Evaluasi faktor eksternal merupakan perhitungan bobot dan rating faktor strategis eksternal berdasarkan hasil kuisioner untuk menentukan faktor-faktor strategis eksternal dalam strategi kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi. Berdasarkan hasil evaluasi faktor eksternal, faktor peluang utama yang dapat dimanfaatkan dalam arahan strategi kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi adalah kebijakan pemerintah, penegakan hukum dan partisipasi masyarakat yang memiliki rating masing-masing adalah 4. Faktor ancaman utama dalam arahan strategi kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi adalah nilai ekonomi lahan, komitmen pelaku usaha, status kepemilikan lahan dan perubahan pemanfaatan lahan yang memiliki rating masing-masing adalah 4.
Berdasarkan hasil evaluasi faktor eksternal, faktor utama yang menjadi peluang yang dimanfaatkan dalam kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi adalah kebijakan pemerintah dan penegakan hukum. Adanya kebijakan pemerintah yang mengatur penggunaan lahan (diantaranya UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan UU No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) menjadi dasar dalam perencanaan penggunaan lahan di Kota Sukabumi. Selain itu, dengan penegakan hukum dapat menjadi peluang dalam unsur pengendalian dari implementasi kebijakan penggunaan lahan yang telah disusun.
Faktor eksternal utama yang menjadi ancaman dalam kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi adalah nilai ekonomi lahan, komitmen pelaku usaha, status kepemilikan lahan dan perubahan pemanfaatan lahan. Nilai ekonomi lahan ditentukan oleh land rent lahan tersebut sehingga penggunaan lahan dipengaruhi oleh land rent tertinggi. Selain itu, sebagai komoditi yang dapat diperjualbelikan maka status kepemilikan juga mempengaruhi penggunaan lahan sehingga komitmen pelaku usaha juga memiliki peran yang penting. Ketiga faktor
tersebut yaitu nilai ekonomi lahan, status kepemilikan lahan dan komitmen pelaku usaha mempengaruhi perubahan penggunaan lahan sehingga dapat menjadi ancaman dalam implementasi kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi. Hasil evaluasi faktor eksternal dapat dilihat pada Tabel 37.
Tabel 37. Hasil Perhitungan Evaluasi Faktor Eksternal
No Faktor Strategis Internal Bobot Rating Total Skor A. Peluang
1 Kebijakan Pemerintah 0.131 4 0.523
2 Penegakan Hukum 0.128 4 0.512
3 Penghargaan dan Sanksi 0.119 3 0.358
Jumlah 0.378 1.392
B. Ancaman
1 Nilai Ekonomi Lahan 0.122 4 0.488
2 Persaingan Pemanfaatan Lahan 0.119 3 0.358
3 Komitmen Pelaku Usaha 0.125 4 0.500
4 Status Kepemilikan Lahan 0.128 4 0.512 5 Perubahan Pemanfaatan Lahan 0.128 4 0.512
Jumlah 0.622 2.369
Jumlah Keseluruhan 1.000 3.762
Sumber : Hasil Analisis (2012)
Alternatif strategi yang dapat disusun berdasarkan evaluasi faktor internal dan faktor eksternal yaitu Strategi Strength Opportunities (SO), Strategi Strengths Threats (ST), Strategi Weaknesses Opportunities (WO), Strategi Weaknesses Threats (WT). Strategi Strength Opportunities (SO) menggunakan kekuatan dan peluang dalam kebijakan penggunaan lahan sedangkan strategi Strengths Threats (ST) menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman dalam strategi kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi. Strategi Weaknesses Opportunities (WO) memanfaatkan peluang yang ada untuk meminimalisir kelemahan yang ada dalam strategi kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi sedangkan strategi Weaknesses Threats (WT) meminimalisir kelemahan dan menghindari ancaman dalam strategi kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi.
Dari berbagai pilihan alternatif strategi, pengambilan keputusan dilakukan dengan merujuk kepada hasil analisis matriks space. Analisis matriks space
menghasilkan posisi Pemerintah Kota Sukabumi pada saat ini sehingga dapat diketahui kombinasi strategi yang tepat untuk dikembangkan (Gambar 19). Parameter yang digunakan berasal hasil analisis faktor strategi internal dan analisis faktor strategi eksternal, yaitu selisih dari skor faktor internal (kekuatan – kelemahan) dan selisih dari skor faktor eksternal (peluang – ancaman) dengan perhitungan sebagai berikut:
kekuatan – kelemahan = 1.850 – 1.155 = 0.696 peluang – ancaman = 1.681 – 1.500 = - 0.977
Gambar 19. Hasil Analisis Matriks Space
Berdasarkan hasil analisis matriks space, strategi utama yang dipilih adalah strategi diversifikasi yaitu strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasai ancaman (Strategi ST). Berbagai alternatif strategi dalam kebijakan penggunaan lahan di Kota Sukabumi ditampilkan pada Tabel 38. Dan pemilihan prioritas strategi ditampilkan pada Tabel 39.
Berbagai Peluang Kekuatan Internal Kelemahan Eksternal Berbagai Ancaman Kuadran I (Strategi agresif) / SO Kuadran II (Strategi diversifikasi) / ST Kuadran III (Strategi turn-around)/WO Kuadran IV (Strategi defensif) / WT (0.696, - 0.977)
Tabel 38. Alternatif Strategi Kebijakan Penggunaan Lahan di Kota Sukabumi Faktor Internal Faktor Eksternal KEKUATAN (S) 1. Letak Geografis 2. Letak Strategis
3. Kondisi biofisik wilayah Kota Sukabumi
4. Kondisi lingkungan wilayah Kota Sukabumi
5. Infrastruktur Kota Sukabumi 6. Peran para pemangku
kepentingan 7. Ketersediaan lahan KELEMAHAN (W) 1. Belum optimalnya pemanfaatan di Kota Sukabumi 2. Pertambahan jumlah penduduk
3. Strategi penataan ruang 4. Koordinasi lintas sektoral
PELUANG (O) 1. Kebijakan pemerintah 2. Penegakan hukum 3. Penghargaan dan sanksi Strategi SO 1. Memanfaatkan potensi disetiap wilayah untuk optimalisasi pemanfaatan lahan berkelanjutan 2. Membangun kerjasama stakeholder untuk pengawasan dan pengendalian pemanfaatan lahan Strategi WO 1. Menetapkan kebijakan penataan ruang kota dan membuka akses informasi dan peran serta masyarakat dalam penataan ruang 2. Mendistribusikan jumlah
penduduk sesuai dengan luas pemanfaatan lahan
ANCAMAN (T)
1. Nilai ekonomi lahan 2. Persaingan pemanfaatan lahan 3. Komitmen pelaku usaha 4. Status kepemilikan lahan 5. Perubahan pemanfaatan lahan Strategi ST
1. Menentukan zonasi wilayah dengan menetapkan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang
2. Memanfaatkan investasi di kawasan strategis kota dan kawasan lintas kota bekerjasama dengan pemerintah daerah, masayarakat dan dunia usaha
Strategi TO
1. Menentukan rencana pembangunan sesuai dengan
pemanfaatan ruang kota
Tabel 39. Pemilihan Alternatif Strategi Kebijakan Penggunaan Lahan di Kota Sukabumi
No Alternatif Strategi Keterkaitan Kepentingan Ranking 1 Memanfaatkan potensi
disetiap wilayah untuk optimalisasi pemanfaatan lahan berkelanjutan
S1,2,3,4,5,6,7 O1,4 28 4
2 Membangun kerjasama
stakeholder untuk pengawasan dan pengendalian pemanfaatan lahan
S7,8, O1,2,3,4 22 6
3 Menentukan zonasi wilayah dengan menetapkan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang S1,2,3,4,5,6,7,8 42 T1,2,3,4,5 1 4 Memanfaatkan investasi di kawasan strategis kota dan kawasan lintas kota
bekerjasama dengan pemerintah daerah,
masyarakat dan dunia usaha.
S1,2,3,4,5,6,7,8 T 42 1,2,3,4,5 2 5 Menetapkan kebijakan penataan ruang kota dan membuka akses informasi dan peran serta masyarakat dalam penataan ruang
W1,2,3,4,01,2,3,4 27 5
6 Mendistribusikan jumlah penduduk sesuai dengan luas pemanfaatan lahan
W1,2,3,O1,4 20 7
7 Membangun infrastruktur kota pada daerah yang baru
berkembang untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan
W1,2,3,4,T1,2,3,4,5 31 3
8 Menentukan rencana
pembangunan sesuai dengan pemanfaatan ruang kota
W1,3,4,T 2,4,5 20 8
Dari hasil analisa peringkat kepentingan, maka prioritas kebijakan yang menempati ranking pertama yang merupakan kebijakan yang pertama dilaksanakan. Berdasarkan perhitungan nilai kepentingan dan ranking, maka prioritas kebijakan yang direkomendasikan berturut-turut sebagai berikut :
1. Menentukan zonasi wilayah dengan menetapkan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang,
2. Memanfaatkan investasi di kawasan strategis kota dan kawasan lintas kota bekerjasama dengan pemerintah daerah,
3. Membangun infrastruktur kota pada daerah yang baru berkembang untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan berkelanjutan,
4. Memanfaatkan potensi disetiap wilayah untuk meningkatkan pemanfaatan lahan,
5. Menetapkan kebijakan penataan ruang kota dan membuka akses informasi dan peran serta masyarakat dalam penataan ruang,
6. Membangun kerjasama stakeholder untuk pengawasan dan pengendalian pemanfaatan lahan,
7. Mendistribusikan jumlah penduduk sesuai dengan luas pemanfaatan lahan, dan