• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Program Bimbingan dan Koseling dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa Di Madrsaha Tsanawiyah Mamba’ul Huda

Siswa Siswi

C. Pembahasan Temuan

3. Evaluasi Program Bimbingan dan Koseling dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa Di Madrsaha Tsanawiyah Mamba’ul Huda

bimbingan kelompok tidak selalu masuk kelas terkadang juga dilaksanakan diluar kelas seperti dimushola. Dan ada juga layanan konseling perorangan dan layanan konsultasi dilakukan diluar kelas yaitu di ruang BK. Adapun dalam melaksanakan program BK guru BK tidak berkerja sendiri akan tetapi bekerja sama dengan berbagai pihak baik pihak sekolah maupun pihak diluar sekolah.

3. Evaluasi Program Bimbingan dan Koseling dalam Mengembangkan

sebagainya.117 Dan untuk evaluasi keseluruhan layanan menggunakan raport kepribadian, untuk melihatnya berdasarkan SKKPD. Untuk evaluasinya BK sistemnya pengamatan. Dan dalam mendapatkan data guru BK melakukan observasi atau pengamatan pada saat istirahat. Guru BK dan para guru mengamati siswa pada saat jam istirahat, mereka masuk kedalam kelas, dan mengamati lewat jendela dan lain sebagainya. Disitu Guru BK mengamati perkembangan psikis dan akademis juga. Dikelas seperti apa, nilainya bagaimana, kalo berteman dengan siapa itu juga diamati. Hal tersebut sesuai dengan teori Ahmad Muhaimi Azzet bahwa Evalusi pelaksanaan program bimbingan konseling dilakukan setelah guru BK dan siswa melakukan beberapa pertemuan. Evalusi dapat dilakukan selama proses bimbingan konseling berlangsung dan sampai akhir pemberian bantuan/ bimbingan. Adapun alat yang digunakan pada saat evaluasi meliputi data primer dan data sekunder yang muncul pada saat pertemuan dengan siswa. Beberapa teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu melalui observasi, wawancara, angket, diskusi, serta dokumentasi. Observasi dapat dilakukan pada saat siswa istirahat.

Pada saat istirahat siswa diperhatiakan atau diamati bagiamana siswa bergaul dengan berbagai temannya, bagaimana temannya memperlakukan siswa, dan lain sebagainya.118.Jadi untuk mengamati perkembangan siswa sebanyak 1.105 guru BK tidak mampu karna di Madrasah Tsanawiyah

117 Aip Bsdrujaman, “Teori Dan Aplikasi Evaluasi Program Bimbingan Dan Konseling”, ( Jakarta:PT Indeks, 2018) Hal 106

118 Akhmad Muhaimin Azzet, “ Bimbingan dan Konseling di Sekolah”. (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 20110) Hal 71

Mamba’ul Huda ini hanya terdapat 3 guru BK. Seharusnya 150 siswa dipegang 1 guru BK. Maka dari itu, untuk nilai dasar dievaluasi guru BK memakai standar BAIK. Pada dasarnya, di Bimbingan Konseling siswa itu baik. Jadi dinilai dasar guru BK nilainya B semua untuk evaluasi. Akan tetapi untuk anak-anak khusus yang punya prestasi dan kemampuan serta mempunyai kepribadian yang baik terdapat nilai A+ dan A untuk evaluasi.

Menurut teori Suhertina seharusnya sasaran Pelayanan guru BK di madrasah sepanjang tahun adalah 1:150, maksutnya satu guru BK minimal melayani 150 siswa pada setiap tahun ajaran.119 Akan tetapi di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda tidak mampu untuk mengamati perkembangan siswa sebanyak 1.105 dengan 3 guru BK, maka dari itu untuk evaluasinya melalui raport kepribadian.

Jadi dari keterangan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya dalam proses evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda bahwa evaluasinya dilakukan setelah adanya beberapa pertemuan antara guru BK dengan siswa. Selain itu evaluasi dilakukan satu minggu dan satu bulan sekali tepatnya diakhir bulan yang melibatkan stakeholder diantaranya kepala madrasah, guru BK, guru mapel dan perangkat sekolah lainya. Di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda guru BK tidak mampu untuk mengamati perkembangan siswa sebanyak 1.105 dengan 3 guru BK, maka dari itu untuk evaluasi keseluruhan layanan

119Suhertina, “Penyusunan Program Bimbingan & Konseling Di Ssekolah.”(Pekanbaru:CV Mutiara Pesisir Sumatra ), Hal 68

menggunakan raport kepribadian, untuk melihatnya berdasarkan SKKPD, sistimnya pengamatan.

109 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Madasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi terkait Implementasi program Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Bakat Minat siswa di Madasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Perencanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa di Madasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi

Dalam perencanaan program layanan bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda melibatkan semua pihak-pihak madrasah seperti kepala madrasah, waka kesiswaan, guru BK, guru mata pelajaran dan perangkat madrasah lainnya. Dalam proses perencanaan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda dilalukan beberapa hal, hal tersebut sesuai dengan teori yaitu analisis kebutuhan siswa (need assesement), penyusunan program BK, penyediaan sarana dan prasarana BK, dan Biaya operasional untuk melaksanakan program BK.

2. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa di Madasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi

Dalam proses pelaksanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda dilaksanakan secara klasikal atau didalam kelas dan diluar kelas.

Adapun program yang ada di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda adalah bidang pribadi, sosial, belajar dan karier. Adapun yang dilakukan didalam kelas seperti halnya layanan informasi, layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok. Layanan konseling kelompok dan bimbingan kelompok tidak selalu masuk kelas terkadang juga dilaksanakan diluar kelas seperti dimushola. Dan ada juga layanan konseling perorangan dan layanan konsultasi dilakukan diluar kelas yaitu di ruang BK. Adapun dalam melaksanakan program BK guru BK tidak berkerja sendiri akan tetapi bekerja sama dengan berbagai pihak baik pihak sekolah maupun pihak diluar sekolah.

3. Evaluasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa di Madasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi

Dalam proses evaluasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda bahwa evaluasinya dilakukan setelah adanya beberapa pertemuan antara guru BK dengan siswa. Selain itu evaluasi dilakukan satu minggu dan satu bulan sekali tepatnya diakhir bulan yang melibatkan stakeholder diantaranya kepala madrasah, guru BK, guru mapel dan perangkat sekolah lainya. Di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda guru BK tidak mampu

untuk mengamati perkembangan siswa sebanyak 1.105 dengan 3 guru BK, maka dari itu untuk evaluasi keseluruhan layanan menggunakan raport kepribadian, untuk melihatnya berdasarkan SKKPD, sistimnya pengamatan.