PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
DALAM MENGEMBANGKAN DIRI SISWA
DI MADRASAH ALIYAH SABILIL MUTTAQIEN
DES. EMPLAK KEC. KALIPUCANG
KAB. PANGANDARAN TAHUN 2017/2018
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh:
Saepul Yusup
NIM: 11114354
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INDTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
DALAM MENGEMBANGKAN DIRI SISWA
DI MADRASAH ALIYAH SABILIL MUTTAQIEN
DES. EMPLAK KEC. KALIPUCANG
KAB. PANGANDARAN TAHUN 2017/2018
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh:
Saepul Yusup
NIM: 11114354
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INDTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
Moh Hafidz, M.Ag. Dosen IAIN Salatiga
Persetujuan Pembimbing
Hal : Naskah Skripsi
Lamp : 4 eksemplar
Saudara : Saepul Yusup
Kepada:
Yth. Dekan FTIK IAIN Salatiga di Salatiga
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Setelah meneliti dan mengadaan perbaikan seperlunya, maka bersama ini, kami kirimkan naskah skripsi saudara:
Nama : Saepul Yusup
NIM : 111141354
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Judul : PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM
MOTTO
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya
PERSEMBAHAN
Puji syukur kehadirat Allah SWT. atas limpahan rahmat serta karunia-Nya, skripsi
ini penulis persembahkan untuk :
1. Bapak dan ibuku tersayang, Ujang Abdul Hamid dan Alm. Eti Winarsih yang
selalu mendukungku, membimbingku, memberikan doa, nasihat, kasih sayang,
dan motivasi dalam kehidupanku.
2. Saudara kandungku kaka Asep Abdurrohman dan Dede Muhammad Syafei
yang tak ada hentinya memberikan motivasi dan dukungannya sehingga
proses dalam menempuh gelar sarjana ini bisa tercapai.
3. Kepada paman Kuswan, Ujo dan Bibi Ros yang juga ikut mendoakanku
didalam proses menempuh gelar sarjana ini.
4. Ku haturkan untuk seluruh keluarga besar ku yang senantiasa memberikan
dukungan serta do‟a yang tiada putusnya.
5. Teman-teman seangkatan dan seperjuangan, terimakasih banyak buat
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Bismillahirrahmanirrohim
Puji syukur alhamdulillahi robbil‟alamin, penulis panjatkan kepada Allah
Swt yang selalu memberikan nikmat, kaunia, taufik, serta hidayah- Nya sehingga
dapat menyelesaikan skripsi ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada nabi agung Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta
para pengikutnya yang selalu setia dan menjadikannya suri tauladan yang mana
beliau satu-satunya umat manusia yang dapat mereformasi umat manusia dari
zaman kegelapan menuju zaman terang benerang seperti ini yakni dengan
ajarannya agama Islam.
Skripsi ini berjudul Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam
Mengembangkan Prestasi Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Tahun
2017/2018. Topik yang diangkat dalam penulisan skripsi ini bertujuan untuk
menggambarkan prestasi yang didapat oleh siswa setelah di beri motivasi oleh
Guru Bimbingan Konseling di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien.
Penulisan skripsi ini pun tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dari
berbagai pihak yang telah berkenan membantu penulis menyelesaikan skripsi ini.
Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:
1. Rektor IAIN Salatiga, Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd.
2. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Bapak Suwardi, M.Pd.
4. Bapak Muh. Hafidz, M.Ag. selaku pembimbing skripsi yang telah
memberikan saran, arahan dan bimbingan dengan ikhlas dan kebijaksanaan
meluangkan waktunya untuk penulis sehingga skripsi ini terselesaikan.
5. Bapak Imam Mas Arum M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang
telah memberi dukungan dan pengarahan selama masa perkuliahan di IAIN
Salatiga.
6. Bapak dan Ibu dosen yang telah membekali berbagai ilmu pengetahuan, serta
karyawan IAIN Salatiga sehingga penulis dapat menyelesaikan jenjang
pendidikan S1.
7. Seluruh Guru, Ustadz, kyai serta keluarga besar Pondok Pesantren Sabilil
Muttaqien Emplak Ke. Kalipucang Kab. Pangandaran
8. Seluruh Guru dan Siswa Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien yang telah
membantu dan berpartisipasi kemudian berkenan untuk memberikan informasi
dan bantuan dalam penulisan sekripsi ini.
9. Sahabat-sahabat seperjuanganku maimun, faizal, gus alip, latif, Mustofa, Tri
Murdianto, Niam, Fauzil, marjai, chuzaini, fajar Ali, Aziz Fuad, Muhammad
Lutfi, Arip, Faiqoturrohmah dan teman-teman kuliah kelas I yang selalu
memberikan semangat kepadaku, somoga sukses serta diberi kelancaran
dalam menyelesaikan skripsi
10.Keluarga besar santri Pondok Pesantren Mansyaul Huda Sraten Tuntang
Kabupaten Semarang.
11.Keluarga Besar ITTAQO IAIN Salatiga terimakasih atas doa dan motivasinya
12.Sahabat-sahabat seperjuanganku Posko 9 KKN Colok Candi Mulyo Kab.
Magelang (Arif N, Arif Panca W, Aina, Asma, Desya, Nelli, Siti Lestari) yang
selalu mendoakanku dalam segala hal tak terkecuali menyelesaikan tugas
akhir ini.
13.Keluarga Besar IMASASI (Ikatan Mahasiswa Studi Arab Se-Indonesia)
Wilayah 6 yang selalu memberi semangat dan doanya.
14.Sahabat-sahabat seperjuanganku angkatan 2014 khususnya jurusan PAI.
15.Alumni Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, Asep W, Tedi H, Dede S,
Ahmad Munawir, Nurdin dan Alumni PSM Angkatan 2014 yang juga ikut
mendoakan dan memberi semangat.
16.Keluarga Besar BLEKMAFTIK (Drumblek Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu Keguruan) IAIN Salatiga.
17.Dan seluruh teman yang tidak bisa saya sebutka satu per satu terimakasih atas
segala yang telah diberikan baik itu tenaga, motivasi, do‟a dan lain
sebagainya.
18.Semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga
penulisan skripsi ini dapat berjalan dengan lancar.
Atas jasa mereka, penulis hanya dapat memohon doa semoga amal mereka
mendapat balasan yang lebih baik dari serta mendapatkan kesuksesan baik di
dunia maupun di akhirat.
Penulis menyadari bahwa sepenuhnya dalam penulisan skripsi ini masih
sangat jauh dari sempurna. Dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan
kritik dan saran yang membangun agar dapat memberikan manfaat bagi penulis
sendiri dan bagi pembacanya. Aamiin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Salatiga, 14 September 2018
DAFTAR ISI
LEMBAR BERLOGO ... ii
HALAMAN JUDUL ... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv
PENGESAHAN KELULUSAN ... v
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... vi
MOTTO ... vii
PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
ABSTRAK ... xix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Fokus Penelitian ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 7
E. Penegasan Istilah ... 7
F. Sistematika Penulisan ... 11
1. Guru Bimbingan dan Konseling ... 12
a. Pengertian Guru Bimbingan dan Konseling ... 12
b. Pentingnya Guru Bimbingan dan Konseling ... 13
c. Tujuan Bimbingan dan Konseling ... 14
d. Fungsi Bimbingan dan Konseling ... 15
2. Diri Siswa ... 18
a. Pengertian Diri Siswa ... 18
b. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Diri Siswa ... 19
B. Kajian Pustaka ... 19
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 23
B. Kehadiran Peneliti ... 23
C. Lokasi Penelitian ... 23
D. Sumber Jenis Data ... 24
E. Teknik Pengumpulan Data ... 24
F. Analisis Data ... 25
G. Pengecekan keabsahan Data ... 27
H. Tahap-tahap Penelitian ... 27
BAB IV PAPARAN DAN ANALISIS DATA A. Paparan Data ... 29
1. Kondisi Umum Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien... 29
a. Sejarah Brdiri Madrasah Aliyah ... 29
c. Visi dan Misi MA Sabilil Muttaqien ... 31
d. Lokasi Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien ... 36
e. Sarana Prasarana ... 36
f. Data Siswa ... 37
g. Keadaan Tenaga Kerja dan Tata Usaha ... 38
h. Struktur Organisasi MA Sabilil Muttaqien ... 40
i. Kegiatan Intra dan Ekstrakulikuler ... 41
2. Peranan Guru bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri Siswa di MA Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018 ... 42
a. Kondisi Prestasi Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018 ... 42
b. Peranan Guru BK dalam Mengembangkan Diri Siswa Di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018 ... 44
c. Faktor Pendukung dan Penghambat Peranan Guru Bimbngan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri siswa di MA Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018 ... 46
B. Analisa Data ... 47
1. Kondisi Prestasi Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018 ... 47
3. Faktor Pendukung dan Penghambat Peranan Guru Bimbngan
dan Konseling dalam Mengembangkan Diri siswa di MA Sabilil
Muttaqien Tahun 2017/2018 ... 50
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 54
B. Saran ... 55
DAFTAR PUSTAKA ... 56
DAFTAR TABEL
1. Tabel I Sarana Prasarana
2. Tabel II Jumlah Gedung
3. Tabel III Data Siswa MA Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018
4. Tabel IV Data Siswa MA Sabilil Muttaqien 3 Tahun Terakhir
5. Tabel V Data Pengajar MA Sabilil Muttaqien
6. Tabel VI Daftar jenis kegiatan Intra di MA Sabilil Mutaqien
7. Tabel VII Daftar Jenis Kegiatan Ekstrakulikuler/Pengembangan Diri di MA
DAFTAR LAMPIRAN
1. Lampiran Hasil Transkip Wawancara
2. Lampiran Dokumentasi
3. Lampiran Surat Permohonan Izin Penelitian
4. Lampiran Surat Keterangan Penelitian
5. Lampiran Surat Pembimbing Skripsi
6. Lampiran Lembar Konsultasi Penelitian
7. Lampiran Daftar Nilai Skk
ABSTRAK
Yusup, Saepul. 2018. Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam
Mengembangkan Diri Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Muh. Hafidz, M.Ag.
Kata Kunci : Peranan Guru Bimbingan Konseling, Diri Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil
Muttaqien Tahun 2017/2018. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui
penelitian ini adalah: Pertama, Bagaimana kondisi diri siswa di Madrasah Aliyah
Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018. Kedua, Bagaimana peranan Guru Bimbingan
dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018. Ketiga, Apa saja faktor penghambat dan faktor pendukung peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Guru Bimbingan dan Konseling, Wali kelas dan kegiatan yang di lakukan oleh siswa sehari-hari.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi ini, dunia pendidikan memiliki berbagai tantangan
dan permasalahan. Diantaranya muncul berbagai permasalahan kenakalan
pada kalangan remaja khususnya di kalangan para siswa.
Adapun bentuk permasalahannya yaitu sangat beragam, diantaranya
sering terlambat masuk kelas, kurang disiplin, tidak menggunakan atribut
lengkap, sering tidak masuk kelas/bolos, berambut gondrong, kurang
mematuhi tata tertib di sekolah, dan lain sebagainya.
Masa remaja merupakan suatu perubahan seseorang dari sifat
kekanak-kanakan yang berpindah ke sifat dewasa, bukan lagi anak akan tetapi belum
bisa di pandang sebagai seorang yang dewasa, remaja adalah umur yang
menjembatani antara umur anak-anak dan umur dewasa. (Syafaat, 2008: 87).
Karena bagaimanapun remaja dinilai dari berbagai sudut pandangan, remaja
merupakan suatu proses peralihan dari anak menjelang remaja (Darajat, 1975:
11).
Didalam perubahannya tentu harus ada faktor pendukung. Dari faktor
pendukung tersebut seorang remaja akan memiliki motivasi bagi mereka
untuk dapat mengetahui keadaan dirinya sendiri, apakah mereka akan menjadi
seorang remaja yang berperilaku positif dan berprestasi? atau mungkin
Setelah memasuki masa remaja seseorang akan sangat mudah
dipengaruh dengan lingkungan yang ada di sekitarnya khususnya di
lingkungan pendidikan atau sekolah karena akan mempengaruhi proses belajar
mereka untuk menjadi siswa yang disiplin di sekolah. Remaja juga berisiko
jika perilaku antisosialnya mengakibatkan hasil dari pendidikan yang buruk,
menganggur, tidak mampu mempertahankan hubungan, dan sebagainya
(Geldard, 2009: 362).
Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha sadar untuk
pengembangan kepribadian yang berlangsung seumur hidup baik di sekolah
maupun madrasah, maknanya yaitu bahwa inti tujuan pendidikan adalah
terwujudnya kepribadian yang optimal dari setiap siswa. Tujuan ini pulalah
yang ingin di capai oleh layanan bimbingan konseling (Tohirin, 2009: 5-6).
Menurut Sada (2015): (101) Pendidik bertanggung jawab atas amanat
yang diserahkan kepadanya. Allah SWT menjelaskan:
ِب اُْوُكْحَت ْىَأ ِساٌَّلا َيْيَب ْنُتْوَكَح اَذِإ َّ اَِِلَُْأ ٰىَلِإ ِتاًَاَهَ ْلْا اُّّدَؤُت ْىَأ ْنُكُرُهْأَي َ َّاللَّ َّىِإ
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Q.S.
An-Nisa‟: 58).
Rasululloh saw brsabda melalui haditsnya:
َتْبُي اَّوِه اصوْلِع َنَّلَََت ْيَه : َنَّلَع َّ َِْيَلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُِ ُْْعَر ََِاق
َلا َّلَج ََّّزَع ِالله َُْج َّ َِِب ىَغ
َِِب َبْي ِاُيِل َّلاِا َُُوَّلَََتَي
،اََِحْي ِر : يٌََِْي ،ِةَهاَيِقْلا َم َْْي ِةٌََّجْلا َف ْرَعِْ ِجَي ْنَل اَيًُّْْلا َيِه صاضرع
.) ٍحْيِحَص ٍداٌَْعِئِب َدُّاَد ُْْبَأ ٍُا ََّر
Artinya : Rosululloh saw bersabda:“ Barang siapa yang mempelajari
„Azza wa Jalla. Kemudian ia mempelajarinya dengan tujuan hanya untuk mendapatkan kedudukan / kekayaan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan baunya syurga kelak pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud) Sanad Hadist ini Shohih
Dalam belajar ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh siswa,
diantaranya adalah kesiapan mereka dalam melaksanakan pembelajaran dan
memiliki motivasi untuk mengikuti pelajaran termasuk disiplin sekolah.
Kedisiplinan di sekolah merupakan tata tertib yang mengatur proses kegiatan
belajar mengajar yang melibatkan aktivitas seorang guru, murid dan pegawai
terhadap tata tertib di sekolah, sehingga akan menjadi semakin baik kegiatan
belajar mengajar yang akan dilaksanakan.
Disamping itu kedisiplinan di sekolah pada dasarnya juga merupakan
persyaratan untuk melaksanakan proses belajar mengajar yang baik, sehingga
kepatuhan terhadap kedisiplinan di sekolah sangat besar pengaruhnya untuk
mencapai tujuan suatu pendidikan.
Pendidikan di sekolah, tentunya tidak lepas dari peranan seorang guru
yang harus melibatkan dirinya untuk menciptakan generasi yang mempunyai
adab yang positif, seorang guru adalah suatu jabatan profesional, yang
memiliki peranan dan kompetensi profesional (Hamalik, 1991: 9).
Guru tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas tentang disisplin
ilmu, tetapi seorang guru harus bisa mengajar dan mendidik supaya dirinya
dapat menjadi contoh yang patut di tiru oleh siswanya, disamping itu menjadi
seorang guru tidaklah mudah, sebab seorang guru juga dihadapkan dengan
tantangan yang sangat besar karena siswa yang di didiknya tentu mempunyai
Melihat fenomena tersebut maka suatu lembaga pendidikan harus
mempunyai upaya dalam mengatasi berbagai perilaku siswa yang kurang
disiplin yaitu diadakannya seorang guru bimbingan konseling yang
dikhususkan untuk memberikan motivasi bagi siswa yang kurang disiplin,
supaya siswa jera dan tidak mengulangi lagi tindakan yang menyimpang dari
tata tertib sekolah, selain itu diharapkan bisa menjadikan siswa tersebut
memiliki keinginan untuk berprestasi.
Guru bimbingan konseling bisa di katakan juga sebagai konselor,
untuk menjadi guru bimbingan konseling harus mempunyai beberapa metode
pendekatan yang baik dalam mengatasi berbagai permasalahan siswa yang
dihadapinya. Seorang guru bimbingan konseling juga harus memiliki
kecakapan yang lembut untuk bisa mengendalikan siswa yang notabennya di
latar belakangi oleh lingkungan yang kurang baik.
Seorang guru mempunyai peranan sebagai orang tua. Disekolah, guru
bukan hanya mengajar dan mendidik, akan tetapi guru juga berperan layaknya
orang tua bagi anak-anaknya, yang menanggung amanat untuk masa depan
anaknya dan dapat mengarahkannya kedalam hal yang positif, tidak hanya
pintar dalam bidang akademik juga harus memiliki prestasi dan prilaku yang
terpuji.
Untuk dapat menjadikan seorang siswa menjadi perilaku santun,
berprestasi dan terhindar dari berbagai penyimpangan remaja, maka
pendidikan norma di pandang sangat penting sekali di lingkungan sekolah.
membimbing siswa yang mempunyai perilaku kurang disiplin menjadi disiplin
dan diharapkan memiliki dampak dalam mengembangkan prestasi siswa
tersebut. Kemudian senantiasa menjadi guru bimbingan konseling yang dapat
memberi motivasi para siswa untuk sebisa mungkin melakukan berbagai
macam perilaku yang positif.
Dengan banyaknya berbagai macam kenakalan remaja khususnya di
sekolah, tugas dari seorang guru menjadi tidak mudah lagi, karena harus
mengarahkan anak didiknya ke arah yang positif. Maka guru bimbingan
konseling sangat di butuhkan sekali untuk membantu meringankan tugas para
guru, supaya bisa fokus terhadap kewajiban-kewajiban guru sebagaimana
mestinya. Disinilah guru bimbingan konseling di tugaskan untuk dapat
memberikan dan menanamkan berbagai nilai spiritual dan nilai sosial yang
kiranya bisa di aplikasikan oleh para siswa di sekolah maupun di
kehidupannya sehari-hari, supaya didalam kegiatan pembelajaran mereka
tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari tata tertib di sekolah dan
juga menjadi siswa yang mempunyai prestasi.
MA atau Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien merupakan sekolah
swasta yang berbasis pesantren dan tempatnya berada di ruang lingkup
Yayasan Perguruan Islam Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien. Dengan
demikian siswa yang belajar di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tidak
hanya sekedar belajar tentang ilmu agama, akan tetapi para siswa juga di
wajibkan untuk belajar ilmu umum, supaya menjadi generasi yang agamis dan
lembaga pendidikan yang berada di ruang lingkup Yayasana Perguruan
Islam Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien bukan hanya sekedar Madrasah
Aliyah akan tetapi dilengkapi dengan Madrasah Tsanawiyah Sabilil Muttaqien
dan disertai dengan pendidikan non formal yaitu Madrasah Mu‟allimin Al
-Islamiyah. Di sekolah yang berbasis Pondok Pesantren tersebut Madrasah
Aliyahnya maupun Madrasah Tsanawiyahnya masing-masing mempunya guru
bimbingan konseling.
Dari latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian
yang berjudul “PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
DALAM MENGEMBANGKAN DIRI SISWA DI MADRASAH ALIYAH
SABILIL MUTTAQIEN DES. EMPLAK KEC. KALIPUCANG KAB.
B. Fokus Penelitian
1. Bagaimana kondisi diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun
2017/2018?
2. Bagaimana peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam
mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien des.
Emplak kec. Kalipucang kab. Pangandaran tahun 2017/2018?
3. Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat peranan Guru
Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah
Aliyah Sabilil Muttaqien des. Emplak ke. Kalipucang kab. Pangandaran
tahun 2017/2018?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kondisi prestasi siswa di Madrasah Aliyah Sabilil tahun
2017/2018.
2. Bagaimana peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam
mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun
2017/2018.
3. Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat peranan Guru
Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah
Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018.
D. Manfaat Penelitian
Secara teoritis, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah
Aliyah Sabilil Muttaqien.
Secara praktis, hasil penelitian dapat memberikan manfaat bagi:
1. Guru Bimbingan dan Konseling, supaya memberikan motivasi dan
nilai-nilai spiritual serta senantiasa mengembangkan siswa yang kurang
disiplin menjadi berprestasi.
2. Siswa, melalui penelitian ini, para siswa di Madrasah Aliyah Sabilil
Muttaqien dapat termotivasi untuk menyadari bahwa prilaku negatif
adalah tindakan yang menyimpang dari tata tertib sekolah.
3. Dari segi kepustakaan, diharapkan menjadi salah satu karya tulis ilmiah
yang dapat menambah khazanah.
E. Penegasan Istilah
Supaya terhindar dari penafsiran yang berbeda, maka penulis perlu
menjelaskan beberapa istilah :
1. Guru
Guru adalah seorang yang memiliki tugas sebagai fasilitator agar
siswa dapat belajar dan atau mengembangkan potensi dasar
kemampuannya secara optimal, melalui lembaga pendidikan sekolah, baik
didirikan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Dalam bahasa „Arab,
kata guru dikenal dengan al-mu‟alim atau al-ustadz yang bertugas
memberikan ilmu dalam majelis taklim (tempat memperoleh ilmu
Jadi dapat di simpulkan bahwa guru dapat di artikan sebagai orang
yang tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa
dalam semua aspek, baik spiritual, emosional, intelektual, fisikal, maupun
sapek lainnya.
2. Bimbingan dan Konseling
a. Bimbingan
Istilah bimbingan merupakan terjemahan dari kata “guidance”,
yaitu bantuan atau tuntunan ada juga yang menerjemahkan dengan arti
pertolongan.
Jadi bimbingan bisa di artikan sebagai bantuan yang diberikan
oleh pembimbing kepada individu agar individu dapat dibimbing
mencapai kemandirian dengan mempergunakan berbagai bahan,
melalui interaksi, dan pemberian nasehat serta gagasan dalam suasana
asuhan dan berdasarkan norma-norma yang berlaku (Tohirin, 2009:
15-20).
b. Konseling
Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu
dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan
dengan cara sesuai keadaan yang di hadapi individu untuk mencapai
kesejahteraan hidupnya (Bimo, 2005: 7)
Dari pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa guru
bimbingan konseling adalah seorang yang memeberikan bantuan
memecahkan segala persoalannya dengan melakukan berbagai metode
supaya dapat menjadi motivasi pada siswa untuk mencapai kehidupan
yang sejahtera.
3. Diri Siswa
Siswa adalah seorang pelajar yang duduk dimeja belajar dengan
setrata sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas.
Siswa dan siswi tersebut belajar agar bisa mendapatkan ilmu pengetahuan
sehingga bisa mencapai pemahaman ilmu yang sudah didapatkan didunia
pendidikan. Siswa ataupun peserta didik ialah mereka yang secara khusus
diserahkan oleh kedua orang tua mereka untuk dapat mengikuti
pembelajaran yang diselenggarakan disekolah dan dengan tujuan supaya
dapat menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, memiliki ketrampilan,
mempunyai pengalaman, memiliki kepribadian, dan berakhlak mulia serta
mandiri. (http://www.sepengetahuan.com/2016/09/pengertian-siswa
F. Sistematika Penulisan Skripsi
Skripsi ini tersusun menjadi lima bab, secara sistematis dapat
dijabarkan sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan, bab ini berisikan latar belakang masalah, fokus
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah serta
sistematika penulisan skripsi.
BAB II : Kajian Pustaka, bab ini berisikan tentang uraian berbagai
teori yang menjadi landasan teoritik penelitian yang berkaitan dengan peranan
Guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan Diri siswa di
Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Desa Emplak Kec. Kalipucang Kab.
Pangandaran. Dan kajian terdahulu atau telaah beberapa penelitian terdahulu.
BAB III : Metode Penelitian, bab ini erisi tentang jenis penelitian yang
di gunakan, lokasi dan waktu penelitian, seumber-sumber yang menjadi data,
prosedur pengumpulan data, analisis data serta pengecekan keabsahan data.
BAB IV : Pembahasan, bab ini berisikan paparan data dan analisis data
tentang peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan Diri
siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Desa Emplak Kec. Kalipucang
Kab. Pangandaran.
BAB II
LANDASAN TEORI A. Guru Bimbingan dan Konseling
1. Pengertian Guru Bimbingan dan Konseling
Guru (dalam bahasa jawa) adalah seorang yang harus di gugu dan
harus ditiru oleh semua muridnya. Harus digugu artinya segala sesuatu
yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai
kebenaran oleh semua murid (Dawam, 2010: 17).
Bimbingan merupakan “helping,” yang identik dengan “aiding,
assisting, atau availing,” yang berarti bantuan atau pertolongan. Makna
bantuan dalam bimbingan menunjukan bahwa yang aktif dalam
mengembangkan diri, mengatasi masalah, atau mengambil keputusan
adalah individu atau peserta didik sendiri. Dalam proses bimbingan,
pembimbing tidak memaksakan kehendaknya sendiri tetapi berperan
sebagai fasilitator (Yusuf, 2014: 6).
Konseling sebuah kata yang di adopsi dari bahasa inggris “
coun-seling” yang di dalam kamus artinya dikaitkan dengan kata “coun-sel”
memiliki beberapa arti, yaitu nasihat (to obtain counsel), anjuran (to give
counsel), dan pembicaraaan (to take counsel). Berdasarkan arti di atas,
konseling secara etimologis berarti pemberian nasehat, anjuran, dan
pembicaraan dengan bertukar fikiran (Juairiah, 2011: 6).
Konseling adalah suatu proses learning-oriented atau suatu proses
sosisal, antara seorang dengan seorang, dimana konselor harus memiliki
kemempuan profesional dalam bidang keterampilan dan pengetahuan
psikologis, konselor berusaha membantu klien tersebut dalam
hubungannya dengan keseluruhan program, agar individu dapat
mempelajari lebih baik tentang dirinya (Risaldi dan Idris, 2014: 6).
Jadi, Guru Bimbingan dan konseling adalah seseorang yang harus
di tiru dan di gugu serta dapat memberikan motivasi kepada siswa yang
mempunyai masalah, dengan cara memberikan nasehat-nasehat agar dapat
menggugah siswa tersebut untuk memiliki motivasi pada dirinya supaya
menjadi siswa berperilaku positif dan berprestasi. Serta dapat membantu
peserta didik baik individu maupun kelompok agar mandiri dan
berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar dan
karir.
2. Pentingnya Guru Bimbingan dan Konseling
Kehadiran guru bimbingan konseling di sekolah di pandang sangat
penting karena merupakan proses membantu siswa untuk mendapatkan
arahan dan pemahaman diri yang dibutuhkan agar bisa membuat pilihan
dan bertindak menuju cita-cita yang diharapkan. Adapun pentingnya guru
bimbingan dan konseling di sekolah diantaranya:
a. Untuk memberikan bantuan kepada peserta didik yang memiliki
perbedaan di dalam pribadinya.
b. Untuk membantu peserta didik agar bisa menghadapi perkembangan
c. Untuk membantu peserta didik dalam menyikapi perkembangan
kehidupan masyarakat yang berubah secara dinamis.
d. Untuk membantu peserta didik agar lebih bijak dalam menggunakan
sosial media atau internet agar tidak larut dan ketagihan dengan efek
negatif dari perkembangan teknologi dan informasi.
e. Untuk membantu peserta didik didalam menemukan sekaligus
membantu mengembangkan kemampuan peserta didik agar
mempunyai kemampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan
mendatang yang akan mengalami perkembangan industri dan pesatnya
teknologi informasi (Azzet, 2011: 54-56).
3. Tujuan Bimbingan Konseling
Bimbingan konseling merupakan pelayanan bantuan untuk peserta
didik baik individu maupun kelompok agar mandiri dan berkembang
secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karier; melalui
berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma
yang berlaku. Tujuan bimbingan dan konseling, yaitu untuk membantu
memandirikan peserta didik dalam mengembangkan potensi-potensi
mereka secara optimal (Hikmawati, 2012: 64).
Dalam perogram pendidikan di sekolah, layanan bimbingan
ditunjukan kepada para siswa, dengan harapan bahwa para siswa di
sekolah dapat:
a. Memperkembangkan pengertian dan pemahaman diri dalam kemajuan
b. Memperkembangkan pengetahuan tentang dunia kerja, kesempatan
kerja, serta rasa tanggung jawab dalam memilih suatu kesempatan
kerja tertentu.
c. Memperkembangkan pengetahuan untuk memilih, mempertemukan
pengetahuan tentang dirinya dengan informasi tentang kesempatan
yang ada secara bertanggung jawab; dan
d. Mewujudkan penghargaan terhadap kepentingan dan harga diri orang
lain (Kurikulum bimbingan konseling. 1975) (Aqib, 2012: 33).
4. Fungsi Bimbingan dan Konseling
Suatu pelayanan dikatakan tidak berfungsi apabila ia tidak
memperlihatkan kegunaan ataupun tidak memberikan manfaat serta
keuntungan tertentu. Fungsi Bimbingan dan Konseling di tinjau dari
kegunaan maupun keuntungan-keuntungan apa yang di peroleh dari
pelayanan tersebut (Prayitno, 2013: 197).
Berdasarkan perbaikan dan tujuan yang ingin di capai, layanan
bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi, yaitu: fungsi
pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi perbaikan, fungsi pemeliharaan
dan pengembangan, dan fungsi penyesuaian.
a. Fungsi Pemahaman
Bimbingan dan konseling dapat berfungsi pemahaman, artinya
menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu
sesuai dengan kebutuhan pengembangan murid, pemahaman itu
1) Pemahaman tentang diri murid, baik oleh murid itu sendiri
maupun oleh orang tua, guru dan pembimbing. Aspek-aspek yang
perlu di pahami mengenai murid, misalnya: identitas dan ciri-ciri
kepribadiannya, kemampuan, prestasi belajar, minat, cita-cita serta
gaya hidupnya.
2) Pemahaman tentang lingkungan murid termasuk keluarga dan
lingkungan sekolah. Hal ini perlu di fahami baik oleh murid itu
sendiri maupun oleh orang tua dan guru pembimbing.
3) Pemahaman tentang lingkungan “yang lebih luas”. Aspek yang
perlu dipahami mngenai lingkungan ini, contohnya: informasi
pendidikan, informasi pekerjaan, informasi keadaan daerah,
informsi budaya atau nilai-nilai dan sebagainya.
b. Fungsi Pencegahan
Bimbingan dan konseling dapat berfungsi pencegahan, artinya
merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Beberapa
kegiatan bimbingan pencegahan antara lain:
1) Program orientasi, yang memberikan kesempatan kepada para
murid untuk lebih mengenal sekolah sebagai lingkungan yang baru.
Dalam program ini dapat disampaikan berbagai informasi seperti:
cara-cara belajar, fasilitas belajar, hubungan sosial, tata tertib
sekolah, dan sebagainya.
2) Program kegiatan kelompok, seperti: diskusi, bermain peran,
Melalui kegiatan ini diharapkan murid memperoleh pemahaman
diri secara lebih baik di samping meningkatkan pemahaman
lingkungan.
c. Fungsi Perbaikan
Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi perbaikan,
artinya dapat membantu mengantisipasi serta dapat mengatasi
maslah-masalah yang di alami oleh murid. Menurut Prayitno istilah perbaikan
berkonotasi bahwa murid adalah orang “tidak baik atau rusak”. Dalam
pelayanan bimbingan dan kosneling pemberian istilah “tidak baik,
“rusak” atau “sakit” sama sekali tidak boleh dilakukan. Untuk ini
Prayitno menyebut fungsi bimbingan konseling ini disebut fungsi
pengentasan.
d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan
Bimbingan dan konseling dapat berfungsi perkembangan,
artinya layanan yang diberikan dapat membantu para murid dalam
mengembangkan keseluruhan peribadinya secara terarah dan mantap.
Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang sudah bersifat positif dijaga
agar lebih baik.
Secara keseluruhan, jika semua fungsi terdahulu telah terlaksana
dengan baik dapatlah dikatakan bahwa murid yang bersangkutan
mampu berkembang secara wajar, terarah dan mantap menuju
perwujudan dirinya secara optimal, keterpaduan semua fungsi tersebut
e. Fungsi Penyesuaian
Bimbingan dan konseling dapat berfungsi penyesuaian, artinya
pelayanan bimbingan dan konseling dapat membantu terciptanya
penyesuaian antara murid dan lingkungannya. Dengan demikian,
adanya kesesuaian antara pribadi murid dan sekolah sebagai
lingkungan merupakan sasaran fungsi itu.
Fungsi penyesuaian mempunyai dua tujuan: Pertamma, yaitu
bantuan kepada para murid agar dapat menyesuaikan diri terhadap
lingkungan sekolah. Kedua, adalah bantuan dalam mengembangkan
program pendidikan yang sesuai dengan keadaan masing-masing
murid. Jadi, dalam arah kedua tujuan ini lingkungan yang disesuaikan
terhadap keadaan murid (Adhiputro, 2013: 14-16).
B. Diri Siswa
1. Pengertian Diri Siswa
Siswa adalah seorang pelajar yang duduk dimeja belajar dengan
setrata sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas.
Siswa dan siswi tersebut belajar agar bisa mendapatkan ilmu pengetahuan
sehingga bisa mencapai pemahaman ilmu yang sudah didapatkan didunia
pendidikan. Siswa ataupun peserta didik ialah mereka yang secara khusus
diserahkan oleh kedua orang tua mereka untuk dapat mengikuti
pembelajaran yang diselenggarakan disekolah dan dengan tujuan supaya
dapat menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, memiliki ketrampilan,
mandiri
(http://www.sepengetahuan.com/2016/09/pengertian-siswa-menurut-para-ahli-lengkap.html).
2. Faktor yang Memepengaruhi Perkembangan Diri Siswa
Faktor yang mempengaruhi diri siswa tidak semata-mata timbul
dari pribadinya masing-masing, melainkan adanya bantuan dari
lingkungan sekitarnya. Adapun faktor yang mempengaruhi diri siswa
antara lain: Pertama, strategi pendekatan pribadi Guru terhadap siswa
yang kurang menonjol dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan tujuh
macam kecerdasan (Musik, Body Kinesthetic, logika matematis, bahasa,
ruangan, intrepersonal dan intrapersonal). Kedua, Strategi guru melibatkan
siswa dalam pembelajaran secara penuh dengan suasana gembira dan
menyenangkan. Ketiga, strategi guru membuat alat bantu dan menciptakan
ruangan yang hidup (Tu‟us, 2004: 78).
C. Kajian Pustaka
Sebelum penulis melakukan penelitian tentang Peranan Guru
Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan prestasi siswa yang
dilakukan di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien, penulis terlebih dulu
melakukan beberapa telaah penelitian yang terdahulu.
Pertama, Penelitian yang dilakukan oleh Nurul Istiqomah dari IAIN
Salatiga pada tahun 2016 yang berjudul “Peran Guru Bimbingan Konseling
dalam mengatasi masalah kedisiplinan siswa di SMP Muhammadiyah 05
Wonosegoro Kabupaten Boyolali”. Penelitian tersebut berisi tentang: (1)
termasuk dalam kondisi cukup. (2) Peran guru Bimbingan Konseling dalam
mengatasi masalah kedisiplinan siswa di SMP Muhammadiyah 05
Wonosegoro dilakukan dengan beberapa cara, antara lain a) pemberian
peringatan kepada siswa, b) pemberian bimbingan secara individu, c)
pemberian bimbingan secara kelompok, d) pemberian hukuman kepada siswa,
e) pemanggilan orang tua siswa, f) pembiasaan kedisiplinan di dalam
Intrakurikuler maupun Ekstrakurikuler. (3) faktor pendukung dan penghambat
dalam mengatasi masalah kedisiplinan siswa: a) faktor pendukung: kerjasama
antar guru, motivasi dari siswa, kerjasama dengan lingkungan sekitar. b)
faktor penghambat: latar belakang siswa, lingkungan sekitar sekolah,
kurangnya kesadaran siswa.
Kedua, Penelitian yang di lakukan oleh Arif Ismunandar dari UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2009 yang berdjudul “Peran guru
bimbingan dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas
VIII di SMP Ma‟arif Sultan Agung, Seyegan, Sleman Yogyakarta. Penelitian
tersebut berisi tentang: ”Pelaksanaan bimbingan konseling terangkum dalam
program kerja tahunan sebagai kegiatan yang bersifat umum untuk membantu
siswa mengembangkan dirinya, memahami lingkungan mengembangkan
kebiasaan belajar yang baik, mengatasi permasalahan yang dihadapi dan
membantu siswa untuk dapat merencanakan masa depan dan program kerja
semester dan mengetengahkan bentuk bimbingan yang meliputi bimbingan
pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir yang
pelaksanaan tersebut di tempuh dengan beberapa usaha yaitu melalui usaha
preventif yaitu usaha memelihara dan membina suasana dalam mencegah
tingkah laku yang tidak diinginkan, usaha kuratif yaitu usaha untuk mencari
tahu pelanggaran yang dilakukan siswa dengan metode pengumpulan data dan
informasi, usaha represif yaitu usaha penanganan kenakalan siswa berupa
pembinaan atau sebuah upaya untuk meninadak perilaku kenakalan siswa
dengan memberikan hukuman. Hasil yang dapat diambil dari guru bimbingan
dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII sudah
baik, dengan ditandai peningkatan para siswa terutama siswa kelas VIII
kembali bersemangat dalam belajar dan juga peran guru bimbingan dan
konseling tidak hanya memperhatikan siswa-siswa yang melanggar
kedisiplinan tetapi juga memperhatikan tentang prestasi belajar setiap murid”.
Dari dua penelitian diatas sama-sama meneliti tentang peran guru
bimbingan dan konseling. Akan tetapi terdapat beberapa perbedaan dari dua
peneitian diatas, untuk penelitian yang pertama lebih mengarah ranah
bagaimana peran guru BK dalam mengatasi prilaku siswa yang kurang
disiplin, dan untuk penelitian yang kedua lebih mengarah ke ranah bagaimana
peranan guru BK dalam meningkatkan motivasi belajar bagi siswa.
Setelah menelaah perbedaan dari dua penelitian yang telah di jelaskan,
kemudian peneliti mencoba mengangkat judul tentang bagaimana peranan
guru BK dalam meningkatkan pribadi/diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil
Muttaqien tahun 2017/2018, untuk judul penelitian sama-sama menjelaskan
pribadi siswa, dan di dalam penelitian ini akan diambil beberapa kesimpulan,
apa saja yang dimiliki dalam pribadi siswa setelah di beri motivasi oleh guru
BAB III
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang di gunakan penulis dalam penelitian ini adalah
deskriptif kualitatif. Metode kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian
yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari
orang-orang dan prilaku yang diamati (Moleong, 2011: 4). Dalam penelitian
ini, penulis mencoba memaparkan tentang peranan Guru Bimbingan dan
Konseling dalam meningkatkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil
Muttaqien.
B. Kehadiran Peneliti
Supaya peneliti memperoleh data yang dibutuhkan, maka peneliti
menghadiri secara langsung di lokasi penelitian sampai mendapatkan data
yang di perlukan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti ikut serta dalam
pelaksanaan kegiatan yang menjadi sumber data. Dalam hal ini, terkait dengan
penelitian yang di lakukan yaitu peranan guru BK dalam mengembangkan diri
siswa di MA Sabilil Muttaqien.
C. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Desa
Emplak Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran. Alasan peneliti melakukan
penelitian di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien karena ingin mengetahui
notabennya Madrasah Aliyah tersebut berbasis pesantren atau boarding
school.
D. Sumber Data
Data-data yang dijadikan acuan dalam penelitian ini di ambil dari
beberapa sumber:
a. Data Primer
Guru Bimbingan dan Konseling di Madrasah Aliyah Sabilil
Muttaqien Desa Emplak Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran.
b. Data Sekunder
Data yang diperoleh dari para guru-guru di Madrasah Aliyah
Sabilil Muttaqien. Data ini merupakan penguat dari informasi yang telah
di dapat oleh peneliti.
E. Prosedur Pengumpulan Data
Ada beberapa metode pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu:
a. Wawancara
Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data untuk
mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui
percakapan atau tanya jawab. Wawancara dalam penelitian kualitatif
sifatnya mendalam karena ingin mengeksplorasi informasi secara
menyeluruh dan jelas dari narasumber (Djam‟an, 2017: 130).
Tujuan dari wawancara dalam penelitian ini adalah untuk dijadikan
dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah
Sabilil Muttaqien. Adapun yang menjadi informasi yaitu data hasil
wawancara dari beberapa subjek yang menjadi sumber data.
b. Observasi
Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang di teliti
baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang
harus dikumpupulkan dalam penelitian. Secara langsung adalah terjun ke
lapangan terlibat seluruh panca indra (Djam‟an, 2017: 105).
Peneliti melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang
dilakukan oleh para siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien.
c. Dokumentasi
Dokumen adalah catatan-catatan peristiwa yang telah lalu, yang
bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya monumental seseorang
(Ibrahim, 2015: 93).
Adapun dokumen yang peneliti kumpulkan berupa dokumen yang
terkait dengan informasi tentang peranan Guru Bimbingan dan Konseling
dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien.
F. Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis
data yang di peroleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi,
dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam
penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah
difahami oleh diri-sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2011: 244).
Data yang didapatkan berwujud kata-kata bukan angka. Data ini
dikumpulkan dalam berbagai cara diantaranya, wawancara, observasi, intisari
dokumen. Untuk itu analisa kualitatif menggunakan kata-kata yang biasanya
disusun dalam teks yang diperluas (Huberman dan Matthew, 1992: 16).
a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan pemilihan, pemusatan, perhatian pada
penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari
catatan-catatan tertulis di lapangan. Dalam penelitin ini reduksi data dapat
dilakukan dengan cara menyusun ringkasan, membuang yang tidak perlu,
memberi kode bagian yang penting dan sebagainya hingga laporan
penelitian ini selesai. Ada beberapa hal yang menjadi kaitan dengan
reduksi data yaitu klasifikasi data yang telah dikumpulkan,
dipisah-pisahkan kemudian dikelompokan menurut permasalahannya. Dilanjutkan
dengan interpretasi data yang berfungsi untuk menganalisis data lebih
lanjut, data dikelompokan kemudian diasumsikan oleh peneliti dengan
landasan tujuan penelitian (Huberman dan Matthew, 1992: 16).
b. Penyajian Data
Sekumpulan informasi yang tersusun sehingga memberi
kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Penyajian data yang baik merupakan suatu cara utama bagi penyajian data
c. Penarikan kesimpulan atau verifikasi
Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari satu kegiatan
konfigurasi yang utuh. Simpulan-simpulan juga di verifikasikan selama
penelitian berlangsung. Verifikasi itu kemungkinan setingkat pemikiran
kembali yang melintas dalam penganalisis selama menulis, suatu tinjauan
ulang pada catatan-catatan di lapangan serta tukar pikiran dan akhirnya
berusaha menarik kesimpulan. Dengan demikian verifikasi kesimpulan
yang pada mulanya mengambang atau kabur menjadi relevan.
G. Pengecekan Keabsahan Data
Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data yang dinyatakan valid
apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang
sesungguhnya terjadi pada objek yang di teliti. Tetapi perlu diketahui bahwa
kebenaran realita data menurut penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal,
tetapi jamak dan tergantung pada konstruksi manusia, dibentuk dalam diri
seseorang sebagai hasil proses mental individu dengan berbagai latar
belakangnya (Sugiyono, 2011: 267).
Dalam penelitian ini dilakukan uji keabsahan data dengan
menggunakan teknik trianggulasi. Teknik trianggulasi adalah teknik yang
banyak digunakan pemeriksaan melalui sumber lainnya untuk keperluan
pembanding dengan tujuan meningkatkan kualitas penelitian.
H. Tahap-tahap Penelitian
Menurut Moleong (2008: 127-128) penelitian kualitatif ada beberapa
a. Tahap Pra Lapangan
Menyusun rencana penelitian dan memilih lapangan, menurus
perizinan, menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan
informasi, menyiapkan kelengkapan penelitian, memperhatikan etika
penelitian.
b. Tahap Pekerjaan Lapangan
Memahami latar penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan,
berperan aktif sambil mengumpulkan data.
c. Tahap Analisis Data
Menyusun sistematis data yang diperoleh dari interview, catatan
lapangan, dan bahan-bahan yang lain sehingga dapat dengan mudah di
pahami dan tentunya dapat di informasikan kepada orang lain. Tahap ini
dilakukan peneliti sesuai dengan cara yang telah di tentukan yatiu dengan
cara mereduksi data kemudian penyajian data dan yang terakhir penarikan
kesimpulan dan verivikasi.
d. Tahap Pelaporan Data
Merupakan tugas akhir dari rangkaian proses penelitian. Pada
tahap ini peneliti menyusun laporan hasil penelitian dengan format tulisan
BAB IV
PAPARAN DAN ANALISIS DATA A. Paparan Data
1. Kondisi Umum Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien a. Sejarah Berdiri Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien
Penelitian ini penulis lakukan di Madrasah Aliyah Sabilil
Muttaqien yang berlokasi di Jalan Raya Pangandaran Kabupaten
Pangandaran. Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien merupakan cabang
termuda (cabang ke 99) yang berada dibawah naungan Yayasan
Perguruan Islam (YPI) Pesantren Sabilil Muttaqien yang didirikan
tahun 1999 tepatnya pada tanggal 09 September 1999, terletak di desa
Emplak Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran, sekitar 12 Kilometer dari
Pantai Indah Pangandaran Jawa Barat.
Pada awal berdirinya Pesantren Sabilil Muttaqien Pangandaran
untuk tenaga pengajar/ustadz didatangkan langsung dari Jawa Timur
yang terdiri dari para alumni pesantren yang telah menyelesaikan
pendidikan S1 nya, lembaga pendidikan saat itu masih sebatas
pendidikan diniyah (non formal), setelah berjalan kurang lebih dua
tahun, pesantren ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
sekitar. Pada akhirnya tahun 2002 PSM Pangandaran mendirikan
pendidikan formal tingkat SLTP dan SLTA yaitu Madrasah
Konten kurikulum lembaga pendidikan PSM untuk MTs dan
MA mengadopsi secara total standar isi dari Departemen Pendidikan
Nasional dengan pengembangan dan perluasan sesuai dengan visi
pesantren, sedangkan konten kurikulum lembaga pendidikan non
formal Madrasah Mu‟allimin Islamiyah (MMI) jenjang pendidikan
selama 6 tahun didesign secara khusus yang dikonsentrasikan untuk
pendidikan keagamaan, kurikulum ini merupakan kombinasi dari
kurikulum pesantren salafiyah dan pesantren modern.
Selain dua konten kurikulum tersebut untuk menyempurnakan
pendidikan, PSM Pangandaan mendesign kurikulum
entrepreneuership dan soft skill yang diintegrasikan dalam setiap
subject mulai kelas awal sampai kelas akhir, format pendidikan ini
secara konsisten diadaptasikan dengan tuntutan perkembangan global.
b. Profil Sekolah
1) Identitas Madrasah
a) Nama Sekolah : Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien
b) SK Kepemilikan : KW. 10.4/4/PP.006/202/2004
c) Akreditasi : A (93,46)
2) Madrasah
a) Alammat Lengkap : Jl. Pangandaran Km 12 Emplak
Kalipucang Pangandaran
b) Kepala Madrasah : Suparno, M.Pd.i
d) NSM : 131232180004
e) Rekening Bank : 1645-01-000039
f) NPWP : 21.088.085.2.442.00
g) Status : Milik Yayasan
h) Luas Tanah : 50.000 m2
i) Luas Bangunan : 10.000 m2
j) Halaman/Tanaman : 40.000 m2
c. VISI dan MISI MA Sabilil Muttaqien
Visi Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Kalipucang adalah
sebagai berikut, “Terwujudnya Lulusan yang Unggul dalam Prestasi
Akademik, Berjiwa Entrepreneur, dan Rajin dalam Beramal
Berdasarkan Pemahaman Islam yang Kuat”.
1) Indikator Visi:
a) Terwujudnya nilai akhir lulusan siswa dengan rata-rata
minimal 6,00.
b) Terwujudnya lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan
sendiri dengan berwirausaha (entrepreneurship)
c) Terwujudnya lulusan yang rajin mengamalkan ilmu dan
kemampuannya untuk kemaslahatan diri dan umat manusia.
Visi tersebut mencerminkan cita-cita madrasah yang
berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi serta
kebutuhan kekinian, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat
kecakapan hidup mandiri, menuju insan taqwa yang mengamalkan
ilmunya.
2) Strategi Pencapaian Visi
a) Penata Kelembagaan
(1) Fisik dan Lingkungan
(a) Pemanfatan kelas sebagai institusi kecil
(b) Pendayagunaan Laboratorium Komputer, IPA, dan
Bahasa secara optimal dan maksimal
(c) Pemanfatan ruangan Kepala, Guru, TU, UKS, dan
ruangan lain secara optimal dan maksimal
(d) Pendayagunaan sarana perpustakaan
(e) Pengadaan alat serta pemeliharaan lapangan olah raga
(f) Pendayagunaan Masjid madrasah
(g) Pendayagunaan Pesantren di lingkungan Madrasah
(h) Pertamanan, kebersihan, dan keindahan
(i) Perindangan lingkungan.
(2) Personalia
(a) Pengembangan propesional, intelektual, mental, fisik
dan moral seluruh warga Madrasah.
(b) Pembinaan dan pemberdayaan system kerja.
(c) Penyempurnaan system kerja kantor dan manajemen
(d) Mewujudkan hubungan kolegial dan kerja sama optimal
(antar warga Madrasah).
(e) Menanamkan kebiasaan kerja yang berorientasi pada
tujuan dan action oriented.
(f) Mewujudkan langkah-langkah nyata dalam menghadapi
millennium ketiga dan tantangan global.
(g) Melakukan penyegaran disetiap lini secara solid (rotasi,
subsitusi).
(h) Mewujudkan kinerja yang bilhikmah dan didasarkan
kepada ibadah (pengabdian) dengan menciptakan
tenaga berpredikat employee.
(3) Pendayagunaan asset dan fasilitas.
(a) Merinci kebutuhan dengan melihat data analisis.
(b) Menentukan skala prioritas.
(c) Pemakaian bersifat efisien dan efektif, selaras dan
memasar.
b) Peningkatan SDM
(1) Meningkatkan kemampuan siswa/guru dalam berbahasa
Inggris dan berbahasa Arab sebagai bahasa transformasi,
bisnis dan diplomatis.
(2) Mewajibkan siswa mengikuti keterampilan bahasa Inggris,
(3) Meningkatkan pengetahuan pada siswa dalam learning how
to learn.
(4) Meningkatkan keterampilan siswa dengan cara learning
how to do
(5) Menciptakan masyarakat belajar (learning society)
(6) Meningkatkan speed reading melalui pemberdayaan
perpustakaan.
c) PeningkatanKBM
(1) Meningkatkan Kompetensi guru dalam melakukan kegiatan
belajar mengajar melalui kurikulum berbasis kompetensi
dengan ciri-ciri :
(a) Kompeten dalam penguasaan materi ajar
(b) Kompeten dalam menggunakan waktu
(c) Kompeten dalam memperkirakan dan menilai tingkah
laku siswa
(d) Kompeten dalam membuat program pengajaran.
(2) Peningkatan nilai hasil evaluasi belajar.
(3) Memperdayakan MGMP sebagai salah satu sumber belajar
guru.
(4) Menumbuhkan keunggulan kompetitif diantara siswa
melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler.
(5) Pengembangan kelas unggulan.
(1) Memberdayakan tenaga kependidikan melalui
diklat/penataran, seminar-seminar dan pertemuan sejenis.
(2) Melakukan supervisi klinis.
(3) Pengembangan staf melalui TOT
e) Kemitraan dan Networking
(1) Mengadakan kunjungan ke madrasah-madrasah unggul
dalam upaya school review, branch marking, dan quality
assurance.
(2) Meningkatkan humas, dalam rangka Community Driven.
Adapun misi dari MA Sabilil Muttaqien sebagai
perwujudan dari visi adalah sebagai berikut:
(a) Memperbaiki secara berkesinambungan sistem
manajemen mutu pendidikan sesuai dengan tuntutan
perkembangan global.
(b) Melaksanakan pendidikan yang menyeluruh dan
mengembangkan secara maksimal potensi anak didik
yang multi intelegensi.
(c) Mengembangkan soft skill yang berdasarkan etika dan
spiritualitas islam
(d) Menanamkan pendidikan dasar-dasar keislaman yang
kuat serta perangkat untuk memahami agama Islam dari
(e) Menyediakan seluas-luasnya kesempatan
pengembangan diri untuk menemukan dan
mengembangkan talenta serta kecerdasan
masing-masing anak didik.
d. Lokasi Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien
Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien berada di daerah bukit,
tepatnya di Desa Emplak Kecamatan Kalipucang kabupaten
Pangandaran Jawa Barat. Karena letak tempatnya berada di lingkungan
Yayasan Perguruan Islam Pondok Pesantren Sabilil Mutaqien dan
tidak terlalu dekat dengan jalan raya, maka dapat menciptakan suasana
pembelajaran yang tenang dan nyaman.
e. Sarana Prasarana
Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien memiliki sarana prasarana
yang cukup untuk membantu kegiatan belajar mengajar. Adapun
sarana prasarana tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel I Sarana Prasarana
Luas Bangunan 10.000 m2
Ruang Kepala Madrasah 1 Baik
Ruang TU 1 Baik
Ruang Guru 1 Baik
Ruang Kelas 1 Baik
Ruang Lab. Biologi 1 Baik
Ruang Lab. TIK 1 Baik
Ruang Kesenian 1 Baik
Ruang Perpustakaan 1 Baik
Mesjid 1 Baik
Ruang OSIS/IWP 1 Baik
Lap. Olahraga 1 Baik
Ruang UKS 1 Baik
Tabel II Jumlah Gedung
Gedung Jumlah Luas (m2)
Teori/Kelas 3 63 m2
Lab. IPA 1 63 m2
Lab. Bahasa 1 63 m2
Lab. Komputer 1 31,5 m2
Perpustakaan 1 63 m2
Kesenian 1 31,5 m2
f. Data Siswa
Adapun jumlah siswa Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien
dalam tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut:
Tabel III
Data Siswa MA Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018
Kelas JUMLAH Jumlah
Laki-laki Perempuan
X.MIA.B 16 12 28
Data Siswa MA Sabilil Muttaqien 3 Tahun Terakhir Tahun
g. Keadaan Tenaga Pendidik dan Tata Usaha Tabel V
Data Pengajar MA Sabilil Muttaqien
No Nama Jabatan Status
1 Suparno, M.Pd Kepala Madrasah &
2 Dheni Herwan, SE, MM
8 Hasyati Maysaroh, S.Pd.I Guru Fisika, Wali
Kelas XI.A GTY
9 Lala Meylasari, S.Pd Guru Bahasa
Inggris. GTY
10 Rendi Panji, S.Pd Guru Penjaskes,
Pembina Olah Raga. GTY
11 Iis Aisyah, S.Pd Guru Kimia, Wali
Kelas XI.B GTY
12 Laili Masudati Guru Hadits dan
15 Harti Rahmagustina, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia dan wali kelas X.A
GTY
16 Melina Novitiana, S.Pd. Guru Matematika
Wali kelas X.B GTT
17 Nani Kepala TU PTY
18 Tedi Hidayatulloh S.Pd. Pesuruh Madrasah PTY
h. Struktur Organisasi Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien
Dalam melaksanakan tugas agar bisa berjalan dengan baik,
maka di butuhkan beberapa komponen untuk saling mendukung dan
saling bekerja sama satu sama lain yaitu dengan di bentuknya struktur
organisasi. Adapun struktur organisasi Madrasah Aliyah Sabilil
Muttaqien adalah sebagai berikut:
c) Operator : Arif Nurohman, S.Pd.I
4) Ka. Ur. Tata Usaha : Nani
5) Wali Kelas
a) Wali Kelas X.A : Harti Rahmagustina, S.Pd
b) Wali Kelas X.B : Melina Novitiana, S.Pd
c) Wali Kelas XI.A : Hasyati Mayaroh, S.Pd
e) Wali Kelas IPA XII.A : Anne Ermina, S.Pd
f) Wali Kelas IPA XII.B : Fika Rizky F.R., S.Pd
i. Kegiatan Intra dan Ekstrakulikuler Tabel VI
Daftar jenis kegiatan Intra di MA Sabilil Mutaqien
RUTIN SPONTAN KETELADANAN
Upacara Membiasakan antri Berpakaian Rapih
Do‟a Bersama Memberi salam Memberikan Pujian
Sholat Berjamaah
Membuang sampah
pada tempatnya Tepat Waktu
Kerohanian Musyawarah Hidup Sederhana
Tabel VII
Daftar Jenis Kegiatan Ekstrakulikuler/Pengembangan Diri di MA Sabilil Muttaqien
No Hari Waktu Jenis Eksrakulikuler
1. Senin 19.30-21.00 Muhadloroh
2. Senin 18.00-19.00 Qiroatul Qur‟an
3. Selasa 19.30-21.00 Kajian Kitab Kuning
4. Rabu 14.00-15.30 Paskibra
5. Kamis 14.00-15.30 Pramuka
6. Jumat 08.00-10.00 Olah Raga
7. Sabtu 14.00-15.30 Kesenian
2. Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri Siswa di Madrasah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018
a. Kondisi Prestasi Siswa di MA Sabilil Muttaqien Pada Tahun 2017/2018
Prestasi siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien pada tahun
2017/2018 memiliki banyak peningkatan yang signifikan dan sangat
membanggakan, data ini penulis dapatkan setelah melakukan beberapa
pengamatan terhadap dokumen-dokumen yang berada di Madrasah
Aliyah Sabilil Muttaqien. Selain itu ada pengaruh dari sudut pandang
lingkungan yang sangat mendukung siswa dalam mengembangkan
prestasi di dalam dirinya. Kondisi prestasi siswa di dapatkan penulis
setelah mengacu kepada beberapa indikator prestasi sebelumnya, dari
indikator tersebut dijadikan acuan oleh penulis sebagai penguat data
yang telah didapatkan oleh penulis.
Secara umum kondisi prestasi siswa di Madrasah Aliyah Sabilil
Muttaqien di tahun 2017/2018 sangat berkembang dengan baik dan
sangat membanggakan, hal tersebut juga disampaikan oleh guru BK di
MA Sabillil Muttaqien, bahwasanya secara umum prestasi siswa di
MA Sabilil Muttaqien sudah sangat membanggakan karena di tahun
2017/2018 sebagian ada beberapa siswan yang mendapatkan prestasi
di bidang akademik dan non akademik. Sebagaimana disampaikan
oleh guru BK Sebagai berikut:
“Untuk masalah prestasi siswa di MA sabilil Muttaqien di
membanggakan, karena dari beberapa siswa MA Sabilil Muttaqien di tahun ajaran 2017/2018 telah mendapatkan prestasi di bidang
akademik dan non akademik”.
Hal senada juga diungkapkan oleh Waka Kurikulum Bapak
Dheni Herwan seperti berikut:
“Alhamdulillah untuk prestasi siswa di MA Sabilil Muttaqien pada tahun ajaran 2017/2018 ada kenaikan yang signifikan, terutama di bidang akademik, indikatornya yaitu kita meraih juara satu Matematika se-Kabupaten Pangandaran dan juara dua KIMIA, terus di lihat dari aspek rata-rata nilai juga naik, dan juga di terimanya di perguruan tinggi dari melalui SNMPTN kemudian SBMPTN sampai jalur mandiri.
Dapat dikatakan bahwa prestasi yang paling menonjol di MA
Sabilil Muttaqien pada tahun ajaran 2017/2018 adalah mendapatkan
juara di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Hal tersebut sesuai
dengan apa yang di paparkan oleh ibu Anne Ermina wali kelas XII:
“Prestasi di tahun 2017/2018 menang KSM tingkat kabupaten
matematik juara pertama, kemudian KSM juga sama tingkat kabupaten
Kimia juara ke dua dan paskibra lolos tingkat kabupaten”.
Hal tersebut di perkuat oleh ibu Melina Novitiana wali kelas X MA:
“Untuk prestasi, sebagian siswa kan ada yang berkemampuan
tinggi dan berkemampuan sedang ataupun rendah, jadi sudah lumayan
meningkat karena kemarin mengikuti KSM tingkat kabupaten”
Prestasi yang di dapat sebagian besar di bidang akademik tapi
hanya ada beberapa saja prestasi non akademik yang di dapat misalnya
di cabang olah raga tenis meja. Hal ini di paparkan oleh ibu Hasyati
Mayaroh wali kelas XI MA:
“untuk prestasi 2017/2018 ya bagus, dari segi pendidikan