• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA

FACEBOOK: SALAH SATU MEDIA BERSASTRA

Winarti

(Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU) ABSTRAK

Indonesia termasuk negara dengan pengguna media sosial tertinggi di dunia. Karakter masyarakat Indonesia yang peduli dan selalu ingin tahu menjadi indikator predikat tertinggi itu. Salah satu media sosial itu bernama facebook. Segala macam perasaan dan pikiran akan dituangkan di media facebook, baik perasaan dan pikiran yang ditulis dengan rapi maupun yang kebablasan bahkan terkesan status-status yang sudah ditulis itu seperti “sampah” yang sebenarnya tidak layak untuk dibaca dan menempati beranda para teman di facebook.

Di balik kegiatan negatif media sosial ini, facebook dapat digunakan sebagai media yang memiliki nilai positif. Facebook dapat dijadikan tempat belajar, diskusi, tempat bereksperimen, dan membangun kreativitas tinggi dalam bersastra. Anak muda saat ini lebih sering memegang handphone di tangannya ketimbang buku. Padahal tradisi sastrawan muda di zaman dulu sering mengabadikan karya sastra lewat pena yang ditulis di lembar kertas atau buku, sementara di zaman “smartphone” ini anak muda lebih sering memegang handphone, maka handphone yang sudah ada aplikasi facebook ini dapat dijadikan salah satu tempat secara cepat dan tepat dalam bersastra. Apa yang ada di dalam pikiran dan perasaan dapat diabadikan di media online yang bernama facebook.

Kata kunci: facebook, bersastra.

Pendahuluan

“Karya sastra tidak lahir dari kekosongan” (Murmufid, 1997: 1). Selalu ada alasan mengapa karya sastra hadir di tengah-tengah masyarakat seperti alasan aktualisasi diri, kebutuhan jiwa, populeritas, kekayaan, sampai alasan ingin pamer karya lalu ingin mendapat pujian. Apapun alasan itu yang pasti karya sastra adalah cerminan dari masyarakat, karya sastra tidak hadir begitu saja.

Di zaman yang semakin “maya” ini, sastra juga dapat hadir di aplikasi yang bernama facebook. Jika pada “zaman Malin Kundang” dulu, karya sastra hadir dari mulut ke mulut (secara lisan), lalu disusul “zaman Siti Nurbaya”, karya sastra hadir lewat tulisan, dan di “zaman serba sentuh” saat ini karya sastra hadir di aplikasi modern melalui tulisan yang berdinding “maya” yaitu facebook.

Indonesia sebagai negara dengan pengguna facebook terbesar di dunia menjadi sebuah negara yang menjadi investasi besar aplikasi facebook dunia. Facebook akan sangat senang hati memberikan pelayanan dan pembaharuan baru untuk negara ini agar masyarakatnya betah dalam menggunakan aplikasi ini dan tentu saja facebook memiliki keuntungan besar.

Masyarakat Indonesia senang menggunakan facebook karena aplikasi ini cukup mudah untuk dihadirkan di layar smartphone masing-masing dan sesuai dengan gaya hidup masyarakat Indonesia, tinggal diunduh lalu memenuhi persyaratan alamat email

164 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

dan password, maka facebook dapat dinikmati (meskipun tanpa foto dan profil), namun foto dan profil ini juga turut menjadi ajang pamer dalam memberikan identitas diri, sehingga akan sangat sayang apabila tidak diisi –bagi sebagian masyarakat penggunanya-. Setelah facebook dapat dipakai, dengan mudahlah para pengguna dapat membuat status sesuka mereka. Banyak yang membuat status yang tidak penting, foto yang tidak bermutu, membagi sebuah video viral, bahkan digunakan untuk menghina, namun banyak pula yang memanfaatkan facebook sebagai media dalam berekspresi menghasilkan karya sastra. Di balik kegiatan negatif media sosial ini, facebook dapat digunakan sebagai media yang memiliki nilai positif. Facebook dapat dijadikan tempat belajar, diskusi, tempat bereksperimen, dan membangun kreativitas tinggi dalam bersastra. Para pengguna facebook yang memiliki ketertarikan tinggi di dunia sastra dapat membagikan hasil buah pikiran dan perasaan mereka dalam media ini.

“Yang harus dipikirkan juga adalah bagaimana menjadikan sastra sebagai sarana dakwah yang bukan saja memberikan pencerahan fikriyah, namun juga pencerahan ruhiyah bagi para pembacanya.” Rosa (2003: 7). Semoga pernyataan Helvy Tiana Rosa ini dapat juga menjadikan para pengguna facebook yang bersastra agar lebih bertanggungjawab dan intelektual dalam menghasilkan karya sastra di facebook karena aplikasi ini dapat diakses oleh siapa saja.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini agar masyarakat sadar bahwa facebook dapat memberikan nilai baik dalam kehidupan bersastra. Kebutuhan akan desakan bersastra dapat menjadi ringan berkat facebook, bagi karya sastranya yang sudah dimuat di media koran dapat dibagi informasi keberhasilan dan isi karya sastranya di media ini, bagi yang belum berezeki dimuat di koran dapat memamerkan karya sastranya di media ini, dan bagi yang masih malu-malu mengirim karya sastranya di media koran lokal dan nasional dapat unjuk gigi di facebook, bahkan media ini dapat dijadikan sebagai tempat membagi hasil dari karya sastra orang lain di aplikasi para penyukanya.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Setelah dilakukan pengamatan terhadap puluhan facebook yang telah terdokumentasi milik masyarakat yang peneliti kenal, selanjutnya akan dipindahkan hasil observasi dan dokumetasi

165 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

tersebut dalam bentuk pemaparan secara tertulis sebagai bukti bahwa ada hipotesis bahwa facebook dapat dijadikan media dalam menghasilkan karya tulis berjenis sastra.

Pembahasan

Berikut ini adalah para facebooker atau para netizen yang memanfaatkan facebook sebagai tempat untuk menghasilkan atau membagi hasil karya sastra milik dirinya sendiri ataupun milik orang lain.

166 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

167 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

168 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

169 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

170 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

171 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

172 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

173 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

174 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

175 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

176 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

177 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

178 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

179 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

Dari contoh di atas, dapatlah dilihat bahwa yang ditulis oleh belasan facebooker ini adalah kata-kata indah berupa puisi, maka benar bahwa facebook dapat dijadikan tempat yang tepat dan cepat dalam bersastra. Facebook dijadikan tempat untuk menumpahkan segala pikiran dan perasaan namun tentu saja dikendalikan dengan emosi yang baik.

Facebook dapat menjadi salah satu media dalam mengekpresikan diri dalam menghasilkan karya sastra, tempat mencari populeritas yang tepat, dan sebagai media yang tepat dalam berpengetahuan dan berbagi perasaan miliknya ataupun karya sastra milik orang lain yang mencantumkan nama penulis aslinya.

Simpulan

Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa benar facebook dapat dijadikan sebagai salah satu media dalam bersastra, baik itu dalam menuangkan kata-kata dalam bentuk puisi milik pribadi maupun puisi milik orang lain yang dibagikankannya melalui akunnya (mengutip puisi orang lain yang dianggapnya menarik dan baik).

Saran

Semoga facebook ke depannya dapat terus menjadi media yang lebih luas dalam bersastra yang digunakan oleh para facebooker yang sudah cukup usia untuk menyampaikan sastra yang menghibur dan bermanfaat dengan pembaharuan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Nurmufid. 1997. Realisme-Sosial dan Spiritualisme, Islami Naguib Mahfouz dalam Novelnya Zugag Al-Midaq. www.iibn.blubox.us

Tiana Rosa, Helvy. 2003. Segenggam Gumam: Esai-esai tentang Sastra dan Kepenulisan. Bandung: Syaamil.

www.facebook.com

180 Hakikat Nilai PendidikanSEMNASBAHTERA

TOPIK II

BIDANG ILMU