III. Akuntabilitas Kinerja
3.2 Evaluasi dan Analisis Kinerja
Baik (80-90)
0,00 0,00 0,00 0,00
36 Persentase kepatuhan terhadap SAP lingkup Ditjen PDSPKP (%)
100 0,00 0,00 0,00 0,00
3.2 Evaluasi dan Analisis Kinerja
STAKEHOLDER PERSPECTIVE
Capaian kinerja Ditjen PDSPKP pada Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder Perspective) berasal dari 1 (satu) Sasaran Strategis, yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.
3.2.1
Sasaran Strategis 1
Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan
Kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan menjadi tolok ukur dari dampak keberhasilan program dan kegiatan Ditjen PDSPKP. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran terwujudnya kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan terdiri atas 2 (dua) indikator kinerja, dengan capaian kinerja sebagai berikut:
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI %
1 Nilai Tukar Pengolah 105 0 0
Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016 | 21
1. Nilai Tukar Pengolah
NTPHP digunakan sebagai salah satu proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan pengolah ikan secara cepat dan near real time, dengan asumsi kesamaan kuantitas produksi antar waktu.
Nilai Tukar Pengolah Hasil Perikanan (NTPHP) merupakan perbandingan indeks harga jual hasil pengolahan ikan dengan indeks harga konsumsi rumah tangga dan indeks harga biaya usaha pengolahan ikan Daya riil dari harga produk ikan olahan, dengan rincian:
a. Pendapatan rumah tangga sebagian besar dari hasil produksi ikan olahan harga jual hasil ikan olahan;
b. Pengeluaran rumah tangga pengolah hasil perikanan terdiri dari dua komponen: - Konsumsi rumah tangga harga barang/jasa kebutuhan sehari-hari;
- Biaya usaha harga barang modal, biaya sewa, upah buruh, dsb.
NTPHP diperoleh melalui survei unit usaha PDSPKP, dimana objek pendataan adalah rumah tangga pengolah ikan yang memiliki nilai produksi (harga jual hasil pengolahan) dengan nilai di atas 50% dari total penghasilan rumah tangganya.
Dalam menghitung NTPHP, terdapat beberapa komponen penyusun yang harus tersedia, yakni:
a. Data produksi ikan olahan yang dirinci berdasarkan:
- Jenis usaha pengolahan ikan yang mencakup: i) penggaraman/pengeringan; ii) pemindangan; iii) pengasapan/pemanggangan; iv) fermentasi; v) pelumatan daging ikan; dan vi) lainnya;
- Jenis ikan olahan;
- Wilayah potensi (Provinsi/Kabupaten/Kota); - Tahun dasar.
b. Paket komoditas dan diagram timbang
- Menyusun struktur input/output rumah tangga pengolah hasil perikanan; - Survei Penyusunan Diagram Timbang (SPDT) Nilai Tukar Pengolah Hasil
Perikanan:
i. Referensi waktu survei: setahun yang lalu; ii. Responden: rumah tangga pengolah ikan.
c. Harga komoditas ikan olahan dan harga barang/jasa untuk konsumsi rumah tangga serta biaya produksi:
22 | Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016
- Survei Harga Produsen komoditas produksi ikan olahan, dengan responden adalah pengolah ikan;
- Survei Harga Konsumen barang/jasa kebutuhan rumah tangga dan untuk proses produksi, dengan responden adalah pedagang barang/jasa di pasar terpilih;
- Referensi waktu survei: bulan berjalan
Secara sederhana, alur proses penghitungan NTPHP dapat diilustrasikan dalam skema sebagai berikut:
Gambar 3.1. Skema Penghitungan NTPHP
Target pencapaian NTPHP tahun 2016 adalah sebesar 105. Pencapaian NTPHP tahun 2016 akan diketahui pada akhir tahun 2016. Sampai dengan triwulan I tahun 2016 telah dilaksanakan inisiatif strategis melalui penandatangan perjanjian antara Direktorat Pengembangan Investasi dengan Direktorat Statistik Harga tentang Perhitungan Nilai Tukar Pengolahan Hasil Perikanan pada tanggal 1 Februari 2016. Setelah ditandatangani perjanjian tersebut saat ini telah dibentuk Tim Pokja Penghitungan NTPHP. Kemudian juga telah dilakukan pengumpulan data harga ikan per bulan dan penyusunan diagram timbang NTPHP bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik.
INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME
Survei Produksi Ikan Olahan Survei Penyusunan Diagram Timbang Survei Harga Nilai Produksi Ikan Olahan Persentase Marketed Surplus Harga tahun dasar dan bulanan Nilai BPPBM dan Struktur BPPBM Nilai Konsumsi Rumah Tangga Diagram Timbang (IT) RH (Relatif Harga) Diagram Timbang (IB) Indeks Harga yang Diterima (IT) Indeks Harga yang Dibayar (IB) Nilai Tukar Pengolah Hasil Perikanan
Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016 | 23
2. Pertumbuhan PDB Perikanan
Salah satu indikator keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan, termasuk didalamnya penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan, adalah meningkatnya nilai PDB perikanan. Pertumbuhan PDB Perikanan dari tahun ke tahun selalu meningkat, hal tersebut menggambarkan bahwa kemampuan sumberdaya perikanan sebagai andalan dalam perekonomian nasional.
Kementerian Kelautan dan Perikanan selalu mendorong masyarakat dari dunia usaha untuk melakukan kegiatan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan mengingat besarnya potensi pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan di Indonesia. PDB perikanan memegang peranan strategis dalam memberikan kontribusi bukan hanya untuk PDB kelompok pertanian secara umum, tetapi juga pada PDB Nasional.
PDB perikanan diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa perikanan yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu (per tahun). Adapun angka persentase pertumbuhan PDB Perikanan diperoleh dengan membandingkan nilai PDB Perikanan (berdasarkan harga konstan) tahun 2016 dibandingkan dengan nilai PDB Perikanan tahun 2015.
Pertumbuhan PDB perikanan tahun 2016 ditargetkan mencapai 7%. Sedangkan perolehan nilai pertumbuhan PDB perikanan pada Ditjen PDSPKP mengadopsi secara langsung dari KKP dengan mengacu pada perhitungan yang telah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Tabel PDB Perikanan, 2011-2015 Indikator Kinerja Utama Tahun Pertumbuhan (%) 2011 2012 2013 2014 2015* 2011-2015 2014-2015 Pertumbuhan PDB Perikanan (%) 6,96 6,49 6,86 6,97 7,2 0,96 3,3 Keterangan: *) Angka perkiraan
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pertumbuhan PDB perikanan tahun 2015 diperkirakan sebesar 7,2%, atau tercapai 102,86% dari target yang telah ditetapkan. Pertumbuhan PDB perikanan ini meningkat 3,3% dalam kurun waktu setahun terakhir. Apabila ditelaah selama kurun waktu lima tahun terakhir, maka pertumbuhan PDB perikanan akan meningkat rata-rata sebesar 0,96% per tahun. Sedangkan apabila pencapaian pertumbuhan PDB perikanan sebesar 7,2% di tahun 2015 ini dibandingkan dengan target jangka menengah sebagaimana tercantum pada Renstra Ditjen PDSPKP Tahun 2015-2019, maka pencapaian indikator kinerja
24 | Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016
ini telah mencapai 60% dibandingkan dengan target sampai dengan tahun 2019 sebesar 12%. Untuk itu, perlu upaya lebih keras untuk mencapai target pertumbuhan PDB perikanan di masa-masa mendatang.
CUSTOMER PERSPECTIVE
Capaian kinerja Ditjen PDSPKP pada Perspektif Pelanggan (Customer Perspective) hanya berasal dari Sasaran Strategis terwujudnya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan.
3.2.2
Sasaran Strategis 2
Terwujudnya Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang
Partisipatif, Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran terwujudnya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan terdiri atas 4 (empat) indikator kinerja, dengan capaian kinerja sebagai berikut:
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET TW I REALISASI
% thd Target TW I % thd Target 2016 3 Nilai Ekspor Hasil Perikanan (USD
Miliar)
6,82 1,06 0,97 91,51 14,22 4 Konsumsi ikan per kapita nasional
(kg/kapita)
43,88 0,00 0,00 0,00 0,00 5 Volume produk olahan hasil
perikanan (juta ton)
5,9 0,00 0,00 0,00 0,00 6 Nilai investasi hasil kelautan dan
perikanan (Rp triliun)
12,5 3,00 1,48 49,47 11,87
3. Nilai Ekspor Hasil Perikanan
Pada tahun 2016, nilai ekspor produk perikanan ditargetkan sebesar USD 6,82 miliar. Sampai dengan triwulan I tahun 2016 (Januari-Maret), nilai ekspor hasil perikanan Indonesia mencapai USD 970 juta. Pencapaian nilai ekspor di bulan Januari 2016 pada triwulan I tahun 2016 sebesar USD 305,591,620. Nilai ekspor pada bulan Februari sebesar USD 312,824,754. Pada bulan Maret nilai ekspor mencapai 355,870,883.
Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016 | 25
Tabel Pencapaian IKU Ditjen PDS, 2012-2016
Indikator Kinerja Utama Tahun Pertumbuhan (%) 2012 2013 2014 2015 2016* TW I 2016 2012-2015 2014-2015 Nilai ekspor hasil perikanan (USD miliar) 3,85 4,18 4,64 3,94 6,82 0,97 1.5 26,29 Keterangan: *) Angka target
Pada tahun 2015 total ekspor produk perikanan sebesar USD 3,94 miliar. Nilai ini menurun dibandingkan tahun 2014 yang mencapai USD 4,64 miliar. Akan tetapi, penurunan ekspor tersebut disebabkan oleh dampak sementara moratorium perizinan kapal dan penanggulangan illegal fishing di wilayah Republik Indonesia. Pada tahun 2016, nilai ekspor sangat memungkinkan untuk mengalami kenaikan mengingat sumberdaya perikanan Indonesia telah mengalami pemulihan stok ikan.
4. Konsumsi Ikan Per Kapita
Pada tahun 2016 ditargetkan capaian rata-rata konsumsi ikan per kapita nasional sebesar 43,88 kg/kapita. Dengan mengetahui besarnya angka konsumsi ikan maka dapat diketahui besarnya kebutuhan ikan serta mengetahui jenis ikan yang dibutuhkan oleh suatu daerah/wilayah.
Apabila target tahun 2016 tercapai, maka rata-rata konsumsi ikan per kapita nasional pada tahun 2016 ini akan meningkat sebesar 6,74% apabila dibandingkan dengan rata-rata konsumsi ikan per kapita nasional pada tahun 2015, yakni sebesar 41,11 kg/kapita. Sedangkan selama kurun periode lima tahun, rata-rata konsumsi ikan per kapita nasional akan meningkat rata-rata sebesar 6,69% per tahun, yakni dari 33,89 kg/kapita pada tahun 2012 menjadi 43,88 kg/kapita pada tahun 2016.
Tabel 3.8. Pencapaian IKU-8 Direktorat Akses Pasar dan Promosi , 2012-2016
Indikator Kinerja Utama
Tahun Pertumbuhan (%)
2012 2013 2014 2015* 2016** 2011-2015 2014-2015 Konsumsi ikan per
kapita (Kg/Kapita) 33,89 35,21 37,89 41,11 43,88 6,69 6,74 Keterangan:
*) Angka sementara **) Angka target
Angka konsumsi ikan dirumuskan dengan menggunakan data dasar hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) – BPS dengan lag data 1 (satu) tahun dari tahun berjalan. Untuk mendukung pencapaian target konsumsi ikan tahun 2016 salah satunya dilakukan melalui kegiatan fasilitasi penghitungan angka konsumsi ikan.
26 | Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016
Sampai dengan triwulan I tahun 2016 telah dilakukan kegiatan rapat koordinasi penyempurnaan pedoman penghitungan angka konsumsi ikan bersama instansi terkait, dan rapat perumusan angka konsumsi ikan bersama BPS dan Unit kerja terkait lingkup KKP.
Selain kegiatan di atas, Direktorat Akses Pasar dan Promosi juga telah menyelenggarakan kegiatan safari peningkatan konsumsi ikan bersama instansi/lembaga terkait, seperti Safari Peningkatan Konsumsi Ikan bersama Yayasan Jenang Indonesia dan Pemerintah Kota Surakarta dengan membuat event Festival Jenang Solo tema Bahari. Selain itu, dilaksanakan pula Safari peningkatan konsumsi ikan di Kota Tangerang Selatan bersama dengan mahasiswa/i, dan siswa/i sekolah yang tergabung dalam Yayasan Pembangunan Jaya Serpong dan fasilitasi pameran di ajang Jakarta Food Security Summit. Melalui keterlibatan masyarakat tersebut diharapkan menumbuhkan kepemilikan bersama (co-ownership) upaya peningkatan konsumsi ikan.
5. Volume Produk Olahan Hasil Perikanan
Peningkatan volume produk olahan hasil perikanan adalah indikator kinerja utama keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengembangan produk dan usaha pengolahan hasil kelautan dan perikanan yang dilakukan oleh Ditjen PDSPKP. Peningkatan volume produk olahan sangat ditentukan oleh berkembangnya Unit Pengolahan Ikan (UPI), baik skala UMKM maupun skala besar.
Kegiatan perhitungan volume produk olahan yang dihasilkan oleh UPI skala besar dilakukan melalui metode penghitungan langsung ke seluruh UPI skala besar. Sedangkan perhitungan yang dihasilkan oleh UPI skala UMKM dilakukan melalui metode sampling .
Tabel Pencapaian IKU Ditjen PDSPKP, 2010-2015
Indikator Kinerja Utama Tahun Pertumbuhan (%) 2011 2012 2013 2014 2015 2016* 2011-2015 2014-2015 Volume produk olahan hasil perikanan (juta ton) 4,58 4,83 5,16 5,37 5,5 5,9 4.69 2.4 Keterangan: *) Target
Sampai saat penyusunan laporan kinerja ini, masih dilakukan penghitungan capaian volume produk olahan hasil perikanan sampai dengan triwulan I tahun 2016.
Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016 | 27 Pada tahun 2016, volume produk olahan hasil perikanan ditargetkan mencapai 5,9 juta ton. Apabila target ini tercapai, dengan demikian volume produk olahan hasil perikanan dalam kurun waktu setahun terakhir akan meningkat sebesar 7.2 %, yakni 5,5 juta ton pada tahun 2015 menjadi 5,6 juta ton pada tahun 2016.
Untuk mengetahui perkembangan volume olahan hasil perikanan yang diproduksi selama tahun 2016, saat ini masing dilaksanakan pendataan ke UPI, baik skala UMKM maupun besar. Secara simultan juga dilakukan penginputan data dan penghitungan volume produk olahan hasil perikanan.
6. Nilai investasi hasil kelautan dan perikanan
Sampai dengan triwulan I tahun 2016, nilai investasi hasil kelautan dan perikanan mencapai Rp 0,079 Trilyun, atau setara dengan capaian 2,6 % jika dibandingkan dengan target triwulan I tahun 2016, yakni sebesar Rp 3 triliun. Nilai investasi hasil kelautan dan perikanan yang dihitung berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), gabungan PMA dan PMDN, APBN maupun APBD serta kredit perbankan. Nilai Rp. 0,079 Trilyun atau Rp. 79 Milyar terdiri atas Rp. 8,4 milyar berasal dari PMDN, Rp. 810 juta dari PMA, Rp 65,5 milyar dari perusahaan gabungan PMA dan PMDN serta Rp. 4 milyar dari kredit perbankan Bank BRI.
Pada tahun 2016, nilai investasi hasil kelautan dan perikanan ditargetkan sebesar Rp 12,5 triliun. Apabila tercapai, nilai investasi tahun 2016 ini relatif meningkat hampir tiga kali lipat dari target nilai investasi tahun 2015, yakni Rp 3,2 triliun. Hal ini disebabkan adanya perluasan objek perhitungan nilai invetasi. Pd atahun 2015, nilai investasi yang dihitung yaitu hanya di bidang pengolahan dan pemasaran. Sedangkan pada tahun 2016 nilai investasi yang dihitung secara keseluruhan dari bidang hasil kelautan dan perikanan.
Tabel Pencapaian IK Ditjen PDSPKP, 2012-2016
Indikator Kinerja Utama Tahun 2012 2013 2014 2015 2016* TW I 2016 Nilai investasi bidang P2HP (Rp triliun) 2,07 2,66 3,22 4,43 Nilai Investasi Hasil Kelautan dan Perikanan (Rp.Trilyun) 12,5 0,079 Keterangan: *) Target
28 | Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016
Nilai investasi hasil kelautan dan perikanan ditargetkan meningkat setiap tahunnya. Selaras dengan peningkatan target, pencapaian nilai investasi bidang P2HP selalu menunjukkan kecenderungan melebihi dari target tiap tahunnya. Hal ini yang juga diharapkan terjadi pada nilai investasi hasil kelautan dan perikanan. Hal tersebut menunjukkan iklim usaha di Indonesia semakin kondusif, yang diwujudkan dengan masuknya Indonesia sebagai negara tujuan investasi (Investment Grade) pada tahun 2016. Ditambah lagi dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 17/PERMEN-KP/2015 tentang kriteria pemberian fasilitas pajak penghasilan di bidang usaha tertentu dan atau di daerah tertentu pada sektor kelautan dan perikanan, diharapkan dapat lebih menarik investor untuk berinestasi di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Dengan demikian ke depan investasi akan semakin meningkat, mengingat potensi sumber daya perikanan merupakan peluang pasar yang sangat potensial di Indonesia.
3.2.3
Sasaran Strategis 3
Meningkatnya daya saing produk dan logistik KP
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran meningkatnya daya saing produk dan logistik KP terdiri atas 2 (dua) indikator kinerja, dengan capaian kinerja sebagai berikut:
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET TW I REALISASI
% thd Target TW I % thd Target 2016 7 Nilai Produk Kelautan dan Perikanan
(Rp Triliun)
275 2,57 16,61 646,12 6,04 8 Ketersediaan pasokan ikan di UPI (%) 60 0,00 0,00 0,00 0,00
7. Nilai Produk Kelautan dan Perikanan (Rp Triliun)
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran meningkatnya produk kelautan dan perikanan yang dikembangkan dan dipasarkan bagi kemakmuran masyarakat kelautan dan perikanan melalui indikator kinerja, sebagai berikut: Indikator Kinerja Target Realisasi Tahun 2016 TW I Capaian % thd Target TW I % thd Target 2016 8 Nilai produk kelautan dan perikanan
(Rp triliun)
Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016 | 29 Peningkatan nilai produk non pangan hasil perikanan merupakan perwujudan tanggung jawab Ditjen PDSPKP dalam pengembangan produk dan diversifikasi perikanan. Melalui beberapa kegiatan yang dilakukan, akan diupayakan peningkatan nilai produk setiap tahunnya.
Kegiatan perhitungan volume produk olahan yang dihasilkan oleh UPI skala besar dilakukan melalui metode penghitungan langsung ke seluruh UPI skala besar. Sedangkan perhitungan yang dihasilkan oleh UPI skala UMKM dilakukan melalui metode sampling . Sesuai dengan metode penghitungan IKU yang tertuang dalam balance score card penghitungan capaian volume produk olahan hasil perikanan hasil perhitungan tahap awal akan deperoleh pada semester I tahun 2016,
Untuk mengetahui perkembangan volume olahan hasil perikanan yang diproduksi selama tahun 2016, saat ini masing dilaksanakan pendataan ke UPI, baik skala UMKM maupun besar untuk mengetahui jumlah volume dan nilai yang dihasilkan dari pengolah ikan.
8. Ketersediaan pasokan ikan di UPI (%)
Ketersediaan Pasokan Ikan di UPI didefinisikan sebagai kondisi terpenuhinya pasokan ikan baik untuk kebutuhan UPI (Unit Pengolahan Ikan) maupun kebutuhan konsumsi langsung untuk masyarakat.
Perhitungan ketersediaan pasokan ikan di UPI dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
30 | Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016
Untuk mendukung pencapaian target ketersediaan pasokan ikan di UPI konsumsi ikan tahun 2016, Direktorat Sistem Logistik telah melakukan kegiatan yang meliputi Pemetaan dan informasi logistik hasil kelautan dan perikanan; Jaringan distribusi dan kerja sama logistik hasil kelautan dan perikanan; Tata kelola logistik hasil kelautan dan perikanan; Pemantauan logistik hasil kelautan dan perikanan; serta Infrastruktur logistik hasil kelautan dan perikanan.
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
Capaian kinerja Ditjen PDSPKP pada Perspektif Internal (Internal Process Perspective) berasal dari 8 (delapan) Sasaran Strategis sebagai berikut:
1. Tersedianya kebijakan penguatan daya saing yang efektif;
2. Meningkatnya akses pasar dan promosi hasil kelautan dan perikanan 3. Meningkatnya mutu dan diversifikasi produk kelautan
4. Meningkatnya mutu dan diversifikasi produk perikanan 5. Meningkatnya ketersediaan pasokan ikan
6. Meningkatnya investasi dan usaha hasil kelautan dan perikanan 7. Meningkatnya pengujian penerapan hasil perikanan
8. Terselenggaranya pengendalian impor hasil perikanan sesuai standar mutu Penjelasan tentang capaian indikator kinerja utama pada masing-masing sasaran strategis adalah sebagai berikut:
Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016 | 31
3.2.4
Sasaran Strategis 4
Tersedianya Kebijakan Penguatan Daya Saing yang Efektif
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersedianya kebijakan penguatan daya saing yang efektif terdiri atas 2 (dua) indikator kinerja, dengan capaian kinerja sebagai berikut:
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET TW I REALISASI
% thd Target TW I % thd Target 2016 9 Jumlah draft peraturan
perundang-undangan bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (draft peraturan)
14 0,00 0,00 0,00 0,00
10 Indeks efektivitas kebijakan bidang PDSPKP
6,5 0,00 0,00 0,00 0,00
9. Jumlah Draft Peraturan Perundang-Undangan Bidang Pengolahan
dan Pemasaran Hasil Perikanan
Peraturan perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat secara umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang melalui prosedur yang ditetapkan dalam Peraturan Perundang-undangan. Peraturan perundang-undangan bidang P2HP didefinisikan sebagai produk hukum yang tingkatannya berada di atas Keputusan/Peraturan Direktur Jenderal, yaitu Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, Peraturan Menteri KP, dan Keputusan Menteri KP, serta Peraturan Bersama yang ditandatangani oleh Pejabat Negara.
Tabel Draft Peraturan Perundang-Undangan Bidang PDSPKP, 2013-2015
Indikator Kinerja Utama Tahun Pertumbuhan (%) 2013 2014 2015 2013-2015 2014-2015 Jumlah draft peraturan
perundang-undangan bidang P2HP 6 13 15 66,03 15,38
Pada tahun 2016, Ditjen PDSPKP menargetkan 13 (tiga belas) draft peraturan perundang-undangan untuk dapat ditetapkan.
Pencapaian kinerja sampai dengan Triwulan I Tahun 2016 diupayakan melalui berbagai kegiatan antara lain peningkatan kapasitas ilmu hukum berupa bimbingan teknis penyusunan peraturan undangan kepada anggota tim perundang-undangan Ditjen P2HP, penyiapan substansi teknis rancangan peraturan bidang P2HP
32 | Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016
di lingkup Ditjen P2HP serta Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak terkait yaitu Biro Hukum KKP, Unit Eselon I KKP, Kementerian/Lembaga terkait dan stakeholder lainnya.
10. Indeks Efektifitas kebijakan bidang PDSPKP
Efektivitas adalah suatu kriteria yang digunakan untuk menilai hasil atau akibat dari implementasi suatu kebijakan publik berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan dalam dokumen kebijakan tersebut. Kebijakan pemerintah adalah keputusan yang diambil oleh KKP melalui penerbitkan Peraturan/Surat Edaran untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan tujuan pembuatan kebijakan tersebut.
Indeks adalah indikasi sejauh mana itu berpengaruh terhadap output atau outcome, Indeks efektivitas kebijakan pemerintah lingkup Ditjen PDSPKP adalah suatu ukuran untuk menilai sejauh mana kebijakan yang diterbitkan oleh Ditjen PDSPKP dapat diterima oleh customer setjen, serta mampu menyelesaikan masalah sesuai dengan tujuan pembuatan kebijakan tersebut.
Pada tahun 2016, Ditjen PDSPKP menargetkan nilai indeks efektifitas kebijakan bidang PDSPKP sebesar 6,5. Pada Triwulan 1 Tahun 2016, Ditjen PDSPKP diharapkan dapat melakukan survey terhadap kebijakan lingkup Ditjen PDSPKP, indeks efektifitas diukur dengan 20 pertanyaan terkait kebijakan tersebut. Pilihan jawaban dalam skala linear kisaran 1-5 dengan polarisasi maksimal (makin tinggi makin baik). Target survey adalah minimal 30 responden yang merupakan stakeholder/customer/target groups yang terkena dampak implementasi kebijakan lingkup Ditjen PDSPKP.
3.2.5
Sasaran Strategis 5
Meningkatnya akses pasar dan promosi hasil kelautan dan perikanan
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersedianya kebijakan penguatan daya saing yang efektif terdiri atas 4 (empat) indikator kinerja, dengan capaian kinerja sebagai berikut:
Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016 | 33 NO INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET TW I REALISASI
% thd Target TW I % thd Target 2016 11 Peningkatan market share produk
kelautan dan perikanan utama di pasar tujuan ekspor (%)
15 0,75 0,30 40,00 2,00
12 Nilai transaksi dampak promosi di luar negeri (USD juta)
200 35,00 39,00 111,43 19,50 13 Kontribusi protein ikan terhadap
pemenuhan kebutuhan protein hewani (%)
60 3,00 2,40 80,00 4,00
14 Partisipasi masyarakat dalam gerakan makan ikan (organisasi)
20 1,00 1,00 100,00 5,00
11. Peningkatan Market Share Produk Kelautan dan Perikanan Utama
di Pasar Tujuan Ekspor
Peningkatan market share produk kelautan dan perikanan diharapkan dapat tercapai melalui penurunan tarif bea masuk. Penurunan tarif bea masuk diberikan melalui perundingan perdagangan internasinal, baik forum bilateral, multilateral, dan regional. Pada tahun 2016 ada beberapa pertemuan perundingan perdagangan yang kemungkinan akan dilaksanakan. Tujuan utama hadir dalam pertemuan perundingan perdagangan tersebut adalah agar tarif bea masuk produk kelautan dan perikanan utama Indonesia mendapat fasilitas penghilangan atau pengurangan tarif bea masuk. Peningkatan market share dapat terpantau melalui pemantauan kegiatan perdagangan internasional produk kelautan dan perikanan yang terwujud melalui angka ekspor impor. Untuk memantau angka ekspor impor tersebut, pertemuan rutin untuk memvalidasi angka ekspor impor. Selain itu mengingat ketersediaan data nilai ekspor global, perlu juga untuk memantau nilai impor produk perikanan Indonesia di negara tujuan ekspor. Tujuan pertemuan tersebut adalah melihat aktivitas perdagangan internasional produk kelautan dan perikanan. Capaian market share bersifat dinamis, dan tidak dapat dihitung berbasis bulanan/triwulanan/semester dan bukan bersifat increment (penambahan/akumulasi t-1), sehingga hanya dapat dihitung yearly basis.
12. Nilai transaksi dampak promosi di luar negeri (USD juta)
Setiap tahunnya Direktorat Akses Pasar dan Promosi melakukan kegiatan pameran di dalam dan luar negeri yang berskala Internasional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan citra dan peningkatan branding produk
34 | Laporan Kinerja Ditjen PDSPKP TW I Tahun 2016
perikanan Indonesia di luar negeri dengan cara mengikutsertakan eksportir hasil perikanan Indonesia dalam kegiatan pameran berskala internasional.