• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi terhadap Penawaran .1 Evaluasi Administrasi.1 Evaluasi Administrasi

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengadaan Barang/Jasa Proyek

2.1.3 Evaluasi terhadap Penawaran .1 Evaluasi Administrasi.1 Evaluasi Administrasi

Evaluasi yang dilakukan dengan melihat kelengkapan berkas yang dimasukkan oleh penyedia barang/jasa mulai dari memasukkan jaminan penawaran dengan nilai jaminan berdasarkan nilai yang telah ditentukan di dokumen lelang. Kelengkapan administrasi ini melihat surat penawaran yang sudah ada acuan yang diberikan melalui dokumen lelang yang di upload melalui website www.pu.go.id serta syarat–syarat substantial yang diminta berdasarkan dokumen lelang.

Pada surat penawaran, penyedia barang/jasa harus mencantumkan masa pelaksanaan dan masa berlaku penawaran. Masa pelaksanaan yang dicantumkan pada surat penawaran penyedia barang/jasa termasuk yang dievaluasi oleh pihak panitia, jika melebihi dari masa pelaksanaan yang ditetapkan dari pihak panitia, maka penawaran tersebut dikatakan gugur.Serta apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan sebelum akhir masa berlakunya penawaran, panitia lelang dapat meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentu (Permen PU No. 07 Tahun 2011).Selain surat penawaran, pihak penyedia barang/jasa wajib memasukkan jaminan penawaran yang dikeluarkan oleh bank/perusahaan asuransi.

2.1.3.2 Evaluasi Harga

Evaluasi harga penawaran ini mengacu kepada Bill of Quantity peserta pelelangan yang di uploadke www.pu.go.id. Harga penawaran ditulis dengan jelas

dalam angka dan huruf.(Perpres 70 tahun 2012).BOQtersebut akan dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan:

a. Volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam dokumen pengadaan.

b. Apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan, maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah.

c. Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong.

d. Jenis pekerjaan tidak ditawarkan atau menawarkan dibawah spesifikasi yang ditentukan, maka dilakukan klarifikasi, apabila hasil klarifikasi menunjukkan jenis pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan utama (major item) dan merupakan penyimpangan yang bersifat penting/pokok yang mempengaruhi lingkup, kualitas dan hasil/kinerja pekerjaan penawaran dikatakan gugur.

e. Penawaran setelah koreksi aritmatik yang melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur. Serta apabila semua harga penawaran terkosreksi diatas nilai total HPS, pelelangan dinyatakan gagal.

Penyedia barang/jasa mencantumkan harga satuan dan harga total untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam daftar kuantitas dan harga. Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka pekerjaan dalam mata pembayaran tersebut dianggap

telah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan. (Permen PU No. 07 Tahun 2011).

Harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110%(seratus sepuluh seperatus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS dilakukan klarifikasi.Apabila setelah dilakukan klarifikasi ternyata harga satuan penawaran tersebut timpang, maka harga satuan penawaran timpang hanya berlaku untuk volume sesuai dengan BOQ (daftar kuantitas dan harga).

Klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dibawah 80% (delapan puluh perseratus) HPS, apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang lelang, harus bersedia untuk menaikkan jaminan pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS, dan apabila peserta yang bersangkutan tidak bersedia menaikkan jaminan pelaksanaan, maka penawarnnya digugurkan dan jaminan penawaran disita untuk Negara serta dimasukkan dalam daftar hitam.

2.1.3.3 Evaluasi Teknis

Penilaian persyaratan teknis minimal, dilakukan terhadap metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan yang dalam paket konstruksi ini lingkup pekerjaannya meliputi pekerjaan jalan dan pembangunan duplikasi jembatan termasuk pengendalian terhadap resiko K3.Metode pelaksanaan dilengkapi metode kerja untuk jenis-jenis pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang atau pekerjaan sementara yang ikut menentukan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan dan diyakini menggambarkan penguasaan penawar untuk melaksanakan pekerjaan.

Masa pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana yang tercantum dalam dokumen lelang.Apabila masa pelaksanaan yang ditawar melebihi dari masa pelaksanaan yang ditentukan dalam dokumen lelang, maka penawar tersebut dikatakan gugur teknis.

Jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan untuk menghasilkan produksi alat yang dibutuhkan sebagaimana tercantum dalam dokumen lelang.Apabila peralatan yang dimiliki oleh pihak penawar tidak mencukupi dari segi jumlah, maka penawar tersebut diklarifikasi dan dapat dikatakan tidak memenuhi persyaratan teknis.

Spesifikasi teknis memenuhi persyaratan, bagi penawar yang menyampaikan spesifikasi teknis yang berbeda dari yang ditetapkan dalam dokumen lelang maka spesifikasi teknis tidak boleh kurang dari yang disyaratkan, dan bagi penawar yang tidak menyampaikan perubahan spesifikasi teknis dianggap sama dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam dokumen lelang serta posisi dalam manajmen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan.

Apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan, panitia lelang melakukan klarifikasi dan konfirmasi dengan peserta pelelangan.Dalam klarifikasi peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran.Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran.

2.1.3.4 Evaluasi Kualifikasi

Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang dan calon cadangan 1 dan 2 (apabila ada), apabila tidak adacalon pemenang yang lulus evaluasi kualifikasi, maka lelang dinyatakan gagal.

Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi. Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen dari dokumen asli atau salinan dokumen yang sudah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang dan meminta salinan dokumen tersebut. Pembuktian kualifikasi harus dihadiri oleh penanggung jawab penawaran atau yang menerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian atau perubahannnya, atau kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik, atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili persuahaan yang bekerja sama. Panitia lelang melakukan klarifikasi dan atau verifikasi kepada penerbit dokumen, apabila diperlukan, dan apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data, maka peserta digugurkan, badan usaha dan/atau pengurusnya dimasukkan daftar hitam. Serta apabila tidak ada calon pemenang yang lulus pembuktian kualifikasimaka lelang dinyatakan gagal (Permen PU No. 7 Tahun 2011).

Dokumen terkait