mengetahui apakah dengan jumlah orang yang lebih sedikit dapat mengatasi pekerjaan yang ada dan mengetahui peningkatan beban kerja yang terjadi. Analisa
43
Universitas Kristen Petra
dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan FTE pada saat kondisi awal dan hasil perhitungan FTE pada saat kondisi usulan. Perbandingan hasil FTE dapat dilihat pada Tabel 4.23.
Tabel 4.23 Perbandingan Hasil Perhitungan Beban Kerja
Operator Mixing Sebelum Sesudah
VA NVA-Nec FTE VA NVA-Nec FTE
Maulid 15% 85% 0,72 17% 83% 0,84
Solik 15% 85% 0,69 16% 84% 0,75
Heru 14% 86% 0,64 18% 82% 0,66
Tabel 4.23 menunjukkan bahwa beban kerja kategori value added kondisi usulan mengalami peningkatan atau lebih besar (>) dari hasil perhitungan beban kerja kondisi awal. Angka yang lebih besar ini dikarenakan adanya penambahan elemen meratakan isi karung yang termasuk dalam kategori kegiatan value added. Tabel 4.23 menunjukkan bahwa beban kerja ketiga operator mengalami peningkatan.
Peningkatan ini terjadi dikarenakan jumlah penambahan elemen kerja, yaitu meratakan isi karung dan melabeli karung. Hal lain yang menjadi penyebab peningkatan adalah operator melakukan semua kegiatan tanpa ada bantuan dari asisten sehingga frekuensi kegiatan-kegiatan operator meningkat. Perbandingan data frekuensi kondisi awal dan data frekuensi kondisi usulan dapat dilihat pada Tabel 4.24.
Tabel 4.24 Perbandingan Data Frekuensi Kondisi Awal dan Kondisi Usulan Frekuensi Kegiatan Operator Maulid (per hari)
No. Kegiatan Sebelum Sesudah
1 Bersih-Bersih Mesin 13 13
2 Bersih-Bersih Karung 45 75
3 Mengambil Mb/Pigment 12 12
4 Mengambil Material 53 75
5 Buka Jahitan Karung 43 75
6 Menuang Material 89 75
44
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.24 Perbandingan Data Frekuensi Kondisi Awal dan Kondisi Usulan (sambungan)
Frekuensi Kegiatan Operator Maulid (per hari)
No. Kegiatan Sebelum Sesudah
7 Mengantongi Hasil 89 75
8 Meratakan Isi Karung - 44
9 Melabeli Karung - 12
10 Memindahkan Hasil 12 44
11 Bersih-Bersih Lantai 7 9
Tabel 4.24 menunjukkan frekuensi kondisi awal untuk kegiatan bersih-bersih karung adalah sebanyak 45 kali. Frekuensi kegiatan-bersih-bersih karung ini seharusnya sama dengan jumlah output PPM (kegiatan menuang material dan mengantongi hasil), yaitu sebanyak 89 kali. Kegiatan bersih-bersih karung ini dilakukan dengan menyemprotkan angin pada bagian atas karung, tetapi operator Maulid tidak melakukan kegiatan ini pada setiap karung material. Frekuensi kondisi awal untuk kegiatan buka jahitan karung adalah sebanyak 43 kali. Angka ini berbeda dengan frekuensi menuang material dan mengantongi hasil, yaitu sebanyak 89 kali. Perbedaan jumlah frekuensi ini disebabkan kegiatan buka jahitan karung dibantu oleh asisten operator mixing sehingga operator hanya membuka jahitan karung sebanyak 43 kali. Frekuensi kegiatan mengambil material berbeda dengan frekuensi kegiatan menuang material dan mengantongi hasil. Hal ini disebabkan pada kegiatan mengambil material operator juga dibantu oleh asisten operator mixing.
Frekuensi kondisi usulan untuk kegiatan bersih-bersih karung adalah sebanyak 75 kali. Angka ini dengan jumlah output PPM (kegiatan menuang material dan mengantongi hasil), yang berarti bahwa operator Maulid melakukan kegiatan bersih-bersih karung pada setiap karung material yang akan dikerjakan.
Frekuensi kondisi usulan untuk kegiatan mengambil material dan buka jahitan karung adalah sebanyak 75 kali. Angka ini sama dengan frekuensi kegiatan menuang material dan mengantongi hasil. Hal ini berarti kegiatan mengambil
45
Universitas Kristen Petra
material dan buka jahitan karung dikerjakan oleh operator Maulid dan sudah tidak dibantu oleh asistensi operator mixing atau operator mixing lainnya.
Analisis lainnya dilakukan pada pemindahan letak box MB/pigment dan dua palet material. Pemindahan ini dilakukan dengan tujuan mengurangi waktu transportasi yang digunakan untuk mengambil MB/pigment dan material.
Perbandingan waktu untuk kegiatan mengambil MB/pigment dan material dapat dilihat pada Tabel 4.25.
Tabel 4.25 Perbandingan Waktu Kegiatan Mengambil MB/pigment & Material
Kegiatan Waktu (detik) Perbedaan
Sebelum Sesudah Waktu (detik) Persentase (%) Mengambil
MB/pigment 40,86 37,78 3,08 8%
Mengambil
material 29,87 24,36 5,51 18%
Tabel 4.25 menunjukkan bahwa terjadi penurunan waktu untuk kegiatan mengambil MB/pigment dan untuk kegiatan mengambil material setelah dilakukannya improvement. Waktu penurunan yang terjadi untuk kegiatan mengambil MB/pigment adalah sebesar 3,08 detik atau penurunan sebanyak 8%
dari total waktu pada saat kondisi awal. Waktu penurunan yang terjadi untuk kegiatan mengambil material adalah sebesar 5,51 detik atau penurunan sebanyak 18% dari total waktu pada saat kondisi awal.
Penentuan jumlah tenaga kerja untuk kondisi usulan dilakukan untuk mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan setelah dilakukannya improvement. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada kondisi usulan juga dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada kondisi awal.
Perbandingan indeks nilai FTE dapat dilihat pada Tabel 4.26 dan Tabel 4.27.
46
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.26 Indeks Nilai FTE Kondisi Awal Kondisi Awal FTE Total
FTE
Jumlah Tenaga Kerja
Pengurangan Aktual Kebutuhan
Operator Mixing Maulid 0,72
2,6 4 3 1
Operator Mixing Solik 0,69 Operator Mixing Heru 0,64 Asisten Operator Mixing 0,55
Jumlah 4 3 1
Tabel 4.27 Indeks Nilai FTE Kondisi Usulan Kondisi Usulan FTE Total
FTE
Jumlah Tenaga Kerja
Pengurangan Aktual Kebutuhan
Operator Mixing Maulid 0,84
2,25 3 2 1
Operator Mixing Solik 0,75 Operator Mixing Heru 0,66
Jumlah 3 2 1
Tabel 4.27 menunjukkan bahwa total FTE pada kondisi usulan adalah 2,25.
Angka ini masuk dalam batas indeks nilai FTE dengan range > 1,28 dan < 2,56;
yang berarti bahwa dalam kondisi usulan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah dua orang. Angka ini lebih kecil dibandingkan beban kerja pada saat kondisi awal yang dapat dilihat pada Tabel 4.26, yaitu 2,6. Angka yang lebih kecil ini dikarenakan oleh total jumlah order yang ada di PPM berbeda pada saat kondisi awal dan saat kondisi usulan. Total jumlah order pada saat kondisi awal adalah sekitar ±6 ton dan total jumlah order pada saat kondisi usulan adalah sekitar ±4,5 ton.
Perhitungan untuk kondisi usulan dilakukan kembali dengan jumlah order yang disamakan dengan kondisi awal, yaitu sekitar ±6 ton. Frekuensi dari kegiatan-kegiatan operator mixing kondisi usulan dengan jumlah order sekitar ±6 ton dilihat dari PPM (Perintah Pencampuran Material). Frekuensi kegiatan operator mixing dapat dilihat pada Tabel 4.28.
47
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.28 Frekuensi Kegiatan Operator Mixing Kondisi Usulan Enam Ton
No Kegiatan Frekuensi (per hari)
Maulid Solik Heru
1 Bersih-bersih mesin 12 13 10
2 Bersih-bersih karung 89 81 71
3 Buka jahitan karung 89 81 71
4 Mengambil MB & pigment 12 13 10
5 Mengambil material 89 81 71
6 Menuang material 89 81 71
7 Mengantongi hasil 89 81 71
8 Meratakan isi karung 89 81 71
9 Melabeli karung 12 13 10
10 Memindahkan hasil 89 81 71
11 Bersih-bersih lantai 9 11 5
Frekuensi untuk kegiatan bersih-bersih karung, buka jahitan karung, mengambil material, menuang material, mengantongi hasil dilihat dari jumlah order yang ada pada PPM. Frekuensi mengambil MB & pigment, melabeli karung dilihat dari jumlah order yang akan dikerjakan selama satu hari. Frekuensi bersih-bersih mesin dilihat dari pergantian order dalam sehari. Frekuensi untuk kegiatan meratakan isi karung dilihat dari jumlah order dengan asumsi bahwa semua isi karung tidak rata (standar) dan perlu diratakan. Frekuensi memindahkan hasil juga dilihat dari jumlah order dengan asumsi bahwa setiap operator memindahkan sendiri karung hasil mixing tanpa bantuan dari orang lain. Frekuensi bersih-bersih lantai dengan asumsi memakai angka dari frekuensi usulan dengan total order
±4,5 ton. Frekuensi bersih-bersih lantai diambil dari usulan sebelumnya dikarenakan frekuensi ini hanya bisa didapatkan dari pengamatan.
Total perhitungan beban kerja periodical usulan dengan total order sekitar ±6 ton dapat dilihat pada Lampiran 24. Perhitungan beban kerja operator mixing secara keseluruhan dapat dilihat pada Lampiran 25. Total perhitungan beban kerja usulan dengan total order sekitar ±6 ton dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa usulan perbaikan yang dilakukan dapat dikatakan
48
Universitas Kristen Petra
berhasil. Perbandingan total beban kerja pada saat kondisi awal, usulan perbaikan, dan usulan dengan total order ±6 ton dapat dilihat pada Tabel 4.29.
Tabel 4.29 Perbandingan Beban Kerja Operator Mixing
Karyawan Awal range > 2,56 dan < 3,84 yang berarti bahwa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tiga orang.
Perhitungan untuk kondisi usulan dilakukan kembali pada saat kondisi dengan jumlah order yang tinggi, yaitu sekitar ±8 ton. Total perhitungan beban kerja periodical usulan dengan total order sekitar ±8 ton dapat dilihat pada Lampiran 26. Perhitungan beban kerja operator mixing secara keseluruhan dapat dilihat pada Lampiran 27. Total perhitungan beban kerja usulan dengan total order sekitar ±8 ton dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada saat kondisi dengan jumlah order tinggi.
Perbandingan total beban kerja pada saat kondisi awal, usulan perbaikan, usulan dengan jumlah order ±6 ton, dan usulan dengan jumlah order tinggi ±8 ton dapat dilihat pada Tabel 4.30.
49
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.30 Perbandingan Beban Kerja Operator Mixing Delapan Ton
Karyawan Awal
(±6 ton)
Usulan (±4,5 ton)
Usulan (±6 ton)
Usulan (±8ton) Operator
Mixing
Heru 0,64 0,66 0,81 1,00
Solik 0,69 0,75 0,98 1,19
Maulid 0,72 0,84 1,01 1,25
Asisten Operator
Mixing 0,55 - - -
Total FTE 2,6 2,25 2,8 3,44
Kebutuhan Jumlah
Tenaga Kerja 3 2 3 3
Beban kerja usulan ketiga operator mixing dengan total order sekitar ±8 ton masing-masing adalah 1,00 untuk operator Heru; 1,19 untuk operator Solik; dan 1,25 untuk operator Maulid. Tabel 4.29 menunjukkan bahwa total beban kerja usulan dengan total order ±8 ton adalah sebesar 3,44. Angka ini berada dalam range > 2,56 dan < 3,84 yang berarti bahwa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tiga orang.