• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN

B. Paparan Data

3. Evaluasi strategi pengkaderan STAI Luqman Al-Hakim –

Hidayatullah

1. Profil alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya

Visi STAI Luqman Al-Hakim Surabaya adalah “Menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam menghasilkan sarjana yang kader, leader dan profesional di bidangnya.” Sedangkan profil alumni STAI Luqman Al-Hakim sebagaimana disampaikan oleh Ust. Nur Huda sebagai berikut,

Kader STAIL disiapkan untuk menjadi kader penerus estafeta kepemimoinan umat, khususnya di Hidayatullah, diharapkan mereka menjadi leader yang bisa membawa umat ke arah yang lebih baik. Mereka juga dididik untuk profesional, yaitu, menjadi ahli dibidangnya masing-masing. Jadi kalau prodi MPI mampu menjadi pengelola lembaga pendidikan, sebagai peneliti pendidikan. Sedangkan di Prodi PGMI mampu menjadi pendidik di Madrasah Ibtidaiyah atau SD, sekaligus trainer, atau jadi guru. Sedangkan di Prodi Eksya menjadi pengelola lembaga ekonomi syari’ah, menjadi penggerak potensi ekonomi umat, sebagai pengamat ekonomi. Sedangkan di Prodi Dakwah atau KPI mampu berdakwah di mimbar-mimbar, berdakwah secara on line maupun off line, menjadi penggerak dakwah di masjid- masjid, menjadi peneliti dakwah serta ahli-ahli jurnalistik.

Dalam uraian Ust. Nur Huda, M.Pd.I. tersebut jelas bahwa alumni STAIL dicetak menjadi kader organisasi yang berjiwa leader dan mempunyai keahlian di bidang yang sesuai dengan jurusan yang pilih. Adapun profil alumni STAI Luqman Al-Hakim dapat dilihat pada lampiran 9.

127

Menurut ketua STAI Luqman Al-Hakim Surabaya bahwa alumni dikatakan berhasil, jika mampu menjalankan tugas dengan penuh amanah dan tuntas diposisi manapun dia bertugas. Karena ukuran berhasil bukan dilihat dari jabatannya. Sebaliknya alumni bisa dikatakan gagal, jika tidak bisa menjalankan tugas dengan amanah. Sebagaimana beliau sampaikan,

Alumni STAI Luqman Al-Hakim dikatakan berhasil jika mereka mampu melaksanakan amanah dengan baik di posisi apapun. Jadi bukan berarti kemudian yang dikatakan sukses itu kalau dia kaya dan punya jabatan tinggi. Jadi tidak bisa dikatakan tidak sukses kalau tidak menjadi ketua PW, tapi mengukur berhasil adalah mereka bisa menjalankan amanah dengan baik dan tuntas. Maka sebaliknya, bagi mereka yang tidak menjalankan amanah dengan baik, seperti lari dari tugas sebelum 5 tahun mengabdi jadi PNS misalnya, maka ini tidak amanah. Adapun bagi mereka yang sudah 5 tahun mengabdi dan keluar, maka itu tidak termasuk dalam kategori gagal. Ada juga dari mereka yang menjadi PNS, tapi tetap mengabdi di lembaga Hidayatullah maka itu juga bukan termasuk bagian dari kader yang gagal.113

2. Kiprah alumni STAI Luqman Al-Hakim di Indonesia a. Penyebaran Alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya

Untuk melihat hasil dari proses pengkaderan yang ada di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya, maka perlu lihat data peyebaran dan aktifitas alumni yang telah tersebar di Indonesia. STAI Luqman Al-Hakim Surabaya adalah perguruan tinggi dibawah oraganisasi massa Islam Hidayatullah yang sejak awal memang didesain untuk mealahirkan kader. Oleh karena itu maka, mahasiswa takhassus

128

yang lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru akan diberikan beasiswa untuk biaya pendidikan, asrama dan konsumsi selama 4 tahun. Selain kemampuan akademik dalam tes, salah syarat penting untuk diterima mahasiswa adalah menyatakan siap ditugaskan kemanapun untuk mengembangkan Hidayatullah di Indonesia setelah lulus dari STAI Luqman Al-Hakim Surabaya tersebut selama 5 tahun pengabdian.114

Dari data tersebut, penulis menyimpulkan bahwa alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya saat ini telah tersebar ke seluruh Indonesia untuk mengabdikan dirinya dalam perjuangan Islam dibawah naungan organisasi Hidayatullah. Diantara mereka ada yang saat ini menduduki amanah strategis yang menjadi ujung tombak organisasi Hidayatullah. Para alumni yang telah lulus pada mulai angkatan tahun 1994-2014 diantaranya ada yang menjadi ketua Pimpinan Wilayah, pengelola pesantren, dosen, kepala sekolah, guru, pengurus Baitul Mal Hidayatullah (BMH), dan lain-lain. Mereka rata-rata telah tersebar di seluruh Indonesia. Penyebaran disesuaikan dengan prioritas daerah yang membutuhkan. Adapun data alumni dapat dilihat di lampiran 10.

114 Hasil wawancara dengan Fahri, mahasiswa semester VII STAI Luqman Al-Hakim Surabaya pada tanggal 25 Desember 2018

129

b. Testimoni alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya 1. Ust. Luqman

Beliau adalah alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya angkatan tahun 1997 dan lulus tahun 2001. Beliau asli Demak – Jawa Tengah dan awal ditugaskan di Bengkulu sebagai kepala sekolah SD, kemudian diamanahi sebagai ketua Pengurus Wilayah (PW) Hidayatullah Bengkulu dan saat ini dimutasi ke Medan sebagai ketua PW Sumatera utara. Beliau merasakan banyak manfaat dari pendidikan pengkaderan di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang sekarang dirasakan di tempat tugas. Berikut pernyatan beliau,

Pengkaderan di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya saya kira sudah lengkap, meliputi teori dan teknis di lapangan dan juga di kepengasuhan. Kelebihan STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang kami rasakan adalah adanya program KKN (Kuliyah Kerja Nyata) yang berbeda dengan perguruan tinggi yang lain. Dimana ketika itu kita tidak punya uang, tapi kita punya program yang cukup mengena di masyarakat. Kita memberikan ceramah, mendirikan yayasan di tempat KKN yang itu berjangka panjang sehingga kita punya pengalaman lapangan yang cukup banyak.115

Sebagai bentuk militansi kader, beliau siap ditugaskan kemanapun oleh organisasi. Berikut pernyataanya,

Saya siap ditugaskan Hidayatullah, karena sudah ada prinsip seorang kader itu adalah ketaatan atau sami'na wa’atokna. Ketaatan di sini tidak hanya dalam hal yang menyenangkan saja untuk banyak orang bisa, tapi juga

115 Hasil wawancara dengan Ust. Luqman, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

130

pada hal-hal yang tidak menyenangkan. Yang kedua adalah keinginan untuk beraktualisasi diri, makanya ketika kami ditugaskan ke luar Jawa itu seneng dari pada kami di Jawa. Karena di luar Jawa ini banyak hal-hal yang menantang yang itu semua menjadi peluang bagi kita untuk meningkatkan kualitas keimanan kita. Ketika saya datang dulu ke Bengkulu sekolahnya nggak maju, kemudian kita urus dan jadi sekolah maju.

Namun ketika saya merasakan kenyamanan, rumah ada mobil ada, saya merasa ada yang hilang, yaitu aktualisasi diri yang lebih. Kita mencari tantangan yang lebih, bukan kenyamanan yang kita cari.

Maka kami merasakan bahwa pengkaderan itu harus dibenturkan di lapangan. Ketika di lapangan kita disuruh ceramah nggak mungkin teori tapi langsung praktek. Doktrin mahasiswa sejak awal di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya seharusnya memang diarahkan mereka untuk setiap di tugaskan.116

2. Ust. Sadarwadi

Beliau adalah alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya angkatan tahun 2002 dan lulus tahun 2006. Beliau asli dari Lombok Tengah. beliau tugas di Tulang Bawang - Lampung sampai sekarang. Beliau menceritakan manfaat pendidikan pengkaderan di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang beliau rasakan saat di tempat tugas sebagai berikut,

Sebelum saya masuk ke STAI Luqman Al-Hakim Surabaya, saya sudah pernah mondok, namun ada dua hal yang saya rasakan di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang tidak ada di tempat lain. Kita dahulu didesain di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya sudah cukup bagus dan terasa manfaatnya di cabang. Di tahun pertama kita mendapatkan TC, tahun kedua ditugaskan mengajar di

116 Hasil wawancara dengan Ust. Luqman, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

131

PPAS (Pusat Pendidikan Anak Sholeh), ya itu tempatnya anak-anak jalanan kita diminta membina mereka, sebagian juga ada yang ngajar di TPA. Tahun ke-tiga kita diperbantukan di BMH untuk menarik dan mencari donatur. Ini bermanfaat untuk bagaimana kita menggali dana dari masyarakat sampai kemudian kita KKN. Di tahun ke-empat baru kita fokus untuk skripsi. Yang kedua adalah sholat lail kalau di pesantren saya dahulu itu dianjurkan saja, tapi di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya itu diwajibkan, itu sangat saya rasakan manfaatnya ketika menjadi sebuah kebiasaan, ketika menghadapi masalah mengadunya hanya kepada Allah lewat salat lail tersebut.117

Militansi beliau sebagai kader juga terlihat ketika beliau tugas di daerah yang rawan kejahatan, dan penuh keterbatasan, namun beliau tetap istiqomah menjalankan tugas sesuai yang amanatkan organisasi untuk mendakwahkan Islam di Tulang Bawang - Lampung. Beliau menceritakan kondisinya sebagai berikut,

Awal mula saya tugas di Lampung, kondisinya sangat memprihatinkan. Ada pesantren, mamun listrik belum ada hanya ada 3 bangunan, itupun dari papan bukan permanen. Rumput ilalang juga cukup tinggi bahkan di tengah-tengah pesantren ditanami sawit dan Singkong. Kadang-kadang di tengah malam, pintu kami digedor-gedor oleh pemabuk yang minta uang. Sebenarnya dia kita kasih uang Rp. 20.000 sudah pergi. Namun kita tidak ingin menjadi langganan teror seperti itu, maka kita biarkan. Kondisi ini membuat saya goncang dan satu-satunya yang bisa menenangkan diri saya adalah sholat lail tersebut, karena minta tolong orang tua tidak mungkin.

117 Hasil wawancara dengan Ust. Sadarwadi, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

132

Kita sudah dewasa dan harus mandiri sekaligus juga punya amanah keumatan.118

Setelah beliau tugas di lampung, maka alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya berikutnya ada yang menyusul di tugaskan di lampung. Dari beberapa alumni yang ditugaskan di Lampung, mereka juga menjalankan tugas dengan baik dengan prinsip sami’na wa ‘atho’na

Alhamdulillah alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang di tugaskan ke tempat kami baik-baik semua kalaupun ada masalah itu adalah masalah komunikasi. Penugasan yang ada di Hidayatullah sesungguhnya adalah sarana untuk mendewasakan kita dan mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.119

3. Ust. Haeranzi

Beliau adalah alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya angkatan 2003 dan lulus tahun 2007. Beliau lahir di Ujung Pandang, dan saat ini ditugaskan di Sentani – Papua sebagai ketua Pengurus Daerah Hidayatullah. Beliau menyampaikan,

Hal yang saya rasakan manfaatnya dari pengkaderan di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya saat di tempat tugas adalah kemampuan dalam membaca Al-Qur’an, ceramah atau khutbah, penguasaan baca kitab dan administrasi perkantoran. Selain itu yang menjadi karakter saya saat ini adalah siap ditugaskan dan pembiasaan sholat berjamaah.

118 Hasil wawancara dengan Ust. Luqman, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

119 Hasil wawancara dengan Ust. Luqman, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

133

4. Ust. Fatahillah

Beliau adalah alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya angkatan 2002 dan lulus tahun 2007, terlambat 1 tahun karena cuti sakit. Beliau ditugaskan di Kendari – Sulawesi Tenggara sebagai ketua BMH. Beliau menyampaikan,

Saya senang belajar di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya karena nuansanya Islami dan ukhuwahnya terasa. Hal yang bermanfaat saya rasakan adalah kami pernah ditugaskan langsung di masyarakat, mengajar TPA, memberi bimbingan belajar, membuat kegiatan sosial. Semua itu menjadi bekal bagaimana berkomunikasi dengan semua orang yang layak dibantu dan orang yang bisamembantu.120

Dari beberapa pernyataan Alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengkaderan sangat mereka rasakan manfaatnya. Setidaknya ada 3 aspek yang dirasakan, yaitu:

1. Aspek Ruhiyah

Para alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya ditempat tugas menghadapi banyak tantangan dan kendala. Hal ini bisa dilalui dengan baik, karena mereka mempunyai sandaran vertikal yang kuat, yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah lewat aktif sholat berjama’ah, sholat lail, baca Qur’an dan ibadah-ibadah yang lain. Ini sesuai dengan program pengkaderan yang mengambil nilai-nilai dari QS.

120 Hasil wawancara dengan Ust. Fatahillah, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

134

Al-Muzammil. Yaitu menguatkan jiwa spiritual dengan bersungguh-sungguh dalam ibadah.

2. Aspek Kepemimpinan

Karena di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya mereka disiapkan untuk menjadi leader, maka ilmu-ilmu manajemen telah mereka dapatkan. Mereka mendapatkan itu dari perkuliahan maupun pengalaman praktek tugas di departemen-departemen dan organisasi kemahasiswaan. 3. Aspek Sosial

Di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya ada program KKN yang berbeda dengan KKN pada umumnya. KKN di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya bersifat jangka panjang. Dengan keterbatasan dana mahasiswa harus menggali dana sendiri dari masyarakat. Sedangkan dalam menjalankan program-program mahasiswa dituntut untuk berkomunkasi dengan warga secara intensif dan mampu menjadi agen-agen perubahan masayarakat. Hal ini mereka rasakan manfaatnya ketika terjun dakwah langsung di masyarakat dengan berbagai macam latar belakang yang berbeda.

135

c. Testimoni dari pengguna alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya

a. Ust. Abdullah Ridho (ketua PD Hidayatullah Bojonegoro)

Penulis memilih PD Hidayatullah Bojonegoro karena ada 5 alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang ditugaskan di tempat tersebut, diantaranya adalah: Ust. Minan. Ust. Ahmad Rifa’i, Ust. Ahmad, Ust. Fauzi serta Alm. Ust. Khoiri . Menurut Ust. Abdullah Ridho sebagai ketua PD yang menerima alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya, mereka para alumni STAI Luqman Al-Hakim yang tugas di Bojonegoro telah melaksanakan amanah dengan baik dan sangat berkontribusi besar dalam mengembangkan lembaga, berikut pernyataan beliau,

Alhamdulillah kehadiran alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya dalam menjalankan program-program PD, mereka sangat amanah dan maksimal dalam menjalankan tugasnya. Alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang sekarang bertugas di Bojonegoro sekarang menempati posisi sebagai sekretaris DPD, bendahara DPD sekaligus juga merangkap bagian pendidikan dan yang satunya adalah sebagai sekolah SD Luqman Al Hakim Hidayatullah Bojonegoro dan yang satunya dimutasike Gresik. Mereka ini adalah para alumni awal STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang komitmennya yang sudah terbukti.121

Menurut beliau ukuran militansi seorang dapat dilihat dari sifat amanahnya, yaitu mereka menjalankan tugas dengan dasar keta’atan,

121 Hasil wawancara dengan Ust. Abdullah Ridho, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

136

Ukuran militan menurut saya adalah ketika mereka ini diberikan tugas mereka tidak menolak dan tidak ada tawar-menawar, tapi mengikuti intruksi sesuai dengan yang diharapkan oleh lembaga. Beberapa waktu yang lalu kami ditempati untuk PKL mahasiswa STAI Luqman Al-Hakim Surabaya selama 1 bulan, Alhamdulillah mereka progresnya cukup baik.122

b. Ust. Syamsul (Sekretaris PW Hidayatullah Nusa Tenggara Barat)

Menurut beliau alumni STAI Luqman Al-Hakim Surabaya yang bertugas di NTB mampu menjalankan tugas dengan baik,

Mereka siap ditugaskan sesuai kehendak lembaga dan bisa mengikuti program-program lembaga dengan baik, salah satunya adalah ust. Hasan Parsi yang ditugaskan sebagai ketua BMH wilayah NTB. Beliau melaksanakan tugas dengan amanah dan profesional.123

Dari data tersebut terlihat bahwa para pengguna alumni STAI Luqman Al-Hakim merasa puas dan bangga dengan hasil didikan STAI Luqman Al-Hakim. Karena mereka terbukti militan, amanah dan profesional.

122 Hasil wawancara dengan Ust. Abdullah Ridho, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

123 Hasil wawancara dengan Ust. Syamsul, alumni STAI Luqman Al-Hakim pada tanggal 25 Desember 2018

137

Dokumen terkait