• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah 28 mngg 70 Paraf Ka.Beng :

3. Evaluasi Pembelajaran Praktik Model PBET dan kendala yang dihadap

Evaluasi pembelajaran praktik mahasiswa tahun pertama dibagi dua hal pokok terkait dengan kegiatan yang dilakukan yaitu penilaian kompetensi dan penilaian produksi. Baik penilaian kompetensi maupun penilaian produksi terdiri dari penilaian obyektif (terkait dengan hasil kerja mahasiswa berupa benda kerja / produk dan penilaian subyektif terkait dengan performance mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. ( lihat CL 22 ). Penilaian obyektif terhadap hasil kerja, dilaksanakan setelah hasil kerja berupa produk selesai dikerjakan oleh mahasiswa, sedangkan yang bersifat subyektif dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan kompetensinya di unit standar kompetensi. Kriteria yang dipakai dalam menentukan kompetensi mahasiswa adalah kwalitas kerja, kecepatan kerja, pengetahuan kerja, sikap, disiplin, dan kreativitas. Instrumen penilaian umum ( dipakai oleh semua mahasiswa ) ditetapkan oleh pudir praktik, sedangkan penilaian yang menyangkut subyektivitas tingkat disusun secara kelompok menurut tingkatnya masing-masing. ( lihat CL 23 ). Sistem penilaian dilakukan secara terbuka, artinya apabila mahasiswa merasa bahwa nilai tidak sesuai dengan hasil yang telah dibuat, diberi kesempatan untuk mengecek hasil kerjanya secara bersama-sama dengan Instruktor penilai.

Pada dasarnya kemampuan mahasiswa dalam bekerja dituntut 2 hal yaitu mahasiswa diharapkan bekerja dengan cepat dan hasilnya baik, namun kenyataannya kriteria tersebut menjadi berkembang menurut kemampuan masing- masing mahasiswa, ada yang cepat hasilnya tidak baik, ada yang lambat tapi

hasilnya baik, ada yang lambat dan hasilnya tidak baik, dan sebagainya. Pemberian reward dilakukan apabila mahasiswa dapat menyelesaikan tugas melebihi target yang ditentukan dengan hasil penilaian baik (nilai > 7,0 dari rentang nilai 0 sampai 10,0 ). ( lihat CL 23 ). Untuk menilai tingkat keberhasilan mahasiswa dalam pembelajaran praktik adalah apabila nilai kemampuan yang dicapai mahasiswa dari kegiatan pembelajaran praktik ( baik penilaian obyektif maupun penilaian subyaktif ) sama atau lebih besar dari nilai standar yang ditentukan yaitu 5,51. ( lihat CL 23 ). Berdasarkan data-data yang diperoleh dalam penelitian yang dilakukan ditemukan kendala yang dihadapi pada pelaksanaan pembelajaran praktik model PBET tahun pertama, sebagai berikut : ( lihat CL 4 ) a. Kemampuan awal mahasiswa yang berbeda-beda karena latar belakakang

pendidikan mereka yang berbeda ( dari SMA- IPA/IPS, dari SMK- mesin / listrik / otomotif )

b. Perubahan kebiasaan, dari kebiasaan yang berlaku pada lingkungan sekolah sebelumnya dengan lingkungan pendidikan sekarang

c. Kecepatan kerja dari masing-masing mahasiswa yang berbeda bisa berdampak kurang baik terhadap pembelajaran secara keseluruhan.

d. Penggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengakomodir kondisi pembelajaran yang berlangsung.

e. Kualitas kemampuan mahasiswa yang mulai berkurang seiring dengan pengurangan waktu ( jam terbang ) akibat kurang proporsionalnya penambahan mahasiswa dengan fasilitas yang tersedia.

Evaluasi pembelajaran praktik mahasiswa tahun ke dua diperoleh dari penilaian produksi/kompetensi yang dikumpulkan dari penilaian masing-masing unit standar kompetensi. Penilaian produksi terdiri dari penilaian obyektif (terkait dengan hasil kerja mahasiswa berupa benda kerja / produk dan penilaian subyektif terkait dengan performance mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. ( lihat CL 23 ). Penilaian pembelajaran praktik mahasiswa dinilai berdasarkan beberapa aspek seperti kwalitas kerja, kecepatan kerja, pengetahuan kerja, sikap, disiplin, dan kreativitas. Penilaian dilaksanakan setelah hasil kerja berupa produk selesai dikerjakan oleh mahasiswa, sedangkan yang bersifat subyektif dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan kompetensinya di unit standar kompetensi / section ( lihat CL 23 ). Sistem penilaian terbuka, artinya apabila mahasiswa merasa bahwa nilai tidak sesuai dengan hasil yang telah dibuat, diberi kesempatan untuk mengecek hasil kerjanya secara bersama-sama dengan Instruktor penilai. Instrumen penilaian umum ( dipakai oleh semua mahasiswa tahunpertama, tahun ke dua dan tahun ke tiga ) ditetapkan oleh pudir praktik, sedangkan penilaian yang menyangkut subyektivitas kinerja mahasiswa disusun secara kelompok oleh unit kerja masing-masing. ( lihat CL 23 ).

Pada dasarnya kemampuan mahasiswa dalam bekerja dituntut 2 hal yaitu mahasiswa diharapkan bekerja dengan cepat dan hasilnya baik, namun kenyataannya kriteria tersebut menjadi berkembang menurut kemampuan masing- masing mahasiswa, ada yang cepat hasilnya tidak baik, ada yang lambat tapi hasilnya baik, ada yang lambat dan hasilnya tidak baik, dan sebagainya. Pemberian reward dilakukan apabila mahasiswa dapat menyelesaikan tugas

melebihi target yang ditentukan dengan hasil penilaian baik (nilai > 7,0 dari rentang nilai 0 sampai 10,0 ). ( lihat CL 23 ). Untuk menilai tingkat keberhasilan mahasiswa dalam pembelajaran praktik adalah apabila nilai kemampuan / keterampilan yang dicapai mahasiswa dari kegiatan pembelajaran praktik ( baik penilaian obyektif maupun penilaian subyaktif ) sama atau lebih besar dari nilai standar yang ditentukan yaitu 5,51. Data-data yang diperoleh dan dikumpulkan peneliti dalam penelitian yang dilakukan ditemukan kendala yang dihadapi pada pelaksanaan pembelajaran praktek model PBET tahun ke dua, sebagai berikut ( lihat CL 5 ) :

a. Penyiapan produk yang kadang kurang sesuai dengan tingkat kesulitan pembelajaran

b. Kalender akademik yang dikeluarkan terlambat, sehingga penyusunan jadwal praktik menjadi mendesak

c. Bagaimana membuat urutan pengerjaan produk agar sesuai dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan tingkat kesulitan pembelajaran.

d. Fasilitas ( mesin-mesin ) yang tingkat akurasinya sudah turun karena umur pakai yang sudah lama

Evaluasi pembelajaran praktik mahasiswa tahun ke tiga diperoleh dari penilaian produksi/kompetensi yang dikumpulkan dari penilaian masing-masing unit standar kompetensi. Penilaian produksi terdiri dari penilaian obyektif (terkait dengan hasil kerja mahasiswa berupa benda kerja / produk dan penilaian subyektif terkait dengan performance mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. ( lihat CL 22 ). Penilaian pembelajaran praktik mahasiswa dinilai

berdasarkan beberapa aspek seperti kwalitas kerja, kecepatan kerja, pengetahuan kerja, sikap, disiplin, dan kreativitas. Penilaian dilaksanakan setelah hasil kerja berupa produk selesai dikerjakan oleh mahasiswa, sedangkan yang bersifat subyektif dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan kompetensinya di unit standar kompetensi./ section. ( lihat CL 23 ). Sistem penilaian terbuka, artinya apabila mahasiswa merasa bahwa nilai tidak sesuai dengan hasil yang telah dibuat, diberi kesempatan untuk mengecek hasil kerjanya secara bersama-sama dengan Instruktor penilai. Instrumen penilaian umum ( dipakai oleh semua mahasiswa tahun pertama, tahun ke dua dan tahun ke tiga ) ditetapkan oleh pudir praktik, sedangkan penilaian yang menyangkut subyektivitas kinerja mahasiswa disusun secara kelompok oleh unit kerja masing-masing. ( lihat CL 23 ).

Kemampuan mahasiswa dalam bekerja pada dasarnya dituntut 2 hal yaitu mahasiswa diharapkan bekerja dengan cepat dan hasilnya baik, namun kenyataannya kriteria tersebut menjadi berkembang menurut kemampuan masing- masing mahasiswa, ada yang cepat hasilnya tidak baik, ada yang lambat tapi hasilnya baik, ada yang lambat dan hasilnya tidak baik, dan sebagainya. Pemberian reward dilakukan apabila mahasiswa dapat menyelesaikan tugas melebihi target yang ditentukan dengan hasil penilaian baik, nilai > 7,0 dari rentang nilai 0 sampai 10,0 ( lihat CL 23 ). Tingkat keberhasilan mahasiswa dalam pembelajaran praktik adalah apabila nilai kemampuan yang dicapai mahasiswa (nilai obyektif maupun nilai subyektif ) dari kegiatan pembelajaran praktik, baik kegiatan produksi maupun ujian praktik akhir berupa TA ( Tugas Akhir ), sama atau lebih besar dari nilai standar yang ditentukan yaitu 5,51. ( lihat

CL 24 ). Menurut data-data yang diperoleh dalam penelitian yang dilakukan, ditemukan kendala yang dihadapi pada pelaksanaan pembelajaran praktik model PBET tahun ke tiga, sebagai berikut ( lihat CL 6 ) :

a. Pengetahuan dan keterampilan mahasiswa yang berbeda-beda b. Kecepatan kerja dari masing-masing mahasiswa yang berbeda

c. Penggunakan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengakomodir kondisi pembelajaran yang berlangsung.

d. Fasilitas ( mesin-mesin ) yang tingkat akurasinya sudah turun karena umur pakai yang sudah lama