G. Manfaat Penilitian
17) Factor situasinal, yakni kondidi lingkungan sementara yang berlangsung pada waktu dan tempat tertentu, serta berpengaruh
terhadap perilaku konsumen. Secara garis besar, fakrot situasional dapat dibagi menjadi lima macam: (1) physical surrounding, seperti dekorasi, suara, warna, aroma, pencahayaam, temperature, dan konfigurasi barang pajangan atau lainnya; (2) social surroundings, yakini individu-individu yang lain hadir dalam situasi tertentu; (3) temporal perspective, yaitu pengaruh waktu terhadap perilaku konsumen; (4) task definition, yakni alas an berlangsungnya aktivitas konsumsi, seperti pembelian untuk diri sendirivs untuk hadia bagi orang lain; serta (5) antecedent states, yaitu fitur-fitur individu tertentu yang bukankarakteristik utamanya.
Sumartono yang menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif sebagai berikut:20
1) Membeli produk karena kemasannya menarik. Seseorang biasanya sangat mudah terbujuk membeli barang yang dibungkus dengan
20 Sumartono, Op.Cit
rapi dan dihias dengan warna-warna menarik.
2) Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi.
Seseorang mempunyai keinginan membeli yang tinggi, karena pada umumnya mereka mempunyai ciri khas dalam berpakaian, berdandan dan lain sebagainya dengan tujuan agar menarik perhatian orang lain.
3) Membeli produk hanya untuk menjaga simbol status. Seseorang yang konsumtif cenderung berperilaku yang ditandakan oleh adanya kehidupan mewah sehingga cenderung menggunakan segala hal yang dianggap mewah.
4) Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan.
5) Munculnya anggapan bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri.
6) Mencoba lebih dari dua produk sejenis dengan merk yang berbeda.
Berdasarkan faktor-faktor yang telah dijelaskan di atas maka dapat disimpulkan bahwa factor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap perilaku konsumtif adalah faktor kebudayaan yang mencakup sub budaya, kelas sosial kemudian faktor psikologis yang mencakup persepsi,motivasi, pembelajaran, kemudian faktor sosial yang mencakup kelompok referensi, keluarga, peran dan status, kemudian faktor pribadi yang mencakup umur, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri.
Adapun yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang dipertimbangkan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah faktor faktor yang sudah dijelaskan sebelumnya juga factor factor yang dijelaskan oleh sumatrono bahwa kecenderuang membeli barang juga dapat disebabkan oleh gengsi atau keadaan di suatu kelompok tertentu.
c. Aspek Pembelian Konsumtif
Seorang konsumen dalam berperilaku konsumtif juga terdapat aspek-aspek yang menjadi karakteristik seseorang menjadi berperilaku konsumtif. Aspek-aspek perilaku konsumtif adalah sebagai berikut:
1) Pembelian Impulsif (impulsive buying)
Aspek ini menunjukkan bahwa seorang membeli semata-mata karena didasari oleh hasrat tiba-tiba/keinginan sesaat, dilakukan tanpa terlebih dahulu mempertimbangkannya, tidak memikirkan apa yang akan terjadi kemudian dan biasanya bersifat emosional.21 Sikap konsumtif terjadi semata-mata karena didasari oleh hasrat yang tibatiba atau keinginan sesaat.22 Tampak bahwa pembelian impulsif bersifat emosional pembelian tidak berdasarkan kebutuhan tapi Cuma keinginan yang tiba-tiba.
Misalnya jika melihat diskon yang memikat tanpa piker panjajang langsung membeli produk itu tanpa memperhitungkan perlu tidaknya produk tersebut dibeli.
21 Indah Haryani dan Jhon Herwanto, Hubungan Konformitas dan Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Terhadap Produk Kosmetik pada Mahasiswi, Jurnal Psikologi, Vol. 11, No. 1, 2015, h.6
22 Andin, Hubungan Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Konsumtif Pada Siswa Kelas XI di SMA N 6 Yogyakarta, E-jurnal Bimbingan dan Konseling, 2010. h. 43.
2) Pemborosan (wasteful buying)
Perilaku konsumtif sebagai salah satu perilaku yang menghamburkan-hamburkan banyak dana tanpa disadari adanya kebutuhan yang jelas.23 Aspek ini adalah berlebih-lebihan, selain itu menjelaskan perilaku konsumtif sebagai perilaku membeli yang menghamburkan banyak dana sehingga menimbulkan pemborosan.24 Pemberosaan terjadi karena kurang rasionalnya konsumen dalam membeli suatu produk.
3) Mencari kesenangan (non rational buying)
Suatu perilaku dimana konsumen membeli sesuatu yang dilakukan semata-mata untuk mencari kesenangan.25 Membeli produk dikarenakan kesenangan ini maksudnya membeli suatu barang hanya karena memncari kesanangan tidak didasarkan karena kebutuhan yang mendasar.
d. Indikator Perilaku Konsumtif
Dibawah ini adalah indikator perilaku konsumtif, indikator ini juga merupakan tolak ukur yang akan digunakan oleh peneliti.
Menurut Sumartono, indikator perilaku konsumtif yaitu :26
1) Membeli produk karena iming-iming hadiah. Individu membeli suatu barang karena adanya hadiah yang ditawarkan jika membeli barang tersebut. Ini didukung Menurut Damiati dkk Barang atau
23 Indah Haryani, loc.cit
24 Andin, loc.cit
25 Indah Haryani, loc.cit
26 Sumartono, Op.Cot
jasa yang dibeli sebagai hadiah, merefleksikan bukan merupakan barang atau jasa yang biasa digunakan dan dibeli untuk kebutuhan sehari-hari, atau dengan kata lain sifatnya sangat khusus.27
2) Membeli produk karena kemasannya menarik. Konsumen sangat mudah terbujuk untuk membeli produk yang dibungkus dengan rapi dan dihias dengan warna-warna menarik. Artinya motivasi untuk membeli produk tersebut hanya karena produk tersebut dibungkus rapi dan menarik.
3) Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi.
Konsumen mempunyai keinginan membeli yang tinggi, karena pada umumnya konsumen mempunyai ciri khas dalam berpakaian, berdandan, gaya rambut dan sebagainya dengan tujuan agar konsumen selalu berpenampilan yang dapat menarik perhatian yang lain. Konsumen membelanjakan uangnya lebih banyak untuk menunjang penampilan diri .
4) Membeli produk atas pertimbangan harga (bukan atas dasar manfaat atau kegunaannya). Dalam membeli tidak didasarkan pada kebutuhan dan manfaat namun hanya melihat pada harga saja.
5) Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol status. Konsumen mempunyai kemampuan membeli yang tinggi baik dalam berpakaian, berdandan, gaya rambut, dan sebagainya sehingga hal tersebut dapat menunjang sifat ekslusif dengan barang yang mahal
27 Damiati, dkk, Perilaku Konsumen, (Depok : PT rajagrafindo persada),2017,h.167
dan memberi kesan berasal dari kelas sosial yang lebih tinggi.
Dengan membeli suatu produk dapat memberikan simbol status agar kelihatan lebih keren dimata orang lain.
6) Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan. Konsumen cenderung meniru perilaku tokoh yang diidolakannya dalam bentuk menggunakan segala sesuatu yang dapat dipakai tokoh idolanya.
7) Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi. Konsumen sangat terdorong untuk mencoba suatu produk karena mereka percaya apa yang dikatakan oleh iklan yaitu dapat menumbuhkan rasa percaya diri.
8) Mencoba lebih dari dua produk sejenis (merek berbeda).
Konsumen akan cenderung menggunakan produk jenis sama dengan merek yang lain dari produk sebelum ia gunakan, meskipun produk tersebut belum habis dipakainya.28
2. Kajian tentang Literasi Ekonomi