3.4 Analisis Tahap Masukan
3.4.1 Evaluasi Faktor Eksternal PT S enswell International
Dalam melakukan evaluasi faktor eksternal, data-data dikumpulkan dari hasil wawancara dengan pihak Senswell dan analisis industri. Faktor eksternal dikelompokkan menjadi 2, yaitu peluang (Opportunity) dan ancaman (threat).
Faktor-faktor yang menjadi peluang bagi Senswell adalah sebagai berikut : 1. Pasar potensial yang masih luas.
Senswell memiliki target pasar potensial yang sangat luas mengingat masih banyak kota yang belum terjangkau oleh Senswell dan jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai sekitar 238 juta orang di tahun 2008 ini.
M enjangkau pasar baru berarti memungkinkan adanya distributor baru yang dapat pula menjangkau calon-calon distributor lainnya. Dengan demikian akan memberikan peluang bagi Senswell untuk memperluas jangkauan pemasaran dan penjualannya.
2. M asih tingginya tingkat pengangguran di Indonesia.
Dari sumber [http://www.koraninternet.com/, 9 Oktober 2008], dikatakan bahwa : “Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2008 mencapai 8,46 persen dari angkatan kerja (9,43 juta orang). Diperkirakan sulit untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), 5,1 persen pada 2009”. Senswell menawarkan peluang bisnis kepada setiap individu untuk menjalankan usaha secara mandiri dimana tiap anggota memiliki peluang yang sama untuk sukses baik secara finansial dengan cara yang sederhana dan modal yang murah. Kesempatan ini
bias diraih siapa saja yang memiliki semangat kewirausahaan untuk sukses, tanpa memandang suku, jenis kelamin, tingkat pendidikan, umur, maupun pengalaman.
3. Kebutuhan masyarakat akan pendapatan lebih.
Perekonomian Indonesia saat ini mendesak masyarakat untuk terus meningkatkan pendapatan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup yang kian hari kian mahal dengan tingginya tingkat inflasi di Indonesia saat ini. Dari sumber [http://www.bi.go.id/web/id/, 6 November 2008] didapatkan data bahwa,
“Tingkat inflasi Indonesia pada bulan Oktober 2008 mencapai 11,77%
(melenceng jauh dari yang ditargetkan untuk tahun 2008 yaitu 5%(±1%)) dan suku bunga (BI rate) saat ini adalah 9,5%”. Tingkat inflasi yang melebihi tingkat suku bunga menunjukkan bahwa nilai uang ril yang diinvestasikan di bank semakin lama akan semakin berkurang. Salah satu alternatif adalah dengan bergabung dalam bisnis M LM yang menawarkan peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan tak terbatas dengan mengandalkan jaringan dan tanpa terkendala oleh masalah waktu. Jadi mereka dapat memiliki pendapatan sampingan tanpa mengganggu pekerjaan saat ini.
4. Berkembangnya teknologi informasi.
Teknologi informasi berperan penting bagi perusahaan dalam menjaga hubungannya dengan para distributor. Berkembangnya pemakaian internet juga mempermudah perusahaan dalam memperkenalkan dan memasarkan produknya.
Data terakhir menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 25 juta orang, sekitar 10,5% dari populasi penduduk Indonesia. Jumlah pengguna internet di Indonesia berada pada urutan lima yang terbesar di kawasan Asia setelah Cina, Jepang, India, dan Korea Selatan; sedangkan kawasan Asia
sendiri merupakan pengguna Internet terbesar di dunia, yakni sebesar 39,5% dari jumlah seluruh pengguna Internet di dunia.
Gambar 3.12 World Internet User sampai dengan Juni 2008 Sumber : http://www.internetworldstats.com/stats.htm, 7 Oktober 2008
Gambar 3.13 Asia Top Ten Internet Countries tahun 2008
Sumber : http://www.internetworldstats.com/stats3.htm, 7 Oktober 2008
5. Perubahan peranan produk parfum dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan masyarakat bertambah seiring berjalannya waktu. Produk yang dulunya hanya kebutuhan sekunder, saat ini telah menjadi kebutuhan pokok, misalnya saja handphone. Demikian halnya dengan produk wewangian dan perawatan tubuh telah menjadi cukup esensial untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan juga manusia sebagai makhluk sosial yang butuh piranti agar dapat lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan sesama. Seperti pada artikel di [http://www.sinarharapan.co.id/feature/ritel/, 7 Oktober 2009] mengemukakan bahwa, “Kebutuhan pemakai parfum bukan lagi cuma untuk menutupi bau keringat atau aroma pakaian yang lembap. Boleh dibilang, saat sekarang fungsi parfum malah bisa mewakili nama baik, tingkat hidup seseorang, gaya gaul (life style), sampai keseharian di lingkungan rumah sendiri. Kebutuhan orang terhadap parfum menjadi sama pentingnya dengan kedudukan atau posisi mereka di tengah-tengah masyarakat.”
Faktor-faktor yang menjadi ancamam bagi Senswell adalah sebagai berikut : 1. Jeleknya image M LM di sebagian masyarakat Indonesia.
Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memiliki persepsi jelek mengenai bisnis M LM . Karena memang tidak dapat disangkal bahwa lebih sedikit orang yang sukses menjalankan bisnis ini dan lebih banyak yang memilih mundur.
Kesuskesan dalam bisnis ini memang hanya dapat diraih oleh orang memiliki komitmen untuk serius dalam menjalankan usahanya dan tidak mudah menyerah.
Penyebab utama jeleknya image bisnis M LM adalah banyak perusahaan money game (dengan skema pyramid, binary / 2 kaki, atau sistem berantai) yang
berkedok sebagai perusahaan M LM . Perusahaan Multi Tipu Marketing ini memanfaatkan sistem jaringan, namun tidak ada produk yang diperjual-belikan atau jika ada harganya sangat mahal sekali (tidak wajar). Perusahaan ini memperbolehkan seseorang memiliki keanggotaan ganda dalam perusahaan dan memberikan bonus jika member berhasil mengajak orang lain masuk ke dalam jaringan bisnisnya, bukan dari penjualan barang dan jasa kepada konsumen.
2. Banyaknya penjualan produk yang dilakukan secara online.
Di era informasi sekarang ini, semua orang berlomba-lomba untuk menjual produknya—termasuk produk parfum dan perawatan tubuh—lewat internet dengan harga yang rendah. Pelanggan dapat dengan mudah memanfaatkan internet untuk menggali informasi mengenai produk, membandingkannya, dan bertransaksi seketika itu juga. Hal ini tentunya mendorong kenaikan tingkat persaingan dalam industri.
3. Pemerintah semakin membuka lebar peluang bagi M LM asing.
Peraturan M enteri Perdagangan No. 32/M -DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perdagangan Dengan Sistem Penjualan Langsung menyatakan bahwa perusahaan multilevel marketing (M LM ) asing boleh membuka usahanya di Indonesia mulai 21 Agustus 2008. Dalam Pasal 6 Permendag 32/2008, disebutkan, Perdagangan dengan sistem penjualan langsung dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rangka penanaman modal dalam negeri atau penanaman modal asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal [http://cms.sip.co.id/hukumonline/ 7 Oktober 2009].
4. Banyaknya pesaing.
Banyak sekali perusahaan yang berkecimpung dalam industri wewangian dan perawatan tubuh. Dari perusahaan berskala internasional hingga usaha perorangan, dengan beragam pola pemasaran pula. Produk dan jasa yang ditawarkan relatif sama membuat sebagian konsumen bingung, dan disisi lain konsumen dapat melakukan perbandingan harga dan kualitas sebelum membeli.
Terdapat sumber [http://www.swa.co.id/ ,7 Oktober 2008] yang menyatakan bahwa : “saat ini terdapat sekitar 130-an perusahaan direct selling di Indonesia dan 56 dari perusahaan tersebut terdaftar sebagai anggota APLI, diluar itu masih banyak lagi perusahaan MLM yang beroperasi secara online”.
5. Kecenderungan masyarakat untuk memilih produk substitusi.
Dari sumber [http://www.swa.co.id/ ,7 Oktober 2008], dikatakan bahwa :
“Jumlah rupiah yang dikumpulkan dari bisnis MLM ditahun 2006 telah mencapai Rp.7,2 triliun, naik 5,13% dari tahun sebelumnya. Namun jumlah tersebut hanya berkontribusi kurang dari 5% terhadap total penjualan ritel.” Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kecenderungan untuk memakai produk perawatan tubuh non M LM.
Setelah melakukan analisis faktor eksternal dan mengidentifikasikan peluang dan ancaman pada Senswell, maka akan dilakukan pembobotan dan pemberian peringkat.
Pembobotan dan pemberian peringkat ditentukan oleh pihak Senswell.. Berikut disajikan M atriks EFE (External Factor Evaluation) PT Senswell International :
Tabel 3.1 M atriks EFE PT Senswell International
Faktor Eksternal Kunci Bobot Peringkat Nilai Tertimbang Peluang (Opportunities)
O1 Pasar potensial yang masih luas. 0,15 3 0,45 O2 M asih tingginya tingkat pengangguran di
Indonesia. 0,10 3 0,30
O3 Kebutuhan masyarakat akan pendapatan
lebih. 0,10 4 0,40
O4 Berkembangnya teknologi informasi. 0,12 2 0,24 O5 Perubahan peranan produk parfum dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat. 0,09 3 0,27
Ancaman (Threats)
T1 Jeleknya image M LM di sebagian masyarakat
Indonesia. 0,11 3 0,33
T2 Banyaknya penjualan produk yang dilakukan
secara online. 0,07 2 0,14
T3 Pemerintah semakin membuka lebar peluang
bagi M LM asing. 0,07 2 0,14
T4 Banyaknya pesaing. 0,10 3 0,30
T5 Kecenderungan masyarakat untuk memilih produk substitusi
0,09 3 0,27
Total 1,00 2,84
Total nilai tertimbang sebesar 2,84 menunjukkan bahwa perusahaan memberikan respon yang baik terhadap peluang dan ancaman yang ada dalam industrinya.