BAB III DASAR PERTIMBANGAN HAKIM TERHADAP PUTUSAN
3. Fakta Hukum
Bahwa didalam melakukan pembuktian terhadap tindak pidana ini, guna menemukan fakta-fakta hukum di Pengadilan menurut Pasal 184 KUHAP terdapat 4 alat bukti yang sah adalah yaitu :
a. Keterangan Saksi 1). Saksi Ajijun Harahap
Saksi menjelaskan TPAPD tahun 2004 dananya sebesar Rp.4.124.880.000,- (empat milyar seratus dua puluh empat juta delapan ratus delapan puluh ribu rupiah) namun untuk tahun 2005, saksi tidak mengingatnya.
2). Saksi Rustam Efendi Hasibuan
Saksi mengatakan kekurangan dana TPAPD untuk sebagian Triwulan III dan Triwulan IV tersebut pada waktu itu tidak dibayarkan tetapi sekarang sudah dibayarkan dan ditampung dalam APBD Tahun 2006 setelah berkonsultasi dengan Bupati Ongku P. Hasibuan.
35
H.M.A. Kuffal, Penerapan KUHAP dalam Praktik Hukum, UMM Press, Malang, 2008, halaman 209
3). Saksi Leonardy Pane
Saksi selaku Kepala Bawasda Kabupaten Tapanuli Selatan memerintahkan untuk dilakukan pemeriksaan kas terhadap Amrin Tambunan selaku pemegang kas soal dana TPAPD tahun 2005 yang hasilnya banyak kejanggalan, tidak sesuai dengan pengeluaran APBD.
4) Saksi Haplan Tambunan
Saksi sebagai Kabag Umum menjelaskan bahwa pencairan dana TPAPD tahun 2005 triwulan pertama, kedua, ketiga dan keempat telah dilakukan berdasarkan kebijakan pengelolaan keuangan yang diketahuinya.
5) Saksi Amrin Tambunan
Saksi sebagai Bendahara dan Pemegang Kas mengetahui ada dana TPAPD. Kemudian saksi pernah melarikan diri ke Banyuasin, Sumatera Selatan berkaitan dengan tidak cairnya dana TPAPD triwulan IV karena saksi takut dicari-cari para aparat desa dan saksi terakhir kerja sebagai Pemegang Kas adalah tanggal 22 Desember 2005. Menurut saksi, tiadanya dana TPAPD tersebut karena telah diminta oleh Bupati, Wakil Bupati dan Sekda untuk perjalanan dinas, yang waktunya tidak tentu, namun untuk itu sudah tidak ada buktinya lagi.
6) Saksi Akhir Hasibuan
Saksi menjelaskan bahwa kekurangan dana TPAPD sebesar Rp.480.870.000,- (empat ratus delapan puluh juta delapan ratus tujuh puluh ribu rupiah) tersebut dimasukkan ke APBD tahun 2005, namun untuk tahun 2004 dana sejumlah Rp.480.870.000,- (empat ratus delapan puluh juta delapan ratus tujuh puluh ribu rupiah) itu sudah saksi bayarkan kepada Amrin Tambunan.
7) Saksi Husni Afgani Hutasuhut
Saksi sebagai Kabag Keuangan saksi pernah menerbitkan SPMU, yang pertama No.494/TS/2005/SPMU untuk Triwulan I dan II tanggal 29 Juli 2005 dengan jumlah Rp18milyar sekian, itu secara keseluruhan dan tidak disebutkan berapa yang untuk TPAPD.
8) Saksi Rachmatsyah Harahap
Saksi menjelaskan TPAPD Triwulan I dan II tersebut cair semua, sedangkan untuk Triwulan III dan IV diajukan sebesar Rp.2.737.262.500,- (dua milyar tujuh ratus tiga puluh tujuh juta dua ratus enam puluh dua ribu lima ratus rupiah) tetapi yang ada anggarannya sebesar Rp.1.448.847.500,- (satu milyar empat ratus empat puluh delapan juta delapan ratus empat puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) jadi masih kurang yang kata Amrin 2 (dua) atau 3 (tiga) hari lagi.
9) Saksi Tongku Palit Hasibuan
Saksi mengetahui TA 2004, dana TPAPD yg ditetapkan dalam APBD sejumlah Rp 4.124.180.000,- (empat milyar seratus dua puluh empat juta seratus delapan puluh ribu rupiah), namun pada tahun tersebut terjadi kesalahan hitung sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp 480 Juta. Kekurangan dana TPAPD sebesar sekitar Rp 480 juta tersebut sudah diusulkan kepada DPRD tetapi belum sempat disahkan dan akhirnya diusulkan di TA 2005 dan disetujui oleh DPRD.
10)Saksi Muhammad Lutfi Siregar
Seingat saksi, sewaktu menjadi Plt. Kabag Keuangan, saksi pernah menandatangani SPMU untuk dana TPAPD Triwulan II sebesar Rp1milyar lebih.
11)Saksi Hj. SUBAIDAH LUBIS
Saksi pernah mencatat dalam buku yakni SPM tanggal 18 Juli
2005, SPM tanggal 19 Agustus 2005 dan SPM tanggal 26 Oktober 2006.
12)Saksi Ali Amri Siregar
Saksi sebagai Plt Kabag. Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dari tanggal 16 Desember2004 sampai dengan 11 Februari 2005 dan Sekdanya saat itu adalah terdakwa. Saksi pernah 1 kali memproses pencairan TPAPD Triwulan I yaitu tanggal 6 Januari 2005 sebesar Rp.1.035.720.000,- (satu milyar tiga
puluh lima juta tujuh ratus dua puluh ribu rupiah) yang pada saat pengajuan itu Kasubbag Perbendaharaan menyerahkan 1 (satu) set SPMU yang diminta untuk saksi tandatangani dan sudah diparaf Kasubbag Perbendaharaan dan dengan melampirkan SKO yang sudah ditandatangani Bupati H.M. Saleh Harahap dan sudah ditandatangani Amrin Tambunan dan Kepala SKPD yaitu Rahudman Harahap.
13)Saksi Hasyruddin
Saksi adalah sebagai Kasubbag Perbendaharaan. Tahun 2005 telah diterbitkan lima SPMU namun apakah dana tersebut sudah disampaikan kepada para Aparat Pemdes, saksi tidak tahu.
14)Saksi Mhd Thair
Saksi adalah Camat Sipirok yang menerima TPAPD lalu sudah disalurkan semua kepada para aparat Desa oleh Kasi Pemerintahan dan ada pertanggungjawabannya.
15)Saksi Affan Siregar
Saksi adalah Sekda di Kabupaten Tapanuli Selatan sejak 6 Maret 2006 sampai dengan tanggal 6 Maret 2010. Saksi pernah diperiksa menjadi saksi dalam perkara terdakwa Amrin Tambunan di Pengadilan negeri Padangsidimpuan tahun 2010, dan saksi mendengar serta membaca Koran bahwa Amrin telah mengembalikan uang sebesar Rp 1,5 milyar ke Pemkab Tapanuli Selatan.
16)Saksi Parlindungan
Tanggal 13 Juni 2005 sampai 29 Nopember 2005, saksi menjabat sebagai Camat Padangsidimpuan Timur membawahi 39 desa. Pencairan dana TPAPD, saksi pernah menerima dari Bag Pemdes dana TPAPD untuk Triwulan I dan II tahun 2005, lalu melalui Sekcam dibagikan kepada pada Kades, Sekdes dan Kaur, sedangkan untuk Triwulan III dan IV saksi tidak mengetahui karena sudah pindah tugas ke tempat yang lain.
17)Saksi M. Inganan Dalimunthe
Saksi adalah Camat Sayurmatinggi sejak April 2003 – Desember 2005. Proses pencairan dana TPAPD, saksi selaku Camat diberitahu oleh Bagian Pemdes untuk menerima, lalu melalui Kas Pemerintahan Kecamatan dana tersebut disalurkan kepada para Kades, Sekdes dan Kaur.
18)Saksi Ali Sutan Siregar
Saksi sebagai Kasubbag Anggaran di Setdakab Tapanuli Selatan sejak tanggal 02 Januari 2002 sampai dengan Juni 2006. Menurut saksi Anggaran TPAPD tahun 2004 sebesar Rp.4.142.000.000,- (empat milyar seratus empat puluh dua juta rupiah ) dan untuk tahun 2005 sebesar Rp.5.955.390.000,- (lima milyar sembilan ratus lima puluh lima juta tiga ratus sembilan puluh ribu rupiah)
perbedaan ini terjadi karena Bagian Pemdes salah hitung jadi ada kekurangan TPAPD di tahun 2004 sebesar Rp.480.870.000,-
19)Saksi Sarmak Harahap
Saksi adalah Kepala Desa Aek Nabara Kecamatan Angkola Barat Kab. Tapanuli Selatan sejak tahun 2000 sampai dengan sekarang. Saksi menjelaskan tunjangan TPAPD tahun 2004 tidak ada masalah, sedangkan untuk tahun 2005, saksi terima tunjangan TPAPD di bulan Juli 2005 sebesar Rp.2.220.000,- (dua juta dua ratus dua puluh ribu rupiah) dan itu untuk Triwulan I dan II yakni untuk bulan Januari sampai bulan Juni 2005, sedangkan untuk Triwulan III dan IV dibayar pada bulan Januari 2007 dan saksi diterima juga sebesar Rp.2.220.000,-
20)Saksi Ikhsan Nasution
Saksi adalah Kepala Desa Panobasan Lombang Kecamatan Angkola Barat Kab.Tapanuli Selatan sejak tahun 2000 sampai dengan sekarang. TPAPD tahun 2004 tidak ada masalah, sedangkan tunjangan TPAPD tahun 2005 untuk Triwulan I dan II saksi terima pada bulan Juli 2005 tanggalnya lupa melalui rekening masing-masing di Kantor Pos, sedangkan untuk Triwulan III dan IV bulan Januari 2007.
b. Keterangan Ahli
Selain saksi tersebut, Terdakwa dan Penasihat Hukumnya juga mengajukan 3(tiga) orang ahli yang memberikan pendapatnya dengan bersumpah dipersidangan, yang pada pokoknya sebagai berikut :
1) Ahli Hasiholan Pasaribu, S.E.,MPKP
Menurut saksi Kepmendagri No.29 unit Pemegang Kas SKPD dia adalah secara fungsional bertanggungjawab ke BUD tidak bertanggung jawab kepada Kepala SKPD karena ini adalah akuntasni yang menerima, menyimpan, mengeluarkan berdasarkan apa yang diajukan kepala SKPD kepada Kepala Daerah melalui Bendahara Umum Daerah.
2) Ahli Prof Dr. Zudan Arif Fakrullah, S.H.,M.H
Ahli menjelaskan bahwa Kepmendagri No.29 Tahun 2002 itu induknya adalah di Undang-undang No.22 Tahun 1999, kekuasaan pemerintahan itu banyak diserahkan kepada Pemerintah Daerah termasuk pengelolaan keuangan di dalam pengelolaan keuangan itu sudah dilakukan desentralisasi, desentralisasi ada mengatur dan mengurus 2 (dua) aspek ini kemudian dijabarkan di dalam PP No.105 di mana dalam PP itu kalau sudah desentralisasi itu delegasi diberikan penuh kepada daerah, kekuasaan penuh pengelolaan keuangannya jadi pengelolaan keuangan sudah dilimpahkan kepada Kepala Daerah.
Azas kontinuitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, prinsipnya adalah pemerintahan tidak boleh berhenti dengan bergantinya pejabat dan pada saat serah terima jabatan ada Berita Acara Serah Terima
Jabatan, dalam praktek selalu dimuat apa saja yang sudah dilakukan karena terkait anggaran, berapa yang sudah diambil dan dari pos mana, itu biasanya yang dilakukan dalam praktek di Pemerintahan.
3) Ahli Dr. Mahmud Mulyadi, S.H.,M.H
Ahli adalah staf pengajar pada Fakultas Hukum USU, Pengajar Program Pascasarjana Ilmu Hukum USU, Ilmu Hukum UMU, Ilmu Hukum UDA dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Batam, dan ahli di bidang hukum pidana.
Ahli menjelaskan di dalam hukum pidana ada dua azas legalitas yaitu Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana. Ketika ada dugaan tindak pidana, unsur dalam setiap pasal harus ada pembuktian, dan harus ada peraturan perundang-undangan, tempus delicti, apakah daluarsa, bisakah dipertanggungjawabkan secara objektif dan subjektif. Administrasi manajemen ada tupoksinya yang memerlukan wewenang, bukan sembaranganan, jika tidak menjalankan tugasnya dan agar seseorang dihukum, yang dicari adalah di mana titik apinya/ titik lobangnya, siapa yang berbuat dia yang bertanggungjawab.
Pertanggungjawaban pidana, sejak mulai penyidikan sangat tergantung dengan aturan yang mengatur, menurut ahli administrasi, ahli keuangan daerah, kalau tidak ada pertanggungjawaban disitu maka kemungkinan besar ada perbuatan melawan hukum, sangat tergantung pada ahli yang lain.
Ahli juga mengatakan jika perbuatan hukum pidana itu terjadi, siapa yang berbuat dia yang bertanggungjawab didukung pembuktian hukum pidana adalah satu saksi bukan saksi/satu saksi bukan alat bukti (Unus testis nulus testis)
Ahli menjelaskana tentang delik formil harus sesuai Pasal 2 dan Pasal 3 dan potensi kerugian bisa dihitung dan harus jelas, sekian, tidak boleh pakai asumsi, bukan sesuatu menghayal. Hukum pidana itu selalu terukur dan harus terukur, maka sejak proses penyidikan harus mengakumulasi aspek-aspek lain diluar hukum pidana yang berkaitan dengan pelanggaran atau kejahatan.
c. Surat-Surat
Penuntut Umum menyertakan barang bukti kepada Hakim sebanyak 147 dokumen yang berkaitan dengan dugaan dana TPAPD.