BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
1. Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai tes akhir baik pada siklus I maupun siklus II. Optimalisasi hasil belajar siswa berupa hasil tes akhir diukur dari ketercapaian ketuntasan belajar secara klasikal dan nilai rata-rata kelas yang didapat oleh siswa. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil
45
belajar siklus I, sebagai gambaran ketuntasan klasikal, maka diketahui hasil tes akhir siklus I belum mencapai ketuntasan klasikal. Ketuntasan klasikal hasil tes akhir pada siklus I hanya sebesar 79,41% atau hanya 27 siswa yang mencapai ketuntasan individual. Hasil post test tersebut belum sesuai dengan indikator ketuntasan belajar secara klasikal yang ditetapkan yaitu ≥ 85%. Hasil tes akhir siklus I telah menunjukkan peningkatan dari hasil belajar observasi awal yaitu 79,41%.
Kurang optimalnya hasil belajar siswa pada siklus I disebabkan juga guru belum dapat mengkondisikan kelas dengan baik yang ditunjukkan dengan masih banyaknya siswa yang ramai sendiri selama proses pembelajaran, dan terdapat siswa yang nampak bosan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil ini perlu ditindak lanjuti dengan mengoptimalkan pembelajaran Aqidah Akhlak menggunakan metode information search pada kegiatan pembelajaran siklus II untuk membiasakan siswa belajar dengan metode information search, dan lebih memotivasi siswa agar aktif dalam proses pembelajaran.
Hasil belajar yang telah dicapai pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I dimana pada siklus I ketuntasan klasikal hanya 79,41%, sedangkan pada siklus II ketuntasan klasikal telah mencapai 94,12%
dimana ada 32 siswa yang mencapai ketuntasan individual. Ini berarti hasil siklus II telah mencapai indikator keberhasilan tindakan yaitu ketuntasan klasikal sebesar 85%.
Hal ini tidak terlepas dari kemampuan siswa dalam mengikuti pola pembelajaran dengan menggunakan metode information search dengan baik, di samping itu kemampuan guru dalam mengelola kelas juga mendukung keberhasilan dalam pembelajaran. Guru harus mampu untuk menyusun kegiatan belajar yang mendorong siswa menjadi aktif, berorientasi pada tujuan dan juga proses serta sesuai dengan siklus belajar.
Pembelajaran Aqidah Akhlak dengan menggunakan metode information search dilakukan dalam kaidah mengajak siswa langsung untuk mencari informasi yang berkaitan dengan materi pelajaran. Jadi pengetahuan
langsung melalui pembelajaran semacam ini.
Sebagai gambaran kuantitatif terhadap keberhasilan peningkatan hasil belajar atau prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak dengan penerapan metode information search ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.10
Rangkuman Perkembangan Hasil Belajar Siswa
No Keterangan Perolehan
Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Nilai terendah 43 53 60
2 Nilai tertinggi 73 80 93
3 Rata-rata kelas 65 71 82
4 Jumlah siswa yang belum tuntas 14 7 2
5 Jumlah siswa yang sudah tuntas 20 27 32
6 Prosentase ketuntasan klasikal 58.82% 79.41% 94.12%
Peningkatan hasil belajar siswa dalam bentuk diagram dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik
Nilai rata-rata 65 71 82
Prosentase Ketuntasan
58.82 79.41 94.12
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Gambar 4.1 Diagram Peningkatan Hasil Belajar Siswa
47
2. Aktivitas siswa di dalam proses pembelajaran
Peneliti juga melakukan penilaian terhadap aktivitas belajar siswa.
Keberhasilan aktivitas belajar siswa diukur berdasarkan aktivitas siswa secara klasikal. Peningkatan aktivitas siswa dikatakan berhasil apabila aktivitas belajar klasikalnya > 75%.
Pada siklus I aktivitas siswa selama proses pembelajaran masih belum mencapai harapan yang ditargetkan yaitu aktivitas siswa secara klasikal sebesar 75%. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 70% masih dalam kategori baik, namun secara keseluruhan hasil belum menunjukkan peningkatan yang diinginkan. Hal ini dikarenakan siswa belum terbiasa dengan metode pembelajaran aktif yaitu metode information search.
Pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan yang sangat berarti. Nilai aktivitas siswa secara klasikal telah mencapai 80%. Ini berarti indikator keberhasilan aktivitas siswa telah tercapai yaitu aktivitas siswa secara klasikal sebesar 75%. Keberhasilan ini didorong oleh pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang selalu memberikan dorongan kepada siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran yang diterapkan memberikan peluang bagi siswa untuk berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Keberhasilan ini juga didorong oleh sikap siswa yang sudah menyenangi atau merespon secara positif terhadap metode yang digunakan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Peningkatan aktivitas siswa tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4. 11
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Per Siklus Keterangan Pra Siklus Siklus I Siklus II
rata-rata 2 3 3
% 50 70 80
kriteria Kurang Baik Sangat Baik
dalam bentuk diagram dapat dilihat pada gambar berikut.
50
70 80
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Prosentase Aktifitas Peserta Didik
Series1 50 70 80
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Gambar 4. 2 Diagram Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa
3. Pengelolaan Pembelajaran
Pengelolaan pembelajaran selama siklus I ke siklus II terus mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-ratanya adalah 3 kategori cukup dan pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 4 kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran yang baik akan melahirkan proses pembelajaran yang berkualitas, efektif, efisien, berlangsung dengan lancar, dan melahirkan aktivitas siswa yang tinggi untuk tercapainya tujuan yang diinginkan.
Berdasarkan hasil observasi pengelolaan pembelajaran pada siklus I, kegiatan pembelajaran dengan metode information search yang telah dilaksanakan oleh guru nilai rata-ratanya 3 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 4.
Perkembangan pengelolaan pembelajaran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
49
Tabel 4.12
Perkembangan Pengelolaan Pembelajaran Per Siklus Keterangan Pra Siklus Siklus I Siklus II
rata-rata 2 3 4
kriteria Kurang Baik Sangat Baik
Berdasarkan hasil observasi pengelolaan pembelajaran pada siklus I dan II, kegiatan inti dari pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh peneliti dan siswa mengalami beberapa kelemahan dan perbaikan oleh peneliti, diantaranya yaitu:
a. Proses pencarian informasi
Peneliti pada tahap ini telah berusaha membimbing siswa dalam mencari informasi secara mandiri. Siswa mencari sendiri masalah yang terkait dengan materi pembelajaran, namun siswa masih belum maksimal dalam pencarian informasi tersebut, meskipun guru telah memastikan bahwa referensi yang mereka cari tersedia di perpustakaan.
Keadaan ini pada siklus II telah diperbaiki oleh guru dalam memotivasi siswa supaya lebih serius dalam mencari informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran Guru juga memberikan bimbingan dan pengawasan secara langsung saat proses pencarian informasi sedang berlangsung.
b. Mengorganisasi Siswa dalam Belajar
Kegiatan selanjutnya adalah mengorganisasi siswa dalam belajar. Guru mengorganisir siswa dalam belajar dengan membentuk kelompok kecil yang heterogen pada siklus I dan begitu pula pada siklus II dalam hal ini telah terlaksana dengan baik. Interaksi siswa dalam kelompok terjadi dengan baik mereka dapat bertatap muka, melakukan dialog, tidak hanya dengan guru, tetapi juga sesama siswa. Interaksi semacam itu sangat membantu siswa, khususnya bagi siswa yang tingkat pemahaman materinya rendah.
Kegiatan yang ketiga adalah membimbing menemukan jawaban dari informasi yang didapat baik secara individu maupun kelompok. Pada siklus I guru memberikan bimbingan dalam menemukan jawaban dari soal-soal yang diberikan guru secara intensif karena siswa tidak terbiasa dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode information search.
Pada siklus II guru tetap melaksanakan bimbingan pada siswa untuk melakukan diskusi kelompok, guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai lewat membaca buku-buku untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Sehingga mereka mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan lebih baik.
51 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat peneliti kemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Sebelum dilaksanakan pembelajaran Aqidah Akhlak dengan menerapkan metode information search di kelas IX MTs Ma’arif NU I Karanglewas Kabupaten Banyumas, siswa terlihat pasif dalam mengikuti pembelajaran.
Hal ini dikarenakan metode yang digunakan guru masih bersifat konvensional dan belum mampu meningkatkan aktifitas siswa. Namun setelah pelaksanaan tindakan kelas dalam pembelajaran Aqidah Akhlak dengan menerapkan metode information search, siswa terlihat lebih aktif dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan metode information search menuntut siswa untuk lebih aktif dalam mencari informasti atau sumber belajar secara mandiri.
2. Pelaksanaan proses pembelajaran Aqidah Akhlak dengan penerapan metode information search dinilai efektif karena ada beberapa faktor penyebab yaitu, siswa antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, siswa banyak diberi kesempatan untuk mengalami atau melakukan sendiri, mengembangkan kemampuan siswa untuk berfikir kritis dan kreatif, menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menyenangkan, sedangkan guru dapat memahami dan mengenal siswa secara perorangan.
Dalam hal ini berarti siswa menampakkan kesenangan dan keseriusan mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak yang sedang berlangsung.
3. Metode information search dalam pembelajaran Aqidah Akhlak mampu meningkatkan aktivitas belajar Aqidah Akhlak siswa kelas IX MTs Ma’arif NU I Karanglewas Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2010/2011. Pada siklus I prosentase keaktifan siswa sebesar 70% dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80% dengan kategori baik sekali. Disamping itu, prestasi belajar Aqidah Akhlak siswa
search. Hal ini terlihat dari prosentase ketuntasan belajar secara klasikal yaitu pada siklus I sebesar 79,41%, dan pada siklus II sebesar 94,12%.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian diatas, ada beberapa saran yang penulis tawarkan, di antaranya adalah:
1. Bagi Guru
Untuk mencapai kualitas proses belajar mengajar dan kualitas hasil belajar yang baik dalam pembelajaran dengan metode information search diperlukan persiapan perangkat pembelajaran yang cukup memadai, misalnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, buku siswa, dan LKS yang harus dimiliki oleh setiap siswa, serta mempersiapkan instrumen penilaian.
2. Bagi Siswa
Kepada siswa MTs Ma’arif NU I Karanglewas khususnya, dan siswa secara umum, agar dalam mempelajari Aqidah Akhlak selalu rajin, tekun dan sabar, jika ingin memperoleh nilai yang baik. Dengan pengalaman pembelajaran melalui metode information search, aktivitas dan prestasi belajar siswa dapat meningkat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, tingkatkan praktek dan cara-cara keterampilan kooperatif dalam pembelajaran selanjutnya.
3. Bagi Peneliti Berikutnya
Bagi pihak lain yang ingin menerapkan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan peneliti ini, sedapat mungkin terlebih dahulu dianalisis kembali untuk disesuaikan penerapannya, terutama dalam hal alokasi waktu, fasilitas pendukung termasuk media pembelajaran, dan karakteristik siswa yang ada pada sekolah tempat perangkat ini akan diterapkan.
53
4. Bagi Pihak Sekolah
Bagi pihak sekolah khususnya kepala sekolah untuk sering memberikan pendidikan dan latihan (diklat) bagi guru-guru tentang wawasan dunia pendidikan terutama dalam penerapan metode pembelajaran yang lebih inovatif, agar guru dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan pelajaran yang diajarkannya sehingga tujuan belajar mudah dicapai.
C. Penutup
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Taufiq dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Betapapun penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan yang ada untuk menyajikan karya tulis yang sebaik-baiknya tapi dalam skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dan penulis terima dengan tangan terbuka.
Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, penulis ucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada penulis khususnya dan pembaca pada umumnya serta dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan pendidikan di masa mendatang.
Ahmadi, Abu, Psikologi Belajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995.
Ali, Muhammad, Strategi Penelitian Statistik, Bandung: Bumi Aksara, 1993.
Arikunto, Suharsimi, et.al., Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2006.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:
Rineka Cipta, 2002.
Badan Standar Nasional Pendidikan BNSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Khusus Madrasah Tsanawiyah MTs, Jakarta: PT Binatama Raya, 2007.
Dimyati dan Mujiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
Echols, John M. dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: Gramedia, 1992.
Gie, The Liang, Cara Belajar Yang Efisien, Yogyakarta: Pusat Kemajuan Studi, t.th.
Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, Jilid I, Yogyakarta: Andi Offset, 2000.
Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, Semarang: RaSAIL, 2009.
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: Gramedia, 1991.
Moleong, Lexi J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2000.
Mulyasa, E., Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008, cet. 7.
Mulyono, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Muslim, Aplikasi Statistik, Semarang: IAIN Walisongo, 1996.
Nasution, Harun, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta: UI Press, 1985.
Nata, Abudin, Akhlak Tasawuf, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.
Sardiman, A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2000.
Silberman, Mel, Active Learning: 101 Strategi To Teach Any Subject, terj. Sadjuli, dkk, Yogyakarta: YAPPENDIS, 1996.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Menpengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 1991.
Soemanto, Wasty, Psikologi Pendidikan, Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, Jakarta: Gramedia, 1990.
Soenarjo, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang: Toha Putra, 1989.
Sriyono dkk, Tehnik Belajar Mengajar Dalam CBSA, Jakarta: Rineka Cipta, 1992.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Bandung:
Alfabeta, 2006, Cet. II.
Suharso dan Ana Retnoningsih, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Semarang:
Widya Karya, 2009.
Suryabrata, Sumadi, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1996.
Wardani, I.G.A.K., dkk., Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2004.
Wiriaatmaja, Metode Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005.
Yamin, Martinis dan Maisah, Manajemen Pembelajaran Kelas: Strategi Meningkatkan Mutu Pembelajaran, Jakarta: GP Press, 2009.
Nama : Alfiatul Hasanah Rosyid Tempat/Tanggal lahir : Banyumas, 22 Juni 1970
Alamat : Karangkemiri RT 07/02 Pekuncen Banyumas
Agama : Islam
Jenjang Pendidikan :
1. SDN I Karangkemiri Pekuncen Lulus Tahun 1983 2. SMP Muhammadiyah Purwokerto Lulus Tahun 1986 3. SMA Muhammadiyah Purwokerto Lulus Tahun 1989
4. IAIN Walisongo Angkatan 2007
Demikian daftar riwayat hidup penulis yang dibuat dengan sesungguhnya, dan semoga dapat menjadi keterangan yang jelas.
Semarang, Maret 2011 Penulis
Alfiatul Hasanah Rosyid