• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONDISI UMUM

4.3. Kondisi Sosial-Budaya

5.2.2. Evaluasi Kenyamanan

Dari hasil analisis, diperoleh nilai Temperature Humidity Index (THI) lebih besar dari 27, kecuali pada riverscape di bawah naungan pohon (Tabel 18). Hal ini berarti, di lokasi studi (jalur pedestrian, Danau Teratai, dan riverscape) baik di bawah naungan pohon atau pun tanpa naungan pohon kurang memberikan kenyamanan termal bagi manusia.

Tabel 18. Hasil Penilaian THI

No Lokasi Kondisi Nilai THI Keterangan

1 Jalur Pedestrian Di bawah naungan pohon 29,09 Tidak Nyaman Tanpa naungan pohon 32,00 Tidak Nyaman 2 Danau Teratai Di bawah naungan pohon 29,09 Tidak Nyaman Tanpa naungan pohon 29,83 Tidak Nyaman 3 Riverscape Di bawah naungan pohon 26,45 Nyaman

Tanpa naungan pohon 30,75 Tidak Nyaman

Pada ketiga lokasi studi, nilai THI tanpa naungan pohon lebih besar dibandingkan di bawah naungan pohon. Nilai THI maksimum secara berurutan terjadi pada jalur pedestrian, riverscape, dan Danau Teratai tanpa naungan pohon sebesar 32,00; 30,75; dan 29,83. Hal ini dipengaruhi oleh penerimaan sinar matahari tanpa naungan pohon lebih besar dibandingkan di bawah naungan pohon.

Selain itu, pengukuran suhu tanpa naungan pohon dilakukan di atas perkerasan.

Perkerasan berpengaruh dalam menentukan tinggi rendahnya suhu udara.

Permukaan alami secara nyata menentukan seberapa besar radiasi diserap dan dipantulkan, yang juga menentukan besarnya suhu udara di atasnya. Semakin besar radiasi yang diserap permukaan, maka semakin tinggi suhu udara di sekitarnya. Oleh karena itu, pada area perkerasan memantulkan lebih sedikit dan menyerap lebih banyak radiasi sehingga kondisi udara di atas perkerasan lebih kering.

Tingginya aktivitas yang dilakukan di lokasi tanpa naungan pohon juga mempengaruhi tingginya nilai THI. Pada jalur pedestrian dan riverscape, nilai THI lebih besar dibandingkan pada Danau Teratai. Pengambilan suhu di kedua lokasi tersebut dilakukan di Jalan Siliwangi. Aktivitas seperti jumlah kenderaan yang lalu lalang di Jalan Siliwangi memberikan dampak yang besar terhadap kenaikan suhu di kedua lokasi tersebut. Pada Danau Teratai tanpa naungan pohon memiliki nilai THI tidak sebesar kedua lokasi studi lainnya (< 30). Hal ini disebabkan oleh pengaruh air pada danau namun tidak terlalu signifikan. Air merupakan elemen softscape yang dapat memberikan kesegaran dan ketenangan. Air juga mampu berpartisipasi dalam mengurangi radiasi matahari. Air dapat memantulkan radiasi dengan baik. Radiasi matahari juga cukup baik menyinari area ini.

Sedangkan nilai THI minimum yaitu 26,45 pada riverscape di bawah naungan pohon. Nilai ini termasuk ke dalam kategori nyaman (≤ 27). Sama halnya pada Danau Teratai, elemen air memberikan pengaruh yang cukup besar di lokasi ini. Kemampuan tanaman dalam memberikan keteduhan, mengurangi suhu, dan radiasi matahari dalam percabangannya, serta membantu dalam mengalirkan angin juga memberikan pengaruh yang cukup besar dalam memberikan kenyamanan di area ini. Angin bergerak secara bebas tanpa halangan keluar masuk dari rivescape ini.

Pada jalur pedestrian di bawah naungan memberikan rasa tidak nyaman dengan nilai THI sebesar 29,09. Hal ini dikarenakan jarak tanam antar pohon terlalu rapat dan dilakukan pada sisi kanan dan kiri jalur. Tajuk pohon ke dua sisi terlalu bersinggungan sehingga mengurangi jumlah angin yang masuk. Angin yang berada di Sentul City pada umumnya bergerak mengarah ke arah barat dengan

kecepatan 2,6 knot (mil/jam). Kecepatan angin ini cukup memberikan kenyamanan bagi manusia karena akan terasa di wajah dan di rambut, namun terhalang dengan pohon-pohon dengan jarak tanam rapat, ditambah lagi pengabungan pohon dengan semak dengan berbagai ketinggian. Akibatnya angin tidak dapat masuk ke arah jalur pedestrian. Pembentukan dua kanopi yang saling bersinggungan ini memiliki jarak yang juga terlalu rapat. Lebar jalur pedestrian 120 cm kurang sesuai diterapkan penanaman dengan menggabungkan dua kanopi pohon. Akibatnya bayangan yang ditimbulkan dari pohon tidak terlihat nyata.

Pada Danau Teratai, nilai THI di bawah naungan pohon dan tanpa naungan pohon perbedaannya tidak telalu signifikan yaitu 0,74. Penerimaan sinar matahari kedua tempat ini hampir sama. Pengaruh tanaman dalam memberikan naungan tidak terlalu besar. Pohon peneduh yang diharapkan dapat dijadikan sebagai penaung yang memberikan kenyamanan kurang berfungsi optimal. Pemilihan jenis pohon di Danau Teratai yaitu dominan pohon-pohon yang memiliki nilai estetika yang tinggi dan sedikit naungan.

Perubahan nilai THI ketiga lokasi studi untuk lebih jelasnya diperlihatkan dalam gambar 30 berikut ini.

Gambar 30. Grafik Hasil Pengukuran THI

Batas nyaman (21-27)

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

a b c

Nilai THI

a. jalur pedestrian; b. Danau Teratai; c. rivescape Di Bawah Naungan Tanpa Naungan

Dilihat dari segi tanaman, kenyamanan termal tergantung kepada jenis pohon yang digunakan. Karakteristik pohon yang baik digunakan dalam memberikan kenyamanan termal dapat dilihat dari 5 parameter; seperti dari tajuknya, kerapatan daun, cabang, daun, dan tingginya. Tajuk pohon sebaiknya lebar, dalam hal ini dapat memberikan naungan yang diiringi dengan kerapatan daun yang tinggi. Jenis daun yang baik dalam memberikan naungan adalah daun yang tidak memiliki masa gugur daun. Semakin banyak daun dengan percabangan yang menyebar, maka semakin baik dalam memberikan naungan. Daun juga sebaiknya memiliki tekstur halus dan ringan agar angin dapat mengalir secara bebas. Untuk lebih jelas, perhatikan tabel hasil evaluasi karakteristik tanaman dalam memberikan kenyamanan berikut ini.

Tabel 19. Hasil Evaluasi Fungsi Ekologis Tanaman (Persatuan Pohon) untuk Kenyamanan

No Nama Latin Tanaman

Karakteristik Tanaman

untuk Kenyamanan Nilai

Aktual Nilai

Standar KPI*) Keterangan

K1 K2 K3 K4 K5

1 Acacia mangium 2 3 3 3 2 13 20 0,65 Sesuai

2 Araucaria heterophylla 3 3 3 1 1 11 20 0,55 Kurang Sesuai

3 Areca catechu 2 2 1 1 1 7 20 0,35 Tidak Sesuai

4 Artocarpus communis 3 2 2 2 2 11 20 0,55 Kurang Sesuai

5 Averrhoa bilimbi 3 4 3 4 4 18 20 0,90 Sangat Sesuai

6 Bauhinia blakeana 4 3 3 3 3 16 20 0,80 Sesuai

7 Bismarckia nobilis 2 1 1 1 3 8 20 0,40 Tidak Sesuai

8 Caryota mitis 1 1 1 1 3 7 20 0,35 Tidak Sesuai

9 Cerbera manghas 4 4 3 3 4 18 20 0,90 Sangat Sesuai

10 Cocos nucifera 3 2 1 1 1 8 20 0,40 Tidak Sesuai

11 Elais guinensis 3 2 1 1 3 10 20 0,50 Kurang Sesuai

12 Erythrina cristagali 4 2 3 3 3 15 20 0,75 Sesuai

13 Ficus benjamina 3 4 3 4 3 17 20 0,85 Sangat Sesuai

14 Gmelina arborea 3 3 3 2 2 13 20 0,65 Sesuai

15 Manilkara kauki 3 4 3 4 4 18 20 0,90 Sangat Sesuai

16 Munthingia calabura 4 4 3 4 3 18 20 0,90 Sangat Sesuai

17 Paraserianthes falcataria 4 4 3 4 2 17 20 0,85 Sangat Sesuai

18 Phonix reobelenii 2 2 1 1 3 9 20 0,45 Kurang Sesuai

19 Phyllostachys sulphrurea 1 3 1 3 3 11 20 0,55 Kurang Sesuai

20 Pinus merkusii 4 3 3 3 3 16 20 0,80 Sesuai

21 Plumeria rubra 3 1 3 1 3 11 20 0,55 Kurang Sesuai

22 Pterocarpus indicus 4 4 3 3 2 16 20 0,80 Sesuai

23 Ptychosperma macarthurii 1 2 1 2 3 9 20 0,45 Kurang Sesuai

24 Ravenala madagascariensis 1 1 2 2 3 9 20 0,45 Kurang Sesuai

25 Roystonea regia 2 2 1 2 2 9 20 0,45 Kurang Sesuai

26 Samanea saman 4 3 3 4 2 16 20 0,80 Sesuai

27 Schefflera actinophylla 3 2 3 2 4 14 20 0,70 Sesuai

28 Spathodea campanulata 4 3 3 3 2 15 20 0,75 Sesuai

Keterangan : 0-1= Tidak Sesuai; 2= Kurang Sesuai; 3= Sesuai; 4= Sangat Sesuai

K1= Diameter tajuk pohon lebar(spreading, globular, dome, irregular) K2= Kerapatan daun tinggi

K3= Percabangan menyebar ke seluruh arahdan berada 5 meter di atas tanah K4= Tekstur daun halus dan ringan

K5= Tinggi tanaman sedang (< 15 meter)

*) KPI = Key Performance Indicator

0,25 - 0,44 = Tidak sesuai dengan standar 0,45 - 0,62 = Kurang sesuai dengan standar 0,63 - 0,80 = Sesuai dengan standar 0,81 - 1,00 = Sangat sesuai dengan standar

Sumber: Grey dan Deneke (1978), Simonds (1983), Suryowinoto (1995), dan Vitasari (2004)  

10.000 m

LEGENDA

JUDUL PENELITIAN

EVALUASI FUNGSI EKOLOGIS RTH DI KAWASAN REKREASI SENTUL CITY

JUDUL GAMBAR

KESESUAIAN POHON UNTUK KENYAMANAN

TANGGAL PENGESAHAN:

DIBUAT OLEH NUR AZMI DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. ALINDA F. M. ZAIN,

PARAF DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP

FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

SKALA NO. GAMBAR

31

ORIENTASI

TIDAK SESUAI KURANG SESUAI SESUAI

SANGAT SESUAI

160 meter

0 40 120

Dari hasil evalusi diatas dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu jenis pohon yang digunakan pada ketiga lokasi studi dominan sudah sangat sesuai dengan fungsi ekologisnya dalam memberikan kenyamanan termal. Terdapat 6 jenis pohon yang sangat sesuai yaitu belimbing wuluh, bintaro, sawo kecik, ceri dengan nilai KPI=0,90 serta beringin dan sengon dengan nilai KPI=0,85. Pohon yang tidak sesuai dalam memberikan kenyamanan termal terdapat 4 jenis pohon yaitu pinang, palm ekor ikan, bismark, dan kelapa. Sedangkan jenis pohon yang kurang sesuai sama dengan jenis pohon yang sesuai dalam memberikan kenyamanan yaitu 9 jenis pohon.

Jumlah pohon juga mempengaruhi kenyamanan termal yang diperoleh.

Semakin banyak pohon yang sesuai, maka semakin besar dalam memberikan kenyamanan termal. Tanaman yang kurang sesuai dalam memberikan kenyamanan termal dapat menjadi sesuai jika ditaman secara massal atau kontinyu. Tanaman yang ditanam secara kontinyu akan memberikan naungan.

Berikut tabel luas area tanaman yang tidak sesuai, kurang sesuai, sesuai, dan sangat sesuai dalam memberikan kenyamanan termal dari hasil GIS.

Tabel 20. Luas RTH dalam Memberikan Kenyamanan

No Kriteria Luas Efektif (m2) Proporsi Luas (%)

1 Tidak sesuai 217 m2 1 %

2 Kurang sesuai 1.572 m2 6 %

3 Sesuai 16.282 m2 63 %

4 Sangat sesuai 7.793 m2 30 %

TOTAL 25.864 m2 100 %

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dominan pohon yang digunakan di ketiga lokasi studi sesuai untuk fungsi kenyamanan yaitu dengan luas RTH sebesar 16.282 m2 atau 63%. Pohon yang sesuai ini menyebar di ketiga lokasi dan dominan terlihat pada riverscape (Gambar 31). Pohon yang kurang sesuai tidak terlalu menonjol sebesar 6% dengan luas 1.572 m2, namun terlihat pada gambar ditanam secara kontinyu atau berdekatan. Sedangkan pohon yang tidak sesuai hanya sebesar 1% dengan luas RTH 217 m2. Pohon yang tidak sesuai ini tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan suhu udara sekitar karena jumlahnya yang sedikit.

Dokumen terkait