasil yang diharapkan adalah terbangunnya tata kelola litbang yang efisien, efektif dan mampu mendorong kreativitas dan profesionalisme masyarakat iptek bidang biologi/keanekaragaman hayati, serta terbangunnya kesadaran iptek dan partisipasi masyarakat yang semakin kuat;
9) Penguatan Sumber Daya Iptek bidang biologi/keanekaragaman hayati, dengan hasil yang diharapkan adalah terbangunnya pusat-pusat keunggulan pengetahuan regional dan tematis yang kompeten dan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan strategis nasional;
10) Penataan Jaringan Iptek bidang biologi/keanekaragaman hayati, dengan hasil yang diharapkan adalah terbangunnya pola hubungan kerjasama antar lembaga litbang, antar lembaga litbang dengan perguruan tinggi, dan antara lembaga litbang dengan industri/masyarakat pengguna, berikut faktor-faktor pendukungnya, khususnya infrastruktur komunikasi dan transportasi yang modern, institusi finansial, serta otoritas publik yang memfasilitasi struktur jaringan yang mendorong interaksi kreatif dan lingkungan yang atraktif bagi para pekerja pengetahuan (knowledge workers).
Berdasarkan arahan kebijakan dan strategi LIPI dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Pusat Penelitian Biologi serta potensi yang dimilikinya, maka untuk mendukung pencapaian Rencana Koordinatif Kedeputian IPH-LIPI dan Renstra LIPI, Pusat Penelitian Biologi memfokuskan pada 18 (delapan belas) Indikator Kinerja Libang kelas dunia, yaitu:
2.4.1. Kapasitas dan Kapabilitas Satuan Kerja 1. Sumber Daya Manusia
2. Fasilitas
3. Jurnal ilmiah yang diterbitkan 4. Berlangganan data base 2.4.2. Aktifitas Satuan kerja
1. Kegiatan Riset 2. Kerjasama Riset
3. Kegiatan lainnya sebagai Otoritas Keilmuan/Focal Point 4. Pendokumentasian dan Terjemahan Buku
5. Penyelenggaraan dan keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah nasional regional dan internasional
2.4.3. Kinerja dan Produktifitas Satuan Kerja 1. Publikasi Ilmiah
2. Penemuan atau Pengetahuan (know how) yang didaftarkan
3. Disain, konsep, model, kebijakan, pilot project, contoh produk atau bahan, prototipe, catatan dan spesies baru
4. Pembimbingan Thesis
5. Kontrak kerjasama dengan pengguna, termasuk mitra perusahaan
6. Penghargaan penelitian dan mempunyai reputasi yang baik dalam melakukan riset-riset dibidangnya
7. Kemampuan mengatasi hambatan dan mengoptimalkan unit industri, masyarakat dan bangsa
8. Pendayagunaan IPTEK 9. Pemasyarakatan IPTEK
2.5. Program dan Kegiatan
2.5.1. Program
Program Pusat Penelitian Biologi disusun dengan memperhatikan arahan strategi Kedeputian Bidang IPH-LIPI dan LIPI serta pengalaman panjang yang dilaluinya dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, didukung oleh kompetensi dan kapasitas yang dimilikinya. Selain itu, program Pusat Penelitian Biologi tahun 2010-2014 juga merupakan kesinambungan dari program yang sudah dilaksanakan pada tahun 2005-2009. Pada tahun 2005-2009, Pusat Penelitian Biologi mengacu pada Buku Putih Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Iptek 2005-2025 yang dijabarkan oleh Dewan Riset Nasional (DRN) ke dalam Agenda Riset Nasional (ARN) 2005-2009 pada enam prioritas bidang penelitian yaitu: (1) ketahanan pangan, (2) energi baru dan terbarukan, (3) teknologi dan manajemen transportasi, (4) teknologi informasi dan komunikasi, (5) teknologi pertahanan dan keamanan dan (6) teknologi kesehatan dan obat-obatan. Namun disadari bahwa enam prioritas bidang tersebut di atas masih menyisakan isu-isu penting yang harus dijawab, antara lain masalah keanekaragaman hayati dan lingkungan. Oleh sebab itu pada Raker LIPI tahun 2007 selain enam fokus bidang di atas, LIPI memutuskan untuk menambahkan empat bidang fokus, satu diantaranya yaitu sumberdaya alam, lingkungan dan kebencanaan yang kemudian penambahan tersebut masih diacu dalam Renstra 2010-2014.
1. Penguatan Sistem Inovasi Nasional a. Penataan Kelembagaan Iptek
Terbangunnya tata kelola litbang yang efisien dan efektif, yang mampu mendorong profesionalisme komunitas iptek, serta meningkatnya kesadaran iptek di masyarakat.
1) Perencanaan, Penganggaran dan Verifikasi
2) Terlaksananya sistem pengelolaan keuangan, perencanaan dan penganggaran yang efektif dan akuntabel yang dievaluasi dalam Laporan Kinerja Pusat Penelitian Biologi (LAKIP) dan Laporan Keuangan.
3) Penataan, Pengembangan Organisasi dan SDM termasuk ikut mensukseskan reformasi birokrasi.
4) Penataan ini diharapkan dapat menciptakan tata kerja yang baik. Keluaran yang diharapkan adalah terciptanya sistem kerja dan prosedur pelayanan penelitian yang standar dan teruji, penguatan peran satuan kerja yang semakin handal, peningkatan sistem informasi manajemen kepegawaian, pembinaan dan pengembangan karir SDM, implementasi perencanaan pengembangan SDM, dan penerimaan PNS sesuai kualifikasi kebutuhan. 5) Sistem Seleksi Proposal
6) Diterapkannya sistem seleksi proposal merupakan langkah awal untuk memilih kegiatan penelitian yang sesuai dengan rencana program Pusat Penelitian Biologi dengan mengacu pada program Prioritas Nasional. Proposal ini sudah merupakan hasil kajian di dalam kelompok penelitian yang mengikuti arahan rencana kegiatan Pusat Penelitian Biologi yang sudah ditentukan oleh Pejabat Struktural di lingkungan Pusat Penelitian Biologi dan Tim PME.
7) Pengawasan Akuntabilitas Aparatur Negara
8) Terlaksananya sistem pengendalian internal yang efektif, yang ditunjukkan dengan tersusunnya laporan hasil pemeriksaan dan hasil evaluasi LAKIP. b. Penguatan Sumber Daya Iptek
Terbangunnya pusat-pusat keunggulan, pengetahuan regional dan tematis yang kompeten mendukung kebutuhan strategis nasional terutama yang terkait dengan kebijakan Pengelolaan keanekaragaman hayati. Kegiatan di lingkungan Pusat Penelitian Biologi yang terkait adalah:
1) Penataan dan Pengembangan SDM
2) Peningkatan Kompetensi SDM Iptek, dengan peningkatan jumlah peneliti yang mengikuti pendidikan S2 dan S3.
3) Penatausahaan, pengadaan, pemeliharaan sarana dan prasarana
4) Meningkatnya kualitas fasilitas penelitian di lingkungan Pusat Penelitian Biologi, termasuk pembangunan fasilitas Bioresource Center (saat ini
prioritasnya adalah pembangunan gedung InaCC, Laboratorium Pupuk Organik Hayati, fasilitas Penangkaran Satwa Liar terancam punah dan pengembangan sarana dan prasarana penunjang penelitian di kebun percobaan).
c. Penguatan Jaringan Iptek
Terbangunnya pola kerjasama antar lembaga litbang, lembaga penelitian dengan perguruan tinggi, dan antara lembaga penelitian dengan industri/masyarakat pengguna.
1) Pengembangan Jaringan Kerjasama Riset dan Pemasyarakatan Iptek.
2) Meningkatnya kerjasama iptek dengan berbagai pihak dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya iptek.
3) Pelaksanaan Litbang dan Aplikasi Teknologi Hasil Litbang, serta Penerapan Aplikasi Iptek Daerah
2. Program Penguasaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Iptek
Litbang Keanekaragaman Hayati, akan melaksanakan amanah RPJMN dan renstra LIPI yang tertuang dalam sasaran nasional pembangunan iptek ilmu pengetahuan alam. Sasaran dari litbang kenekaragaman hayati ini adalah meningkatnya kemampuan nasional dalam penelitian, pengembangan dan penerapan iptek berbasis sumber daya hayati Indonesia dalam bentuk publikasi, paten, prototipe, layanan teknologi dan menunjang pengembangan teknologi tepat guna untuk masyarakat. Selain itu, dalam lima tahun mendatang Pusat Penelitian Biologi akan mengarah ke sasaran meningkatnya kesesuaian program kegiatan riset dengan persoalan dan kebutuhan nyata serta terkini yang disertai dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan iptek. Prioritas dari kegiatan ini adalah mengungkapkan potensi kekayaan hayati Indonesia, inovasi riset hayati, penyediaaan timbangan ilmiah dan rekomendasi untuk menjawab isu nasional dan internasional untuk rujukan kebijakan nasional serta meningkatkan akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan hayati Indonesia.
1) Meningkatkan pengelolaan dan informasi koleksi spesimen flora dan fauna hidup maupun awetan serta kultur mikroba untuk acuan pengembangan teknologi hayati.
2) Tersedianya paket teknologi dan model pengelolaan lingkungan untuk pemanfaatan SDH secara berkelanjutan, yang menjawab isu- isu lingkungan. 3) Pengembangan Bioresource Center, Microbial Culture Collection.
Termanfaatkannya koleksi, data dan informasi potensi sumber daya hayati khususnya plasma-nutfah tumbuhan sebagai sumber karbohidrat baru, vitamin, suplemen, sumber-sumber energi baru dan terbarukan.
4) Pengelolaan koleksi spesimen flora dan fauna yang sudah ada dan tersimpan di Herbarium Bogoriense dan Museum Zoological Bogoriense akan dilanjutkan untuk penambahan koleksi spesimen flora dan fauna termasuk di dalamnya adalah pencarian jenis baru, catatan baru flora dan fauna dari kawasan Malesia dan sekitarnya. Sehingga koleksi semakin lengkap dan menjadi acuan internasional dan nasional untuk bidang Ilmu hayati.
5) Sebagai pengemban tugas dalam mengawal pemanfaatan flora dan fauna untuk kepentingan konvensi internasional, maka Pusat Penelitian Biologi diberi tugas oleh LIPI dalam meningkatkan kapasitasnya sebagai otoritas ilmiah dalam pengelolaan populasi spesies biota (CITES), pelaksanaan konsep pengelolaan alam Man and Biosphere (MAB) dan melaksananakan kesepakatan Convention on Biological Diversity (CBD) dan masukan untuk COP 10 (Nagoya) 2010 tentang Forest Genetic, akses dan benefit sharing keanekaragaman hayati.
3. Struktur Program
Pengembangan kompetensi inti (top-down IPH) melaksanakan beberapa kegiatan yang diarahkan dengan Program Prioritas Nasional (PN). Kegiatan ini mencakup beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan pada kegiatan tematik sebelumnya dengan penajaman hasil dan implementasinya, yang diemban oleh Pusat Penelitian Biologi terdiri dari:
2) Litbang Penelitian Biologi
Program dasar yang dilaksanakan di Pusat Penelitian Biologi meliputi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas yang berkaitan dengan konvensi internasional dan nasional dan program sarana dan prasarana penelitian, yaitu: Valuasi Cagar Biosfer, Revitalisasi dan Implementasi Pengembangan Cagar Biosfer di Indonesia, Kajian Sumber Daya Hayati di Pegunungan Tinggi Papua di Kebun Biologi Wamena, Penguatan Kelembagaan Sesuai Dengan Otoritas Ilmiah Bidang Hayati (CITES), Implementasi CBD di Indonesia dalam pengiriman Delegasi RI untuk SBSTTA ke Spanyol dan COP 2013 ke Canada, Persiapan Revisi IBSAP, Pelaksanaan Simposium Flora Malesiana IX, Digitalisasi Spesimen Herbarium Bogoriense/Pengelolaan Database Spesimen,
4. Kelompok Penelitian Divisional Cutting Edge
Untuk tahun 2013, kegiatan yang telah dijalankan antara lain adalah Inkubator Teknologi dalam rangka menginkubasi calon pengguna hasil litbang Pusat Penelitian Biologi.
a. Iptekda LIPI
Kegiatan Iptekda LIPI telah dimulai sejak tahun 1998 dan Pusat Penelitian Biologi telah ambil bagian sejak awal pembentukan kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, LIPI melalui Pusat Penelitian Biologi memanfaatkan hasil-hasil penelitian untuk mendukung penguatan Usaha Mikro Menengah Kecil (UMKM). Dalam tahun anggaran 2013, Pusat Penelitian Biologi telah melakukan kegiatan dari anggaran Iptekda LIPI :
1) Pengembangan Desain Motif Flora Fauna untuk Peningkatan Kualitas Produk UKM Kerajinan Bordir dan Batik Bogor.
2) Pemberdayaan UKM Bina Usaha Ternak mandiri (BUTM) melalui Program Budidaya dan Penggemukan Domba Sistem Usaha Tani Terpadu.
3) Pengembangan Kebun pangkas untuk Produksi Klonal Bibit jati LIPI di Pondok Pesantren Yayasan Salafiyah Kholidiyah Tuban, Jawa Timur.
4) Pengembangan Inokulan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan di Kabupaten Sukabumi.
b. Pengembangan Kerja Sama dan Pemberdayaan Masyarakat.
Dalam lima tahun ke depan, Pusat Penelitian Biologi juga akan terus melanjutkan berbagai upaya untuk meningkatkan perilaku ilmiah masyarakat melalui berbagai diseminasi ilmiah, kerjasana dan pembinaan organisasi profesi bidang biologi untuk peningkatan kreativitas, siswa, peneliti remaja dan mahasiswa, peneliti muda, serta guru. Pengalaman dalam periode yang lalu memperlihatkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang sangat positif dalam pembangunan sumber daya manusia yang berwawasan ilmu pengetahuan di lingkungan universitas dan umum.
5. Kelompok Penelitian Interdisiplin (Interdiciplinary Research)
Dari tujuh bidang Kelompok Penelitian Interdisiplin kegiatan riset Kompetitif LIPI, pada tahun 2013 Pusat Penelitian Biologi turut ambil bagian dalam kegiatan Eksplorasi dan Pemanfaatan Terukur Sumber Daya Hayati (Darat dan Laut) Indonesia. Kegiatan penelitian yang tercakup dalam kelompok ini terdiri dari 16 judul, yaitu:
1) Pemanfaatan Sumber Karbohidrat dari Umbi-umbian sebagai Bahan Pangan Alternatif Pengganti Beras
2) Sekuensing Genom Plasma Nutfah Tanaman Unggul Lokal dan Analisis Strukturnya
3) Pengembangan Budidaya Trenggiling (Manis javanica) untuk Pemanfaatan Berkelanjutan
4) Pengembangan Domestikasi Kukang (Nycticebus sp.) yang Berstatus Langka Guna Pemanfaatan Berkelanjutan
5) Pengembangan Teknologi Budidaya Sayuran Lokal (Genjer, Katuk, dan Pakis) Secara Organik Hayati
6) Evaluasi, Karakterisasi dan Seleksi Varietas Baru Pisang Hasil Induksi Poliploidi dan Persilangan
8) Pengembangan Teknik Budidaya Artemisia annua L. Dan Peningkatan Ploidi untuk Perbaikan Kandungan Bahan Aktif Artemisinin
9) Hibridasi Macrobrachium sintangensis untuk Mendapatkan Kombinasi Tetua Terbaik
10) Konstruksi Arming Yeast Enzim Mananase dan Aplikasinya dalam Peningkatan Efisiensi Pemanfaatan Tepung Manan untuk Produksi Pangan Fungsional
11) Manipulasi Sel Somatik: Induksi Poliploidi dan Fusi Protoplas - Untuk Meningkatkan Produktivitas Talas (Colocasia esculenta L. Schott) dan Garut (Maranta arundinacea)
12) Pemanfaatan Lemna (Lemna perpusilla Torr.) sebagai Sumber Pakan Alami dan Agen Fitoremediasi untuk Mendukung Usaha Perikanan Budidaya yang Murah dan Ramah Lingkungan
13) Valuasi Varian Pakis Simpei (Cibotium barometz) sebagai Tumbuhan Penghasil Bahan Obat
14) Pengembangan Teknologi Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Pisang Secara Biologi Berbasis Mikroba Endofit dan Rhizhosfer 15) Pengembangan Populasi Tanaman Padi Mutan dengan Insersi Stabil
Transposon Ds, Seleksinya untuk Sifat-sifat Terkait dengan Respons terhadap Cekaman Kekeringan dan Salinitas dan Analisa Molekulernya 16) Pengembangan Varietas-varietas Avokad Dataran Rendah untuk
Ketersediaan Buah Sepanjang Tahun
Kegiatan diatas didukung oleh Operasional Pendukung Penelitian Kompetitif.
6. Kelompok Penelitian Tematik
Kegiatan tematik di Pusat Penelitian Biologi dibagi menjadi dua, yaitu (A) Kegiatan Litbang Pupuk Organik dari Mikroba Hayati Indonesia dan (B) Kegiatan Penelitian Biologi. Litbang Pupuk Organik dan Litbang Keanekaragaman Pangan merupakan kegiatan yang menunjang Program Prioritas Nasional 5 (PN 5) Bidang Ketahanan Pangan.
2.5.2. Kegiatan a. Kegiatan Litbang
a.1. Pupuk Organik dari Mikroba Hayati Indonesia, meliputi :
1) Pengembangan Aplikasi Pupuk Organik Hayati untuk Tanaman Pangan dan Hijauan Pakan Dalam Menunjang Program Peternakan Daerah di Indonesia 2) Aplikasi Pupuk Organik Hayati Berbasis Mikroba Penyubur Perakaran,
Biokontrol dan Agen Perombak Bahan Kimia Agro di Beberapa Wilayah 3) Pengendalian Hama Terpadu yang Menyerang Padi Organik Prioritas
Nasional
4) Penggunaan Mikroba Fungsional Untuk Aplikasi Pupuk Hayati serta Agen Bioremediasi Senyawa Pencemar Daerah Pantai
5) Pengembangan Produksi Pupuk Organik Berbasis Mikroba Indigenous, Pemanfaatan Limbah Budidaya Jamur Merang di Kabupaten Karawang, Jawa Barat
6) Pengembangan Teknologi Monitoring Jaminan Mutu "Quality Assurance" Pupuk Organik Produk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
7) Pengembangan Biopestisida Sebagai Suplemen Pupuk Organik untuk Implementasi Konsep Bio Villages Berbasis Pertanian Organik
a.2. Pengembangan Keaneka-ragaman Pangan, meliputi: 1) Karakterisasi Molekuler Tacca
2) Kajian Genetik Plasma Nutfah Umbi-Umbian Indonesia: Karakterisasi Molekuler Kentang Hitam (Solenostemon rotundifolius)
3) Karakteristik dan Pengembangan Karbohidrat dari Umbi Kentang Hitam, Ubi Kayu dan Tacca
4) Teknologi Propagasi dan Agronomi Pada Kentang Hitam dan Taka
5) Informasi Habitat dan Pemanfaatan Tacca Sebagai Dasar Domestikasinya 6) penyediaan Bibit Unggul tanaman Tacca leontopetaloides secara In Vitro
7) Perbanyakan Bibit dan Evaluasi Produksi Ubi Kayu Varian In Vitro dan Mutasi Hasil Radiasi
8) Pengendalian Hama terpadu Umbi Prioritas
9) Manipulasi Sel Somatik Secara In Vitro Untuk Perbaikan Tanaman Kentang Hitam (Coleus tuberosus Benth.)
b. Kegiatan Penelitian Biologi meliputi :
b.1. Karakterisasi dan Valuasi Fungsi Ekosistem untuk Antisipasi Terhadap Perubahan iklim, terdiri dari enam judul :
1) Diseminasi Informasi Biota Indonesia
2) Pengembangan Museum Ethnobotani Indonesia sebagai Wahana Penyadartahuan dan Pendidikan IPTEK Kehati
3) Pemanfaatan Mikroba untuk Penyediaan Bahan Pangan Kesehatan Berbasis Oligosakarida Melalui Kultur Sel dan Reaksi Enzimatik
4) Biopropeksi dan Aplikasi Enzim-Enzim Klas Hidrolase dari Mikroba Sebagai Biokatalis Untuk Produksi Senyawa Obat dan Pangan Fungsional
5) Kajian Biota dan Fungsi Ekosistem : Produksi Biomasa, Karbon Stok, Sekuestrasi Pegunungan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango-Halimun-Salak
6) Kajian Fauna Indikator Kualitas Lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terkait Dengan Perubahan Iklim Global
7) Evaluasi Status Fauna Invasif di Indonesia dan Pengembangan Strategi Pengelolaannya
8) Karakteristik Tipe Ekosistem dan Carbon Balance Di Hutan Rawa Gambut dan Mixed dipterocarp - Kalimantan Tengah
9) Valuasi Jenis Satwa Yang Masuk Dalam Appendix CITES
10) Kajian Jenis Tumbuhan Asing Invasif yang Berpotensi Mengganggu Ekosistem Indonesia
11) Kajian Keanekaragaman Hayati Ekosistem Esensial
12) Inventarisasi dan Valuasi Ekosistem Spesifik: Dampak Kegiatan Manusia Terhadap Ekosistem Karst Jawa
13) Pengukuran Hilangnya Keanekaragaman Flora di Indonesia (Bioregion Sulawesi)
14) Valuasi Cagar Biosfer: Revitalisasi dan Implementasi Pengembangan Cagar Biosfer di Indonesia
15) Implementasi CBD di Indonesia Dalam Mempersiapkan Delegasi RI Untuk SBSTTA dan COP 2013, Persiapan Revisi IBSAP dan Pelaksanaan Simposium Flora Malesiana IX
16) Isolasi Bakteriofag dari Sumber Air Minum dan Karakterisasi Gen Virolysin untuk Kontrol Bakteria Resisten terhadap Antibiotik dan Disinfektan yang Memiliki Nilai Penting dalam Bidang Kesehatan
17) Pengelolaan Jaringan, Database, Spesimen, dan Pustaka, Serta Situs Web Pusat Penelitian Biologi – LIPI
18) Bioprospeksi Jamur Endofit Tumbuhan Menispermacaeae dan Koleksi Bank Ekstrak Tumbuhan Indonesia
19) Kharakterisasi Tipe Ekosistem dan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan di Pulau
20) Bintan dan Kepulauan Natuna, Propinsi Kepulauan Riau, Indonesia
b.2. Pengembangan Bioresource Centre dan Microbial Culture Collection (INACC), terdiri dari 15 judul:
1) Pengelolaan Koleksi Dan Sarana Penelitian Pusa Penelitian Biologi 2) Penguatan Kelembagaan Sesuai Dengan Otoritas Ilmiah Bidang Hayati
(CITES)
3) Pengembangan Bank DNA, Diversitas Genetik dan Barcoding Fauna Indonesia 4) Studi Biosistematik Fauna Terpilih Keanekaragaman Flora di Pulau Bali 5) Kajian Sumber Daya Hayati Pegunungan Tinggi Papua dan Revitalisasi Kebun
Biologi Wamena
6) Digitalisasi Spesimen Flora dan Fauna 7) Kajian Satwa Liar dan Konservasi Ex Situ
8) Kurasi, Validasi dan Bioinformasi Spesimen Koleksi Fauna Museum Zoologicum Bogoriense (MZB)
9) Inventarisasi keanekaragaman Jamur dan Lumut di Pulau Bali
10) Studi Keragaman, Sebaran dan Filogeni Fauna Akuatik Ekosistem Mangrove dan Estuari Mangrove
11) Konsorsium Litbang Invagro Sebagai Model Budidaya Rendah Karbon Menuju Pembangunan Ekonomi Hijau
12) Interoperabilitas Kerangka Kerja Informasi Keanekaragaman Hayati 13) Pengembangan dan Teknologi Reproduksi Guna Konservasi Plasma Nutfah
Satwaliar Indonesia
14) Penguatan Indonesia Culture Collection (INACC) untuk Mendukung Biological Resources Center Berbasis Mikroba
15) Kajian Keanekaragaman Mikroba Indonesia untuk Menunjang Koleksi LIPIMC (INACC)
b.3. Layanan Perkantoran, terdiri dari 1) Pembayaran Gaji dan Tunjangan
2) Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran 3) Operasional Pendukung Penelitian
4) Pemasyarakatan/Sosialisasi Hasil Penelitian 5) Jasa Pelayanan Informasi Hasil Litbang (PNBP)
6) Peningkatan Kemampuan Sumberdaya Manusia Di Pusat Penelitian Biologi b.4. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi, dengan judul :
1) Pengadaan Perangkat Pengolah Data Penelitian b.5. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran, dengan judul :
1) Pengadaan Peralatan dan Sarana Pendukung Laboratorium Penelitian 2) Pengadaan Peralatan dan Mesin Hasil Investasi PNBP
b.6. Gedung/Bangunan, dengan judul :