• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. KONTRUKSI MODEL DAN PROSEDUR ANALISIS

5.2.1. Exchange Rate (ER)

Nilai koefisien R2 untuk persamaan Exchange Rate (ER) menunjukkan nilai

0.9815 dimana variabel penjelas (explanatory variables) dianggap dapat menjelaskan

variabel perilaku endogennya.

Dari hasil pendugaan diperoleh informasi bahwa makin tinggi tingkat sukubunga

maka hal tersebut akan meningkatkan Nilai tukar domestik, hal ini pun ditunjukkan dari

variabel INDEX, IMPO, EXPO yang menggambarkan bahwa dengan meningkatnya

variabel-variabel tersebut akan berpengaruh pada meningkatnya nilai tukar domestik.

Sebenarnya diharapkan dengan meningkatnya impor maka akan dibutuhkan lebih

banyak dollar untuk membayar kebutuhan impor tersebut berarti tedapat peningkatan

melemah (depresiasi) namun dari perkembangan data aktual terlihat hasil yang

bertentangan bahwa peningkatan impor akan mempengaruhi naiknya nilai tukar

domestik. Sistem nilai tukar di Indonesia telah mengalami perubahan dari Fixed

Exchange Rate (Sebelum tahun 1986), yang kemudian dengan sistem Manage Floating

Exchange Rate (1986-1996) lalu sementara Agustus 1997 rentang kendali nilai tukar

ditiadakan artinya Bank Indonesia tidak ikut campur tangan lagi dalam menentukan nilai

tukar Rp tetapi menyerahkan sepenuhnya pada kekuatan permintaan dan penawaran.

Sebelum diserahkan kepada kekuatan pasar, bagaimanapun juga variabel nilai tukar ini

bukanlah sesuatu yang mudah dikontrol karena dipengaruhi oleh permintaan dan

penawaran VALAS khususnya US Dollar, yang dalam hal ini diwakili secara dominan

aktivitas perdagangan Internasional yaitu ekspor dan impor. Dalam regim sistem nilai

tukar yang bebas maka setiap faktor yang dapat mempengaruhi kurva supply dan

demand US Dollar tentunya akan berperan menentukan nilai tukar yang akan terbentuk.

Sedangkan BOP, FDI, dan MS menunjukkan hasil yang berlawanan yaitu jika

BOP, FDI, atau MS turun hal tersebut akan meningkatkan nilai tukar domestik. Variabel

Foreign Direct Investment (FDI) memiliki pengaruh nyata pada α = 0.30, sedangkan

variabel tingkat sukubunga (INT) dan ekspor (EXPO) berpengaruh nyata pada α = 0.75,

dan variabel neraca pembayaran (BOP), indeks harga konsumen (INDEX) dan

penawaran uang (MS) berpengaruh nyata pada α = 0.37.

Tanda parameter estimasi lainnya yang diperoleh umumnya masih sesuai dengan logika ekonomi, seperti yang terlihat pada Tabel 7 berikut ini :

Tabel 7. Hasil Pendugaan Persamaan Exchange Rate

EXCHANGE RATE (ER)

Parameter Standard T for H0:

Variable Estimate Error Parameter=0 Prob > |T| ES EL

INTERCEP -3069.838 2669.386 -1.15 0.3022 - - Intersep INT 13.993438 34.23014 0.409 0.6996 0.012 0.015 Interest Rate BOP -0.017752 0.017227 -1.03 0.35 -0.144 -0.173 Balance of Payment FDI -0.236463 0.146674 -1.612 0.1678 -0.083 -0.099 Foreign Direct Investment INDEX 9.462409 9.560757 0.99 0.3678 0.383 0.460 Index

IMPO 0.048911 0.133553 0.366 0.7292 0.363 0.437 Import EXPO 0.103973 0.116867 0.89 0.4144 1.014 1.219 Export MS -0.004281 0.004047 -1.058 0.3385 -0.273 -0.328 Money Supply DUM 3052.4522 538.2537 5.671 0.0024 - - Dummy

LER 0.168089 0.192343 0.874 0.4222 - - Lag Exchange Rate Durbin-Watson 2.699

R-Square 0.9815 F Value 29.431

5.2.2. Interest Rate

Hasil estimasi Interest Rate menunjukkan bahwa variabel uang primer, investasi

swasta, investasi pemerintah, sertifikat bank Indonesia memiliki pengaruh positif

terhadap tingkat sukubunga, atau dengan kata lain jika variabel-variabel tersebut

meningkat maka hal tersebut akan meningkatkan secara positif terhadap variabel

Interest Rate (INT) seperti yang ditunjukkan pada Tabel 8. penggunaan suku bunga

sebagai sasaran operasional dalam pengendalian moneter, perlu kiranya dicari jenis

suku bunga yang dapat berperan sebagai sasaran antara, yaitu suku bunga yang

mampu mentransmisikan sinyal-sinyal yang diberikan oleh kebijakan moneter ke

sasaran akhir, dalam hal ini laju inflasi.

Variabel permintaan uang, penawaran uang dan indeks harga konsumen

berpengaruh secara negatif terhadap variabel endogennya. Secara keseluruhan

variabel-variabel penjelas dengan sangat baik dapat menjelaskan variabel endogen

tingkat sukubunga, hal ini ditunjukkan dengan nilai R2 = 0.9935 dan variabel penjelas

berupa pengendalian laju inflasi, Bank Indonesia menggunakan suku bunga jangka

pendek, yaitu suku bunga PUAB, sebagai sasaran operasional. Untuk mengendalikan

suku bunga PUAB, instrumen utama yang dapat digunakan adalah operasi pasar

terbuka (OPT) melalui kegiatan jual/beli SBI/SBPU. Perubahan suku bunga SBI/SBPU

akan ditransmisikan ke suku bunga PUAB untuk selanjutnya diteruskan ke suku bunga

deposito. Variabel SBI memiliki pengaruh nyata pada α = 0.0002, variabel permintaan

uang memiliki pengaruh nyata pada α = 0.08 artinya tingkat sukubunga dipengaruhi

cukup kuat oleh variabel SBI dan MD dibandingkan dengan variabel yang lain

sedangkan variabel lainnya memiliki pengaruh nyata pada α = 0.2.

Tabel 8. Hasil Pendugaan Persamaan Interest Rate

INTEREST RATE (INT)

Parameter Standard T for H0:

Variable Estimate Error Parameter=0 Prob > |T| ES EL

INTERCEP 8.311929 7.627063 1.09 0.3371 - - Intersep MD -0.000756 0.000328 -2.301 0.0829 -12.478 -15.823 Money Demand MS -5.17E-05 5.71E-05 -0.905 0.4165 -3.739 -4.742 Money Supply BASE 0.000558 0.000387 1.441 0.2229 5.753 7.295 Base Money ISWA 0.000142 0.000103 1.378 0.2402 4.130 5.238 Investasi Swasta IPEM 0.000162 0.000157 1.028 0.362 1.032 1.308 Investasi Pemerintah SBI 0.842631 0.06843 12.314 0.0002 0.456 0.579 Sertifikat Bank Indonesia INDEX -0.089871 0.059462 -1.511 0.2052 -4.121 -5.226 Index

DUM 0.131976 2.758041 0.048 0.9641 - - Dummy TREND 2.62069 1.415842 1.851 0.1378 - - Trend

LINT 0.211409 0.103653 2.04 0.111 - - Lag Interest Rate Durbin-Watson 3.477

R-Square 0.9935 F Value 60.963

5.2.3. Money Demand

Peran penting tingkat suku bunga dalam permintaan uang telah terbukti paling

tidak secara teoritis. Suku bunga merupakan ukuran yang relevan dari biaya oportunitas

eksplanatori dalam permintaan uang, dan variabel lain yang dimungkinkan seperti

tingkat sukubunga time deposit dan tingkat sukubunga SBI.

Perilaku permintaan uang dipengaruhi oleh tingkat sukubunga (INT), Produk

Domestik Bruto Indonesia (PDBI), dan Nilai Tukar (ER). Persamaan ini menunjukkan

koefisien determinasi (R2) yang besar = 0.9731 artinya sebagian besar variabel penjelas

dapat menerangkan variabel endogennya dengan baik dan variabel penjelas memiliki

pengaruh nyata terhadap variabel endogennya pada 48.298 seperti yang dapat dilihat

pada Tabel 9.

Terdapat suatu peningkatan yang substansial dalam peningkatan jumlah uang

yang diminta (M2) sebagai akibat dari pengenalan time deposit dan tanpa hal tersebut

peningkatan dalam keseimbangan uang tidak akan ada, kecuali terdapat harapan akan

harga yang lebih rendah atau turun. Peningkatan yang relatif cepat dalam permintaan

uang untuk keperluan likuiditas yang didahului dengan tingkat suku bunga time deposit

menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan diantara permintaan dan pernawaran

jumlah uang beredar, terutama penurunan permintaan uang sehingga hal tersebut akan

menekan tingkat inflasi dan merupakan cara untuk menurunkan harga yang diharapkan.

Terdapat hubungan yang erat antara permintaan uang (termasuk time deposit) dan

tingkat sukubunga yang diharapkan yang diharapkan. Pada saat harga yang diharapkan

meningkat, masyarakat akan mengurangi permintaan uangnya. Dari variabel penjelas

pada persamaan permintaan uang, tingkat suku bunga (INT) memiliki pengaruh nyata

pada α = 0.002 ,Produk Domestik Bruto Indonesia (PDBI) memiliki pengaruh nyata pada

α = 0.01 , dan Nilai Tukar (ER) memiliki pengaruh nyata pada α = 0.1126 terhadap

variabel endogen. Dari keseluruhan variabel yang mempengaruhi persamaan

permintaan uang terlihat bahwa variabel tingkat sukubunga dan produk domestik bruto

permintaan uang dan seluruh variabel eksplanatori atau penjelas yang mempengaruhi

permintaan uang memiliki tingkat pengaruh nyata dibawah α = 0.3

Tabel 9. Hasil Pendugaan Persamaan Money Demand

MONEY DEMAND (MD)

Parameter Standard T for H0:

Variable Estimate Error Parameter=0 Prob > |T| ES EL

INTERCEP -8113.789 10619 -0.764 0.4667 - - Intersep INT 425.08914 94.88151 4.48 0.0021 0.026 0.027 Interest Rate

PDBI 0.033638 0.010696 3.145 0.0137 0.236 0.251 Produk Domestik Bruto ER 5.914555 3.318684 1.782 0.1126 0.406 0.432 Exchange Rate DUM -14877 11686 -1.273 0.2387 - - Dummy TREND 3320.5312 834.9343 3.977 0.0041 - - Trend

MDL 0.060641 0.153866 0.394 0.7038 - - Lag Money Demand Durbin-Watson 1.637

R-Square 0.9731 F Value 48.298