• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Program Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba'ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Implementasi Program Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba'ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi"

Copied!
163
0
0

Teks penuh

(1)

i

IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT MINAT SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MAMBA’UL HUDA KRASAK

TEGALSARI BANYUWANGI

SKRIPSI

Di ajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Oleh :

Fentina Feronika Sari NIM : T20193028

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

2023

(2)

ii

IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT MINAT SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MAMBA’UL HUDA KRASAK

TEGALSARI BANYUWANGI

SKRIPSI

Di ajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Oleh :

Fentina Feronika Sari NIM : T20193028

Di setujui pembimbing

Dr. Ach Faridul Ilmi, M.Ag.

NIP. 196008061990031001

(3)

iii

IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT MINAT SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MAMBA’UL HUDA KRASAK

TEGALSARI BANYUWANGI

SKRIPSI

Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Hari : Jumat Tanggal : 03 Maret 2023

Tim Penguji

Ketua Sekretaris

Dr. Mohammad Zaini, S.Pd.I, M.Pd.I Dr. Ri'ayatul Husnan, M.Pd.

NUP. 20160366 NUP. 201907181

Anggota :

1. Dr. H. Machfudz., M.Pd.I ( )

2. Dr. Ach. Faridul ilmi, M.Ag. ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I NIP. 196405111999032001

(4)

iv MOTTO





































Artinya: Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Al- Luqman: 17)1

1 Al- Hikmah, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Banten: CV Penerbit Diponegoro,2010), Hal 290.

(5)

v

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya sembahkan kepada orang tua saya yang tersayang yaitu ibu Herlina dan ayah Agus yang selalu mendoakanku, yang selalu mendukung saya baik dari materi, support, dan motivasi dalam keadaan apapun demi keberhasilan serta do’a dalam menghantarkan saya untuk menyelesaikan kuliah.

Tak lupa kepada kakak saya Destanti Komala Sari yang selalu memberi saya semangat, motivasi, support dan yang selalu menanti keberhasilan saya. Dan tak lupa kepada ayah kandung saya Slamet Usroni yang saya sayangi. Serta kepada keluarga yang selalu menyemangati saya untuk kesuksesan saya.

Semoga ini menjadi salah satu alasan penulis untuk dapat membahagiakan dan membanggakan mereka. Dan untuk kedepannya semoga penulis dapat memanfaatkan banyak waktu untuk terus belajar dan memberikan ilmu yang didapat kepada orang lain serta dapat memberikan kebahagian untuk keluarga dan orang lain.

(6)

vi ABSTRAK

Fentina Feronika Sari, 2022 : Implementasi Program Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi.

Kata Kunci: Implementasi Program Bimbingan Konseling, Bakat Minat. Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda

Bimbingan dan Konseling di Madrasah memiliki peran penting dalam membantu siswa dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana telah tercantum dalam SKKPD (Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik Dan Kompetensi Dasar). Dalam upaya mendukung pencapaian tugas tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stalkeholder madrasah. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, program bimbingan dan konseling yang diselenggarakan di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda berkomitmen untuk membantu penyelesaian berbagai problem yang dialami siswa, termasuk memfasilitasi pencapaian optimal dari bakat dan minat yang dimiliki siswa.

Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana perencanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi? 2) Bagaimana pelaksanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi? 3)Bagaimana evaluasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi?

Tujuan penelitain ini adalah: 1)Untuk mengetahui bagaimana perencanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi. 2)Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi.

3)Untuk mengetahui bagaimana evaluasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi .

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus.

Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.

Teknik analisis data menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman dengan langkah- langkah berikut pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data peneliti menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik.

Hasil penelitian adalah :1) Dalam perencanaan melibatkan berbagai pihak sekolah dan menganalisis kebutuhan siswa, merencanakan sarana dan prasarana serta anggaran biaya operasional. 2) Dalam pelaksanaan dilakukan secara klasikal atau didalam kelas dan diluar kelas baik mushola maupun ruang BK. 3) Dalam proses evaluasi dilakukan setelah adanya beberapa pertemuan antara guru BK dengan siswa, evaluasi program bimbingan dan konseling melibatkan stalkeholder madrasah dan evaluasi diadakan setiap satu minggu, bulan dan tahun. Untuk evaluasi keseluruhan layanan menggunakan raport kepribadian, untuk melihatnya berdasarkan SKKPD, sistimnya pengamatan.

(7)

vii

KATA PENGANTAR









Puji syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya serta pertolongan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Implementasi Program Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak, Tegalsari, Banyuwangi sebagai syarat untuk menyelesaikan program sarjana dan terselesaikan dengan lancar dan tepat pada targetnya.

Shalawat serta salamnya semoga tetep tercurahkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kegelapan menuju ke zaman ilmu pengetahuan hingga sampai saat ini.

Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

1. Prof. Dr. H Babun Suharto, S.E, MM. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah menerima penulis sebagai mahasiswa UIN kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

2. Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan izin penelitian.

3. Dr. Rif’an Humaidi, M.Pd.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam Dan Bahasa yang telah memberikan kesempatan serta fasilitas kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Dr. H. Moh. Anwar, S.Pd. M. Pd selaku Koordinator Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang telah memberikan persetujuan penulis melakukan penelitian ini.

5. Dr. Ach Faridul Ilmi, M.Ag. selaku Dosen Pembimbing yang telah sabar serta ikhlas dalam memberikan bimbingan, arahan, dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(8)

viii

6. Seluruh Bapak/Ibu dosen dan karyawan UIN kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah mendidik penulis selama menempuh pendidikan khususnya Dr. Hj.

ST. Rodliyah M.Pd. selaku Dosen Pembina Akademik penulis selama studi di UIN kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

7. Drs. Nurul Huda, selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi yang memberikan izin penulis untuk meneliti di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi. Umi Rossidah selaku Waka Kesiswaan , Lu’aily Nafisah dan Arini selaku Guru BK di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi dan seluruh tenga Pendidik di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi

8. Teman-teman seperjuangan Manajemen Pendidikan Islam terkhusus kelas C1 2019, teman-teman open 24 jam, teman-teman alumni MA, teman-teman pramuka, Keluarga Ikatan Mahasiswa Sumatera, dan tak lupa kepada Rullyansyah yang telah menemani penulis selama menempuh pendidik Sarjana di UIN Kiai Achmad Siddiq Jember dan seseorang yang telah melungkan segala waktu, tenaga, pikiran dan lain sebagainya untuk pendidikan penulis.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan maupun isi dari skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dalam penulisan skripsi ini.

Akhirnya atas segala amal baik dari semua pihak yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini, penulis serahkan kepada Allah SWT , semoga amal ibadahnya, serta apa yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan pahala yang setimpal, Amiin Yaa Robbal Alamiin…..

Jember, 16 Februari 2023 Penulis

Fentina Feronika Sari

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL... xi

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Konteks Penelitian ... 1

B. Fokus Penelitian ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 8

E. Definisi Istilah ... 9

F. Sistematika Pembahasan ... 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 13

A. Penelitian Terdahulu ... 13

B. Kajian Teori ... 22

1. Implementasi Program Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan bakat Minat Siswa ... 22

(10)

x

a. Perencanaan program bimbingan dan konseling

Dalam mengembangkan bakat minat siswa ... 22

b. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling Dalam mengembangkan bakat minat siswa ... 29

c. Evaluasi program bimbingan dan konseling Dalam mengembangkan bakat minat siswa ... 37

2. Pengertian Pengembangan Bakat Minat ... 39

BAB III METODE PENELITIAN ... 45

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 45

B. Lokasi Penelitian ... 46

C. Subjek Penelitian ... 47

D. Teknik Pengumpulan Data ... 48

E. Analisis Data ... 51

F. Keabsahan Data ... 53

G. Tahap-Tahap Penelitian ... 54

BAB IV PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN ... 57

A. Gambaran Objek Penelitian ... 57

B. Penyajian Data dan Analisis ... 64

C. Pembahasan Temuan ... 96

BAB V PENUTUP ... 109

A. Kesimpulan ... 109

B. Saran ... 111

DAFTAR PUSTAKA ... 112

(11)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kajian Terdahulu... 19

Tabel 2.2 Orientasi Penelitian ... 21

Tabel 4.1 Daftar Guru dan Karyawan ... 59

Tabel 4.2 Keadaan siswa ... 61

Tabel 4.3 Temuan Peneliti ... 62

Tabel 4.4 Organisasi Bimbingan dan Konseling... 63

Tabel 4.5 Temuan Peneliti ... 92

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

4.1 Wawancara dengan waka kesiswaan dan guru BK Madrasah

Tsanawiyah Mamba’ul Huda ... 66

4.2 Program Bimbingan Konseling di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda ... 69

4.3 Visi Misi Bimbingan Konseling kebutuhan di MTs Mamba’ul Huda .. 72

4.4 deskripsi peserta didik ... 72

4.5 Pohon jabatan ... 73

4.6 pohon karier ... 73

4.7 Sarana dan prasarana di MTs Mamba’ul Huda ... 74

4.8 Anggaran Biaya Operasional ... 75

4.9 Bakat minat ekstrakulikuler pramuka ... 81

4.10 Ekstra Pencak Silat ... 81

4.11Pelaksanaan Program BK Di Luar Kelas(Mushola) ... 84

4.12 Konseling individu diruang BK ... 84

4.13 Wawancara dengan siswi MTs Mamba’ul Huda ... 85

4.14 Jadwal kegiatan program BKdi MTs Mamba’ul Huda ... 87

4.15 Program pelaksanaan BK di MTs Mamba’ul Huda ... 87

4.16 Wawancara guru Mata pelajaran IPA ... 90

4.17 Raport kepribadian terkait evaluasi program BK... 91

(13)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Keaslian Tulisan

Lampiran 2 : Matrik Penelitian Lampiran 3 : Pedoman Penelitian Lampiran 4 : Surat Izin Penelitian

Lampiran 5: Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Lampiran 6 : Jurnal Penelitian

Lampiran 7 : Dokumentasi Lampiran 8 : Raport Kepribadian Lampiran 9: Data Assesment Siswa Lampiran 10 : Data Keseluruhan Siswa Lampiran 11: Biodata Penulis

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Konteks Penelitian

Pendidikan adalah suatu proses membuat seseorang menjadi dirinya sendiri dan tumbuh sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat, serta pikiran hati nurani. Proses pendidikan dapat diarahkan pada suatu proses berdasarkan kemampuan individu siswa menjadi manusia, mereka bisa menjadi diri mereka sendiri yang memiliki ketrampilan dan kepribadian yang lebih unggul.

Maka dari itu, pendidikan bukan hanya mengajarkan pengetahuan, teori dan fakta-fakta, akan tetapi pendidikan juga mempunyai perubahan pada perilaku seseorang.2 Pendidikan adalah salah satu faktor terpenting dalam kehidupan.

Dengan Pendidikan, seseorang dapat meningkatkan kecerdasan, mengembangkan potensi diri, ketrampilan, dan membentuk pribadi yang bertanggung jawab. Pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan kehidupan bangsa dan negara. Seperti halnya menurut UU Sisdiknas no. 20 Tahun 2003 Pasal 1 bahwasanya Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadia diri, kecerdasan, akhlak mulia. Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar manusia yang berilmu dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

2Dedy Mulyasa,”Pendidikan Bemutu Dan Berbudaya Saing,”(Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2016), Hal 5

(15)

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 3

Madrasah adalah salah satu pendidikan yang dilaksanakan melalui pendidikan formal. Sebagai pelaksana pendidikan, madrasah harus memperhatikan komponen- komponen pelaksanaan pendidikan misalnya sarana dan prasarana, kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, siswa, layanan khusus, humas, dan berbagai komponen lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan. Dalam pengembangan siswa diperlukan pelaksanaan Pendidikan yang bermutu. Salah satunya adalah layanan khusus. Layaan khusus adalah salah satu komponen yang mempunyai tujuan untuk membantu siswa dalam menghadapi perkembangan dan pemenuhan kebutuhan siswa dimadrasah. Adapun layanan khusus yang berkaitan dengan perkembangan potensi siswa yaitu layanan bimbingan konseling.

Layanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu pilar optimalisasi perkembangan siswa. Negara memposisikan pelayanan BK sebagai profesi yang terintegrasi penuh di bidang pendidikan.4 Menurut UU Sisdiknas no. 20 Tahun 2003 Pasal 1 menyatakan bahwa konselor merupakan pendidik sejajar dengan kategori pendidik lain yang diakui pemerintah.

Dalam kedudukan demikian, konselor sebagai penanggung jawab di bidang BK harus bertanggung jawab penuh atas keberhasilan kegiatan Pendidikan.5

3 Undang-Undang RI, Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta:PT. Kloang Klede Putra Timur,2003),Hal 6

4Suhertina, “Penyusun Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah”( Pekan Baru:CV. Mutiara Pesisir Sumatra), Hal 1

5 Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

(16)

Layanan bimbingan dan konseling dapat memberikan kontribusi yang signifikan didalam. Seperti belajar mengajar efektif Ketika siswa bebas dari berbagai masalah yang mengganggu belajar. Pembebasan berbagai permasalahan siswa dapat diatasi melalui layanan bimbingan dan konseling.

Guru dapat menggunakan materi layanan bimbingan dan konseling untuk penyesuaian pengajaran.6 Pelayanan bimbingan dan konseling mempunyai tujuan yaitu untuk membantu para warga sekolah terutama peseta didik dalam berbagai masalah yang muncul dengan memberikan suatu bimbingan atau arahan serta solusi yang baik terkait persoalan tersebut. Kenyataan yang membuktikan bahwa guru dan pembimbing menghadapi berbagai masalah disekolah seperti : menghadapi siswa yang mengalami kesulitan dan persoalan yang berkaitan dengan pelajaran, siswa yang kesulitan untuk melanjutkan studinya, siswa yang kesulitan dalam sosial ajusment-nya.

Bakat dan minat merupakan suatu ketertarikan terhadap sesuatu dan kemampuan bawaan adalah potensi yang masih digali dan dikembangkan.7 Proses pengembangan bakat dan minat merupakan mengembangkan keinginan atau ketertarikan seseorang akan sesuatu kemampuan, ketrampilan, kecakapan seseorang dibidang literasi, seni budaya, sosial dan lain sebagainya. Faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat minat diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal.

6Lilis Sutriah, “Bimbingan Dan Konseling Kelompok”, (Bandung: Fokusmedia,2017) Hal 7

7Joko Sudarsono,” Mengembangkan Potensi Peserta Didik,”(Jakarta:Rieneka Cipta,2003) Hal 23

(17)

Sehubung dengan bakat, dalam Al-Quran surat Al- Isro’ ayat 84, surat ke 17 berbunyi:

























Artinya: Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing- masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.8

Dalam ayat tersebut, "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Dapat dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh setiap orang. Bahwa setiap seeorang terlahir dengan kemampuan dan bakat yang berbeda-beda. Karna setiap individu berbeda-beda dalam mengembangkan bakat dan minatnya maka peneliti menggunakan berbagai program bimbingan konseling untuk membantu siswa mengembakan bakat minatnya. Program bimbingan kelompok ini meliputi layanan informasi, layanan individu dan kelomok, dan layanan konsultasi.

Hal tersebut akan membuat beberapa siswa mengetahui akan potensi diri apa yang siswa inginkan dan berbagai segi positif ,misalnya menjadikan siswa lebih baik, lebih kreatif dan secara optimal dapat memanfaatkan potensi diri.9Layanan bimbingan konseling disekolah menjadi peranan paling penting selain memberikan bantuan berupa akademik kepada siswa, layanan bimbingn konseling juga membantu guru-guru bidang studi dan wali kelas untuk mengoptimalkan bakat dan minat siswa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

8Al- Hikmah, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Banten: CV Penerbit Diponegoro,2010),290

9May Lwin,Dkk,” Cara Mengembangkan Berbagai Kompenen Kecerdasan.”(Yogyakarta;PT. Indeks ,2008), Hal 4

(18)

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda bahwasanya layanan bimbingan konseling yang dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda mempunyai beberapa tantangan baik dari segi internal maupun eksternal. Dari segi internal ada berbagai problem kompleks yang dialami siswa antara lain yaitu problem terkait penyesuaian akademik di madrasah, penyesuain diri dengan pergaulan sosial, ketidakmatangan orientasi karir, dan lain sebagainya.

Hal ini sesuai dengan fakta dari hasil assesement permasalahan yang telah dilakukan oleh guru BK di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda. Ada beberapa siswa di kelas VIII A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K belum sesuai dengan kemampuan belajar untuk mencapai target rata-rata Ujian Nasional(UN) sebesar 0,5 dan budaya kelompok teman sebaya yang seringkali tidak mendukung bagi terbentuknya iklim belajar kelompok, dan masih ada beberapa kelompok ekstrim yang dapat memicu perkelahian atau tawuran.

Adapun sisi eksternalnya yaitu sehubung siswa yang notabenenya berada dalam rentang perkembangan mereka dihadapkan pada perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan sosial siswa seperti halnya akses tak terbatas di dunia maya sering melahirkan budaya pembuatan tugas, masa jayanya pornografi dan masalah lainnya. Namun, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk mengatur diri sendiri dan mencapai tujuan hidup yang bermakna, tidak terkecuali siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda. Dari berbagai masalah yang ada, masih terdapat

(19)

harapan yang besar terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda. Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda merupakan lembaga yang berada dibawah naungan pondok pesantren yang memiliki banyak prestasi yang telah dikembangkan baik dalam akademik maupun non akademik. Selain itu di Madrasah Tsanawiyah Mamba,ul Huda mempunyai banyak sekali bakat minat yang harus dikembangkan seperti halnya penulisan karya ilmiah remaja, aktif dalam kegiatan olahraga, pramuka dan berbakat dalam bidang penalaran di Madrasah Tsanawiyah ini sangat berlimpah. Hal tersebut didukung oleh fakta bahwa beberapa wali siswa mempunyai profesi beragam dan telah menyatakan bersedia untuk berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya masing- masing. Selain itu, didukung dengan adanya sarana dan prasaran yang memadai dan mencukupi untuk menompang berbagai kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa melalui berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakulikuler. Selain itu, di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda memiliki manajemen Bimbingan dan Konselingnya tergolong baik dan terstruktur sehingga mampu mengembangkan potensi siswa dalam segi kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain itu se KKMT 08 Kalibaru, Glenmore dan Tegalsari Madrasah Tsanawiyah Swasta yang memiliki guru BK tetap Cuma Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda. 10

Oleh karena itu, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki sekaligus beberapa problem yang ada maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih jauh

10 Observasi di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda,14 Oktober 2022

(20)

mengenai Implementasi Program Bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi .

B. Fokus Penelitian

Adapun dalam penelitian ini, masalah yang dirumuskan dapat difokuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana perencanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi?

2. Bagaimana pelaksanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi?

3. Bagaimana evaluasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi?

C. Tujuan Peneliti

Adapun tujuan peneliti diantaranya yaitu:

1. Untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi

2. Untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi.

(21)

3. Untuk mendeskripsikan bagaimana evaluasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi

D. Manfaat Peneliti

Adapun manfaat Peneliti ini adalah:

1. Secara teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat, pengetahuan bagi perkembangan pendidikan, khususnya dalam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan diharapkan hasil peelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi. Penelitian ini sebagai contoh penelitian yang akan datang, terkhusus penelitian yang berkaitan dengan implementasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa 2. Secara Praktis

a. Bagi Peneliti

1) Penelitian ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata 1 (S1) DI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Manajammen Pendidikan Islam.

2) Untuk menambah pengetahuan peneliti terkait Implementasi Program Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak, Tegalsari, Banyuwangi.

3) Penelitian ini dapat dijadikan pengalaman untuk penelitian yang akan datang.

(22)

b. Bagi Intansi

1) Diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dan dijadikan sebagai bahan kajian nyata bagi Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember terkhusus pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan terkait implementasi program bimbingan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa.

2) Penelitian ini dapat bermanfaat dan dijadikan referensi tentang Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa.

c. Bagi Pembaca

Hasil penelitian ini dapat berguna bagi masyarakat dan orang yang membaca penelitian ini dalam rangka menambah wawasan atau pengetahuan khususnya terhadap berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu keguruan pada .

E. Definisi Istilah

Adapun beberapa istilah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Implementasi

Implementasi adalah suatu usaha atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang atas kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya atau telah direncanakan sebelumnya. Implementasi juga kerap diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan.

2. Program Bimbingan Konseling

(23)

Program bimbingan konseling adalah suatu kumpulan rencana dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling pada suatu periode tertentu, periode tersebut bisa dalam rentang harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Program bimbingan konseling tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan siswa.

3. Bakat

Bakat adalah suatu kemampuan dasar atau kemampuan bawaan dari lahir seseorang sebagaimana potensi yang msih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

4. Minat

Minat adalah sifat individu yang memiliki keinginan kuat terhadap sesuatu yang diinginkan atau kemauan yang sangat kuat terhadap sesuatu untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Minat juga merupakan suatu ketertarikan atau dorongan dari dalam diri seseorang atau diri siswa yang mengarahkannya pada objek yang diinginkan atau diminatinya.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwasanya implementasi program bimbingan dan konseling adalah suatu proses kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh pembimbing dengan memanfaatkan beberapa sumber daya yang ada untuk mencapai keberhasilan tujuan dari program BK dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program bimbingan dan konseling guna memberikan layanan yang maksimal dalam membantu perkembangan bakat minat siswa.

(24)

F. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan ini berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan sampai bab penutup. Hal tersebut akan diurai dibawah ini:

1. Bab Satu, Pendahuluan. Bab satu menjelaskan tetang latar belakang masalah, fokus penilitian, tujuan penelitian manfaat penelitian, definisi istilah dan sistematika pembahasan.

2. Bab Dua, Kajian Perpustakaan. Bab dua menjelaskan tentang kajian terdahulu yang menjadi pokok permasalahan baik dari segi persamaan maupun perbedaan yang berkaitan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan dan berisi tentang kajian teori yang membahas tentang implementasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa yang akan dijadikan pijakan atau referensi pada bab berikutnya untuk menganalisis data peneliti dalam penelitian.

3. Bab Tiga, Metode Penelitian. Bab tiga menjelaskan tentang metode penelitian yang akan digunakan selama penelitian berlangsung. Metode penelitiannya meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsaan data dan tahapan penelitian.

4. Bab Empat, Penyajian Data Dan Analisis Data. Bab empat menjelaskan tentang gambaran objek penelitian, penyajian data, analisis data serta pembahasan temuan dilapangan.

(25)

5. Bab Lima, Penutup. Bab lima menjelaskan tentang kesimpulan peneliti dari keseluruhan pembahasan terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian kemudian dilanjutkan dengan saran-saran yang konstruktif dan bermanfaat.

(26)

13 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini, peneliti mencantumkan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.11 Setelah itu, peneliti merangkum penelitian baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan (skripsi, tesis, disertasi, dll).

Penelitian terdahulu merupakan upaya peneliti untuk menemukan perbedaan dan persamaan agar menemukan inspirasi baru untuk penelitian lebih lanjut.

Penelitian terdahulu memiliki relevansi dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti antara lain :

1. Sri windarti, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Shultan Thaha Saifuddin Jambi, Tahun 2019, skripsi yang berjudul Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling Disekolah Menengah Pertama (Smp) Negeri 24 Kota Jambi, Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penulisan mengumpulkan sebagian data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan ini peneliti ingin meneliti terkait dengan : a.) Bagaimana Proses Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 24 Kota? b.) Apa kendala yang ditemukan dalam Proses Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Menengah Pertama (SMP)

11Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2016),Hal 45

(27)

Negeri 24 Kota? c.) Bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yang ditemukan dalam Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 24 Kota?.

Peneliti ini mendapatkan hasil yaitu implementasi program bimbingan dan konseling Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 24 Kota Jambi masih dalam proses perbaikan yang lebih baik lagi. Kurangnya pemahaman terhadap program bimbingan dan konseling disekolah ini menyebabkan sebagian siswa ada yang tidak teratasi atau tidak ada perubahan setelah mendapatkan bimbingan dari guru bimbingan konseling baik itu bimbingan individu maupun bimbingan kelompok . Ada beberapa kendala yang menghambat jalannya proses implementasi program bimbingan dan konseling diantaranya yaitu kurangnya guru bimbingan dan konseling, minimnya anggaran dana, kurangnya saran dan prasarana penunjang program bimbingan dan konseling, dan kurang pahamnya siswa terhadap bimbingan dan konseling yang ada disekolahan ini. Cara yang dilakukan guru bimbingan konseling,kepala sekolah dan staf lainya dalam mengatasi beberapa kendala implementasi program implementasi program bimbingan dan konseling yaitu dengan melakukan pendekatan terbuka terhadap siswa dalam bimbingan individu dan melalukan bimbingan kelompok dengan pendekatan tatap muka atau pendekatan langsung didalam kelas.12

12Sri Windartati,”Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling Disekolah Menengah Pertama (Smp) Negeri 24 Kota Jambi,”(Skripsi,Universitas Islam Negeri (Uin) Shultan Thaha Saifuddin Jambi, 2019)

(28)

2. Cut Filzah Azriana, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, Tahun 2019, skripsi yang berjudul Upaya Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengarahkan Minat Dan Bakat Siswa Di SMAN Unggulan Ali Hasjmy Aceh Besar. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penulisan mengumpulkan sebagian data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan ini peneliti ingin meneliti terkait dengan : a.) Bagaimana Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengarahkan Minat Dan Bakat Siswa Di SMAN Unggulan Ali Hasjmy Aceh Besar? b.) Bagaiamana Kerjasama personil sekolah dan guru Bimbingan Konseling Dalam Menjalankan Program Minat Dan Bakat?. Peneliti ini mendapatkan hasil yaitu bentuk upaya seorang guru bimbingan dan konseling dalam mengarahkan bakat dan minat siswa di SMAN Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar yaitu dengan mengidentifikasi data siswa terlebih dahulu, kemudian mengembangkan bakat yang sudah ada di dalam diri siswa, kemudian melihat pengembangan melalui kegiatan atau lomba yang diadakan oleh tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. Setiap adanya kegiatan atau lomba diberikan layanan informasi kepada siswa sebagai perencana program bimbingan dan konseling. Kemudian guru bimbingan dan konseling memberikan tes minat sesuai dengan bakat masing masing siswa, setelah itu siswa dipanggil satu persatu untuk diberikan informasi hasil tes tersebut. Program bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancer dikarenakan adanya kerja sama yang sangat bagus antara operasional

(29)

sekolah dan guru bimbingan konseling dalam mengarahkan bakat dan minat siswa di SMAN Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar, dimana setiap kegiatan layanan bimbingan dan konseling guru selalu memberikan informasi mengenai pengembangan siswa didalam kelas.13

3. Vita Septia Pratami, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, Tahun 2019, skripsi yang berjudul Manajemen Pengembangan Bakat Minat Siswa MI Ma’arif NU 01 Dawuhanwetan.Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penulisan mengumpulkan sebagian data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan ini peneliti ingin meneliti terkait : Bagaimana Manajemen Pengembangan Bakat Minat Siswa MI Ma’arif NU 01 Dawuhanwetan?. Peneliti ini mendapatkan hasil yaitu proses perencanaan bakat minat di MI Ma’arif NU 01 Dawuhwetan.

Berdasarkan kemampuan potensi diri siswa didorong kebebasan untuk menyatakan pendapat, melakukan apa yang diinginkan, memilih pilihannya sendiri serta menanggung resiko dari perilaku yang diperbuat.

Dalam pelaksanaan pengembangan bakat minat siswa MI Ma’arif mengadakan Pendidikan keterampilan berupa ekstrakurikuler yang dilaksanakan diluar jam pelajaran dan dibimbing oleh guru dari MI tersebut atau dari luar MI. Untuk evaluasi bakat minat yang tidak

13Cut Filzah Azrisns, “Upaya Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengarahkan Minat Dan Bakat Siswa Di SMAN Unggulan Ali Hasjmy Aceh Besar”(Skripsi,Universitas Islam Negeri (Uin) Ar Raniry Banda Aceh ,2019)

(30)

mengikuti ekstrakurikuler seperti pramuka siswa akan dipanggil, dikumpulkan dan diberi pengarahan lalu diberi sanksi.14

4. Putri Febriani, Universitas Muhammadiyah Sumatera Selatan, Tahun 2018. Sripsi yang berjudul Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mengembangkan Minat Mengikuti Ekstrakurikuler Siswa Kelas VII Smp Ali Imron T.A 2017/2018.Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penulisan mengumpulkan sebagian data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan ini peneliti ingin meneliti terkait : Apakah Layanan Bimbingan Kelompok dapat Mengembangkan Minat Mengikuti Ekstrakurikuler Siswa Kelas VII Smp Ali Imron T.A 2017/2018?. Peneliti ini mendapatkan hasil yaitu pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan minat mengikuti ekstrakurikuler sudah berhasil dilakukan di Smp Ali Imron dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Secara efektif dengan layanan bimbingan kelompok siswa mempunyai motivasi mengembangkan minat untuk mengikuti ekstrakurikuler. Berkembangnya kegiatan ekstrakurikuler terhadap minat siswa dapat dilihat dari aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan ekstakurikuler berani mengeluarkan pendapat, berinteraksi baik,berwawasan luas.15

5. Riski Kurnia, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Tahun 2019. Skripsi ini berjudul Implementasi Layanan Bimbingan

14Vita Septia Pratami, “Manajemen Pengembangan Bakat Minat Siswa MI Ma’arif NU 01 Dawuhanwetan”(Skripsi, Institut Agama Islam Negri (Iain) Purwokerto,2019)

15Putri Febriani, “Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mengembangkan Minat Mengikuti Ekstrakurikuler Siswa Kelas VII Smp Ali Imron T.A 2017/2018”,(Skripsi,Universitas Muhammadiyah Sumatera Selatan, 2018)

(31)

Konseling Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bandar Lampung.Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penulisan mengumpulkan sebagian data dari observasi,wawancara, dan dokumentasi. Dengan ini peneliti ingin meneliti terkait : a) Bagaimana Penerapan Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bandar Lampung?b.) Bagaimana Tahapan atau Langkah-langkah Penenrapannya? c) Bagaimana Hasilnya? . Peneliti ini mendapatkan hasil yaitu program yang dilakukan guru bimbingan konseling adalah melakukan need assessment terkait kondisi siswa dan kebutuhan siswa sebelum menentukan materi yang diberikan dalam layanan bimbingan dan konseling dalam mengembangkan kecerdasan emosional. Tahap pelaksanaan yang dilakukan guru bimbingan konseling yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, tahap analisis evaluasi dan yang terakhir tahap tindak lanjut. Proses pelaksanaan layanan konseling kelompok belum sepenuhnya terlaksana dengan baik.

Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu siswa kelas VIII E Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Badar Lampung menunjukan perkembangan yang signifikan dengan kecerdasan emosional dan kemampuan pemahaman tentang lingkungan sekolahnya.16

16Riski Kurnia, “Implementasi Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bandar Lampung”,(Skripsi,Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, 2019)

(32)

Table 2.1

Adapun persamaan dan perbedaan penelitian yang terdahulu dan penelitian yang akan dilakukan, akan digambarkan dalam table

berikut ini:

No Judul Persamaan Perbedaan Hasil

1 Implementasi Program

Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah

Menengah

Pertama (SMP) Negeri 24 Kota Jambi

a. Sama sama membahas tentang implemetasi program

bimbingan dan konseling.

b. Sama sama menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif

Perbedaannya

terletak pada focus penelitiannya yaitu implementasi

program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa dan hasilnya .

implementasi

program bimbingan dan konseling Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 24 Kota Jambi masih dalam proses perbaikan yang lebih baik lagi.

2 Upaya Bimbingan Dan Konseling Dalam

Mengarahkan Minat Dan Bakat Siswa Di SMAN Unggulan Ali Hasjmy Aceh Besar

a. Sama sama menjelaskan bakat minat

b. Sama sama menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif

Penelitian ini membahas tentang implementasi

program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa sedangkan penelitian tersebut tidak membahas tentang implementasi

program bimbingan konseling akan tetapi membahas tentang upaya guru dalam mengarahkan bakat minat siswa.

Upaya yang

dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa yaitu dengan cara

mengidentifikasikan

data siswa,

mengembangkan bakat yang ada pada diri siswa dan untuk melihat hasil pengembangannya dari kegiatan atau perlombaan yang

diadakan di

kabupaten, provinsi maupun nasional;

3 Manajemen Pengembangan Bakat Minat Siswa MI Ma’arif

NU 01

Dawuhanwetan.

a. Sama sama membahas tentang bakat dan minat b. Sama sama

menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif

Perbedaanya ada di fokus Penelitian ini membahas tentang implementasi

program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa sedangkan penelitian tersebut membahas

Manajemen Pengembangan Bakat Minat Siswa MI Ma’arif NU 01 Dawuhantan sudah cukup baik, dalam pelaksanaannya yaitu mengadakan Pendidikan

ketrampilan seperti

(33)

No Judul Persamaan Perbedaan Hasil tentang manajemen

pengembangan bakat dan minat

ekstrakurikuler yang dilakukan diluar jam pelajaran. Untuk pengawasannya peserta didik mampu mengambil

keputusan sendiri, terampil percaya diri, dan dapat mengorganisir teman dan adek kelasnya sendiri. Untuk evaluasinya

dilakukan dihari senin, untuk yang tidak mengikuti ekstrakurikuler diberi sanksi.

4 Penerapan Layanan Bimbingan

Kelompok Untuk Mengembangkan Minat Mengikuti Ekstrakurikuler Siswa Kelas VII Smp Ali Imron T.A 2017/2018.

Sama sama menggunakan

pendekatan kualitatif deskriptif

Perbedaanya ada di fokus, Penelitian ini membahas tentang implementasi

program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa sedangkan penelitian tersebut membahas tentang Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mengembangkan Minat Mengikuti Ekstrakurikuler

Pelaksanaan

bimbingan dengan topik Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Mengembangkan Minat Mengikuti Ekstrakurikuler Siswa Kelas VII Smp Ali Imron T.A 2017/2018 sudah berhasil di lakukan dengan

menggunakan

diskusi kelompok

dengan cara

mengembangkan mint ekstrakurikuler 5 Implementasi

Layanan Bimbingan

Konseling Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional

Peserta Didik Di Madrasah

a. Sama sama menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif

b. Sama sama membahas tentang implementasi layanan

Penelitian ini membahas tentang implementasi

program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat minat siswa sedangkan penelitian tersebut hanya

Proses pelaksanaan Implementasi

Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Kecerdasan

Emosional Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Negeri

(34)

No Judul Persamaan Perbedaan Hasil Tsanawiyah

Negeri 1 Bandar Lampung

membahas tentang Implementasi

Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Kecerdasan

Emosional Peserta Didik

1 Bandar Lampung belum sepenuhnya terlaksana dengan baik.

Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dipaparkan diatas, pada implementasi dan hasil peneliti terdahulu tidak meneliti tentang perencanaan.

Padahal unsur utama dalam terlaksanaya program BK adalah perencanaan.

Maka dari itu, untuk pembaruan dan orisinalalitas peneliti melakukan penelitian terkait implementasi program Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Bakat Minat Siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi secara utuh mulai dari perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi program bimbingan dan konseling dimana ini sangat penting untuk membantu proses pengembangan bakat dan minat siswa disekolah untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Table 2.2 Orisinalitas Penelitian

Nama Judul Focus penelitian Metode

penelitian Fentina

Feronika Sari

Implementasi Program

Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengembangkat Bakat dan Minat di di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda

1. Bagaimana perencanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak, Tegalsari, Banyuwangi ? 2. Bagaimana pelaksanaan

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini, yakni metode penelitian

kualitatif

deskriptif, dengan jenis penelitian studi kasus, yang

(35)

Nama Judul Focus penelitian Metode penelitian Krasak Tegalsari

Banyuwangi.

program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak, Tegalsari, Banyuwangi?

3. Bagaimana evaluasi program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Huda Krasak, Tegalsari, Banyuwangi ?

mana penelitian akan melakukan secara langsung

ke lokasi

penelitian, mewawancarai dan mengamati serta melakukan dokumentasi guna

mendapatkan fakta yang diperlukan oleh peneliti.

B. Kajian Teori

1. Implementasi Program Bimbingan dan Konseling a. Perencanaan Program Bimbingan dan Konseling

Perencanaan dalam Lembaga didefinisikan dari Bahasa inggris yaitu planning ber- plan berarti rencana, niat, maksud, rancangan. Jadi planning berarti perencanaan. Perencanaan merupakan suatu proses dan langkah yang sangat fundamental untuk tercapainya tujuan yang diinginkan. Selain itu, perencanaan merupakan hal yang sangat penting dan paling utama dalam mencapai tujuan, maka setiap perencanaan harus dilakukan dengan benar melalui analisis tentang tindakan dan aktivitas apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Secara sederhana, perencanaan adalah suatu proses menentukan tujuan yang akan dicapai, menetapkan aktivitas atau tindakan, mengerahkan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan yang efektif dan

(36)

efisien.17 Perencanaan merupakan beberapa aktivitas atau kegiatan yang ditetepkan sebelumnya yang dilaksanakan dalam periode tertentu dalam rangka untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan18. Dalam proses perencanaan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaksanakan secara terbuka, maksudnya adalah bukan hanya melibatkan personil bimbingan dan konseling, akan tetapi melibatkan beberapa orang yang mempunyai peran penting dalam pengambilan kebijakan. Langkah pertama yang harus dilakukan guru pembimbing dalam perencanaan program bimbingan dan konseling adalah membentuk komite yang representative, yang bertugas untuk merancang, mendesain, mengeimlementasikan, dan megevaluasi program BK yang akan dilakukan, Komite ini terdiri dari guru BK, orang tua, guru mata pelajaran, dan tentunya konselor untuk pengatur dan konsultan komite.19 Dalam menyusun rencana program bimbingan dan konseling dimadrasah harus melibatkan berbagai pihak yang terkait seperti kepala madrasah, komite sekolah, guru BK, para guru, tenaga administrasi, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat lainnya.20 Menurut Depdikbud bahwasanya penyusunan program BK memiliki prinsip sebagai berikut: program BK harus diselaraskan atau

17 Suhadi Winoto, “ Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan”(Yogyakarta:Lkis, 2020) Hal 41 18

Rodliyah, “Manajemen Pendidikan Sebuah Konsep Dan Aplikasinya, (Jember:IAIN Jember Pres, 2015) Hal 14

19 Kasypul Anwar, Dkk. “ Strstegy Accountability Program Bimbingan Dan Konseling Dalam Mewujudkan Publick Trust Di Sekolah Menengh Kejuruan Kota Banjarmasin.” ( Bandung:

CV. Alfabeta, 2018), Hal 40

20Tohirin,” Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dan Madrasah (Berbasis Integrasi), (Depok: Raja Grafindo Persada,2019), Hal 245

(37)

disesuaikan dengan program pendidikan dan pengembangan siswa, penyusunan program BK harus diawali dengan kebutuhan konseli (need assesement), program BK harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan siswa, lembaga dan masyarakat, dan program BK disusun secara berkelanjutan serta perlu diadakan penilaian dan pengarahan secara teratur terhadap program BK yang telah disusun.21 Menurut Gusman perencanaan pelaksanaan program BK meliputi: Analisi kebutuhan konseli, penyusunan program bimbingan dan konseling, sarana penyelenggaraan program bimbingan dan konseling, biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Hal tersebut akan diurai dibawah ini:

1) Analisis Kebutuhan Peserta Didik

Dalam merencanakan program yang bimbingan dan konseling perlu dilakukan analisis kebutuhan (need assesement), untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan siswa dan layanan bimbingan konseling. Analisis kebutuhan merupakan suatu kegiatan mengidentifikasi beberapa factor pendukung dan penghambat proses pelayanan dalam menetapkan materi, media untuk mencapai tujuan yang mengarah pada pencapain perkembangan. Adapun pelaksanaan analisis kebutuhan program bimbingan dan konseling adalah suatu kegiatan mengelompokkan beberapa masalah siswa diidentifikasikan melalui: (1) karakter

21 Muhammad Muwefik, “Manajemen Bimbingan dan Konseling”. (2022) Hal 7 http://digilib.uinkhas.ac.id/11029/

(38)

siswa, seperti aspek-aspek fisik, sikap, motif belajar, kecerdasan, kebiasaan belajar dan temperamen. (2) harapan siswa, sekolah dan masyarakat. Dalam mengenali kebutuhan siswa dan lingkungannya dapat dilakukan dengan memberi angket kebutuhan, mengamati dan mewawancarai siswa. Dalam menganalisis dan mengonversi data perlu diperhatikan kriterianya seperti menggunakan SKKPD atau bidang bimbingan yang meliputi pribadi, sosial, belajar dan karier.22 Sedangkan menurut Galang perencanaan program bimbingan dan konseling didahului dengan need assesement atau kebutuhan siswa dan lingkungannya. Adapun assesement kebutuhan berkaitan dengan identifikasi karakter siswa dan harapan program bimbingan dan konseling. Adapun assesement lingkungan berkaitan dengan visi, misi, tujuan, harapan sekolah dan orang tua siswa, sarana prasarana pendukung program bimbingan dan konseling, serta kebijakan pimpinan madrasah.23 Adapun langkah- langkah asessement konseli meliputi: (1) mengidentifikasi data yang dibutuhkan untuk penyusunan program layanan yang meliputi data tentang tugas-tugas perkembangan, permasalahan, prestasi siswa dan lain sebagainya. (2) memilih instrument pengukuran data sesuai kebutuhan dengan pendekatan masalah seperti AUM dan DCM dengan tujuan 4 bidang layanan

22Gusman Lesmana, “Penyusunan Pelayanan Bimbingan dan Konseling” Jakarta : Kencana,2021). Hal 90

23 Galang Surya Gumilang, “Pengembangan Dan Evaluasi Program Layanan Bimbingan Dan Konseling (Teori & Praktik)”(Malang: CV Aziziah Publishing, 2019 ) Hal 25

(39)

(seperti bidang pribadi, sosial, belajar dan karier), dapat berupa angket, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket sosiometri. (3) mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginteprensi data hasil assesement. Konselor atau guru BK juga melakukan assesement kebutuhan sarana dan prasarana. 24

2) Penyusunan Program Bimbingan Konseling

Menurut Gusman Lesmana dalam penyusunan program bimbingan dan konseling diantaranya ; (1) Assesement kebutuhan siswa dan lingkungannya. Aseseement kebutuhan siswa berkaitan dengan identifikasi karakterisitik dan harapan program BK.

Sedangkan asessement lingkungan berkaitan dengan visi, misi, tujuan, harapan madrasah dan orang tua siswa. Kondisi dan kualifikasi guru BK, saranan dan prasaran pendukung program BK serta kebijakan dari pemimpin madrasah (2) Perumusan tujuan.

Tujuan diselenggarakan layanan BK di madrasah yaitu untuk membantu siswa supaya dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan secara optimal dalam bidang pengembangan pribadi, sosial, belajar dan karier. Adapun rumusan tujuan BK dapat merujuk pada SKKPD. (3) Perancangan program BK.

Berdasarkan assesement kebutuhan siswa dan lingkungannya serta tujuan program BK maka diadakannya perancangan program bimbingan dan konseling dengan menetapkan elemen dan

24 Vanda Rezania, “Buku Ajar Layanan di SD”.( Sidoarjo: UMSIDA Press, 2018)

(40)

komponen sebagai berikut: (1) Merumuskan rasional, merupakan latar belakang diadakannya program bimbingan dan konseling.

(2)Merumuskan visi misi bimbingan konseling dimadrasah. (3) Mendeskripsikan kebutuhan, diidentifikasi berdasarkan hasil assesement dan lingkungannya. (4) Merumuskan tujuan berdasarkan hasil assesement. (5) Menentukan komponen, meliputi layanan dasar, layanan responsive, layanan peminatan dan perencanaan individual, dan dukungan system. (6) Mengidentifikasikan bidang layanan yang meliputi bidang pribadi, sosial, belajar dan karier. (7) Menyusun rencanan operasional, rencana detail yang mengurai tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menccapai tujuan. 25

3) Sarana Penyelenggaraan Program Bimbingan dan Konseling Sarana dan prasarana harus direncanakan sebelum dilaksanakan program bimbingan dan konseling, supaya pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling berjalan dengan lancar. Konselor mengkonsultasikan sarana dan prasarana kepada kepala madrasah, wali kelas, guru, dan komite madrasah. Adapun saranan dan prasarana yang perlu disediakan untuk melaksanakan program pelayanan BK meliputi: ruang BK, letak dan lokasi ruang bimbingan konseling seharusnya memiliki letak yang strategis atau mudah diakses oleh siswa akan tetapi tidak terbuka. Fasilitas

25Gusman Lesmana, “Penyusunan Pelayanan Bimbingan dan Konseling”.(Jakarta : Kencana,2021) Hal 92-94

(41)

ruangan diharapkan tersedianya ruangan tempat bimbingan dan konseling yang khusus dan teratur, serta memiliki beberapa perlengkapan untuk tercapainya kegiatan proses pelayanan BK.

Adapun ruangan konseling individual harus memberi rasa nyaman, aman, dan menjamin kerahasian siswa. Diruangan hendaknya juga disimpan beberapa perangkat instrument BK, himpunan data siswa, dan beberapa informasi data lainnya. Ruangan tersebut hendaknya juga memuat berbagai penampilan misalnya penampilan informasi dan jabatan.26

4) Biaya Penyelenggaraan Program Bimbingan dan Konseling

Anggaran merupakan salah satu komponen penting dari manajemen BK. Anggaran program BK perlu dirancang dengan cermat agar dalam implementasi program BK dapat berjalan dengan lancar. Anggaran program BK masuk kedalam anggaran dan belanja sekolah. Adapun komponen biaya anggaran meliputi:

anggaran untuk seluruh aktivitas yang tercantum pada program bidang bimbingan konseling, anggaran untuk aktivitas pendukung ( seminar, pembelian buku pendukung, home visit, organisasi profesi dan kegiatan profesi, pembelian alat atau media untuk pelayanan BK, dan anggaran untuk kenyamanan dan peningkatan pengembangan ruang seperti pembenahan ruangan, penyiapan perangkat dan pengadaan buku-buku. Adapun sumber biaya selain

26 Gusman Lesmana, “Penyusunan Pelayanan Bimbingan dan Konseling”.(Jakarta : Kencana,2021) Hal 101

(42)

dari Rencana Anggaran Belanja Sekolah (RABS), bisa juga didapat dari dukungan kebijakan kepala sekolah jika memungkinkan dan dapat diakses juga melalui sember lainnya dengan kesepakatan Lembaga dan beberapa pihak atau menggunakan beberapa sumber yang dialokasikan oleh komite madrasah.27

b. Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling

Dalam Buku Hambali dan Mu’alimin bahwasanya pelaksanaan sama dengan pengerakan atau actuating. Penggerakan atau pelaksanaan pada dasarnya merupakan bentuk arahan, bimbingan, dan motivasi yang diberikan kepada seluruh sumberdaya yang ada dalam organisasi yang bertujuan agar mereka mempunyai kesadaran tinggi dalam menjalankan tuganya dengan baik dan benar.28 Proses pelaksanaan beberapa kegiatan dari keseluruhan program bimbingan dan konseling harus didasarkan pada skala prioritas yang didapatkan dari hasil analisis kebutuhan siswa. Selain itu, penerapan program bimbingan dan konseling yang telah ditetapkan dengan baik, seharusnya dikumpulkan dalam satu alokasi waktu dalam satu tahun29. Perencanaan dan pelaksanaan bimbingan kurikulum dan konseling difokuskan pada beberapa bidang pengembangan diantaranya bidang

27 Gusman Lesmana, “Penyusunan Pelayanan Bimbingan dan Konseling”.(Jakarta : Kencana,2021) Hal 105

28 Hambali dan Mu’alimin,“Manajemen Pendidikan Islam Kontemporer Strategi Pengelolaan dan Pemasaran Pendidikan Islam di Era Industri 4.0.(Yogyakarta: IRCiSoD, 2020) Hal34

http://digilib.uinkhas.ac.id/1045/1/Manajemen%20Pendidikan%20Islam%20kontemporer.pdf

29 Kasypul Anwar, Dkk. “ Strstegy Accountability Program Bimbingan Dan Konseling Dalam Mewujudkan Publick Trust Di Sekolah Menengh Kejuruan Kota Banjarmasin.” ( Bandung:

CV. Alfabeta, 2018), Hal 40

(43)

pribadi, sosial, akademik dan karier. Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan didalam kelas (bimbingan klasikal) dan diluar kelas. Layanan bimbingan konseling diselenggarakan secara terprogram sesuai dengan kebutuhan siswa (need assesement) dan dilaksanakan secara prioritas skala dan berkelanjutan. 30 Pengembangan bidang tersebut akan diuraikan dibawah ini: dalam buku Martin Handoko Dan Theo Riyanto, Bimbingan & Konseling Disekolah ada 4 bidang layanan bimbingan dan konseling yaitu (1) Pengembangan pribadi, bidang layanan yang membantu siswa dalam memahami dan mengembangkan potensi, bakat minat, kecakapan, dan kondisi sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistis. (2) Pengembangan sosial, bidang layanan yang membantu siswa dalam memahami dan mengembangkan hubungan sosial yang sehat dengan keluarga, teman, dan lingkungan sosial. (3) Pengembangan belajar, yaitu bidang layanan yang membantu siswa dalam memahami dan mengembangkan potensi belajar dalam rangka mengikuti Pendidikan sekolah dan belajar mandiri. (4) Pengembangan karier, bidang layanan yang membantu siswa dalam memahami dan menila informasi serta mengambil keputusan.31 Sedangkan menurut

30 Anniez Rachmawati Musslifah, Implementasi Pelayanan Bimbingan Konseling dalam Panduan Kemendibud 2016 (Malang: Ahlimedia Press)Hal 23

31 Martin Handoko Dan Theo Riyanto,” Bimbingan & Konseling Disekolah Panduan Praktis”… Hal 106

(44)

Tohirin bidang pengembangan pribadi, bidang sosial, bidang belajar, bidang karier, bidang berkeluarga, dan bidang beragama.32

Adapun waktu pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling dilakukan pada jam pelajaran madrasah dan diluar jam pelajaran madrasah. Adapun hal tersebut diperinci dibawah ini:

1) Didalam jam pelajaran madrasah, kegiatan tatap muka dilakukan secara klasikal dengan siswa untuk menyelenggarakan beberapa layanan diantaraya layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasa konten, kegiatan instumentasi, dan layanan kegiatan lain yang dapat dilakukan didalam kelas.

2) Diluar jam pelajaran madrasah, yaitu kegiatan yang dilakukan secara tatap muka dengan siswa untuk menyelenggarakan beberapa layanan diantaranya layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, mediasi dan beberapa kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.33

Selain itu Martin dan Theo juga mengemukakan bahwasanya program layanan hendaknya dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan, sasaran, jenis kegiatan, waktu, tempat, serta pihak-pihak yang terkait dengan layanan tersebut. Adapun pada prinsipnya layanan bimbingan konseling dilaksanakan pada jam pelajaran dan diluar jam pelajaran. Saat jam pelajaran dapat

32 Tohirin, “Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah” (berbasis intergrasi) (Depok: Rajawali Press, 2019), 121-135

33 Suhertina, “Penyusunan Program Bimbingan & Konseling Di Ssekolah.”(Pekanbaru:CV Mutiara Pesisir Sumatra ), Hal 50

(45)

dilakukan dengan tatap muka oleh pembimbing dan siswa, paling tidak satu jam pelajaran perminggu, untuk melaksanakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, kegiatan intrumentasi, penguasa konten, serta layanan atau kegiatan lain yang dapat dilakukan didalam kelas. Sedangkan untuk kegiatan diluar kelas dari seluruh kegiatan konseling maksimal 50%. Jadi minimal satu kali dalam tiga bulan sebaiknya diadakan kegiatan diluar jam pelajaran. Adapun layanan yang dapat dilakukan diluar jam pelajaran adalah layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan konseling, bimbingan kelompok, serta beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan diluar jam pelajaran.34 Adapun komponen program BK menurut Gusman adalah : (1) Pelayanan dasar meliputi: (a) Bimbingan kelas, program yang dirancang pembimbing untuk melaksanakan kontak langsung dengan siswa di kelas, dengan demikian pembimbing memberikan pelayanan bimbingan kepada siswa. Kegiatan bimbingan kelas ini merupakan proses diskusi kelas atau brainstorming (curah pendapat).

(b)Pelayanan orientasi, adalah suatu kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya terutama di lingkungan madrasah untuk memudahkan peran mereka di lingkungan tersebut. Adapun pelaksanaannya dilakukan pada awal program pelajaran baru materi pelayanan

34 Martin Handoko & Theo Riyanto, “ Bimbingan & Konseling Di Sekolah Panduan Praktis”. ( Yogyakarta: KanisiUS Media, 2010) Hal 109

Referensi

Dokumen terkait

Program Bimbingan dan Konseling pribadi- sosial untuk mengembangkan perilaku seksual sehat remaja merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka membantu siswa agar dapat

Hasil penelitian yang telah dilakukan menghasilkan sebuah sistem informasi profil siswa dan bimbingan konseling pada madrasah ibtidaiyah muhammadiyah program

Program Pelatihan untuk Mengembangkan Keterampilan Konseling Lintas Budaya bagi Guru Bimbingan Dan Konseling (Studi Pengembangan Progam Pelatihan bagi Guru Bimbingan

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui supervisi yang dilakukan kepala madrasah terhadap kompetensi profesional guru Bimbingan Konseling di

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Bimbingan Pribadi Sosial dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Siswa Di Madrasah Aliyah Laboratorium (MAL)

(2) Inovasi madrasah melalui pengembangan bakat dan minat siswa dilakukan dengan menerapkan program-program yang dikelola dengan baik mengacu pada fungsi

PERANAN KONSELOR DALAM PELAYANAN PENDEKATAN KHUSUS BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PEMBINAAN TINGKAH LAKU.. SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MUALLIMAT YAPEWI

Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Perencanaan Program Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di Smp Negeri 2 Mayang Jember Tahun Pelajaran