2.5 Treatment
3.2.1 Evaluasi Hasil Pengukuran Temperature Clamp Sambungan
Evaluasi hasil pengukuran thermovisi berdasarkan perhitunganselisih/∆ antara suhu konduktor dan klem dengan mengunakan rumus berikut:
│∆T │max = (I max/I beban)2 x │∆T │
│∆T │max : Selisih suhu saat beban tertinggi I max : Beban tertinggi yang pernah dicapai I beban : Beban saat pengukuran
│∆T │ : Selisih suhu konduktor dan klem reaktor
Tabel 3-3 Evaluasi dan Rekomendasi Pengukuran Suhu Klem Sambungan
No ∆T Rekomendasi
1. <10o Kondisi normal , pengukuran berikutnya dilakukan sesuai jadwal
2. 10o-25o Perlu dilakukan pengukuran satu bulan lagi
3. 25o-40o Perlu direncanakan perbaikan
4. 40o-70o Perlu dilakukan perbaikan segera
5. >70o Kondisi darurat
Tabel 3-4 Evaluasi dan Rekomendasi Pengukuran Suhu Belitan Reaktor dan Bushing
No
∆T1
(perbedaan suhu antar fasa)
Rekomendasi
1. 1oC – 3oC Normal
2. 4oC – 15oC Mengindikasikan adanya defesiensi, perlu dijadwalkan investigasi lebih lanjut
3. >16oC Ketidaknormalan Mayor, perlu dilakukan investigasi internal, perbaikan, over-haul atau penggantian segera.
3.2.3 Interpretasi Hasil DGA
Analisa hasil pengujian DGA mengacu pada standar IEEE C57 104 2008. Diagram alir analisa hasil pengujian DGA adalah seperti berikut:Error! Reference source not
found..
Gambar 3-1 Diagram Alir Analisa Hasil Pengujian DGA
Hasil pengujian DGA dibandingkan dengan nilai batasan standar untuk mengetahui apakah trafo berada pada kondisi normal atau ada indikasi kondisi 2, 3 atau 4. Nilai batasan standar adalah sebagai berikut:
Tabel 3-5 Konsentrasi Gas Terlarut
Apabila nilai salah satu gas ada yang memasuki kondisi 2, maka lakukan pengujian ulang untuk mengetahui peningkatan pembentukan gas. Berdasarkan hasil pengujian dapat dilakukan investigasi kemungkinan terjadi kelainan dengan metoda key gas, ratio (Roger dan Doernenburg) dan duval.
Key Gases
CO H2 CH4 C2H6 C2H4 C2H2
Gas
CO H2 CH4 C2H6 C2H4 C2H2
Gas
Rasio Doernenburg
Tabel 3-6 Ratio Doernenburg
Rasio Roger
Tabel 3-7 Ratio Roger
Untuk mengetahui rekomendasi pengujian ulang dan rekomendasi pemeliharaan dapat dilakukan analisa berdasarkan
Tabel 3-8 Action based TDCG
3.2.4 Evaluasi Hasil Pengujian Oil Quality (Karakteristik)
Minyak yang sudah terkontaminasi atau teroksidasi perlu dilakukan treatment untuk mengendalikan fungsinya sebagai minyak isolasi. Treatment terhadap minyak isolasi dapat berupa filter atau reklamasi. Untuk menentukan kapan minyak tersebut harus di treatment didasarkan atas perbandingan hasil uji terhadap batasan batasan yang termuat pada standar IEC 60422.
Tabel 3-9 Kategori Peralatan Berdasarkan Tegangan Operasinya
Kategori O Trafo tenaga/ reaktor dengan tegangan nominal sistem 400 kV dan diatasnya.
Kategori A
Trafo tenaga/ reaktor dengan tegangan nominal sistem diatas 170 kV dan dibawah 400 kV. Juga trafo tenaga dengan tegangan manapun dimana keberlangsungan pasokan sangat vital dan peralatan yang mirip untuk aplikasi khusus yang beroperasi di kondisi yang be
Kategori B Trafo tenaga/ reaktor dengan tegangan nominal sistem diatas 72,5 kV sampai 170 kV.
Kategori C Trafo tenaga/ reaktor untuk aplikasi MV/LV e.g tegangan sistem nominal sampai 72,5 kV dan trafo
Categori Peralatan
Kategori Tipe Peralatan
Tabel 3-10 Justifikasi Kondisi Pada Pengujian Kualitas Minyak (Karakteristik)
Bagus Wajar/cukup Buruk
Warna dan penampakan Semua Jernih dan tanpa
contaminasi visual Gelap dan / atau keruh Sesuai yang dituliskan oleh pengujian lain
Warna yang gelap adalah gejala dari kontaminasi atau penuaan.
Kekeruhan adalah gejala dari tingginya kadar air.
Bagus : Lanjutkan pengambilan sample secara normal.
Cukup : Pengambilan lebih sering.
Buruk : Periksa kehadiran sedimen dan sludge
E
F, G Mengacu ke Pengalaman parikan
Titik nyala Semua Peralatan memerlukan Inspeksi.
Investigasi
Bukan tes rutin. Dapat dilakukan saat muncul bau yang tidak biasa, saat telah terjadi iternal fault atau setelah trafo di isi ulang.
Dibeberapa negara, kesehatan dan keselamatan dapat preclude batasan yang tinggi.
Sediment dan Sludge Semua
Saat sedimen terdeteksi, rekondisi minyak Saat lapisan sludge dideteksi reklamasi minyak atau alternatif lain jika lebih ekonomis atau sesuai yang dituliskan pengujian
Bukan test rutin, Lakukan bila nilai kadar asam dan nilai disipasi faktor mendekati batas.
APPENDIX A - IEC 60422 - Third Version
Item Pengujian Kategori Tegangan
Kondisi Minyak Tindakan yang disarankan Catatan
Tegangan Tembus (kV)
Bagus : Lanjutkan pengambilan sample secara normal.
Cukup : Pengambilan lebih sering. Cek parameter uji lain seperti kadar air, kadar partikel dan mungkin DDF/
resistivity dan kadar asam.
Buruk : Rekondisi atau alternatif lain jika lebih ekonomis karena penguian lainnya menunjukan penuaan yang sangat, ganti minyaknya.
Tap Changer of neutral end tap changers pada trafo O, A,B, C
< 25 Single phase or connected tap changers pada trafo O, A, B
< 40
Kadar air (mgH2O/kgoilat 20
oC ) (Koreksi terhadap nilai equivalen pada 20oC)
Bagus : Lanjutkan pengambilan sample secara normal.
Cukup : Pengambilan lebih sering. Cek parameter uji lain seperti tegangan tembus, kadar partikel dan mungkin DDF/ resistivity dan kadar asam.
Buruk : Periksa kemungkinan sumber air, rekondisi atau alternatif lain jika lebih ekonomis karena penguian lainnya menunjukan penuaan yang sangat, ganti minyaknya.
Peringatan : Bila suhu minyak saat pengambilan sample berada pada atau diatas 20oC, nilai dalam mg/kg dari hasil pengukuran harus selalu dikoreksi ke 20oC sebelum dibandingkan ke nilai batasan yang telah dikoreksi.
Bila suhu minyak saat pengambilan sample lebih rendah dari 20oC atau dimana jumlah isolasi kertas tidak signifikant, mengacu ke Annex A.
As per appropriate transformer Bukan tes rutin
Kadar asam (mg KOH/goil)
Bagus : Lanjutkan pengambilan sample secara normal.
Cukup : Pengambilan lebih sering. Cek parameter uji lain
Buruk : Reklamasi minyak atau alternatif lain jika lebih ekonomis karena penguian lainnya menunjukan penuaan yang sangat, ganti minyaknya.
Bukan tes rutin
Maksimum penurunan 10 %
Tidak ada sedimen atau lapisan sludge. Hasil dibawah 0,02 % by mass dapat diabaikan
Tegangan antar muka Bukan tes rutin. Dapat dilakukan sesuai
keinginan
Bukan tes rutin Tidak dilakukan
3.2.5 Evaluasi Hasil Pengujian DBPC
Jika awalnya minyak yang digunakan adalah minyak jenis uninhibited oil, maka tidak ada inhibitor (DBPC) didalam minyak. Jika minyak yang digunakan jenis inhibited oil (oil yang ada inhitornya), maka inhibitor ini harus dijaga minimal 0,3% dari massa minyak (Myers, Guide to transformer maintenance). Dengan adanya inhibitor didalam minyak, proses oksidasi dapat diperlambat, dan proses penuaan (ageing) minyak menjadi lebih lambat.
3.2.6 Evaluasi Hasil Pengujian Furan
Berdasarkan kadar 2Furfural yang didapat dari hasil pengujian dapat diperkirakan seberapa besar tingkat penurunan kualitas yang dialami isolasi kertas didalam transformator dan berapa lama sisa umur isolasi kertas tersebut.
Tabel 3-11 Hubungan antara nilai 2Furfural dengan Perkiraan DP dan Estimasi Perkiraansisa umur isolasi kertas
No Hasil Uji (ppm) Keterangan Rekomendasi
1 < 473 Ageing normal
-2 473 – 2196 Percepatan Ageing Periksa kondisi minyak, suhu operasi dan desain
3 2197 – 3563 Ageing berlebih – Zona bahaya
Periksa kondisi minyak, suhu operasi dan desain
4 3564 – 4918 Beresiko tinggi mengalami
kegagalan Investigasi sumber pemburukan
5 > 4919 Usia isolasi telah habis juga
trafo Keluarkan dari sistem
3.2.7 Evaluasi Hasil Pengujian Corrosive Sulfur
Tabel 3-12 Evaluasi dan Rekomendasi Pengujian Corrosive Sulfur
No Hasil Uji Keterangan Rekomendasi
1 1a – 1b Non Corrosive
-2 2a – 2e Non Corrosive
-3.3 Shutdown Measurement
3.3.1 Evaluasi Hasil Pengukuran Tahanan isolasi
Pada pengukuran tahanan isolasi dengan lama pengujian 1 menit, standart mengacu kepada IEEE C57.125-1991, yaitu
R = CE / √ kVA R = Tahanan Isolasi (M-Ohm)
C = Koefisien (1,5 untuk reaktor minyak) E = Tegangan P-G
kVA = Kapasitas alat
Sedangkan untuk standratperhitungan Indek Polarisasi (IP) yang merupakan perbandingan hasil pengujian tahanan isolasi pada menit ke – 10 dengan menit ke – 1 adalah sebagai berikut:
Tabel 3-13 Evaluasi dan rekomendasi pengujian tahanan isolasi dengan metoda index polarisasi
3.3.2 Evaluasi Hasil Pengukuran Tangen Delta
Evaluasi hasil pengukuran tangen delta belitan reaktor minyak dan bushingdapat di interpretasikan sesuai standar ANSI C57.12.90.
3.3.3 Evaluasi Hasil Pengukuran Rdc
Evaluasi hasil pengukuran Rdc didasarkan kepada nilai deviasi antar hasil pengukuran phasa RST atau terhadap terhadap data hasil pengujian pabrik. Khusus untuk deviasi terhadap data hasil pengujian pabrik harus didasarkan kepada nilai temperature 75C.
Standart deviasi maksimum adalah < 0,5%
3.3.4 Evaluasi Hasil Uji Delektrik Respon
Pengujian dieketrik respon untuk mengetahui kandungan air (moisture) di kertas isolasi Reaktor. Semakin kecil prosentase kandungan air dalam kertas semakin baik.
3.3.5 Evaluasi Hasil Uji SFRA
Evaluasi hasil uji SFRA (sweep frequency respons analyzer) didasarkan pada perubahan bentuk grafik dari Reaktor semula (baru) dengan grafik kondisi saat ini.
3.3.6 Evaluasi Hasil Pengukuran Induktansi
Evaluasi hasil pengukuran induktansi didasarkan kepada nilai deviasi terhadap name plate nya. Standart deviasi maksimum adalah < 0,5%
4 URAIAN KEGIATAN PEMELIHARAAN
Reaktor Tipe Kering
Tabel 4-1 Uraian Kegiatan Pemeliharaan Reaktor Tipe Kering
Jenis
Pemeliharaan Jenis Inspeksi/Pengujian Periode Alat Uji
In service inspection
1. Pemeriksaan body reaktor Minggn Visual
2. Pemeriksaan clamp-clamp sambungan Minggn Visual
3. Pemeriksaan isolator penyangga Minggn Visual
4. Pemeriksaan serandang/steel structure dan pondasi
Minggn Visual
5. Pemeriksaan Pondasi Minggn Visual
6. Pemeriksaan konduktor grounding Minggn Visual
In service measurement
1. Pengukuran temperature Clamp sambungan konduktor dan body belitan reaktor
2 Minggn IR Thermo meter
Shutdown measurement
1. Pengukuran Tahanan Isolasi 2 Thn Meger
2. Pengukuran Rdc Belitan Paska Ggn Rdc meter
3. Pengukuran Induktansi Belitan Paska Ggn RLC meter
4. Pengukuran tahanan pentanahan 2 Thn Earth Tester
Treatment 1. Bongkar pasang clamp utama & grounding dan pelapisan dengan kontak grease
2 Thn Tool Set
2. Pembersihan isolator penyangga 2 Thn Lap & Grease
3. Pembersihan body reaktor terhadap benda asing 2 Thn
---4. Pembersihan body serandang terhadap karat dan kotoran
2 Thn Kuas &
Penetrating
Reaktor Tipe Minyak
Tabel 4-2 Uraian Kegiatan Pemeliharaan Reaktor Tipe Minyak
Jenis
Pemeliharaan Jenis Inspeksi/Pengujian Periode Alat Uji In service
inspection
1. Pemeriksaan Bushing (Adanya Rembesan dan Level Minyak)
Mingguan Visual 2. Pemeriksaan Level Minyak Konservator Mingguan Visual 3. Pemeriksaan Clamp & Konduktor Bay Mingguan Visual 4. Pemeriksaan Kondisi System Pendingin
(Radiator, fan, pompa minyak dan konservator)
Mingguan Visual
5. Pemeriksaan Panel control outdoor Mingguan Visual 6. Pemeriksaan Kesiapan sumber DC/AC Mingguan Visual 7. Pemeriksaan Clamp & konduktor
grounding
Mingguan Visual 8. Pemeriksaan dan pencatatan Meter
Temperature Minyak Dan Belitan
Mingguan Visual 9. Pemeriksaan Tabung pengumpul gas
dari rele bucholz
Mingguan Visual In service
measurement
1. Pengukuran temperature Clamp sambungan ke konduktor Bay, Body bushing, tap test bushing
2 Mingn IR Thermo
meter 2. Pengujian Karakteristik Minyak 1 Thn Btl
Smpl
3 Pengujian DGA Base on
ppm/day
Vial / syringe
4 Pengujian Inhibitor Sesuai
kondisi
Inhibitor test
Tabel 4-3 Uraian Kegiatan Pemeliharaan Reaktor Tipe Minyak (Lanjutan)
Jenis
Pemeliharaan Jenis Inspeksi/Pengujian Periode Alat Uji
Shutdown measurement
1. Pengukuran Tahanan Isolasi 2 Thn
dan Paska
Ggn Internal
Meger
2. Pengukuran Rdc Belitan Paska
Ggn Internal
Rdc meter 3. Pengukuran Induktansi Belitan Paska
Ggn Internal
RLC meter 4. Pengukuran tahanan pentanahan 2 Thn Earth Tester 5 Pengukuran tangen delta bushing dan
belitan
6. Pengujian Dielektrik respon Sesuai kondisi
Dirana
7. Pengujian SFRA Sesuai
kondisi
SFRA tes 8. Uji Fungsi system proteksi internal
reaktor (Buchols, Suddent Pressure, Oil Level dan Temperature)
2 Thn Tool
Set 9. Uji fungsi fan dan motor pendingin 2 Thn Tool
Set 1
0.
Verifikasi/kalibrasi meter temperature 2 Thn Tool Set 9. Pengukuran tahanan pentanahan
kabel/terminal wiring pos/neg ke ground
2 Thn Meger
Treatment 1. Bongkar pasang clamp utama /grndg dan pelapisan dengan kontak grease
2 Thn Tool
Set 2. Pembersihan isolator bushing 2 Thn Lap &
Grease 3. Pembersihan body main tank reaktor,
radiator dan konservator
2 Thn Cleaner 4. Pemeriksaan kekencangan sambungan
terminal kabel kotrol dan proteksi
2 Thn Tool
set 5 Pembersihan terminal kabel proteksi
outdoor untuk kontak rele buchols, suddent pressure, oil level dan temperature
2 Thn Tool
Set
Lampiran 1 TABEL PERIODE PEMELIHARAAN REAKTOR
KODE SUBSISTEM ITEM PEKERJAAN
Harian Mingguan Bulanan 3 Bulanan 1 Tahunan 2 Tahunan 5 Tahunan Kondisional
Keterangan
5 Reaktor
5.1 Inspeksi
5.1.1 Inspeksi Level 1 (in service inspection)
5.1.1.1.1 Kumparan/Belitan (winding) Pemeriksaan belitan Reaktor
(tipe kering) Pengamatan secara
visual 5.1.1.2.1 Terminal/Bushing Pemeriksaan kondisi
Jumper/Klem pada Raktor Pengamatan secara
visual
5.1.1.2.2 Pemeriksaan kondisi isolator
penyangga Pengamatan secara
visual
5.1.1.2.3 Pemeriksaan bushing (tipe
minyak) Pengamatan secara
visual 5.1.1.3.1 Pendingin Pemeriksaan sistem pendingin
(tipe minyak) Pengamatan secara
visual 5.1.1.4.1 Dielektrik Pemeriksaan meter temperatur
minyak dan belitan (tipe minyak)
Pengamatan secara visual
KODE SUBSISTEM ITEM PEKERJAAN
Harian Mingguan Bulanan 3 Bulanan 1 Tahunan 2 Tahunan 5 Tahunan Kondisional
Keterangan
5.1.1.7.1 Pondasi/Steel Structure Pemeriksaan kondisi
Pondasi/Steel Sructure Pengamatan secara
visual
5.1.1.8.1 Grounding Pemeriksaan kondisi
pentanahan Pengamatan secara
visual 5.1.1.9.1 Panel Kontrol Memeriksa Elemen Pemanas
(Heater) Pemeriksaan
secara diraba
5.1.1.9.2 Memeriksa Sumber tegangan
AC / DC Pemeriksaan dari
indikator 5.1.2 Inspeksi Level 2 (in service
measurement)
5.1.2.1.1 Kumparan/Belitan (Winding) Thermovisi body Belitan Reaktor (tipe kering)
5.1.2.2.1 Reaktor Thermovisi Body Main Tank
Reaktor (tipe minyak)
Menggunakan kamera Thermography
5.1.2.2.2 Thermovisi Radiator (tipe
minyak)
Menggunakan kamera Thermography
5.1.2.3.1 Terminal/Bushing Thermovisi Bushing (tipe Menggunakan
KODE SUBSISTEM ITEM PEKERJAAN
Harian Mingguan Bulanan 3 Bulanan 1 Tahunan 2 Tahunan 5 Tahunan Kondisional
Keterangan
Thermography 5.1.2.4.1 Dielektrik Pengujian karakteristik minyak
(tipe minyak)
5.1.2.4.2 Pengujian DGA (tipe minyak)
5.1.3 Inspeksi Level 3 (shutdown measurement)
5.1.3.1.1 Kumparan/Belitan (Winding) Pengukuran tahanan isolasi belitan
Tipe Kering : 5 kV selama 1 menit Tipe Minyak : 5 kV selama 1 menit sd 10 menit
5.1.3.1.2 Pengukuran Rdc Belitan Menggunakan alat
ukur tahanan DC
5.1.3.1.3 Pengukuran Tan Delta
Bushing/Belitan (tipe minyak)
5.1.3.1.4 Pengujian SFRA (tipe minyak)
5.1.3.1.5 Pengukuran induktansi belitan
(tipe minyak) Menggunakan LRC
meter
KODE SUBSISTEM ITEM PEKERJAAN
Harian Mingguan Bulanan 3 Bulanan 1 Tahunan 2 Tahunan 5 Tahunan Kondisional
Keterangan
Jumper/Sambungan/Klem 5.1.3.5.1 Proteksi Internal Uji fungsi rele Bucholz
5.1.3.5.2 Uji fungsi rele Sudden Pressure
5.1.3.5.3 Uji fungsi Meter Temperature
5.2 Shutdown Treatment
5.2.1.1 Bushing Membersihkan permukaan
body dan bushing
5.2.1.2 Memeriksa kekencangan mur
baud klem terminal utama
5.2.1.3 Memeriksa gasket
5.2.1.4 Memeriksa Spark gap Bushing
Primer
5.2.1.5 Memeriksa Spark gap Bushing
Sekunder
5.2.2.1 Sistem pendingin Memeriksa dan membersihkan Sirip-sirip Radiator
5.2.2.2 Memeriksa Kebocoran minyak
5.2.3.1 Pernafasan Perbaikan level Konservator
main tank jika tidak normal Perbaikan level Konservator tap
KODE SUBSISTEM ITEM PEKERJAAN
Harian Mingguan Bulanan 3 Bulanan 1 Tahunan 2 Tahunan 5 Tahunan Kondisional
Keterangan
5.2.4.1 Panel Kontrol Memeriksa kekencangan mur
baut terminal kontrol
5.2.4.2 Membersihkan Kontaktor dan
Limit Switch
5.2.5.1 Proteksi Membersihkan terminal
Bucholz
5.2.5.2 Mengganti seal rele Bucholz jika
dtemukan kerusakan
5.2.5.3 Membersihkan terminal Sudden
Pressure
5.2.5.4 Mengganti seal rele Pressure
jika dtemukan kerusakan
5.2.5.5 Membersihkan thermo couple
Lampiran 2 FMEA Reaktor Tipe Kering
Lampiran 3 FMEA Reaktor Tipe Minyak
Lampiran 4 Form Inspeksi Reaktor Mingguan I
I Bushing 1 Bushing In
a Kondisi fisik isolator bushing normal kotor flek retak pecah
b Kebocoran minyak bushing normal rembes bocor (kalau ada) lokasi kebocoran
terminal keramik Flange
c Suhu Kawat penghantar/Klem bushing / (oC)
Selisih suhu < 3 oC 3 - 7 oC > 7 oC
d Level minyak bushing normal maksimum minimum tidak terbaca
2 BushingOut
a Kondisi fisik isolator bushing normal kotor flek retak pecah
b Kebocoran minyak bushing normal rembes bocor (kalau ada) lokasi kebocoran
terminal keramik Flange
c Suhu Kawat penghantar/Klem bushing / (oC)
Selisih suhu < 3 oC 3 - 7 oC > 7 oC
d Level minyak bushing normal maksimum minimum tidak terbaca
II Cooling system 1 Pompa Sirkulasi
a
minyak (oC)
belitan (oC)
Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : (jika ada, lampirkan foto)
Pembacaan meter temperatur (jika ada, lampirkan foto)
(………..…..) (………..)
Tanda tangan
Pelaksana Penanggung jawab
Lampiran 5 Form Inspeksi Reaktor Mingguan II
I Bushing 1 Bushing In
a Kaca indikator level minyak normal buram retak
b Kondisi arcinghorn normal tdk terpsg lepas salah pasang
2 Bushing Out
a Kaca indikator level minyak normal buram retak
b Kondisi arcinghorn normal tdk terpsg lepas salah pasang
II Cooling system
1 Pompa Sirkulasi ON OFF Jika Posisi OFF, di coba manual :
a bersih kotor korosi
b normal tidak normal
III Sistem Kontrol dan Proteksi
a Bau normal bangkai gosong/terbakar
b normal Penuh / Berkurang
c normal Penuh / Berkurang
IV Oil preservation & expansion
a ya tidak
terendam
b3 normal maksimum minimum tidak terbaca
Catatan ketidaknormalan dan perbaikan :
(………..…..) (………..)
Tanda tangan
Pelaksana Penanggung jawab
Level Minyak konservator Kondisi radiator
Ujung pipa di dalam tabung silica gel Indikasi flow sirkulasi minyak minyak
Level minyak pada gelas rele bucholz Level minyak pada gelas rele Jansen
Lampiran 6 Form Inspeksi Reaktor Bulanan
I Bushing Keterangan
1 Bushing In
a Noise Pada Arcing horn normal tidak normal
2 Bushing Out
a Noise Pada Arcing horn normal tidak normal
II Cooling system
1 Kipas Pendingin ON OFF Jika Posisi OFF, di coba manual :
a Tegangan supply motor (Volt)
b Arus supply motor (Ampere)
c Getaran motor / unbalance normal tidak normal
de Kondisi kontaktor fanKondisi terminal input/output bersihnormal kotorhangus panas kontaktor fan
f Tegangan supply motor (Volt)
g Arus supply motor (Ampere)
h Getaran motor / unbalance normal tidak normal
i Kondisi kontaktor fan bersih kotor panas
j Kondisi terminal input/output normal hangus
kontaktor fan
k Tegangan supply motor (Volt)
l Arus supply motor (Ampere)
m Getaran motor / unbalance normal tidak normal
n Kondisi kontaktor fan bersih kotor panas
o Kondisi terminal input/output normal hangus
kontaktor fan
p Tegangan supply motor (Volt)
q Arus supply motor (Ampere)
r Getaran motor / unbalance normal tidak normal
st Kondisi kontaktor fanKondisi terminal input/output bersihnormal kotorhangus panas kontaktor fan
2 Pompa Sirkulasi ON OFF Jika Posisi OFF, di coba manual :
a Tegangan supply motor (Volt)
b Arus supply motor (Ampere)
c Getaran motor / unbalance normal tidak normal
d Noise Pada pompa sirkulasi normal tidak normal
e Rembesan minyak pada radiator/ normal rembes bocor (kalau ada,
pipa-pipa
f Kondisi seal pipa kapiler sensor normal rusak temperatur
g Kondisi seal kabel sensor normal rusak
temperatur
III Sistem Kontrol dan Proteksi
a Lubang Kabel Kontrol normal tidak rapat glen kabel tidak ada
b ON OFF
c ON OFF
d Kondisi dalam Panel normal kotor lembab
e Grounding panel normal kendor korosi lepas rantas
f terminasi wiring normal korosi panas (hasil termogun)
g Kabel kontrol normal terkelupas
IV Oil preservation & expansion
a normal buram retak
3b Kondisi gelas tabung silica gel normal buram retak
c normal berubah < 50 % berubah > 50%
d normal rembes bocor (kalau ada, dilengkapi foto)
pipa-pipa
V Mechanical structure
a normal berlumut korosi
b normal kendor korosi lepas rantas
c normal rembes bocor (kalau ada, dilengkapi foto)
d normal tidak normal
VI Lain - lain
a Kondisi kebersihan lokasi reaktor dan bersih kotor contoh : ada ceceran minyak
ground tank
Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : Kondisi meter level minyak konservator Status MCB DC
Kebocoran minyak di konservator/
Kebocoran minyak di main tank Noise Pada main tank
Grup 3
Grup 4
Warna silicagel
Lampiran 7 Form Inspeksi Reaktor Khusus
I Bushing 1 Bushing In
a Kondisi fisik isolator bushing normal kotor flek retak pecah
b Kebocoran minyak bushing normal rembes bocor (kalau ada) lokasi kebocoran
terminal keramik Flange
c Suhu Kawat penghantar/Klem bushing / (oC)
Selisih suhu < 3 oC 3 - 7 oC > 7 oC
2 Bushing Out
a Kondisi fisik isolator bushing normal kotor flek retak pecah
b Kebocoran minyak bushing normal rembes bocor (kalau ada) lokasi kebocoran
(jika ada, lampirkan foto) terminal
keramik Flange
c Suhu Kawat penghantar/Klem bushing / (oC)
Selisih suhu < 3 oC 3 - 7 oC > 7 oC
II Sistem Pendingin
1 Pompa Sirkulasi3 ON OFF Jika Posisi OFF, di coba manual :
a normal rembes bocor (kalau ada,
pipa-pipa
b normal rusak
c normal rusak
III Sistem Kontrol dan Proteksia normal
Penuh / Berkurang
b normal Penuh / Berkurang
IV Oil preservation & expansion
a normal maksimum minimum tidak terbaca
a
b normal rembes bocor (kalau ada, dilengkapi foto)
pipa-pipa
V Mechanical structure
a normal rembes bocor (kalau ada, dilengkapi foto)
b normal tidak normal
Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : Kebocoran minyak di main tank Level Minyak konservator Kondisi seal pipa kapiler sensor temperatur
Rembesan minyak pada radiator/
Kondisi seal kabel sensor temperatur
Noise Pada main tank (jika ada, lampirkan foto)
Kebocoran minyak di konservator/
Level minyak pada gelas rele bucholz Level minyak pada gelas rele Jansen
DAFTAR ISTILAH
1. In Service : Kondisi bertegangan
2. In Service Inspection : Pemeriksaan dalam kondisi bertegangan dengan panca indera
3. In Service Measurement : pemeriksaan/pengukuran dalam kondisi bertegangan dengan alat bantu
4. Shutdown Testing : Pengujian/pengukuran dalam keadaan tidak bertegangan
5. Shutdown Function Check : Pengujian fungsi dalam keadaan tidak bertegangan
DAFTAR PUSTAKA
1. Buku Petunjuk Batasan Operasi dan Pemeliharaan Peralatan Penyaluran Tenaga Listrik SKDIR 114.K/DIR/2010 Reaktor No.Dokumen: 05-22/HARLUR-PST/2009.