• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Keperawatan

Dalam dokumen Disusun Oleh : AMALIA PUTRI AZIZAH (Halaman 45-99)

BAB I PENDAHULUAN

E. Konsep Asuhan Keperawatan

5. Evaluasi Keperawatan

Evaluasi adalah tahap akhir dari proses keperawatan yang merupakan perbandingan yang sistematis dan terencana antara hasil akhir yang teramati dan tujuan atau kriteria hasil yang di buat pada tahap perencanaan.

39 a. Suhu tubuh normal.

b. Kebutuhan cairan terpenuhi. c. Tidak terjadi perdarahan. d. Kebutuhan nutrisi terpenuhi.

40

BAB III TINJAUAN KASUS

Dalam BAB ini, penulis melaporkan kasus dengan Demam Berdarah Dengue pada klien An. F yang dirawat di Paviliun Badar Rumah Sakit Islam Jakarta. Dalam kasus ini, penulis melaporkan perawatan selama 4 hari terhitung mulai tanggal 11-14 Mei 2016, untuk melengkapi data-data ini. Penulis melakukan wawancara dengan klien dan keluarga, perawat yang bertugas, data-data dan catatan medis serta catatan perawat.

Laporan ini sesuai dengan tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan tahap evaluasi.

A. Pengkajian Keperawatan 1. Data dasar (terlampir) 2. Resume

An. F berusia 6 tahun berjenis kelamin laki-laki datang ke UGD Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih bersama orangtuanya pada tanggal 11 Mei 2017 pukul 12.05 WIB. Ibu mengatakan anak demam sudah 4 hari, suhu tubuh mencapai 41oC, makan hanya 3 sendok, minum hanya 5 gelas, hari ini belum BAB, muntah 4 kali sekitar setengah gelas, ada bintik-bintik merah di tangan. Saat pengkajian diperoleh data: kesadaran composmentis, nadi 100x/menit, pernapasan 18x/menit, suhu 37,8oC, konjungtiva ananemis, mukosa bibir dan mulut kering, capilarry refill < 2 detik, akral teraba hangat, hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 11 Mei 2017 pukul 12.23 WIB didapatkan data: Hemoglobin 14,7 g/dL (10,8-15,6), leukosit 7,32 103/µL (5,00-14,50 103/µL), Hematokrit 41% (33-45%), Trombosit 97 103/µL (181-521 103/µL). Masalah keperawatan pada An. F yaitu resiko defisit volume cairan, sudah dilakukan tindakan keperawatan yaitu diberikan terapi cairan Assering 16 Tpm dan therapy injeksi Ondansentron 20mg.

41

An. F di pindahkan ke Pavilliun Badar Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih pada tanggal 11 Mei 2017 pukul 12.40 WIB dengan diagnosa medis febris hari ke-4 vomitus (DHF). Pada saat di kaji ulang di dapatkan data: kesadaran composmentis, keadaan umu lemah, TD: 100/90mmHg, nadi: 80x/menit, suhu: 38,7oC, pernapasan: 20x/menit, konjungtiva ananemis, mukosa mulut dan bibir kering, nyeri epigastrium, ibu An. F mengatakan anak demam sudah 4 hari, makan dan minum sedikit.

Sesuai dengan data yang telah didapat dan hasil pengkajian pada An. F maka masalah keperawatan yang muncul adalah resiko devisit volume cairan, tindakan keperawatan yang telah dilakukan antara lain: menambahkan cairan intravena dengan cairan assering 16 tpm, mengkaji ulang keadaan umum, mengobservasi tanda-tanda vital, menganjurkan ibu untuk memberikan banyak minum, mengajurkan ibu mengkompres jika demam, memberikan therapi oral: Sanmol syr 1,5 sdo, therapy injeksi Ranitidine 20 mg.

3. Data Fokus

1) Data Subyektif

Orang tua mengatakan:

An. F masih demam, hari ini belum BAB, BAK sudah 1 kali, ada bintik-bintik merah di tangan, An. F makan 3 sendok, hanya minum 2 gelas lebih, suhu tubuh mencapai 41oC, muntah 4 kali sekitar setengah gelas, belum BAB. BB anak sebelum sakit adalah 21 kg, orang tua mengatkan cemas dengan kondisi anak saat ini. Anak mengatakan nyeri pada daerah perut terutama ulu hati dengan skala nyeri 5, frekuensi: sering, seperti ditekan-tekan, durasi: ±5menit, masih mual dan takut dengan jarum suntik.

2) Data Obyektif

Keadaan umum lemah, kesadaran composmentis, nadi 72 x/menit, TD 110/70 mmHg, suhu 38,7°C, pernapasan 25 x/menit, TB: 110 cm, BB:

42

19 kg (mengalami penurunan 2 kg), penurunan BB: 20-19/20 = 1/20= 5%, LILA: 14 cm, konjungtiva ananemis, akral teraba hangat, adanya ptekie pada ekstermitas atas, kapilary refill ˂ 2 detik, nyeri tekan pada daerah abdomen, bising usus: 10 x/menit. Anak tampak menahan sakit dan meringis kesakitan, anak tampak manja dan menjadi sangat tergantung pada orang tuanya terutama saat diperiksa oleh tenaga kesehatan, ibu An. F sering menanyakan kondisi dan perkembangan anaknya, ibu tampak cemas, anak F tampak mual dan meringis kesakitan, An. F selalu bertanya jika akan dilakukan tindakan.

Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 11 Mei 2016 pukul 18.00 WIB Hemoglobin : 15,00 g/dL (11,8-15,0 g/dL) Leukosit : 6,69 103/µL (5,00-14,50 103/µL) Hematokrit : 41% (40-52%) Trombosit : L 53 103/µL (181-521 103/µL) Penatalaksanaan:

a. Therapy Oral: Sanmol syr 3x1,5 sdo di berikan pada pukul 06, 12, 18 WIB.

b. Therapy Injeksi: Ranitidine 2x20 mg, diberikan melalui IV pada pukul 10 dan 22 WIB.

c. Therapy Cairan : infus assering 16 tpm (habis dalam 10 jam).

Intake: minum 2x250 : 500 cc cairan metabolisme 8,5x19 kg : 161,5 cc Infus 16 x 3 x 24: 1.152 cc + Jumlah : 1.813,5 cc Output: BAK 4x200 : 800 cc BAB : - Muntah 4x100 : 400 cc IWL (30-6) x 19 : 456 cc

43 Peningkatan suhu tubuh

(38,70-370) x12% x 1.450 : 295,8 cc + 1.951.8 cc

Balance cairan : intake – output : 1.813,5 cc – 1.951,8 = -138,3 cc Status dehidrasi : 21-19/21 x 100% = 9,5% (dehidrasi sedang)

4. Analisa Data

Data Masalah Etiologi

DS:

Orang tua mengatakan An. F saat ini masih demam, hanya minum setengah botol, BAK 1x

DO:

Keadaan umum lemah, nadi 72 x/menit, TD 110/80 mmHg, suhu 38,7°c, pernapasan 20x/menit, mukosa bibir dan mulut tampak kering, akral teraba hangat. Balance cairan: -138,3 cc/hari, status dehidrasi: dehidrasi sedang. Data penunjang: hasil laboratorium pada tanggal 19 Mei 2016, pukul 18.00 WIB Hemoglobin: 15,00 g/dL (10,8-15,6), Hematokrit: 41% (33-45).

Defisit volume cairan Peningkatan permeabilitas dinding kapiler

DS:

Orang tua mengatakan adanya bintik-bintik merah di tangan.

DO:

Keadaan umum tampak lemah, adanya ptekie di kulit klien pada ekstremitas atas. Hasil pemeriksaan laboratorium pada pukul 18.00 WIB, hasil trombosit: 53 103/µL (181-521).

Resiko tejadinya perdarahan masif

Trombositopenia

DS:

Klien mengatakan mual, orang tua mengatakan anak hanya makan sedikit (3 sendok).

DO:

Resiko perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh

44 anak tampak mual

A: TB: 110 cm, BB: 19 kg, LILA: 14 cm, penurunan BB 1 kg (BBI: 20-19/20=1/20=5%)

B: Hb 15,00 g/dL

C:konjungtiva ananemis, tidak terdapat tanda-tanda kekurangan nutrisi`

D: biasanya anak makan dirumah 3x / hari, mau makan apa saja, suka dengan semua makanan, namun saat ini anak hanya makan sedikit (3 sendok), makanan klien tampak masih utuh 1 porsi.

DS:

Anak mengatakan sakit di perut, dengan skala nyeri 5, frekuensi sering, rasanya seperti ditekan-tekan, lamanya ±5 menit.

P: proses penyakit

Q: nyeri sering, rasanya seperti ditekan-tekan

R: nyeri pada ulu hati. S: skala nyeri 5 T: lamanya ±5 menit

DO:

Anak tampak meringis, anak tampak memegangi perutnya

Gangguan rasa

nyaman: nyeri pada epigastrium

Proses patologi penyakit

DS:

anak mengatakan takut dengan jarum suntik.

DO:

anak tampak lebih tergantung pada orang tuanya, rewel saat diperiksa/ dilakukan prosedur tindakan oleh tenaga kesehatan.

Takut pada anak Dampak hospitalisasi: (prosedur tindakan)

DS:

Orang tua klien mengatakan cemas dengan keadaan anaknya

DO:

Cemas pada orang tua Kurangnya pengetahuan tentang penatalaksanaan pada anak dengan DHF

45 orang tua klien sering menanyakan keadaan dan perkembangan anaknya, orang tua tampak cemas, gelisah dan dominan diam

B. Diagnosa Keperawatan pada An. F

1. Defisit volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas dinding kapiler.

2. Resiko terjadi perdarahan masif berhubungan dengan trombositopenia.

3. Resiko perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat.

4. Gangguan rasa nyaman: nyeri epigastrium berhubungan dengan proses patologis penyakit.

5. Takut pada anak berhubungan dengan dampak hospitalisasi (prosedur tindakan)

6. Cemas pada orang tua berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penatalaksanaan pada anak dengan DHF.

C. Intervensi Keperawatan

1. Defisit volume cairan berhubungan dengan permeabilitas dinding kapiler

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. F selama 1x24

jam diharapkan defisit volume cairan teratasi

Kriteria hasil:

Membran mukosa bibir dan mulut lembab, intake dan output seimbang/ balance, tanda-tanda vital dalam batas normal (suhu:36,5°C, N: 75-100 x/menit RR: 20-30 x/menit TD:120/90 mmHg) tidak ada tanda presyok (akral tidak dingin), akral hangat, capiarry refill < 2 detik, hemoglobin (11,8-15,0 g/dL) dan hematokrit (33-45%)

46

Intervensi:

a. Observasi tanda-tanda vital setiap 3 jam sekali b. Observasi capillary refill setiap 3 jam sekali c. Monitor Intake dan Output

d. Anjurkan orang tua anak untuk memberikan minum sesuai kebutuhan 1.450 ml/hari

e. Anjurkan orang tua anak untuk kompres dengan air hangat f. Pantau cairan intravena: assering 16 tpm

g. Pantau hasil laboratorium (hemoglobin dan hematokrit)/12 jam

h. Kolaborasikan dengan dokter dalam pemberian therapy yang sesuai: therapy oral: sanmol 3x1,5 sdo (06,12, 18)

2. Resiko terjadinya perdarahan masif berhubungan dengan trombositopenia

Tujuan:

Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. F selama proses keperawatan diharapkan tidak terjadi perdarahan lebih lanjut

Kriteria hasil:

Tanda-tanda vital dalam batas normal (S:36,5°C, N: 75-100x/m, RR: 20-30x/m, TD: 120/90 mmHg), anak tampak tenang, tidak terjadi perdarahan (tidak adanya ptekie, melena, epitaksis, hematemisis), jumlah trombosit dalam batas normal (156.000-408.000/µL)

Intervensi:

a. Observasi tanda-tanda vital setiap 3 jam sekali

b. Monitor tanda-tanda penurunan trombosit yang diserta gejala klinis c. Monitor tanda-tanda perdarahan

d. Beri penjelasan pada klien/ keluarga untuk segera melaporkan jika tanda tanda perdarahan (epitaksis, melena, hematemesis).

e. Anjurkan klien untuk banyak istirahat

f. Anjurkan keluarga klien untuk memberikan sari kurma g. Pantau hasil laboratorium (trombosit)/12 jam

47

3. Resiko perubahan nurisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat

Tujuan:

Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. F selama proses keperawatan diharapkan resiko perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh tidak terjadi.

Kriteria hasil:

Tidak ada tanda-tanda malnutrisi (kurus, pipi tirus), BB dalam batas normal (20 kg), nafsu makan meningkat dan tidak mengeluh mual dan muntah

Intervensi:

a. Kaji riwayat nutrisi, temasuk makanan yang disukai b. Observasi dan catat masukan makanan klien/hari c. Monitor adanya perubahan BB, mual dan muntah d. Berikan makanan sedikit tapi sering

e. Berikan makan dalam keadaan hangat dan menarik f. Motivasi dan puji anak saat makan

g. Dampingi anak saat makan

h. Kolaborasikan dengan ahli gizi dalam pemberian diit yang sesuai (mudah dicerna dan diserap, rendah serat)

4. Gangguan rasa nyaman: nyeri epigastrium berhubungan dengan proses patologis penyakit

Tujuan:

Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. F selama 3×24 jam diharapkan rasa nyaman klien terpenuhi.

Kriteria hasil:

Nyeri berkurang dan hilang, skala nyeri :0-3

Tanda-tanda vital dalam batas normal, (suhu:36,5°C, N:75-100 x/menit, RR: 20-30 x/menit TD:120/90 mmHg), ekpresi wajah rileks.

Intervensi:

a. Observasi tanda-tanda vital setiap 3 jam sekali

48

c. Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman

d. Alihkan perhatian anak dengan memberikan terapi bermain di tempat tidur jika kondisi memungkinkan

e. Kolaborasikan dengan dokter untuk pemberian obat Ranitidine 2x20 mg (jam 10 dan 22)

5. Takut pada anak berhubungan dengan dampak hospitalisasi: (prosedur tindakan)

Tujuan:

Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. F selama 3×24 jam diharapkan anak tidak merasa takut pada saat hospitalisasi.

Kriteria hasil:

Anak mau berkomunikasi dengan perawat, anak kooperatif saat dilakukan prosedur tindakan, merasa nyaman saat hospitalisasi.

Intervensi:

a. Bina hubungan saling percaya

b. Lakukan komunikasi terapeutik dengan anak dan keluarga

c. Berikan penjelasan sesuai usia anak tentang prosedur yang akan dilihat d. Tanyakan pada anak dan orangtua tentang aktivitas pengalihan yang

disukai

e. Lakukan tindakan atraumatic care

f. Integrasikan terapi bermain dalam procedure tindakan g. Puji anak saat dilakukan procedure tindakan

h. Anjurkan pada orang tua untung mendampingi anak saat procedure tindakan

6. Cemas pada orang tua berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penatalaksanaan pada anak dengan DHF

Tujuan:

Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. F selama 2×24 jam diharapkan kecemasan orang tua dapat teratasi.

49

Kriteria hasil:

Wajah orangtua klien tampak rileks dan nyaman, keluaga dapat mengetahui tentang (pengertian, tanda dan gejala, penyebab, pencegahan dan cara perawatan).

Intervensi:

a. Kaji tingkat kecemasan orang tua

b. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit anak

c. Beri kesempatan keluarga bertanya bila ada yang kurang dimengerti d. Beri informasi pada orang tua tenang pencegahan dan perawatan

e. Berikan kesempatan kepada orangtua untuk mengungkapkan perasaannya

f. Libatkan orang tua saat melakukan tindakan keperawatan

D. Implementasi Keperawatan

Dalam rangka memberikan asuhan keperawatan dengan masalah yang ada pada An. F dengan kasus DHF serta rencana yang telah dibuat oleh penulis, penulis melakukan implementasi selama 4 hari perawatan yaitu dari 11 -14 Mei 2016.

Hari/tanggal Jam No. Dx Tindakan keperawatan dan hasil Paraf Kamis, 11 Mei 2017 13.00 13.05 13.06 5 3 3

Membina hubungan saling percaya

DS: ibu menyebutkan nama anaknya adalah An. F

DO: ibu An. F tampak mengungkapkan keluhan

Mengobservasi dan catat masukan makanan anak

DS: Ibu mengatakan anak hanya makan 3 sendok.

DO: makanan anak tampak masih banyak

Memonitor adanya perubahan BB, mual dan muntah

Amalia

Amalia

50 13.10 17.00 17.05 17.05 1 1,2,4 1 1

DS: Ibu mengatakan anak mual dan sudah muntah 4 kali seitar setengah gelas

DO: anak tampak pucat

Memonitor Intake dan Output

DS: ibu mengatakan anak hanya minum setengah botol dan hanya makan 3 sendok, sudah muntah 4x sebanyak setengah gelas, BAKnya tidak ada setengah botol 600ml DO: makanan anak masih tampak banyak Infus assering Intake: Infus : 16x3x8 50 cc AM : 54 cc minum : 300 cc+ total intake: 404 cc output: BAK : 200 cc IWL : 250,6 cc muntah: 4x100 400 cc+ total output: 850,6 cc

Mengobservasi tanda-tanda vital DS: ibu mengatakan anak masih demam DO: TD: 100/80mmHg, suhu: 38oC, n: 74x/m, RR: 22x/m, akral hangat

Mengobservasi capillary refill DS:

DO: < 2 detik

Memonitor intake dan output

DS: ibu mengatakan anak hanya minum 1 gelas dan makan hanya 1/4 porsi, BAK hanya sedikit dari botol aqua 600ml, belum BAB DO: makanan anak tampak masih tersisa banyak

Amalia

TIM

TIM

51 17.30 17.35 18.00 19.00 19.05 3 3 1 6 2 Infus assering Infus : 16x3x8 200 cc AM : 54 cc minum : 1x200 200 cc+ total intake : 454 cc output: BAK : 150 cc IWL : 250,6 cc + 400,6 cc

Memonitor adanya perubahan BB, mual dan muntah

DS: Ibu mengatakan anak masih mual tetapi sudah tidak muntah lagi

DO: anak tampak berkeringat

Mengobservasi dan catat masukan makanan anak

DS: Ibu mengatakan anak hanya makan 1/4 porsi.

DO: makanan anak tampak masih banyak

Memberikan therapy oral: sanmol syr 1,5 sdo DS: anak mengatakan mau minum obat sama ibunya saja

DO: anak tampak mau minum obat sesuai dosis 1,5 sdo

Mengkaji tingkat kecemasan orang tua DS: ibu mengatakan cemas dengan kondisi anaknya

DO: ibu tampak cemas dan selalu menanyakan keadaan anaknya

Memberi penjelasan pada anak/keluarga untuk segera melaporkan tanda-tanda perdarahan (epitaksis, melena, hematemesis)

DS: orang tua mengatakan jika ada tanda-tanda

TIM

TIM

TIM

Amalia

52 20.00 20.05 20.06 20.10 20.30 22.00 1,2,4 1 2 4 4 6

perdarah akan segera melaporkan ke perawat DO: orang tua tampak mengerti dan dapat menyebutkan kembali tanda-tanda perdarahan

Mengobservasi tanda-tanda vital DS: ibu mengatakan anak masih demam DO: TD: 110/70mmHg, suhu: 38,7oC, n: 76x/m, RR: 25x/m, akral hangat

Mengobservasi capillary refill DS: -

DO: < 2 detik

Mengobservasi tanda-tanda perdarahan DS: ibu mengatakan ada bintik-bintik merah ditangan

DO: adanya ptekie di ekstermitas atas

Mengkaji tingkat nyeri anak (skala, frekuensi, durasi)

DS: anak meringis

DO: anak tampak meringis dan menolak saat diajak berbicara

Memberikan lingkungan yang nyaman dan tenang

DS: ibu mengatakan anak dapat berisitirahat DO: anak tampak beristirahat saat dikunjungi perawat

Melibatkan orang tua saat melakukan tindakan keperawatan

DS: -

DO: anak tampak ditemani orang tua saat dilakukan tindakan Amalia Amalia Amalia Amalia TIM TIM

53 Jum’at 12 Mei 2017 22.00 22.05 23.00 23.05 02.00 02.05 05.00 4 1 1,2,4 1 1,2,4 1 1,2,4

Memberikan therapy injeksi: Ranitidine 20ml DS: -

DO: anak diberikan therapy injeksi Ranitidine 20 mg

Memberikan therapy cairan intravena: assering 16 tpm

DS: -

DO: anak diberikan therapy cairan intravena assering 16 tpm

Mengobservasi tanda-tanda vital DS: ibu mengatakan anak masih demam DO: TD: 100/70mmHg, suhu: 37,8oC, n: 72x/m, RR: 72x/m, akral hangat

Mengobservasi capillary refill DS:

DO: < 2 detik

Mengobservasi tanda-tanda vital

DS: ibu mengatakan demamnya sudah turun DO:

TD: 110/70mmHg, suhu: 37,7oC, n: 72x/m, RR: 22x/m, akral hangat

Mengobservasi capillary refill DS: -

DO: < 2 detik

Mengobservasi tanda-tanda vital

DS: ibu mengatakan demamnya sudah turun DO: TD: 100/80mmHg, suhu: 37,5oC, n: 72x/m, RR: 22x/m, akral hangat TIM TIM TIM TIM TIM TIM TIM

54 05.05 05.30 05.35 05.40 06.00 1 3 3 1 1

Mengobservasi capillary refill DS: -

DO: < 2 detik

Mengobservasi dan catat masukan makanan anak

DS: Ibu mengatakan anak hanya makan 1/4 porsi.

DO: makanan anak tampak masih banyak

Memonitor adanya perubahan BB, mual dan muntah

DS: ibu mengatakan anak sudah tidak mual lagi

DO: anak tidak pucat

Memonitor Intake dan Output

DS: ibu mengatakan anak hanya minum 2 gelas dan makan hanya 1/4 porsi, BAK hanya sedikit dari botol 600ml, belum BAB

DO: makanan anak tampak masih tersisa banyak Infus assering Infus : 16x3x8 200 cc AM : 54 cc minum : 2x200 400 cc+ total intake : 654 cc output: BAK : 100 cc IWL : 250,6 cc+ 350,6 cc

Memberikan therapy oral: sanmol syr 1,5 sdo DS: anak mengatakan mau minum obat sama ibunya saja

DO: anak tampak mau minum obat sesuai dosis TIM TIM TIM TIM TIM

55 06.10 07.05 07.10 08.00 08.05 08.06 3 4 3 1,2,4 1 2

Menganjurkan makan sedikit namun sering DS: orang tua mengatakan anak masih susah diberikan makan

DO: anak tampak menolak saat orang tua memberikan makanan

Mengobservasi tingkat nyeri klien (skala, frekuensi, durasi)

DS: anak mengatakan masih sakit didaerah perut, dengan skala: 5, sakitnya sering, kira-kira lamanya 5 menit

DO: anak tampak meringis dengan skala nyeri 5

Mengkaji riwayat nutrisi, termasuk makanan yang disukai

DS: ibu klien mengatakan biasanya anaknya makan sehari 3x, suka makan ayam dan tempe goreng. Tapi hari ini anaknya hanya makan setengah porsi walaupun sudah dibelikan makanan dari luar.

DO: makanan klien tersisa 1/2 porsi

Mengobservasi tanda-tanda vital

DS: ibu mengatakan demam anak sudah turun DO:

TD:90/70mmHg, nadi: 72x/m, suhu: 36,3oC, RR: 22x/m, akral hangat

Mengobservasi capillary refill DS: -

DO: < 2detik

Mengobservasi tanda-tanda perdarahan DS: ibu mengatakan masih ada bintik-bintik merah di tangan

DO: adanya pteki di ekstermitas atas

TIM Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia

56 08.07 08.08 08.15 08.15 09.00 09.00 09.50 1 3 1 2 5 1 1

Menganjurkan pada orang tua untuk memberikan minum sesuai kebutuhan, 1.450ml/hari atau 1,5 L botol aqua

DS: ibu mengatakan anak susah diberi minum DO: anak tampak hanya minum sedikit

Menganjurkan memberikan makan sedikit tapi sering

DS: ibu mengatakan anak tidak mau

DO: anak tampak menolak ketika diberi makan

Memantau hasil laboratorium (Hb dan Ht) DS: -

DO: Hb: 15,8 g/dL (10,8-15,6) dan Ht: 46% (33-45)

Memantau hasil laboratorium trombosit DS:-

DO: L 50 103/µL (181-521 103/µL)

Menanyakan kepada ibu tentang aktivitas pengalihan yang disukai

DS: ibu mengatakan anaknya suka bermain game yang ada di hp, menonton youtube dihp dan menonton TV, anak mau nonton TV DO: anak tampak sedang menonton TV

Memberikan therapy cairan intravena: assering 18 tpm

DS: -

DO: Klien di berikan cairan assering 18 tpm

Meloading cairan intravena: assering 200 cc DS: -

DO: klien di loading cairan intravena assering 200 cc Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia

57 09.55 09.56 09.58 10.00 10.01 11.00 11.05 5 5 5 4 5 1,2,4 1

Melibatkan orang tua saat melakukan tindakan keperawatan

DS: - DO:

klien tampak ditemani orang tua saat dilakukan tindakan

Melakukan tindakan atraumatic care DS: anak mengatakan takut

DO: anak tampak menutup mata saat akan dilakukan therapy injeksi

Memberi penjelasan kepada anak tentang tindakan yang akan dilakukan

DS: anak mengatakan takut DO: anak tampak takut

Memberikan therapy injeksi: Ranitidine 20ml DS: klien mengatakan takut dan perih DO: klien tampak takut dan menangis

Memuji anak saat di lakukan procedure tindakan

DS: -

DO: anak tampak diam

Mengobservasi tanda-tanda vital DS: ibu mengatakan anak demam lagi DO:

TD: 100/70mmHg, n: 72x/m, suhu: 37oC, RR: 24x/m, akral hangat

Mengobservasi capillary refill DS: - DO: < 2 detik Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia

58 11.30 11.31 11.32 11.33 11.35 1 3 3 3 1

Memberikan therapy cairan intravena: assering 14 tpm

DS: -

DO: anak diberikan therapy cairan intravena assering 14 tpm

Mengobservasi dan catat masukan makanan anak

DS: Ibu mengatakan anak hanya makan 1/4 porsi.

DO: makanan anak tampak masih banyak

Memonitor adanya perubahan BB, mual dan muntah

DS: Ibu mengatakan anak masih sedikit mual DO: anak tampak pucat

Memotivasi dan puji anak saat makan DS: -

DO: klien tampak diam saat diberi motivasi

Memonitor intake dan output

DS: ibu mengatakan anak hanya minum satu gelas lebih sedikit dan hanya makan 1/4 porsi, muntah 1x, BAKnya tidak ada setengah botol 600ml, belum BAB

DO: makanan anak masih tampak banyak Infus assering Infus : 16x3x8 550 cc AM : 54 cc minum : 1x250 250 cc+ total intake : 854 cc output: BAK : 150 cc IWL : 152 cc muntah: 100 cc+ 402 cc Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia

59 12.00 12.05 12.10 14.00 14.05 17.00 17.05 1 4 2 1,2,4 1 1,2,4 1

Memberikan therapy oral: sanmol syr 1,5 sdo DS: anak mengatakan mau minum obat sama ibunya saja

DO: anak tampak mau minum obat dengan ibunya sesuai dosis

Mengobservasi tingkat nyeri klien (skala, frekuensi, durasi)

DS: anak mengatakan sakit di perutnya sudah berkurang setelah di suntik tadi, deengan skala: 3, sakitnya jarang, kira-kira lamanya 5 menit

DO: anak tampak masih kesakitan, skala nyeri 3

Menganjurkan anak untuk banyak istirahat DS: anak mengatakan iya

DO: anak tampak beristirahat di bednya

Mengobservasi tanda-tanda vital

DS: ibu mengatakan anak sudah tidak demam DO:

TD: 100/70 mmHg, suhu: 36oC, n: 76x/m, RR: 24x/m, akral hangat

Mengobservasi capillary refill DS: -

DO: < 2 detik

Mengobservasi tanda-tanda vital

DS: ibu mengatakan anak sudah tidak demam DO:

TD: 100/70mmHg, suhu: 36oC, n: 74x/m, RR: 22x/m, akral hangat

Mengobservasi capillary refill DS: DO: < 2 detik Amalia Amalia Amalia TIM TIM TIM TIM

60 17.30 17.35 17.40 18.15 18.15 3 3 1 1 2

Mengobservasi dan catat masukan makanan anak

DS: Ibu mengatakan anak hanya makan 1/2 porsi.

DO: makanan anak tampak masih banyak

Memonitor adanya perubahan BB, mual dan muntah

DS: Ibu mengatakan anak masih sedikit mual DO: anak tampak berkeringat

Memonitor intake dan output

DS: ibu mengatakan anak hanya minum satu gelas lebih sedikit dan hanya makan 1/2 porsi, BAKnya tidak ada setengah botol 600ml, belum BAB

DO: makanan anak masih tampak banyak Infus assering Infus : 14x3x8 300 cc AM : 54 cc minum : 1x250 250 cc+ total intake : 604 cc

Dalam dokumen Disusun Oleh : AMALIA PUTRI AZIZAH (Halaman 45-99)

Dokumen terkait