BAB II.LANDASAN TEORI .................................................................................. 11-33
4.3. Hasil Uji Hipotesis Penelitian
4.3.3. Signifikansi Variabel
Peneliti kemudian melihat koefisien regresi dari tiap independen variabel terhadap
keputusan membeli. Jika (P<0.05) maka koefisien tersebut signifikan yang berarti
bahwa variabel independen tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap
keputusan membeli tas branded imitasi. Adapun koefisien regresi yang dihasilkan
seperti tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5 Koefisien Regresi Logistik
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
Step 1a Psyneed -.052 .018 8.199 1 .004 .949 Safetyneed .009 .008 1.261 1 .262 1.009 Belongneed .003 .015 .057 1 .811 1.003 Esteemneed .032 .021 2.427 1 .119 1.033 Selfactneed .031 .020 2.491 1 .114 1.032 informinfluence .050 .019 6.885 1 .009 1.051 Norminfluence -.039 .017 4.917 1 .027 .962 Constant -1.605 1.841 .760 1 .383 .201
a. Variable(s) entered on step 1: psyneed, safetyneed, belongneed, esteemneed, selfactneed, informinfluence, norminfluence.
Dari tabel 4.5 pada kolom signifikan dapat dilihat bahwa terdapat empat
variabel yang tidak signifikan mempengaruhi keputusan membeli, yaitu safety
needs, belongingness and love needs, esteem needs, dan self-actualization needs.
influence signifikan mempengaruhi variabel dependen dalam penelitian ini yaitu
keputusan membeli.
Untuk melakukan analisis regresi logistik, penafsiran dilakukan melalui
logit, odds dan odds ratio, dan probabilitas. Logit atau log odds merupakan log
dari rasio dua probabilitas. Odds adalah ratio dari dua probabilitas, sedangkan
odds ratio adalah ratio dari dua odds. Odds ratio dapat dijelaskan dalam bentuk
persen perubahan odds ratio (percent change), yaitu nilai perubahan pada odds
ratio dalam persen. Selanjutnya, probabilitas adalah peluang terjadinya keputusan
dimana dalam penelitian ini adalah peluang terjadinya keputusan membeli tas
branded imitasi.
Pertama, penjelasan nilai koefisien regresi dalam satuan logit. Logit
memiliki rentang nilai -∞ (negatif tidak terhingga) sampai dengan +∞ (positif
tidak terhingga). Berdasarkan nilai pada tabel 4.5, persamaan regresi dalam satuan
logit adalah sebagai berikut: (*signifikan)
Logit keputusan membeli = -1,605 – 0,052physiological needs*+ 0,009safety needs+ 0,003belongingness and love needs + 0,032esteem needs+ 0,031self-actualization needs
+ 0,005informational needs* – 0,039normative influence*
(1)
Penjelasan dari persamaan diatas yaitu untuk melihat signifikansi atau
tidaknya koefisien yang dihasilkan, cukup dengan melihat sig. pada kolom ke-6
pengaruhnya terhadap keputusan membeli tas branded imitasi dan sebaliknya.
Dari tujuh hipotesis minor terdapat tiga yang signifikan. Koefisien regresi dalam
satuan logit yang diperoleh masing-masing variabel independen adalah sebagai
berikut:
1. Variabel physiological needs. Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0,052
dengan nilai signifikan 0,004 (P<0.05), yang berarti bahwa variabel
physiological needs secara negatif mempengaruhi logit keputusan membeli tas
branded imitasi secara signifikan. Jadi, semakin tinggi physiological needs
seseorang maka semakin rendah logit keputusan membeli tas branded imitasi
dan setiap kenaikan satu unit pada variabel physiological needs berasosiasi
dengan penurunan sebesar 0,052 logit keputusan membeli tas branded imitasi.
2. Variabel safety needs. Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,009 dengan
nilai signifikan 0,262 (P<0.05), yang berarti bahwa variabel safety needs secara
positif tidak mempengaruhi secara signifikan logit keputusan membeli tas
branded imitasi.
3. Variabel belongingness and love needs. Diperoleh nilai koefisien regresi
sebesar 0,003 dengan nilai signifikan 0,811 (P<0.05), yang berarti bahwa
variabel belongingness and love needs secara positif tidak mempengaruhi
secara signifikan logit keputusan membeli tas branded imitasi.
4. Variabel esteem needs. Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,032 dengan
nilai signifikan 0,119 (P<0.05), yang berarti bahwa variabel esteem needs
secara positif tidak mempengaruhi secara signifikan logit keputusan membeli
5. Variabel self-actualization needs. Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar
0,031 dengan nilai signifikan 0,114 (P<0.05), yang berarti bahwa variabel
self-actualization needs secara positif tidak mempengaruhi secara signifikan logit
keputusan membeli tas branded imitasi.
6. Variabel informational influence. Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,05
dengan nilai signifikan 0,009 (P<0.05), yang berarti bahwa variabel
informational influence secara positif mempengaruhi logit keputusan membeli
tas branded imitasi dengan signifikan. Jadi, semakin tinggi informational
influence seseorang maka semakin tinggi logit keputusan membeli tas branded
imitasi dan setiap kenaikan satu unit pada variabel informational influence
berasosiasi dengan peningkatan sebesar 0,05 logit keputusan membeli tas
branded imitasi.
7. Variabel normative influence. Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0,039
dengan nilai signifikan 0,027 (P<0.05), yang berarti bahwa variabel normative
influence secara negatif mempengaruhi logit keputusan membeli tas branded
imitasi namun tidak signifikan. Jadi, semakin tinggi normative influence
seseorang maka semakin rendah logit keputusan membeli tas branded imitasi
dan setiap kenaikan satu unit pada variabel normative influence berasosiasi
dengan penurunan sebesar 0,039 logit keputusan membeli tas branded imitasi.
Kesederhanaan interpretasi dari koefisien regresi logistik seperti dijelaskan di atas
tidak memiliki metrik yang bermakna. Log odds (logit) merupakan persamaan
yang linear, namun ada beberapa informasi yang tidak bisa didapatkan dari logit.
Odds= ℮ (ß0 + ß1X1 + ß2X2 + ß3X3 + ß4X4 + ß5X5 + ß6X6 + ß7X7) (2)
Keterangan: odds = keputusan membeli
Berdasarkan persamaan nomor 2, peneliti dapat menghitung nilai odds dari
keseluruhan variabel independen. Dalam hal ini peneliti akan memberikan
contohnya. Misalnya, jika diketahui seseorang memiliki nilai physiological needs
40, nilai safety needs 51, nilai belongingness and love 59, nilai esteem needs 56,
self-actualization 52, nilai informational influence 53, dan nilai normative
influence 55. Maka nilai odds yang dihasilkan adalah:
Odds = ℮ -1,605 – 0,052 (40) + 0,009 (51) + 0,003 (59) + 0,032 (56) + 0,031 (52) + 0,05 (53) – 0,039 (55)
= 2,888 (3)
Artinya, individu dengan kriteria yang disebutkan di atas memiliki peluang
2,888 kali untuk memutuskan membeli tas branded imitasi dibanding tidak
memutuskan membeli tas branded imitasi.
Dalam regresi logistik, odds dapat juga dijelaskan dalam bentuk odds ratio
dan persen perubahan. Odds ratio (OR) adalah perbandingan satu odds dengan
odds yang lain. OR digunakan untuk melihat nilai dari naik atau turunnya odds
keputusan membeli tiap kenaikan satu unit variabel independen. Dapat juga
dikatakan bahwa OR menunjukkan sejauh mana peningkatan ukuran variabel
dependen dengan setiap perubahan yang dipengaruhi oleh variabel independen.
Selain itu, terdapat sebuah rumus sederhana di dalam analisis regresi
logistik yang menunjukkan odds ratio dapat ditafsirkan sebagai persentase
perubahan (percent change) dengan rumus:
% change = 100 (OR – 1) (4) Untuk lebih jelasnya penelliti memberikan penjabaran mengenai beberapa
contoh OR dari setiap variabel dan persentase perubahannya sehingga
mendapatkan hasil yang sesuai dengan tabel 4.5 sebagai berikut:
1. Variabel physiological needs. Diperoleh nilai persentase perubahannya adalah
100(0,949 – 1) = -5,1. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap kenaikan satu unit physiological needs dan variabel lain dianggap konstan,
peluang seseorang untuk memutuskan membeli tas branded imitasi akan turun
sebanyak 0,949 kali atau sebesar 5,1%.
2. Variabel safety needs. Diperoleh nilai persentase perubahannya adalah
100(1,009 – 1) = 0,9. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap kenaikan satu unit safety needs dan variabel lain dianggap konstan, peluang seseorang
untuk memutuskan membeli tas branded imitasi akan turun sebanyak 1,009
kali atau sebesar 0,9%.
3. Variabel belongingness and love needs. Diperoleh nilai persentase
perubahannya adalah 100(1,003 – 1) = 0,3. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap kenaikan satu unit belongingness and love dan variabel lain
dianggap konstan, peluang seseorang untuk memutuskan membeli tas branded
4. Variabel esteem needs. Diperoleh nilai persentase perubahannya adalah
100(1,033 – 1) = 3,3. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap kenaikan satu unit esteem needs dan variabel lain dianggap konstan, peluang seseorang
untuk memutuskan membeli tas branded imitasi akan naik sebanyak 1,033 kali
atau sebesar 3,3%.
5. Variabel self-actualization needs. Diperoleh nilai persentase perubahannya
adalah 100(1,032 – 1) = 3,2%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap kenaikan satu unit self-actualization needs dan variabel lain dianngap konstan,
peluang seseorang untuk memutuskan membeli tas branded imitasi akan naik
sebanyak 1,032 kali atau sebesar 3,2%.
6. Variabel informational influence. Diperoleh nilai persentase perubahannya
adalah 100(1,051 – 1) = 5,1. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap kenaikan satu unit informational influence dan variabel lain dianggap konstan,
peluang seseorang untuk memutuskan membeli tas branded imitasi akan naik
sebanyak 1,051 kali atau sebesar 5,1%.
7. Variabel normative influence. Diperoleh nilai persentase perubahannya adalah
100(0,962 – 1) = -3,8. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap kenaikan satu unit normative influence dan variabel lain dianggap konstan,
peluang seseorang untuk memutuskan akan turun sebanyak 0,962 kali atau
sebesar 3,8%.
Dalam hal ini odds adalah rasio dari probabilitas, sehingga penafsiran dapat
dilakukan dalam level probabilitas. Penafsiran dalam taraf probabilitas juga
Probabilitas dapat menunjukkan peluang terjadinya keputusan membeli tas
branded imitasi dibandingkan tidak terjadinya keputusan membeli dengan
persamaan:
(5)
Dari persamaan nomor 5, peneliti dapat menghitung peluang terjadinya
keputusan membeli individu dilihat dari nilai keseluruhan variabel independen
seperti pada contoh 1 dan persamaan 3, sehingga didapatkan hasil sebagai berikut:
(6)
Artinya, peluang seseorang yang dimiliki nilai physiological needs (40),
nilai safety needs (51), nilai belongingness and love needs (59), nilai esteem needs
(56), nilai self-actualization (52), nilai informational influence (53) dan nilai
normative influence (55) untuk membeli tas branded imitasi 0,743 atau 74,3%.
Nilai 74,3% ini disebut juga nilai predicted probability. Probability atau peluang
memiliki rentang nilai antara 0 dan 1 atau dalam bentuk persen 0 dan 100
sehingga memiliki makna yang lebih mudah dipahami seperti seseorang dengan
kriteria tertentu yang diketahui memiliki predicted probability keputusan membeli
74,3 persen.
Kemudian langkah selanjutnya peneliti menguji penambahan proporsi
varians logit keputusan membeli tas branded imitasi dari tiap variabel independen
jika variabel independen tersebut dimasukkan satu per satu ke dalam analisis
regresi logistik. Untuk analisis lengkapnya dibahas pada sub bab berikut ini.