BAB II PERKEMBANGAN INFLASI
2. Faktor-faktor Penyebab
Tabel 2.1. Inflasi Kelompok Pengeluaran Triwulan I-2013 Kelompok Pengeluaran Laju Inflasi
(%)
Kontribusi Inflasi
UMUM 2.73 2.73 (%)
BAHAN MAKANAN 7.42 2.07
MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 1.78 0.36
PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BB 1.21 0.29
SANDANG -0.90 -0.05
KESEHATAN 0.24 0.01
PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 0.60 0.04
TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA K 0.19 0.02
Sumber : BPS Provinsi Lampung
Bila dibandingkan 66 kota se-Indonesia yang disurvei oleh BPS, inflasi Lampung yang direpresentasikan oleh inflasi kota Bandar Lampung pada triwulan I-2013 berada pada peringkat ke-17. Sementara itu di Sumatera, inflasi kota Bandar Lampung berada pada peringkat ke-2 tertinggi.
2. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB 2.1. Inflasi Bulanan (mtm)
Pada Januari 2013, inflasi kota Bandar Lampung mencapai 1,00% (mtm), mengalami kenaikan dibandingkan inflasi Desember 2012 sebesar 0,65% (mtm). Berdasarkan disagregasi, penyumbang inflasi terbesar periode Januari 2013 berasal dari kelompok inflasi volatile foods yang mencapai 0,89%. Penyumbang inflasi volatile foods terbesar berasal dari Bawang Putih dan Beras. Pada periode ini, curah hujan dan gelombang laut yang tinggi telah menyebabkan tidak kondusifnya kondisi perairan Selat Sunda sehingga menjadi penghambat distribusi beberapa komoditas, terutama sayuran. Sedangkan kenaikan harga beras disebabkan oleh masih berlangsungnya masa tanam disejumlah daerah sentra produksi serta semakin menipisnya pasokan hasil musim panen tahun 2012.
Sementara itu, kelompok inti dan administered price menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,08% dan 0,03%. Sumbangan
No. Komoditas Kelompok Andil
Inflasi
5 Kembung/Gembung Volatile foods 0.07
6 Sawi Hijau Volatile foods 0.07
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Aug Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar
2011 2012 2013
%
Grafik 2.2. Perkembangan Inflasi Tahunan
Nasional (yoy) Bdl (yoy)
Sumber : BPS Provinsi Lampung
Tabel 2.2. Sepuluh Komoditas Penyumbang Inflasi Bulanan Terbesar pada Januari 2013
Sumber : BPS Provinsi Lampung
Perkembangan Inflasi
22
inflasi terbesar kelompok inti berasal dari batu, kue kering berminyak, dan emas perhiasan.Sedangkan pada kelompok administered price inflasi dipicu oleh kenaikan harga rokok kretek filter.
Selanjutnya pada Februari 2013, inflasi Kota Bandar Lampung mencapai 0,73% (mtm).
Penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok volatile foods sebesar 0,43% (mtm) diikuti kelompok inflasi inti dan administered price masing-masing sebesar 0,20% (mtm) dan 0,10%
(mtm). Komoditas pendorong inflasi pada kelompok volatile foods diantaranya Bawang Putih, Tomat dan Bawang Merah. Kurangnya pasokan komoditas hortikultura pasca pembatasan impor dan gangguan distribusi akibat gelombang laut tinggi yang tidak kondusif terhadap pelayaran, menyebabkan harga komoditas sayuran dan bumbu-bumbuan mengalami trend meningkat.
Komoditas pendorong inflasi pada kelompok inflasi inti, diantaranya Tukang Bukan Mandor, Ayam Goreng dan Kontrak Rumah. Sementara itu, komoditas pendorong inflasi pada kelompok administered price diantaranya adalah Tarip Listrik.
Inflasi kembali terjadi pada bulan Maret 2013. Pada periode ini, inflasi mencapai 0,97% (mtm) dan dominan disebabkan oleh tekanan harga pada kelompok volatile foods (0,79%). Kelompok inflasi inti memberikan sumbangan sebesar 0,18% dan kelompok administered price sebesar 0,002%.
Inflasi kelompok volatile foods dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas diantaranya bawang merah, bawang putih dan jeruk. Kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh gangguan pasokan dari daerah penghasil dan terkait dengan adanya kebijakan pembatasan impor hortikultura. Lebih dari 50% pasokan bawang merah di Lampung berasal dari Jawa Tengah. Pada periode ini, petani bawang merah di Provinsi Jawa Tengah masih beralih ke komoditas padi sehubungan dengan musim penghujan yang dinilai tidak cocok untuk budidaya bawang merah.
No. Komoditas Kelompok Andil Inflasi (%) 1 Bawang Putih Volatile foods 0.31
2 Tomat Buah Volatile foods 0.11
3 Tukang bukan mandor Inti 0.10
4 Tarip Listrik Adm Price 0.08
5 Bawang Merah Volatile foods 0.06
6 Ayam Goreng Inti 0.06
7 Nangka Muda Volatile foods 0.05
8 Kontrak Rumah Inti 0.05
9 Teri Volatile foods 0.05
10 Mas Volatile foods 0.04
1 2 3 4 5 6 7
1 Jan 3 Jan 5 Jan 7 Jan 9 Jan 11 Jan 13 Jan 15 Jan 17 Jan 19 Jan 22 Jan 24 Jan 28 Jan 9 Feb 11 Feb 19 Feb 21 Feb 23 Feb 26 Feb 28 Feb
meter
Januari - Februari 2013
Grafik 2.3. Tinggi Gelombang Perairan Selat Sunda
Sumber : BPS Provinsi Lampung Sumber : meteomaritimtanjungpriok.net
Tabel 2.3. Sepuluh Komoditas Penyumbang Inflasi Bulanan Terbesar pada Februari 2013
Perkembangan Inflasi
23
Musim tanam bawang merah diperkirakan akan mulai pada bulan Mei sampai Juli 2013. Kebijakan pemerintah terkait pembatasan impor beberapa komoditas juga turut memicu kenaikan harga pada komoditas bawang putih dan jeruk.Komoditas penyumbang inflasi pada kelompok inti diantaranya disumbangkan oleh sate, nasi, rendang dan soto. Kenaikan harga komoditas tersebut merupakan dampak turunan dari meningkatnya harga bumbu-bumbuan seperti bawang merah dan bawang putih. Sedangkan pada kelompok administered price, komoditas yang terutama memicu inflasi adalah meningkatnya harga bensin jenis pertamax yang mengikuti perkembangan harga internasional.
Grafik 2.4. Sumbangan Tiap Kelompok Disagregasi terhadap Inflasi Bulanan Tahun 2011-2013
Sumber : BPS Provinsi Lampung (diolah)
2.2. Inflasi Triwulanan (qtq)
Secara triwulanan, inflasi Bandar Lampung pada triwulan I-2013 mencapai 2,73% (qtq), lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya sebesar 0,59% (qtq) dan juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar 0,31% (qtq). Penyumbang terbesar inflasi
J F M A M J J A S O N D J F M A M J J A S O N D J F M
2011 2012 2013
Core 0.11 0.42 0.04 0.15 -0.0 0.14 0.06 0.40 0.41 0.12 0.07 0.05 0.29 0.10 -0.0 0.12 0.02 0.27 0.37 0.47 0.20 0.28 -0.0 0.18 0.08 0.20 0.18 Volatile Food 0.45 0.16 -0.8 -0.2 -0.0 0.06 0.55 0.30 0.34 0.26 -0.2 0.15 0.34 -0.2 -0.3 0.20 0.15 0.50 0.15 0.66 0.10 -0.0 -0.2 0.47 0.89 0.43 0.79 Adm price 0.26 0.12 0.36 0.01 0.07 0.08 0.21 0.01 0.00 0.25 0.00 0.00 0.00 0.00 0.16 0.06 0.00 0.02 0.00 -0.0 0.02 -0.0 0.00 0.00 0.03 0.10 0.00 Inflasi Bulanan 0.83 0.70 -0.4 -0.1 -0.0 0.29 0.82 0.71 0.75 0.62 -0.1 0.19 0.63 -0.1 -0.2 0.38 0.17 0.79 0.52 1.12 0.32 0.23 -0.2 0.65 1.00 0.73 0.97
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
No. Komoditas Kelompok Andil Inflasi (%)
1 Bawang Merah Volatile foods 0.58
2 Bawang Putih Volatile foods 0.33
3 Sate Inti 0.07
4 Nasi Inti 0.07
5 Jeruk Volatile foods 0.05
6 Tongkol Volatile foods 0.05
7 Kembung/Gembung Volatile foods 0.05
8 Rendang Inti 0.03
9 Kopi Bubuk Inti 0.02
10 Soto Inti 0.02
Sumber : BPS Provinsi Lampung
Tabel 2.4. Sepuluh Komoditas Penyumbang Inflasi Bulanan Terbesar pada Maret 2013
Perkembangan Inflasi
24
pada triwulan I-2013 berasal dari inflasi volatile foods sebesar 2,13% disusul kelompok inti sebesar 0,47% dan kelompok administered price sebesar 0,13%. Trend peningkatan inflasi ini merupakan dampak tekanan harga pada kelompok tanaman hortikultura terutama komoditas bawang putih dan bawang merah yang diakibatkan oleh gangguan pasokan dari daerah penghasil dan terkait kebijakan pembatasan impor hortikultura. Kurangnya pasokan bawang merah di Provinsi Lampung disebabkan oleh berkurangnya supply dari sentra penghasil bawang merah akibat musim penghujan yang dinilai tidak cocok untuk budidaya bawang merah.Tabel 2.5. Sepuluh Komoditas Penyumbang Inflasi Triwulanan Terbesar pada Triwulan I-2013
No. Komoditas Kelompok Andil Inflasi (%)
1 Bawang Putih Volatile foods 0.76
2 Bawang Merah Volatile foods 0.69
3 Tomat Buah Volatile foods 0.17
4 Tukang Bukan Mandor Inti 0.10
5 Tarip Listrik Administered price 0.09
6 Tomat Sayur Volatile foods 0.08
7 Sate Inti 0.07
8 Nasi Inti 0.07
9 Kembung/Gembung Volatile foods 0.07
10 Beras Volatile foods 0.06
Sumber : BPS Provinsi Lampung
Grafik 2.5. Sumbangan Tiap Kelompok Disagregasi terhadap Inflasi Triwulanan Tahun 2011-2013
Sumber : BPS Provinsi Lampung (diolah)
Trw I Trw II Trw III Trw IV Trw I Trw II Trw III Trw IV Trw I
2011 2012 2013
Inflasi Triwulanan 1.11 0.15 2.30 0.62 0.31 1.36 1.98 0.59 2.73
Core 0.57 0.25 0.88 0.23 0.36 0.43 1.04 0.40 0.47
Volatile Food -0.23 -0.26 1.21 0.14 -0.22 0.86 0.92 0.21 2.13
Adm price 0.76 0.16 0.22 0.24 0.17 0.07 0.02 -0.01 0.13
-0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00
%, qtq
Perkembangan Inflasi
25
2.3. Inflasi Tahunan (yoy)Secara tahunan harga komoditas barang dan jasa pada triwulan I-2013 secara umum meningkat sebesar 6,81% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok volatile foods (4,18%) diikuti kelompok inflasi inti (2,44%) dan kelompok administered price (0,21%).
Pada kelompok volatile foods, penyumbang terbesar inflasi tahunan adalah komoditas Bawang Putih, Bawang Merah, Beras, Daging Sapi dan Jeruk. Adanya kebijakan pemerintah tentang pembatasan impor hortikultura periode Januari sampai Juni tahun 2013 sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60/PERMENTAN/OT.140/9/2012 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 60/M-DAG/PER/5/2012 menjadi faktor utama meningkatnya harga komoditas bawang putih, bawang merah dan jeruk. Tekanan ini ditambah dengan jumlah pasokan yang terbatas akibat belum mulainya masa panen raya untuk komoditas bawang merah dan beras, yang mengalami kemunduran masa tanam karena faktor cuaca yang belum kondusif. Sementara itu, kebijakan pengurangan impor sapi berdampak pada menurunnya pasokan dari feedlotter sehingga mendorong kenaikan harga daging sapi.
Pada kelompok inflasi inti, penyumbang terbesar inflasi tahunan adalah SLTP, Nasi, Gula Pasir dan Roti Manis. Sedangkan komoditas penyumbang inflasi terbesar pada kelompok administered diantaranya adalah Tarip Listrik, Tarip Parkir, Rokok Kretek Filter dan Bahan Bakar Rumah Tangga.