• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPALA DESA

C. Analisis Univariat

2. Evektifitas Pelayanan Masyarakat

Efektivitas Pelayanan Masyarakat adalah tercapainya kegiatan Pelayanan yang dilaksanakan instansi pemerintah atas Pelayanan Administrasi untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat dengan mutu Pelayanan. Efektivitas lebih menekankan pada aspek tujuan dari suatu organisasi . Untuk mengukur Efektivitas Pelayanan Masyarakat maka kita dapat melihatnya dari 3 Indikator yaitu:

a. Optimasi Tujuan

Optimasi adalah suatu tindakan meningkatkan atau mengoptimalkan. Optimasi tujuan sangat di perlukan sebagai aktifitas.

Terlebih lagi optimalisasi yang bekaitan dengan Pelayanan kepada Masyarakat. Kegiatan Pelayanan untuk Masyarakat adalah salah satu adalah salah satu bentuk tugas dan fungsi Administrasi Negara.

Komponen satandar Pelayanan yang dapat menunjang atau sebagai bentuk pengoptimalisasian adalah dasar Hukum, persayaratan, system, mekanisme dan prosedur, jangka waktu penyelesaian. Selain faktor-faktor tersebut perlu juga di tingkatkan system kepemimpinannya, karena pelaksanaan dalam setiap organisasi juga bergantung bagaimana kepemimpinan tersebut dilaksanakan.

Tujuan dan manfaat dari adanya optimalisasi adalah untuk mengidentifikasi tujuan, mengatasi kendala, pemecahan masalah yang lebih tepat dan dapat diandalkan, serta pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Berdasarkan hasil penelitian tentang optimasi tujuan pada Efektivitas Pelayanan Masyarakat dianggap bernilai cukup, hal ini di tandai dengan masyarakat terlayani secara cepat tanpa menunggu lama ketika sebagian Masyarakat membutuhkan sesuatu secara Administrasi, dan untuk meningkatkan Pelayanan secara optimal Kepala Desa selalu mengikut sertakan Sekretaris Desa dan Aparat lainnya untuk mengikuti study banding di daerah lain, serta pertemuan-pertemuan lain yang berkaitan dengan Pelayanan atau pertemuan lainnya untuk meningkatkan kapasitas mereka selaku Aparat dalam meningkatkan Pelayanan sehingga Masyarakat dapat terlayani secara cepat dan tepat.

Karena Pelayanan yang baik dapat dilihat dari segi kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki dalam suatu organisasi untuk melayani pengguna Jasa/Masyarakat. Kondisi Pelayanan yang baik dan ideal akan sulit di ciptakan ketika optimalisasi dari tujuan itu sendiri tidak di terapkan dalam suatu Pelayanan publik.

b. Perspektif sistematika

Dalam sistem Pemerinah Indonesia,selain Otonomi Daerah terdapat juga Otonomi Desa, Menurut pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa manyatakan bahwa Desa adalah kesatuan Masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul.

dan atau hal tradisional yang di akui dan di hormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fungsi pemerintah desa yaitu menyelenggarakan pemerintahan seperti pembangunan Desa dan Pelayanan keMasyarakatan. Dalam hal ini pemerintah desa harus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam rangka pemenuhan hak sebagai warga negara Republik Indonesia.

Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Dalam otonomi daerah.

Pelayanan Publik bisa di katakana baik dan efektif jika Pelayanan itu memenuhi standar Pelayanan yaitu kesederhanaan, kejelasan dan kepastian, keamanan, keterbukaan, efesien, ekonomis, keadilan dan ketepatan waktu.

Terkait perspektif sistematika pada penelitian ini menunjukkan nilai cukup yang berarti bahwa Aparat Desa sudah melakukan Pelayanan kepada Masyarakat berdasarkan sistematika yang telah di tetapkan yaitu melalui prosedur yang telah di tetapkan. Contoh dari Pelayanan sistematika ketika Warga Masyarakat membutuhkan surat keterangan jual beli tidak serta merta mereka ke Kepala Desa tetapi harus menghubungi kepala dusun terlebih dulu untuk menyampaikan bahwa mereka akan mengurus surat keterangan jual beli dari Kepala Dusun mereka di arahkan ke Sekretaris Desa untuk di buatkan keterangan secara Administrasi setelah semua persyaratan di lengkapi

barulah mereka dianjurkan ke Kepala Desa atau ketika Kepala Desa berhalangan maka tugas sekretaris desa untuk menanda tangani setiap surat atau Administrasi yang di butuhkan Masyarakat, begitu juga dengan pengurusan Administrasi lainnya, sehingga masyarakat diajarkan secara tidak langsung untuk selalu mengikuti prosedur yang sistemaika sehingga tercipta tertib Administrasi di Desa dan semua itu di lakukan tanpa memungut biaya sepersepun.

Pelayanan secara sederhana juga di terapkan di desa karelayu dalam arti diselenggarakan secara sederhana, mudah dilaksanakan oleh masyarakat yang meminta Pelayanan, kesederhanaan berarti memudahkan masyarakat dalam mengurus, mendapatkan Pelayanan.

c. Perilaku Pegawai dalam Organisasi

Pada dasarnya manuasia membutuhkan pelayanan, bahkan secara realita dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Masyarakat setiap waktu selalu menuntut Pelayanan Publik yang berkualitas dari pemerintah. Menurut Syukur 2002:8 (dalam Abdul Kadir 2005;137) menjelaskan bahwa untuk mendapatkan kinerja yang optimal diperlukan 4 persyaratan yaitu : 1) Kapasitas SDM yang memadai, kemampuan pengetahuan,

keterampilan dan pengalaman serta di dukung oleh sikap mental dan moral, loyalitas dan dedikasi dari Efektifitas akan sangat mendukung serta terwujudnya kinerja daerah yang optimal.

2) Rekruitmen yang baik, untuk mendapatkan pegawai yang qualified di perlukan suatu mekanisme dan proses rekruitmen yang tertata dengan baik dan benar.

3) Pembinaan yang memadai, untuk meningkatkan kinerja maka perlunya upaya pembinaan untuk meningkatkan kapasitasnya secara terencana dan berkelanjutan.

4) Pengawasan Masyarakat baik oleh lembaga perwakilan rakyat maupun media massa dan masyarakat secara langsung perlu dilaksanakan dan ditingkatkan secara terus menerus.

Menurut pengamatan awal penelitian, menunjukkan bahwa kemampuan dan perilaku Aparat pada Kantor Desa Karelayu dalam pelaksanaan tugas terutama dalam menyiapkan bahan dan informasi yang di butuhkan untuk kepentingan masyarakat cukup baik dan setelah di lakukan analysis data berdasarkan jawaban responden tentang perilaku pegawai jawaban yang lebih dominan bernilai cukup baik.

Sejalan dengan penelitian yang telah di lakukan oleh Martin Saputra (2010) Skripsi dengan judul Analisis Pelayanan Bidang Pemerintahan pada Kantor Kelurahan Enok Kecamatan Enok Kabupaten Indra Hilir dengan pengukuran indikator yang salah satunya adalah Perilaku Pegawai adalah bernilai cukup baik.

Perilaku berkaitan dengan bagaimana orang bertindak dan bereaksi dalam semua jenis organisasi. Dalam kehidupan organisasi,

orang di pekerjakan, dididik dan dilatih, diberi informasi, dilindungi dan di kembangkan, dengan kata lain perilaku pegawai dalam suatu organisasi yaitu bagaimana orang berprilaku didalam suatu organisasi.

Pada tingkat individu, jika pegawai merasa bahwa organisasi memenuhi kebutuhan dan karakteristik individualnya, ia akan cenderung berperilaku positif begitu juga sebaliknya. Menurut Vroom’s expectancy theory, perilaku yang diharapkan dalam pekerjaan akan meningkat jika seseorang merasakan adanya hubungan yang positif antara usaha-usaha yang dilakukannya dengan kinerja (Simamora, 1990).

Perilaku-perilaku tersebut selanjutnya meningkat jika ada hubungan positif antara kinerja yang baik. Guna mempertahankan perilaku dan kinerja individu senantiasa bernilai cukup baik, pimpinan atau Kepala Desa harus melakukan evaluasi yang akurat dan memberikan umpan balik yang tepat.

Perilaku Pegawai/Individu sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya, dilihat dari sifatnya, perbedaan perilaku manusia itu disebabkan karena kemampuan, kebutuhan, cara berfikir untuk menentukan pilihan, perilaku, pengalaman dan reaksi efektifnya berbeda satu dengan yang lainnya.

3. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Efektivitas

Dokumen terkait