• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluation with KM Scorecard

4.7 Linking Knowledge to People

4.7.1 Evaluation with KM Scorecard

Dalam mengevaluasi dan mengukur kinerja perusahaan untuk mencapai tujuan bisnisnya melalui dukungan KMS, maka penulis menggunakan analisa KM Scorecard yang merupakan modifikasi dari 4 komponen metode Balaced Scorecard dan modifikasi tersebut meliputi:

• Financial perspektif: tidak mengalami perubahan, karena apapun tujuan dari bisnis selalu dilihat dan diukur melalui sisi finansial

• Knowledge Preservation perspektif: yang merupakan hasil modifikasi dari perspektif Internal Proses (Balanced Scorecard)

• Knowledge Distribution perspektif: yang merupakan hasil modifikasi dari perspektif Customer

• Knowledge Creation perspektif: dimana merupakan modifikasi dari perspektif Learning, Growth and Inovation

Pengukuran dan evaluasi kinerja dengan menggunakan KM Scorecard, maka penulis dan pemimpin perusahaan mengidentifikasikan 7 sasaran strategi kedalam ke 4 perspektif sebagai berikut:

• Knowledge Distribution perspektif:

o SSAneka-1: Meningkatkan dan mendorong terciptanya sesi berbagi diantara para staf akan pengetahuan dan pengalaman serta kasus – kasus khusus yang dialaminya

o SSAneka-2: Membentuk kegiatan mendapatkan dan pengambilan serta pencarian knowledge yang dapat mendukung proses bisnis peruasahaan maupun kegiatan operasional perusahaan.

• Knowledge Creation perspektif:

o SSAneka-3: Meningkatkan pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan, tour, tempat serta history lokasi wisata untuk mendukung pemberian nasihat kepada pelanggan (konsultan)

o SSAneka-4: Meningkatkan pengetahuan akan kegiatan pengoperasian dari sistem maupun fungsi didalamnya yang terdapat pada perusahaan Aneka Tour & Travel ( Reservation apps, AIS, KMS, Discussion board/forum, zero mistake, fast response, problem solver, pelayanan pelanggan, penjualan dan marketing (pengajuan dan penawaran proposal, bargaining, dealing, decisison making)

• Knowledge Preservation perspektif:

o SSAneka-5: Membentuk serta melakukan penyusunan dan pengorganisasian informasi, knowledge, dokumen dan surat penting perusahaan lainnya.

o SSAneka-6: Meningkatkan kegiatan update pengetahuan untuk mendukung memperbanyak informasi/pengetahuan yang dimiliki perusahaan.

• Financial Perspektif:

o SSAneka-8: Peningkatan pendapatan perusahaan

Berikut adalah gambaran peta alur sasaran strategi perusahaan Aneka Tour & Travel, dimana secara garis besar dimulai dengan pembentukan knowledge yang sekiranya diperlukan oleh perusahaan dengan mencari dan mendapatkan knowledge dari sumber apapun yang tersedia (internet, seminar atau melalui konsultasi) dan melalui sesi berbagi pengalaman dan pengetahuan dari para staf lama, supervisor dan pimpinan, kemudian knowledge tersebut disimpan dan dibentuk untuk mendukung seluruh kegiatan proses bisnis perusahaan, knowledge tersebut dibagi menjadi dua bagian besar yaitu: knowledge yang berisi pengetahuan dan nilai serta apapun yang berkaitan dengan produk dan kedua adalah knowledge yang berisikan pengetahuan apapun yang mendukung penjualan produk dan mendukung kegiatan operasional perusahaan.

Knowledge yang telah didapat dan dibentuk itu akan organisasikan, dipelihara, dikembangkan untuk diterapkan di perusahaan dan tentunya diharapkan dampak dari penerapan knowledge ini mempengaruhi sisi keuangan perusahaan yang diharapkan dapat memotong biaya dan meningkatkan pendapatan. Berikut gambar sasaran strategis penerapan KMS pada perusahaan.

Dari sasaran strategi diatas akan dijadikan acuan evaluasi bagi KMS yang berfungsi sebagai pendukung perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya, dari setiap komponen pengukuran terdapat performance indicator yang menjadi tolak ukur berhasilnya KMS sebagai pendukung kemajuan perusahaan atau tidak, poin – poin performance indicator dibentuk berdasarkan hasil meeting dengan pemimpin perusahaan dan para manager, dan hampir sebagian indikator tersebut memiliki target yang masih bersifat milestone, dalam arti melihat keadaan yang berjalan terlebih dahulu dan sampai dimana respon dari para stakeholder terhadap KMS yang diterapkan ini.

Perspektif  Sasaran Startegis  Kode  Performance indicator 

Knowledge  Distribution  SSAneka‐1  Sharing Knowledge (Tacit  Knowledge)  P1  Jumlah Sesi berbagi pengalaman per kuartal  P2  Jumlah Sesi mentoring dan coaching per kuartal  SSAneka‐2  P3  Jumlah post pada discussion board/forum  Get and Create Knowledge (Explicit  knowledge)  P4  Jumlah artikel / pengetahuan mengenai perjalanan atau lokasi  wisata yang disimpan     P5  Jumlah postingan knowledge operational, training dan user manual  serta best practices  Knowledge  Creation  SSAneka‐3  P6  Jumlah hit tombol pencarian knowledge pada repository  Meningkatkan pengetahuan Travel  P7  Jumlah hit akses area discussion board     P8  Nilai test pengetahuan travel (Audit knowledge)  SSAneka‐4  P9  Jumlah hit akses Repository Meningkatkan pengetahuan  P10  Jumlah kontributor pembuatan knowledge  operasional  P11  Nilai test knowledge kegiatan operasional (Audit knowledge) Knowledge  Preservation  SSAneka‐5        Pengorganisasian Knowledge  P12  Jumlah dokumen fisik menjadi e‐document  P13  Jumlah feedback pelayanan dengan nilai memuaskan  SSAneka‐6        Update Pengetahuan   P14  Jumlah frekuensi update knowledge P15  Jumlah kesalahan yang dilakukan Finance  SSAneka‐7        Peningkatan pendapatan  P16  Pendapatan dari penjualan ticket P17  Pendapatan dari penjualan paket tour  P18  Pendapatan lain ‐ lain

Pada pengukuran kinerja masih dilakukan secara observasi dari laporan para supervisor, manager dan bagian IT, khususnya pengukuran terhadap perkembangan pengetahuan para staf dalam menjalankan proses bisnis seperti: tingkat pengetahuan dalam pelayanan dan kegiatan operasi, tingkat respons, tingkat melakukan kesalahan, keaktifan dalam membaca, mencari dan memposting serta pemeliharaan knowledge. Penilaian dapat dikatakan valid dan dapat dipertanggung jawabkan walaupun penilaian masih sebagian besar adalah untuk melihat umpan balik para staf atas penerapan yang dilakukan dan masih bersifat subjectif dikarenakan penerapan perubahan yang masih baru bagi staff dan perusahaan.

Skala nilai tertinggi adalah nilai 4 yang berarti penerapan berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan atau melebihi target yang diberikan oleh perusahaan, nilai 3 yang berarti penerapan sudah berjalan dengan baik namun sebaiknya perlu ditingkatkan agar lebih maksimal, nilai 2 yang berarti penerapan sudah cukup berjalan namun perlu dilakukan peningkatan lebih lanjut dan nilai 1 yang berarti kegagalan dan harus ditinggalkan atau perlu dilakukan perubahan total demi meningkatkan kinerja. Berikut adalah tabel nilai yang di bentuk sesuai dengan kesepakatan hasil meeting dengan perusahaan

Tabel Nilai 

Nilai  Deskripsi Keterangan

4  Sangat Baik Berjalan sesuai dengan yang dikehendaki  3  Baik  Berjalan dengan baik

2  Cukup  Cukup berjalan dan perlu ditingkatkan

1  Gagal  Tidak berjalan ,perlu dirubah dan dibentuk baru  Tabel 4.7 Tabel nilai untuk pengukuran

Berikut adalah kesepakatan pemberian standar target yang dibuat oleh perusahaan pada setiap performance indicator yang ditetapkan dalam memberikan penilaian terhadap hasil pengukuran penerapan KMS, yaitu:

Kode  Performance indicator  Standar Target dan  nilai 

P1  Jumlah Sesi berbagi pengalaman per kuartal 

4 / kuartal  8 / kuartal  12 / kuartal  16 / kuartal  P2  Jumlah Sesi mentoring dan coaching per kuartal 

4 / kuartal  8 / kuartal  12 / kuartal  16 / kuartal 

P3 

Jumlah post pada discussion board/forum 

< 50 post >= 50 post >= 100 post  >=200 post 

P4 

Jumlah artikel / pengetahuan mengenai perjalanan atau lokasi wisata  yang disimpan 

< 10 artikel  <=50 artikel  <=70 artikel  <=100 artikel 

P5 

Jumlah postingan knowledge operational, training dan user manual serta  best practices 

< 10 artikel <= 25 artikel <= 35 artikel  <= 50 artikel  P6  Jumlah hit tombol pencarian knowledge pada repository 

< 1000 hit  <= 5000 hit  <= 10000 hit  <= 15000 hit  P7  Jumlah hit akses area discussion board 

< 1000 hit <= 2000 hit <= 3000 hit  <= 4000 hit  P8  Nilai test pengetahuan travel (Audit knowledge) 

<60 >=60 >=80  100  P9  Jumlah hit akses Repository 

< 1000 hit  <= 5000 hit  <= 10000 hit  <= 15000 hit  P10  Jumlah kontributor pembuatan knowledge  < 5 person  <= 15 person  <= 35 person  <= 50 person 

P11  Nilai test knowledge kegiatan operasional (Audit knowledge) 

<=60  >=60  >=80  100  P12  Jumlah dokumen fisik menjadi e‐document 

< 10 docs <= 25 docs <= 50 docs  84 docs  P13  Jumlah feedback pelayanan dengan nilai memuaskan  < 10%  <= 25%  <= 50%  <= 75%  P14  Jumlah frekuensi update knowledge  < 5 <= 20 <= 30  <= 50  P15  Jumlah kesalahan yang dilakukan  >= 3 2 1 P16  Pendapatan dari penjualan ticket  < 189000000  <= 198000000  <= 207000000  <= 216000000  P17  Pendapatan dari penjualan paket tour  < 75600000 <= 79200000 <= 82800000  <= 86400000  P18  Pendapatan lain ‐ lain  < 113400000 <= 118800000 <= 124200000  <= 129600000  Tabel 4.8 Standar pengukuran target dan nilai (pemetaan target dan nilai)

Pada tabel dibawah ini adalah tabel pengukuran beserta nilai performance KMS yang diterapkan pada perusahaan Aneka Tour & Travel, yang terdiri dari 4 perspektif besar dari KM Scorecard dimana padas etiap perspektif terdapat komponen – komponen pengukuran serta poin – poin performance indikator didalamnya yang dijadikan tolak ukur kinerja pada disetiap area komponen pengukuran.

Kode  Performance indicator  Capaian  Capaian  dlm %  Nilai  P1  Jumlah Sesi berbagi pengalaman per kuartal 16 sesi  100%  P2  Jumlah Sesi mentoring dan coaching per kuartal 16 sesi  100%  P3  Jumlah post pada discussion board/forum 112 post  56%  P4  Jumlah artikel / pengetahuan mengenai perjalanan atau lokasi  wisata yang disimpan  68 artikel  68%  P5  Jumlah postingan knowledge operational, training dan user manual  serta best practices  40 artikel  80%  P6  Jumlah hit tombol pencarian knowledge pada repository 19825 hit  132%  P7  Jumlah hit akses area discussion board 2880 hit  72%  P8  Nilai test pengetahuan travel (Audit knowledge) 80,75  81%  P9  Jumlah hit akses Repository  38677 hit  257%  P10  Jumlah kontributor pembuatan knowledge 27 person  54%  P11  Nilai test knowledge kegiatan operasional (Audit knowledge) 90  90%  P12  Jumlah dokumen fisik menjadi e‐document 48 docs  38%  P13  Jumlah feedback pelayanan dengan nilai memuaskan 48%  64%  P14  Jumlah frekuensi update knowledge 39 artikel  78%  P15  Jumlah kesalahan yang dilakukan  66%  P16  Pendapatan dari penjualan ticket  215098000  19%  P17  Pendapatan dari penjualan paket tour 86440000  20%  P18  Pendapatan lain ‐ lain  125659000  16%      Total 3,5 

Tabel 4.9 Tabel pengukuran performance / kinerja PT Aneka Tour & Travel

Nilai pengukuran kinerja ini merupakan hasil pengukuran dari quarter pertama (Januari 2011 hingga april 2011), target pencapaiannya disesuaikan per-quarter dalam satu tahun, namun untuk beberapa indikator target ditetapkan berupa milestone untuk melihat umpan balik dari para stakeholder, dimana kedepannya nanti akan ditentukan target angka demi meningkatkan kinerja perusahaan.

Berikut adalah penjelasan dari hasil pengukuran dan nilai yang telah diwakilkan dari tabel penilaian diatas. Pengukuran dan penilaian tersebut adalah sebagai berikut:

Pengukuran penambahan pendapatan pada catatan laporan keuangan mengalami peningkatan dalam penambahan pendapatan laba kotor dari total penjualan pada periode januari 2011 hingga April 2011, jika diperbandingan total laba kotor pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2010 maka pada tahun 2011 mengalami kenaikan 18% Total Laba kotor dari Total penjualan Bulan  2008 2009 2010 2011  January  Rp72.695.000 Rp76.504.000 Rp83.666.000 Rp94.910.000  February  Rp82.927.000 Rp101.650.000 Rp95.008.000 Rp104.798.000  Maret  Rp84.949.000 Rp90.899.000 Rp89.928.730 Rp112.449.000  April  Rp90.108.000 Rp97.680.000 Rp92.786.000 Rp115.040.000  Total  Rp330.679.000 Rp366.733.000 Rp361.388.730 Rp427.197.000  Tabel 4.10 Tabel Laba kotor dari total penjualan selama 4 tahun

Jika perhitungan laba kotor dipecah menjadi peningkatan pendapatan kotor dari total penjualan ticket, penjualan paket tour dan penjualan dari produk lainnya (restoran, hotel, car rental, pembuatan passport & Visa, dll), maka terjadi kenaikan yang didapat dari penjualan ticket sebesar 19%, kenaikan yang didapat dari penjualan Tour sebesar 20% dan kenaikan yang didapat dari penjualan produk – produk lainnya sebesar 16%, ilustrasi dapat dilihat pada tabel – tabel dibawah ini

Total Laba kotor dari Penjualan Ticket Bulan  2008 2009 2010 2011  January  Rp36.347.000 Rp38.252.000 Rp41.833.000 Rp48.455.000  February  Rp41.463.000 Rp50.825.000 Rp47.504.000 Rp53.399.000  Maret  Rp42.474.000 Rp45.449.000 Rp44.963.730 Rp55.724.000  April  Rp45.054.000 Rp48.840.000 Rp46.393.000 Rp57.520.000  Total  Rp165.338.000 Rp183.366.000 Rp180.693.730 Rp215.098.000  Tabel 4.11 Tabel Laba kotor dari penjualan ticket pesawat selama 4 tahun

Total Laba kotor dari Penjualan Tour Bulan  2008 2009 2010 2011  January  Rp14.539.000 Rp15.301.000 Rp16.733.000 Rp18.982.000  February  Rp16.586.000 Rp20.330.000 Rp19.002.000 Rp19.360.000  Maret  Rp16.990.000 Rp18.180.000 Rp17.986.000 Rp23.290.000  April  Rp18.022.000 Rp19.536.000 Rp18.557.000 Rp24.808.000  Total  Rp66.137.000 Rp73.347.000 Rp72.278.000 Rp86.440.000 

Tabel 4.12 Tabel Laba kotor dari penjualan paket tour selama 4 tahun

Total Laba kotor dari Penjualan lain ‐ lain Bulan  2008 2009 2010 2011  January  Rp21.809.000 Rp22.951.000 Rp25.100.000 Rp27.473.000  February  Rp24.878.000 Rp30.495.000 Rp28.502.000 Rp32.039.000  Maret  Rp25.485.000 Rp27.270.000 Rp26.979.000 Rp33.435.000  April  Rp27.032.000 Rp29.304.000 Rp27.836.000 Rp32.712.000  Total  Rp99.204.000 Rp110.020.000 Rp108.417.000 Rp125.659.000  Tabel 4.13 Tabel Laba kotor dari penjualan produk lain – lain selama 4 tahun • Knowledge Creation, KPAneka-3: Pengetahuan travel

o Jumlah pengetahuan mengenai perjalanan dan lokasi wisata yang disimpan

Merupakan pengukuran kinerja pada peningkatkan pengetahuan yang diperlukan oleh Aneka Tour & Travel demi mendukung peningkatan dalam pelayanan dan penawaran produk kepada pelanggan. Indikator kinerja yang menjadi tolak ukur disini adalah seberapa banyak pengetahuan berupa artikel atau pengalaman wisata yang dapat disimpan oleh perusahaan dengan ditetapkan dari hasil meeting perusahaan sebanyak minimal 50 artikel, pengambilan pengetahuan berupa artikel maupun pengalaman perjalanan bisa didapatkan dari artikel perjalanan yang ada di internet, media surat kabar maupun narasumber atau pengalaman seorang traveler. Cara pengukuran

diambil dengan mengakses database KMS untuk mendapatkan jumlah postingan mengenai artikel perjalanan, jumlah yang didapat adalah 38 buah artikel

o Nilai test pengetahuan

Disamping mendapatkan pengetahuan baru mengenai perjalanan, perusahaan membuat jadwal test uji pengetahuan tersebut. Pengujian pengetahuan perjalanan dilakukan sebanyak dua kali pada Hari Sabtu kedua dan keempat disetiap bulan. Soal – soal dibuat oleh para supervisor dan diambil dari artikel perjalanan yang didapatkan pada 2 minggu pertama dan 2 minggu kedua dalam sebulan. Hasil dari pengujian kepada para staf menuai hasil cukup bagus dengan rata – rata nilai 78.

• Knowledge Creation, KPAneka-4: Pengetahuan operasional o Jumlah postingan knowledge file training dan user manual

Disamping penangkapan serta penyimpanan knowledge perjalanan, perusahaan menginstruksikan untuk melakukan pembuatan, penangkapan dan penyimpanan knowledge bersifat tacit dan explicit untuk pengembangan diri dan mentoring yang mencakup (cara pengoperasian aplikasi reservation: ABACUS, Galileo, Aneka Information System, KMS, Windows, serta know how / user manual lainnya). Jumlah postingan knowledge dengan mengakses database adalah sebanyak 20 buah artikel

Merupakan indikator kinerja seberapa banyak person yang mendapatkan dan menyimpan pengetahuan yang dibuat dan didapatkannya pada knowledge repository perusahaan. Dalam quarter pertama ini target yang diberikan masih berupa milestone untuk melihat perkembangan dari penerapan dan kegiatan memberi / mendapatkan serta penyimpan pengetahuan. Para kontributor sebagian besar masih dari posisi supervisor dan manager, diharapkan kedepannya para staf dapat memberikan kontribusi pengalamannya serta knowledge kepada perusahaan.

o Jumlah hit tombol pencarian

Ukuran banyaknya hit pada tombol knowledge dilakukan untuk mengukur seberapa banyak knowledge yang ada dibaca dan digunakan sebagai acuan dalam bekerja, walaupun jumlah kontributor pembuat knowledge tidak banyak, namun jumlah person yang menekan tombol pencarian secara kumulatif mencapai jumah 1531 hit. Jumlah ini belum bisa dinilai baik atau sempurna, karena penerapan knowledge masih baru, maka target yangdiberikan masih bersifat milestone.

o Nilai test pengetahuan knowledge kegiatan operasional

Perusahaan Aneka tour & travel menginginkan para staf melakukan kegiatan operasional dengan benar tanpa ada kesalahan sedikitpun, maka dari itu perusahaan menginstruksikan pengadaan test untuk mendapatkan ukuran kepahaman akan kegiatan operasional dalam menjalankan proses bisnis perusahaan. Kegiatan pengukuran

menggunakan metode yang sama dengan test pengetahuan perjalanan, perbedaan yang didapat adalah sumber penulisan soal – soal didapat dari folder user manual dan training serta pengujian / test dilakukan pada Hari Sabtu pertama dan ketiga setiap bulan. Hasil dari pengujian kepada para staf menuai hasil cukup bagus juga dengan rata – rata nilai 88 dari penetapan target rata – rata nilai 90.

• Knowledge Preservation, KPAneka-5: Pengorganisasian Knowledge o Jumlah presentase dokumen fisik menjadi e-document

Perusahaan menginstruksikan penyimpanan dokumen tertulis dalam bentuk fisik menjadi dokumen berbentuk file komputer (e-document) dengan tujuan untuk mempermudah pencarian, penyimpanan, pengorganisasian dan perubahan (update). Nilai 4 diperoleh dalam indikator kinerja ini dikarenakan semua dokumen berupa SOP, Instruksi kerja, Wewenang dan Tanggung jawab, Surat keluar, Laporan KPI dan achievement, laporan penjualan, keuangan dan feedback pelanggan telah berubah menjadi file komputer yang tersimpan dalam pengkategorian folder pada sistem KMS.

o Jumlah toleransi kesalahan

Pengukuran indikator kinerja ini dilakukan dengan metode pengamatan / observasi pada saat kegiatan operasional berlangsung, penulisan dan pencatatan laporan dilakukan oleh supervisor dan dilaporkannya setiap bulan kepada manager. Jumlah kesalahan terjadi

1 kali pada bulan Januari dengan kesalahan ketidak cocokan dengan nama yang sesuai di KTP dengan nama pada ticket pesawat

o Jumlah feedback pelayanan dari pelanggan

Pelayanan staf Aneka Tour & Travel mendapatkan nilai persentase hanya 98% pada jawaban memuaskan, berdasarkan nilai performa indikator ini maka pelayanan terhadap pelanggan ini perlu ditingkatkan lagi.

Jawaban Jumlah Persentase

Memuaskan 98 48%

Cukup 103 50%

Kurang 5 2%

Total 206 100%

Tabel 4.14 Jumlah feedback pelanggan terhadap pelayanan • Knowledge Preservation, KPAneka-6: Update Knowledge

o Jumlah frekuensi update knowledge setiap bulan

Target indikator performa ini masih berupa milestone, namun dari hasil penghitungan total jumlah update knowledge berupa reply post penambahan pengetahuan maupun pembetulan knowledge yang telah di posting sebelumnya sebanyak 18 kali. Pengambilan angka dilakukan melalui akses kedalam database

• Knowledge Distribution, KPAneka-7: Sharing Knowledge

Semua pengukuran performa indikator dalam perspektif knowledge distribution bersifat milestone hingga saat ini, dikarenakan penerapan KMS yang masih baru dan belum ada acuan mengenai berapa jumlah yang musti

dijadikan target pengukuran, penilaian dan pengukuran mengenai sharing knowledge antar staf diukur dari:

- Jumlah post pada Discussion board / forum

- Jumlah akses staf pada area forum, dengan harapan walaupun jarang memposting tapi sering membaca dan mengikuti perkembangan diskusi yang ada

- Jumlah sesi berbagi pengalaman dan knowledge, sesi ini selalu dijalankan setiap minggu (4 kali dalam sebulan)

- Jumlah sesi mentoring dan coaching, sesi ini dilakukan setiap minggu pertama dan ketiga setiap bulannya. Biasanya sesi mentoring dan coaching ini dilakukan setelah sesi test knowledge kegiatan operasional, dengan harapan setelah menjalani test bagi yang merasa bisa dapat membagikan ilmu dan pengetahuannya kepada staf yang lain.

Namun tidak ada pengukuran dan penilaian tingkat berhasilnya penyerapan dan penerapan knowledge staf yang didapat dari sesi penyebaran dan sharing knowledge ini, maka dari itu penilaian akan pengetahuan berhasil diserap oleh para staf dinilai dari hasil nilai pada performa indikator nilai test pengetahuan perjalanan dan kegiatan operasional, Jumlah kesalahan yangdibuat dan feedback pelanggan

Berdasarkan hasil evaluasi yang didapatkan dengan menggunakan Tabel

performance perusahaan Aneka Prima Permai Tour & Travel yang kemudian

didapatkamn hasil total performance dengan nilai 3,3 yang memiliki arti nilai: Cukup dan dapat berjalan dengan baik namun perlu ditingkatkan, maka dapat disimpulkan

penerapan Knowledge Management System pada perusahaan Aneka Tour & Travel dapat dijalankan serta bisa berfungsi mendukung kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Berikut tabel perubahaan sebelum dan sesudah penerapan Knowledge

Management System pada perusahaan Aneka Tour & Travel

Sebelum Sesudah

Sisi Strategi Sistem Penjualan masih bersifat

konvensional

Penjualan secara agresif “menjemput bola”, analisa market serta memaintain pelanggan

Tidak adanya diferensiasi dan nilai tambah pada produk yang dijual

Nilai tambah dalam pelayanan secara pesonal serta pengetahuan mendalam mengenai produk dan lokasi wisata Masih mengandalkan ke-aktifan

pelanggan dalam melakukan kegiatan bisnis

Terbentuk unit yang mengenalkan dan menawarkan produk kepada pelanggan baik personal maupun korporat

Culture yang dimiliki oleh para staf hanyalah bekerja untuk mendapatkan penghasilan

Menjadikan Continous Improvement, Different, Integrity (CDI) sebagai dasar budaya perusahaan

Tidak mempunyai Goal yang jelas dalam mencapai tujuan bisnis

Terdapat Goal jangka pendek road to 2015, sebagai haluan perusahaan Sisi Operasional

Belum adanya Standar operasional prosedur kerja yang terorganiasi dengan baik

SOP, User manual, training file, dokumen terkait diperbaharui dan disimpan kedalam database KMS yang mudah dicari dan diperbaharui Tidak terdokumentasi dengan baik

kegiatan operasional dan pelaksanaan kegiatan

Laporan - laporan, surat keluar, KPI, best practice serta artikel terkait dirubah menjadi document file softcopy dan disimpan pada database KMS

Tidak memiliki media penyimpanan data yang teroganisasi dengan baik

Terbentuknya KMS sebagai media pencarian informasi dan pengetahuan serta sebagai file management dari dokumen – dokumen perusahaan Role model dan penyelesai masalah

masih berada pada manager / top level

Pengetahuan mulai merata, pengambilan keputusan dilakukan secara cepat oleh staf sesuai kebijaksanaan perusahaan Penyebaran informasi masih satu arah

yaitu dari pimpinan ke bawahan

Penyebaran informasi dari segala arah dengan media forum antar staf antar cabang

Dokumen terkait