• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

H. Teknik Analisis Data

2. Uji Prasyarat Analisis Data

Uji normalitas bertujuan untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal.62 Pengujian ini dilakukan Pada penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan melihat grafik PP Plot. PP Plot, kesamaan antara nilai probabilitas harapan dan probabilitas pengamatan ditunjukkan dengan garis diagonal yang merupakan perpotongan antara garis probabilitas harapan dan probabilitas pengamatan. Dengan kriteria Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.Jika data menyebar jauh dari diagonal dan / atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tersebut tidak memenuhi asumsi normalitas.63

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel memiliki varian yang sama. Pengujian dilakukan menggunakan test of homogeneity

62Agus Tri Basuki dan Nano Prawato, Analisis Regresi dalam Penelitian Ekonomi & Bisnis

(Dilengkapi dengan Aplikasi SPSS & Eviews), (Jakarta: Rajawali Pers, 2017), hlm. 57

63Maisarah Fathul Ilmi, Pengaruh Kurs/Nilai Tukar Rupiah, Inflansi dan Tingkat Suku Bunga

SBI Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan LQ-45 Periode 2009-2013, Jurnal Nominal/ Volume

of variance (Levene Test). Sampel memiliki varians yang sama jika Sig >

α 0,05.64 c. Uji Linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Kriteria dalam uji linearitas adalah dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear apabila signifikan (linearity) kurangdari 0,05.65

3. Uji AsumsiKlasik a. Uji Autokorelasi

Uji ini merupakan pengujian asumsi dalam regresi dimana variabel dependen tidak berkolerasi dengan dirinya sendiri. Maksudnya adalah bahwa nilai dari variabel dependen tidak berhubungan dengan nilai variable itu sendiri, baik nilai periode sebelumnya atau nilai periode sesudahnya. Salah satu ukuran dalam menentukan adatidaknya masalah autokorelasi dengan uji Durbin-Watson (DW) dengan ketentuan tidak terjadi autokorelasi, jika nilai DW berada diantara -2 dan +2.66

64Rini Elvira, Pengaruh Persepsi Konsumen Muslim Tentang Maslahah Terhadap Keputusan

Konsumen Terbatas Hanya Pada Komoditas Halal ( Studi: Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Tahun 2015)... hlm. 184

65Priyanto Duwi, Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS

dan Tanya Jawab Uji Pendadaran,(Yogyakarta: Gaya Media, 2010), hlm. 73

66Maisarah Fathul Ilmi, Pengaruh Kurs/Nilai Tukar Rupiah, Inflansi dan Tingkat Suku Bunga

SBI Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan LQ-45 Periode 2009-2013, Jurnal Nominal/ Volume

b. Uji Multikolinearitas

Asumsi multikolinearitas menyatakan bahwa variabel independen harus terbebas dari gejala multikolinearitas.Gelaja multikolinearitas adalah gejala korelasi yang signifikan antar variabel independen.Menurut Sofyan menjelaskan nilai VIF (Varuance Inflation Factor) >10 menunjukkan adanya gejala multikolinieritas.Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi multikolinieritas yang berarti nilai VIF <10.67

c. Uji Heteroskedastisitas

Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dalam residual suatu pengamatan yang lain. Dalam penelitian ini digunakan Scatter plot untuk melihat adanya heterokedastisitas. Dengan menggunakan scatter plot,

heterokedastisitas dapat dideteksi bila scatter plot menunjukkan adanya pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur. Jika scatter plot tidak membentuk suatu pola tertentu berarti tidak terdapat heterokedastisitas.68

67Maisarah Fathul Ilmi, Pengaruh Kurs/NilaiTukar Rupiah, Inflansi dan Tingkat Suku Bunga

SBI Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan LQ-45 Periode 2009-2013…hlm. 98

68Maria Christina Panjaitan, Analisis Nilai Produksi Industri Alas Kaki Di Indonesia Periode

2004-2013, Jom FEKOM, Vol. 2, No. 2, Oktober 2015, hlm. 8, https://scholar.google.co.id., diakses

4. AnalisisRegresi Linear Berganda

Analisis regresi berganda yaitu untuk menganalisis seberapa besar pengaruh antara beberapa variabel independen dan variabel dependen. Bentuk umum persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut:

𝑌 = 𝛽0+ 𝛽1𝑋1+ 𝛽2𝑋2+ µ𝑖 Keterangan

𝑌 : Keputusan pembelian konsumen muslim 𝛽0 : Konstanta

𝛽1 : Koefisien regresi dari X1 𝛽2 : Koefisien regresi dari X2 𝑋1 : Harga

𝑋2 : Distribusi

µ𝑖 : Kesalahan berdistribusi normal dengan rata-rata 0 5. Uji Hipotesis

a. Uji Parsial (Uji-t)

Uji t ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dan kedua.Uji t dilakukan dengan menggunakan uji statistik t, pengujian ini dilakukan dengan melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dengan derajat kesalahan 5%. Pengujian ini

dilakukan dengan kriteria pengujian jika nilai Signifikansi< Alpha (α), 5% maka keputusannya H0 di tolak dan Haditerima, sebaliknya.69

b. Uji Simultan (Uji-F)

Uji f ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga.Uji f dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen di dalam model secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen yang digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan kriteria jika nilai Sig. > 0.05 (5%), maka H0 di tolak dan Haditerima, sebaliknya.70 c. KoefisienDeterminasi (R2)

Koefisien determinan ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah keempat. Koefisien determinasi (R2) mengukur kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen terhadap variabel dependen atau dapat pula dikatakan sebagai porposi pengaruh seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian regresi linear berganda koefisien determinasi dapat diukur oleh nilai Adjusted

R-Square. Nilai koefisien determinasi berkisar 0 - 1. Jika (R2) semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa kemampuan menjelaskan variabel bebas (X1 dan X2) adalah besar terhadap variabel-variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk

69Rini Elvira, Pengaruh Persepsi Konsumen Muslim Tentang Maslahah Terhadap Keputusan

Konsumen Terbatas Hanya Pada Komoditas Halal ( Studi: Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Tahun 2015)…hlm. 184

menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Sebaliknya jika (R2) semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil. Hal ini bearti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.71

71Syaiful Bahri, Metodologi Penelitian Bisnis Lengkap dengan Teknik Pengolahan Data

43 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan Rajawali Farm 1. Profil Perusahaan

Nama : Rajawali Fram Nama Pemilik : H. Faisal Hadi

Alamat : Tanjuang Haro Padang Cubadak, Nagari Sikabu-Kabu, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Tahun Berdiri : 2008

2. Sejarah Berdirinya Perusahaan Rajawali Farm

Sekitar tahun 1996, empat bersaudara yakninya H. Yasril Islami, H. Faisal Hadi, Firdaus Islami dan H. Khazanatul Israr sepakat untuk membuka usaha toko PS biasa di kota Padang yang bernama Gunung Sago Utama (GSU). Modal yang dipakai ialah saham keluarga. Toko ini beralamat dijalan By Pass No. 5 Lubuk Begalung yang awalnya hanya toko makanan ayam yang belum begitu aktif, atas kegigihan dan kerjasama yang baik dan besar, penjualanpun sudah mengimbangi perkembangan kebutuhan konsumen, dengan keadaan itu pendiri sepakat untuk membuka cabang toko di Padang. Pada tahun 2000 toko tersebut telah menjadi agen penjualan sarana dan prasarana peternakan dan perikanan yang diberi nama Rajawali Feed Centre dengan distributor PT. Charoen Pokphand Indonesia dan ini terjadi karena

omzet telah mencapai 400 ton. Syarat menjadi agen PT. Charoen Pokhand Indonesia ialah mempunyai omzet, toko, karyawan dan uang.

Dengan penjualan dan pemasaran yang sukses Rajawali Feed Centre membuka cabang lagi dikota Payakumbuh pada tahun 2001 yang bertempat di Jln. Seokarno Hatta No. 75 koto Nan Empat, nama yang dipakai sama dengan cabang yang di Padang. Usahapun berjalan dengan lancar, itu tak lepas dari kegigihan dan kerjasama yang besar antara semua pihak pimpinan dan karyawan.

Pada tahun 2007, Rajawali Feed Centre mencoba peruntungannya lagi dengan membuat cabang di Pekanbaru, Riau yang beralamat di Jln. Drh. Subrantas Simpang Garuda Sakti (Panam) dan diberi nama Riau Feed Centre. Pada tahun 2008, Rajawali Feed Centre yang di Payakumbuh membuka cabang kandang ayam di Tanjuang Haro Padang Cubadak, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota yang diberi nama UD.Rajawali Farm dan sekarang dipimpin oleh Bapak Faisal Hadi.Tidak sekedar melahirkan anak perusahaan baru, Rajawali Feed Centre juga berani berinvestasi ratusan juta rupiah di Jln. By Pass Lingkar Barat Ngalau Indah, dengan mendirikan sebuah gedung sekaligus toko berukuran yang lumayan besar, untuk menyokong kehadiran Tiara Agung Perkasa. Investasi ini tidak hanya menguntungkan Rajawali Feed Centre tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Payakumbuh.

Dengan banyaknya cabang Rajawali didirikan dapat menambah pelanggan Rajawali di Sumatera Barat ini.Dan sampai tahun 2020, Rajawali Feed Centre sudah mencapai omzet yang paling utama bahkan No.1 di Sumareta Barat, mempunyai karyawan yang terampil dan sangat teliti dalam bekerja.Pemasaran telah mencapai luar provinsi seperti Sumbar, Jambi, Riau dan Bengkulu.72

3. Struktur Organisasi

Gambar: 4.1 Struktur Organisasi UD. Rajawali Farm

72Hasil Wawancara tanggal 15 Mei 2020

PIMPINAN MANAGER BAGIAN ADMINISTRASI BAGIAN SEKRETARIS BAGIAN PEMASARAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PRODUKSI BAGIAN DISTRIBUSI

Managemen UD. Rajawali Farm berada dibawah pimpinan Bapak Faisal Hadi, dan diatur oleh seorang manager yang bernama Bapak Rino. Jumlah karyawan yang terdapat di UD. Rajawali Farm yaitu:

Tabel 4.1 Jumlah Karyawan

Laki-laki 18 Orang

Perempuan 10 Orang

Jumlah 28 Orang

Sumber: Hasil Wawancara tahun 2020

4. Visi dan Misi

Visi : Menjadi usaha yang berkembang dalam sektor peternakan dan perikanan yang professional, tangguh, efisien, jujur, berteknologi dan berusaha semaksimal mungkin memberikan kualitas yang terbaik bagi pelanggan atau konsumen.

Misi :1. Meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat peternakan yang berperan aktif dalam kegiatan usaha peternakan yang berbasis agrobisnis.

2. Membangun sistem kelembagaan usaha tani ternak yang tangguh dan mampu menjalin pola kemitraan guna pengembangkan peternakan dalam pemasaran produk unggulan serta melestarikan komoditi dan populasi ternak daerah.

3. Menggunakan teknologi tepat guna yang berwawasan ramah lingkungan didukung dengan pembinaan berkelanjutan.

4. Meningkatkan dan mengembangkan produk dalam negeri yang unggul yang berdaya saing tinggi untuk menghadapi pasar modal. 5. Menciptakan birokrasi yang professional serta memiliki integritas

moral yang tinggi 5. Motto Perusahaan

“Memudahkan yang sulit, memungkinkan yang tidak mungkin”.Modal utama kami adalah kejujuran, pantang menyerah dan

profesionalisme.73

B. Aspek Geografi

1. Luas dan Batas Wilayah Administrasi

UD.Rajawali Farm terletak di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari tujuh puluh sembilan Nagari yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Berdasarkan data statistik tahun 2010 luas wilayah Nagari adalah 1.387 Ha2 atau 13,87 Km2, yang berarti 0,41% dari daratan Kabupaten Lima Puluh Kota yang luasnya mencapai 3.354,30 Km2.

Sesuai dengan keputusan Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 398/LK/2001 tentang Pembentukan Pemerintahan Nagari Sikabu-kabu

Tanjuang Haro Padang Panjang Kecamatan Luak secara administratif dengan batas-batas sebagai berikut:

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Sicincin dan Kelurahan Air Tabit (Kota Payakumbuh)

b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Gunung Malintang (Gunung Sago) c. Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Sungai Kumuyang

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Nagari Situjuh Gadang dan Kelurahan Aur Kuning (Kota Payakumbuh)

2. Letak dan Kondisi Geografis

Secara Geografis Nagari terletak antara 100º 38’ 55,8” BT sampai 100º 40’ 3,30” BT dan 0º 14’ 39,2” LS sampai 0º 18’ 0” di Kecamatan Luak. Pusat Pemerintahan Nagari terletak di Kampung Baru (dulu disebut parak jua) dalam wilayah Jorong Padang Panjang yang berada pada posisi 100º 39’ 12,08” BT sampai 100º 15’ 30,94” BT dengan ketinggian 596 mdpl.

Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang merupakan Nagari terdepan dan sekaligus gerbang utama di Kabupaten Lima Puluh Kota bagian Selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Payakumbuh.

Dengan luas area lahan pertanian dan perkebunan yang mencapai lebih dari 1.000 Ha, dengan akses yang tidak sulit untuk dijangkau, maka akan sangat menguntungkan bagi nagari untuk mampu bersaing dengan nagari lainnya dalam segi pemasaran hasil bumi.

3. Topografi

Karakteristik fisik wilayah dapat dikenali melalui keadaan topografi, geologi, morfologi wilayah, jenis tanah, iklim, hidrologi, dan sebagainya.Wilayah Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang memiliki topografi yang bervariasi antara datar, bergelombang, dan berbukit-bukit dengan ketinggian dari permukaan laut antara 550 meter dan 1100 meter.

Nagari Sika-Kabu Tanjuang Haro Padang Panjang yang berada pada kemiringan, ketinggian, dan morfologi daratan, wilayah pegunungan, daratan tinggi, daratan rendah memiliki kemiringan tanah berkisar antara 5-40% bahkan ada yang lebih dari 40% (lebih dominan) yang dikelompokan dalam:

1. Kemiringan 15-40% terdapat pada bagian Tenggara dan Barat Daya dari Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang.

2. Kemiringan74% terdaat dibagian Selatan Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang (Pinggiran kaki Gunung Sago).

4. Geologi

Ditinjau dari segi geomorfologi regional Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang yang merupakan satu kesatuan dari daerah Kabupaten Lima Puluh Kota berada pada rangkaian perbukitan yang dikenal dengan "Bukit

Barisan" dan yang merupakan bagian dari "Volcanic Arc" tatanan atau

kerangka tektonik lempeng di daerah Sumatera. Struktur geologi regional sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Sumatera.Dari stuktur geologi, daerah ini termasuk kedalam daerah cekungan Payakumbuh, yang memiliki struktur

sesar atau patahan berupa struktur sesar normal (sesar turun) dan sesar geser yang merupakan refleksi dari basement daerah berupa Block Faulting System (Sistem Sesar Bongkahan).

Meski tidak memiliki struktur sesar melainkan neogene, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang yang berada dikaki Gunung Sago dan merupakan bagian daerah Kabupaten Lima Puluh Kota sangat rentan dengan pergeseran tanah karena berada dekat dengan struktur sesar normal yang dimiliki Kelok Sembilan, Solok Bio-bio dan Batu Balang. Mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh BPN Kabupaten Lima Puluh Kota maka dapat diketahui klasifikasi tekstur tanah Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang adalah sedang dan halus dengan jenis tanah latosol atau Brown Forest

Soil, PH tanahnya agak masam sampai sedang yang bersifat tahan terhadap

erosi dan cocok untuk pertanian. 5. Hidrologi

Tata air Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang terdiri dari air permukaan dan air bawah tanah. Air permukaan di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang mempunyai banyak sumber mata air antara lain, Kapalo Ayie, Lurah Silidih, Lurah Pincuran nan Ampek, Lurah Sibisu, Lurah Bulakan, dan Lurah Danau yang pada umumnya sumber-sumber mata air tersebut digunakanlah oleh masyarakat sebagai tempat mandi umum (MCK) dan pengairan sawah.

Jika melihat peta menggunakan pesawat satelit, terdeteksi karena adanya air bawah permukaan yang dimiliki oleh Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjangdengan jumlah tiga kali lebih besar dari air bawah tanah yang dimiliki Nagari Sungai Kemuyang. Letak air bawah permukaan yang terdeteksi tersebut berada memanjang mulai dari Talang hingga ke Lurah Sinjariang mengikuti lekuk Bukik Balimbiang.

Namun, air bawah permukaan ini belum termanfaatkan dengan baik dan berkemungkinan hanya menggunakan resapan melalui tempat yang lebih merah sehingga menimbulkan sejumlah mata air seperti tersebut di atas dan dimanfaatkan sebagai sumber pengairan sawah.

6. Klimatologi

Suhu rata-rata di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang berada pada kisaran 22°C-29°C dan kelembaban udara sekitar 81.6%-90.6%. Curah hujan tertinggi 3.759 mm/tahun dan curah hujan terendah 1.834 mm/tahun.

7. Penggunaan Lahan

Kondisi topografi Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang sangat mempengaruhi ketersediaan lahan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Penggunaan lahan di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang mayoritas masuk kategori Areal Penggunaan Lain (APL) dan difungsikan sebagai lahan basah untuk pertanian (sawah, kolam ikan) dan lahan

kering untuk perkebunan, perumahan, sarana prasarana umum, hutan tanah ulayat dan bentuk lainnya.

Lahan kering yang terbesar digunakan untuk permukiman, sementara area perkebunan masih belum optimal dikarenakan tanah ulayat belum dimanfaatkan dengan baik dan hanya ditumbuhi tanaman pinus. Penggunaan lahan basah masih didominasi oleh sawah tadah hujan dimana luasnya melebihi jumlah total lahan kering. Jumlah sawah irigasi produktif masih lebih kecil jika dibandingkan dengan luas sawah tadah hujan. Kecilnya luas sawah irigasi produktif dibanding dengan luas sawah tadah hujan terjadi karena faktor jumlah debit air yang keluar dari sejumlah mata air tidak mencukupi untuk mengairi seluruh area sawah yang ada. Sehingga penggunaan sawah tadah hujan oleh masyarakat harus sesuai dengan musim.

C. Deskriptif Data Responden

1. Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang menjadi responden berdasarkan hasil penelitian melalui kuesioner yang disebarkan dapat di lihat pada tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1 Laki-laki 20 55,56%

2 Perempuan 16 44,44%

Jumlah 36 100%

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dari 36 responden yang diperolah dengan menggunakan teknik sampel dengan cara Sensus Sampling, sebagian besar responden adalah laki-laki dengan jumlah 20 orang atau 55,56%. Sedangkan perempuan berjumlah 16 orang atau 44,44%.

2. Karakteristik Berdasarkan Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden dalam klasifikasi usia peneliti membaginya dalam 4 jenis, diantaranya adalah responden dengan usia ≤25 tahun, 26-35 tahun, 36-45 tahun, dan >55 tahun. Dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Responden Persentase

≤25 tahun 3 8,33%

26-35 tahun 5 13,89%

36-45 tahun 20 55,56%

>55 tahun 8 22,22%

Jumlah 36 100%

Sumber: data primer diolah 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dari 36 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik sampel dengan cara Sensus Sampling, sebagian besar responden berusia 36-45 tahun dengan jumlah 20 orang atau 55,56%, usia >55 tahun dengan jumlah 8 orang atau 22,22%, usia 26-35 tahun dengan jumlah 5 orang atau 13,89% dan ≤25 tahun dengan jumlah 3 orang atau 8,33%.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Karakteristik responden dalam klasifikasi pendidikan, peneliti membaginya dalam 4 jenis, diantaranya adalah SD Sederajat, SLTP Sederajat, SLTA Sederajat dan Sarjana. Dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Pekerjaan Jumlah Responden Persentase

SD Sederajat 10 27,78%

SLTP Sederajat 15 41,67%

SLTA Sederajat 8 22,22%

Sarjana 3 8,33%

Jumlah 36 100%

Sumber: data primer diolah 2020

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa dari 36 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik sampel dengan cara Sensus Sampling, sebagian besar responden tamatan SD Sederajat dengan jumlah 10 orang atau 27,78%, tamatan SLTP Sederajat dengan jumlah 15 orang atau 41,67%, tamatan SLTA Sederajat jumlah 8 orang atau 22,22%, dan pekerjaan lain dengan jumlah 3 orang atau 8,33%.

D. Teknik Analisis Data 1. Uji Instrumen Penelitian

a. Uji Validitas

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan Corrected

Item-Total Correlation dengan taraf signifikansi 5%. Untuk Defree of freedom

(df) = n – 2kriteria kevalidan jika nilai r hitung > r tabel Tabel 4.5

Hasil Uji Validitas No. Pokok Variabel

r

hitung r tabel Keterangan 1 Pengenalan

Masalah

PM1 0.661 0,329 Valid

2 PM2 0,833 0,329 Valid

3 PM3 0,785 0,329 Valid

1 Pencarian Informasi PI1 0,633 0,329 Valid

2 PI2 0,813 0,329 Valid

3 PI3 0,706 0,329 Valid

1 Evaluasi Alternatif EA1 0,835 0,329 Valid

2 EA2 0,893 0,329 Valid 3 EA3 0,852 0,329 Valid 1 Keputusan Pembelian KP1 0,691 0,329 Valid 2 KP2 0,947 0,329 Valid 3 KP3 0,942 0,329 Valid 1 Perilaku Pasca Pembelian PPP1 0,649 0,329 Valid 2 PPP2 0,803 0,329 Valid 3 PPP3 0,784 0,329 Valid

Sumber: Olahan data SPSS 24

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa secara keseluruhan pada item variabel tersebut valid sebab terlihat pada masing-masing item pernyataan tersebut memiliki nilai rhitung/Correct item total lebih dari

samadengan 0,329. Sehingga item pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dan dipertahankan dalam tahapan pengelolaan data lebih lanjut.

b. Uji Reabilitas

Pengujian reabilitas dilakukan dengan menilai Cronbach Alpha yang dihasilkan diatas sama dengan 0,50, maka variabel tersebut dinyatakan reliable atau handal.

Tabel 4.6 Hasil Uji Reabilitas

No. Pokok Variabel Crobach

Alpha

Nilai

Kritik Keterangan 1 Pengenalan Masalah 0.640 >0.50 Realibel 2 Pencarian Informasi 0.524 >0.50 Realibel

3 Evaluasi Alternatif 0,816 >0.50 Realibel 4 Keputusan Pembelian 0.837 >0.50 Realibel 5 Perilaku Pasca Pembelian 0.595 >0.50 Realibel

Sumber: Olahan data SPSS 24

Berdasarkan Tabel 4.6, hasil pengolahan data untuk uji reliabilitas variabel penelitian sebagaimana yang terlihat pada tabel di atas terlihat bahwa semua variabel memiliki angka cronbach alpha lebih besar dari 0,50. Hal ini menandakan bahwa semua variabel penelitian memiliki kuesioner yang handal atau reliabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian sangat handal.

2. Uji Prasyarat Analisis Data a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunkan untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu data.Data penelitian yang akan di uji melalui teknik probability

plot. Adapun pedoman pengambilan keputusan dalam uji normal

probability plot adalah sebagai berikut:

1) Jika titik-titik atau data berada pada di dekat atau mengikuti garis diagonalnya, maka dapat dikatakan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

2) Jika titik-titik menjauh atau tersebar dan tidak mengikuti garis diagonalnya, maka dapat dikatakan bahwa nilai residual tidak berdistribusi normal.

Gambar 4.2

Hasil Uji Normalitas X1 terhadap Y

Sumber: Olahan data SPSS 24

Berdasarkan tabel output SPSS di atas, diketahui bahwa sebaran titik-titik dari gambar Normal P-P Plot di atas relative mendekati garis lurus, sehingga dapat disimpulkan bahwa (data) residual terdistribusi normal. Hasil ini sejalan dengan asumsi klasik dari regresi linear dengan pendekatan OLS.

Gambar 4.3

Berdasarkan gambar output SPSS di atas, diketahui bahwa sebaran titik-titik dari gambar Normal P-P Plot di atas relative mendekati garis lurus, sehingga dapat disimpulkan bahwa (data) residual terdistribusi normal. Hasil ini sejalan dengan asumsi klasik dari regresi linear dengan pendekatan OLS.

b. Uji Homogenesitas

Uji homogenesitas bertujuan untuk mengetahui apakah variase beberapa data dari populasi memiliki varians yang sama atau tidak. Dasar atau pedoman dalam pengambilan keputusan dalam uji homogenesitas adalah sebagai berikut:

Dokumen terkait