• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi dan Perbandingan Berbagai Model Kinetika Pengeringan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.6 Evaluasi dan Perbandingan Berbagai Model Kinetika Pengeringan

Evaluasi berbagai persamaan model kinetika dilakukan dengan melihat seberapa tepatnya prediksi laju pengeringan dengan data aktual yang ada. Prediksi laju pengeringan dihitung menggunakan persamaan yang sudah ditentukan konstanta kinetikanya pada masing-masing model. Berikut merupakan grafik perbandingan prediksi laju pengeringan dengan data aktual pada masing-masing model kinetika.

(a)

(b)

Gambar 4.7 Perbandingan Data Aktual dengan Prediksi Laju Pengeringan Lobak pada Berbagai Persamaan Model Kinetika (a) Luar Ruangan,

(b) Dalam Ruangan

Gambar 4.7 menunjukkan hasil prediksi laju pengeringan lobak di luar dan dalam ruangan pada berbagai model yang dibandingkan dengan data aktual. Model empiris atau analisis statistik dapat diformulasikan untuk menjelaskan mekanisme dasar yang mendasari sistem yang kompleks dan dengan demikian memberikan panduan yang lebih baik dalam proses desain dan kontrol (Shin, dkk., 2008). Gambar 4.7 menunjukkan akurasi berbagai model dalam memprediksi nilai laju pengeringan lobak yang digambarkan pada kedekatan data prediksi pada garis y=x.

Berdasarkan gambar 4.7 diperoleh bahwa prediksi laju pengeringan lobak pada model Newton, Page, dan Henderson-Pabis sama-sama dapat diterima karena nilainya yang hampir mendekati dari data aktual. Model kinetika terbaik yang prediksinya paling mendekati data aktual adalah model Page. Pada kondisi pengeringan di luar ruangan, nilai prediksi yang diperoleh sebesar 0,9731 dan nilai prediksi tersebut mendekati data aktual dengan akurasi 97%. Sedangkan pada kondisi pengeringan di dalam ruangan, nilai prediksi yang diperoleh sebesar 0,9919 dan nilai prediksi tersebut mendekati data aktual dengan akurasi 99%.

Berdasarkan perbandingan tersebut maka model persamaan terbaik dalam mengestimasi laju pengeringan lobak adalah model Page. Berdasarkan gambar 4.7

R² = 0,9377

28

Universitas Sumatera Utara

dapat disimpulkan juga bahwa semua model persamaan cocok untuk memprediksi laju pengeringan lobak.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu:

1. Pengeringan dipengaruhi oleh ukuran bahan dan suhu. Semakin kecil ukuran bahan, laju pengeringan akan semakin cepat. Semakin tinggi suhu, laju pengeringan akan semakin cepat.

2. Laju pengeringan tertinggi terjadi pada kondisi luar ruangan dengan ketebalan 0,5 cm dengan waktu pengeringan 4 hari hingga mencapai berat kesetimbangannya.

3. Berat konstan pada sampel 1, sampel 2, dan sampel 3 pada kondisi luar ruangan masing-masing yaitu 0,22 gr, 0,37 gr, dan 0,57 gr. Dan pada kondisi dalam ruangan yaitu 0,25 gr, 0,37 gr, dan 0,54 gr pada sampel 1, sampel 2, dan sampel 3.

4. Model matematika yang paling sesuai untuk pengeringan lobak dengan variasi ukuran dan kondisi pengeringan ini adalah Model Page.

5. Pengeringan memiliki pengaruh besar terhadap perubahan tekstur fisik dan warna pada sampel.

5.2 SARAN

Saran dari penelitian yang telah dilakukan adalah untuk penelitian selanjutnya:

1. Perlunya dilakukan variasi metode pengeringan lainnya, seperti pengeringan buatan untuk membandingkan dengan pengeringan alami.

2. Disarankan melakukan analisa kualitas sampel untuk mendapatkan pengeringan yang baik dalam proses pengeringan sampel.

3. Disarankan melakukan analisa FTIR agar diketahui perubahan functional group sebelum dan sesudah pengeringan.

30

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR PUSTAKA

Atika, Vivin dan Isnaini. 2019. Pengaruh Pengeringan Konvensional terhadap Karakteristik Fisik Indigo Bubuk. ISSN 1693-4393.

Bahtiar, B. 2016. Pengaruh Komposisi Variasi terhadap Densitas dan Kekerasan Pada Manufaktur Keramik Lantai. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Banihani, Saleem Ali. 2017. Radish (Raphanus sativus) and Diabetes.

Barus, Wan Arfiani; Hadriman Khair dan Hartono Putra Pratama. 2020. Karakter Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak (Raphanus Sativus L.) terhadap Aplikasi Ampas Tahu dan Poc Daun Gamal. ISSN 0852-1077, Vol. 22, No.3.

Berk, Z. 2018. Food Process Engineering and Technology. Departement of Biotechnology and Food Engineering. Israel Institute of Technology.

Clement, Akmel Djedjro, Assidjo N. Emmanuel, Kouame Patrice, dan Yao K., Benjamin. 2009. Mathematical Modelling of Sun Drying Kinetics of Thin Layer Cocoa (Theobroma cacao) Beans. Jounal of Applied Science Reasearch. ISSN 1110-1116.

Dessy, M. P. T. 2016. Pengaruh Ketebalan Terhadap Kinetika Pengeringan Ubi Kayu (Manihot utillisima) Menggunakan Pengering Surya Secara Tidak Langsung (Indirect Solar Dryer) dan Penjemuran Langsung (Open Sun Drying).

Dhanushkodi, S., Vincent H. Wilson, K. Sudhakar. 2016. Mathematical Modeling of Drying Behavior of Cashew in a Solar Biomass Hybrid Dryer. Resource-Efficient Technologies.

Dharma, Made Aditya; K. A Nocianitri dan Ni Luh Ari Yusasrini. 2020. Pengaruh Metode Pengeringan Simplisia terhadap Kapasitas Antioksidan Wedang Uwuh. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. ISSN : 2527-8010. Vol. 9, No. 1.

Dzikrulloh, Fariz Al dan Sri Lestari Purnamaningsih. 2020. Interaksi Genotip x Lingkungan pada Tiga Genotip Lobak (Raphanus sativus L.) di Tiga Lokasi.

Jurnal Produksi Tanaman. ISSN: 2527-8452. Vol. 8, No. 2.

Farikhin, Fahrizal. 2016. Analisa Scanning Electron Microscope Komposit Polyester dengan Filler Karbon Aktif dan Karbon Non Aktif. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Guiné, Raquel P. F. 2018. The Drying of Foods and Its Effect on the Physical-Chemical, Sensorial, and Nutritional Properties. International Journal of Food Engineering. Vol. 4, No. 2.

Hariyadi, Tri. 2018. Pengaruh Suhu Operasi terhadap Penentuan Karakteristik Pengeringan Busa Sari Buah Tomat Menggunakan Tray Dryer. Jurnal Rekayasa Proses. Vol. 12, No. 2.

Haryanto, B., Hasibuan, R., Ashari, M., & Ridha, M. 2018. Herbal Dryer: Drying of Ginger (Zingiber officinale) Using Tray Dryer. In IOP Conference Series:

Earth and Environmental Science. Vol. 122, No. 1. IOP Publishing.

Haryanto B., M. B. Tarigan, N. A. S, and R. Bukit. 2020. Stay Home Practical:

Simulation Model on Ginger As the Samples on Dryer Naturally Operation Module. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 1003(1).

Hassan, Aqeel Kareem; Al-Tufaili; Fouad Abbas Salman dan Ihsan. 2019. Genetic Diversity of Some Radish (Raphanus sativus L.) Cultivars Revealed by Sequencing Method. ISSN:0972-5210. Vol. 19, No. 1.

Heselo, Alfius dan Sumiyati Tuhuteru. 2019. Aplikasi Konsentrasi Air Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak (Raphanus sativus L.).

Jurnal Ilmu Pertanian. ISSN: 2549-8150. Vol. 2, No. 1.

Humair, N. 2014. Kesesuaian Model Pengeringan Lapisan Tipis Kunyit (Curcuma Domestica Val). Skripsi. Program Studi Keteknikan Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian, Makassar: Universitas Hasanuddin.

Kardiman, Marno, dan Jojo Sumarjo. 2018. Analisis Sifat Mekanik terhadap Bentuk Morfologi Papan Komposit Sekam Padi sebagai Material Alternatif Pengganti Serat Kaca. Jurnal Riset Sains dan Teknologi. ISSN: 2549-9750. Vol. 2, No.

1.

Kashaninejad, A. M. Mortazavi, A. Safekordi, dan L.G. Tabil. 2005. Thin-Layer Drying Characteristics and Modeling of Pistachio Nuts. Journal of Food Engineering.

Lee, Dongyoung; Santosh Lohumi; Byoung-Kwan Cho; Seung Hyun Lee dan Hyunmo Jung. 2020. Determination of Drying Patterns of Radish Slabs under

32

Universitas Sumatera Utara

Different Drying Methods Using Hyperspectral Imaging Coupled with Multivariate Analysis.

Lim, G.W., Jafarzadeh, S. dan Norazatul Hanim, M.R. 2020. Kinetic Study, Optimization and Comparison of Sun Drying and Superheated Steam Drying of Asam Gelugor (Garcinia cambogia).

Maia, Ana Heloisa; Manoel Euzébio de Souza; Flaviana Cavalcanti da Silva; Bianca Ferraz Rebelatto; Theylor Oliveira Silva; Victória Santos Souza dan Laura dos Santos Ferreira. 2018. Productivity of Radish Fertilized with Different Doses of Bovine Manure. African Journal of Agricultural Research. Vol. 13.

Marwati, Yuliani, Yulian Andriyani, dan Mentari. 2017. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Sale Pisang Kapas (Musa Comiculata). Jurnal Kimia Mulawarman. ISSN 1693-5616. Vol. 15.

M.K Mohanty, H. Akbari. 2017. Fine Coal Drying and Plant Profitability.

Conference Paper.

Mujumdar, A. S., S. V. Jangam, C. L. Law. 2010. Drying of Foods, Vegetables, and Fruits. Vol. 1.

Ola, Arjun Lal; DK Rana dan Malee Ram Jhajhra. 2018. Evaluation of Radish (Raphanus sativus L.) Varieties under Valley Condition of Garhwal Hills.

Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry.

Perdani, Claudia Gadizza; Hasbi Ashshiddiqi Wijaya Kusuma dan Sri Kumalaningsih. 2017. Karakteristik Bubuk Lobak, Nanas Madu dan Kemiri dengan Metode Pengeringan Foam Mat Drying. Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri. ISSN 2549-3892, Vol. 6, No. 2.

Politud, Dr. Eric Randy R. 2016. Growth and Yield Performance of Radish (Raphanus sativus L.) ‘cv’ 'SNOW WHITE' in Response to Varying Levels of Vermicast Applications. International Journal of Scientific and Research Publications. ISSN 2250-3153, Volume 6, Issue 5.

Pratama, Buky Wahyu. 2017. Uji Karakteristik Morfologi, Fisis, dan Kimia Butiran Sub Mikron Nanomaterial dengan Variasi Sumber Karbon sebagai Alat Filtrasi Sederhana. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Pringgowati, Suesti Lilis; Sutarjo Surjoseputroa dan Erni Setijawati. 2017. Pengaruh Proporsi Singkong dan Lobak (Raphanus sativus L.) terhadap Sifat

Fisikokimia dan Organoleptik Hashbrown Singkong. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi. Vol. 16.

Purwanti, Mima, Jamaluddin P., dan Kadirman. 2017. Penguapan Air dan Penyusutan Irisan Ubi Kayu Selama Proses Pengeringan Menggunakan Mesin Cabinet Dryer. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. Vol. 3.

Putra, Akbar Sutarya dan Heru Kuncoro. 2021. Pengaruh Kondisi Pengeringan dengan Kelembaban dan Suhu Rendah Terhadap Penyusutan Temulawak.

Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. ISSN: 1410-1920. Vol. 25, No.1.

Ridhatullah, Muhammad Alfikri dan Rosdanelli Hasibuan. 2019. Pengaruh Ketebalan Bahan dan Jumlah Desikan terhadap Laju Pengeringan Jahe (Zingiber officinale Roscoe) pada Pengering Kombinasi Surya dan Desikan.

Jurnal Teknik Kimia USU. ISSN : 2337-4888. Vol. 08, No. 2.

Rukmana, Jaka. 2018. Pengukuran Laju Pengeringan Jerami Nangka pada Kondisi Pengeringan Vakum dan Atmosferik. Pasundan Food Technology Journal.

Vol. 5.

Sabishruthi, Asha K. Rajan, Ajay Sai C, Arshath A dan Elizabeth Benita.S. 2018. A Disquisition on Raphanus sativus Linn- A Propitious Medicinal Plant.

International Journal of ChemTech Research. ISSN: 0974-4290. Vol.11, No.11.

Setyopratomo, Puguh. 2012. Model Matematik Pengeringan Lapis Tipis Wortel.

Surabaya: Universitas Surabaya.

Shin, JoungDu, SangWon Park, Sang-Hyoun Kim, Jack Duangmanee, Po-Heng Lee, Shihwu Sung, and BongHoon Lee. 2008. Potential Methane Production on Anaerobic Co-digestion of Swine Manure and Food Waste. Korean Journal of Environmental Agriculture. Vol. 27, No. 2.

Soebiantoro, Fhelix August; Elieser Tarigan; Lie Hwa; Violita Putri Halim dan Lanny Sapei. 2018. Drying Characteristics of Curcuma longa Using Solar Dryer. Pertanika Journal of Science & Technology. ISSN: 0128-7680. Vol.

26.

Subarjo, Tri Widodo, M. Yusfiar K. 2015. Modifikasi Pengering Tenaga Surya dengan Ventilator Otomatis. Jurnal Ilmiah Teknik Pertanian. Vol. 7, No. 3.

34

Universitas Sumatera Utara

Sukmawaty, Asih Priyati, Guyup Mahardhian Dwi Putra, Diah Ajeng Setiawati dan Sirajuddin Haji Abdullah. 2019. Introduksi Alat Pengering Tipe Rak Berputar sebagai Upaya Mempercepat Proses Pengeringan Hasil Petanian. Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM). ISSN 2598-8158. Vol. 3, No. 1.

Supriyono, Sp. 2003. Mengukur Faktor-Faktor dalam Proses Pengeringan.

Departemen Pendidikan Nasional.

T. Kapasiang, M. Bukit, J.Tarigan. 2017. Penentuan Morfologi Permukaan dan Sifat Fisis serta Sifat Mekanik Batu Bata Asal Tanah Merah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Jurnal Fisika Sains dan Aplikasinya.

Umar, U. M; I. Ibrahim, Iro dan S. M. Obidola. 2019. Growth and Yield of Radish (Raphanus sativus L.) as Influenced by Different Levels of Kalli Organic Fertilizer on the Jos Plateau. Asian Journal of Research in Crop Science.

ISSN: 2581-7167.

Ummah, Narjisul, Yohanes Aris Purwanto, dan Ani Suryani. 2016. Penentuan Konstanta Laju Pengeringan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Iris Menggunakan Tunnel Dehydrator. Journal of Agro-based Industry. ISSN:

0215-1243. Vol. 33, No.2.

Wijonarko, Bambang; Azlina Heryati Bakrie dan Kuswanta Futas Hidayat. 2014.

Respons Tanaman Radish (Raphanus sativus L.) Varietas Long White Lcicle yang Dipupuk KNO3 berbagai Dosis terhadap Aplikasi Mulsa. J. Agrotek Tropika. ISSN 2337-4993, Vol. 2, No. 1, Hal. 65 – 72.

Wiradona, Irmanita; Bambang Sutomo dan Prasko. 2017. Rebusan Lobak (Raphanus sativus L.) terhadap Plak Gigi. Jurnal Kesehatan Gigi. ISSN 2407.0866.

Vol.04, No.1.

LAMPIRAN A

DATA HASIL PENELITIAN

LA.1 DATA HASIL PENGERINGAN LA.1.1 Data Hasil Pengeringan Luar Ruangan

Tabel LA.1 Data Pengeringan H1 Waktu

Tabel LA.2 Data Pengeringan H2 Waktu

Tabel LA.3 Data Pengeringan H3 Waktu

Tabel LA.4 Data Pengeringan H4 Waktu

LA-2

Universitas Sumatera Utara

3 0,22 0,56 1,43 26

4 0,22 0,52 1,22 26

5 0,22 0,47 1,1 27

Tabel LA.5 Data Pengeringan H5 Waktu

Tabel LA.6 Data Pengeringan H6 Waktu

Tabel LA.7 Data Pengeringan H7 Waktu

Tabel LA.8 Data Pengeringan H8 Waktu

LA.1.2 Data Hasil Pengeringan Dalam Ruangan Tabel LA.9 Data Pengeringan H1

Waktu

Tabel LA.10 Data Pengeringan H2 Waktu

Tabel LA.11 Data Pengeringan H3 Waktu

Tabel LA.12 Data Pengeringan H4 Waktu

LA-4

Universitas Sumatera Utara

Tabel LA.13 Data Pengeringan H5 Waktu

Tabel LA.14 Data Pengeringan H6 Waktu

Tabel LA.15 Data Pengeringan H7 Waktu

Tabel LA.16 Data Pengeringan H8 Waktu

Tabel LA.17 Data Pengeringan H9

Tabel LA.18 Data Pengeringan H10 Waktu

Tabel LA.19 Data Pengeringan H11 Waktu

Tabel LA.20 Data Pengeringan H12 Waktu

LA-6

Universitas Sumatera Utara

Tabel LA.21 Data Pengeringan H13 Waktu

Tabel LA.22 Data Pengeringan H14 Waktu

Tabel LA.23 Data Pengeringan H15 Waktu

LA.2 DATA HASIL PENURUNAN PERHARI LA.2.1 Data Hasil Penurunan Perhari Luar Ruangan

Tabel LA.24 Data Penurunan Perhari Luar Ruangan Waktu

LA.2.2 Data Hasil Penurunan Perhari Dalam Ruangan Tabel LA.25 Data Penurunan Perhari Dalam Ruangan

Waktu

LB-1

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN B

CONTOH PERHITUNGAN

LB.1 PERHITUNGAN DENSITAS Berat sampel 1 = 4,06 gram Densitas sampel 1 =4,06

4,2 = 0,967 gr/ml Densitas sampel 2 =6,7

6 = 1,117 gr/ml Densitas sampel 3 =10,55

12 = 0,879 gr/ml

Tabel LB.1 Identifikasi Sifat Fisik Lobak Sampel Ketebalan

LB.2 BERAT SAMPEL YANG HILANG WL(t) = W(0) - W(t)

Dengan :

WL(t) = Berat lobak yang hilang (gram) W(0) = Berat awal lobak (gram)

W(t) = Berat lobak kering (gram)

LB.2.1 Luar Ruangan a. Sampel 1 (0,5 cm)

WL(t) = W(0) - W(t)

WL(t) = 4,06 gram - 0,22 gram = 3,84 gram b. Sampel 2 (1,0 cm)

WL(t) = W(0) - W(t)

WL(t) = 6,7 gram - 0,37 gram = 6,33 gram c. Sampel 3 (1,5 cm)

WL(t) = W(0) - W(t)

WL(t) = 10,55 gram – 0,57 gram = 9,98 gram

LB.2.2 Dalam Ruangan a. Sampel 1 (0,5 cm)

WL(t) = W(0) - W(t)

WL(t) = 3,65 gram - 0,25 gram = 3,4 gram b. Sampel 2 (1,0 cm)

WL(t) = W(0) - W(t)

WL(t) = 6,65 gram - 0,37 gram = 6,28 gram c. Sampel 3 (1,5 cm)

WL(t) = W(0) - W(t)

WL(t) = 10,42 gram - 0,54 gram = 9,88 gram

LB.3 MODEL MATEMATIKA PENGERINGAN

Pada penelitian ini digunakan model matematika pengeringan Newton, Page, dan Henderson-Pabis sebagai penentu karakteristik pengeringan lobak. Untuk mendapatkan nilai MR untuk setiap model, bentuk eksponesial setiap model dilinierkan terlebih dahulu, seperti pada tabel LB.2 berikut.

Tabel LB.2 Bentuk Linear Model Kinetika Pengeringan

Nama Model Persamaan Model Bentuk Linier

Newton MR = exp (-kt) ln MR = -kt

Page MR = exp (-ktn) ln (-ln MR) = ln k + n ln t Henderson-Pabis MR = a exp (-kt) ln MR = ln a -kt

Setelah diperoleh bentuk linier setiap model, plot bentuk tersebut sehingga diperoleh grafik pada masing-masing model sebagai berikut.

LB-3

Universitas Sumatera Utara

LB.3. 1 Luar Ruangan

a. Model Newton Sampel 1 (0,5 cm)

Pada model Newton plot ln MR vs waktu (t) sehingga diperoleh persamaan liniernya, seperti pada gambar LB.1 berikut.

Gambar LB.1 Grafik ln MR vs t Model Newton Sampel 1 (0,5 cm)

Dari gambar LB.1 diperoleh nilai R2 (koefisien determinasi) sebesar 0,9233 dan bentuk persamaan liniernya y = -0,2185x. Dari persamaan tersebut kita dapat menghitung nilai konstanta model Newton, yakni k.

Nilai k = 0,2185

b. Model Page Sampel 1 (0,5 cm)

Pada model Page plot ln (-ln MR) vs ln t sehingga diperoleh persamaan liniernya, seperti pada gambar LB.2 berikut.

Gambar LB.2 Grafik ln (-ln MR) vs ln t Model Page Sampel 1 (0,5 cm)

Dari gambar LB.2 diperoleh nilai R2 (koefisien determinasi) sebesar 0,9821 dan bentuk persamaan liniernya y = 1,1548x - 2,0023. Dari persamaan tersebut kita dapat menghitung nilai konstanta model Page, yakni k dan n.

Nilai k = 0,1350 Nilai n = 1,1548

c. Model Henderson-Pabis Sampel 1 (0,5 cm)

Pada model Henderson-Pabis plot ln MR vs waktu (t) sehingga diperoleh persamaan liniernya, seperti pada gambar LB.3 berikut.

Gambar LB.3 Grafik ln MR vs t Model Henderson-Pabis Sampel 1 (0,5 cm)

Dari gambar LB.3 diperoleh nilai R2 (koefisien determinasi) sebesar 0,9444 dan bentuk persamaan liniernya y = -0,2505x + 0,4376. Dari persamaan tersebut kita dapat menghitung nilai konstanta model Henderson-Pabis, yakni k dan a.

Nilai k = 0,2505 Nilai a = 1,5490

y = -0,2505x + 0,4376 R² = 0,9444

-6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1

0 5 10 15 20 25

LN (MR)

Waktu

Henderson-Pabis Linear (Henderson-Pabis)

LB-5

Universitas Sumatera Utara

LB.3. 2 Dalam Ruangan

a. Model Newton Sampel 1 (0,5 cm)

Pada model Newton plot ln MR vs waktu (t) sehingga diperoleh persamaan liniernya, seperti pada gambar LB.4 berikut.

Gambar LB.4 Grafik ln MR vs t Model Newton Sampel 1 (0,5 cm)

Dari gambar LB.4 diperoleh nilai R2 (koefisien determinasi) sebesar 0,8147 dan bentuk persamaan liniernya y = -0,0953x. Dari persamaan tersebut kita dapat menghitung nilai konstanta model Newton, yakni k.

Nilai k = 0,0953

b. Model Page Sampel 1 (0,5 cm)

Pada model Page plot ln (-ln MR) vs ln t sehingga diperoleh persamaan liniernya, seperti pada gambar LB.5 berikut.

Gambar LB.5 Grafik ln (-ln MR) vs ln t Model Page Sampel 1 (0,5 cm)

Dari gambar LB.5 diperoleh nilai R2 (koefisien determinasi) sebesar 0,9650 dan bentuk persamaan liniernya y = 1,2146x - 3,1926. Dari persamaan tersebut kita dapat menghitung nilai konstanta model Page, yakni k dan n.

Nilai k = 0,0411 Nilai n = 1,2146

c. Model Henderson-Pabis Sampel 1 (0,5 cm)

Pada model Henderson-Pabis plot ln MR vs waktu (t) sehingga diperoleh persamaan liniernya, seperti pada gambar LB.6 berikut.

Gambar LB.6 Grafik ln MR vs t Model Henderson-Pabis Sampel 1 (0,5 cm)

Dari gambar LB.6 diperoleh nilai R2 (koefisien determinasi) sebesar 0,8586 dan bentuk persamaan liniernya y = -0,1183x + 0,5909. Dari persamaan tersebut kita dapat menghitung nilai konstanta model Henderson-Pabis, yakni k dan a.

Nilai k = 0,1183 Nilai a = 1,8056

y = -0,1183x + 0,5909 R² = 0,8586

-8 -6 -4 -2 0 2

0 10 20 30 40 50

LN (MR)

Waktu

Henderson-Pabis Linear (Henderson-Pabis)

LC-1

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN C

DOKUMENTASI PENELITIAN

LC.1 FOTO HASIL PENGERINGAN

(a) (b)

Gambar LC.1 Foto Hasil Pengeringan Lobak (a) Luar Ruangan, (b) Dalam Ruangan

LC.2 FOTO PENGUKURAN DENSITAS

(a) (b) (c)

Gambar LC.2 Pengukuran Densitas (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

LC.3 FOTO PENGUKURAN BERAT SAMPEL PERHARI LC.3.1 Luar Ruangan

a. Pada H0

(a) (b) (c)

Gambar LC.3 Berat pada H0 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

b. Pada H1

(a) (b) (c)

Gambar LC.4 Berat pada H1 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

c. Pada H2

(a) (b) (c)

Gambar LC.5 Berat pada H2 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

LC-3

Universitas Sumatera Utara

d. Pada H3

(a) (b) (c)

Gambar LC.6 Berat pada H3 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

e. Pada H4

(a) (b) (c)

Gambar LC.7 Berat pada H4 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

f. Pada H5

(a) (b) (c)

Gambar LC.8 Berat pada H5 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

g. Pada H6

(a) (b) (c)

Gambar LC.9 Berat pada H6 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

h. Pada H7

(a) (b) (c)

Gambar LC.10 Berat pada H7 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

i. Pada H8

(a) (b) (c)

Gambar LC.11 Berat pada H8 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

LC-5

Universitas Sumatera Utara

LC.3.2 Dalam Ruangan a. Pada H0

(a) (b) (c)

Gambar LC.12 Berat pada H0 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

b. Pada H1

(a) (b) (c)

Gambar LC.13 Berat pada H1 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

c. Pada H2

(a) (b) (c)

Gambar LC.14 Berat pada H2 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

d. Pada H3

(a) (b) (c)

Gambar LC.15 Berat pada H3 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

e. Pada H4

(a) (b) (c)

Gambar LC.16 Berat pada H4 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

f. Pada H5

(a) (b) (c)

Gambar LC.17 Berat pada H5 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

LC-7

Universitas Sumatera Utara

g. Pada H6

(a) (b) (c)

Gambar LC.18 Berat pada H6 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

h. Pada H7

(a) (b) (c)

Gambar LC.19 Berat pada H7 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

i. Pada H8

(a) (b) (c)

Gambar LC.20 Berat pada H8 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

j. Pada H9

(a) (b) (c)

Gambar LC.21 Berat pada H9 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

k. Pada H10

(a) (b) (c)

Gambar LC.22 Berat pada H10 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

l. Pada H11

(a) (b) (c)

Gambar LC.23 Berat pada H11 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

LC-9

Universitas Sumatera Utara

m. Pada H12

(a) (b) (c)

Gambar LC.24 Berat pada H12 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

n. Pada H13

(a) (b) (c)

Gambar LC.25 Berat pada H13 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

o. Pada H14

(a) (b) (c)

Gambar LC.26 Berat pada H14 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

p. Pada H15

(a) (b) (c)

Gambar LC.27 Berat pada H15 (a) Sampel 1, (b) Sampel 2, (c) Sampel 3

LC.4 FOTO PENGUKURAN TEMPERATUR

Gambar LC.28 Foto Pengukuran Temperatur Pengeringan

LC.5 FOTO HASIL UJI SEM (Scanning Electron Microscopy) LC.5.1 Sebelum Pengeringan

(a) (b) (c)

Gambar LC.29 Foto Hasil Uji SEM Sebelum Pengeringan (a) Perbesaran 500x, (b) Perbesaran 1000x, (c) Perbesaran 1500x

LC-11

Universitas Sumatera Utara

LC.5.2 Sesudah Pengeringan

(a) (b) (c)

Gambar LC.30 Foto Hasil Uji SEM Setelah Pengeringan (a) Perbesaran 500x, (b) Perbesaran 1000x, (c) Perbesaran 1500x

Dokumen terkait