• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai dengan Tahun Berjalan

Dalam dokumen PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT (Halaman 111-124)

4. Sumber Daya Manusia (SDM)

2.2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai dengan Tahun Berjalan

Evaluasi kinerja pembangunan daerah merupakan suatu proses untuk menilai kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. Melalui evaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan akan dihasilkan informasi kinerja yang dapat menjadi masukan bagi proses perencanaan dan penganggaran yang didukung oleh ketersediaan informasi dan data yang lebih akurat, sehingga program pembangunan menjadi lebih efisien, efektif, disertai dengan akuntabilitas pelaksanaannya yang jelas. Keberhasilan pencapaian sasaran pada semua tingkat pelaksanaan pembangunan akan dapat diukur dengan menggunakan indikator kinerja yang telah didefinisikan secara tepat sebelumnya.

Evaluasi terhadap status dan kedudukan pencapaian kinerja pembangunan daerah dilakukan dengan menggunakan Indikator Kinerja Utama yang mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan.

2.2.1. Bidang Pendidikan

Kebijakan pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Lombok Barat telah sesuai dengan amanat UUD 1945 tentang anggaran pendidikan sebesar minimal 20%

dari total APBD Kabupaten Lombok Barat. Angka Melek Huruf (AMH) yang menggambarkan proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis pada tahun 2011 telah mencapai 77,62% dan untuk nilai Rata-Rata Lama Sekolah / Mean Years Schooling (MYS) yang menggambarkan penduduk usia 15 tahun ke atas yang bersekolah pada tahun 2011 mencapai 6,09% atau dapat dikatakan pada tahun 2011 rata – rata lama sekolah penduduk Lombok Barat diatas rata – rata pendidikan dasar 6 tahun.

Capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) pada tahun 2012 untuk jenjang SD/MI/SLB sebesar 103,94%, untuk jenjang SMP/MTs/SLB APK mencapai 99,17% dan untuk jenjang SMA/SMK/MA/SLB sebesar 73,87%. Capaian Angka Partisipasi Murni (APM) untuk jenjang pendidikan SD/MI/SLB pada tahun 2012 sebesar 98,70%, untuk jenjang SMP/MTs/SLB sebesar 81,22% dan untuk jenjang SMA/SMK/MA/SLB mencapai 59,63%.

Kondisi ini menggambarkan bahwa untuk semua jenjang pendidikan di Kabupaten Lombok Barat baik SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA berada dalam kondisi

ketersediaan dan keterjangkauan yang sangat memadai, di samping itu indikator ini juga menggambarkan bahwa kondisi kesejahteraan dan pendapatan masyarakat Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 meningkat sangat signifikan.

2.2.2. Bidang Kesehatan

Kebijakan pembangunan di bidang kesehatan di Kabupaten Lombok Barat difokuskan pada serta kualitas pelayanan kesehatan dasar, dengan sasaran : menurunkan angka kematian ibu dan anak, pencegahan penyakit menular, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar dan penanganan gizi buruk.

Tingkat derajat kesehatan di Kabupaten Lombok Barat dapat dilihat dari beberapa indikator, antara lain : angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (AKI) serta angka usia harapan hidup (UHH).

Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2012 mencapai 10,87/1000 kelahiran hidup mengalami penurunan sebesar 0,03% dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 10,9/1000 kelahiran hidup, untuk Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2012 mencapai 61/100.000 kelahiran. Angka usia harapan hidup Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2011 mencapai 61,28 hal ini menunjukkan bahwa tingka keshatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat terus mengalami peningkatan.

2.2.3. Bidang Pekerjaan Umum

Proporsi jaringan jalan dalam kondisi baik pada tahun 2012 telah terealisasi sebesar 93,75% sedangkan tahun 2013 menargetkan 357,18 Km dari 334,86 Km yang telah terealisasi. Jaringan irigasi pada tahun 2012 baru terealisasi 26,26% dari target sepanjang 12.238 Km, sedangkan pada tahun 2013 jaringan irigasi ditargetkan mencapai 11.812 Km. Luas irigasi di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 telah terealisasi sepanjang 5.957 Ha dari target 7.861 Ha atau sebesar 75,78%.

Rasio Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pada tahun 2012 mencapai 15,90%

atau telah terealisasi 0,14% dari 0,88% target yang telah ditetapkan atau terdapat 107 buah tempat pembuangan sampah (TPS), jumlah tempat sampah yang ada masih perlu ada penambahan untuk menambah tingkat kebersihan dan kerapihan di Kabupaten Lombok Barat. Panjang jalan yang dilalui roda 4 yakni 422,98 Km atau telah terealisasi

sebesar 98,83% dari target 427,98 Km, panjang jalan yang memiliki trotoar dan drainase pada tahun 2012 telah terealisasi sebesar 3 Km dari target 4 Km.

2.2.4. Bidang Perumahan

Jumlah rumah tangga yang telah menggunakan air bersih di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 mencapai 109.755 rumah atau telah terealisasi sebesar 69,11%

dari target yang telah ditetapkan sebesar 158.813 rumah. Jumlah penduduk yang memiliki akses air minum yakni sebesar 409.830 jiwa atau telah terealisasi sebesar 67,62% sedangkan rumah tangga yang bersanitasi berjumlah 99.471 rumah pada tahun 2012.

2.2.5. Bidang Penataan Ruang

Sesuai dengan amanat UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang bahwa seluruh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota diwajibkan untuk menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai payung terhadap semua kebijakan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang. Kondisi Kabupaten Lombok Barat yang penuh dinamika mempunyai tantangan dan tuntutan yang semakin kompleks.

Rasio Ruang Terbuka Hijau (RTH) per satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB pada tahun 2012 mencapai 12,30 Ha atau telah terealisasi sebesar 61,62% dari target sebesar 19,30%. Realisasi bangunan ber – IMB pada tahun 2012 mencapai 298 unit dari target sebesar 360 unit, sedangkan pada tahun 2013 kembali menargetkan sebanyak 360 unit dan baru terealisasi sebesar 24% selama tahun 2013 berjalan.

2.2.6. Bidang Perencanaan Pembangunan

Prioritas pembangunan daerah tahun 2014 ditetapkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang telah disepakati berdasarkan aspirasi masyarakat yang kemudian ditetapkan menjadi prioritas pembangunan daerah tahun 2014, antara lain : (a) Peningkatan kualitas dan ketersediaan pelayanan pendidikan masyarakat, (b) Peningkatan Kualitas dan ketersediaan pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Lombok Barat, (c) Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur daerah, (d) Memperluas destinasi pariwisata dan meningkatkan pemberdayaan industri kecil dan menengah yang menunjang sektor pariwisata, perdagangan, hotel serta restoran, (e) Peningkatan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan, (f) Pencegahan bencana alam

dan pengendalian lingkungan hidup, (g) Peningkatan kinerja aparatur dan penegakan supremasi hukum dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik.

Sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan sesuai dengan hasil Musrenbang, maka diterbitkan suatu dokumen perencanaan atau yang dikenal dokumen RKPD. Jumlah dokumen perencanaan berupa dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2013 ditargetkan berjumlah 100 eksemplar dimana telah terealisasi sebesar 100% pada tahun 2012, sedangkan pada tahun 2013 juga ditargetkan sebanyak 100 eksemplar dokumen RKPD tahun 2014.

2.2.7. Bidang Perhubungan

Pembangunan sektor perhubungan menyangkut 3 (tiga) aspek, yaitu perhubungan darat, perhubungan laut dan perhubungan udara. Perhubungan darat utamanya transportasi darat sangat dibutuhkan dalam melayani kebutuhan masyarakat terutama untuk menggerakkan perekonomian baik di tingkat pedesaan hingga di perkotaan. Jumlah arus penumpang pada tahun 2012 yakni 1.551.701 orang atau mencapai 103,44% dari target yang ditetapkan dan pada tahun 2013 hingga bulan Maret telah terealisasi sebanyak 536.271 orang yang telah diangkut menggunakan angkutan umum, hal ini mengindikasikan bahwa minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum sangat tinggi sebab angkutan umum merupakan sarana transportasi vital bagi perekonomian masyarakat.

Uji Kir sebagai salah satu persyaratan bagi kendaraan untuk layak jalan, pada tahun 2012 mencapai 3.423 unit angkutan umum yang telah di lakukan uji Kir atau telah terealisasi 97,27% dari target yang telah ditetapkan, hal ini dapat dikatakan bahwa sebanyak 97,27% angkutan umum sangat layak jalan demi melayani kebutuhan masyarakat di bidang transportasi. Sementara itu pada tahun 2013 hingga bulan Maret jumlah angkutan umum yang telah di – uji Kir mencapai 818 unit dari target sebanyak 3.805 unit kendaraan.

Retribusi yang berasal dari bidang perhubungan seperti pengujian kendaraan bermotor, terminal angkutan umum, ijin trayek dan jasa parkir menjadi bagian terpenting dalam menambah pendapatan asli daerah Kabupaten Lombok Barat, hal ini terlihat dari antara lain jumlah retribusi yang berasal dari pengujian kendaraan bermotor mencapai Rp. 201.975.000,- atau terealisasi 134,14% dari target sebesar

Rp. 150.570.000,- retribusi dari jasa parkir khusus mencapai Rp. 45.080.000,- dari Rp.

37.740.000,- atau terealisasi sebesar 119,44% begitu juga retribusi yang berasal dari retribusi parkir tepi jalan umum yang mencapai Rp. 80.710.000,- atau 100,08% dari target tahun 2012.

Fasilitas perhubungan bagi kelancaran berlalu lintas juga merupakan bagian dari pelayanan masyarakat seperti pemasangan rambu dan marka jalan. Pada tahun 2012 jumlah rambu yang dipasang sebanyak 133 buah dan marka jalan sebanyak 1.187 m2. 2.2.8. Bidang Lingkungan Hidup

Pencemaran status mutu air yang terjadi di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 mencapai 52% dari target 87,50% sementara itu untuk tahun 2013 pencemaran status mutu air ditargetkan sebesar 87,50%. Untuk cakupan penghijauan wilayah rawan longsor dan sumber mata air yakni 34 lokasi dari 45 lokasi yang ditargetkan, sedangkan pada tahun 2013 ditargetkan sebanyak 60 lokasi. Jumlah kasus penegakkan hukum lingkungan pada tahun 2012 ditargetkan mencapai 1.050 kasus dan telah terealisasi sebanyak 505 kasus atau 48,10%. Cakupan pengawasan pelaksanaan Amdal pada tahun 2012 ditargetkan 7 usaha kegiatan dan telah terealisasi sebesar 71,43%

atau sebanyak 5 usaha kegiatan.

Pada tahun 2012 pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat telah mengelola sampah mencapai 72.000 m3 atau baru terealisasi 35,90% dari target 200.447 m3, jumlah TPS pada tahun 2012 yakni sebanyak 107 buah dan diharapkan terdapat penambahan unit TPS disebabkan jumlah penduduk yang terus meningkat yang mengakibatkan semakin meningkatnya volume sampah agar tercipta kebersihan dan kerapihan di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Barat.

2.2.9. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil

Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat dalam melaksanakan peraturan dimana setiap warga harus memiliki identitas diri telah mewajibkan masyarakat untuk memiliki identitas, pada tahun 2011 jumlah penduduk yang telah memiliki KTP sebanyak 63.485 jiwa atau baru 11,86% dari jumlah penduduk yang wajib memiliki KTP, penduduk yang memiliki akte kelahiran sebanyak 22.313 jiwa. Diharapkan seluruh penduduk Lombok Barat yang telah sesuai persyaratan memiliki KTP dan akte kelahiran agar hak-hak dan kewajibannya dapat menjadi jelas.

2.2.10. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Salah satu kebijakan dan program Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Lombok Barat adalah meningkatkan upaya perlindungan terhadap anak melalui pencegahan kekerasan dalam rumah tangga serta perdagangan perempuan dan anak.

Peran pemerintah daerah dalam pemberdayaan perempuan di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 dapat dikatakan cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan jumlah partisipasi angkatan kerja perempuan yang mencapai 164.200 atau sebesar 58% dari target yang telah ditetapkan. Persentase perempuan yang bekerja di lembaga pemerintah juga telah melebihi dari target yang telah ditetapkan atau mencapai 103,98%. Kasus – kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang diselesaikan pada tahun 2012 mencapai 205 kasus atau 96,70% dari target yang telah ditetapkan.

2.2.11. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Kinerja di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada tahun 2011 yaitu jumlah rata – rata anak per keluarga telah terealisasi sebesar 99,09%, rasio akseptor KB telah terealisasi sebesar 98,57%, realisasi cakupan peserta KB aktif mencapai 101,33% atau melebih dari target, serta Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I mencapai 144.406 KK dari target 141.768 atau melebihi dari target yakni mencapai 101,86%.

2.2.12. Bidang Sosial

Jumlah sarana sarana sosial seperti Panti Asuhan, Panti Jompo dan Panti Rehabilitasi di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 yaitu 35 unit dimana telah terealisasi sebanyak 100% dan pada tahun 2013 ditargetkan mencapai 45 unit.

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Lombok Barat yang memperoleh bantuan sosial pada tahun 2012 baru mencapai 57.228 orang atau baru terealisasi sebesar 25% dari target yang telah ditetapkan sebesar 114.456 orang.

2.2.13. Bidang Ketenagakerjaan

Jumlah penduduk pada tahun 2012 mencapai 617.998 jiwa yang terdiri dari 302.340 jiwa penduduk laki – laki dan 315.658 jiwa penduduk perempuan. Dari jumlah penduduk usia produktif pada tahun 2012 angka partisipasi angkatan kerja Kabupaten Lombok Barat

sebesar 281.077 orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 6.609 orang, pencari kerja yang ditempatkan pada tahun 2012 sebanyak 3.833 orang laki-laki dan 293 orang perempuan. Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 mencapai 500 jiwa atau terealisasi sebesar 62% dari target yang ditetapkan sebesar 800 jiwa, untuk tahun 2013 tingkat pengangguran terbuka ditargetkan sebanyak 960 jiwa.

Kasus – kasus ketenagakerjaan di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 kasus kecelakaan pada waktu bekerja, perselisihan buruh dan pengusaha serta angka perselisihan industrial pada dasarnya tidak diharapkan terjadi atau 0 kasus namun terdapat beberapa kasus yang terjadi yakni 1 kasus kecelakaan pada waktu bekerja, 1 kasus perselisihan buruh dan pengusaha dan 10 kasus perselisihan industrial.

2.2.14. Bidang Koperasi dan UKM

Kinerja pemerintah daerah dalam memberdayakan ekonomi menengah terwujud melalui koperasi, pada tahun 2011 jumlah koperasi di Kabupaten Lombok Barat mencapai 308 unit dimana seluruhnya berstatus koperasi aktif.

2.2.15. Bidang Penanaman Modal

Kabupaten Lombok Barat termasuk daerah dengan investasi yang menjanjikan, terbukti dengan terealisasinya 110 proyek pada tahun 2012 atau telah tercapai 94%

dari target sebesar 117 proyek baik dari penanam modal asing maupun dalam negeri, pada tahun 2013 hingga bulan Maret terdapat 127 proyek investasi atau 91% dari target yang telah ditetapkan. Nilai investasi nasional yang berasal dari asing maupun dalam negeri pada tahun 2012 mencapai Rp. 627,64 milyar lebih atau baru terealisasi 37%. Investasi yang dilakukan mampu menyerap tenaga kerja yakni baru mencapai 6% atau sebanyak 1.596 orang.

2.2.16. Bidang Kebudayaan

Dalam bidang kebudayaan Kabupaten Lombok Barat secara rutin tetap melakukan kegiatan rutin berupa kegiatan seni dan budaya sebagai upaya untuk selalu melestarikan seni dan budaya daerah. Pada tahun 2012 terdapat 3 paket penyelenggaraan festival seni dan budaya dan pada tahun 2013 tahun berjalan juga telah terealisasi 3 paket penyelenggaraan festival seni dan budaya.

2.2.17. Bidang Statistik

Pencatatan data – data mengenai demografi, ekonomi, kesehatan dan pendidikan serta data – data mengenai Kabupaten Lombok Barat dirangkum dalam dokumen yaitu Lombok Barat Dalam Angka. Pendataan dan pencetakan dilakukan berdasarkan kerja sama antara Bappeda Kabupaten Lombok Barat dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Barat. Pada tahun 2012 ditargetkan dokumen Lombok Barat Dalam Angka sebanyak 130 eksemplar dan telah terealisasi juga sebesar 130 eksemplar. Selain mengenai data – data umum Kabupaten Lombok Barat, Bappeda beserta BPS Kabupaten Lombok Barat juga menerbitkan dokumen mengenai Pendapatan dan struktur ekonomi daerah yakni dokumen PDRB Kabupaten, pada tahun 2012 telah dilakukan pencetakan sebanyak 40 eksemplar dokumen PDRB Kabupaten atau telah terealisasi 100% dari target sebanyak 40 eksemplar dan pada tahun 2013 juga ditargetkan sebanyak 40 eksemplar dengan anggaran sebesar Rp. 5.000.000,-.

2.2.18. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri

Peran pemerintah daerah dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat masih perlu ditingkatkan, hal ini dapat terlihat dari kegiatan pembinaan politik yang hanya dilaksanakan 1 kali dalam 1 tahun, kegiatan monev terhadap parpol, ormas dan LSM juga dilakukan kurang dari 12 kali atau hanya ditargetkan 10 kali dan terealisasi 10 kali. Kegiatan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan di lingkungan masyarakat oleh pemerintah daerah melalui kegiatan pengendalian keamanan lingkungan (KOMINDA) hanya ditargetkan 10 kali dan telah terealisasi sebesar 100%, kegiatan monitoring dan evaluasi pemeliharaan Kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal juga hanya dilakukan 10 kali dalam 1 tahun, begitu juga dengan monitoring terhadap pemberantasan penyakit masyarakat (PEKAT) hanya terealisasi 10 kali dimana seharusnya minimal 1 kali dalam 1 bulan atau 12 kali monitoring.

2.2.19. Bidang Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian Satuan Polisi Pamong Praja (Pol. PP) sebagai bagian dari aparat perangkat daerah yang berfungsi dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Lombok Barat memiliki rasio perbandingan terhadap jumlah penduduk sangat rendah yakni hanya terdapat 3 petugas dalam 10.000 penduduk pada tahun 2012, jumlah

tersebut perlu dilakukan penambahan agar tercipta suasana yang kondusif. Dalam menjaga ketertiban polisi pamong praja rutin melakukan patroli di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Barat dimana pada tahun 2012 telah dilakukan 96 kalil patroli dalam 1 tahun, selain itu peraturan daerah yang diterbitkan agar tercipta keteraturan di masyarakat telah ditegakkan sebanyak 9 kali yang artinya masyarakat sangat mendukung dari kebijakan pemerintah daerah melalui perda yang diterbitkan dimana hanya 0,75 kali pelanggaran perda yang terjadi dalam 1 tahun. Hal serupa juga dapat dilihat dari tingkat penyelesaian pelanggaran K3 yang hanya mencapai 29 kali dalam 1 tahun, diharapkan pada tahun – tahun berikutnya tingkat pelanggaran K3 lebih rendah lagi.

Sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Barat khususnya dalam bidang tekhnologi informasi (TI) juga terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya seperti melakukan pelatihan dan workshop mengenai sistem informasi manajemen. Pada tahun 2012, telah dilakukan pelatihan terhadap SDM pemerintah daerah khususnya di bidang TI yakni sebanyak 71 peserta yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta dapat diterapkan dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat.

2.2.20. Bidang Ketahanan Pangan

Dalam bidang ketahanan pangan pada tahun 2012 pemerintah daerah telah menetapkan 1 regulasi ketahanan pangan, memberdayakan 51 kelompok tani yang mampu berkembang dan mandiri serta membentuk 10 kelompok tani dan wanita yang mampu mengolah sumber pangan alternatif. Yang masih belum maksimal adalah penanganan daerah rawan pangan dimana baru terealisasi 54,35% pada tahun 2012, desa mandiri pangan yang baru mencapai 60% atau baru terdapat 3 desa pasca mandiri dan 2 desa mandiri. Selain itu pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi sumber pangan yang beragam dimana baru terealisasi sebesar 62,5% melalui sosialisasi – sosialisasi dan pelatihan.

2.2.21. Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Pembangunan di pedesaan merupakan salah satu bagian penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat. Program kegiatan yang dilakukan dalam rangka memberdayakan masyarakat pedesaan dalam rangka peningkatan partisipatif masyarakat dalam pembangunan desa antara lain program /

kegiatan Gerakan Terpadu Membangun Desa (Gerdu Bangdes), Program Pengembangan Sistem Pembangunan Partisipatif (P2SPP), Program Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (ND Pola P2KP), Posyandu, PKK, LPM dan LSM.

Rata – rata Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 yakni 88 kelompok dimana terdapat 1 kelompok LPM di 1 desa, demikian juga dengan kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terdapat 98 kelompok atau terdapat 1 kelompok PKK di setiap desa pada tahun 2012. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 berjumlah 58 kelompok, sedangkan untuk pelayanan di masyarakat dalam bidang kesehatan yang dilaksanakan dalam bentuk Posyandu aktif dimana telah tercapai 100% atau terdapat 692 kelompok Posyandu aktif pada tahun 2012.

2.2.22. Bidang Pemuda dan Olah Raga

Pemerintah Kabupaten sangat mendukung dengan adanya kegiatan kepemudaan dan olahraga seperti pembentukan organisasi kepemudaan, organisasi olahraga dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kepemudaan dan olahraga. Pada tahun 2012 Kabupaten Lombok Barat memiliki 412 buah organisasi pemuda dan 169 buah organisasi olahraga, kegiatan-kegiatan yang dilakukan yakni sebanyak 66 kegiatan kepemudaan dan 138 buah kegiatan dalam bidang olahraga. Namun berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat baru terdapat 2 Gelanggang olahraga di kecamatan Gerung dan kecamatan Lingsar. Sarana tersebut perlu dilakukan penambahan agar minat masyarakat dalam bidang olahraga dapat tersalurkan sehingga tidak menjerumuskan para pemuda melakukan kegiatan-kegiatan yang negatif.

2.2.23. Bidang Kearsipan

Dalam hal pengelolaan arsip, pada tahun 2011 baru terdapat 40 % yang mampu mengelola arsip secara baku. Namun sumber daya manusia (SDM) yang mampu dalam hal pengelolaan arsip yakni sebanyak 60 %.

2.2.24. Bidang Komunikasi dan Informatika

Dalam bidang komunikasi dan informatika kinerja pemerintah daerah dapat terlihat dari yakni terdapatnya 1 website milik pemerintah daerah pada tahun 2012 yang berguna

sebagai sarana bagi masyarakat dalam rangka mendapatkan informasi dan menyampaikan pendapat serta kritikan bagi kinerja pemerintah daerah sehingga dapat tercipta komunikasi 2 (dua) arah yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat Kabupaten Lombok Barat.

2.2.25. Bidang Perpustakaan

Fasilitas perpustakaan yang disediakan pemerintah sebagai sarana masyarakat untuk menambah ilmu pengetahuan dengan cara membaca belum menunjukkan kinerja yang meningkat, dimana pada tahun 2011 jumlah perpustakaan masih berjumlah 11 unit yang terdiri dari 1 milik pemerintah dan 10 milik non pemerintah.

Pada tahun – tahun selanjutnya perlu adanya peningkatan sarana perpustakaan sehingga dapat melayani masyarakat lebih maksimal.

2.2.26. Bidang Pertanian

Kinerja di dalam bidang pertanian diukur melalui peningkatan produktifitas bahan pangan dapat dikatakan berhasil, pada tahun 2012 produktifitas bahan pangan lokal seperti Padi mencapai 170.075 Ton, produksi bahan pangan lainnya seperti Jagung mencapai 22.192 Ton kemudian Kelapa mencapai 14.822 Ton. Dalam bidang peternakan pemerintah daerah telah melebihi dari target yang ditetapkan pada tahun 2012 seperti populasi Sapi mencapai 80.881 ekor dan Kambing mencapai 40.297 Ton dengan produktifitas daging mencapai 1.717,89 Ton, sementara untuk populasi Unggas (ayam dan itik) mencapai 1.551.149 ekor dengan produk telur sebanyak 1.754,54 Ton.

2.2.27. Bidang Kehutanan

Dalam bidang kehutanan, pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2012 telah melakukan pembuatan tanaman reboisasi seluas 100 Ha serta pemeliharaan tanaman reboisasi untuk tahun I juga seluas 100 Ha. Selain itu juga dilakukan pengembangan hutan rakyat yakni seluas 100 Ha. Dalam realisasi terhadap Pro Environment pemerintah daerah melakukan penghiijauan lingkungan dimana pada tahun 2012 telah melakukan penghijauan seluas 138.465 batang pohon dan pembuatan bibit tanaman kehutanan sebanyak 35.000 batang pohon. Kerusakan kawasan hutan masih terjadi di Kabupaten Lombok Barat yakni kerusakan yang diakibatkan perambahan hutan seluas 518 Ha, kerusakan hutan akibat penebangan liar seluas 15 m3 dan masih terdapat lahan kritis dalam kawasan hutan yakni sebesar

Rp.10.232,41 Ha. Sektor kehutanan juga merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi dalam PDRB Lombok Barat, pada tahun 2012 kontribusi bidang kehutanan mencapai Rp. 1.786.722.000,- serta menghasilkan PAD bagi Lombok Barat sebesar Rp 380.332.691 atau sebesar 47,83% dari target yang telah ditetapkan, sedangkan tahun 2013 baru terealisasi sebesar Rp 32.151.475 atau baru sebesar 3,64%.

2.2.28. Bidang Sumberdaya Mineral dan Energi

Sektor pertambangan merupakan salah satu yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Lombok Barat, kontribusi yang berasal dari retribusi pemanfaatan air tanah sebesar Rp. 52.650.000 atau melebih target yang mencapai 113.95%, kemudian retribusi yang berasal dari ijin usaha pertambangan berjumlah Rp.206.950.000 atau baru terealisasi sebesar 12,17% dari target sebesar

Sektor pertambangan merupakan salah satu yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Lombok Barat, kontribusi yang berasal dari retribusi pemanfaatan air tanah sebesar Rp. 52.650.000 atau melebih target yang mencapai 113.95%, kemudian retribusi yang berasal dari ijin usaha pertambangan berjumlah Rp.206.950.000 atau baru terealisasi sebesar 12,17% dari target sebesar

Dalam dokumen PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT (Halaman 111-124)

Dokumen terkait