• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Spesifikasi Masalah : Kecemasan Menyusun Skripsi B. Spesifikasi Kegiatan :

1. Bidang bimbingan : Belajar

2. Jenis Layanan : Konseling kelompok

3. Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pencegahan

4. Sasaran Layanan : Mahasiswa yang mengalami kecemasan (7 orang) C. Pelaksanaaan Layanan :

1. Waktu/tanggal : 60 menit / Rabu, 29 Januari 2014

2. Tempat : Mikro Teaching UKSW

3. Isi Bahasan :

a. Tahap Pembentukan : Kegiatan ini dimulai dengan ucapan selamat datang dan doa bersama yang dipimpin oleh penulis, kemudian penulis menjelaskan pengertian konseling kelompok serta asas dan pelaksanaannya.

b. Tahap Peralihan : penulis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan dan menanyakan kesiapan peserta untuk melaksanakan tahap kegiatan selanjutnya. Setelah semua anggota siap, maka kegiatan dilanjutkan pada tahap kegiatan.

c. Tahap Kegiatan : Penulis melanjutkan sesi terapi musik sebelumnya untuk menurunkan kecemasan peserta dalam menyusun skripsi. Terapi Musik (45 menit) Waktu 45 menit dibagi menjadi 2 sesi yaitu :

1) Sesi pemrograman Pikiran selama 10 menit. Pada sesi ini, peserta mendengarkan audio induksi untuk memasuki kondisi gelombang otak theta, melakukan relaksasi pikiran, dan kemudian memprogramkan pikiran dengan mengucapkan afirmasi atau sugesti yang dirancang untuk menurunkan kecemasan. Setelah melakukan sesi pemrograman pikiran selama 10 menit, peserta melanjutkan ke sesi terapi musik.

2) Sesi terapi musik selama 35 menit. Pada sesi terapi musik, peserta tidak perlu melakukan aktivitas apapun. Peserta hanya perlu duduk atau berbaring diam sambil menutup mata dan mendengarkan audio anxiety reduction dan membiarkan tubuh serta pikiran rileks. Peserta tidak perlu berkonsentrasi pada suara musiknya. Peserta juga tidak perlu

mengosongkan pikiran. Biarkan saja pikiran melayang kemana saja. Jika peserta mengantuk selama sesi terapi musik, peserta boleh tidur. Selama sesi terapi musik, peserta tidak disarankan untuk melakukan aktivitas fisik (gerakan fisik). Disarankan peserta duduk atau berbaring saja dan menikmati alunan musik.

d. Tahap Pengakhiran : kebanyakan tanggapan para peserta positif. Karena dengan layanan ini mahasiswa lebih tenang dan dapat lebih optimis dalam menyusun skripsi. Konseling kelompok ini ditutup dengan ucapan terima kasih kemudian berdoa bersama dan salam.

4. Evaluasi

a. Cara Penilaian : Melakukan pengamatan ketika layanan diberikan berdasarkan pedoman observasi, yaitu sebagai berikut :

Aspek yang diobservasi Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik Antusias Konseli Partisipasi Konseli Aktivitas Konseli Respon Konseli Kelancaran Layanan Suasana Layanan Catatan Khusus

Pada saat layanan diberikan peserta sangat antusias dan bersemangat. Peserta memberi tanggapan yang baik ketika penulis menanyakan kesan setelah mengikuti kegiatan.

b. Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian : Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil karena peserta mulai tenang dan lebih optimis dalam menyusun skripsi. Melalui komentar pesan dan kesan para peserta juga menyampaikan bahwa mereka merasakan kegiatan ini bermanfaat bagi diri mereka.

Salatiga, 29 Januari 2014 Penulis

Tantri Febria NIM. 132010089

SATUAN LAYANAN

BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Topik Bahasan : Kecemasan Menyusun Skripsi (Pertemuan III) B. Bidang Bimbingan : Belajar

C. Jenis layanan : Konseling kelompok

D. Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pengembangan

E. Tujuan Layanan : Menurunkan Kecemasan Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi

F. Metode : Terapi Musik

G. Uraian Kegiatan 1. Tahap Pembentukan

a. Ucapan selamat datang b. Doa bersama

c. Menjelaskan pengertian Konseling kelompok dan asas – asas didalamnya d. Menjelaskan tujuan diadakannya konseling kelompok

e. Menjelaskan cara pelaksanaanya 2. Tahap Peralihan

a. Menjelaskan kegiatan yang akan dijalani

b. Menanyakan kesiapan peserta untuk mengikuti kegiatan 3. Tahap Kegiatan

a. Penulis dan peserta memilih kecemasan menyusun skripsi untuk masalah yang akan diselesaikan.

b. Peserta menggunakan terapi musik dalam upaya menurunkan kecemasan. Terapi Musik (45 menit) Waktu 45 menit dibagi menjadi 2 sesi yaitu :

1) Sesi pemrograman Pikiran selama 10 menit. Pada sesi ini, peserta mendengarkan audio induksi untuk memasuki kondisi gelombang otak theta, melakukan relaksasi pikiran, dan kemudian memprogramkan pikiran dengan mengucapkan afirmasi atau sugesti yang dirancang untuk menurunkan kecemasan. Setelah melakukan sesi pemrograman pikiran selama 10 menit, peserta melanjutkan ke sesi terapi musik.

2) Sesi terapi musik selama 35 menit. Pada sesi terapi musik, peserta tidak perlu melakukan aktivitas apapun. Peserta hanya perlu duduk atau berbaring diam sambil menutup mata dan mendengarkan audio anxiety

reduction dan membiarkan tubuh serta pikiran rileks. Peserta tidak perlu berkonsentrasi pada suara musiknya. Peserta juga tidak perlu mengosongkan pikiran. Biarkan saja pikiran melayang kemana saja. Jika peserta mengantuk selama sesi terapi musik, peserta boleh tidur. Selama sesi terapi musik, peserta tidak disarankan untuk melakukan aktivitas fisik (gerakan fisik). Disarankan peserta duduk atau berbaring saja dan menikmati alunan musik.

4. Tahap Pengakhiran

a. Penulis menyatakan bahwa kegiatan akan diakhiri.

b. Peserta sedapat mungkin menyampaikan kesan pesan terhadap kegiatan ini. c. Bersama merencanakan kegiatan lanjutan.

d. Penutup

H. Sasaran Layanan : Mahasiswa BK – FKIP yang mengalami Kecemasan dalam menyusun skripsi

I. Waktu/tanggal : 60 menit / 29 Januari 2014

J. Penyelenggara layanan : Penulis K. Pihak yang diikutsertakan : -

L. Alat dan perlengkapan : Speaker, Laptop, CD terapi musik

M. Materi : -

N. Rencana Penilaian Dan Tindak Lanjut

Penilaian Proses

Mengamati perhatian, respon dan aktifitas peserta saat kegiatan layanan berlangsung. Panduan Observasi Aspek yang diobservasi Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik Antusias peserta Partisipasi peserta Aktivitas peserta Respon peserta Kelancaran Layanan Suasana Layanan Catatan Khusus

Penilaian hasil

a) Laiseg

Memberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

1. Apa manfaat yang diperoleh dari layanan tersebut?

2. Bagaimana perasaan anda setelah mengikuti layanan tersebut?

b) Laijapen

Memantau perkembangan peserta setelah pertemuan ke – 5 layanan diberikan berkaitan dengan kecemasan peserta dalam menyusun skripsi.

c) Laijapan

Memantau peserta dalam jangka satu bulan setelah layanan terapi musik diberikan untuk menilai kecemasan peserta dalam menyusun skripsi.

Salatiga, 29 Januari 2014 Penulis

EVALUASI KEGIATAN TERAPI MUSIK (PERTEMUAN III)

A. Spesifikasi Masalah : Kecemasan Menyusun Skripsi B. Spesifikasi Kegiatan :

1. Bidang bimbingan : Belajar

2. Jenis Layanan : Konseling kelompok

3. Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pencegahan

4. Sasaran Layanan : Mahasiswa yang mengalami kecemasan (7 orang) C. Pelaksanaaan Layanan :

1. Waktu/tanggal : 60 menit / Rabu, 29 Januari 2014

2. Tempat : Mikro Teaching UKSW

3. Isi Bahasan :

a. Tahap Pembentukan : Kegiatan ini dimulai dengan ucapan selamat datang dan doa bersama yang dipimpin oleh penulis, kemudian penulis menjelaskan pengertian konseling kelompok serta asas dan pelaksanaannya.

b. Tahap Peralihan : penulis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan dan menanyakan kesiapan peserta untuk melaksanakan tahap kegiatan selanjutnya. Setelah semua anggota siap, maka kegiatan dilanjutkan pada tahap kegiatan.

c. Tahap Kegiatan : Penulis melanjutkan sesi terapi musik sebelumnya untuk menurunkan kecemasan peserta dalam menyusun skripsi. Terapi Musik (45 menit) Waktu 45 menit dibagi menjadi 2 sesi yaitu :

1) Sesi pemrograman Pikiran selama 10 menit. Pada sesi ini, peserta mendengarkan audio induksi untuk memasuki kondisi gelombang otak theta, melakukan relaksasi pikiran, dan kemudian memprogramkan pikiran dengan mengucapkan afirmasi atau sugesti yang dirancang untuk menurunkan kecemasan. Setelah melakukan sesi pemrograman pikiran selama 10 menit, peserta melanjutkan ke sesi terapi musik.

2) Sesi terapi musik selama 35 menit. Pada sesi terapi musik, peserta tidak perlu melakukan aktivitas apapun. Peserta hanya perlu duduk atau berbaring diam sambil menutup mata dan mendengarkan audio anxiety reduction dan membiarkan tubuh serta pikiran rileks. Peserta tidak perlu berkonsentrasi pada suara musiknya. Peserta juga tidak perlu

mengosongkan pikiran. Biarkan saja pikiran melayang kemana saja. Jika peserta mengantuk selama sesi terapi musik, peserta boleh tidur. Selama sesi terapi musik, peserta tidak disarankan untuk melakukan aktivitas fisik (gerakan fisik). Disarankan peserta duduk atau berbaring saja dan menikmati alunan musik.

d. Tahap Pengakhiran : kebanyakan tanggapan para peserta positif. Karena dengan layanan ini mahasiswa lebih tenang dan dapat lebih optimis dalam menyusun skripsi. Konseling kelompok ini ditutup dengan ucapan terima kasih kemudian berdoa bersama dan salam.

4. Evaluasi

a. Cara Penilaian : Melakukan pengamatan ketika layanan diberikan berdasarkan pedoman observasi, yaitu sebagai berikut :

Aspek yang diobservasi Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik Antusias Konseli Partisipasi Konseli Aktivitas Konseli Respon Konseli Kelancaran Layanan Suasana Layanan Catatan Khusus

Pada saat layanan diberikan peserta sangat antusias dan bersemangat. Peserta memberi tanggapan yang baik ketika penulis menanyakan kesan setelah mengikuti kegiatan.

b. Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian : Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil karena peserta mulai tenang dan lebih optimis dalam menyusun skripsi. Melalui komentar pesan dan kesan para peserta juga menyampaikan bahwa mereka merasakan kegiatan ini bermanfaat bagi diri mereka.

Salatiga, 29 Januari 2014 Penulis

Tantri Febria NIM. 132010089

SATUAN LAYANAN

BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Topik Bahasan : Kecemasan Menyusun Skripsi (Pertemuan V) B. Bidang Bimbingan : Belajar

C. Jenis layanan : Konseling kelompok

D. Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pengembangan

E. Tujuan Layanan : Menurunkan Kecemasan Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi

F. Metode : Terapi Musik

G. Uraian Kegiatan 1. Tahap Pembentukan

a. Ucapan selamat datang b. Doa bersama

c. Menjelaskan pengertian Konseling kelompok dan asas – asas didalamnya d. Menjelaskan tujuan diadakannya konseling kelompok

e. Menjelaskan cara pelaksanaanya 2. Tahap Peralihan

a. Menjelaskan kegiatan yang akan dijalani

b. Menanyakan kesiapan peserta untuk mengikuti kegiatan 3. Tahap Kegiatan

a. Penulis dan peserta memilih kecemasan menyusun skripsi untuk masalah yang akan diselesaikan.

b. Peserta menggunakan terapi musik dalam upaya menurunkan kecemasan. Terapi Musik (45 menit) Waktu 45 menit dibagi menjadi 2 sesi yaitu :

1) Sesi pemrograman Pikiran selama 10 menit. Pada sesi ini, peserta mendengarkan audio induksi untuk memasuki kondisi gelombang otak theta, melakukan relaksasi pikiran, dan kemudian memprogramkan pikiran dengan mengucapkan afirmasi atau sugesti yang dirancang untuk menurunkan kecemasan. Setelah melakukan sesi pemrograman pikiran selama 10 menit, peserta melanjutkan ke sesi terapi musik.

2) Sesi terapi musik selama 35 menit. Pada sesi terapi musik, peserta tidak perlu melakukan aktivitas apapun. Peserta hanya perlu duduk atau berbaring diam sambil menutup mata dan mendengarkan audio anxiety reduction dan membiarkan tubuh serta pikiran rileks. Peserta tidak perlu berkonsentrasi pada suara musiknya. Peserta juga tidak perlu mengosongkan pikiran. Biarkan saja pikiran melayang kemana saja. Jika peserta mengantuk selama sesi terapi musik, peserta boleh tidur. Selama sesi terapi musik, peserta tidak disarankan untuk melakukan aktivitas fisik (gerakan fisik). Disarankan peserta duduk atau berbaring saja dan menikmati alunan musik.

4. Tahap Pengakhiran

a. Penulis menyatakan bahwa kegiatan akan diakhiri.

b. Peserta sedapat mungkin menyampaikan kesan pesan terhadap kegiatan ini. c. Bersama merencanakan kegiatan lanjutan.

d. Penutup

H. Sasaran Layanan : Mahasiswa BK – FKIP yang mengalami Kecemasan dalam menyusun skripsi

I. Waktu/tanggal : 60 menit / 5 Februari 2014

J. Penyelenggara layanan : Penulis K. Pihak yang diikutsertakan : -

L. Alat dan perlengkapan : Speaker, Laptop, CD terapi musik

M. Materi : -

N. Rencana Penilaian Dan Tindak Lanjut

Penilaian Proses

Mengamati perhatian, respon dan aktifitas peserta saat kegiatan layanan berlangsung.

Panduan Observasi Aspek yang diobservasi Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik Antusias peserta Partisipasi peserta Aktivitas peserta Respon peserta Kelancaran Layanan Suasana Layanan Catatan Khusus

Penilaian hasil

a) Laiseg

Memberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

1. Apa manfaat yang diperoleh dari layanan tersebut?

2. Bagaimana perasaan anda setelah mengikuti layanan tersebut?

b) Laijapen

Memberikan post test kepada peserta untuk menilai kecemasan peserta dalam menyusun skripsi.

c) Laijapan

Memantau peserta dalam jangka satu bulan setelah layanan terapi musik diberikan untuk menilai kecemasan peserta dalam menyusun skripsi.

Salatiga, 6 Februari 2014 Penulis

Dokumen terkait