DESKRIPSI TEORITIK, KERANGKA PIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teorotik
6) Evaluation , tahap evaluasi atau penilaian proses dan hasil belajar. 24
Tahap pembelajaran yang terdiri dariengage, explore, investigate, create, share,danevaluationmenekankan proses belajar pada aktivitas siswa. Dalam tiap tahap pelaksanaannya siswa harus lebih aktif dalam proses belajar. Siswa merumuskan informasi dan solusi serta harus dapat menyelesaikan hasil akhir, bisa dalam bentuk produk, presentasi, dan lainnya.
e. Peranan Pengajar dalam Pembelajaran Berbasis Proyek
Selama berlangsungnya proses pembelajaran berbasis proyek siswa akan mendapat bimbingan dari guru ataupun narasumber lain, yang peranannya adalah sebagai berikut :
1) Mengajar kelompok dan menciptakan suasana yang nyaman.
2) Memastikan bahwa sebelum mulai setiap kelompok telah memiliki seorang anggota yang bertugas membaca materi, sementara teman-temannya mendengarkan, dan seseorang anggota yang bertugas mencatat informasi yang penting sepanjang jalannya diskusi.
3) Memberikan materi atau informasi pada saat yang tepat, sesuai dengan perkembangan kelompok.
4) Memastikan bahwa sesi diskusi kelompok diakhiri dengan self-evaluation.
5) Menjaga agar kelompok terus memusatkan perhatian pada pencapaian tujuan.
6) Memonitor jalannya diskusi dan membuat catatan tentang berbagai masalah yang munculdalam proses belajar, serta mengajar agar proses 24
belajar terus berlangsung, agar tidak ada tahapan dalam proses belajar yang dilewati atau diabaikan dan agar tiap tahapan dilakukan dalam urutan yang tepat.
7) Menjaga motivasi siswa dengan mempertahankan unsure tantangan dalam penyelesaian tugas dan juga mempertahankan untuk mendorong siswa keluar dari kesulitannya.25
Peranan pengajar dalam proses pembelajaran berbasis proyek dari penjelasan yang dijabarkan diatas menunjukkan bahwa pengajar lebih diutamakan berperan sebagai pendamping dan fasilitator. Pengajar harus dapat menjaga proses pembelajaran tetap berlangsung aktif dan terkontrol, walaupun pengajar tidak memiliki otoritas penuh terhadap pengerjaan proyek. Pengajar harus memiliki kemampuan dalam memberikan bimbingan dan saran yang membangunserta membuat proses evaluasi yang baik dan autentik.26
f. Kelebihan Model Pembelajaran Berbasis Proyek
Penggunaan model pemebelajaran berbasis proyek dapat memberikan keuntungan bagi siswa, guru, dan perkembangan kualitas sekolah, seperti yang disebutkan dibawah ini :
1) Mempersiapkan siswa menghadapi dan berkembang sesuai dengan dunia nyata.
2) Meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, dan mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting.
3) Menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan dunia nyata. Dengan melaksanakan proyek siswa tidak hanya menghafal fakta, namun menghubungkan dan berpikir bagaimana mengaplikasikan ilmu yang dimiliki ke dalam dunia nyata.
4) Membentuk sikap kerja siswa. Dalam mengerjakan proyek siswa diajak untuk saling mendengarkan pendapat dan bernegosiasi untuk mencari solusi.
5) Meningkatkan kemampuan kemampuan komunikasi dan social. 6) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
25
Jennifer Railsback, Project Based-Instruction: Creating Excitement for Learning, (Oregon : Northwest Regional educational Laboratory, 2002), h.23-24
26
7) Meningkatkan keterampilan siswa untuk menggunakan informasi dengan beberapa disiplin ilmu yang dimiliki.
8) Meningkatkan kepercayaan diri siswa.
9) Meningkatkan kemampuan siswa menggunakan teknologi dalam belajar.27 Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan model pembelajaran berbasi proyek. Guru di Whasington State menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dalam kelas matematika dan sains melaporkan bahwa muridnya lebih memiliki semangat belajar ketika mengerjakan proyek. Namun, masih ada kelemahan dan kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek, seperti wauktu dan biaya yang lebih banyak dibutuhkan. Bahkan untuk mencapai proses pembelajaran yang maksimal dalam mengimplementasikan Project-Based Learning, diperlukan desain khusus untuk kelas atau sekolah yang menggunakannya. Tahap pembelajaran dalam model pembelajaran proyek ini selalu mengikutsertakan presentasi atau performance, maka dibutuhkan disain sekolah dan kelas yang lebih efektif dan dinamis.28
Penerapan pembelajaran berbasis proyek dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada pada kelas atau sekolah. Desain khusus untuk sekolah dapat diwujudkan jika keadaan memang ideal. Namun, jika sekolah belum bisa mewujudkan desain kelas atau sekolah yang sesuai dengan karakter pembelajaran berbasis proyek, maka guru atau staf sekolah yang lain dapat memaksimalkan fasilitas yang ada ataupun menyesuaikan dengan kemampuan sekolah dan kemampuan murid. Peran guru sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek, walaupun keadaan terbatas, guru dapat memotivasi siswa dan bermotivasi agar pembelajaran yang bermakna dapat terwujud.29
27
Ibid, h.26-27 28
Mike Carbonaro,Op Cit,h.5 29
g. Keuntungan Pembelajaran Berbasis Proyek
Menurut Foundation for the road ahead, keuntungan menggunakan pembelajaran proyek adalah :
1) Meningkatkan motivasi. Sebelum menggunakan pembelajaran proyek kebanyakan sisa menolak menggunakan banyak waktu dan sulit untuk dimintai partisipasinya untuk melakukan proyek.
2) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian untuk meningkatkan keterampilan kognitif siswa amat dibutuhkan dalam tugas-tugas yang memerlukan pemecahan masalah dan instruksional yang spesifik tentang bagaimana memecahkan masalah.
3) Meningkatkan keterampilan penelitian kepustakaan. Kebanyakn proyek yang dikerjakan siswa membutuhkan sejumlah sumber informasi seperti buku-buku teks, dan kamus-kamus. Informasi teknologi termasuk sumber informasi utama yaitu komputer, cd rom, dan internet.
4) Meningkatkan kemampuan kolaborasi. Yang dibutuhkan bekerja dalam sebuah kelompok bagi siswa adalah keterampilan dan berkomunikasi.
5) Meningkatkan sumber keterampilam manajemen. Bagian yang menjadikan pembelajaran bebas adalah dalam mengambil tanggung jawab untuk melengkapi tugas-tugas yang kompleks. Pelaksanaan pembelajaran proyek yang baik memberikan kegiatan instruksi siswa dalam mengatur proyek mereka, dan mengalokasi waktu dan sumber-sumber lainnya seperti perlengkapan untuk melengkapi tugas-tugas yang sudah terjadwal.30
Agar proyek sungguh menarik siswa untuk melakukan dan dapat menambah kedalaman dari pengetahuan mereka, maka beberapa sifat proyek perlu diperhatikan dalam memilih.
1) Proyek harus menantang siswa untuk melakukan dan menyelesaikan.
2) Hasilnya memang sungguh ada gunanya baik untuk masyarakat dan untuk siswa sendiri.
30
Anonim,Fondation for the road ahead : Project Based-Learning and information technology.
3) Proyek itu tidak terlalu mudah sehingga menantang; tetapi tidak terlalu sulit sehingga dapat diselesaikan.
4) Proyek itu ada unsurnya membuat sesuat atau meneliti sesuatu yang belum biasa dilakukan.
5) Dalam proyek sendiri dimungkinkan beberapa siswa bekerja sama secara intensif.
6) Tentu proyek mengandung prinsip atau nilai fisika, diutamakan membutuhkan beberapa ata banyak pendekatan.
7) Sebaiknya proyeknya bersifat multidisiplin, interdisipliner, sehingga lebih kaya dan siswa dapat mengerti persoalannya secara menyeluruh.31
h. Perbedaan Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Pembelajaran Konvensional
Pembelajaran berbasis proyek memiliki perbedaan yang nyata dengan pembelajaran bersifat konvensional, antra lain :
Tabel 1. Perbedaan Pembelajaran Berbasis Proyek Dengan Pembelajaran Konvensional ASPEK