• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II.LANDASAN TEORI .................................................................................. 11-33

2.1.4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli

Ketika konsumen memutuskan untuk membeli suatu barang, terdapat banyak

faktor yang mempengaruhi keputusan membeli konsumen Kotler & Keller (2009)

adalah:

1. Faktor Budaya

a. Budaya

Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku paling dasar.

Seseorang akan mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan

perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lain

b. Sub-budaya

Sub-budaya lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi

para anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, agama, kelompok

ras, dan wilayah geografis. Ketika subkultur menjadi besar dan cukup

makmur, pemasar sering merancang program pemasaran secara khusus

c. Kelas Sosial

Pada dasarnya, semua masyarakat manusia memiliki stratifikasi sosial.

Stratisifikasi tersebut kadang-kadang berbentuk sistem kasta di mana para

anggota kasta yang berbeda diasuh dengan mendapatkan peran tertentu

dan tidak dapat mengubah keanggotaan kastanya. Stratifikasi lebih sering

ditemukan dalam bentuk kelas sosial, yang pembagian masyarakatnya

tersusun secara hirarkis dan anggotanya menganut nilai, minat, dan

perilaku serupa.

2. Faktor Sosial

a. Kelompok Acuan

Seseorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung

(tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang

tersebut. Kelompok yang memiliki pengaruh langsung terhadap seseorang

dinamakan kelompok keanggotaan seperti keluarga, teman, tetangga, rekan

kerja, kelompok keagamaan, profesi, dan asosiasi perdagangan.

b. Keluarga

Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting

dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan

primer yang paling berpengaruh. Kita dapat membedakan dua keluarga

dalam kehidupan pembeli. Keluarga orientasi terdiri dari orang tua dan

saudara kandung. Dari orang tua seseorang mendapatkan orientasi agama,

yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari-hari adalah

keluarga prokreasi yaitu pasangan dan anak.

c. Peran dan Status

Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya

yaitu keluarga, klub, organisasi. Kedudukan orang itu di masing-masing

kelompok dapat ditentukan berdasarkan peran dan statusnya. Peran

meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang.

Masing-masing peran menghasilkan status.

3. Faktor Pribadi

a. Usia dan Tahap Siklus Hidup

Seseorang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang

hidupnya. Selera orang terhadap pakaian, perabot, dan rekreasi juga

berhubungan dengan usia. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup

keluarga dan jumlah, usia, dan gender orang dalam rumah tangga pada

satu saat.

b. Pekerjaan dan Lingkungan ekonomi

Pekerjaan seseorang juga memengaruhi pola konsumsinya. Seorang

pekerja biasa dengan seorang direktur akan berbeda dalam pola

konsumsinya. Seorang pekerja akan membeli pakaian kerja, sepatu kerja,

dan kotak makan siang. Sedangkan direktur akan membeli pakaian mahal,

dan perjalanan dengan pesawat udara. Pilihan produk juga sangat

dipengaruhi oleh keadaan ekonomi seseorang meliputi pendapatan yang

tabungan dan kekayaan, hutang, kekuatan untuk meminjam, dan pendirian

terhadap belanja dan menabung (Kotler, 1995).

c. Kepribadian dan Konsep Diri

Masing-masing orang memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda

yang memengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian adalah ciri

bawaan psikologis manusia yang khas yang menghasilkan tanggapan yang

relatif konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya.

Para konsumen sering memilih dan menggunakan merek yang memiliki

kepribadian merek yang konsisten dengan konsep-diri, yakni lebih

mungkin memilih merek yang kepribadiannya cocok dengan situasi

konsumsi.

d. Gaya Hidup dan Nilai

Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada

aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup

sebagian dibentuk oleh apakah konsumen itu dibatasi uang atau dibatasi

waktu.

4. Faktor Psikologis

a. Motivasi

Menurut (Kotler, 1995), kebutuhan yang bersifat psikogenik berasal dari

keadaan psikologis mengenai ketegangan seperti kebutuhan akan

pengakuan, penghargaan, dan kepemilikkan. Kebanyakkan kebutuhan

secara langsung. Suatu kebutuhan menjadi suatu motif bila telah mencapai

tingkat intesitas yang cukup. Suatu motif adalah suatu kebutuhan yang

cukup untuk mendorong seseorang untuk bertindak. Memuaskan

kebutuhan tersebut mengurangi rasa ketegangannya.

b. Persepsi

Persepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih,

mengorganisasi, dan menginterpretasi masukkan informasi guna

menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Persepsi tidak hanya

bergantung pada rangsangan fisik, tapi juga pada rangsangan yang

berhubungan dengan lingkungan sekitar keadaan individu yang

bersangkutan.

c. Pembelajaran

Pembelajaran meliputi perubahan perilaku seseorang yang timbul dari

pengalaman. Sebagian besar perilaku manusia adalah hasil belajar. Ahli

teori pembelajaran yakin bahwa pembelajaran dihasilkan melalui

perpaduan kerja antara pendorong, rangsangan, isyarat bertindak,

tanggapan, dan penguatan.

d. Memori

Semua informasi dan pengalaman yang dihadapi orang ketika mereka

mengarungi hidup dapat berakhir dalam memori jangka panjang.

Pandangan yang paling luas diterima terhadap struktur memori

jangka-panjang mencakup beberapa jenis formulasi model asosiatif. Kekuatan dan

yang dapat diingat tentang merek. Asosiasi merek terdiri dari semua

pemikiran, perasaan, persepsi, citra, pengalaman, keyakinan, sikap dan

lain-lain yang terkait dengan merek yang tersambung dengan titik

pertemuan merek.

e. Kepercayaan dan Sikap

Menurut (Kotler, 1995), melalui pembelajaran, orang-orang memperoleh

kepercayaan dan pendirian. Kepercayaan adalah pikiran deskriptif yang

dianut mengenai suatu hal. Kepercayaan menciptakan citra produk dan

merek, dan orang bertindak atas citra ini. jika sebagian kepercayaan adalah

salah dan menghambat pembelian, produsen akan meluncurkan suatu

kampanye untuk mengoreksi kepercayaan ini. Orang-orang memiliki

pendirian terhadap hampir semua hal: agama, politik, pakaian, musik,

makanan, dan sebagainya. Sikap menempatkan seseorang ke dalam suatu

kerangka pemikiran tentang menyukai atau tidak menyukai suatu obyek,

bergerak menuju atau menjauhinya.

Dokumen terkait