• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II HUBUNGAN HUKUM ANTARA KOPERASI

B. Faktor-Faktor terjadinya Kredit Macet Koperasi

PLN (Persero) Cabang Binjai

Kredit digolongkan sebagai kredit macet sejak tidak ditepatinya atau dipenuhinya ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kredit, yaitu apabila debitur selama tiga kali berturut-turut tidak membayar angsuran dan bunganya.112

Kredit macet (bad-debt) yaitu apabila memenuhi kriteria :

a. Terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga yang telah melampaui 270 (dua ratus tujuh puluh) hari; atau

b. Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru; atau

c. Dari segi hukum atau kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai wajar.113

Berdasarkan kriteria yang disampaikan diatas bahwa tidak ada aturan berapa lama tunggakan dari anggota Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cabang Binjai dalam pembayaran angsuran itu dikatakan macet. Pada koperasi sendiri sistem informasi Debitur (SID) tidak ada berbeda dengan perbankan yang mana riwayat kredit nya masuk kedalam sistem informasi Debitur (SID) yang ada pada Bank Indonesia (BI). Sehingga seandainya dia mempunyai riwayat kredit yang tidak lancar ataupun macet di bank lain makan bank yang iningin memberikan kredit kepada debiturnya dapat mengetahuinya.

Terjadinya kredit macet ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu faktor yang berasal dari nasabah dan yang berasal dari bank. Bank sebagai

112Muljono,” Eksekusi grose akta hipotek oleh bank”. ( Jakarta : Rineka Cipta, 1996 ), hal 65

113Surat Keputusan Direktur BI Nomor : 30/267/KEP/DIR/, tanggal 27 Februari 1998, Pasal 4

Universitas Sumatera Utara

kreditur tidak terlepas dari kelemahan yang dimiliki, faktor ini tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berkaitan dengan nasabah.114

Faktor umum kredit macet yaitu ; a. Nasabah menyalahgunakan kredit

Setiap kredit yang diperoleh nasabah, telah diperjanjikan dalam perjanjian kredit tentang tujuan pemakaian kreditnya. Setelah nasabah menerima kredit, maka nasabah wajib mempergunakan sesuai dengan tujuannya. Pemakaian kredit yang menyimpang dari pemakaiannya akan mengakibatkan nasabah tidak mengembalikan kredit sebagaimana mestinya, sebagai contoh nasabah diberi kredit untuk kepentingan pengangkutan karena usahanya dalam bidang angkutan tetapi digunakan dalam bidang pertanian dengan membeli bibit pertanian, ketika gagal panen nasabah tidak dapat membayar pelunasan kredit.115

Kredit yang diberikan, tidak digunakan oleh debitur sesuai dengan tujuan pemberian kredit. Penggunaan kredit dialihkan baik sebagian ataupun seluruhnya untuk tujuan lain di luar tujuan pemberian kredit.

b. Nasabah kurang mampu mengelola usahanya

Nasabah yang telah menerima fasilitas kredit, ternyata dalam prakteknya tidak mengelola dengan baik usaha yang dibiayai dengan kredit bank. Nasabah tidak profesional dalam melakukan pekerjaan karena kurang menguasai secara teknis usaha yang dijalankan. Akibatnya, hasil kerja kurang maksimal dan kurang berkualitas sehingga mempengaruhi minat masyarakat dalam mengkonsumsi

114Gatot Supramono, Op Cit, hal 269

115Ibid, hal 270

Universitas Sumatera Utara

produk yang dihasilkannya. Keadaan ini mempengaruhi penghasilan nasabah, sehingga berpengaruh pula terhadap kelancaran pelunasan kreditnya.116

c. Nasabah beritikad tidak baik

Nasabah mempunyai itikad buruk terhadap kredit yang telah diberikan pihak bank, ada sebagian nasabah yang sengaja dengan segala daya upaya untuk mendapatkan kredit dari bank, setelah kredit diperoleh digunakan begitu saja tanpa dapat dipertanggung jawabkan. Nasabah semacam ini sejak awal memang sudah mempunyai etikat yang tidak baik, karena tujuannya jahat yaitu untuk membobol bank.117

d. Terhambatnya kegiatan usaha debitur

Terjadinya suatu kondisi di mana kegiatan usaha debitur sedang dalam keadaan sulit, produksi usaha debitur sedang menurun akibat sulitnya mendapatkan bahan baku produksi, atau sedang sepinya permintaan pasar yang mengakibatkan minimnya penjualan hasil produksi yang berdampak pada kondisi keuangan debitur.

Terjadinya kredit macet pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cabang Binjai yaitu :

a. Potongan pinjaman kredit tidak langsung dari gaji yang diterima;

b. Adanya kebutuhan lain anggota koperasi sehingga pembayaran kredit dikesampingkan;

c. Adanya itikad tidak baik dari anggota koperasi yang tidak mau membayar kreditnya.118

Selain hal-hal yang dijelaskan diatas menjadi penyebab terjadinya kredit macet pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cabang Binjai ada penyebab

116Ibid, hal 270

117 Ibid,hal 271

118Wawancara Siti Maria Nasution, Ketua Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero), Cabang Binjai, tanggal 20 Maret 2017, pukul 10.00 WIB

Universitas Sumatera Utara

lain yang mengakibatkan kredit macet terjadi di Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cabang Binjai, yaitu:

a. Potongan gaji yang tidak langsung membuat anggota koperasi lalai dikarenakan gaji sudah di pergunakan untuk keperluan lain dan tidak dapat membayar angsuran.

b. Anggota koperasi menunda kewajibannya di tanggal yang ditentukan dengan beranggapan mampu memenuhi kewajiban angsuran pada bulan berikutnya.

c. Anggota koperasi memang tidak beritikad baik membayar dikarenakan uang yang dipinjamnya dialihkan atau dipergunakan oleh orang lain, sehingga tidak merasa bertanggung jawab dengan perjanjian kredit yang dilakukannya.119

Sebenarnya kredit macet sendiri yang terjadi pada Koperasi Karyawan PT.

PLN (Persero) Cabang Binjai dapat dilihat dari adanya penunggakan pembayaran dari angsuran bulan 1 (pertama), 2 (kedua), dan 3 (ketiga) ataupun sama sekali tidak ada mambayar sama sekali angsuran kreditnya.120

Sampai bulan Mei 2017 jumlah kredit Macet telah mencapai kurang lebih sebesar Rp. 900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah), sehingga saat ini Koperasi Karyawan PT. PLN (persero) Cabang Binjai tidak dapat memberikan kredit/pinjaman kepada anggota koperasi.121

Dalam mencegah terjadinya kredit macet pada Koperasi Karyawan PT.

PLN (Persero) Cabang Binjai maka koperasi melakukan beberapa cara pencegahan :122

119 Wawancara Hariati, Pensiunan dan Anggota Luar biasa Koperasi Karyawan PT.PLN (Persero) Cabang Binjai, tanggal 25 Mei 2017, Pukul 12.00 WIB

120Wawancara Puspa Sari, Manager Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero), Cabang Binjai, tanggal 20 Maret 2017, pukul 11.00 WIB

121Wawancara Puspa Sari, Manager Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero), Cabang Binjai, tanggal 20 Maret 2017, pukul 11.00 WIB

122 Wawancara Siti Maria Nasution, Ketua Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero), Cabang Binjai, tanggal 20 Maret 2017, pukul 10.00 WIB

Universitas Sumatera Utara

1. Koperasi tidak akan memberikan kredit kepada anggota koperasi yang telah pensiun apabila anggota koperasi tersebut telah memiliki pinjaman lain yang jumlah pinjamannya cukup besar.

2. Koperasi akan langsung memotong angsuran sesuai tanggal gaji yang diterima anggota koperasi.

Bentuk pencegahan kredit macet pada Koperasi Karyawan PT. PLN (persero) Cabang Binjai diatas merupakan pencegahan yang biasa dilakukan oleh koperasi. Peraturan tertulis pencegahan itu sendiri tidak ada dalam Koperasi Karyawan PT. PLN (persero) Cabang Binjai sehingga merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Koperasi. 123

C. Perlindungan Terhadap Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero)