IMPORTIR UTAMA DUNIA
6.1. Ekspor PulpBerdasarkan hasil respesifikasi model maka didapatkan model yang sesuai untuk menggambarkan ekspor pulp di negara eksportir utama dunia dibagi menjadi tiga persamaan berdasarkan negara eksportir pulp terbesar di dunia dalam periode 2008-2012, yaitu : (1) persamaan ekspor pulp negara Kanada, (2) persamaan ekspor pulp negara Brazil, dan (3) persamaan ekspor pulp negara Indonesia. Adapun hasil dan pembahasannya adalah sebagai berikut.
6.1.1. Ekspor Pulp Negara Kanada
Berdasarkan hasil respesifikasi model (Lampiran 3) maka didapatkan model yang sesuai untuk menggambarkan ekspor pulp negara Kanada. Hasil estimasi pada Tabel 18 menunjukkan bahwa ekspor pulp negara Kanada dapat dijelaskan oleh harga rill ekspor pulp negara Kanada (HEKSCA), produksi pulp negara Kanada tahun sebelumnya (LPPCA), kurs rill dollar Kanada terhadap dollar Amerika Serikat (KURCA), dan ekspor pulp negara Kanada tahun sebelumnya (LEKSCA).
Tabel 18. Hasil Estimasi Parameter dan Nilai Elastisitas Persamaan Ekspor Pulp Negara Kanada
No Variabel Parameter Estimasi
Elastisitas
Prob>|t| VIF
SR LR
1 (Constant) -4356,23 n.a n.a 0,26 n.a
2 HEKSCA 11,39 0,22 0,47 0,02**** 2,11
3 LPPCA 0,00 0,01 0,02 0,48 2,48
4 LKURCA 9425,26 0,40 0,88 0,00**** 2,07
5 LEKSCA 0,55 n.a n.a 0,00**** 2,66
Prob F 0,00 Prob. Chi-Square 0,56
R2 0,75 Prob.Obs* R-Square 0,19
Dh 0,20 Jarque-Bera 1,25
Keterangan: n.a= not applicable
**** berpengaruh nyata taraf α = 5%
Semua tanda koefisien variabel independen pada persamaan ekspor pulp sudah sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan dan logis dari sudut pandang ekonomi. Variabel-variabel penjelas secara bersama-sama mampu menjelaskan dengan baik variabel independen ekspor pulp negara Kanada yaitu harga rill
ekspor pulp negara Kanada, produksi pulp negara Kanada tahun sebelumnya, kurs rill dollar Kanada terhadap dollar Amerika Serikat, dan ekspor pulp negara Kanada tahun sebelumnya dengan nilai prob-F sebesar 0,00. Hal ini dikarenakan nilai uji statistik-F kurang dari taraf α 5%. Koefisien determinasi (R2) dari persamaan ekspor pulp negara Kanada sebesar 0,75. Hal ini berarti bahwa 75 persen keragaman ekspor pulp negara Kanada dapat dijelaskan oleh keragaman variabel-variabel penjelas dalam persamaan, sementara 25% keragaman ekspor pulp negara Kanada dijelaskan oleh keragaman variabel lain yang tidak digunakan dalam persamaan tersebut.
Hasil uji normalitas (Lampiran 4) didapatkan nilai Jarque-Bera sebesar 1,25 lebih besar dari taraf α 5% artinya error term dalam persamaan ekspor pulp negara Kanada terdistribusi normal. Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi dengan menghitung durbin-H didapatkan nilai h-hitung sebesar 0,20, maka disimpulkan tidak terdapat masalah autokorelasi dalam persamaan ekspor pulp negara Kanada. Pengujian multikolinearitas (Lampiran 6) dengan melihat nilai VIF menunjukkan bahwa tidak ada nilai VIF dari keempat variabel independen bernilai lebih dari 10 (VIF<10) artinya persamaan ekspor pulp negara Kanada telah terbebas dari masalah multikolinearitas yang serius. Hasil dari uji White (Lampiran 7) didapatkan bahwa nilai probabilitas Obs*R-Square sebesar 0,19 lebih besar dari taraf α 5% artinya persamaan sudah terbebas dari gejala heteroskedastisitas.
Hasil estimasi parameter ekspor pulp negara Kanada dari empat variabel penjelas yang digunakan dalam persamaan, terdapat tiga variabel yang berpengaruh nyata yaitu harga rill ekspor pulp negara Kanada, kurs rill dollar Kanada terhadap dollar Amerika Serikat, dan ekspor pulp negara Kanada tahun sebelumnya. Produksi pulp negara Kanada tahun sebelumnya tidak berpengaruh nyata terhadap ekspor pulp negara Kanada pada taraf α sebesar 5%.
Harga rill ekspor pulp negara Kanada berpengaruh positif terhadap ekspor pulp negara Kanada dengan nilai koefisien dugaan sebesar 11,39. Setiap peningkatan harga ekspor pulp sebesar 1 US$/ton akan meningkatkan jumlah ekspor pulp negara Kanada sebesar 11,39 ribu ton, ceteris paribus. Respon ekspor pulp negara Kanada bersifat inelastis terhadap harga rill ekspor pulp negara
Kanada pada jangka pendek dan jangka panjang yang artinya perubahan harga rill ekspor pulp negara Kanada hanya membuat perubahan yang kecil terhadap ekspor pulp negara Kanada. Kurs rill dollar Kanada terhadap dollar Amerika Serikat berpengaruh positif terhadap ekspor pulp negara Kanada dengan nilai koefisien dugaan sebesar 9425,26. Setiap peningkatan kurs rill tahun sebelumnya sebesar 1 (Can$/US$) akan meningkatkan jumlah ekspor pulp negara Kanada sebesar 9425,26 ribu ton ,ceteris paribus. Respon ekspor pulp negara Kanada bersifat inelastis terhadap kurs rill dollar Kanada terhadap dollar Amerika Serikat dalam jangka pendek, namun cukup responsif dalam jangka panjang dengan nilai eslatisitas sebesar 0,88, yang artinya jika kurs rill dollar Kanada terhadap dollar Amerika Serikat naik 1% maka ekspor pulp negara Kanada akan meningkat sebesar 0,88%.
Adapun variabel ekspor pulp negara Kanada tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap ekspor pulp negara Kanada, hal ini menunjukkan bahwa ada tenggang waktu yang relatif lambat bagi ekspor pulp negara Kanada untuk menyesuaikan diri dalam merespon perubahan ekonomi yang terjadi. Produksi pulp negara Kanada tidak berpengaruh terhadap jumlah ekspor pulp negara Kanada karena ekspor pulp negara Kanada tidak tergantung pada jumlah produksinya dan lebih ditentukkan oleh jumlah ekspor pulp Kanada pada tahun sebelumnya. Selain itu, nilai parameter produksi pulp negara Kanada bernilai nol.
6.1.2. Ekspor Pulp Negara Brazil
Berdasarkan hasil respesifikasi model (Lampiran 8) maka didapatkan model yang sesuai untuk menggambarkan ekspor pulp negara Brazil. Hasil estimasi pada Tabel 19 menunjukkan bahwa ekspor pulp negara Brazil dapat dijelaskan oleh harga rill ekspor pulp negara Brazil tahun sebelumnya (LHEKSBA), produksi pulp negara Brazil tahun sebelumnya (LPPBA), dan kurs rill dollar Brazil terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya (LKURBA).
Semua tanda koefisien variabel independen pada persamaan ekspor pulp sudah sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan dan logis dari sudut pandang ekonomi. Variabel-variabel penjelas secara bersama-sama mampu menjelaskan dengan baik variabel independen ekspor pulp negara Brazil yaitu harga ekspor harga rill ekspor pulp negara Brazil tahun sebelumnya, produksi pulp negara
Brazil tahun sebelumnya, dan kurs rill dollar Brazil terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya dengan nilai prob-F sebesar 0,00. Hal ini dikarenakan nilai uji statistik-F kurang dari taraf α 5%. Koefisien determinasi (R2) dari persamaan ekspor pulp negara Brazil sebesar 0,99. Hal ini berarti bahwa 99% keragaman ekspor pulp negara Brazil dapat dijelaskan oleh keragaman variabel- variabel penjelas dalam persamaan, sementara 1% keragaman ekspor pulp negara Brazil dijelaskan oleh keragaman variabel lain yang tidak digunakan dalam persamaan tersebut.
Tabel 19. Hasil Estimasi Parameter dan Nilai Elastisitas Persamaan Ekspor Pulp Negara Brazil
No Variabel Parameter Estimasi Elastisita Prob>|t| VIF SR LR
1 (Constant) -6709,5640 n.a n.a 0.0000 n.a
2 LHEKSBA 0,0003 0,0103 n.a 0,0301**** 1,471
3 LPPBA 0,7963 1,5129 n.a 0,0000**** 1,527
4 LKURBA 346,8968 0,0415 n.a 0.0731*** 1,788
Prob F 0,0000 P.ob. Chi-Square 0,0965
R2 0,9916 Prob.Obs* R-Square 0,2435
Jarque-Bera 0,8470 Keterangan: n.a= not applicable
**** berpengaruh nyata taraf α = 5% *** berpengaruh nyata taraf α =10%
Hasil uji normalitas (Lampiran 9) didapatkan nilai Jarque-Bera sebesar 0,8470 lebih besar dari taraf α 5% artinya error term dalam persamaan ekspor pulp negara Brazil terdistribusi normal. Hasil pengujian LM-test (Breusch- Godfrey) (Lampiran 10) diketahui bahwa nilai probabilitas Chi-Square sebesar 0,0965 lebih besar dari taraf α 5% artinya dapat disimpulkan tidak terdapat masalah autokorelasi dalam persamaan ekspor pulp negara Brazil. Pengujian multikolinearitas (Lampiran 11) dengan melihat nilai VIF menunjukkan bahwa tidak ada nilai VIF dari keempat variabel independen bernilai lebih dari 10 (VIF<10) artinya persamaan ekspor pulp negara Brazil telah terbebas dari masalah multikolinearitas yang serius. Hasil dari uji White (Lampiran 12) didapatkan bahwa nilai probabilitas Obs*R-Square sebesar 0,2435 lebih besar dari taraf α 5% artinya persamaan sudah terbebas dari gejala heteroskedastisitas.
Hasil estimasi parameter ekspor pulp negara Brazil dari tiga variabel penjelas yang digunakan dalam persamaan, semua variabel berpengaruh nyata
yaitu harga rill ekspor pulp negara Brazil tahun sebelumnya, produksi pulp negara Brazil tahun sebelumnya, dan kurs rill dollar Brazil terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya pada taraf α sebesar 10%.
Harga rill ekspor pulp negara Brazil tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap ekspor pulp negara Brazil dengan nilai koefisien dugaan sebesar 0,0003. Setiap peningkatan harga rill pulp negara Brazil tahun sebelumnya sebesar 1 ribu ton akan meningkatkan jumlah ekspor pulp negara Brazil sebesar 0,0003 ribu ton ,ceteris paribus. Respon ekspor pulp negara Brazil bersifat inelastis terhadap harga rill ekspor pulp negara Brazil, yang artinya perubahan harga rill ekspor pulp negara Brazil tahun sebelumnya hanya membuat perubahan yang kecil terhadap ekspor pulp negara Brazil. Hal ini dikarenakan nilai koefisien yang sangat kecil dan rata-rata laju pertumbuhan harga rill pulp negara Brazil tahun sebelumnya sebesar -239,34% (FAO 2013). Produksi pulp negara Brazil tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap ekspor pulp negara Brazil dengan nilai koefisien dugaan sebesar 0,7963. Setiap peningkatan produksi pulp negara Brazil tahun sebelumnya sebesar 1 ribu ton akan meningkatkan jumlah ekspor pulp negara Brazil sebesar 0,7963 ribu ton, ceteris paribus. Respon ekspor pulp negara Brazil bersifat elastis terhadap produksi pulp negara Brazil tahun sebelumnya dengan nilai elastisitas sebesar 1,5129, artinya jika produksi pulp negara Brazil tahun sebelumnya naik sebesar 1% maka akan meningkatkan ekspor pulp negara Brazil sebesar 1,5129%, ceteris paribus. Kurs rill dollar Brazil terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap ekspor pulp negara Brazil dengan nilai koefisien dugaan sebesar 346,8968. Setiap peningkatan kurs rill negara Brazil pada tahun sebelumnya sebesar 1 (R$/US$) akan meningkatkan jumlah ekspor pulp negara Brazil sebesar 346,8968 ribu ton ,ceteris paribus. Respon ekspor pulp negara Brazil bersifat inelastis terhadap kurs rill dollar Brazil terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya, yang artinya perubahan kurs rill dollar Brazil terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya hanya membuat perubahan yang kecil terhadap ekspor pulp negara Brazil. Ekspor pulp negara Brazil kurang respon terhadap perubahan kurs rill dollar Brazil terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya karena lebih responsif terhadap perubahan produksi pulp negara Brazil tahun sebelumnya.
6.1.3. Ekspor Pulp Negara Indonesia
Berdasarkan hasil respesifikasi model (Lampiran 13) maka didapatkan model yang sesuai untuk menggambarkan ekspor pulp negara Indonesia. Hasil estimasi pada Tabel 20 menunjukkan bahwa ekspor pulp negara Indonesia dapat dijelaskan oleh selisih harga rill ekspor pulp negara Indonesia (DHEKSINA), produksi pulp negara Indonesia (PPINA), dan kurs rill rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (KURINA).
Tabel 20. Hasil Estimasi Parameter dan Nilai Elastisitas Persamaan Ekspor Pulp Negara Indonesia
No Variabel Parameter Estimasi
Elastisitas
Prob>|t| VIF
SR LR
1 (Constant) -691,09 n.a n.a 0.12
2 DHEKSINA 0,42 -0,01 n.a 0.28 1,12
3 LPPINA 0,38 0,79 n.a 0,00**** 3,06
4 KURINA 0,28 0,39 n.a 0,01**** 3,15
Prob F 0,00 Prob. Chi-Square 0,06
R2 0,91 Prob.Obs* R-Square 0,43
Jarque-Bera 0,80
Keterangan: n.a = not applicable
**** berpengaruh nyata taraf α = 5%
Semua tanda koefisien variabel independen pada persamaan ekspor pulp negara Indonesia sudah sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan dan logis dari sudut pandang ekonomi. Variabel-variabel penjelas secara bersama-sama mampu menjelaskan dengan baik variabel independen ekspor pulp negara yaitu selisih harga rill ekspor pulp negara Indonesia, produksi pulp negara Indonesia, dan kurs rill rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dengan nilai prob-F sebesar 0,00. Hal ini dikarenakan nilai uji statistik-F kurang dari taraf α 5%. Koefisien determinasi (R2) dari persamaan ekspor pulp negara Indonesia sebesar 0,91. Hal ini berarti bahwa 91% keragaman ekspor pulp negara Kanada dapat dijelaskan oleh keragaman variabel-variabel penjelas dalam persamaan, sementara 9% keragaman ekspor pulp negara Indonesia dijelaskan oleh keragaman variabel lain yang tidak digunakan dalam persamaan tersebut.
Hasil uji normalitas (Lampiran 14) didapatkan nilai Jarque-Bera sebesar 0,80 lebih besar dari taraf α 5% artinya error term dalam persamaan ekspor pulp Indonesia terdistribusi normal. Hasil pengujian LM-test (Breusch-Godfrey)
(Lampiran 15) diketahui bahwa nilai probabilitas Chi-Square sebesar 0,06 lebih besar dari taraf α 5% artinya dapat disimpulkan tidak terdapat masalah autokorelasi dalam persamaan ekspor pulp negara Indonesia. Pengujian multikolinearitas (Lampiran 16) dengan melihat nilai VIF menunjukkan bahwa tidak ada nilai VIF dari ketiga variabel independen bernilai lebih dari 10 (VIF<10) artinya persamaan ekspor pulp negara Indonesia telah terbebas dari masalah multikolinearitas yang serius. Hasil dari uji White (Lampiran 17) didapatkan bahwa nilai probabilitas Obs*R-Square sebesar 0,43 lebih besar dari taraf α 5% artinya persamaan sudah terbebas dari gejala heteroskedastisitas.
Hasil estimasi parameter ekspor pulp negara Indonesia dari empat variabel penjelas yang digunakan dalam persamaan, terdapat tiga variabel yang berpengaruh nyata yaitu produksi pulp negara Indonesia tahun sebelumnya dan kurs rill rupiah terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya. Selisih harga rill ekspor pulp Indonesia tidak berpengaruh nyata terhadap ekspor pulp negara Indonesia pada taraf α sebesar 5%.
Produksi pulp negara Indonesia tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap ekspor pulp negara Indonesia dengan nilai koefisien dugaan sebesar 0,38. Setiap peningkatan produksi pulp negara Indonesia tahun sebelumnya sebesar 1 ribu ton akan meningkatkan jumlah ekspor pulp negara Indonesia sebesar 0,38 ribu ton, ceteris paribus. Respon ekspor pulp negara Indonesia bersifat cukup responsif terhadap produksi pulp negara Indonesia tahun sebelumnya dengan nilai eslastisitas sebesar 0,76, artinya jika produksi pulp negara Indonesia tahun sebelumnya naik 1% maka ekspor pulp negara Indonesia akan meningkat sebesar 0,76%. Kurs rill rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berpengaruh positif terhadap ekspor pulp negara Indonesia dengan nilai koefisien dugaan sebesar 0,28. Setiap peningkatan kurs rill rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebesar 1 (Rp/US$) akan meningkatkan jumlah ekspor pulp negara Indonesia sebesar 0,28 ribu ton ,ceteris paribus. Respon ekspor pulp negara Indonesia bersifat inelastis terhadap kurs rill rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, yang artinya perubahan Kurs rill rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hanya membuat perubahan yang kecil terhadap ekspor pulp negara Indonesia. Hal ini dikarenakan laju pertumbuhan ekspor pulp negara Indonesia lebih besar yaitu
sebesar 8,76% dibandingkan dengan rata-rata laju pertumbuhan kurs rill rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yaitu sebesar 5,51%. Selisih harga rill ekspor tidak berpengaruh terhadap terhadap ekspor pulp negara Indonesia karena laju pertumbuhan ekspor pulp negara Indonesia lebih besar yaitu sebesar 8,76% dibandingkan dengan rata-rata laju pertumbuhan selisih harga rill ekspor pulp negara Indonesia yaitu sebesar -72,98%.
6.2. Impor Pulp
Persamaan impr pulpi di negara importir utama dunia dibagi menjadi tiga persamaan berdasarkan negara impor pulp terbesar di dunia periose 2008-2012, yaitu : (1) persamaan impor pulp negara Cina, (2) persamaan impor pulp negara Amerika Serikat, dan (3) persamaan impor pulp negara Indonesia.
6.2.1. Impor Pulp Negara Cina
Berdasarkan hasil respesifikasi model (Lampiran 18) maka didapatkan model yang sesuai untuk menggambarkan impor pulp negara Cina. Hasil estimasi pada Tabel 21 menunjukkan bahwa impor pulp negara Cina dapat dijelaskan oleh selisih harga rill impor pulp negara Cina (DHIMCNA), konsumsi pulp negara Cina (KONSCNA), kurs rill yuan terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya (LKURCNA), tariff impor pulp negara Cina (TIMPCNA), dan impor pulp negara Cina tahun sebelumnya (LIMCNA).
Semua tanda koefisien variabel independen pada persamaan impor pulp negara Cina sudah sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan dan logis dari sudut pandang ekonomi. Variabel-variabel penjelas secara bersama-sama mampu menjelaskan dengan baik variabel independen impor pulp negara Cina yaitu selisih harga rill impor pulp negara Cina, konsumsi pulp negara Cina, kurs rill yuan terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya, tariff impor pulp negara Cina, dan impor pulp negara Cina tahun sebelumnya dengan nilai prob-F sebesar 0,00. Hal ini dikarenakan nilai uji statistik-F kurang dari taraf α 5%. Koefisien determinasi (R2) dari persamaan impor pulp negara Cina sebesar 0,97. Hal ini berarti bahwa 97% keragaman impor pulp negara Cina dapat dijelaskan oleh keragaman variabel-variabel penjelas dalam persamaan, sementara 3% keragaman
impor pulp negara Cina dijelaskan oleh keragaman variabel lain yang tidak terdapat dalam persamaan tersebut.
Tabel 21. Hasil Estimasi Parameter dan Nilai Elastisitas Persamaan Impor Pulp Negara Cina
No Variabel Parameter
Estimasi SR LR Prob>|t| VIF
1 (Constant) -3977,58 n.a n.a 0,32 n.a
2 DHIMCNA -20,17 0,02 0,10 0,00**** 1,51
3 KONSCNA 0,54 0,70 3,11 0,02**** 4,96
4 LKURCNA -332,07 -0,13 -0,57 0,34 1,92
5 TIMPCNA -2844,67 -1,10 -4,89 0,03**** 3,86
6 LIMCNA 0,77 n.a n.a 0,00**** 7,32
Prob F 0,00 Prob. Chi-Square 0,02
R2 0,97 Prob.Obs* R-Square 0,36
Dh 0,48 Jarque-Bera 1,48
Keterangan: n,a = not applicable
**** berpengaruh nyata taraf α = 5%
Hasil uji normalitas (Lampiran 19) didapatkan nilai Jarque-Bera sebesar 1,48 lebih besar dari taraf α 5% artinya error term dalam persamaan impor pulp negara Cina terdistribusi normal. Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi dengan menghitung durbin-H didapatkan nilai h-hitung sebesar 0,48, maka disimpulkan tidak terdapat masalah autokorelasi dalam persamaan impor pulp negara Cina. Pengujian multikolinearitas (Lampiran 20) dengan melihat nilai VIF menunjukkan bahwa tidak ada nilai VIF dari kelima variabel independen bernilai lebih dari 10 (VIF<10) artinya persamaan Impor pulp negara Cina telah terbebas dari masalah multikolinearitas yang serius. Hasil dari uji White (Lampiran 21) didapatkan bahwa nilai probabilitas Obs*R-Square sebesar 0,36 lebih besar dari taraf α 5% artinya persamaan sudah terbebas dari gejala heteroskedastisitas.
Hasil estimasi parameter impor pulp negara Cina dari lima variabel penjelas yang digunakan dalam persamaan, seluruh variabel berpengaruh nyata pada taraf α sebesar 5% yaitu selisih harga rill impor pulp negara Cina, konsumsi pulp negara Cina, kurs rill yuan terhadap dollar Amerika Serikat tahun sebelumnya, tariff impor pulp negara Cina, dan impor pulp negara Cina tahun sebelumnya.
Selisih harga rill impor pulp negara Cina berpengaruh negatif terhadap impor pulp negara Cina dengan nilai koefisien dugaan sebesar -20,17. Setiap peningkatan selisih harga impor pulp negara Cina sebesar 1 (US$/Ton) akan menurunkan jumlah impor pulp negara Cina sebesar -20,17 ribu ton ,ceteris paribus. Respon impor pulp negara Cina bersifat inelastis terhadap selisih harga impor pulp negara Cina, yang artinya perubahan selisih harga impor pulp negara Cina hanya membuat perubahan yang kecil terhadap impor pulp negara Cina. Hal ini dikarenakan impor pulp negara Cina lebih ditentukan oleh lag endogennya.
Konsumsi pulp negara Cina berpengaruh positif terhadap impor pulp negara Cina dengan nilai koefisien dugaan sebesar 0,54. Setiap peningkatan jumlah konsumsi pulp negara Cina 1 ribu ton akan meningkatkan jumlah impor pulp negara Cina sebesar 0,54 ribu ton, ceteris paribus. Respon impor cukup responsif terhadap jumlah konsumsi pulp negara Cina dalam jangka pendek dan bersifat elastis dalam jangka panjang dengan nilai eslatisitas sebesar 3,11, yang artinya jika jumlah konsumsi pulp negara Cina naik 1% maka impor pulp negara Cina akan meningkat sebesar 3,11%. Tarif impor pulp negara Cina berpengaruh negatif terhadap impor pulp negara Cina dengan nilai koefisien dugaan sebesar - 2844,67. Setiap peningkatan tarif impor pulp Cina sebesar 1 % akan menurunkan jumlah pulp negara Cina sebesar 2844,67 ribu ton, ceteris paribus. Respon impor bersifat elastis terhadap tariff impor pulp Cina dalam jangka pendek dan jangka jangka panjang dengan nilai eslatisitas sebesar -1,10 dan -4,89, yang artinya jika jumlah konsumsi pulp negara Cina naik 1% maka impor pulp negara Cina akan menurun sebesar 1,10 dalam jangka pendek dan menurun sebesar -4,89% dalam jangka panang.
Adapun variabel impor pulp negara Cina tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap impor pulp negara Cina, hal ini menunjukkan bahwa ada tenggang waktu yang relatif lambat bagi impor pulp negara Cina untuk menyesuaikan diri dalam merespon perubahan ekonomi yang terjadi. Akibat kosumsi pulp yang tinggi maka kurs riil yuan terhadap dollar Amerika Serikat tidak berpengaruh terhadap impor pulp Cina.
6.2.2. Impor Pulp Negara Amerika Serikat
Berdasarkan hasil respesifikasi model (Lampiran 22) maka didapatkan model yang sesuai untuk menggambarkan impor pulp negara Amerika Serikat. Hasil estimasi pada Tabel 22 menunjukkan bahwa impor pulp negara Amerika Serikat dapat dijelaskan oleh yaitu harga rill impor pulp negara Amerika Serikat (HIMUSA), konsumsi pulp negara Amerika Serikat tahun sebelumnya (LKONSUSA), kurs rill dollar Amerika Serikat terhadap euro tahun sebelumnya (LKURUSA), dan produk domestik bruto Amerika Serikat (PENDUSA).
Tabel 22. Hasil Estimasi Parameter dan Nilai Elastisitas Persamaan Impor Pulp Negara Amerika Serikat
No Variabel Parameter
Estimasi SR LR Prob>|t| VIF
1 (Constant) 13690,17 n.a n.a 0,07 n.a
2 HIMUSA -13,83 -0,54 n.a 0,00**** 2,25
3 LKONSUSA 0,07 0,65 n.a 0,14** 3,49
4 LKURUSA -3401,93 -0,25 n.a 0,13** 1,95
5 PENDUSA 0,37 0,24 n.a 0,03**** 3,19
Prob F 0,00 Prob. Chi-Square 0,07
R2 0,69 Prob.Obs* R-Square 0,21
Jarque-Bera 6,49
Keterangan: n.a = not applicable
**** berpengaruh nyata taraf α = 5% *** berpengaruh nyata taraf α =10% ** berpengaruh nyata taraf α =15%
Semua tanda koefisien variabel independen pada persamaan impor pulp negara Amerika Serikat sudah sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan dan logis dari sudut pandang ekonomi. Variabel-variabel penjelas secara bersama- sama mampu menjelaskan dengan baik variabel independen impor pulp negara Amerika Serikat yaitu harga rill impor pulp negara Amerika Serikat , konsumsi pulp negara Amerika Serikat, kurs rill dollar Amerika Serikat terhadap euro, dan produk domestik bruto Amerika Serikaa dengan nilai prob-F sebesar 0,00. Hal ini dikarenakan nilai uji statistik-F kurang dari taraf α 5%. Koefisien determinasi (R2) dari persamaan impor pulp negara Amerika Serikat sebesar 0,69. Hal ini berarti bahwa 69% keragaman impor pulp negara Amerika Serikat dapat dijelaskan oleh keragaman variabel-variabel penjelas dalam persamaan, sementara 31%
keragaman impor pulp negara Amerika Serikat dijelaskan oleh keragaman variabel lain yang tidak digunakan dalam persamaan tersebut.
Hasil uji normalitas (Lampiran 23) didapatkan nilai Jarque-Bera sebesar 6,49 lebih besar dari taraf α 5% artinya error term dalam persamaan impor pulp negara Amerika Serikat terdistribusi normal. Hasil pengujian LM-test (Breusch- Godfrey) (Lampiran 24) diketahui bahwa nilai probabilitas Chi-Square sebesar 0,07 lebih besar dari taraf α 5% artinya dapat disimpulkan tidak terdapat masalah autokorelasi dalam persamaan impor pulp negara Amerika Serikat. Pengujian multikolinearitas (Lampiran 25) dengan melihat nilai VIF menunjukkan bahwa tidak ada nilai VIF dari keempat variabel independen bernilai lebih dari 10 (VIF<10) artinya persamaan impor pulp negara Amerika Serikat telah terbebas dari masalah multikolinearitas yang serius. Hasil dari uji White (Lampiran 26) didapatkan bahwa nilai probabilitas Obs*R-Square sebesar 0,21 lebih besar dari taraf α 5% artinya persamaan sudah terbebas dari gejala heteroskedastisitas.
Hasil estimasi parameter impor pulp negara Amerika Serikat dari empat