• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

B. Evaluasi dan Analisis Kinerja

Pada awal tahun, target kinerja yang hendak dicapai oleh Pusdiklatwas BPKP telah ditetapkan dalam Tapkin Tahun 2012 yang memuat sasaran strategis, indikator kinerja, target kinerja dan anggaran yang mendukung pencapaian target, sebagaimana dapat dilihat pada Lampiran 1. Target kinerja tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap keberhasilan dua program utama, yaitu: Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya-BPKP serta Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara-BPKP.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 18 Berdasarkan hasil perhitungan kinerja, Pusdiklatwas BPKP telah berhasil mencapai target kinerja yang telah ditetapkan sebagaimana dapat dilihat pada Lampiran 2 dan 3. Adapun uraian capaian kinerja masing-masing program adalah sebagai berikut:

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya-BPKP

Capaian kinerja Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya-BPKP dinilai dari capaian target indikator

outcome yang didukung oleh capaian target output dan penggunaan

sumber daya.

a. Capaian Target Outcome

Capaian kinerja Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya-BPKP diukur dengan indikator “rasio SDM terdiklat sesuai kompetensi terhadap total jumlah yang dibutuhkan.” SDM terdiklat sesuai kompetensi merupakan jumlah SDM yang telah mengikuti diklat yang dibutuhkan, sedangkan total jumlah yang dibutuhkan adalah jumlah calon peserta diklat sesuai kapasitas Pusdiklatwas BPKP yang tertuang dalam Kalender Diklat (Kaldik).

Sasaran yang hendak dicapai adalah meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan kapasitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP, sehingga SDM di BPKP maupun APIP lainnya mampu memenuhi jumlah pegawai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung penugasan pengawasan dan non pengawasan.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 19 10% 30% 50% 70% 90% 86% 115% Capaian Outcome Program 1 Target Realisasi Gambar 7

Target outcome yang ditetapkan untuk tahun 2012 yaitu rasio SDM

terdiklat sesuai kompetensi

terhadap total jumlah yang

dibutuhkan sebesar 86%.

Berdasarkan hasil pengumpulan data kinerja, jumlah SDM terdiklat sesuai kompetensi sebanyak 5.857 orang dari total jumlah yang dibutuhkan sebanyak 5.080 orang, sehingga capaian outcome sebesar 115,30% atau 134,06% dari target.

Rincian jumlah SDM terdiklat sesuai kompetensi tahun 2012 tersebut terdiri dari diklat

fungsional auditor seba-nyak 1.791 orang (30,58%); diklat teknis substansi non SPIP sebanyak 3.526 orang (60,20%); diklat teknis sub-stansi SPIP sebanyak 275 orang (4,70%); dan diklat kedinasan sebanyak 265 orang (4,52%).

Pendukung utama terlampauinya target outcome, adalah pelaksanaan diklat teknis substansi non SPIP. Dari capaian

outcome sebesar 115,30%, capaian outcome diklat teknis substansi

sebesar 69,41%, yaitu rasio SDM yang mengikuti diklat teknis substansi sebanyak 3.526 orang terhadap total jumlah yang dibutuhkan sebanyak 5.080 orang. Capaian outcome diklat fungsional auditor sebesar 35,26%, yaitu rasio SDM terdiklat (fungsional auditor) sebanyak 1.791 terhadap total jumlah yang dibutuhkan sebanyak 5.080 orang. Capaian outcome diklat SPIP

Gambar 8

30,58%

60,20%

4,70% 4,52%

Realisasi Pelaksanaan Diklat

Fungsional Auditor

Teknis Substansi (Non SPIP) Teknis Substansi (SPIP) Kedinasan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 20 Gambar 10 Gambar 9 0,00% 50,00% 100,00% 150,00% 2010 2011 2012 141,12% 96,18% 115,30% Perbandingan Realisasi Outcome 60,20% 4,70% 4,52% 30,58%

Kontribusi Terhadap Capaian Kinerja Program 1

Teknis Substansi (Non SPIP) SPIP

Kedinasan

Fungsional Auditor

sebesar 5,41%, yaitu rasio SDM terdiklat SPIP sebanyak 275 terhadap total jumlah yang dibutuhkan sebanyak 5.080 orang. Capaian outcome diklat kedinasan sebesar 5,22%, yaitu rasio SDM

terdiklat kedinasan

sebanyak 265 terhadap

total jumlah yang

dibutuhkan sebanyak

5.080 orang. Dengan

demikian, kontribusi

diklat teknis substansi

non SPIP terhadap

capaian outcome mencapai 60,20% (69,41%/115,30%), diklat fungsional auditor sebesar 30,58% (35,26%/115,30%) dan diklat SPIP 4,70% (5,41%/115,30%) serta diklat kedinasan sebesar 4,52% (5,22%/115,30%).

Realisasi outcome selama tiga tahun terakhir menun-jukkan terlampauinya

tar-get yang ditetapkan.

Realisasi outcome tahun 2012 dibandingkan dengan reali-sasi outcome tahun 2011 mengalami kenaikan

walaupun masih di bawah realisasi outcome tahun 2010. Realisasi

outcome tahun 2010 mencapai 141,12% diperoleh dari

perbandingan SDM terdiklat sebanyak 14.305 orang dengan jumlah total yang dibutuhkan sebanyak 10.137 orang. Sedangkan realisasi outcome tahun 2011 mencapai 96,18% diperoleh dari

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 21 100% 100% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% Tingkat Kelulusan Diklat Kedinasan Target Realisasi Gambar 11

perbandingan SDM terdiklat sebanyak 6.088 orang dengan jumlah total yang dibutuhkan sebanyak 6.330 orang

Kenaikan realisasi outcome tahun 2012 dibandingkan dengan realisasi outcome tahun 2011 disebabkan antara lain karena jumlah peserta yang ditetapkan dalam kalender diklat tahun 2012 lebih sedikit dibandingkan jumlah peserta yang ditetapkan dalam kalender diklat 2011. Jika dibandingkan dengan target

outcome pada tahun 2014 sebesar 90%, maka realisasi outcome

tahun 2012 sebesar 115,30% mencapai 128,11%. b. Capaian Target Output

Capaian target outcome tidak lepas dari dukungan capaian target

output. Capaian output selama tahun 2012 diuraikan sebagai

berikut:

1) Tingkat kelulusan peserta diklat kedinasan

Realisasi output “tingkat

kelulusan peserta diklat

kedinasan” mencapai 100%, yaitu dari jumlah peserta diklat sebanyak 265 orang seluruhnya

dinyatakan lulus. Jumlah

peserta diklat kedinasan adalah jumlah pejabat struktural dan pegawai lainnya (fungsional) di lingkungan BPKP yang mengikuti diklat kepemimpinan dan pra jabatan.

Output tingkat kelulusan peserta diklat kedinasan

merupakan hasil kegiatan pendidikan dan pelatihan pengawasan bagi internal BPKP dan APIP.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 22 44% 13% 38% 5% Peserta Diklat TS Berdasarkan Asal Instansi

BPKP K/L Pemda Lain-lain Gambar 12 Gambar 13

Realisasi output tingkat kelulusan peserta diklat kedinasan sama dengan tahun 2011, yaitu dari jumlah peserta diklat kedinasan sebanyak 212 orang, seluruhnya atau 100% dinyatakan lulus.

2) Jumlah peserta diklat teknis substansi Realisasi output “jumlah peserta diklat teknis substansi” mencapai 3.801 orang peserta atau 131,98% dari target sebesar 2.880 orang peserta. Jumlah peserta diklat teknis substansi adalah jumlah Pejabat Fungsional Auditor (PFA) dan pegawai lainnya di lingkungan

APIP maupun non APIP yang mengikuti diklat teknis substansi (diklat yang diselenggarakan untuk memberi keterampilan atau penguasaan pengetahuan di bidang teknis tertentu). Yang dimaksud dengan diklat teknis substansi dalam indikator output ini termasuk juga diklat SPIP.

Output jumlah peserta diklat teknis substansi merupakan

hasil dari kegiatan pendidikan dan pelatihan pengawasan bagi internal BPKP dan APIP.

Komposisi peserta diklat teknis substansi berdasarkan asal instansi terdiri atas: peserta diklat yang berasal dari BPKP sebanyak 1.659

orang peserta (44%);

Kementerian/LPNK sebanyak

508 orang peserta (13%); Pemda sebanyak 1.443 orang peserta (38%) dan lain-lain (universitas, TNI/POLRI, rumah

2.880 3.801 -500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 Peserta Diklat Teknis Substansi Target Realisasi

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 23

Gambar 14

sakit dan luar negeri) sebanyak 191 orang peserta (5%). Terlampauinya target output jumlah peserta diklat teknis

substansi diantaranya

berasal dari kontribusi diklat dengan sumber dana PNBP. Capaian output yang berasal dari diklat PNBP mencapai 2.142 orang peserta atau 56,35% dari capaian

output sebesar 3.801 orang peserta. Jumlah tersebut

melampaui jumlah yang semula direncanakan dalam kalender diklat untuk diklat teknis substansi dengan sumber dana PNBP yaitu 1.080 orang.

Adapun capaian output diklat yang dibiayai dana rupiah murni (APBN) sebanyak 1.659 orang peserta atau berkontribusi sebesar 43,65% terhadap capaian output sebesar 3.801 orang peserta. Jumlah tersebut belum mencapai jumlah yang semula direncanakan dalam kalender diklat untuk diklat teknis substansi dengan sumber dana rupiah murni yaitu 1.830 orang peserta karena ada beberapa diklat yang tidak dapat dilaksanakan.

Pada tahun 2012, diklat Bahasa Inggris dan Competency Based

Human Resource Management (CBHRM) serta Analisis

Kebijakan Publik bagi Pejabat Struktural yang merupakan permintaan Deputi Teknis dan BPKP Pusat dengan sumber dana rupiah murni tidak terlaksana karena kesulitan memperoleh narasumber dengan anggaran yang tersedia. Diklat Management of Traning (MOT) dengan dana berasal dari rupiah murni, tidak dapat dilaksanakan juga karena anggaran diprioritaskan untuk diklat substansi yang lebih

43,65 % 56,35 % RM PNBP Kontribusi Terhadap Capaian Kinerja Diklat TS

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 24 Gambar 15 2.201 1.639 3.840 1.659 2.142 3.801 -500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500 RM PNBP Total

Perbandingan Capaian Kinerja Diklat Teknis Substansi

2011 2012

dibutuhkan. Walaupun beberapa diklat tidak terlaksana, terdapat penambahan kelas untuk diklat Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) serta adanya penambahan kegiatan berupa Reviu Certified Internal Auditor (CIA) dan Reviu Certified Fraud Examiner (CFE). Diklat Pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), diklat Pengelolaan PNBP dan diklat Pengelolaan BMN/Manajemen Aset Pusat yang merupakan diklat dengan sumber dana PNBP tidak dilaksanakan karena hingga waktu yang telah dijadwalkan peserta yang mendaftar tidak memenuhi

jumlah minimal untuk diselenggarakannya diklat.

Walaupun ketiga diklat dengan sumber dana PNBP tersebut tidak terlaksana, terdapat penambahan dalam realisasi diklat yang lain misalnya Diklat Pengelolaan Keuangan Daerah sebanyak delapan kelas dan diklat-diklat lainnya.

Dibandingkan dengan realisasi output tahun 2011 yang mencapai 3.840 orang peserta, realisasi output tahun 2012

sebanyak 3.801

orang peserta

mengalami penu-runan sebanyak 39 orang peserta atau 1,02% dari realisa-si output tahun 2011. Penurunan tersebut berasal dari realisasi diklat yang dibiayai dana RM sebanyak 1.659 orang peserta atau mengalami penurunan sebanyak 542 orang peserta atau 24,63% dari realisasi output tahun 2011 sebanyak 2.201 orang peserta. Sedangkan diklat dengan sumber pembiayaan PNBP

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 25 Gambar 17 2.010 1.791 -500 1.000 1.500 2.000 2.500 Peserta Diklat Fungsional Auditor Target Realisasi 19% 20% 57% 4% BPKP K/L Pemda Lain-lain Peserta Diklat Fungsional Auditor Berdasarkan Asal Instansi

Gambar 16

yaitu sebanyak 2.142 orang peserta mengalami kenaikan sebanyak 503 orang atau 30,69% dibandingkan realisasi output tahun 2011 sebanyak 1.639 orang. Meskipun demikian, penurunan tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap capaian output secara keseluruhan.

Selain diklat dengan sumber dana rupiah murni dan PNBP, Pusdiklatwas BPKP juga telah menyelenggarakan diklat teknis substansi dengan sumber dana instansi pengguna sebanyak 3.824 orang peserta dan diklat dengan sumber dana State Audit Reform Procurement (STAR PRO) sebanyak 278 orang peserta.

3) Jumlah peserta diklat fungsional auditor

Realisasi output “jumlah peserta diklat fungsional auditor” mencapai 1.791 orang peserta

atau 89,10% dari target sebesar 2.010 orang peserta. Jumlah peserta diklat fungsional auditor adalah jumlah Pejabat Fungsional Auditor (PFA) di

lingkungan APIP yang

mengikuti diklat fungsional auditor.

Komposisi peserta diklat fungsional auditor berdasar-kan asal instansi adalah: jumlah peserta diklat yang berasal dari BPKP sebanyak 343 orang peserta (19%); Kementerian/LPNK

seba-Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 26 Gambar 18 69,85% 30,15% Kontribusi Terhadap Capaian Kinerja Diklat Fungsional Auditor RM PNBP 1.677 359 2.036 1.251 540 1.791 -500 1.000 1.500 2.000 2.500 RM PNBP Total

Perbandingan Capaian Kinerja Diklat Fungsional Auditor

2011 2012

Gambar 19

nyak 352 orang peserta (20%); Pemda sebanyak 1.027 orang peserta (57%) dan lain-lain (universitas, TNI dan luar negeri) sebanyak 69 orang peserta (4%).

Capaian target output jumlah peserta diklat fungsional auditor berasal dari kontribusi diklat dengan sumber pembiayaan rutin DIPA Pusdiklatwas BPKP maupun PNBP. Capaian output diklat yang dibiayai dari dana PNBP sebanyak 540 orang peserta

atau berkontribusi sebesar

30,15% terhadap capaian

output sebesar 1.791 orang

peserta.

Adapun capaian output diklat yang dibiayai dana rupiah murni sebanyak 1.251 orang

peserta atau berkontribusi sebesar 69,85% terhadap capaian

output sebesar 1.791 orang peserta. Dibandingkan dengan

realisasi output tahun 2011 sebanyak 2.036 orang peserta, realisasi output tahun 2012 sebanyak 1.791 orang peserta mengalami penurunan sebanyak 245 orang peserta atau 12,03% dari realisasi output tahun 2011. Penurunan itu secara umum disebabkan karena jumlah peserta yang ada tidak

memenuhi syarat

jumlah peserta mini-mal untuk diada-kannya suatu diklat, sehingga diklat ter-sebut tidak dapat diselenggarakan. Rea-lisasi diklat yang

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 27 dibiayai dana rupiah murni sebanyak 1.251 orang peserta atau mengalami penurunan sebanyak 426 orang peserta atau 25,40% dari realisasi output tahun 2011 sebanyak 1.677 orang peserta. Kenaikan dialami oleh diklat yang dibiayai dana PNBP sebanyak 540 orang peserta pada tahun 2012 atau meng-alami kenaikan sebanyak 181 orang peserta atau 50,42% dari jumlah peserta diklat tahun 2011 sebanyak 359 orang peserta.

Pada tahun 2012, diklat fungsional auditor pembentukan auditor terampil untuk pegawai di lingkungan inspektorat jenderal (2 kelas) tidak dilaksanakan karena jumlah peserta yang diusulkan oleh inspektorat jenderal untuk diklat tersebut tidak mencapai jumlah minimal diselenggarakannya suatu diklat. Diklat fungsional auditor penjenjangan pengendali mutu untuk pegawai BPKP pun tidak dapat dilaksanakan karena tidak ada penetapan peserta dari Biro Kepegawaian BPKP. Diklat fungsional auditor dengan sumber dana PNBP yang tidak dilaksanakan pada tahun 2012 adalah diklat fungsional auditor pembentukan auditor terampil (2 kelas) dan diklat fungsional auditor penjenjangan pengendali mutu (1 kelas). Hal ini disebabkan peserta yang mendaftarkan diri pada waktu yang telah dijadwalkan tidak memenuhi kuota.

4) Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi Realisasi output “tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi” mencapai 91,75% atau 97,61% dari target sebesar 94%. Sistem diklat berbasis merit dan kompetensi adalah penyelenggaraan diklat yang pesertanya telah memenuhi persyaratan tertentu, modul/bahan ajar yang digunakan dalam proses kediklatan memenuhi unsur

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 28 94% 91,75 % 50% 60% 70% 80% 90% 100%

Sistem Diklat Berbasis Merit & Kompetensi

Target Realisasi

Gambar 20

knowledge (teori) dan skill

(praktik/latihan), adanya pengukuran atas hasil diklat melalui pre test dan post test, serta diperolehnya sertifikat diklat oleh peserta.

Output tersedianya sistem

diklat berbasis merit dan kompetensi merupakan hasil dari kegiatan pendidikan dan pelatihan pengawasan bagi internal BPKP dan APIP.

Terdapat empat unsur yang dijadikan ukuran dalam menilai

output tersedianya sistem diklat berbasis merit dan

kompetensi, yaitu:

a) Peserta telah memenuhi kriteria, yang diukur dengan terpenuhinya kriteria yang telah ditetapkan dengan nilai maksimal 1. Selama tahun 2012 seluruh peserta diklat secara formal telah memenuhi kriteria sehingga memperoleh nilai maksimal 1.

b) Terpenuhinya unsur knowledge (teori) dan skill (praktik/latihan) dalam modul/bahan ajar diklat, yang diukur melalui pemenuhan unsur tersebut dalam modul/bahan ajar diklat dengan nilai maksimal 1. Selama tahun 2012 modul/bahan ajar yang digunakan dalam pelaksanaan diklat telah memenuhi unsur knowledge (teori) dan skill (latihan) sehingga memperoleh nilai 1. c) Adanya pengukuran atas hasil diklat melalui pre test dan

post test yang diukur dengan terlaksananya pre test dan post test dengan nilai maksimal 1. Selama tahun 2012

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 29 Gambar 21 89,57% 91,75% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00% 100,00% Perbandingan Capaian Kinerja Sistem diklat berbasis merit

dan kompetensi

2011 2012

atau 145 dari 216 diklat, sehingga memperoleh nilai sebesar 0,67 dari nilai maksimal 1.

d) Diperolehnya sertifikat diklat oleh peserta yang diukur dengan perbandingan jumlah peserta diklat yang memperoleh sertifikat diklat dengan jumlah peserta diklat dengan nilai maksimal 1. Selama tahun 2012 dari 10.985 peserta diklat, 10.969 diantaranya telah memperoleh sertifikat sehingga memperoleh nilai maksimal 1.

Realisasi output didapatkan dari hasil pengukuran keempat unsur tersebut dengan menjumlahkan nilai yang diperoleh masing-masing unsur (3,67) dibagi dengan jumlah unsur (4). Dibandingkan dengan realisasi output tahun 2011 sebesar 89,57%, realisasi output tahun 2012 sebesar 91,75% mengalami kenaikan sebesar 2,18% atau 2,43% dari realisasi

output tahun 2011.

Kenaikan itu disebab-kan oleh bertambah-nya pemenuhan unsur knowledge dan skill dalam modul/bahan ajar diklat.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 30 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 7,90 8,06 Capaian Outcome Program 2 Target Realisasi Gambar 22

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara-BPKP

a. Capaian Target Outcome

Capaian kinerja Program

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara-BPKP diukur

dengan indikator “tingkat

kepuasan penerima layanan”,

melalui survey kepada pengguna layanan sarana dan prasarana. Sasaran yang hendak dicapai adalah terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana aparatur BPKP khususnya di lingkungan Pusdiklatwas. Target outcome yang ditetapkan untuk tahun 2012 sebesar 7,9 skala Likert. Berdasarkan hasil survey melalui media kuesioner, capaian tingkat kepuasan penerima layanan mencapai 8,06 skala Likert atau 102,03% dari target.

b. Capaian Target Output

Capaian target outcome tidak lepas dari dukungan capaian target

output. Target output yang ditetapkan pada awal tahun adalah

jumlah sarana dan prasarana sebanyak 1 unit/paket berupa pengadaan workstation (meja kubikal). Sedangkan capaian output pada akhir tahun adalah sebanyak 1 unit/paket atau mencapai 100% dari target. Capaian output jumlah sarana dan prasarana seluruhnya dibiayai dari dana rupiah murni.

3. Penggunaan Sumber Daya

Realisasi target outcome dan output tidak lepas dari dukungan sumber daya keuangan dan SDM. Dukungan sumber daya keuangan dan SDM dijabarkan melalui alokasi anggaran dan hari penugasan.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklatwas 2012 31 0 10.000 20.000 30.000 40.000 37.731 29.086 Penggunaan Sumber Daya Manusia Target Realisasi Gambar 23 Realisasi Mnrt TAPKIN Mnrt DIPA (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) (6)=(5)/(3) (7)=(5)/(4) 1.

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya-BPKP

34.637.051.000 34.610.145.000 33.243.893.052 95,98 96,05

a. Rutin 29.158.241.000 28.875.102.000 28.277.482.113 96,98 97,93

b. PNBP 5.478.810.000 5.735.043.000 4.966.410.939 90,65 86,60

2. Program Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur Negara-BPKP 250.000.000 250.000.000 249.936.500 99,97 99,97

a. Rutin 250.000.000 250.000.000 249.936.500 99,97 99,97 34.887.051.000 34.860.145.000 33.493.829.552 96,01 96,08 No Program/Kegiatan Capaian Thd TAPKIN (%) Jumlah 1 + 2 Capaian Thd DIPA (%) Anggaran

Alokasi anggaran Pusdiklatwas dalam TAPKIN 2012 sebesar Rp34.887.051.000,00. Jumlah tersebut berbeda dengan DIPA Pusdiklatwas setelah revisi sebesar Rp34.860.145.000,00. Rincian target anggaran dan realisasinya dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 1. Realisasi Penggunaan Sumber Daya Keuangan

Realisasi alokasi hari penugasan selama tahun 2012 mencapai 29.086 OH atau 77,09% dari rencana sebesar 37.731 OH. Meskipun realisasi anggaran dan hari penugasan tidak mencapai 100% tetapi

target outcome dan output dapat

terpenuhi.

Dokumen terkait