• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

3.7. Evaluasi Produktivitas 7

Evaluasi adalah fase berikutnya setelah pengukuran produktifitas dilakukan. Tujuan evaluasi ialah mendapatkan informasi yang akurat tentang tingkat kemajuan perusahaan pada saat ini relatif terhadap kemajuan yang dicapai dalam periode sebelumnya ditinjau dari sudut capaian produktifitas. Seperti telah dijelaskan bahwa ukuran-ukuran produktifitas perusahaan secara lebih nyata menggambarkan kinerja manajemen dibandingkan dengan ukuran-ukuran finansial seperti profitabilitas, rentabilitas, return on investment, return on asset, dan analisis rasio-rasio lainnya. Dikatakan demikian karena dalam ukuran-ukuran finansial tidak hanya faktor prestasi kerja manajemen yang dicatat sebagai kinerja

7 Sukaria Sinulingga. 2010.Analisis dan Rekayasa Produktivitas. Universitas Sumatera Utara.

Hal.39-40,106-117.

perusahaan tetapi juga pengaruh inflasi, situasi pasar (faktor demand dan supply), dan lain-lain ikut menentukan besarnya perolehan perusahaan. Misalnya ketika jumlah produk yang dihasilkan perusahaan merosot karena faktor skrap yang tinggi tetapi apabila secara kebetulan harga pasar atas produk perusahaan meningkat karna kekurangan supply akibat berbagai faktor gangguan alam maka harga jual atas produk meningkat tajam dan ini akan memberikan profitabilitas juga meningkat. Padahal kenaikan profitabilitas ini jelas bukan kinerja manajemen tetapi dapat diklasifikasikan sebagai faktor keberuntungan yang sangat sulit dipertahankan secara berkelanjutan.

Evaluasi produktifitas pada dasarnya dilakukan untuk mendapatkan kepastian/jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Dimana posisi perusahaan saat ini (where the company is standing now) 2. Sumberdaya apa yang bermasalah pengelolaannya

3. Unit kerja mana yang bermasalah

4. Unit kerja mana yang dapat dijadikan benchmark dalam perusahaan 5. Mengapa terjadi masalah (faktor-faktor apa yang menyebabkan masalah) 6. Apa usul-usul perbaikan

Untuk lebih membantu dalam analisis dan evaluasi terhadap hasil pengukuran produktifitas tersebut maka beberapa alat bantu yang diumum digunakan ialah:

1. Pembuatan scatter diagram/trend hasil pengukuran produktifitas baik untuk produktifitas total, produktifitas parsial, produktifitas total faktor dan

produktifitas produk. Scatter diagram dengan jelas menggambarkan trend dan fluktuasi capaian produktifitas dari periode ke periode.

2. Pembuatan Tabel deviasi yang menunjukkan plus-minus produktifitas parsial pada masing-masing produk relatif terhadap periode sebelumnya. Angka-angka dalam sel menunjukkan contoh hipotesis dari besarnya perubahan (kenaikan atau penurunan) tingkat produktifitas parsial pada masing-masing produk pada periode ini relatif terhadap capaian produktifitas periode lalu.

Prosedur evaluasi produktivitas:

1. Analisis Perubahan Produktivitas Total

Perubahan produktivitas total adalah selisih atau besarnya perbedaan antara produktivitas total pada periode t dan produktivitas total pada periode t-1.

βˆ†π‘ƒπ‘‡ 𝑖𝑑 =βˆ†π‘‚π‘–π‘‘βˆ’(βˆ†πΌπ‘–π‘‘)(π‘ƒπ‘‡π‘–π‘‘βˆ’1)

πΌπ‘–π‘‘βˆ’1+ βˆ†πΌπ‘–π‘‘ dimana t β‰₯ 1

a. Jika βˆ†π‘ƒπ‘‡ 𝑖𝑑 = 0, maka tidak ada perbedaan produktivitas total pada periode t dan t-1.

b. Jika βˆ†π‘ƒπ‘‡ 𝑖𝑑 > 0, maka produktivitas total pada periode t lebih tinggi dari produktivitas total pasa periode t-1.

c. Jika βˆ†π‘ƒπ‘‡ 𝑖𝑑 < 0, maka produktivitas total pada periode t lebih rendah dari produktivitas total pada periode t-1.

2. Identifikasi masalah: Fishbone diagram

Untuk menganalisis produktivitas yang rendah dapat digunakan Diagram Tulang Ikan Fishbone Diagram (Sebab-Akibat) untuk mengenali sumber

utama yang mungkin terkait masalah yaitu manusia, mesin dan peralatan, bahan, metode dan lingkungan.

3. Pohon Evaluasi Produktivitas

Evaluasi produktivitas adalah penilaian terhadap capaian produktivitas (actual productivity) dan estimasi produktivitas pada periode berikutnya.

Tujuan penilaian ialah mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan estimasi produktivitas pada periode berikutnya. Dalam terminologi evaluasi produktivitas, estimasi produktivitas disebut budgeted productivity. Dengan demikian, budgeted productivity pada periode berikutnya adalah fungsi dari actual productivity pada periode berjalan dan budgeted productivity pada periode berjalan. Jika capaian produktivitas atau actual productivity dari produk I pada periode berjalan adalah PTi0, budgeted productivity pada periode berjalan adalah PTi0’ dan budgeted productivity pada periode berikutnya ialah PT’i1 maka:

PT’i1 = f(PTi0, PTi0’)

Dalam menentukan budgeted productivity pada periode berikutnya, perlu diidentifikasi berbagai kendala yang mungkin akan dihadapi misalnya kendala pengadaan sumberdaya baik sumber daya manusia, mesin/peralatan, bahan, metode yang dapat digunakan termasuk pengaruh lingkungan. Seperti halnya perhitungan produktivitas total, estimasi produktivitas total juga dihitung dengan model matematik yang sama yaitu:

PTi0’=𝑂𝑖𝑑′

𝐼𝑖𝑑′

Dimana, PTit’ = estimasi produktivitas total produk i dalam periode t

O it’ = estimasi output produk i dalam periode t I it’ = estimasi input produk i dalam periode t

Dari rumus tersebut terlihat bahwa perbaikan produktivitas dapat dilakukan melalui pendekatan output ataupun pendekatan input. Pendekatan output ialah menyusun rencana peningkatan jumlah output dengan input yang sama atau input yang sedikit meningkat sedangkan pendekatan input ialah peningkatan produktivitas melalui penurunan jumlah penggunaan faktor input.

Sumanth (1984) mengembangkan serangkaian alternatif perbaikan produktivitas dengan pendekatan output dan input yang disebutnya pola evaluasi produktivitas atau productivity evaluation tree (PET). Productivity evaluation tree terdiri dari 3 pola yaitu pola A, pola B, dan pola C.

Productivity evaluation tree A ialah evaluasi antara 2 periode berurutan dimana dalam periode awal belum ada kegiatan produksi yaitu jumlah output dan input sama dengan nol. Dalam productivity evaluation tree B, kegiatan produksi sudah dimulai dalam periode awal namun jumlah output masih nol walaupun input telah digunakan. Dalam productivity evaluation tree, kegiatan produksi telah berjalan sejak periode awal karena output telah dihasilkan dari input yang digunakan.

PET menunjukkan bahwa masing-masing pola memiliki tiga kemungkinan kejadian pada periode berikutnya seperti ditunjukkan dalam Tabel 3.3, PET menunjukkan bahwa ada 6 kemungkinan yang dapat menyebabkan capaian produktivitas dalam periode t tidak berbeda dengan produktivitas dalam periode sebelumnya (produktivitas dalam periode t-1) yaitu 2 alternatif atau

Tabel 3.3. Productivity Evaluation Tree (PET)

kemungkinan menurut pola A (jalur 1,1), kemudian 3 kemungkinan menurut pola B (jalur 3, 4, dan 5) dan 1 kemungkinan menurut pola C (jalur 7).

Selanjutnya ada 7 alternatif cara yang dapat menyebabkan capaian produktivitas dalam periode t lebih tinggi daripada produktivitas periode sebelumnya, yaitu 1 kemungkinan di pola A (jalur 9), 3 kemungkinan menurut pola B (jalur 10, 11, dan 12) cara yang menyebabkan capaian produktivitas dalam periode t lebih rendah dari capaian produktivitas dalam

periode sebelumnya yaitu semuanya berada dalam pola C (jalur 19, 20, dan 21). Disamping itu, ada 2 kemungkinan cara yang dapat menyebabkan produktivitas lebih kecil, sama dengan atau lebih besar dari capaian produktivitas sebelumnya yang semua kemungkinannya berada di pola C.

Dari PET tersebut, mudah ditemukenali jalur mana yang dianggap lebih baik untuk dipilih dalam merencanakan perbaikan produktivitas dalam periode berikutnya. Misalnya, apabila manajemen menginginkan peningkatan produktivitas dalam periode berikutnya, maka dapat dipilih salah satu jalur (path) yang dinilai oleh manajemen yang paling baik dari tujuh jalur yang tersedia untuk dipilih.

Menurut Sumanth, estimasi produktivitas yang disebut sebagai budgeted productivity dapat ditetapkan dengan dua metode. Estimasi produktivitas total dihitung dengan menggunakan bilangan deviasi dari capaian produktivitas total periode lalu (βˆ†TPit). Indeks i dan t masing-masing merujuk kepada produk ke i dan periode ke t. Estimasi produktivitas total dihitung sebagai berikut:

a. Metode I

PT’it = Ξ±PTit-1 + (1-Ξ±) PT it-1’

PT’it = Estimasi produktivitas total produk i untuk periode t PTit-1 = Aktual produktivitas total produk i untuk periode t-1 Ξ± = Parameter (smoothing constant) dimana 0 ≀ Ξ± ≀ 1

𝛼 = 2

𝑀 + 1

Variasi produktivitas total dengan estimasi produktivitas total dapat dihitung dengan:

VPT(1)it = PT12-PT12’ PVPT(1)it = [𝑃𝑇12

𝑃𝑇′12βˆ’ 1] π‘₯ 100 b. Metode II

Untuk metode dua terdapat produktivitas asumsi yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan sebagai target terbaik dari produktivitas total perusahaan. Rumus yang digunakan adalah:

PTit*=𝑂𝑖𝑑

βˆ— πΌπ‘–π‘‘βˆ—

O*it = Oit-1 + βˆ†O*it

I*it = Iit-1 + βˆ†I*it

VPT(2)it= PTit-PTit’ PVPT(2)it = [𝑃𝑇𝑖𝑑

π‘ƒπ‘‡β€²π‘–π‘‘βˆ’ 1] π‘₯ 100

Dokumen terkait