BAB II: PENGATURAN HUKUM TERHADAP PEMBERANTASAN
B. Faktor Eksternal
Sedangkan Faktor eksternal penyebab tindak pidana narkotika yang ada di wilayah Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara yaitu
1. Lingkungan, Dalam hal ini lingkungan berpengaruh besar terhadap penyebab kejahatan tindak pidana narkotika dikarenakan lingkungan masyarakat marbau berdekatan dengan masyarakat kecamatan lain yang lebih sering terjadi kejahatan tindak pidana narkotika. dan bisa dikatakan ketika lingkungan di huni oleh orang – orang yang memakai narkotika maka orang lain juga akan bisa terpengaruh untuk melakukan kejahatan tindak pidana narkotika. lingkungan adalah hal yang sangat kuat untuk mempengaruhi sikap, tingkah laku, watak seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. maka dari itu bisa kita katakan jika di lingkungan itu banyak pelaku narkotika maka bersiap untuk orang-orang yang akan terpengaruh juga kepada narkotika karna lingkunganya yang buruk.
2. Teknologi, juga menjadi salah satu faktor tindak pidana narkotika di wilayah Marbau dikarenakan dengan adanya teknologi yang sangat canggih para pelaku kejahatan tindak pidana narkotika lebih mudah untuk menyebar luaskan peredaran narkotika di manapun. Teknologi adalah hal yang bisa di andalkan bagi seseorang pengedar narkotika. dalam halnya dengan adanya teknologi pelaku pengedar narkotika dapat di permudah untuk mengedarkan barang narkotika di berbagai tempat wilayah dimanapun.
3. Pengaruh dari masyarakat luar yang mana masyarakat luar yang menjadi pelaku tindak pidana narkotika menjadi salah satu jaringan yang bisa di gerakan dengan masyarakat marbau tersebut. ini termasuk berpengaruh besar bagi pelaku yang awalnya tidak berminat dalam narkotika dengan adanya interkasi yang di lakukan oleh masyarakat luar seseorang menjadi berpengaruh untuk ikut melakukan kejahatan tindak pidana narkotika.
4. Tidak adanya kepedulian masyarakat sekitar terhadap orang – orang yang ada di sekitar masyarakat marbau yang mau melaporkan dan mencurigai pelaku-pelaku kejahatan narkotika dapat menjadi salah satu faktor penyebab tindak pidana narkotika di wilayah Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara. Inilah Informasi yang didapatkan melalui wawancara di Polsek marbau tentang Faktor Internal dan eksternal penyebab kejahatan Tindak Pidana Narkotika di wilayah Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu utara. Dan ada tambahan tentang Profesi, usia, desa yang sering terjadi tindak pidana narkotika.
Bapak IPDA JR Ginting selaku Kanit Reskrim Marbau mengatakan bahwasanya Profesi pelaku yang sering di temukan melakukan tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Marbau yaitu profesi sebagai berikut.
1) Karyawan, dapat kita jelaskan kenapa profesi karyawan lebih mendominasi melakukan kejahatan tindak pidana narkotika, yaitu Dikarenakan karyawan pendapatannya tidak seberapa, dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya. dengan hal itu profesi karyawan tertarik untuk memulai bisnis peredaran Narkotika untuk menambah pendapatanya dengan mudah dan praktis memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Bisnis
peredaran Narkotika adalah bisnis yang sangat menjanjikan bagi seseorang yang sangat menginginkan keuangan yang sangat baik. Dengan inilah yang menyebabkan banyak pelaku kejahatan tindak pidana Narkotika berasal dari Profesi karyawan.
2) Wira swasta, Wira swasta adalah bisa dikatakan seseorang yang mempunyai usaha sendiri yang tidak terikat dengan negara. Wira swasta bisa dikatakan rata-rata bukanlah orang kekurangan keuangan di dalam kehidupan sehari – harinya. tetapi dengan sifat rasa tidak puasnya seseorang ingin menambah kekayaanya lagi dengan memulai bisnis narkotika di wilayah tersebut.
Dan usia yang sering melakukan tindak pidana narkotika di wilayah Marbau Kabupaten Labuhan Batu utara adalah usia yang dikatakan Produktif antara 20-40 Tahun. Seperti halnya yang dikatakan oleh Pihak kepolisian Marbau bahwasanya belum pernah ada pelaku yang tertangkap di wilayah Marbau dalam kasus narkotika usianya di bawah 20 Tahun ataupun di atas 40 tahun rata-ratanya.
Maka dari itu dapat di simpulkan Remaja di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara ini sangat jarang untuk melakukan tindak pidana narkotika.
di karenakan para pengedar narkotika belum mampu mempengaruhi Pelajar – pelajar untuk mengkonsumsi narkotika. Remaja – remaja masyarakat Kecamatan Marbau juga rata-rata melalui wawancara Oleh bapak IPDA J.R Ginting mengatakan bahwasanya Para orang tua sangat terkontrol dalam mengawasi Anak – anak mereka yang belum dewasa atau dikatakan Remaja .
Sementara desa yang sering terjadi tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara, ada 4 desa yaitu
1) Marbau selatan 2) Pare-pare 3) Belongkut 4) Bulungit
Dibandingkan dari 18 desa yang terdapat di kecamatan Marbau kabupaten Labuhan Batu utara yang lainya di wilayah desa diatas yang dikategorikan banyak kejahatan Tindak Pidana Narkotika yang ditemukan oleh Kepolisian sekitar Marbau. Maka dari itu Kepolisian Marbau lebih sering merazia dan melakukan operasi Pemberantasan Narkotika di wilayah desa tertera di atas. Akan tetapi bukan berarti di desa yang lainya tidak kemungkinan tidak ada terjadinya narkotika hanya saja belum kelihatan secara jelas oleh kepolisian Marbau tindak pidana narkotika yang terjadi di wilayah desa yang lainnya. Maka dari itu kita tidak dapat menjamin peredaran narkotika dapat berhenti hanya di suatu wilayah tertentu dan desa tertentu saja. Maka di harapkan pihak kepolisian marbau lebih jeli lagi dan harus berupaya sebaik-baiknya memberantas tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara .
Tugas polisi menurut Van vollenhoven dalam bukunya staatsrecht Overzee, halaman 270 yang dirumuskan oleh R.Wahjudi B.Wiriodiharjo sebagai berikut:75
1. Mengawasi secara pasif terhadap pelaksanaan kewajiban-kewajiban publik warga negara;
2. Menyidik secara aktif terhadap tidak dilaksanakanya kewajiban – kewajiban publik para warga negara ;
3. Memaksa warga negara dengan bantuan peradilan agar kewajiban – kewajiban publiknya dilaksanakan;
4. Melakukan paksaan wajar kepada warga negara agar melaksanakan kewajiban - kewajiban publiknya, tanpa bantuan peradilan;
5. Mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang te;ah dilakukan atau tidak dilakukanya.
Untuk mewujudkan masyarakat tertib, tentram, dan aman, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk lembaga yang memiliki tugas dan tanggunga jawab untuk menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, yang mana berdasarkan Pasal 13 Undang-undang No 2 Tahun 2002 tentang kepolisian Negara Republik Indonesia, diletakkan dipundak Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia(Polri).76 Dalam memberantas kejahatan
75R.Wahyudi, Pengantar Ilmu Kepolisian, Akabri:Sukabumi, Pol, 1975, halaman 12.
76Dikdik M.Arief Mansur, Op.Cit, halaman 260.
dan menanggulanginya secara hukum kita harus menegakkan hukum kepolisian agar upaya yang dilakukan kepolisian dapat berjalan dengan baik.
Tujuan Hukum kepolisian Adalah untuk memeberikan pengertian dan pemahaman bahwa hukum Kepolisian bukan saja menjadi tugas, wewenang, tanggung jawab dan organ polri saja, tetapi hukum Kepolisian adalah untuk menanggulangi kejahatan dalam memberi perlindungan kepada masyarakat untuk mencapai kesejahteraanya, sebagai hukum positif dalam disiplin hukum.
Dan Manfaat Hukum Kepolisian adalah untuk:
a. Memberantas Kejahatan dalam melindungi masyarakat .
b. Meniadakan atau mengurangi faktor-faktor kriminogen yang dapat menimbulkan kejahatan .77
Dengan demikian, dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkotika polisi melakukan beberapa upaya –upaya sebagai berikut:
a. Upaya Pre-entif b. Upaya Preventif c. Upaya Represif d. dan Upaya Reformatif.
1.Upaya Pre-emtif
Upaya pre-entif Kepolisian yaitu membimbing masyarakat bagi terciptanya kondisi yang menunjang terselenggaranya keamanan dan ketertiban masyarakat, dapat dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan:
77Abdussalam, Op.Cit, hal 6.
1. Memberikan penerangan dan penyuluhan tentang pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat bagi kelancaran jalannya pembangunan nasional;
2. Memberikan penerangan dan penyuluhan tentang sistem keamanan .78 Berbicara penanggulangan kejahatan yang dilakukan oleh Kepolisian salah satunya dengan cara pre-entif, maka berbicara tentang upaya yang dilakukan oleh Kepolisian dengan cara pembinaan masyarakat.79
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Kanit Reskrim Polsek Marbau (Kepolisian sektor Marbau) Yaitu IPDA J.R Ginting mengatakan bahwa upaya pre-emtif yang dilakukan oleh Polsek Marbau (Kepolisian Sektor Marbau) dalam memberantas tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan batu utara yaitu Pihak kepolisian Sektor Marbau melakukan penyuluhan atau himbauan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Marbau untuk memberikan informasi tentang adanya Tindak pidana narkotika kepada pihak Polri ataupun kepolisian Sektor Marbau. Dan Bapak kanit juga mengatakan bahwasanya Upaya pre-emtif ini selalu dilakukan dalam upaya awal secara dini, dalam artian upaya pre-emtif yaitu upaya yang sangat harus selalu utama dilakukan di lingkungan masyarakat kecamatan Marbau.upaya pre –emtif ini selalu dilaksanakan dan disosialisaikan kepada seluruh masyarakat, dan bukan hanya yang usia produktif saja tetapi, upaya pre-emtif ini lebih ditekankan secara
78M.Faal, Penyaringan perkara pidana Oleh polisi (Diskresi Kepolisian), Jakarta : Pradnya Paramitha ,1991, halaman 75.
79Mahmud Mulyadi, Criminal Policy:Kebijakan Integral Penanggulangan Kejahatan Kekerasan, Medan : Pustaka Bangsa Press, 2008, halaman 313.
dini melalui adanya sosialisasi terhadap Pelajar – pelajar maupun mahasiswa yang ada di wilayah kecamatan Marbau untuk mengetahui bahaya – bahaya Narkotika .
Upaya preemtif adalah tugas Kepolisian dalam melakukan pemberantasan tindak Pidana narkotika, maka dari itu seperti yang di katakan bapak Kanit Reskrim Polsek Marbau yaitu kami bertanggungjawab dalam segala hal untuk memberantas tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Marbau. Disini pihak Kepolisian juga bekerja sama kepada pihak masyarakat, guru – guru selaku pendidik, ustad ataupun ulama-ulama dan para pemimpin di masyarakat kecamatan Marbau. di karenakan dalam upaya pre-emtif ini bukan hanya Kepolisian yang bisa mengatasi pembinaan kepada seluruh masyarakat dan bukan hanya di bidang hukum saja yang akan di tekankan tetapi dari semua segi ilmu yang bisa mengarahkan dan membimbing seluruh masyarakat untuk menjauhi kejahatan khususnya kejahatan narkotika. maka, pihak – pihak yang lain juga berpotensi untuk membantu pihak kepolisian dari segi pendidikan, religius, dan upaya interaksi yang dilakukan masyarakat di kesehariannya. Karna dalam halnya upaya pre-emtif selalu dilaksanakan dengan berupa penyuluhan Narkotika yang dilaksanakan di pusat kecamatan Marbau ataupun selalu diadakan di lapangan Kantor Camat Marbau. tetapi tidak juga menutup kemungkinan Penyuluhan Narkotika diadakan di sekolah-sekolah ataupun di desa – desa yang ada di Kecamatan Marbau. Penyuluhan narkotika dikatakan Bapak (Kanit ) Hampir setiap tahun diadakan di lingkungan pelajar dikarenakan para masyarakat banyak yang mengeluh terhadap para tenaga pendidik ataupun guru tidak efektif untuk memberi pengarahan tentang bahaya narkotika bagi siswanya. Maka dari itu
Guru-guru selalu meminta pihak kepolisian untuk melakukan atau membantu pihak sekolah dalam memberi penyuluhan hukum tentang bahaya Narkotika.
Begitu juga para Aktifis masyarakat ataupun lembaga swadaya yang ada di masyarakat juga ikut memberi partisipasi dalam penyuluhan narkotika. Para organisasi-organisasi yang ada di masyarakat juga sering meminta kepolisian untuk bekerja sama dalam membuat atau mengadakan Penyuluhan Hukum terhadap kejahatan Tindak pidana Narkotika.
Kepolisian Sektor Marbau tidak pernah berhenti dalam menangani tindak pidana narkotika. dalam halnya Pihak kepolisian selalu peduli akan adanya laporan serta keluhan-keluhan yang ada dari masyarakat ataupun organisasi-organisasi yang berdiri di masyarakat untuk membuat atau melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum tentang narkotika. Dalam halnya pihak kepolisian sudah berusaha menjalankan upaya yang bersifat pre –emtif untuk memberantas dan menanggulangi tindak pidana narkotika dan ditekankan kembali oleh pihak kepolisian kepada seluruh masyarakat untuk memahami bahaya narkotika dan mengerti sanksi hukum dalam tindak pidana narkotika serta bisa menjauhi semua yang berkaitan dengan narkotika. Penyuluhan yang dilakukan kepolisian Marbau biasanya dihadiri oleh Semua pelajar tingkat SMP dan SMA, mahasiswa, ormas-ormas serta para anak muda yang berada di lingkup kecamatan Marbau.
Upaya pre-emtif yang dilakukan Pihak Kepolisian Marbau yaitu berupa kegiatan Penyuluhan, Pembinaan, dan pengarahan untuk memotivasi dan membangkitkan jiwa seseorang untuk membangun hal-hal positif serta melakukan kegiatan-kegiatan Positif dengan menjauhi Narkotika .
Di dalam penyuluhan pihak kepolisian melakukan beberapa kegiatan seperti:
1) Tes Urine untuk seluruh masyarakat Kecamatan Marbau bekerja sama kepada badan – badan lainnya seperti bidang kesehatan.
2) Mensosialisasikan upaya rehabilitasi kepada para pencandu narkotika . 3) Memberi penekanan sanksi hukuman terhadap tindak pidana narkotika 4) Memberikan penjelasan perbuatan – perbuatan yang melanggar
undang-undang narkotika dan perbuatan yang dikatakan tindak pidana Narkotika
80
2.Upaya Preventif
Preventif diartikan secara luas maka banyak badan atau pihak yang terlibat di dalamnya, ialah pembentuk Undang-undang, Polisi, Kejaksaan, Pengadilan, Pamong Praja dan Aparatur eksekusi pidana serta orang-orang biasa.Proses pemberian pidana di mana badan-badan itu masing-masing mempunyai peranannya dapat dipandang sebagai upaya untuk menjaga agar orang yang bersangkutan serta masyarakat pada umumnya tidak melakukan tindak pidana.Namun badan yang langsung mempunyai wewenang dan kewajiban dalam pencegahan ini adalah kepolisian.81
Upaya preventif ialah pada tahap ini mencegah terjadinya kejahatan yang sudah terlibat adanya kecenderungan kea arah itu,misalnya mengadakan razia terhadap para anak, para pelajar, para mahasiswa. Memang pada akhirnya ini sering kita lihat banyak anak-anak pada waktu belajar berkeliaran di tempat ramai,
80Hasil Wawancara oleh Bapak IPDA J.R Ginting Selaku Kanit Reskrim Polsek Marbau.
81Sudarto, Op ,Cit,halaman 113
seperti di plaza-plaza, tempat karaoke, di tempat bliyard, diskotik, cafe-cafe dan lain-lain. kepada mereka inilah dilaksanakan tindakan berupa preventif agar mereka terlepas dari sasaran perbuatan jahat.82I
Sementara itu demi memberantas tindak pidana narkotika yang ada di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara Pihak Kepolisian Marbau melakukan upaya Preventif. Berdasarkan wawancara Oleh bapak IPDA J.R Ginting selaku Kanit Reskrim Polsek Marbau yaitu Pihak Kepolisian marbau juga berupaya secara preventif untuk mencegah adanya tindak pidana narkotika yang ada di masyarakat Kecamatan Marbau.
Agar tindak pidana narkotika di wilayah marbau ini berkurang terus berkurang sedikit demi sedikit pelaku kejahatannya, dan harapan pihak kepolisian serta masyarakat agar kejahatan tindak pidana narkotika yang ada di Kecamatan Marbau tersebut dapat berkurang dan hillang. pihak kepolisian berharap mereka berhasil dalam mencegah dan memberantas tindak pidana narkotika yang ada di wilayah marbau.
Upaya preventif ini seperti yang dikatakan bapak IPDA J.R Ginting selaku Kanit Reskrim Polsek marbau dilakukan untuk mencegah segala tindak pidana narkotika di wilayah kecamatan marbau tersebut, dengan berupaya melakukan kegiatan mengcontrol segala perbuatan yang sudah mengarah ke perbuatan narkotika dan memantau aktivitas para warga masyarakat marbau yang dicurigai berkecenderungan untuk melakukan tindak pidana narkotika. Pihak kepolisian Marbau selalu mencari informasi dari masyarakat sekitar dan bekerja sama oleh
82Ediwarman, Op.Cit, halaman 28.
tenaga pendidik ataupun guru untuk mencegah tindak pidana narkotika tersebut.
Biasanya pihak kepolisian lebih mengawasi para anak muda yang berkeliaran di waktu jam sekolah masuk dan mereka selalu memantau kegiatan pelajar tersebut.
Tetapi bukan hanya pelajar, mahasiwa dan para warga masyrakat usia produktif juga selalu di awasi oleh pihak kepolisian jika perbuatan mereka mencurigakan untuk ke arah perbuatan tindak pidana narkotika tersebut.
Pihak kepolisian dalam hal mencegah tersebut tidak terlepas dari adanya campur tangan atau keterikatan dari warga masyarakat yang melapor bahwasanya ada hal yang mencurigakan dalam melakukan tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Marbau tersebut. Pihak Kepolisian Marbau melakukan kegiatan upaya preventif atau kegiatan yang bersifat pencegahan melalui kegiatan – kegiatan seperti merazia siswa-siswa yang berada di luar sekolah pada waktu jam sekolah, mahasiswa-mahasiswa yang berupaya anarkis dan berkumpul dalam tempat yang dikatakan rawan kejahatan tindak pidana narkotika dan begitu juga warga masyarakat yang berusia produktif. Razia juga dilaksanakan di tempat – tempat Lapo tuak, tempat bilyard, dan di tempat yang sunyi yang jauh dari wilayah pemukiman penduduk dan lainnya. Dengan itu polisi juga berlandaskan adanya laporan atau informasi yang ada di masyarakat Kecamatan Marbau untuk merazia atau bersifat melacak dan mengawasi orang – orang yang di curigai melakukan tindak pidana narkotika. Pihak kepolisian marbau terus mengawasi ketempat – tempat hiburan yang dicurigai oleh masyarakat yang akan mengarah ke perbuatan narkotika.dari informasi yang di dapat oleh masyarakat kepada pihak kepolisian marbau dikatakan bahwasanya masyarakat terancam kesehariannya dengan
adanya tindak pidana narkotika jika terjadi alasanya dari timbulnya kejahatan narkotika para pelaku atau pengguna narkotika akan membuat kejahatan lainnya seperti mencuri, mabuk-mabukan, serta mengganggu acara-acara pesta yang tersedia hiburan di masyarakat.
Setelah pihak kepolisian mengetahuinya mereka juga langsung mengawasi semua tempat-tempat hiburan yang ada di kecamatan marbau tersebut dan melakukan razia berdasarkan tugas – tugas kepolisian serta dengan bekerja sama oleh para keamanan setempat di masyarakat.83
3.Upaya Represif
Yang dimaksud dengan upaya represif adalah upaya-upaya atau tindakan – tindakan yang diambil untuk melakukan penekanan agar si pelaku tidak dapat melakukan perbuatan atau kejahatan itu lagi atau untuk menekan terjadinya kejahatan itu. usaha itu bertujuan agar kejahatan tersebut jangan sampai terulang lagi yaitu dengan melakukan tindakan langsung terhadap orang-orang yang terlibat dalam kejahatan tersebut. Jadi usaha represif ini dilakukan setelah terjadinya kejahatan itu.84Upaya represif dilakukan setelah terjadinya peristiwa pidana, yaitu upaya penegakan hukum terhadap mereka yang terlibat dalam tindak pidana kejahatan.85 Tindakan Represif ialah segala tindakan yang dilakukan oleh aparatur penegak hukum sesudah terjadi kejahatan atau tindak pidana .Telah dikemukakan diatas, bahwa tindakan Represif sebenarnya juga dapat dipandang sebagai preventif dalam arti luas.
83Hasil Wawancara oleh Bapak IPDA J.R Ginting Selaku Kanit Reskrim Polsek Marbau .
84Gerson W.Bawengan, Pengantar Psikologi Kriminil, PT .Pradnya Paramitha:Bandung , 1991, halaman 38
85A.Syamsudin Meliala, Kejahatan Anak suatu Tinjauan dari Psikologi dan Hukum, Liberty:Yogyakarta, 1985, halaman 133.
Dengan demikian, Berdasarkan hasil wawancara oleh Pihak kepolisian Marbau yaitu Bapak IPDA J.R Ginting Selaku Kanit Reskrim Polsek Marbau mengatakan upaya Represif adala upaya yang dilakukan setelah ada pelanggaran atau kejahatan dengan bagaimana kita melakukan tindakan agar kejahatan atau pelanggaran itu tidak terulang kembali.
Berdasarkan tugas Kepolisian yang ada di dalam Undang –undang No 2 Tahun 2002 Pasal 13 dan 14 Kepolisian berhak dan wajib melaksanakan tugasnya berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh Aparat kepolisian, itulah yang dikatakan oleh bapak Kanit Reskrim Polsek Marbau. dengan itu pihak kepolisian marbau melakukan kegiatan – kegiatan yang termasuk dalam upaya represif.
upaya represif dapat berjalan dengan lancar jika ada kerja sama antara masyarakat dengan pihak kepolisian di karenakan dengan adanya (informent) informasi dari masyarakat tentang kejahatan tindak pidana narkotika kepolisian marbau bisa melaksanakan tugasnya yaitu upaya represif tersebut sebagaimana pengertianya.
pihak kepolisian juga tidak selalu berpatokan dengan laporan masyarakat saja tetapi pihak kepolisian bisa saja dengan adanya penerapan upaya preventif bisa melakukan upaya represif disini, dalam arti dikatakan oleh Bapak (Kanit) ketika pihak kepolisian merazia atau mengcontrol wilayah yang sering serta rawan kejahatan tindak pidana narkotika, pihak kepolisian dapat menindak secara tertangkap tanganya pelaku menggunakan narkotika ataupun mengedarkan barang narkotika tersebut.
Upaya represif ini adalah hal yang pokok bagi pihak kepolisian marbau dikarenakan mereka sering menangkap tangan pelaku kejahatan tindak pidana
narkotika di wilayah Marbau yang jauh dari pemukiman masyarakat seperti area perkebunan sawit, batas – batas daerah kecamatan marbau dengan kecamatan lain ataupu ditempat yang sangat sepi dari pemukiman penduduk seperti wisata air (sungai,). Tetapi laporan dari masyarakat sangatlah perlu bagi pihak kepolisian marbau dari informasi yang di dapat oleh bapak IPDA J.R Ginting Selaku Kanit Reskrim Polsek marbau.
Dengan adanya informasi masyarakat ke pihak kepolisian tentang adanya kejahatan tindak pidana narkotika polisi melakukan berupa penyelidikan, penyidikan, serta upaya paksa lainya seperti penggeledehan, penahanan, penangkapan, penyitaan barang bukti dan yang lainnya yang diatur oleh KUHAP ataupun undang-undang narkotika dalam halnya dikatakan oleh bapak ( kanit) tersebut demi menjalankan upaya represif tersebut bapak Kanit juga mengatakan bahwasanya pihak kepolisian juga berlandaskan SOP (Standar operasional Prosedur) dalam melakukan upaya-upaya represif dalam menjalankan kewajiban dan tugas pihak kepolisian memberantas kejahatan Tindak pidana Narkotika tersebut.
Bapak IPDA J.R Ginting Selaku Kanit Reskrim Polsek Marbau menjelaskan ketika sudah menindak lanjuti suatu kasus tindak pidana narkotika yang ada di wilayah masyarakat pihak kepolisian marbau langsung cepat memproses pelaku dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan yang berlanjut untuk mencari semua barang bukti dan pelaku-pelaku lainnya yang belum tertangkap di wilayah marbau. mengenai pelaku-pelaku yang sudah ditangkap dan berupa hal barang bukti yang sudah lengkap pihak kepolisian bekerja sama
dengan pihak kepolisian Resort yang ada di Kabupaten Labuhan Batu Utara untuk melimpahkan semua barang bukti dan pelaku di bagian satres narkotika yang ada di Polres Labuhan batu itulah yang dikatakan oleh bapak IPDA J.R Ginting.
Pihak kepolisian marbau hanya melakukan penangkapan secara cepat dan sigap ketika adanya informasi tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara tersebut. Pihak kepolisian Marbau yang
Pihak kepolisian marbau hanya melakukan penangkapan secara cepat dan sigap ketika adanya informasi tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara tersebut. Pihak kepolisian Marbau yang