• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Penerimaan Model Sistem

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 83-91)

Evaluasi rancangan model sistem yang dipakai dalam penelitian ini dilakukan sebelum (Pre Test) yaitu yang selanjutnya digunakan untuk menganalisa kebutuhan sistem dan sesudah pembuatan rancangan model (Post Test). Responden untuk mengevaluasi rancangan model sistem adalah orang yang sama dengan responden saat menganalisa kebutuhan sistem. Sehingga mereka paham akan letak perbedaan antara sistem yang lama dengan sistem yang diusulkan.

4.6.1 Analisa dengan Pendekatan Model TAM

Evaluasi rancangan model sistem yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan model TAM dengan variabel perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward using, dan intention to use, untuk menilai penerimaan responden terhadap sistem informasi yang dirancang. Evaluasi ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 30 (tiga puluh) orang responden yang merupakan penyusun anggaran di unit kerja ANRI. Untuk memperlihatkan rancangan sistem SIRKA, maka dilakukan presentasi pada responden, dan kemudian dibagikan kuesioner TAM untuk melihat penerimaan responden.

Hasil evaluasi yang akan menunjukkan penerimaan pengguna terhadap model sistem SIRKA yang diusulkan dikelompokan menjadi 4 (empat) variabel TAM dengan indikatornya dapat terlihat di tabel-tabel di bawah ini :

a. Perceived Ease of Use (PEoU)

Tanggapan responden akan Perceived Ease of Use (PEoU) pada tabel menunjukkan pandangan user tentang kemudahan dalam menggunakan sistem, mudah dipahami, dipelajari dan digunakan.

Tabel 4.88 menunjukkan tanggapan responden di mana sistem dapat diakses dari mana saja dan kapan saja sebesar 60%. Sistem akan dapat diakses dengan mudah melalui fasilitas instansi sebesar 87%. Kemudahan dalam mempelajari proses bisnis sistem sebesar 80%, dan cara penggunaan sistem sebesar 70%. Fasilitas/fitur yang ada akan akan mudah untuk digunakan sebesar 43%. Sistem akan memperlancar proses penyusunan anggaran sebesar 53%. Sistem akan mempermudah interaksi dengan Bagian Program dan Anggaran sebesar 60%, dan interaksi dengan sesama penyusun anggaran dari unit kerja lain sebesar 43%.

Tabel 4.88 Tanggapan Responden tentang Perceived Ease of Use (PEoU)

NO PERNYATAAN TIDAK SETUJU N (%) SETUJU N (%)

1 Sistem akan dapat diakses dengan mudah dari mana saja dan kapan saja 12 40% 18 60% 2 Sistem akan dapat diakses dengan mudah melalui fasilitas instansi 4 13% 26 87% 3 Proses bisnis sistem akan dapat dengan mudah untuk dipelajari 6 20% 24 80% 4 Cara penggunaan sistem akan mudah untuk dipelajari 9 30% 21 70% 5 Fasilitas/fitur yang ada akan mudah untuk digunakan 17 57% 13 43% 6 Sistem akan memperlancar proses penyusunan anggaran 4 13% 16 53%

7

Saya akan sangat mudah berinteraksi dengan Bagian Program dan Anggaran kaitannya dalam proses penyusunan anggaran

12 40% 18 60%

8

Sistem akan mempermudah interaksi saya dengan sesama penyusun anggaran dari unit kerja lain

b. Perceived Usefulness (PU)

Tanggapan responden akan Perceived Usefulness (PU) menunjukkan kepercayaan user bahwa sistem dapat memberikan manfaat jika digunakan.

Pada tabel 4.89 memperlihatkan tanggapan responden tentang Perceived Usefulness (PU) yang menunjukkan kepercayaan user bahwa model sistem yang baru dapat memberikan manfaat jika digunakan. Dimana responden menyatakan sistem akan meningkatkan efektifitas, menjawab akan kebutuhan informasi, meningkatkan kinerja, dan meningkatkan efisiensi dengan rata-rata jawaban sebesar 57%-90%.

Tabel 4.89 Tanggapan Responden tentang Perceived Usefulness (PU)

NO PERNYATAAN TIDAK SETUJU N (%) SETUJU N (%)

1 Sistem akan meningkatkan efektifitas dalam mengerjakan penyusunan anggaran 7 23% 23 77%

2

Sistem akan memungkinkan tersimpannya

knowledge dalam proses penyusunan

anggaran sehingga membantu dalam pengambilan keputusan

3 10% 27 90%

3

Sistem akan dapat menghasilkan informasi yang mendukung proses penyusunan anggaran

13 43% 17 57%

4

Sistem akan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan manajemen dalam proses pengambilan keputusan/kebijakan

6 20% 24 80% 5 Sistem akan membuat saya lebih cepat dalam mengerjakan penyusunan anggaran 12 40% 18 60% 6 Sistem akan mempermudah saya untuk mengerjakan penyusunan anggaran 5 17% 25 83% 7 Sistem akan membuat hemat waktu dalam proses seputar penyusunan anggaran 5 17% 25 83% 8 Sistem akan membuat hemat biaya dalam melakukan proses penyusunan anggaran 4 13% 26 87%

c. Attitude Toward Using (ATU)

Tanggapan responden akan Attitude Toward Using (ATU) menunjukkan sikap user menerima atau menolak untuk menggunakan sistem SIRKA yang diusulkan. Pada tabel 4.90, terlihat responden menerima akan adanya approval dalam sistem dari pejabat yang berwenang di instansi dalam proses penyusunan anggaran sebanyak 25 orang atau 83%, dan menerima akan adanya persetujuan Eselon II dalam sistem sebelum usulan diserahkan ke Bagian Program dan Anggaran sebanyak 23 orang atau 77%. Selain itu responden menerima akan adanya model otorisasi login pada sistem untuk keamanan account sebanyak 20 orang atau 67%. Tabel 4.90 Tanggapan Responden tentang Attitude Toward Using (ATU)

NO PERNYATAAN TIDAK SETUJU N (%) SETUJU N (%) 1

Saya menerima akan adanya approval dalam sistem dari pejabat yang berwenang di instansi dalam proses penyusunan anggaran (Sekretaris Utama)

5 17% 25 83%

2

Saya menerima akan adanya persetujuan Eselon II dalam sistem sebelum usulan diserahkan ke Bagian Program dan Anggaran

7 23% 23 77%

3

Saya menerima akan adanya model otorisasi login pada sistem untuk keamanan account saya

10 33% 20 67%

4

Saya menerima akan adanya pembatasan hak atas akses sistem dalam proses penyusunan anggaran

20 67% 10 33% 5 Saya menolak akan adanya pembatasan waktu dalam proses penyusunan anggaran 13 43% 17 57%

6

Saya menolak akan tersedianya

pembatasan pagu anggaran yang berkaitan dengan standar biaya dan ketentuan tentang anggaran

16 53% 14 47%

7

Saya tidak senang akan berinteraksi dengan sesama penyusun anggaran dari unit kerja lain

20 67% 10 33%

8

Saya tidak senang akan mendapatkan pemberitahuan dalam email pribadi saya untuk informasi seputar penyusunan anggaran

d. Intention to Use (ITU)

Tanggapan responden akan Intention to Use (ITU) memperlihatkan keinginan user untuk memakai sistem tersebut. Dari tabel 4.91, responden menyatakan akan menggunakan sistem, merekomendasikan, dan mengajak pengguna lain untuk menggunakan fasilitas yang tersedia dengan prosentase 33%-60%. Hal tersebut menunjukan di kemudian hari responden memungkinkan menerima adanya rancangan sistem SIRKA ini.

Tabel 4.91 Tanggapan Responden tentang Intention to Use (ITU)

NO PERNYATAAN TIDAK SETUJU N (%) SETUJU N (%) 1

Saya akan menggunakan sistem ini dalam proses usulan anggaran dan kegiatan di tiap periode anggaran

20 67% 10 33% 2 Saya akan menggunakan sistem ini dalam pembahasan anggaran internal ANRI 12 40% 18 60% 3

Saya akan merekomendasikan kepada sesama penyusunan anggaran lain untuk menggunakan sistem ini

12 40% 18 60%

4

Saya akan mengajak penyusun anggaran lain untuk berinteraksi antar penyusun anggaran dengan menggunakan fasilitas yang tersedia

17 57% 13 43%

Dari hasil evaluasi yang menunjukkan penerimaan pengguna terhadap model sistem SIRKA dengan pertanyaan yang diadopsi dari variabel TAM yaitu perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward using, dan intention to use yang elemen-elemen pentingnya dapat terlihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 4.43 Elemen-elemen Penting dalam Variabel TAM

Dari gambar di atas dapat terlihat lebih dari 75% responden menunjukkan “SETUJU” dari jumlah total 30 responden terhadap semua elemen penting yang diajukan dalam kuesioner. Hal tersebut menunjukkan besarnya tingkat penerimaan terhadap model sistem SIRKA yang diusulkan.

Gambar 4.44 menunjukkan tanggapan Responden terhadap penerimaan model sistem dengan menggunakan pertanyaan yang diadopsi dari pertanyaan TAM. Responden dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu masa kerja 5-10 Tahun dan >11 Tahun. Dapat terlihat responden dengan masa kerja antara 5-10 Tahun menunjukkan tingkat penerimaan yang lebih baik terhadap usulan model sistem yang diusulkan.

4.6.2 Analisa Korelasi

Uji korelasi dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan yang kuat antara kebutuhan responden sebelum dibuat model sistem (Pre Test), dengan setelah dibuatnya model SIRKA (Post Test). Variabel yang digunakan untuk menganalisa adalah Kebutuhan Sistem (KS) sebagai variabel bebas, dengan Sikap Penerimaan (Attitude Toward Using/ATU) sebagai variabel terikat. Selain itu untuk juga dilihat hubungan antara Kebutuhan Sistem (KS) sebagai variabel bebas, dengan Keinginan Pengguna untuk Menggunakan (Intention to Use/ITU) sebagai variabel terikat.

Untuk mengolah data korelasi, dilakukan penjumlahan terhadap seluruh nilai data dari masing-masing variabel KS (8 pertanyaan), ATU (8 pertanyaan), dan ITU (4 pertanyaan) untuk masing-masing responden (N-= 30). Data menggunakan skala Likert dari 1-4 (Sangat Tidak Setuju, Tidak Setuju, Setuju, dan Sangat Setuju). Setelah masing-masing variabel dijumlahkan, kemudian dianalisa dengan uji korelasi.

Tabel 4.92 menjelaskan tentang hasil dari uji korelasi antara KS dengan ATU dan ITU yang dilakukan :

Tabel 4.92 Hasil Korelasi Kebutuhan Sistem (KS) dengan Attitude Toward Using (ATU) dan Intention to Use (ITU)

VARIABEL (N=30) KS Koefisien Korelasi P-Value ATU 0.747 0.000* ITU 0.783 0.000*

Dengan melihat tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa antara Kebutuhan Sistem (KS) dengan variabel Attitude Toward Using (ATU) Intention to Use (ITU) terdapat hubungan yang signifikan, dibuktikan dengan p-value yang dihasilkan lebih kecil dari 0.05 (p-value < 0.05). Hubungan yang dihasilkan adalah positif dan searah yang artinya apabila dimana pemenuhan kebutuhan sistem ditingkatkan maka menyebabkan sikap penerimaan terhadap sistem baru akan meningkat pula, begitu pula dengan keinginan pengguna untuk menggunakan sistem tersebut akan meningkat. Kekuatan hubungan yang terjadi antara Kebutuhan Sistem dengan Attitude Toward Using (ATU) dan Intention to Use (ITU) berada pada tingkat “Korelasi Kuat” dengan koefisien korelasi 0.747 dan 0.783.

Variabel Kebutuhan Sistem (KS) menganalisa dan memberi masukan akan kebutuhan sistem, sedangkan Attitude Toward Using (ATU) merupakan sikap user baik berupa penerimaan atau penolakan untuk menggunakan sistem. Sehingga untuk melihat kekuatan hubungan antara pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada Kebutuhan Sistem (KS) dengan pertanyaan-pertanyaan pada Attitude Toward Using (ATU) maka dapat dilakukan menggunakan teknik korelasi. Hal tersebut digunakan untuk dapat menguatkan dalam

merekomendasikan fitur-fitur yang dapat dibangun pada sistem. Hasil analisa dapat dijelaskan pada tabel 4.93.

Tabel 4.93 Hasil Analisa Pertanyaan-pertanyaan Kebutuhan Sistem (KS) dengan Attitude Toward Using (ATU) menggunakan Analisa Korelasi

PRE

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 83-91)

Dokumen terkait