• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya, sebagaiberikut:22 a. Harga

Harga merupakan salah satu faktor penentu konsumen dalam menentukan suatu keputusan pembelian terhadap suatu produk maupun jasa. Harga yang dibayarkan oleh konsumen haruslah sebanding yang akan diterima konsumen. Dalam islam, harga yang seharusnya berlaku di pasar yaitu harga yang adil. Ibnu Taimiyah sering menggunakan dua terma tentang harga, yaitu‘iwad al-misl atau kompensasi yang setara) dan saman al-misl (equivalen price/ harga yang setara). Sman al-misl adalah

suatu konsep dimana harga yang ditetapkan didasarkan keadilan. Artinya harga yang ditetapkan tidak terlalu mahal sehingga produsen memperoleh laba yang sangat tinggi, namun juga tidak terlalu murah sehingga produsen rugi. Samanmisl adalah harga yang wajar dan juga tingkatlaba yang tidak berlebihan. Dimana terdapat dalam QS. Asy-Syu’ara (26) :

181-183 sebagai berikut:23

22Sukirno Wibowo dan Dedi Supriadi, Ekonomi Mikro Islam…hlm. 235 23Isnaini Harahap, dkk, Hadis-Hadis Ekonomi…hlm. 107-108

Artinya: (181)sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu Termasuk orang- orang yang merugikan;

182. dan timbanglah dengant imbangan yang lurus.

183. dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;

Ayat diatas menjelaskan bahwa (Sempurnakanlah takaran) genapkanlah (dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang merugikan) yakni mengurangi hak-hak orang lain. Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus) timbangan yang baik dan tidak berat sebelah. Dan janganlah kalian merugikan manusia pada hak-haknya) janganlah kalian mengurangi hak mereka barang sedikit pun (dan janganlah kalian merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan) melakukan pembunuhan dan kerusakan-kerusakan lainnya.24

b. Distribusi

Suatu produk (baik itu dalam bentuk barang atau dalam bentuk jasa) akan laku di pasaran apabila produk tersebut dapat disalurkan keberbagai tempat dimana terdapat calon pembeli potensial. Untuk tujuan yang

24 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya, ( Bandung: PT

dimaksud maka digunakanlah distribusi untuk memasarkan produk tersebut.25

Kebijakan umum ekonomi menuruta jaran Islam adalah keadilan distribusi. Dalam ekonomi Islam keadilan distribusi merupakan tujuan pembangunan yang menuntut komitmen umat Islam untuk merealisasikannya walaupun tidak bisa lepas dari tingkat rata-rata pertumbuhan Ril. Keadilan distribusi tercermin pada adanya keinginan untuk memenuhi batas minimal pendapatan rill, yaitu had al-kifayah bagi setiap orang. Karena itu, Islam menegaskan bahwa dalam harta orang-orang kaya terdapat hak yang harus didistribusikan kepada orang-orang-orang-orang miskin, sehingga harta itu hanya dinikmati oleh orang-orang kaya sementara orang-orang miskin hidup dalam kekurangan dan penderitaan.26Sebagaimana firman Allah dalam surat QS. Al-Hasyr (59) : 7 sebagai berikut:

25Imam Heryanto, Analisis Pengaruh Produk, Harga, Distribusi dan Promosi Terhadap

Keputusan Pembelian Serta Implikasinya Pada Kepuasan Pelanggan…hlm. 84

26Idri, HADIS EKONOMI Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), hlm. 150-151

Artinya:apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada

RasulNya (dari harta benda) yang berasa ldari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.

Ayat diatas menjelaskan bahwa hartafa’I yang berasal dari orang

kafir, seperti kasus harta Bani Quraizhah, Bani Nadhir, penduduk Fadak dan Khaibar, kemudian diserahkan kepada Allah dan Rasulullah SAW, digunakan untuk kepentingan publik, tidak dibagi-bagikan kepada kaum muslimin. Diterangkan pembagian harta fa’I untuk Allah, untuk

Rasulullah SAW, kerabat-kerabat Rasulullah SAW dari Bani Hasyim dan Bani Muththalib, anak-anak yatim yang kafir, orang-orang miskin yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang kehabisan perbekalan dalam perjalanan di jalan Allah.27

c. Produk

Faktor produk sendiri merupakan hal yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian. Produk yang dijual harus mempunyai kualitas yang baik, unik dan penampilan yang menarik

sehingga dapat membuat konsumen tertarik untuk membeli. Produk bisa berbentuk barang (sesuatu yang berujud atau tangible), yaitu sesuatu yang berbentuk fisik yang dihasilkan dari proses produksi pada suatu organisasi atau perusahaan.28

Di dalam prespektif syariah, suatu produk yang akan dipasarkan atau ditukarkan haruslah produk yang halal dan memiliki mutu atau kualitas yang terbaik, bukan sebaliknya demi mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya untuk laku menurunkan kualitas suatu produk. Dan kualitas mutu produk yang akan dipasarkan itu juga harus mendapat persetujuan bersama antara kedua belah pihak, antara penjual dan pembeli produk tersebut. Dalam suatu hadis disebutkan: “Hakim bin Nazam berkata: Nabi bersabda, “Penjual dan pembeli memiliki hak pilih sama sebelum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapatkan berkah dalam jual beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang), akan dihapuslah keberkahan jual beli mereka” (HR. Al-Bukhari)29

d. Promosi

Promosi merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan kepada

28Imam Heryanto, Analisis Pengaruh Produk, Harga, Distribusi dan Promosi Terhadap

Keputusan Pembelian Serta Implikasinya Pada Kepuasan Pelanggan… hlm. 83

29 Ita Nurcholifah, Strategi Marketing Mix Dalam Perspektif Syariah, Jurnal Khatulistiwa-Journal Of Islamic Studies, Vol. 4, No. 1, Maret 2014, hlm.79, https://scholar.google.co.id., diakses tanggal 2 Januari 2020

masyarakat sebagai pasar sasaran produk tersebut. Suatu poduk betapapun bermanfaat, tetapi jika tidak dikenal oleh konsumen maka produk tersebut tidak akan diketahui manfaatnya dan tentu saja konsumen tidak berminat untuk membelinya. Untuk itu perusahaan harus melakukan suatu promosi agar produknya dapat dikenal masyarakat luas.30

Promosi dalam prespektif syariah merupakan suatu upaya penyampaian informasi yang benar terhadap produk barang atau jasa kepada calon konsumen atau pelanggan. Berkaitan dengan hal itu maka ajaran Islam sangat menekankan agar menghindari unsure penipuan atau memberikan informasi yang tidak benar bagi para calon konsumen atau pelanggan. Dalam hadis disebutkan : “Ibnu Umar berkata: Seorang laki-laki mengadu pada Nabi, “Aku telah tertipu dalam jual beli. ”Maka beliau bersabda, “Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual beli, “Tidak boleh menipu!” Sejak itu, jika iabertransaksi jual beli, ia mengatakannya. (HR. Bukhari). Hadis tersebut dapat menjadi acuan bagi upaya promosi yang dilakukan oleh perusahaan baik dalam hal menjual produk atau jasa ke publik agar memberikan informasi yang benar dan akurat, sehingga tidak mengandung unsure penipuan yang dapat merugikan konsumen.31

30Ita Nurcholifah, Strategi Marketing Mix Dalam Perspektif Syariah…hlm.82 31Ita Nurcholifah, Strategi Marketing Mix Dalam Perspektif Syariah…hlm.83-84

Dokumen terkait