• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Kinerja lulusan oleh Pihak Pengguna Lulusan

Dalam dokumen AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA (Halaman 55-60)

Bentuk kegiatan, Pelaksanaan dan Hasilnya

1. Bentuk Kegiatan Minat dan Bakat (ekstra kurikuler) a) Ketersediaan klub-klub Olah Raga seperti;

3.3.1. Evaluasi Kinerja lulusan oleh Pihak Pengguna Lulusan

Adakah studi pelacakan (Tracer study) untuk mendapatkan hasil evaluasi kinerja lulusan dengan pihak pengguna?

tidak ada ada

Jika ada, uraikan metode, proses dan mekanisme kegiatan studi pelacakan tersebut. Jelaskan pula bentuk tindak lanjut dari hasil kegiatan ini.

Tracer study bertujuan untuk mengetahui hasil Pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia Pendidikan tinggi ke dunia kerja dan industri, keluaran pendidikan berupa penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, proses Pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi Pendidikan tinggi terhadap pemerolehan kompetensi serta input Pendidikan berupa penggalian lebih lanjut terhadap informasi lulusan.

Tujuan itu antara lain:

a) Untuk memperoleh informasi penting berupa umpan balik alumni sebagai perbaikan, pengembangan sistem dan pengelolaan pendidikan perguruan tinggi, baik fasilitas, polapengajaran dan pembelajaran, proses, serta pelayanan,

b) Sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui relevansi Pendidikan tinggi dengan pekerjaan (hard skill, soft skill, faktor internal/eksternal, kompetensi, kontribusi, dsb), c) Sebagai umpan balik bagi jaminan kualitas program studi atau dalam menentukan

kebijakan pendiidkan

d) Untuk membantu program studi dalam proses akreditasi,

e) Memberikan masukan dan data penting bagi Human Resource (HRD) perusahaan mengenai karakteristik alumni/lulusan program studi itu sendiri,

f) Memberikan bukti empiris mengenai alumni terkait pekerjaan, awal karir, relevansi pekerjaan alumni dengan pendidikan tinggi, dsb,

g) Sebagai informasi bagi mahasiswa, orang tua, dosen, administrasi pendidikan dan para pelaku pendidikan mengenai alumni/lulusan perguruan tinggi

Tracer Study dilaksanakan setiap tahun secara konsistent oleh Pembentukan Tim Tracer study sesuai dengan SK Dekan Fakultas Teknik UNPATTI No.45/UN13.1.6/SK/2018.

55 BORANG AKREDITASI III-A Teknik Sistem Perkapalan - UNPATTI Metode

Dalampelaksanaan Tracer study, hal pertama yang dilakukan adalah pengumpulan data base responden/alumni. Teknik pengumpulan data base dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1) Mengambil data base alumni melalui Ikatan Alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Data tersebut di dampling secara rendem sebanyak 20 alumni dan 10 Pengguna lulusan.

2) Membuat kuesioner Tracer Study (TS) dan menyebarkan kuesioner tersebut ke Para Alumni.

3) Pengolahan data kuesioner TS secara diskritif

Proses dan Mekanisme Pelaksanaan

Mekanisme yang dipakai Program Studi TSP untuk melacak dan merekam jejak alumni adalah Tracer study atau yang sering disebut sebagai survei alumni atau survei “follow up”. Studi ini mampu menjaring berbagai informasi yang bermanfaat bagi kepentingan evaluasi pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas lulusan. Tracer study juga bermanfaat untuk mendapatkan informasi penting tentang kebutuhan pasar kerja yang harus disiapkan oleh Pendidikan tinggi. Program Studi TSP melakukan pelacakan dan perekaman data lulusan dengan menyebarkan kuisioner Tracer study kepada alumni melalui website dan email. Kuisioner yang telah kembali akan diolah dan dianalisis oleh Tim Tracer study untuk mendapatkan gambaran tentang profil alumni, jenis pekerjaan, mutu lulusan serta informasi tentang waktu tunggu lulusan.

Kegiatan Tracer study dilaksanakan dalam empat tahapan, yaitu: 1) Tahap perencanaan dan persiapan,

2) Tahap pelaksanaan Tracer study,

3) Tahap penutupan kuesioner dan analisis data, 4) Tahap laporan.

Kuesioner Tracer study mengadopsi dari beberapa core quessionaire yang disesuaikan dengan kebutuhan dari Program Studi TSP.

Secara umum, pelaksanaan Tracer study Sistem Perkapalan dilakukan melalui berbagai macam proses.

56 BORANG AKREDITASI III-A Teknik Sistem Perkapalan - UNPATTI rencana kerja dan pengumpulan data base alumni, yang diperoleh dari Prodi. Database yang diperoleh ini kemudian diberikan kepada Tim untuk dilengkapi, terutama terkait alamat email dan nomor kontak karena dalam pelaksanaan Tracer study Prodi, kedua hal tersebut merupakan kebutuhan utama dalam berkomunikasi dengan alumni.

Data base yang didapat dari ketiga cara ini pada dasarnya saling melengkapi kebutuhan data base itu sendiri. Tim Tracer study memberikan data base alumni secaralengkapnamun data alamat, nomorkontak yang tidak update. Prodi memiliki fungsi untuk memeriksa ketepatan jumlah alumni yang diperoleh dari Tim Tracer study. Sementara Tim Tracer study sangat berperan dalam melengkapi data base yang diperoleh dari Tim Tracer study dan Prodi, terutama untuk memberikan alamat email dan nomor kontak yang terbaru.

Setelah data base yang diperoleh lengkap, Tim Tracer study kemudian mengirimkan

email dan WhatsApp permohonan pengisian kuesioner kepada alumni. Data yang

diperoleh dari alumni yang sudah mengisi kuesioner akan disimpan dalam server Tracer study, untuk kemudian diolah dan dianalisis, sementara alumni yang belum mengisi kuesioner akan dilaporkan kembali pada Surveyor.

Hasil yang diperoleh dari laporan yang diberikan kepada Surveyor kemudian dikembalikan kepada Tim Tracer study. Oleh Tim Tracer study, laporan yang dikembalikan dapat berupa perbaikan database ataupun rekomendasi pengiriman kembali email permohonan pengisian kuesioner kepada alumni. Proses ini berjalan hingga waktu pelaksanaan Tracer study berakhir, yaitu tiga bulan.

Selama tiga bulan pelaksanaan Tracer study, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. a. Pengiriman email kepada seluruh alumni ([email protected]) hanya

dilakukan sekali dalam seminggu, kecuali Surveyor memberikan rekomendasi untuk mengirimkan email lebih dari sekali. Pengiriman email blast hanya dilakukan kepada alumni yang belum mengisi kuesioner. Pada bulan ke-3 (terakhir), dilakukan dua teknik pelaksanaan yang berbeda dalam pengingat pengisian kuesioner kepada alumni yang belum mengisi.

b. Kedua teknik yang dimaksud adalah pengiriman permohonan menggunakan SMS dan menghubungi via telepon. Kedua hal ini harus dilakukan dengan rekomendasi dari surveyor pula.

57 BORANG AKREDITASI III-A Teknik Sistem Perkapalan - UNPATTI Selanjutnya hasil studi pelacakan pengguna lulusan dirangkum dalam tabel berikut: Nyatakan angka persentasenya(*) pada kolom yang sesuai.

No. Jenis Kemampuan

Tanggapan Pihak pengguna

RencanaTindakLanjut Oleh Pihak Program Studi Sangat

baik Baik Cukup Kurang ( % ) ( % ) ( % ) ( % )

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Integritas (etika dan moral)

85 15 0 0 Peningkatan pembinaan softskill bagi para lulusan menjelang akhir masa studi, pembinaan mental dan ketaqwaan dalam kegiatan keagamaan, Pembudayaan penilaian yang transparan

2 Keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme)

80 20 0 0 Evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkala dengan melibatkan alumni melalui kuliah – kuliah pemberdayaan maupun melalui stake holder terkait bidang ilmu. Penerapan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) secara konsisten

3 Bahasa Inggris 35 60 5 0 Menyarankan dan melibatkan mahasiswa dalam mengikuti klub – klub debat berbahasa inggris di tingkat Fakultas maupun Universitas serta mengarahkan mahasiswa tingkat akhir untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris melalui pemberian tugas dalam literatur Bahasa inggris 4 Penggunaan

Teknologi Informasi

75 25 0 0 Membiasakan mahasiswa untuk mengoptimalkan IT sebagai media pembelajaran, komunikasi online dalam penyelesaian berbagai tugas perkuliahan.

5 Komunikasi 72 28 0 0 Menghimbau dan mewajibkan seluruh alumni untuk terlibat dalam grup – grup ikatan alumni melalui media social seperti WA group, Facebook dll pada setiap lokasi. Komunikasi yang dibangun dapat berupa ide pengembangan program studi yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan kerja di lapangan, kemudian meminta gagasan dan pendapat yang berupa umpan balik dari lulusan maupun dari pengguna lulusan.

6 Kerjasama tim 70 30 0 0 a) Melibatkan alumni dalam berbagai kuliah pemberdayaan sesuai bidang keahliannya sebagai upaya menciptakan bursa kerja bagi para lulusan yang masih belumkerja.

b) Meningkatkan Sistem pembelajaran berbasis SCL (Student Center Learning).

7 Pengembangan diri

74 26 0 0 Program studi memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan tambahan melalui pelatihan software terapan maupun kuliah pemberdayaan dari para alumni atau pakar.

TOTAL (a)=481 (b)=215 (c)=5 (d)=0

Pendekatan Temu Alumni dilakukan per lokasi daerah dengan target prioritas sesuai yang direncanakan oleh Tim setiap tahun. Pendekatan Bursa Kerja: (dilakukan melalui pendekatan ke beberapa perusahan yang telah bersedia melibatkan alumni dalam perusahaan mereka, dan dalam tahapan penjajakan untuk kerjasama secara resmi, demi mempekerjakan para alumni yang memenuhi syarat kebutuhan perusahan sesuai target yang dimilikinya).

58 BORANG AKREDITASI III-A Teknik Sistem Perkapalan - UNPATTI tersendiri terkait kondisi pekerjaan mereka saat ini. Penilaian Alumni Teknik Permesinan Kapal/Teknik Sistem Perkapalan terkait pekerjaan ini adalah seputar kelebihan dan kekurangan pekerjaan mereka saat ini serta gambaran pekerjaan ideal yang mereka harapkan. Penilaian alumni terhadap pekerjaan ini pada dasarnya merupakan masukan penting bagi perusahaan yang menginginkan Alumni Teknik Permesinan Kapal/Teknik Sistem Perkapalan bekerja di perusahaannya. Penilaian ini penting mengingat dengan mengetahui apa yang diharapkan dari Alumni Teknik Permesinan Kapal/Teknik Sistem Perkapalan dari perusahaan maka kesempatan Alumni Teknik Permesinan Kapal/Teknik Sistem Perkapalan untuk berkontribusi dan berkembang serta loyalitas di perusahaan tersebut akan semakin lebih baik.

Hasil dan Tindak lanjut kegiatan TS.

Berdasarkan hasil pelacakan terhadap lulusan perlu ada perbaikan: 1) Proses pembelajaran

Dari seluruh data hasil pelacakan yang diperoleh, secara rata-rata dapat diketahui bahwa hasil pembelajaran yang dilaksanakan pada program studi Teknik Sistem Perkapalan, ternyata kemampuan berbahasa Inggris perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pembelajaran. Hasil pelacakan menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris lulusan Fakultas Teknik mendapat penilaian mulai dari cukup 5%; baik 60% dan sangat baik 35%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa mahasiswa harus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris seperti diberikan tugas kuliah dengan literatur berbahasa Inggris, disarankan mengikuti kursus, dibentuknya conversation class, dan memanfaatkan teknologi informasi lainnya selama proses pembelajaran.

Secara menyeluruh, proses pembelajaran melalui bahan kajian yang ada dalam setiap mata kuliah mewajibkan dosen mata kuliah untuk selalu mengaitkan mata kuliah yang diajarkan terhadap implementasi mata kuliah tersebut di lapangan kerja, seperti kajian yang telah dilakukan oleh tim kurikulum terhadap mata kuliah CNC seperti yang tertera pada standar 5, dimana mata kuliah tersebut pada akhirnya dijadikan sebagai mata kuliah wajib karena merupakan salah satu kebutuhan mendasar di lapangan kerja, Metode pembelajaran yang terapkan selama ini seperti ceramah monolog yang berorientasi SCL perlu ditingkatkan lagi seperti pemberian tugas mata kuliah langsung menggunakan objek atau sistem yang melayani di kapal sehingga mahasiswa lebih mengenal secara jelas tentang sistem – sistem yang melayani di kapal. Kegiatan praktikum yang dilaksanakan telah menjawab kebutuhan selain hard skill tetapi juga soft

59 BORANG AKREDITASI III-A Teknik Sistem Perkapalan - UNPATTI

skill. Ketersediaan sumber belajar untuk mendukung proses pembelajaran masih harus

ditingkatkan, seperti penambahan referensi di perpustakaan dimana jumlah buku teks perlu ditambahkan lagi dari jumlah yang tersedia, jurnal keahlian langganan sehingga perkembangan ilmu dan teknologi sesuai keahlian yang terkini dapat terbaca dengan jelas.

Dalam dokumen AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA (Halaman 55-60)

Dokumen terkait