BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.5. Faktor-faktor yang berpengaruh
1. Pengaruh diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir terhadap prestasi kerja penebangan
Besarnya prestasi kerja penebangan yang dihasilkan oleh operator chainsaw dipengaruhi oleh diameter pohon, kelerengan lapangan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir. Untuk mengetahui besarnya pengaruh diameter, kelas kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir terhadap prestasi kerja penebangan digunakan analisis regresi ganda terhadap metode penebangan yang digunakan, hasilnya dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi yang akan dijelaskan di bawah ini.
a. Metode penebangan konvensional
Y1 = -0,793 + 1,108 X1 – 0,133 X2 + 0,038 X3 – 0,339 X4 (R2 = 84,4 %)
Dimana Y1 adalah prestasi kerja penebangan konvensional, X1 merupakan kelas diameter, X2 adalah kelas kelerengan, X3 adalah panjang batang bebas cabang dan X4 adalah panjang banir. Arti dari persamaan diatas adalah setiap peningkatan satu senti meter diameter pohon akan menyebabkan peningkatan prestasi kerja sebesar 1,108 m3/jam, setiap peningkatan satu persen kelerengan lapangan akan menyebabkan penurunan prestasi kerja sebesar 0,133 m3/jam, setiap peningkatan satu meter panjang batang bebas cabang akan menyebabkan
peningkatan prestasi kerja sebesar 0,038 m3/jam, dan setiap peningkatan satu senti meter panjang banir akan menyebabkan penurunan prestasi kerja 0,339 m3/jam.
Untuk lebih jelasnya mengenai perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan analisis regresi ganda terhadap prestasi kerja penebangan konvensional seperti yang tercantum pada Tabel 12 terlampir pada Lampiran 24. Hasil keragamannya disajikan pada Tabel 12.
Tabel 12 Analisis regresi ganda terhadap prestasi kerja penebangan konvensional F tab. Sumber Keragaman db JK KT F Hit. 0,05 0,01 Regresi Sisa Total 4 25 29 171,37 31,68 203,05 42,84 1,27 33,81 2,76 4,18
Berdasarkan Tabel 12 bahwa F Hitung lebih besar dari F Tabel pada taraf nyata 0,05 dan 0,01. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir berpengaruh sangat nyata terhadap prestasi kerja penebangan konvensional. Besarnya koefisien determinasi dari persamaan tersebut yaitu 84,4 %, yang berarti bahwa prestasi kerja (Y1) dipengaruhi sebesar 84,4 % oleh variabel diameter (X1), kelerengan (X2), panjang batang bebas cabang (X3) dan panjang banir (X4). Sedangkan sisanya 15,4 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti keterampilan pekerja, kondisi alat, kondisi pekerja, dan lain sebagainya.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap prestasi kerja penebangan konvensional maka dilakukan uji-t. Hasil uji-t dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13 Hasil uji-t terhadap prestasi kerja penebangan konvensional Variabel t hitung t tabel (α = 0,05)
Diameter 7,038 2,048
Kelerengan -1,455 2,048
Panjang Tbc 0,481 2,048
Hasil hipotesis berdasarkan uji-t dirumuskan secara statistik berikut : H1 : Pyx ≠ 0
H0 : Pyx = 0
H1 : Diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan konvensional H0 : Diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir tidak
berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan konvensional Grafik hubungan antara diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir terhadap prestasi kerja penebangan konvensional disajikan pada Gambar 10.
Gambar 10 Regresi hubungan antara kelas diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir terhadap prestasi kerja penebangan konvensional
Kaidah keputusan :
t hitung ≥ t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan t hitung ≤ t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan Hasil kaidah keputusan di atas menunjukkan :
a. t hitung > t tabel atau 7,038 > 2,048, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan. Jadi, diameter berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan konvensional 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Expect ed Cu m Prob
Dependent Variable: Prestasi kerja penebangan konvensional Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
b. t hitung < t tabel atau -1,455 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, kelerengan tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan konvensional
c. t hitung < t tabel atau 0,481 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, panjang batang bebas cabang tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan konvensional
d. t hitung < t tabel atau -2,279 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, panjang banir tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan konvensional
Dari ke empat faktor yaitu diameter (X1), kelerengan lapangan (X2), panjang batang bebas cabang (X3) dan panjang banir (X4) yang paling berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan konvensional adalah diameter. Hal ini disebabkan karena semakin besar diameter (volumenya) dan semakin kecil waktu kerja maka prestasi kerja akan semakin tinggi. Karena prestasi kerja berbanding lurus dengan volume dan berbanding terbalik dengan waktu kerja. Sedangkan faktor yang lain tidak berpengaruh signifikan khususnya kelas kelerengan karena kelas kelerengan pada petak 108 F hampir sama, yaitu datar dan landai.
b. Metode penebangan rata tanah
Y2 = -1,918 + 1,335 X1 – 0,017 X2 + 0,360 X3 – 0,573 X4 (R2 = 84,7 %)
Dimana Y2 adalah prestasi kerja penebangan rata tanah, X1 merupakan diameter pohon, X2 adalah kelerengan lapangan, X3 adalah panjang batang bebas cabang, dan X4 adalah panjang banir. Arti dari persamaan diatas adalah setiap peningkatan satu senti meter diameter pohon akan menyebabkan peningkatan prestasi kerja sebesar 1,335 m3/jam, setiap peningkatan satu persen kelerengan lapangan akan menyebabkan penurunan prestasi kerja sebesar 0,017 m3/jam, setiap peningkatan satu meter panjang batang bebas cabang akan menyebabkan peningkatan prestasi kerja sebesar 0,360 m3/jam, dan setiap peningkatan satu senti meter panjang banir akan menyebabkan penurunan prestasi kerja 0,573 m3/jam.
Untuk lebih jelasnya mengenai perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan analisis regresi ganda terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah
seperti yang tercantum pada Tabel 14 terlampir pada Lampiran 25. Hasil keragamannya disajikan pada Tabel 14.
Tabel 14 Analisis regresi ganda terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah F tab. Sumber Keragaman db JK KT F Hit. 0,05 0,01 Regresi Sisa Total 4 25 29 35,20 6,34 41,54 8,80 0,25 34,69 2,76 4,18
Berdasarkan Tabel 14 bahwa F Hitung lebih besar dari F Tabel pada taraf nyata 0,05 dan 0,01. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir berpengaruh sangat nyata terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah. Besarnya koefisien determinasi dari persamaan tersebut yaitu 84,7 %, yang berarti bahwa prestasi kerja penebangan rata tanah (Y2) dipengaruhi sebesar 84,7 % oleh variabel diameter (X1), kelerengan (X2), panjang batang bebas cabang (X3) dan panjang banir (X4). Sedangkan sisanya sebesar 15,3 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti keterampilan pekerja, kondisi alat, kondisi pekerja, dan lain sebagainya.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah maka dilakukan uji-t. Hasil uji-t dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15 Hasil uji-t terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah Variabel t hitung t tabel (α = 0,05)
Diameter 7,658 2,048
Kelerengan -0,188 2,048
Panjang Tbc 2,929 2,048
Panjang banir -3,026 2,048
Hasil hipotesis berdasarkan uji-t dirumuskan secara statistik berikut : H1 : Pyx ≠ 0
H1 : Diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah
H0 : Diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah
Grafik hubungan antara kelas diameter, kelas kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah tersaji pada Gambar 11.
Gambar 11 Regresi hubungan antara diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah.
Kaidah keputusan :
t hitung ≥ t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan t hitung ≤ t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan Hasil kaidah keputusan di atas menunjukkan :
a. t hitung > t tabel atau 7,658 > 2,048, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan. Jadi, diameter berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah.
b. t hitung < t tabel atau -0,188 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, kelerengan tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah.
c. t hitung > t tabel atau 2,929 > 2,048, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan. Jadi, panjang batang bebas cabang berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah.
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Exp ected C um Pr ob
Dependent Variable: Prestasi kerja penebangan rata tanah Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
d. t hitung < t tabel atau -3,026 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, panjang banir tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah.
Dari ke empat faktor yaitu diameter (X1), kelerengan lapangan (X2), panjang batang bebas cabang (X3) dan panjang banir (X4) yang paling berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja penebangan rata tanah adalah diameter dan panjang batang bebas cabang. Hal ini disebabkan karena semakin besar diameter (volumenya) dan semakin kecil waktu kerja maka prestasi kerja akan semakin tinggi. Karena prestasi kerja berbanding lurus dengan volume dan berbanding terbalik dengan waktu kerja. Sedangkan faktor yang lain tidak berpengaruh signifikan khususnya kelas kelerengan karena kelas kelerengan pada petak 108 F hampir sama, yaitu datar dan landai.
2. Pengaruh diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir terhadap efisiensi penebangan
Efisiensi kegiatan penebangan konvensional dan rata tanah merupakan perbandingan antara volume kayu yang dipungut dengan volume kayu yang seharusnya dapat dimanfaatkan. Efisiensi kegiatan penebangan konvensional dan rata tanah tersaji pada Tabel 16. Perhitungan yang berkaitan dengan efisiensi penebangan konvensional dan rata tanah secara lengkap tersaji pada Lampiran 22 dan 23.
Tabel 16 Efisiensi kegiatan penebangan konvensional dan rata tanah Teknik Penebangan Vol.kayu yang
dipungut (m3)
Vol.kayu yang seharusnya
dapat dimanfaatkan (m3) Efisiensi (%)
Konvensional 1,7637 2,0074 87,86
Rata Tanah 1,7507 1,9646 89,11
Tabel 16 memperlihatkan gambaran efisiensi pemanenan kayu dengan teknik penebangan rata tanah dan konvensional. Pada teknik penebangan rata tanah besarnya efisiensi penebangan berkisar antara 46,15-98,61 % dengan nilai rata-rata efisiensi sebesar 89,11 %. Dan pada teknik penebangan konvensional besarnya efisiensi penebangan berkisar antara 71,10-96,90 % dengan nilai rata-
rata efisiensi sebesar 87,86 %. Berarti bahwa efisiensi penebangan rata tanah lebih tinggi dari pada efisiensi penebangan konvensional.
Kemudian dari hasil uji-t untuk membandingkan efisiensi kedua teknik penebangan, menghasilkan t hitung = 3,218 (t tabel 95 % = 2,004). Maka dapat dikatakan bahwa efisiensi pemanenan kayu antara teknik penebangan rata tanah dengan konvensional adalah berbeda sangat nyata pada taraf (α = 0,05). Dengan demikian ditinjau dari efisiensinya, teknik penebangan rata tanah adalah lebih baik dari pada teknik penebangan konvensional.
Dari hasil analisis terlihat bahwa teknik penebangan rata tanah di satu sisi dapat meningkatkan efisiensi pemanenan kayu, yang berarti meningkatkan pemanfaatan kayu rata-rata sebesar 0,0227 m3/pohon. Namun di sisi lain produktivitasnya menjadi menurun, rata-rata besarnya penurunan produktivitas adalah sebesar 3,31 m3/jam.
Besarnya efisiensi penebangan dipengaruhi oleh diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir. Untuk mengetahui besarnya pengaruh diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir terhadap efisiensi penebangan digunakan analisis regresi ganda terhadap metode penebangan yang digunakan, hasilnya dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi yang akan dijelaskan di bawah ini.
a. Metode penebangan konvensional
E1 = 70,901 + 1,228 X1 – 0,021 X2 – 0,115 X3 – 0,602 X4 (R2 = 63,6 %)
Dimana E1 adalah efisiensi penebangan konvensional, X1 merupakan diameter, X2 adalah kelerengan, X3 panjang batang bebas cabang, dan X4 adalah panjang banir. Arti dari persamaan diatas adalah jika tidak ada peningkatan diameter maka efisiensi penebangan adalah sebesar 70,901 %. Peningkatan satu senti meter diameter pohon akan menyebabkan peningkatan efisiensi sebesar 1,228 %, peningkatan satu persen kelerengan lapangan akan menyebabkan penurunan efisiensi penebangan sebesar 0,021 %, penurunan satu meter panjang batang bebas cabang akan menyebabkan penurunan efisiensi penebangan sebesar 0,115 %, dan peningkatan satu senti meter panjang banir akan menyebabkan penurunan efisiensi sebesar 0,602 %.
Untuk lebih jelasnya mengenai perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan analisis regresi ganda terhadap efisiensi penebangan konvensional secara lengkap tersaji pada Lampiran 26. Hasil keragamannya tersaji pada Tabel 17. Tabel 17 Analisis regresi ganda terhadap efisiensi penebangan konvensional
Sumber Keragaman Db JK KT F Hit. F tabel 0,05 F tabel 0,01 Regresi Sisa Total 4 25 29 744,30 426,30 1170,60 186,07 17,05 10,91 2,76 4,18
Grafik hubungan antara diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir terhadap efisiensi penebangan konvensional disajikan pada Gambar 12.
Gambar 12 Regresi hubungan antara diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang dan panjang banir terhadap efisiensi penebangan konvensional.
Berdasarkan Tabel 17 bahwa F Hitung lebih besar dari F Tabel pada taraf nyata 0,05 dan 0,01. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir berpengaruh nyata terhadap efisiensi penebangan rata tanah. Besarnya koefisien determinasi dari persamaan tersebut yaitu 63,6 %, yang berarti bahwa efisiensi penebangan (E1) dipengaruhi sebesar 63,6 % oleh variabel diameter (X1), kelerengan (X2), dan panjang batang bebas cabang (X3), dan panjanng banir (X4). Sedangkan sisanya sebesar 36,4 %
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Expect ed Cum P rob
Dependent Variable: Efisiensi penebangan konvensional Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti keterampilan pekerja, kondisi alat, kondisi pekerja, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap efisiensi penebangan konvensional maka dilakukan uji-t. Hasil uji-t dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18 Hasil uji-t terhadap efisiensi penebangan konvensional Variabel t hitung t tabel (α = 0,05)
Diameter 5,104 2,048
Kelerengan -0,150 2,048
Panjang Tbc -0,941 2,048
Panjang banir -2,653 2,048
Hasil hipotesis berdasarkan uji-t dirumuskan secara statistik berikut : H1 : Pyx ≠ 0
H0 : Pyx = 0
H1 : Diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan konvensional
H0 : Diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan konvensional
Kaidah keputusan :
t hitung ≥ t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan t hitung ≤ t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan Hasil kaidah keputusan di atas menunjukkan :
a. t hitung > t tabel atau 5,104 > 2,048, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan. Jadi, diameter berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan konvensional
b. t hitung < t tabel atau -1,150 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, kelerengan tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan konvensional
c. t hitung < t tabel atau -0,941 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, panjang batang bebas cabang tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan konvensional.
d. t hitung < t tabel atau -2,653 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, panjang banir tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan konvensional.
Dari ke empat faktor yaitu diameter (X1), kelerengan lapangan (X2), panjang batang bebas cabang (X3) dan panjang banir (X4) yang paling berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan konvensional adalah diameter. Hal ini disebabkan karena semakin besar diameter (volume kayu yang dipungut), maka akan semakin tinggi efisiensinya.
b. Metode penebangan rata tanah
E2 = 61,564 + 0,883 X1 – 0,087 X2 + 0,251 X3 – 0,350 X4 (R2 = 44 %)
Dimana E2 adalah efisiensi penebangan rata tanah, X1 merupakan kelas diameter, X2 adalah kelerengan, X3 adalah panjang batang bebas cabang, dan X4 adalah panjang banir. Arti dari persamaan diatas adalah jika tidak ada peningkatan diameter maka efisiensi penebangan rata tanah adalah sebesar 61,564 %. Peningkatan satu senti meter diameter pohon akan menyebabkan peningkatan efisiensi sebesar 0,883 %. Peningkatan satu persen kelerengan akan menyebabkan penurunan efisiensi penebangan sebesar 0,087 %. Peningkatan satu senti meter panjang batang bebas cabang akan menyebabkan peningkatan efisiensi penebangan sebesar 0,251 %. Dan peningkatan satu senti meter panjang banir akan menyebabkan penurunan efisiensi penebangan sebesar 0,350 %.
Untuk lebih jelasnya mengenai perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan analisis regresi linier ganda terhadap efisiensi penebangan rata tanah secara lengkap tersaji pada Lampiran 27. Hasil analisis keragamannya tersaji pada Tabel 19.
Tabel 19 Analisis regresi ganda terhadap efisiensi penebangan rata tanah Sumber Keragaman db JK KT F Hit. F tabel 0,05 F tabel 0,01 Regresi Sisa Total 4 25 29 1171,81 1489,13 2660,94 292,95 59,57 4,918 2,76 4,18
Berdasarkan Tabel 19 bahwa F Hitung lebih besar dari F Tabel pada taraf nyata 0,05 dan 0,01. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir berpengaruh cukup nyata terhadap efisiensi penebangan rata tanah. Besarnya koefisien determinasi dari persamaan tersebut yaitu 44 %, yang berarti bahwa efisiensi penebangan (E2) dipengaruhi sebesar 44 % oleh variabel diameter (X1), kelerengan (X2), panjang batang bebas cabang (X3), dan panjang banir (X4). Sedangkan sisanya 56 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti keterampilan pekerja, kondisi alat, kondisi pekerja, dan lain sebagainya. Grafik hubungan antara diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir terhadap efisiensi penebangan rata tanah disajikan pada Gambar 13.
Gambar 13 Regresi hubungan antara diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir terhadap efisiensi penebangan rata tanah.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap efisiensi penebangan rata tanah maka dilakukan uji-t. Hasil uji-t tersaji pada Tabel 20. Tabel 20 Hasil uji-t terhadap efisiensi penebangan rata tanah
Variabel t hitung t tabel (α = 0,05)
Diameter 2,647 2,048 Kelerengan -0,511 2,048 Panjang Tbc 1,476 2,048 Panjang banir -0,965 2,048 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 E xpe ct ed Cum P rob
Dependent Variable: Efisiensi penebangan rata tanah Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Hasil hipotesis berdasarkan uji-t dirumuskan secara statistik berikut : H1 : Pyx ≠ 0
H0 : Pyx = 0
H1 : Diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan rata tanah
H0 : Diameter, kelerengan, panjang batang bebas cabang, dan panjang banir tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan rata tanah
Kaidah keputusan :
t hitung ≥ t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan t hitung ≤ t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan Hasil kaidah keputusan di atas menunjukkan :
a. t hitung > t tabel atau 2,647 > 2,048, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan. Jadi, diameter berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan rata tanah.
b. t hitung < t tabel atau -0,511 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, kelerengan tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan rata tanah
c. t hitung < t tabel atau 1,476 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, panjang batang bebas cabang tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan rata tanah.
d. t hitung < t tabel atau -0,965 < 2,048, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak signifikan. Jadi, panjang banir tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan rata tanah.
Dari ke empat faktor yaitu diameter (X1), kelerengan lapangan (X2), panjang batang bebas cabang (X3) dan panjang banir (X4) yang paling berpengaruh signifikan terhadap efisiensi penebangan rata tanah adalah diameter. Hal ini disebabkan karena semakin besar diameter (volume kayu yang dipungut), maka akan semakin tinggi efisiensinya.