RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
B. Sumber : 1.Job sheet
VI. Evaluasi/Penilaian
1. Prosedur test : Post test 2. Jenis test : Praktik 3. Bentuk test : Job sheet
Pelaksanaan Implementasi Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Otomotif Dasar Penyetelan Pelk Sepeda Motor di SMALB
Berikut langkaj-langkah dan dokumentasi proses pembelajaran otomotif dasar penyetelan pelk sepeda motor di SMALB:
Gambar 1 Pendidik mendemonstrasikan alat penyetelan pelk sepeda motor (Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik menjelaskan alat-alat yang diperlukan untuk menyetel pelk sepeda motor serta fungsinya dengan cara mendemonstrasikan persiapan alat apa saja yang harus disiapkan untuk menyetel pelk sepeda motor, dan juga dikarena kebutuhan siswa, pendidik menjelaskan dengan menulis di white board (gambar 1).
Alat penyetelan pelk sepeda motor harus di kenali peserta didik baik bentuk atau fungsinya agar tidak terjadi kesalahan dalam membawa alat untuk menyetel pelk sepeda motor.
Gambar 2 Pendidik mendemonstrasikan proses melepaskan roda sepeda motor (Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan proses melepaskan roda sepeda motor dengan menggunakan kunci ring dan kunci pas sesuai dengan ukuran mur dan baut roda sepeda motor tersebut dan Pendidik membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam melepaskan roda sepeda motor (gambar 2).
Gambar 3 Siswa mempraktekan proses melepaskan roda sepeda motor (Sumber: dokumen pribadi)
Siswa mempraktekan kembali proses melepaskan roda dari sepeda motor dengan menggunkan kunci pas atau kunci ring sesuai ukuran as roda. Pendidik mengawasi dan mengarahkan siswa tersebut. (gambar 3)
Gambar 4 Pendidik mendemonstrasikan cara melepas ban (Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan cara melepas ban dengan menggunakan sendok ban. Siswa memperhatikan Pendidik dan bertanya tentang pemakaian alat dan cara melepas ban dari pelk (gambar 4)
Gambar 5 Siswa mempraktekan cara melepas ban (Sumber: dokumen pribadi)
Siswa mempraktekan kembali proses melepaskan ban dari pelk dengan menggunakan sendok ban. Siswa secara bergantian mempraktekan melepaskan ban dengan pengawasan dan pengarahan dari Pendidik (gambar 5).
Gambar 6 Pendidik mendemonstrasikan cara memasang pelk pada alat penyetelan
(Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan cara pemasangan pelk pada alat penyetel pelk. Siswa memperhatikan dan sekali-kali bertanya tentang pemasangan pelk yang benar pada alat penyetel. (gambar 6).
Siswa mempraktekan kembali proses memasang pelk pada alat penyetel pelk. Siswa secara bergantian melakukannya dan memberikan masukan satu sama lainnya dengan pengawasan serta arahan dari Pendidik (gambar 7).
Gambar 8 Pendidik mendemonstrasikan cara melihat keolengan pelk (Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan cara melihat keolengan pelk pada alat penyetel pelk dengan memutar pelk tersebut. Siswa memperhatikan dan sekali-kali bertanya tentang cara memutar pelk untuk melihat keolengannya (gambar 8).
Gambar 9 Siswa mempraktekan cara melihat keolengan pelk (Sumber: dokumen pribadi)
Siswa mempraktekan kembali cara melihat keolengan pelk pada alat penyetel dengan cara memutar pelk. Siswa secra bergantian melakukannya dan Pendidik mengawasi juga mengarahkan setiap siswa (gambar 9).
Gambar 10 Pendidik mendemonstrasikan cara menyetel pelk (Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan cara menyetel pelk sepeda motor. Pendidik menjelaskan cara mengencangkan jara-jari dengan menggunakan kunci jari-jari. Siswa memperhatikan Pendidik dan sekali-kali bertanya tentang cara penyetelan pelk tersebut (Gambar 10)
Gambar 11 Siswa mempraktekan penyetelan pelk (Sumber: dokumen pribadi)
Siswa mempraktekan kembali cara menyetel pelk sepeda motor. Sekali kali siswa bertanya mengenai cara menyetel pelk. Pendidik mengawasi, mengarahkan dan menilai siswa tersebut (gambar 11).
Gambar 12 Pendidik mendemontrasikan pengecekan keolengan pelk (Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan cara melihat keolengan pelk pada alat penyetel setelah pelk di stel dengan memutar kembali pelk tersebut. Pendidik menjelaskan tentang beasarnya pengaruh keolengan pelk terhadap kenyamanan berkendara sepeda motor. Pendidik menjelaskan apabila pelk dirasakan sudah tidak oleng dengan melihat indikator keolengan, pasang kembali ban pada pelk. Siswa memperhatikan dan sekali-kali bertanya tentang cara melihat keolengan pelk (gambar 12)
Gambar 13 Siswa mempraktekan pengecekan keolengan pelk (Sumber: dokumen pribadi)
Siswa mempraktekan kembali cara mengecek keolengan pelk yang sudah di stel dengan melihat indikator keolengan pelk. Siswa secara bergantian
melakukannya dan memberikan masukan satu sama lainnya dengan pengawasan serta arahan dari Pendidik (gambar 13).
Gambar 14 Pendidik mendemonstrasikan pemasangan ban pada pelk (Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan cara memasang kembali ban pada pelk yang sudah di stel. Siswa memperhatikan dan sekali-kali bertanya tentang cara memasang kembali ban pada pelk (gambar 14)
Gambar 15 Siswa mempraktekan pemasangan kembali ban pada pelk (Sumber: dokumen pribadi)
Siswa mempraktekan kembali cara memasang ban pada pelk yang sudah di stel. Siswa secara bergantian melakukannya dan memberikan masukan satu sama lainnya dengan pengawasan serta arahan dari Pendidik (gambar 15).
Gambar 16 Pendidik mendemonstrasikan cara mengisi angin pada ban (Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan cara mengisi angin pada ban. Pendidik menjelaskan pentingnya tekanan angin pada ban terhadap kenyamanan berkendara sepeda motor Siswa memperhatikan dan sekali-kali bertanya tentang cara mengisi angin pada ban (gambar 16)
Gambar 17 Siswa mempraktekan cara mengisi angin pada ban (Sumber: dokumen pribadi)
Siswa mempraktekan kembali cara mengisi angin pada ban. Siswa secara bergantian melakukannya dan memberikan masukan satu sama lainnya dengan pengawasan serta arahan dari Pendidik (gambar 17).
Gambar 18 Pendidik mendemonstrasikan cara pemasangan kembali roda pada sepeda motor
(Sumber: dokumen pribadi)
Pendidik mendemonstrasikan cara memasang kembali roda pada sepeda motor. Siswa memperhatikan dan sekali-kali bertanya tentang cara memasang kembali roda pada sepeda motor (Gambar 18)
Gambar 19 Siswa mempraktekan cara pemasangan roda pada sepeda motor (Sumber: dokumen pribadi)
Siswa mempraktekkan kembali proses pemasangan roda pada sepeda motor. Siswa secara bergantian melakukannya dan memberikan masukan satu sama lainnya dengan pengawasan serta arahan dari Pendidik (gambar 19). Data yang diolah merupakan skor keterampilan menyetel pelk di setiap tiap pertemuan. Analisis data visual yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Komponen analisis dalam kondisi meliputi enam komponen diantaranya: Panjang kondisi, estimasi, kecenderungan arah, kecenderungan stabilitas, jejak data, level stabilitas dan rentang, serta level perubahan.
Tes : ………..
Kelas : ……… Mata Pelajaran : Keterampilan Otomotif – Petunjuk:
Tuliskan centang (V) untuk kemampuan peserta tes yang teramati pada waktu tes keterampilan
Uji Keterampilan:
Penyetelan pelk sepeda motor.
No Kegiatan Indikator Visualisasi Kinerja Standar
Skoring Penilaian Ya Tidak 1 Persiapan Kerja Persiapan Operator: a. Pakaian Kerja. b. Kesehatan Fisik. c. Identitas Kerja.
Memakai Pakaian kerja (wearpack).
Dalam Keadaan sehat.
1 0
2 Persiapan Alat dan Bahan
Persiapan Alat dan Bahan:
a. Alat penyetelan pelk.
b. Kunci penyetel jari-jari.
c. Kunci pembuka ban / sendok ban.
a)
b)
c)
d. Kunci ring 17
e. Kunci pas 12
f. Pompa ban manual. d)
e)
f)
b. Lepaskan roda dari sepeda motor menggunakan kunci ring 17.
1 0
c. Buka ban luar dari pelk dengan sendok ban.
1 0
d. Lepaskan ban dalam yang ada didalam ban luar.
e. Pasang pelk yang akan di stel pada alat penyetel pelk.
1 0
4 Proses
penyetelan pelk
f. Putar pelk untuk melihat keolengan pelk tersebut
1 0
g. Stel jari-jari pada bagian pelk yang oleng menggunakan alat penyetel jari-jari
pelk. 5 Proses pengecekan pelk dan pemasangan roda i. Setelah pelk dirasakan tidak ada keolengan lagi dengan melihat indikator keolengan, pasang kembali ban dalam dan luar pada pelk yang telah di stel.
1 0
j. Beri angin pada ban dengan menggunakan pompa ban
Nilai Akhir =� �� �ℎ�
� �� � � � 100
Guru Penanggung jawab Bandung, Agustus 2014
k. Pasang kembali roda pada sepeda motor
1 0
4. Hasil Pelk sepeda motor
tidak oleng.
5. Waktu Kerja Waktu kerja 29,5 menit