BAB 5 EVALUASI KONSEP DARI ASPEK ERGONOMIS
5.1 Evaluasi Ergonomis (RULA)
RULA (Rapid Upper Limb Analisis) adalah suatu metode ergonomi yang digunakan untuk mengurangi terjadinya resiko yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang pada tubuh. Berikut adalah evaluasi RULA untuk sepeda pasca stroke konsep 1 dan 2 :
5.1.1 Evaluasi RULA Pada Kondisi Normal
Untuk mengetahui nilai RULA tempat duduk, langkah awal yang harus dilakukan yakni melakukan assembly antara tempat duduk dengan rangka sepeda Chandra [2016]. Setelah penggabungan selesai, dilakukan evaluasi dengan menggunakan
software CATIA. Pada software tersebut tersedia tiga pilihan jenis
RULA yakni static, Intermittent, dan repeated. RULA Static merupakan analisa RULA pada kondisi dimana ketika dianalisa postur tubuh manikin statis (tertahan lebih lama dari 1 menit). RULA Intermitten merupakan analisa RULA pada kondisi dimana manikin berulang-ulang kurang dari 4 kali tiap menit mengalami postur tubuh seperti yang telah diatur. Sedangkan RULA Repeated yakni analisa RULA dimana manikin berulang-ulang lebih dari 4 kali tiap menit mengalami postur tubuh seperti yang telah diatur.
Gambar 5.1 Analisa RULA (Static) pada kondisi normal.
Hasil Analisa RULA ditunjukkan pada gambar 5.1, 5.2, dan 5.3. Kedua konsep memiliki hasil yang sama dikarenakan Analisa RULA bergantung kepada bagaimana postur penderita ketika duduk. Dikarenakan bentuk dudukan, sandaran punggung, dan rib support sama sehingga postur yang dihasilkan pun sama sehingga nilai RULA kedua konsep sama. Pada kondisi normal nilai RULA intermittent konsep 1 dan 2 tempat duduk ini sebesar 2 yang artinya desain diterima, sedangkan nilai RULA static dan
intermittent sebesar 3 yang artinya desain dapat diterima namun
dibutuhkan investigasi lebih lanjut.
Setelah dilakukan investigasi, terdapat beberapa hal yang menyebabkan nilai RULA intermittent dan repeated sebesar 3. Diantaranya yakni nilai wrist twist dan muscle yang masing-masing sebesar 2 dan 1. Nilai wrist twist sebesar 2 didapatkan karena ketika bersepeda pergelangan tangan harus diputar 90° dari arah tengah puntiran untuk dapat memegang stang, sedangkan nilai muscle sebesar 1 didapat karena postur tubuh ketika bersepeda membebani otot. Nilai muscle sebesar 0 didapat apabila gerak atau aktifitas yang membebani otot dilakukan berulang-ulang kurang dari 4 kali tiap menit[21].
Gambar 5.3 Analisa RULA (Repeated) pada kondisi normal 5.1.2 Evaluasi RULA dengan Kondisi Badan miring
Gambar 5.4 Evaluasi RULA (intermittent) pada kondisi badan
Pada sub bab ini akan dilakukan evaluasi RULA saat kondisi tubuh penderita tidak stabil. Penderita duduk dengan posisi badan miring ke kanan sebesar 10 °, kemudian dilakukanlah Analisa RULA melalui software CATIA. Hasil Analisa ditunjukkan pada gambar 5.4 dan 5.5. Terlihat bahwa nilai RULA intermittent yang didapatkan sebesar 3,,artinya desain masih dapat diterima namun dibutuhkan investigasi lebih lanjut. Sedangkan nilai RULA
repeated yang didapatkan sebesar 4, artinya desain masih dapat
diterima namun dibutuhkan investigasi lebih lanjut.
Gambar 5.5 Evaluasi RULA(repeated) pada kondisi badan
penderita miring ke kanan sebesar 10°
Setelah dilakukan investigasi, terdapat beberapa hal yang menyebabkan nilai akhir RULA intermittent dan repeated masing-masing sebesar 3 dan 4. Diantaranya yakni nilai wrist kedua konsep sebesar 4 serta nilai muscle pada intermittent dan repeated yang masing-masing sebesar 0 dan 1. Ketika bersepeda pada kondisi normal didapatkan nilai wrist sebesar 2 dikarenakan ibu jari membentuk sudut 0° hingga 15° terhadap jari yang lain. Nilai tersebut meningkat menjadi 4 ketika postur tubuh saat bersepeda diposisikan miring sehingga pergelangan tangan menjadi tidak sejajar (tidak lurus) terhadap lengan dan sudut yang terbentuk antara ibu jari dengan jari lainnya lebih dari 15°. Nilai muscle sebesar 1 didapat karena postur tubuh ketika bersepeda membebani
otot. Nilai muscle sebesar 0 didapat apabila gerak atau aktifitas yang membebani otot dilakukan berulang-ulang kurang dari 4 kali tiap menit[21].
5.1.3 Evaluasi RULA dengan Posisi Penderita Bergeser Ke Kanan
Gambar 5.6 Evaluasi RULA (intermittent) dengan posisi tubuh
penderita bergeser ke kanan.
Gambar 5.7 Evaluasi RULA (repeated) dengan posisi tubuh
Pada bahasan ini, akan dievaluasi RULA dengan kondisi posisi duduk penderita bergeser kekanan hingga berada di posisi paling pinggir dari tempat duduk. Hasil evaluasi ditunjukkan pada gambar 5.6 dan 5.7. Didapatkan nilai RULA intermittent dan
repeated sebesar 3, artinya desain dapat diterima namun
dibutuhkan investigasi lebih lanjut.
Setelah dilakukan investigasi, terdapat beberapa hal yang menyebabkan nilai RULA intermittent dan repeated masing-masing sebesar 3. Diantaranya yakni nilai wrist dan muscle yang masing-masing sebesar 2 dan 1. Nilai wrist twist sebesar 2 didapatkan karena ketika bersepeda pergelangan tangan harus diputar 90° dari arah tengah puntiran untuk dapat memegang stang, sedangkan nilai muscle sebesar 1 didapat karena postur tubuh ketika bersepeda membebani otot. Nilai muscle sebesar 0 didapat apabila gerak atau aktifitas yang membebani otot dilakukan berulang-ulang kurang dari 4 kali tiap menit[21].
5.1.4 Evaluasi RULA dengan Posisi tubuh penderita miring ke depan
Gambar 5.8 Analisa RULA (intermittent) dengan posisi tubuh
penderita miring ke depan sebesar 20°
Pada sub bab ini akan dilakukan evaluasi RULA saat kondisi tubuh penderita tidak stabil. Penderita duduk dengan posisi tubuh miring ke depan sebesar 20 °. Hasil Analisa ditunjukkan
pada gambar 5.8 dan 5.9. Setelah dilakukan Analisa, terlihat bahwa nilai RULA intermittent yang didapatkan sebesar 3, artinya desain masih dapat diterima namun dibutuhkan investigasi lebih lanjut. Sedangkan nilai RULA repeated yang didapatkan sebesar 4, artinya desain masih dapat diterima namun dibutuhkan investigasi lebih lanjut.
Gambar 5.9 Analisa RULA (repeated) dengan posisi tubuh
penderita miring ke depan sebesar 20°
Setelah dilakukan investigasi, terdapat beberapa hal yang menyebabkan nilai RULA intermittent dan repeated masing-masing sebesar 3 dan 4. Diantaranya yakni nilai wrist dan muscle yang masing-masing sebesar 2 dan 1. Nilai wrist twist sebesar 2 didapatkan karena ketika bersepeda pergelangan tangan harus diputar 90° dari arah tengah puntiran untuk dapat memegang stang, sedangkan nilai muscle sebesar 1 didapat karena postur tubuh ketika bersepeda membebani otot. Nilai muscle sebesar 0 didapat apabila gerak atau aktifitas yang membebani otot dilakukan berulang-ulang kurang dari 4 kali tiap menit[21].
5.1.5 Evaluasi RULA dengan Postur Tubuh Penderita miring ke Belakang
Gambar 5.10 Evaluasi RULA (intermittent) dengan kondisi
tubuh pasien miring kebelakang sebesar 19°
Pada bahasan RULA ini, akan dievaluasi RULA dengan kondisi pasien duduk dibagian ujung dudukan kemudian tubuh pasien diposisikan miring ke belakang sebesar 19°. Hasil evaluasi ditunjukkan pada gambar 5.10 dan 5.11. Didapatkan nilai Analisa RULA sebesar 2, artinya desain diterima namun dibutuhkan investigasi lebih lanjut. Sedangkan nilai RULA repeated yang didapatkan sebesar 3, artinya desain masih dapat diterima namun dibutuhkan investigasi lebih lanjut. Sedangkan nilai RULA
repeated yang didapatkan sebesar 4, artinya desain masih dapat
diterima namun dibutuhkan investigasi lebih lanjut.
Gambar 5.11 Evaluasi RULA (repeated) dengan kondisi tubuh
Setelah dilakukan investigasi, terdapat beberapa hal yang menyebabkan nilai RULA intermittent dan repeated masing-masing sebesar 3 dan 4. Diantaranya yakni nilai wrist dan muscle yang masing-masing sebesar 2 dan 1. Nilai wrist twist sebesar 2 didapatkan karena ketika bersepeda pergelangan tangan harus diputar 90° dari arah tengah puntiran untuk dapat memegang stang, sedangkan nilai muscle sebesar 1 didapat karena postur tubuh ketika bersepeda membebani otot. Nilai muscle sebesar 0 didapat apabila gerak atau aktifitas yang membebani otot dilakukan berulang-ulang kurang dari 4 kali tiap menit[21].