• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018 - Test Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018 - Test Repository"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING

DALAM MENGEMBANGKAN DIRI SISWA

DI MADRASAH ALIYAH SABILIL MUTTAQIEN

DES. EMPLAK KEC. KALIPUCANG

KAB. PANGANDARAN TAHUN 2017/2018

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:

Saepul Yusup

NIM: 11114354

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INDTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

(2)
(3)

PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING

DALAM MENGEMBANGKAN DIRI SISWA

DI MADRASAH ALIYAH SABILIL MUTTAQIEN

DES. EMPLAK KEC. KALIPUCANG

KAB. PANGANDARAN TAHUN 2017/2018

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:

Saepul Yusup

NIM: 11114354

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INDTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

(4)

Moh Hafidz, M.Ag. Dosen IAIN Salatiga

Persetujuan Pembimbing

Hal : Naskah Skripsi

Lamp : 4 eksemplar

Saudara : Saepul Yusup

Kepada:

Yth. Dekan FTIK IAIN Salatiga di Salatiga

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Setelah meneliti dan mengadaan perbaikan seperlunya, maka bersama ini, kami kirimkan naskah skripsi saudara:

Nama : Saepul Yusup

NIM : 111141354

Jurusan : Pendidikan Agama Islam

Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Judul : PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM

(5)
(6)
(7)

MOTTO

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya

(8)

PERSEMBAHAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT. atas limpahan rahmat serta karunia-Nya, skripsi

ini penulis persembahkan untuk :

1. Bapak dan ibuku tersayang, Ujang Abdul Hamid dan Alm. Eti Winarsih yang

selalu mendukungku, membimbingku, memberikan doa, nasihat, kasih sayang,

dan motivasi dalam kehidupanku.

2. Saudara kandungku kaka Asep Abdurrohman dan Dede Muhammad Syafei

yang tak ada hentinya memberikan motivasi dan dukungannya sehingga

proses dalam menempuh gelar sarjana ini bisa tercapai.

3. Kepada paman Kuswan, Ujo dan Bibi Ros yang juga ikut mendoakanku

didalam proses menempuh gelar sarjana ini.

4. Ku haturkan untuk seluruh keluarga besar ku yang senantiasa memberikan

dukungan serta do‟a yang tiada putusnya.

5. Teman-teman seangkatan dan seperjuangan, terimakasih banyak buat

(9)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Bismillahirrahmanirrohim

Puji syukur alhamdulillahi robbil‟alamin, penulis panjatkan kepada Allah

Swt yang selalu memberikan nikmat, kaunia, taufik, serta hidayah- Nya sehingga

dapat menyelesaikan skripsi ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa

tercurahkan kepada nabi agung Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta

para pengikutnya yang selalu setia dan menjadikannya suri tauladan yang mana

beliau satu-satunya umat manusia yang dapat mereformasi umat manusia dari

zaman kegelapan menuju zaman terang benerang seperti ini yakni dengan

ajarannya agama Islam.

Skripsi ini berjudul Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam

Mengembangkan Prestasi Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Tahun

2017/2018. Topik yang diangkat dalam penulisan skripsi ini bertujuan untuk

menggambarkan prestasi yang didapat oleh siswa setelah di beri motivasi oleh

Guru Bimbingan Konseling di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien.

Penulisan skripsi ini pun tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dari

berbagai pihak yang telah berkenan membantu penulis menyelesaikan skripsi ini.

Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:

1. Rektor IAIN Salatiga, Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd.

2. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Bapak Suwardi, M.Pd.

(10)

4. Bapak Muh. Hafidz, M.Ag. selaku pembimbing skripsi yang telah

memberikan saran, arahan dan bimbingan dengan ikhlas dan kebijaksanaan

meluangkan waktunya untuk penulis sehingga skripsi ini terselesaikan.

5. Bapak Imam Mas Arum M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang

telah memberi dukungan dan pengarahan selama masa perkuliahan di IAIN

Salatiga.

6. Bapak dan Ibu dosen yang telah membekali berbagai ilmu pengetahuan, serta

karyawan IAIN Salatiga sehingga penulis dapat menyelesaikan jenjang

pendidikan S1.

7. Seluruh Guru, Ustadz, kyai serta keluarga besar Pondok Pesantren Sabilil

Muttaqien Emplak Ke. Kalipucang Kab. Pangandaran

8. Seluruh Guru dan Siswa Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien yang telah

membantu dan berpartisipasi kemudian berkenan untuk memberikan informasi

dan bantuan dalam penulisan sekripsi ini.

9. Sahabat-sahabat seperjuanganku maimun, faizal, gus alip, latif, Mustofa, Tri

Murdianto, Niam, Fauzil, marjai, chuzaini, fajar Ali, Aziz Fuad, Muhammad

Lutfi, Arip, Faiqoturrohmah dan teman-teman kuliah kelas I yang selalu

memberikan semangat kepadaku, somoga sukses serta diberi kelancaran

dalam menyelesaikan skripsi

10.Keluarga besar santri Pondok Pesantren Mansyaul Huda Sraten Tuntang

Kabupaten Semarang.

11.Keluarga Besar ITTAQO IAIN Salatiga terimakasih atas doa dan motivasinya

(11)

12.Sahabat-sahabat seperjuanganku Posko 9 KKN Colok Candi Mulyo Kab.

Magelang (Arif N, Arif Panca W, Aina, Asma, Desya, Nelli, Siti Lestari) yang

selalu mendoakanku dalam segala hal tak terkecuali menyelesaikan tugas

akhir ini.

13.Keluarga Besar IMASASI (Ikatan Mahasiswa Studi Arab Se-Indonesia)

Wilayah 6 yang selalu memberi semangat dan doanya.

14.Sahabat-sahabat seperjuanganku angkatan 2014 khususnya jurusan PAI.

15.Alumni Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, Asep W, Tedi H, Dede S,

Ahmad Munawir, Nurdin dan Alumni PSM Angkatan 2014 yang juga ikut

mendoakan dan memberi semangat.

16.Keluarga Besar BLEKMAFTIK (Drumblek Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan

Ilmu Keguruan) IAIN Salatiga.

17.Dan seluruh teman yang tidak bisa saya sebutka satu per satu terimakasih atas

segala yang telah diberikan baik itu tenaga, motivasi, do‟a dan lain

sebagainya.

18.Semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kerjasamanya sehingga

penulisan skripsi ini dapat berjalan dengan lancar.

Atas jasa mereka, penulis hanya dapat memohon doa semoga amal mereka

mendapat balasan yang lebih baik dari serta mendapatkan kesuksesan baik di

dunia maupun di akhirat.

Penulis menyadari bahwa sepenuhnya dalam penulisan skripsi ini masih

sangat jauh dari sempurna. Dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan

(12)

kritik dan saran yang membangun agar dapat memberikan manfaat bagi penulis

sendiri dan bagi pembacanya. Aamiin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salatiga, 14 September 2018

(13)

DAFTAR ISI

LEMBAR BERLOGO ... ii

HALAMAN JUDUL ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

PENGESAHAN KELULUSAN ... v

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... vi

MOTTO ... vii

PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

ABSTRAK ... xix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Fokus Penelitian ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Penegasan Istilah ... 7

F. Sistematika Penulisan ... 11

(14)

1. Guru Bimbingan dan Konseling ... 12

a. Pengertian Guru Bimbingan dan Konseling ... 12

b. Pentingnya Guru Bimbingan dan Konseling ... 13

c. Tujuan Bimbingan dan Konseling ... 14

d. Fungsi Bimbingan dan Konseling ... 15

2. Diri Siswa ... 18

a. Pengertian Diri Siswa ... 18

b. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Diri Siswa ... 19

B. Kajian Pustaka ... 19

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 23

B. Kehadiran Peneliti ... 23

C. Lokasi Penelitian ... 23

D. Sumber Jenis Data ... 24

E. Teknik Pengumpulan Data ... 24

F. Analisis Data ... 25

G. Pengecekan keabsahan Data ... 27

H. Tahap-tahap Penelitian ... 27

BAB IV PAPARAN DAN ANALISIS DATA A. Paparan Data ... 29

1. Kondisi Umum Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien... 29

a. Sejarah Brdiri Madrasah Aliyah ... 29

(15)

c. Visi dan Misi MA Sabilil Muttaqien ... 31

d. Lokasi Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien ... 36

e. Sarana Prasarana ... 36

f. Data Siswa ... 37

g. Keadaan Tenaga Kerja dan Tata Usaha ... 38

h. Struktur Organisasi MA Sabilil Muttaqien ... 40

i. Kegiatan Intra dan Ekstrakulikuler ... 41

2. Peranan Guru bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri Siswa di MA Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018 ... 42

a. Kondisi Prestasi Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018 ... 42

b. Peranan Guru BK dalam Mengembangkan Diri Siswa Di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018 ... 44

c. Faktor Pendukung dan Penghambat Peranan Guru Bimbngan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri siswa di MA Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018 ... 46

B. Analisa Data ... 47

1. Kondisi Prestasi Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018 ... 47

(16)

3. Faktor Pendukung dan Penghambat Peranan Guru Bimbngan

dan Konseling dalam Mengembangkan Diri siswa di MA Sabilil

Muttaqien Tahun 2017/2018 ... 50

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ... 54

B. Saran ... 55

DAFTAR PUSTAKA ... 56

(17)

DAFTAR TABEL

1. Tabel I Sarana Prasarana

2. Tabel II Jumlah Gedung

3. Tabel III Data Siswa MA Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018

4. Tabel IV Data Siswa MA Sabilil Muttaqien 3 Tahun Terakhir

5. Tabel V Data Pengajar MA Sabilil Muttaqien

6. Tabel VI Daftar jenis kegiatan Intra di MA Sabilil Mutaqien

7. Tabel VII Daftar Jenis Kegiatan Ekstrakulikuler/Pengembangan Diri di MA

(18)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran Hasil Transkip Wawancara

2. Lampiran Dokumentasi

3. Lampiran Surat Permohonan Izin Penelitian

4. Lampiran Surat Keterangan Penelitian

5. Lampiran Surat Pembimbing Skripsi

6. Lampiran Lembar Konsultasi Penelitian

7. Lampiran Daftar Nilai Skk

(19)

ABSTRAK

Yusup, Saepul. 2018. Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam

Mengembangkan Diri Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Muh. Hafidz, M.Ag.

Kata Kunci : Peranan Guru Bimbingan Konseling, Diri Siswa

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri Siswa di Madrasah Aliyah Sabilil

Muttaqien Tahun 2017/2018. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui

penelitian ini adalah: Pertama, Bagaimana kondisi diri siswa di Madrasah Aliyah

Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018. Kedua, Bagaimana peranan Guru Bimbingan

dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018. Ketiga, Apa saja faktor penghambat dan faktor pendukung peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Guru Bimbingan dan Konseling, Wali kelas dan kegiatan yang di lakukan oleh siswa sehari-hari.

(20)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Di era globalisasi ini, dunia pendidikan memiliki berbagai tantangan

dan permasalahan. Diantaranya muncul berbagai permasalahan kenakalan

pada kalangan remaja khususnya di kalangan para siswa.

Adapun bentuk permasalahannya yaitu sangat beragam, diantaranya

sering terlambat masuk kelas, kurang disiplin, tidak menggunakan atribut

lengkap, sering tidak masuk kelas/bolos, berambut gondrong, kurang

mematuhi tata tertib di sekolah, dan lain sebagainya.

Masa remaja merupakan suatu perubahan seseorang dari sifat

kekanak-kanakan yang berpindah ke sifat dewasa, bukan lagi anak akan tetapi belum

bisa di pandang sebagai seorang yang dewasa, remaja adalah umur yang

menjembatani antara umur anak-anak dan umur dewasa. (Syafaat, 2008: 87).

Karena bagaimanapun remaja dinilai dari berbagai sudut pandangan, remaja

merupakan suatu proses peralihan dari anak menjelang remaja (Darajat, 1975:

11).

Didalam perubahannya tentu harus ada faktor pendukung. Dari faktor

pendukung tersebut seorang remaja akan memiliki motivasi bagi mereka

untuk dapat mengetahui keadaan dirinya sendiri, apakah mereka akan menjadi

seorang remaja yang berperilaku positif dan berprestasi? atau mungkin

(21)

Setelah memasuki masa remaja seseorang akan sangat mudah

dipengaruh dengan lingkungan yang ada di sekitarnya khususnya di

lingkungan pendidikan atau sekolah karena akan mempengaruhi proses belajar

mereka untuk menjadi siswa yang disiplin di sekolah. Remaja juga berisiko

jika perilaku antisosialnya mengakibatkan hasil dari pendidikan yang buruk,

menganggur, tidak mampu mempertahankan hubungan, dan sebagainya

(Geldard, 2009: 362).

Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha sadar untuk

pengembangan kepribadian yang berlangsung seumur hidup baik di sekolah

maupun madrasah, maknanya yaitu bahwa inti tujuan pendidikan adalah

terwujudnya kepribadian yang optimal dari setiap siswa. Tujuan ini pulalah

yang ingin di capai oleh layanan bimbingan konseling (Tohirin, 2009: 5-6).

Menurut Sada (2015): (101) Pendidik bertanggung jawab atas amanat

yang diserahkan kepadanya. Allah SWT menjelaskan:

ِب اُْوُكْحَت ْىَأ ِساٌَّلا َيْيَب ْنُتْوَكَح اَذِإ َّ اَِِلَُْأ ٰىَلِإ ِتاًَاَهَ ْلْا اُّّدَؤُت ْىَأ ْنُكُرُهْأَي َ َّاللَّ َّىِإ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.

Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Q.S.

An-Nisa‟: 58).

Rasululloh saw brsabda melalui haditsnya:

َتْبُي اَّوِه اصوْلِع َنَّلَََت ْيَه : َنَّلَع َّ َِْيَلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُِ ُْْعَر ََِاق

َلا َّلَج ََّّزَع ِالله َُْج َّ َِِب ىَغ

َِِب َبْي ِاُيِل َّلاِا َُُوَّلَََتَي

،اََِحْي ِر : يٌََِْي ،ِةَهاَيِقْلا َم َْْي ِةٌََّجْلا َف ْرَعِْ ِجَي ْنَل اَيًُّْْلا َيِه صاضرع

.) ٍحْيِحَص ٍداٌَْعِئِب َدُّاَد ُْْبَأ ٍُا ََّر

Artinya : Rosululloh saw bersabda:“ Barang siapa yang mempelajari

(22)

„Azza wa Jalla. Kemudian ia mempelajarinya dengan tujuan hanya untuk mendapatkan kedudukan / kekayaan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan baunya syurga kelak pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud) Sanad Hadist ini Shohih

Dalam belajar ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh siswa,

diantaranya adalah kesiapan mereka dalam melaksanakan pembelajaran dan

memiliki motivasi untuk mengikuti pelajaran termasuk disiplin sekolah.

Kedisiplinan di sekolah merupakan tata tertib yang mengatur proses kegiatan

belajar mengajar yang melibatkan aktivitas seorang guru, murid dan pegawai

terhadap tata tertib di sekolah, sehingga akan menjadi semakin baik kegiatan

belajar mengajar yang akan dilaksanakan.

Disamping itu kedisiplinan di sekolah pada dasarnya juga merupakan

persyaratan untuk melaksanakan proses belajar mengajar yang baik, sehingga

kepatuhan terhadap kedisiplinan di sekolah sangat besar pengaruhnya untuk

mencapai tujuan suatu pendidikan.

Pendidikan di sekolah, tentunya tidak lepas dari peranan seorang guru

yang harus melibatkan dirinya untuk menciptakan generasi yang mempunyai

adab yang positif, seorang guru adalah suatu jabatan profesional, yang

memiliki peranan dan kompetensi profesional (Hamalik, 1991: 9).

Guru tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas tentang disisplin

ilmu, tetapi seorang guru harus bisa mengajar dan mendidik supaya dirinya

dapat menjadi contoh yang patut di tiru oleh siswanya, disamping itu menjadi

seorang guru tidaklah mudah, sebab seorang guru juga dihadapkan dengan

tantangan yang sangat besar karena siswa yang di didiknya tentu mempunyai

(23)

Melihat fenomena tersebut maka suatu lembaga pendidikan harus

mempunyai upaya dalam mengatasi berbagai perilaku siswa yang kurang

disiplin yaitu diadakannya seorang guru bimbingan konseling yang

dikhususkan untuk memberikan motivasi bagi siswa yang kurang disiplin,

supaya siswa jera dan tidak mengulangi lagi tindakan yang menyimpang dari

tata tertib sekolah, selain itu diharapkan bisa menjadikan siswa tersebut

memiliki keinginan untuk berprestasi.

Guru bimbingan konseling bisa di katakan juga sebagai konselor,

untuk menjadi guru bimbingan konseling harus mempunyai beberapa metode

pendekatan yang baik dalam mengatasi berbagai permasalahan siswa yang

dihadapinya. Seorang guru bimbingan konseling juga harus memiliki

kecakapan yang lembut untuk bisa mengendalikan siswa yang notabennya di

latar belakangi oleh lingkungan yang kurang baik.

Seorang guru mempunyai peranan sebagai orang tua. Disekolah, guru

bukan hanya mengajar dan mendidik, akan tetapi guru juga berperan layaknya

orang tua bagi anak-anaknya, yang menanggung amanat untuk masa depan

anaknya dan dapat mengarahkannya kedalam hal yang positif, tidak hanya

pintar dalam bidang akademik juga harus memiliki prestasi dan prilaku yang

terpuji.

Untuk dapat menjadikan seorang siswa menjadi perilaku santun,

berprestasi dan terhindar dari berbagai penyimpangan remaja, maka

pendidikan norma di pandang sangat penting sekali di lingkungan sekolah.

(24)

membimbing siswa yang mempunyai perilaku kurang disiplin menjadi disiplin

dan diharapkan memiliki dampak dalam mengembangkan prestasi siswa

tersebut. Kemudian senantiasa menjadi guru bimbingan konseling yang dapat

memberi motivasi para siswa untuk sebisa mungkin melakukan berbagai

macam perilaku yang positif.

Dengan banyaknya berbagai macam kenakalan remaja khususnya di

sekolah, tugas dari seorang guru menjadi tidak mudah lagi, karena harus

mengarahkan anak didiknya ke arah yang positif. Maka guru bimbingan

konseling sangat di butuhkan sekali untuk membantu meringankan tugas para

guru, supaya bisa fokus terhadap kewajiban-kewajiban guru sebagaimana

mestinya. Disinilah guru bimbingan konseling di tugaskan untuk dapat

memberikan dan menanamkan berbagai nilai spiritual dan nilai sosial yang

kiranya bisa di aplikasikan oleh para siswa di sekolah maupun di

kehidupannya sehari-hari, supaya didalam kegiatan pembelajaran mereka

tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari tata tertib di sekolah dan

juga menjadi siswa yang mempunyai prestasi.

MA atau Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien merupakan sekolah

swasta yang berbasis pesantren dan tempatnya berada di ruang lingkup

Yayasan Perguruan Islam Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien. Dengan

demikian siswa yang belajar di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tidak

hanya sekedar belajar tentang ilmu agama, akan tetapi para siswa juga di

wajibkan untuk belajar ilmu umum, supaya menjadi generasi yang agamis dan

(25)

lembaga pendidikan yang berada di ruang lingkup Yayasana Perguruan

Islam Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien bukan hanya sekedar Madrasah

Aliyah akan tetapi dilengkapi dengan Madrasah Tsanawiyah Sabilil Muttaqien

dan disertai dengan pendidikan non formal yaitu Madrasah Mu‟allimin Al

-Islamiyah. Di sekolah yang berbasis Pondok Pesantren tersebut Madrasah

Aliyahnya maupun Madrasah Tsanawiyahnya masing-masing mempunya guru

bimbingan konseling.

Dari latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian

yang berjudul “PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING

DALAM MENGEMBANGKAN DIRI SISWA DI MADRASAH ALIYAH

SABILIL MUTTAQIEN DES. EMPLAK KEC. KALIPUCANG KAB.

(26)

B. Fokus Penelitian

1. Bagaimana kondisi diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun

2017/2018?

2. Bagaimana peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam

mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien des.

Emplak kec. Kalipucang kab. Pangandaran tahun 2017/2018?

3. Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat peranan Guru

Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah

Aliyah Sabilil Muttaqien des. Emplak ke. Kalipucang kab. Pangandaran

tahun 2017/2018?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui kondisi prestasi siswa di Madrasah Aliyah Sabilil tahun

2017/2018.

2. Bagaimana peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam

mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien tahun

2017/2018.

3. Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat peranan Guru

Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah

Aliyah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018.

D. Manfaat Penelitian

Secara teoritis, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan

(27)

Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah

Aliyah Sabilil Muttaqien.

Secara praktis, hasil penelitian dapat memberikan manfaat bagi:

1. Guru Bimbingan dan Konseling, supaya memberikan motivasi dan

nilai-nilai spiritual serta senantiasa mengembangkan siswa yang kurang

disiplin menjadi berprestasi.

2. Siswa, melalui penelitian ini, para siswa di Madrasah Aliyah Sabilil

Muttaqien dapat termotivasi untuk menyadari bahwa prilaku negatif

adalah tindakan yang menyimpang dari tata tertib sekolah.

3. Dari segi kepustakaan, diharapkan menjadi salah satu karya tulis ilmiah

yang dapat menambah khazanah.

E. Penegasan Istilah

Supaya terhindar dari penafsiran yang berbeda, maka penulis perlu

menjelaskan beberapa istilah :

1. Guru

Guru adalah seorang yang memiliki tugas sebagai fasilitator agar

siswa dapat belajar dan atau mengembangkan potensi dasar

kemampuannya secara optimal, melalui lembaga pendidikan sekolah, baik

didirikan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Dalam bahasa „Arab,

kata guru dikenal dengan al-mu‟alim atau al-ustadz yang bertugas

memberikan ilmu dalam majelis taklim (tempat memperoleh ilmu

(28)

Jadi dapat di simpulkan bahwa guru dapat di artikan sebagai orang

yang tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa

dalam semua aspek, baik spiritual, emosional, intelektual, fisikal, maupun

sapek lainnya.

2. Bimbingan dan Konseling

a. Bimbingan

Istilah bimbingan merupakan terjemahan dari kata “guidance”,

yaitu bantuan atau tuntunan ada juga yang menerjemahkan dengan arti

pertolongan.

Jadi bimbingan bisa di artikan sebagai bantuan yang diberikan

oleh pembimbing kepada individu agar individu dapat dibimbing

mencapai kemandirian dengan mempergunakan berbagai bahan,

melalui interaksi, dan pemberian nasehat serta gagasan dalam suasana

asuhan dan berdasarkan norma-norma yang berlaku (Tohirin, 2009:

15-20).

b. Konseling

Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu

dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan

dengan cara sesuai keadaan yang di hadapi individu untuk mencapai

kesejahteraan hidupnya (Bimo, 2005: 7)

Dari pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa guru

bimbingan konseling adalah seorang yang memeberikan bantuan

(29)

memecahkan segala persoalannya dengan melakukan berbagai metode

supaya dapat menjadi motivasi pada siswa untuk mencapai kehidupan

yang sejahtera.

3. Diri Siswa

Siswa adalah seorang pelajar yang duduk dimeja belajar dengan

setrata sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas.

Siswa dan siswi tersebut belajar agar bisa mendapatkan ilmu pengetahuan

sehingga bisa mencapai pemahaman ilmu yang sudah didapatkan didunia

pendidikan. Siswa ataupun peserta didik ialah mereka yang secara khusus

diserahkan oleh kedua orang tua mereka untuk dapat mengikuti

pembelajaran yang diselenggarakan disekolah dan dengan tujuan supaya

dapat menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, memiliki ketrampilan,

mempunyai pengalaman, memiliki kepribadian, dan berakhlak mulia serta

mandiri. (http://www.sepengetahuan.com/2016/09/pengertian-siswa

(30)

F. Sistematika Penulisan Skripsi

Skripsi ini tersusun menjadi lima bab, secara sistematis dapat

dijabarkan sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan, bab ini berisikan latar belakang masalah, fokus

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah serta

sistematika penulisan skripsi.

BAB II : Kajian Pustaka, bab ini berisikan tentang uraian berbagai

teori yang menjadi landasan teoritik penelitian yang berkaitan dengan peranan

Guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan Diri siswa di

Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Desa Emplak Kec. Kalipucang Kab.

Pangandaran. Dan kajian terdahulu atau telaah beberapa penelitian terdahulu.

BAB III : Metode Penelitian, bab ini erisi tentang jenis penelitian yang

di gunakan, lokasi dan waktu penelitian, seumber-sumber yang menjadi data,

prosedur pengumpulan data, analisis data serta pengecekan keabsahan data.

BAB IV : Pembahasan, bab ini berisikan paparan data dan analisis data

tentang peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan Diri

siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Desa Emplak Kec. Kalipucang

Kab. Pangandaran.

(31)

BAB II

LANDASAN TEORI A. Guru Bimbingan dan Konseling

1. Pengertian Guru Bimbingan dan Konseling

Guru (dalam bahasa jawa) adalah seorang yang harus di gugu dan

harus ditiru oleh semua muridnya. Harus digugu artinya segala sesuatu

yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai

kebenaran oleh semua murid (Dawam, 2010: 17).

Bimbingan merupakan “helping,” yang identik dengan “aiding,

assisting, atau availing,” yang berarti bantuan atau pertolongan. Makna

bantuan dalam bimbingan menunjukan bahwa yang aktif dalam

mengembangkan diri, mengatasi masalah, atau mengambil keputusan

adalah individu atau peserta didik sendiri. Dalam proses bimbingan,

pembimbing tidak memaksakan kehendaknya sendiri tetapi berperan

sebagai fasilitator (Yusuf, 2014: 6).

Konseling sebuah kata yang di adopsi dari bahasa inggris “

coun-seling” yang di dalam kamus artinya dikaitkan dengan kata “coun-sel”

memiliki beberapa arti, yaitu nasihat (to obtain counsel), anjuran (to give

counsel), dan pembicaraaan (to take counsel). Berdasarkan arti di atas,

konseling secara etimologis berarti pemberian nasehat, anjuran, dan

pembicaraan dengan bertukar fikiran (Juairiah, 2011: 6).

Konseling adalah suatu proses learning-oriented atau suatu proses

(32)

sosisal, antara seorang dengan seorang, dimana konselor harus memiliki

kemempuan profesional dalam bidang keterampilan dan pengetahuan

psikologis, konselor berusaha membantu klien tersebut dalam

hubungannya dengan keseluruhan program, agar individu dapat

mempelajari lebih baik tentang dirinya (Risaldi dan Idris, 2014: 6).

Jadi, Guru Bimbingan dan konseling adalah seseorang yang harus

di tiru dan di gugu serta dapat memberikan motivasi kepada siswa yang

mempunyai masalah, dengan cara memberikan nasehat-nasehat agar dapat

menggugah siswa tersebut untuk memiliki motivasi pada dirinya supaya

menjadi siswa berperilaku positif dan berprestasi. Serta dapat membantu

peserta didik baik individu maupun kelompok agar mandiri dan

berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar dan

karir.

2. Pentingnya Guru Bimbingan dan Konseling

Kehadiran guru bimbingan konseling di sekolah di pandang sangat

penting karena merupakan proses membantu siswa untuk mendapatkan

arahan dan pemahaman diri yang dibutuhkan agar bisa membuat pilihan

dan bertindak menuju cita-cita yang diharapkan. Adapun pentingnya guru

bimbingan dan konseling di sekolah diantaranya:

a. Untuk memberikan bantuan kepada peserta didik yang memiliki

perbedaan di dalam pribadinya.

b. Untuk membantu peserta didik agar bisa menghadapi perkembangan

(33)

c. Untuk membantu peserta didik dalam menyikapi perkembangan

kehidupan masyarakat yang berubah secara dinamis.

d. Untuk membantu peserta didik agar lebih bijak dalam menggunakan

sosial media atau internet agar tidak larut dan ketagihan dengan efek

negatif dari perkembangan teknologi dan informasi.

e. Untuk membantu peserta didik didalam menemukan sekaligus

membantu mengembangkan kemampuan peserta didik agar

mempunyai kemampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan

mendatang yang akan mengalami perkembangan industri dan pesatnya

teknologi informasi (Azzet, 2011: 54-56).

3. Tujuan Bimbingan Konseling

Bimbingan konseling merupakan pelayanan bantuan untuk peserta

didik baik individu maupun kelompok agar mandiri dan berkembang

secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karier; melalui

berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma

yang berlaku. Tujuan bimbingan dan konseling, yaitu untuk membantu

memandirikan peserta didik dalam mengembangkan potensi-potensi

mereka secara optimal (Hikmawati, 2012: 64).

Dalam perogram pendidikan di sekolah, layanan bimbingan

ditunjukan kepada para siswa, dengan harapan bahwa para siswa di

sekolah dapat:

a. Memperkembangkan pengertian dan pemahaman diri dalam kemajuan

(34)

b. Memperkembangkan pengetahuan tentang dunia kerja, kesempatan

kerja, serta rasa tanggung jawab dalam memilih suatu kesempatan

kerja tertentu.

c. Memperkembangkan pengetahuan untuk memilih, mempertemukan

pengetahuan tentang dirinya dengan informasi tentang kesempatan

yang ada secara bertanggung jawab; dan

d. Mewujudkan penghargaan terhadap kepentingan dan harga diri orang

lain (Kurikulum bimbingan konseling. 1975) (Aqib, 2012: 33).

4. Fungsi Bimbingan dan Konseling

Suatu pelayanan dikatakan tidak berfungsi apabila ia tidak

memperlihatkan kegunaan ataupun tidak memberikan manfaat serta

keuntungan tertentu. Fungsi Bimbingan dan Konseling di tinjau dari

kegunaan maupun keuntungan-keuntungan apa yang di peroleh dari

pelayanan tersebut (Prayitno, 2013: 197).

Berdasarkan perbaikan dan tujuan yang ingin di capai, layanan

bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi, yaitu: fungsi

pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi perbaikan, fungsi pemeliharaan

dan pengembangan, dan fungsi penyesuaian.

a. Fungsi Pemahaman

Bimbingan dan konseling dapat berfungsi pemahaman, artinya

menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu

sesuai dengan kebutuhan pengembangan murid, pemahaman itu

(35)

1) Pemahaman tentang diri murid, baik oleh murid itu sendiri

maupun oleh orang tua, guru dan pembimbing. Aspek-aspek yang

perlu di pahami mengenai murid, misalnya: identitas dan ciri-ciri

kepribadiannya, kemampuan, prestasi belajar, minat, cita-cita serta

gaya hidupnya.

2) Pemahaman tentang lingkungan murid termasuk keluarga dan

lingkungan sekolah. Hal ini perlu di fahami baik oleh murid itu

sendiri maupun oleh orang tua dan guru pembimbing.

3) Pemahaman tentang lingkungan “yang lebih luas”. Aspek yang

perlu dipahami mngenai lingkungan ini, contohnya: informasi

pendidikan, informasi pekerjaan, informasi keadaan daerah,

informsi budaya atau nilai-nilai dan sebagainya.

b. Fungsi Pencegahan

Bimbingan dan konseling dapat berfungsi pencegahan, artinya

merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Beberapa

kegiatan bimbingan pencegahan antara lain:

1) Program orientasi, yang memberikan kesempatan kepada para

murid untuk lebih mengenal sekolah sebagai lingkungan yang baru.

Dalam program ini dapat disampaikan berbagai informasi seperti:

cara-cara belajar, fasilitas belajar, hubungan sosial, tata tertib

sekolah, dan sebagainya.

2) Program kegiatan kelompok, seperti: diskusi, bermain peran,

(36)

Melalui kegiatan ini diharapkan murid memperoleh pemahaman

diri secara lebih baik di samping meningkatkan pemahaman

lingkungan.

c. Fungsi Perbaikan

Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi perbaikan,

artinya dapat membantu mengantisipasi serta dapat mengatasi

maslah-masalah yang di alami oleh murid. Menurut Prayitno istilah perbaikan

berkonotasi bahwa murid adalah orang “tidak baik atau rusak”. Dalam

pelayanan bimbingan dan kosneling pemberian istilah “tidak baik,

“rusak” atau “sakit” sama sekali tidak boleh dilakukan. Untuk ini

Prayitno menyebut fungsi bimbingan konseling ini disebut fungsi

pengentasan.

d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan

Bimbingan dan konseling dapat berfungsi perkembangan,

artinya layanan yang diberikan dapat membantu para murid dalam

mengembangkan keseluruhan peribadinya secara terarah dan mantap.

Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang sudah bersifat positif dijaga

agar lebih baik.

Secara keseluruhan, jika semua fungsi terdahulu telah terlaksana

dengan baik dapatlah dikatakan bahwa murid yang bersangkutan

mampu berkembang secara wajar, terarah dan mantap menuju

perwujudan dirinya secara optimal, keterpaduan semua fungsi tersebut

(37)

e. Fungsi Penyesuaian

Bimbingan dan konseling dapat berfungsi penyesuaian, artinya

pelayanan bimbingan dan konseling dapat membantu terciptanya

penyesuaian antara murid dan lingkungannya. Dengan demikian,

adanya kesesuaian antara pribadi murid dan sekolah sebagai

lingkungan merupakan sasaran fungsi itu.

Fungsi penyesuaian mempunyai dua tujuan: Pertamma, yaitu

bantuan kepada para murid agar dapat menyesuaikan diri terhadap

lingkungan sekolah. Kedua, adalah bantuan dalam mengembangkan

program pendidikan yang sesuai dengan keadaan masing-masing

murid. Jadi, dalam arah kedua tujuan ini lingkungan yang disesuaikan

terhadap keadaan murid (Adhiputro, 2013: 14-16).

B. Diri Siswa

1. Pengertian Diri Siswa

Siswa adalah seorang pelajar yang duduk dimeja belajar dengan

setrata sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas.

Siswa dan siswi tersebut belajar agar bisa mendapatkan ilmu pengetahuan

sehingga bisa mencapai pemahaman ilmu yang sudah didapatkan didunia

pendidikan. Siswa ataupun peserta didik ialah mereka yang secara khusus

diserahkan oleh kedua orang tua mereka untuk dapat mengikuti

pembelajaran yang diselenggarakan disekolah dan dengan tujuan supaya

dapat menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, memiliki ketrampilan,

(38)

mandiri

(http://www.sepengetahuan.com/2016/09/pengertian-siswa-menurut-para-ahli-lengkap.html).

2. Faktor yang Memepengaruhi Perkembangan Diri Siswa

Faktor yang mempengaruhi diri siswa tidak semata-mata timbul

dari pribadinya masing-masing, melainkan adanya bantuan dari

lingkungan sekitarnya. Adapun faktor yang mempengaruhi diri siswa

antara lain: Pertama, strategi pendekatan pribadi Guru terhadap siswa

yang kurang menonjol dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan tujuh

macam kecerdasan (Musik, Body Kinesthetic, logika matematis, bahasa,

ruangan, intrepersonal dan intrapersonal). Kedua, Strategi guru melibatkan

siswa dalam pembelajaran secara penuh dengan suasana gembira dan

menyenangkan. Ketiga, strategi guru membuat alat bantu dan menciptakan

ruangan yang hidup (Tu‟us, 2004: 78).

C. Kajian Pustaka

Sebelum penulis melakukan penelitian tentang Peranan Guru

Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan prestasi siswa yang

dilakukan di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien, penulis terlebih dulu

melakukan beberapa telaah penelitian yang terdahulu.

Pertama, Penelitian yang dilakukan oleh Nurul Istiqomah dari IAIN

Salatiga pada tahun 2016 yang berjudul “Peran Guru Bimbingan Konseling

dalam mengatasi masalah kedisiplinan siswa di SMP Muhammadiyah 05

Wonosegoro Kabupaten Boyolali”. Penelitian tersebut berisi tentang: (1)

(39)

termasuk dalam kondisi cukup. (2) Peran guru Bimbingan Konseling dalam

mengatasi masalah kedisiplinan siswa di SMP Muhammadiyah 05

Wonosegoro dilakukan dengan beberapa cara, antara lain a) pemberian

peringatan kepada siswa, b) pemberian bimbingan secara individu, c)

pemberian bimbingan secara kelompok, d) pemberian hukuman kepada siswa,

e) pemanggilan orang tua siswa, f) pembiasaan kedisiplinan di dalam

Intrakurikuler maupun Ekstrakurikuler. (3) faktor pendukung dan penghambat

dalam mengatasi masalah kedisiplinan siswa: a) faktor pendukung: kerjasama

antar guru, motivasi dari siswa, kerjasama dengan lingkungan sekitar. b)

faktor penghambat: latar belakang siswa, lingkungan sekitar sekolah,

kurangnya kesadaran siswa.

Kedua, Penelitian yang di lakukan oleh Arif Ismunandar dari UIN

Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2009 yang berdjudul “Peran guru

bimbingan dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas

VIII di SMP Ma‟arif Sultan Agung, Seyegan, Sleman Yogyakarta. Penelitian

tersebut berisi tentang: ”Pelaksanaan bimbingan konseling terangkum dalam

program kerja tahunan sebagai kegiatan yang bersifat umum untuk membantu

siswa mengembangkan dirinya, memahami lingkungan mengembangkan

kebiasaan belajar yang baik, mengatasi permasalahan yang dihadapi dan

membantu siswa untuk dapat merencanakan masa depan dan program kerja

semester dan mengetengahkan bentuk bimbingan yang meliputi bimbingan

pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir yang

(40)

pelaksanaan tersebut di tempuh dengan beberapa usaha yaitu melalui usaha

preventif yaitu usaha memelihara dan membina suasana dalam mencegah

tingkah laku yang tidak diinginkan, usaha kuratif yaitu usaha untuk mencari

tahu pelanggaran yang dilakukan siswa dengan metode pengumpulan data dan

informasi, usaha represif yaitu usaha penanganan kenakalan siswa berupa

pembinaan atau sebuah upaya untuk meninadak perilaku kenakalan siswa

dengan memberikan hukuman. Hasil yang dapat diambil dari guru bimbingan

dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII sudah

baik, dengan ditandai peningkatan para siswa terutama siswa kelas VIII

kembali bersemangat dalam belajar dan juga peran guru bimbingan dan

konseling tidak hanya memperhatikan siswa-siswa yang melanggar

kedisiplinan tetapi juga memperhatikan tentang prestasi belajar setiap murid”.

Dari dua penelitian diatas sama-sama meneliti tentang peran guru

bimbingan dan konseling. Akan tetapi terdapat beberapa perbedaan dari dua

peneitian diatas, untuk penelitian yang pertama lebih mengarah ranah

bagaimana peran guru BK dalam mengatasi prilaku siswa yang kurang

disiplin, dan untuk penelitian yang kedua lebih mengarah ke ranah bagaimana

peranan guru BK dalam meningkatkan motivasi belajar bagi siswa.

Setelah menelaah perbedaan dari dua penelitian yang telah di jelaskan,

kemudian peneliti mencoba mengangkat judul tentang bagaimana peranan

guru BK dalam meningkatkan pribadi/diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil

Muttaqien tahun 2017/2018, untuk judul penelitian sama-sama menjelaskan

(41)

pribadi siswa, dan di dalam penelitian ini akan diambil beberapa kesimpulan,

apa saja yang dimiliki dalam pribadi siswa setelah di beri motivasi oleh guru

(42)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang di gunakan penulis dalam penelitian ini adalah

deskriptif kualitatif. Metode kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian

yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari

orang-orang dan prilaku yang diamati (Moleong, 2011: 4). Dalam penelitian

ini, penulis mencoba memaparkan tentang peranan Guru Bimbingan dan

Konseling dalam meningkatkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil

Muttaqien.

B. Kehadiran Peneliti

Supaya peneliti memperoleh data yang dibutuhkan, maka peneliti

menghadiri secara langsung di lokasi penelitian sampai mendapatkan data

yang di perlukan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti ikut serta dalam

pelaksanaan kegiatan yang menjadi sumber data. Dalam hal ini, terkait dengan

penelitian yang di lakukan yaitu peranan guru BK dalam mengembangkan diri

siswa di MA Sabilil Muttaqien.

C. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Desa

Emplak Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran. Alasan peneliti melakukan

penelitian di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien karena ingin mengetahui

(43)

notabennya Madrasah Aliyah tersebut berbasis pesantren atau boarding

school.

D. Sumber Data

Data-data yang dijadikan acuan dalam penelitian ini di ambil dari

beberapa sumber:

a. Data Primer

Guru Bimbingan dan Konseling di Madrasah Aliyah Sabilil

Muttaqien Desa Emplak Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran.

b. Data Sekunder

Data yang diperoleh dari para guru-guru di Madrasah Aliyah

Sabilil Muttaqien. Data ini merupakan penguat dari informasi yang telah

di dapat oleh peneliti.

E. Prosedur Pengumpulan Data

Ada beberapa metode pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini yaitu:

a. Wawancara

Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data untuk

mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui

percakapan atau tanya jawab. Wawancara dalam penelitian kualitatif

sifatnya mendalam karena ingin mengeksplorasi informasi secara

menyeluruh dan jelas dari narasumber (Djam‟an, 2017: 130).

Tujuan dari wawancara dalam penelitian ini adalah untuk dijadikan

(44)

dan Konseling dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah

Sabilil Muttaqien. Adapun yang menjadi informasi yaitu data hasil

wawancara dari beberapa subjek yang menjadi sumber data.

b. Observasi

Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang di teliti

baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang

harus dikumpupulkan dalam penelitian. Secara langsung adalah terjun ke

lapangan terlibat seluruh panca indra (Djam‟an, 2017: 105).

Peneliti melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang

dilakukan oleh para siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien.

c. Dokumentasi

Dokumen adalah catatan-catatan peristiwa yang telah lalu, yang

bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya monumental seseorang

(Ibrahim, 2015: 93).

Adapun dokumen yang peneliti kumpulkan berupa dokumen yang

terkait dengan informasi tentang peranan Guru Bimbingan dan Konseling

dalam mengembangkan diri siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien.

F. Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis

data yang di peroleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi,

dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam

(45)

penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah

difahami oleh diri-sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2011: 244).

Data yang didapatkan berwujud kata-kata bukan angka. Data ini

dikumpulkan dalam berbagai cara diantaranya, wawancara, observasi, intisari

dokumen. Untuk itu analisa kualitatif menggunakan kata-kata yang biasanya

disusun dalam teks yang diperluas (Huberman dan Matthew, 1992: 16).

a. Reduksi Data

Reduksi data merupakan pemilihan, pemusatan, perhatian pada

penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari

catatan-catatan tertulis di lapangan. Dalam penelitin ini reduksi data dapat

dilakukan dengan cara menyusun ringkasan, membuang yang tidak perlu,

memberi kode bagian yang penting dan sebagainya hingga laporan

penelitian ini selesai. Ada beberapa hal yang menjadi kaitan dengan

reduksi data yaitu klasifikasi data yang telah dikumpulkan,

dipisah-pisahkan kemudian dikelompokan menurut permasalahannya. Dilanjutkan

dengan interpretasi data yang berfungsi untuk menganalisis data lebih

lanjut, data dikelompokan kemudian diasumsikan oleh peneliti dengan

landasan tujuan penelitian (Huberman dan Matthew, 1992: 16).

b. Penyajian Data

Sekumpulan informasi yang tersusun sehingga memberi

kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

Penyajian data yang baik merupakan suatu cara utama bagi penyajian data

(46)

c. Penarikan kesimpulan atau verifikasi

Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari satu kegiatan

konfigurasi yang utuh. Simpulan-simpulan juga di verifikasikan selama

penelitian berlangsung. Verifikasi itu kemungkinan setingkat pemikiran

kembali yang melintas dalam penganalisis selama menulis, suatu tinjauan

ulang pada catatan-catatan di lapangan serta tukar pikiran dan akhirnya

berusaha menarik kesimpulan. Dengan demikian verifikasi kesimpulan

yang pada mulanya mengambang atau kabur menjadi relevan.

G. Pengecekan Keabsahan Data

Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data yang dinyatakan valid

apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang

sesungguhnya terjadi pada objek yang di teliti. Tetapi perlu diketahui bahwa

kebenaran realita data menurut penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal,

tetapi jamak dan tergantung pada konstruksi manusia, dibentuk dalam diri

seseorang sebagai hasil proses mental individu dengan berbagai latar

belakangnya (Sugiyono, 2011: 267).

Dalam penelitian ini dilakukan uji keabsahan data dengan

menggunakan teknik trianggulasi. Teknik trianggulasi adalah teknik yang

banyak digunakan pemeriksaan melalui sumber lainnya untuk keperluan

pembanding dengan tujuan meningkatkan kualitas penelitian.

H. Tahap-tahap Penelitian

Menurut Moleong (2008: 127-128) penelitian kualitatif ada beberapa

(47)

a. Tahap Pra Lapangan

Menyusun rencana penelitian dan memilih lapangan, menurus

perizinan, menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan

informasi, menyiapkan kelengkapan penelitian, memperhatikan etika

penelitian.

b. Tahap Pekerjaan Lapangan

Memahami latar penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan,

berperan aktif sambil mengumpulkan data.

c. Tahap Analisis Data

Menyusun sistematis data yang diperoleh dari interview, catatan

lapangan, dan bahan-bahan yang lain sehingga dapat dengan mudah di

pahami dan tentunya dapat di informasikan kepada orang lain. Tahap ini

dilakukan peneliti sesuai dengan cara yang telah di tentukan yatiu dengan

cara mereduksi data kemudian penyajian data dan yang terakhir penarikan

kesimpulan dan verivikasi.

d. Tahap Pelaporan Data

Merupakan tugas akhir dari rangkaian proses penelitian. Pada

tahap ini peneliti menyusun laporan hasil penelitian dengan format tulisan

(48)

BAB IV

PAPARAN DAN ANALISIS DATA A. Paparan Data

1. Kondisi Umum Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien a. Sejarah Berdiri Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien

Penelitian ini penulis lakukan di Madrasah Aliyah Sabilil

Muttaqien yang berlokasi di Jalan Raya Pangandaran Kabupaten

Pangandaran. Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien merupakan cabang

termuda (cabang ke 99) yang berada dibawah naungan Yayasan

Perguruan Islam (YPI) Pesantren Sabilil Muttaqien yang didirikan

tahun 1999 tepatnya pada tanggal 09 September 1999, terletak di desa

Emplak Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran, sekitar 12 Kilometer dari

Pantai Indah Pangandaran Jawa Barat.

Pada awal berdirinya Pesantren Sabilil Muttaqien Pangandaran

untuk tenaga pengajar/ustadz didatangkan langsung dari Jawa Timur

yang terdiri dari para alumni pesantren yang telah menyelesaikan

pendidikan S1 nya, lembaga pendidikan saat itu masih sebatas

pendidikan diniyah (non formal), setelah berjalan kurang lebih dua

tahun, pesantren ini mendapatkan respon positif dari masyarakat

sekitar. Pada akhirnya tahun 2002 PSM Pangandaran mendirikan

pendidikan formal tingkat SLTP dan SLTA yaitu Madrasah

(49)

Konten kurikulum lembaga pendidikan PSM untuk MTs dan

MA mengadopsi secara total standar isi dari Departemen Pendidikan

Nasional dengan pengembangan dan perluasan sesuai dengan visi

pesantren, sedangkan konten kurikulum lembaga pendidikan non

formal Madrasah Mu‟allimin Islamiyah (MMI) jenjang pendidikan

selama 6 tahun didesign secara khusus yang dikonsentrasikan untuk

pendidikan keagamaan, kurikulum ini merupakan kombinasi dari

kurikulum pesantren salafiyah dan pesantren modern.

Selain dua konten kurikulum tersebut untuk menyempurnakan

pendidikan, PSM Pangandaan mendesign kurikulum

entrepreneuership dan soft skill yang diintegrasikan dalam setiap

subject mulai kelas awal sampai kelas akhir, format pendidikan ini

secara konsisten diadaptasikan dengan tuntutan perkembangan global.

b. Profil Sekolah

1) Identitas Madrasah

a) Nama Sekolah : Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien

b) SK Kepemilikan : KW. 10.4/4/PP.006/202/2004

c) Akreditasi : A (93,46)

2) Madrasah

a) Alammat Lengkap : Jl. Pangandaran Km 12 Emplak

Kalipucang Pangandaran

b) Kepala Madrasah : Suparno, M.Pd.i

(50)

d) NSM : 131232180004

e) Rekening Bank : 1645-01-000039

f) NPWP : 21.088.085.2.442.00

g) Status : Milik Yayasan

h) Luas Tanah : 50.000 m2

i) Luas Bangunan : 10.000 m2

j) Halaman/Tanaman : 40.000 m2

c. VISI dan MISI MA Sabilil Muttaqien

Visi Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien Kalipucang adalah

sebagai berikut, “Terwujudnya Lulusan yang Unggul dalam Prestasi

Akademik, Berjiwa Entrepreneur, dan Rajin dalam Beramal

Berdasarkan Pemahaman Islam yang Kuat”.

1) Indikator Visi:

a) Terwujudnya nilai akhir lulusan siswa dengan rata-rata

minimal 6,00.

b) Terwujudnya lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan

sendiri dengan berwirausaha (entrepreneurship)

c) Terwujudnya lulusan yang rajin mengamalkan ilmu dan

kemampuannya untuk kemaslahatan diri dan umat manusia.

Visi tersebut mencerminkan cita-cita madrasah yang

berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi serta

kebutuhan kekinian, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat

(51)

kecakapan hidup mandiri, menuju insan taqwa yang mengamalkan

ilmunya.

2) Strategi Pencapaian Visi

a) Penata Kelembagaan

(1) Fisik dan Lingkungan

(a) Pemanfatan kelas sebagai institusi kecil

(b) Pendayagunaan Laboratorium Komputer, IPA, dan

Bahasa secara optimal dan maksimal

(c) Pemanfatan ruangan Kepala, Guru, TU, UKS, dan

ruangan lain secara optimal dan maksimal

(d) Pendayagunaan sarana perpustakaan

(e) Pengadaan alat serta pemeliharaan lapangan olah raga

(f) Pendayagunaan Masjid madrasah

(g) Pendayagunaan Pesantren di lingkungan Madrasah

(h) Pertamanan, kebersihan, dan keindahan

(i) Perindangan lingkungan.

(2) Personalia

(a) Pengembangan propesional, intelektual, mental, fisik

dan moral seluruh warga Madrasah.

(b) Pembinaan dan pemberdayaan system kerja.

(c) Penyempurnaan system kerja kantor dan manajemen

(52)

(d) Mewujudkan hubungan kolegial dan kerja sama optimal

(antar warga Madrasah).

(e) Menanamkan kebiasaan kerja yang berorientasi pada

tujuan dan action oriented.

(f) Mewujudkan langkah-langkah nyata dalam menghadapi

millennium ketiga dan tantangan global.

(g) Melakukan penyegaran disetiap lini secara solid (rotasi,

subsitusi).

(h) Mewujudkan kinerja yang bilhikmah dan didasarkan

kepada ibadah (pengabdian) dengan menciptakan

tenaga berpredikat employee.

(3) Pendayagunaan asset dan fasilitas.

(a) Merinci kebutuhan dengan melihat data analisis.

(b) Menentukan skala prioritas.

(c) Pemakaian bersifat efisien dan efektif, selaras dan

memasar.

b) Peningkatan SDM

(1) Meningkatkan kemampuan siswa/guru dalam berbahasa

Inggris dan berbahasa Arab sebagai bahasa transformasi,

bisnis dan diplomatis.

(2) Mewajibkan siswa mengikuti keterampilan bahasa Inggris,

(53)

(3) Meningkatkan pengetahuan pada siswa dalam learning how

to learn.

(4) Meningkatkan keterampilan siswa dengan cara learning

how to do

(5) Menciptakan masyarakat belajar (learning society)

(6) Meningkatkan speed reading melalui pemberdayaan

perpustakaan.

c) PeningkatanKBM

(1) Meningkatkan Kompetensi guru dalam melakukan kegiatan

belajar mengajar melalui kurikulum berbasis kompetensi

dengan ciri-ciri :

(a) Kompeten dalam penguasaan materi ajar

(b) Kompeten dalam menggunakan waktu

(c) Kompeten dalam memperkirakan dan menilai tingkah

laku siswa

(d) Kompeten dalam membuat program pengajaran.

(2) Peningkatan nilai hasil evaluasi belajar.

(3) Memperdayakan MGMP sebagai salah satu sumber belajar

guru.

(4) Menumbuhkan keunggulan kompetitif diantara siswa

melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler.

(5) Pengembangan kelas unggulan.

(54)

(1) Memberdayakan tenaga kependidikan melalui

diklat/penataran, seminar-seminar dan pertemuan sejenis.

(2) Melakukan supervisi klinis.

(3) Pengembangan staf melalui TOT

e) Kemitraan dan Networking

(1) Mengadakan kunjungan ke madrasah-madrasah unggul

dalam upaya school review, branch marking, dan quality

assurance.

(2) Meningkatkan humas, dalam rangka Community Driven.

Adapun misi dari MA Sabilil Muttaqien sebagai

perwujudan dari visi adalah sebagai berikut:

(a) Memperbaiki secara berkesinambungan sistem

manajemen mutu pendidikan sesuai dengan tuntutan

perkembangan global.

(b) Melaksanakan pendidikan yang menyeluruh dan

mengembangkan secara maksimal potensi anak didik

yang multi intelegensi.

(c) Mengembangkan soft skill yang berdasarkan etika dan

spiritualitas islam

(d) Menanamkan pendidikan dasar-dasar keislaman yang

kuat serta perangkat untuk memahami agama Islam dari

(55)

(e) Menyediakan seluas-luasnya kesempatan

pengembangan diri untuk menemukan dan

mengembangkan talenta serta kecerdasan

masing-masing anak didik.

d. Lokasi Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien

Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien berada di daerah bukit,

tepatnya di Desa Emplak Kecamatan Kalipucang kabupaten

Pangandaran Jawa Barat. Karena letak tempatnya berada di lingkungan

Yayasan Perguruan Islam Pondok Pesantren Sabilil Mutaqien dan

tidak terlalu dekat dengan jalan raya, maka dapat menciptakan suasana

pembelajaran yang tenang dan nyaman.

e. Sarana Prasarana

Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien memiliki sarana prasarana

yang cukup untuk membantu kegiatan belajar mengajar. Adapun

sarana prasarana tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel I Sarana Prasarana

Luas Bangunan 10.000 m2

Ruang Kepala Madrasah 1 Baik

Ruang TU 1 Baik

Ruang Guru 1 Baik

Ruang Kelas 1 Baik

Ruang Lab. Biologi 1 Baik

Ruang Lab. TIK 1 Baik

(56)

Ruang Kesenian 1 Baik

Ruang Perpustakaan 1 Baik

Mesjid 1 Baik

Ruang OSIS/IWP 1 Baik

Lap. Olahraga 1 Baik

Ruang UKS 1 Baik

Tabel II Jumlah Gedung

Gedung Jumlah Luas (m2)

Teori/Kelas 3 63 m2

Lab. IPA 1 63 m2

Lab. Bahasa 1 63 m2

Lab. Komputer 1 31,5 m2

Perpustakaan 1 63 m2

Kesenian 1 31,5 m2

f. Data Siswa

Adapun jumlah siswa Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien

dalam tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Tabel III

Data Siswa MA Sabilil Muttaqien Tahun 2017/2018

Kelas JUMLAH Jumlah

Laki-laki Perempuan

(57)

X.MIA.B 16 12 28

Data Siswa MA Sabilil Muttaqien 3 Tahun Terakhir Tahun

g. Keadaan Tenaga Pendidik dan Tata Usaha Tabel V

Data Pengajar MA Sabilil Muttaqien

No Nama Jabatan Status

1 Suparno, M.Pd Kepala Madrasah &

(58)

2 Dheni Herwan, SE, MM

8 Hasyati Maysaroh, S.Pd.I Guru Fisika, Wali

Kelas XI.A GTY

9 Lala Meylasari, S.Pd Guru Bahasa

Inggris. GTY

10 Rendi Panji, S.Pd Guru Penjaskes,

Pembina Olah Raga. GTY

11 Iis Aisyah, S.Pd Guru Kimia, Wali

Kelas XI.B GTY

12 Laili Masudati Guru Hadits dan

(59)

15 Harti Rahmagustina, S.Pd

Guru Bahasa Indonesia dan wali kelas X.A

GTY

16 Melina Novitiana, S.Pd. Guru Matematika

Wali kelas X.B GTT

17 Nani Kepala TU PTY

18 Tedi Hidayatulloh S.Pd. Pesuruh Madrasah PTY

h. Struktur Organisasi Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien

Dalam melaksanakan tugas agar bisa berjalan dengan baik,

maka di butuhkan beberapa komponen untuk saling mendukung dan

saling bekerja sama satu sama lain yaitu dengan di bentuknya struktur

organisasi. Adapun struktur organisasi Madrasah Aliyah Sabilil

Muttaqien adalah sebagai berikut:

c) Operator : Arif Nurohman, S.Pd.I

4) Ka. Ur. Tata Usaha : Nani

5) Wali Kelas

a) Wali Kelas X.A : Harti Rahmagustina, S.Pd

b) Wali Kelas X.B : Melina Novitiana, S.Pd

c) Wali Kelas XI.A : Hasyati Mayaroh, S.Pd

(60)

e) Wali Kelas IPA XII.A : Anne Ermina, S.Pd

f) Wali Kelas IPA XII.B : Fika Rizky F.R., S.Pd

i. Kegiatan Intra dan Ekstrakulikuler Tabel VI

Daftar jenis kegiatan Intra di MA Sabilil Mutaqien

RUTIN SPONTAN KETELADANAN

Upacara Membiasakan antri Berpakaian Rapih

Do‟a Bersama Memberi salam Memberikan Pujian

Sholat Berjamaah

Membuang sampah

pada tempatnya Tepat Waktu

Kerohanian Musyawarah Hidup Sederhana

Tabel VII

Daftar Jenis Kegiatan Ekstrakulikuler/Pengembangan Diri di MA Sabilil Muttaqien

No Hari Waktu Jenis Eksrakulikuler

1. Senin 19.30-21.00 Muhadloroh

2. Senin 18.00-19.00 Qiroatul Qur‟an

3. Selasa 19.30-21.00 Kajian Kitab Kuning

4. Rabu 14.00-15.30 Paskibra

5. Kamis 14.00-15.30 Pramuka

6. Jumat 08.00-10.00 Olah Raga

7. Sabtu 14.00-15.30 Kesenian

(61)

2. Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Diri Siswa di Madrasah Sabilil Muttaqien tahun 2017/2018

a. Kondisi Prestasi Siswa di MA Sabilil Muttaqien Pada Tahun 2017/2018

Prestasi siswa di Madrasah Aliyah Sabilil Muttaqien pada tahun

2017/2018 memiliki banyak peningkatan yang signifikan dan sangat

membanggakan, data ini penulis dapatkan setelah melakukan beberapa

pengamatan terhadap dokumen-dokumen yang berada di Madrasah

Aliyah Sabilil Muttaqien. Selain itu ada pengaruh dari sudut pandang

lingkungan yang sangat mendukung siswa dalam mengembangkan

prestasi di dalam dirinya. Kondisi prestasi siswa di dapatkan penulis

setelah mengacu kepada beberapa indikator prestasi sebelumnya, dari

indikator tersebut dijadikan acuan oleh penulis sebagai penguat data

yang telah didapatkan oleh penulis.

Secara umum kondisi prestasi siswa di Madrasah Aliyah Sabilil

Muttaqien di tahun 2017/2018 sangat berkembang dengan baik dan

sangat membanggakan, hal tersebut juga disampaikan oleh guru BK di

MA Sabillil Muttaqien, bahwasanya secara umum prestasi siswa di

MA Sabilil Muttaqien sudah sangat membanggakan karena di tahun

2017/2018 sebagian ada beberapa siswan yang mendapatkan prestasi

di bidang akademik dan non akademik. Sebagaimana disampaikan

oleh guru BK Sebagai berikut:

“Untuk masalah prestasi siswa di MA sabilil Muttaqien di

(62)

membanggakan, karena dari beberapa siswa MA Sabilil Muttaqien di tahun ajaran 2017/2018 telah mendapatkan prestasi di bidang

akademik dan non akademik”.

Hal senada juga diungkapkan oleh Waka Kurikulum Bapak

Dheni Herwan seperti berikut:

“Alhamdulillah untuk prestasi siswa di MA Sabilil Muttaqien pada tahun ajaran 2017/2018 ada kenaikan yang signifikan, terutama di bidang akademik, indikatornya yaitu kita meraih juara satu Matematika se-Kabupaten Pangandaran dan juara dua KIMIA, terus di lihat dari aspek rata-rata nilai juga naik, dan juga di terimanya di perguruan tinggi dari melalui SNMPTN kemudian SBMPTN sampai jalur mandiri.

Dapat dikatakan bahwa prestasi yang paling menonjol di MA

Sabilil Muttaqien pada tahun ajaran 2017/2018 adalah mendapatkan

juara di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Hal tersebut sesuai

dengan apa yang di paparkan oleh ibu Anne Ermina wali kelas XII:

“Prestasi di tahun 2017/2018 menang KSM tingkat kabupaten

matematik juara pertama, kemudian KSM juga sama tingkat kabupaten

Kimia juara ke dua dan paskibra lolos tingkat kabupaten”.

Hal tersebut di perkuat oleh ibu Melina Novitiana wali kelas X MA:

“Untuk prestasi, sebagian siswa kan ada yang berkemampuan

tinggi dan berkemampuan sedang ataupun rendah, jadi sudah lumayan

meningkat karena kemarin mengikuti KSM tingkat kabupaten”

Prestasi yang di dapat sebagian besar di bidang akademik tapi

hanya ada beberapa saja prestasi non akademik yang di dapat misalnya

di cabang olah raga tenis meja. Hal ini di paparkan oleh ibu Hasyati

Mayaroh wali kelas XI MA:

“untuk prestasi 2017/2018 ya bagus, dari segi pendidikan

Gambar

Tabel I
Tabel II
Tabel IV
Tabel VII

Referensi

Dokumen terkait

terdapat pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan peranan komite madrasah terhadap kinerja guru Madrasah Aliyah di Kabupaten Banjarnegara, dibuktikan dengan nilai F hitung

Saran penelitian: 1) Bagi guru Madrasah aliyah Masyhudiyah, agar tetap memperhatikan dan memantau perkembangan siswa serta memberikan bimbingan dan konseling yang berkaitan

Tujuan penelitain ini adalah: 1)Untuk mengetahui bagaimana perencanaan program bimbingan dan konseling dalam mengembangkan bakat dan minat siswa di Madrasah

PERANAN KONSELOR DALAM PELAYANAN PENDEKATAN KHUSUS BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PEMBINAAN TINGKAH LAKU.. SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MUALLIMAT YAPEWI

Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara layanan bimbingan konseling dengan kematangan emosi pada siswi Madrasah Aliyah NU

Dipublikasikan Oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta STUDI DESKRIPTIF PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING

2.Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan Pendidikan Karakter Profetik melalui sistem pendidikan berbasis pesantren di Madrasah Aliyah Muhammdiyah Boarding

Jadi yang dimaksud dengan peran kepala madrasah dalam mengembangkan profesionalisme guru mata pelajaran di Madrasah Aliyah Annuriyyah Ramipuji adalah sebuah penelitian yang menganalisis