• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

A. Bauran Pemasaran

2. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Penetapan Harga

Faktor eksternal yang mempengaruhi penetapan harga meliputi

pasar dan permintaan, dan persepsi konsumen terhadap harga dan

nilai.

a) Pasar dan Permintaan

Apabila menentukan batas bagian bawah harga, pasar dan

permintaan menentukan bagian atasnya. Konsumen

menyeimbangkan antara harga produk atau jasa dengan

manfaat yang dapat diperoleh. Dengan demikian, sebelum

harga ditetapkan, perusahaan harus memahami hubungan

antara harga dan permintaan produknya.

b) Persepsi Konsumen terhadap Harga dan Nilai

Pada waktu menetapkan harga, perusahaan harus

mempertimbangkan persepsi konsumen terhadap harga dan

cara persepsi tersebut mempengaruhi keputusan pembelian.

Penetapan harga, seperti halnya keputusan bauran pemasaran

yang lain, harus diarahkan kepada konsumen.

Ketika konsumen membeli suatu produk, mereka

menukarkan suatu nilai (harga) untuk mendapatkan sesuatu

untuk dimiliki atau dimanfaatkan. Penetapan harga berorientasi

pembeli yang efektif meliputi pemahaman tentang besarnya

penetapan harga yang sesuai dengan nilai tersebut. Manfaat ini

dapat dirasakan dalam bentuk nyata.

Ambil contoh, menghitung biaya bahan untuk makanan di

sebuah restoran relatif mudah. Namun, mendesain nilai untuk

menciptakan kepuasan orang lain seperti selera, lingkungan,

suasana santai, percakapan, dan status bukan pekerjaan mudah.

Nilai tersebut akan berbeda untuk konsumen dan situasi yang

berbeda. Hal ini menjadikan perusahaan tidak jarang menemui

kesulitan dalam menyelesaikan produk dengan keinginan

konsumen. Nilai produk merupakan tolak ukur kesediaan

konsumen untuk membeli. Jika konsumen menilai harga suatu

produk lebih besar daripada nilainya, mereka tidak akan

membeli. Sebaliknya, jika nilai produk lebih besar daripada

harganya, mereka akan membeli.

c. Tujuan Penetapan Harga

Menurut Machfoedz (2010:67-68) Penetapan harga harus

diarahkan pada suatu tujuan. Sebelum penetapan harga dilakukan,

tujuannya harus ditetapkan terlebih dahulu. Tujuan penetapan harga

1. Tujuan Berorientasi Laba

Perusahaan dapat memilih satu diantara dua tujuan berorientasi

laba dalam kebijaksanaan penetapan harga. Tujuan berorientasi laba

dapat ditempuh dalam periode jangka pendek atau jangka panjang.

a. Mencapai Target Laba

Sebuah perusahaan dapat menetapkan harga produknya

untuk mencapai persentase tertentu dari penjualan atau

investasinya. Pencapaian tujuan seperti ini diterapkan oleh

pedagang perantara atau produsen. Banyak pengusaha

perdagangan eceran dan grosir menggunakan target laba

pada penjualan neto sebagai tujuan penetapan harga periode

jangka pendek.

b. Meningkatkan Laba

Tujuan penetapan harga untuk mendapat uang

sebanyak-banyaknya mungkin diikuti oleh sejumlah besar

perusahaan daripada tujuan lainnya. Kesuliatn yang

dihadapi oleh tujuan ini adalah bahwa istilah memperbesar

laba berkonotasi buruk yang dihubungkan dengan harga

tinggi dan monopoli.

Tujuan memperbesar laba akan lebih menguntungkan

perusahaan jika diaplikasikan dalam jangka panjang.

Tetapi, untuk mengaplikasikan ini perusahaan harus

2. Tujuan Berorientasi Penjualan

a. Meningkatkan Volume Penjualan

Penetapan harga di beberapa perusahaan difokuskan

pada volume penjualan selama periode waktu tertentu,

misalnya 1 tahun atau 3 tahun. Manajemen bertujuan

meningkatkan volume penjualan dengan memberikan

diskon atau strategi penetapan harga yang agresif lainnya

meskipun harus mengalami rugi dalam jangka pendek.

b. Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar

Beberapa perusahaan, besar dan kecil, menetapkan

harga dengan tujuan untuk mempertahankan atau

meningkatkan pangsa pasar perusahaan. Misalnya, ketika

mata uang Jepang, yen, nilainya melebihi nilai dolar AS,

produk jepang menjadi lebih mahal di Amerika Serikat.

Perusahaan jepang dihadapkan pada prospek berkurangnya

pangsa pasar. Untuk mempertahankan pangsa pasar,

perusahaan jepang menerima marjin laba yang lebih kecil

dan mengurangi biaya sehingga dapat menjual produk

dengan harga di bawah harga jual yang seharusnya.

d. Pertimbangan Penetapan Harga

Menurut Kotler dan Armstrong (2001:481-485) strategi penetapan

1. Penetapan Harga Lini Produk (product line pricing)

Menetapkan tingkatan-tingkatan harga antara berbagai produk

dalam sebuah lini produk berdasarkan perbedaan biaya antara

produk, evaluasi pelanggan terhadap sifat-sifat yang berbeda, dan

harga pesaing.

2. Penetapan harga produk pilihan (optional product pricing)

Penetapan harga dari produk pilihan ataupun pelengkap bersama

produk utama.

3. Penetapan harga produk terikat (captive product pricing)

Menetapkan suatu harga untuk produk-produk yang harus

digunakan bersama satu produk utama.

4. Penetapan harga produk sampingan (by product pricing)

Menetapkan harga untuk produk sampingan dengan maksud

membuat harga produk utama lebih kompetitif.

5. Penetapan Harga paket produk (produk bundle pricing)

Menggabungkan beberapa produk dan menawarkan paket

tersebut pada harga yang lebih rendah.

e. Strategi Penyesuaian Harga

Perusahaan pada umumnya menyesuaikan harga dengan

memperhitungkan perbedaan konsumen dan perubahan situasi. Menurut

Kotler dan Armstrong (2008:9-20) ada beberapa hal yang diterapkan

1. Penetapan harga diskon dan Potongan harga

Sebagian besar perusahaan menyesuaikan harga dasar mereka

untuk memberikan pelanggan penghargaan atas respons tertentu,

seperti pembayaran rekening tagihan tepat waktu, volume

pembelian dan pembelian diluar musim. Penyesuaian harga ini

disebut diskon atau potongan harga. Diskon adalah potongan harga

langsung terhadap pembelian selama periode waktu tertentu.

Sedangkan potongan harga adalah uang promosi yang dibayarkan

produsen kepada pengecer sebagai imbalan atas kesepakatan untuk

menampilkan produk produsen dalam beberapa cara.

Machfoedz (2010:71-72) menjelaskan uraian rinciannya

sebagai berikut :

a. Diskon kontan

Diskon kontan adalah pengurangan harga untuk pembeli yang

membayar lebih awal. Kebijaksanaan ini membantu

peningkatan penjualan kontan dan mengurangi kemungkinan

terjadinya piutang tak tertagih serta biaya penagihan kredit.

b. Diskon Kuantitas

Diskon kuantitas adalah pengurangan dari daftar harga penjual

yang menarik minat konsumen untuk membeli dalam jumlah

besar. Diskon didasarkan pada volume pembelian baik dalam

c. Penurunan harga

Penurunan harga merupakan bentuk lain pengurangan harga

dari daftar produk yang ditawarkan. Misalnya, penurunan

harga pada saat menukarkan produk lama dengan produk yang

baru.

d. Diskon Musiman

Diskon musiman adalah pengurangan harga yang diberikan

kepada konsumen yang membeli barang atau jasa di luar

musim. Misalnya, hotel dan penginapan akan menawarkan

diskon musiman pada waktu frekuensi kunjungan tamu rendah,

atau di luar musim wisata.

e. Diskon fungsional

Diskon fungsional (juga disebut diskon perdagangan) adalah

diskon yang ditawarkan oleh suatu perusahaan kepada anggota

saluran perdagangan yang melakukan fungsi tertentu. Misalnya

penjualan dan pergudangan.

2. Penetapan Harga Tersegmentasi

Perusahaan sering menyesuaikan harga dasar mereka untuk

memungkinkan adanya perbedaan dalam pelanggan, produk dan

lokasi. Dalam penetapan harga tersegmentasi, perusahaan menjual

produk atau jasa dalam dua harga atau lebih, meskipun perbedaan

harga itu tidak berdasarkan perbedaan biaya. Harga berkata tentang

ukur kualitas. Dalam memanfaatkan penetapan harga psikologis,

penjual tidak semata-mata mempertimbangkan nilai ekonomis,

selain itu juga mempertimbangkan nilai psikologis. Misalnya, dari

suatu kajian tentang hubungan antara harga dan kualitas sepeda

motor didapati bahwa konsumen berfikir bahwa harga mahal

identik dengan kualitas yang baik.

3. Penetapan Harga Psikologis

Penetapan harga psikologis adalah pendekatan harga yang

mempertimbangkan psikologi harga dan bukan hanya ekonomi,

harga digunakan untuk mengatakan sesuatu tentang produk.

Biasanya konsumen akan menganggap produk dengan harga yang

lebih tinggi memiliki kualitas yang tinggi. namun apabila

konsumen dapat mempelajari dan menilai pengalaman di masa lalu

dengan produk tersebut, mereka tidak terlalu mengandalkan harga

untuk menilai kualitas. Tetapi ketika mereka tidak dapat menilai

kualitas karena kekurangan informasi atau keahlian, harga menjadi

tanda kualitas yang penting.

4. Penetapan Harga Promosi

Penetapan harga promosi merupakan penetapan harga produk

dibawah harga resmi untuk sementara, dan kadang-kadang bahkan

dibawah biaya, untuk menciptakan gairah pembelian dan urgensi.

Perbedaan lokasi geografis merupakan salah satu pertimbangan

meliputi jarak lokasi konsumen dari perusahaan berkaitan dengan

biaya distribusi, dan variasi tingkat harga berdasarkan biaya

transportasi.

5. Penetapan Harga Geografis

Penetapan harga geografis merupakan penetapan harga bagi

pelanggan yang terletak di berbagai belahan negeri atau dunia.

Menurut Machfoedz (2010-73) menyatakan bahwa perbedaan

lokasi geografis merupakan salah satu pertimbangan dalam

menentukan harga produk. Pertimbangan ini meliputi jarak lokasi

konsumen dari perusahaan berkaitan dengan biaya distribusi, dan

variasi tingkat harga berdasarkan biaya transportasi.

6. Penetapan Harga Dinamis

Sepanjang sejarah, harga ditetapkan berdasarkan negosiasi

antar pembeli dan penjual. Kebijakan harga tetap merupakan ide

yang relatif modern yang tumbuh bersama perkembangan

perdagangan eceran skala besar di akhir abad kesembilan. Mereka

menggunakan harga dinamis yaitu, terus menerus menyesuaikan

harga untuk memenuhi karakteristik dan kebutuhan pelanggan

individual dan situasi dengan maksud tujuan agar harga yang

ditawarkan lebih terjangkau berdasarkan kelompok pasar

masing-masing. penetapan harga ini menyesuaikan harga menurut

kekuatan pasar dan sering berhasil memberi manfaat kepada

geografis dimana perusahaan menetapkan harga yang sama

ditambah biaya pengiriman ke setiap konsumen tanpa

mempertimbangkan lokasi.

7. Penetapan Harga Internasional

Perusahaan yang memasarkan produk mereka secara

internasional harus memutuskan berapa harga yang diterapkan di

berbagai negara dimana mereka beroperasi. harga yang

diberlakukan perusahaan di negara tertentu bergantung pada

banyak faktor, termasuk kondisi ekonomi, situasi kompetitif,

hukum dan peraturan, dan perkembangan sistem perdagangan

grosir dan eceran.

Dokumen terkait