• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRESTASI BELAJAR FIQH DENGAN PRAKTEK IBADAH SHOLAT

C. Praktek Ibadah Sholat

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ibadah sholat

Faktor-faktor yang akan penulis kemukakan pada skripsi ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ibadah sholat pada amal sholeh seusia siswa remaja, hal ini untuk membatas ruang lingkup. Pembahasan dengan hal-hal yang berkaitan dengan skripsi ini pada anak-anak seusia anak MTs maka faktor-faktor yang mempengaruhi pengamalan ibadah sholat meliputi tiga macam:

1) Pengaruh dari orang tua 2) Pengaruh dari sekolah 3) Pengaruh dari masyarakat

Penjelasan

1) Pengaruh dari orang tua

Adapun yang penulis maksudkan disini adalah lingkungan rumah tangga anak bertempat tinggal, akan tetapi karena yang lazim anak itu serumah dengan orang tuanya, serta yang paling dekat di hati anak adalah ayah dan ibu, maka penulis mempergunakan istilah pengaruh orang tua, orang tua mempunyai peranan yang besar di dalam menentukan corak keagamaan anak-anaknya.

Artinya : "Abu Hurairah r .a berkata Nabi SA W mencium cucunya (AU Hasan bin Ali) tiba-tiba Al-Aqra bin Habis berkata : saya telah mempunyai sepuluh anak belum pernah saya mencium seorang dari mereka, maka sabda Nabi SAW : Siapa yang tidak sayang, tidaklah ia disayangi siapa yang tidak kasih tidaklah dikasihani Allah ”35

Hadist di atas di samping memberikan indikasi bahwa orang tua mempunyai peranan penting sebagai orang tua, yaitu kakak atau ayahnya. Perilaku seperti yang dicontohkan Nabi SAW, mempunyai peranan penting di dalam memberikan pendidikan keagamaan pada anak-anaknya juga pada cucu-cucunya, juga memberi isyarat akan bertanggung jawab

orang tua terhadap keluarganya juga anak-anaknya.

2) Pengaruh dari sekolah

Sekolah mempunyai peranan dalam pembentukan pribadi siswanya, dalam hal ini pada pengamalan sholat. Para siswanya sebab kurang lebih sesama manusia setiap harinya anak-anak berada di lingkungan sekolah bersama dengan para guru dan teman-temannya. Dengan demikian kondisi keagamaan di sekolah sangat menunjang akan pengamalan ibadah sholat siswa. Kondisi yang dapat menunjang tersebut antara lain : masih cukupnya jumlah jam pelajaran agama, kualitas para pengajarnya, sarana dan prasarana peribadatan serta adanya kegiatan sholat beijamaah Dzuhur setiap hari dan lain sebagainya.

3) Pengaruh dari masyarakat

Lingkungan masyarakat sebagai tempat bergaul sesama warganya mempunyai pengaruh terhadap pendidikan siswa sebab masyarakat yang baik dan agamis berpengaruh besar terhadap kepribadian keagamaan turut berpengaruh terhadap pendidikan disamping keluarga dan sekolah. Oleh sebab itu kondisi keagamaan dan keaktifan peribadatannya mempunyai pengaruh terhadap pengamalan ibadah.

Setiap muslim mempunyai kewajiban mengerjakan ibadah sholat lima waktu sehari semalam, yaitu : Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya pada waktu yang telah ditentukan: sebagaimana firman A liah:

Artinya : “Sesungguhnya sholat itu adalah fardlu yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.1,36

Sepekan sekali seorang muslim laki-laki diwajibkan sholat Jum’at, sedangkan untuk sholat fardlu harian sangat dianjuran oleh Nabi untuk dikeqakan secara beijamaah. Dengan begitu masjid menjadi tempat pertemuan antara sesama muslim baik harian maupun m i n g g u a n , sehingga

terbentuk lingkungan masyarakat Islam karena pengaruh masjid tersebut. Dengan adanya masjid dan pelaksanaan jum ’at setiap hari akan mempengaruhi kontinuitas pengamalan ibadah dari generasi ke generasi melalui pendidikan lingkungan, yaitu lingkungan masyarakat Islam karena pengaruh masjid tersebut.

Dengan adanya masjid, masyarakat Islamlah yang memakmurkannya, merupakan syarat mutlak untuk mengadakan pembinaan ibadah melalui lingkungan masyarakat. Sehingga meskipun orang tua siswa belum menjalankan sholat, akan tetapi jika lin g k u n g a n

tersebut ada masjid dan umat Islam mau memakmurkannya, m a k a siswa

akan ikut melaksanakan ibadah dengan baik. 4, Kedudukan, Hikmah dan Fadilah sholat

Untuk menjelaskan kedudukan sholat dapat penulis mengutipnya secara ringkas urain Sayyib Sabig, sebagai berikut:

1) Sholat adalah ibadah yang pertama diwajibkan oleh Allah SWT, dimana perintah itu disampaikan langsung oleh Allah tanpa perantara, dengan berdialog dengan Utusannya malam Mi’raj.

2) Sholat merupakan tiang agam, dimana ia tak dapat tegak kecuali dengan itu.

3) Ia merupakan amalan hamba yang mula-mula di hisab.

4) Sholat adalah wasiat terakhir yang diamanatkan oleh Rasulullah SAW kepada Umatya sewaktu hendak berpisah meninggalkan dunia.

5) Sholat adalah barang terakhir yang lenyap dari agama, dengan arti “apabila sholat hilang, maka hilanglah pula agama secara keseluruhan”.37

Dan disebabkan pentingnya ibadah sholat dalam agama Islam, maka penganut-penganutnya disuruh mengeijakan baik di waktu mukim atau di waktu perjalanan dalam keadaan damai atau perang.

Segala ibadah di dalam Islam, segala macam perintah atau suruhan, segala macam larangan, harus diakui dan diyakini bahwa ibadah-ibadah itu pasti mengundang rahasia-rahasia yang dalam mengandung hikmah yang besar menghasilkan manfaat dan faedah bagi yang melakukanya, dan bagi pergaulan umum.

Adapun hikmah dan rahasia sholat dapat penulis kemukakan pendapat Prof. T.M. Hasbi Ash-Shidiq :

1. Mengingat kita pada Allah, menghidupkan rasa takut kepadanya, dan rasa ketinggiannya menghidupkan khusu’ serta mengEsakan kebesaran dan kekuasaannya.

2. Mendidik dan melatih kita menjadi orang yang tenang, orang yang tetap tenang, menghilangkan tabiat laba, tidak takut kemiskinan dan kelaparan, memelihara aturan-aturan, berhati-hati dan tidak bergegas- gegas.

3. Menjadi penghalang untuk mengeijakan kemungkaran dan keburukan.

Setelah meneliti hikmah-hikmah sholat, timbullah suatu pemahaman yang mendalam bahwa sholat memiliki segi-segi abstrak, jika ditinjau dari segi abstraknya, sasaran sholat adalah jiwa, jika ditinjau dari segi konkritnya, sasaran sholat adalah fisik, keduanya di bentuk keseimbangan dengan jalan ibadah sholat

Sholat yang dikeijakan dengan khusu' ikhlas sepenuh hati pasti akan mendatangkan fadlilah-fadliiah atau kebaikan-kebaikan. Pekeijaan sholat yang sangat baik dan penuh konsentrasi dan intensitas, bahkan semakin tenanglah jiwanya. Ibadah sholat yang terus menerus dapat mengangkat jiw a yang kotor menjadi jiwa yang bersih dari sifat-sifat, sombong, takabur, riya, hasud, dengki dan lainnya.

Sebagaimana firman Allah QS. Al Baqorah ayat: 277

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, serta berbuat baik, dan orang-orang yang mengerjakan sholat, serta menunaikan zakat maka bagi mereka itu pahala disisi Tuhan mereka, dan tidak ada rasa takut bagi mereka dan merekapun tidak bersusah hati”.39

Itulah orang yang sukses dan selalu memelihara sholatnya. Sholat yang membawa perubahan bukanlah sholat yang hampa, tetapi sholat yang mampu membawa perubahan jiwa.

Dokumen terkait