Artinya:”bacalah dengan (menyebut) nama tuhan mu yang menciptakan, dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang Maha pemurah”.
Jadi, betapun bakat dan minat merupakan karunia terbesar dianugerahkan Allah kepada kita. Namun, itu bukan berarti kita hanya berpangku tangan dan minat serta bakat tersebut berkembang dengan sendirinya.2
2. Macam-macam minat
Minat dapat menjadi dua macam:
a. Minat primitif atau biologis
Yaitu minat yang timbul dari kebutuhan-kebutuhan jasmani berkisar pada soal makanan, comfort, dan aktifitas. Ketiga hal ini meliputi kesadaran tentang kebutuhannya terasa akan sesuatu yang dengan langsung dapat memuaskan dorongan untuk mempertahankan organisme.
b. Minat kultural atau sosial
Yaitu minat yang berasal dari perbuatan belajar yang lebih tinggi tarafnya.Orang yang benar-benar terdidik ditandai dengan adanya minat yang benar-benar luas terhadap hal-hal yang bernilai.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat a. Keluarga
Keluarga merupakan institusi dalam masyarakat.Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan telah diteliti secara eksplisit.3
2Abdul Rahman Shaleh dan Muhabid Muhbid Abdul Wahhab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, (Jakarta: Prenada Media, 2004), hlm.263
Keluarga merupakan sosialisasi primer yang artinya lingkungan masyarakat yang pertama yang dikenal seseorang ketika lahir.Sebagai media sosialisasi primer, sudah tentu keluargalah yang berpengaruh membentuk karakter dalam diri seseorang.
Melalui proses sosialisasi, konsumen merujuk bagaimana anak-anak mendapatkan pengetahuan tentang produk dan keterampilan yang terkait dengan berbagai konsumsi. Sosialisasi dapat terjadi secara langsung ataupun tidak langsung melalui observasi dan permodelan.
Pengetahuan konsumen yang dibentuk sewaktu masih anak-anak dapat mempengaruhi keputusan dalam pembelian kemudian hari. Beberapa orang dewasa masih menggunakan merek produk yang sama seperti yang dipakai orang tuanya.4
Riset tentang pengambilan keputusan keluarga meliputi hal-hal berikut:
a) Perbedaan dalam kelas produk dan hubungan dengan perbuatan keputusan keluarga.
b) Struktur peranan suami/istri.
c) Faktor-faktor penentu pembuatan keputusan.
Analisis konsumen yang menyangkut pembuatan keputusan keluarga:
1) Ketertiban suami/istri sangat berbeda dalam kelas produk
2) Keterlibatan suami/istri berbeda dalam keputusan dan tahap keputusan.
3) Keterlibatan suami/istri untuk pengambilan keputusan berbeda pada anggota keluarga.
3Philip Kotler,Prinsip-Prinsip Pemasaran,( Jakarta: Gema Insani, 2002), edisi ke-12, jilid 2, hlm. 165
4Philip Kotler, Prinsip-Prinsip Pemasaran,…, hlm. 165
b. Motivasi
Motivasi (motivation) adalah keadaan yang dikalifikasi atau digerakkan dimana seseorang mengarahkan perilaku berdasarkan tujuan.5Seseorang senantiasa mempunyai banyak kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan biologis, timbul dari kebutuhan akan pengakuan, penghargaan atau rasa memiliki.
Motivasi adalah keinginanan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dan dorongan atau implus.Kebutuhan menjadi motif ketika kebutuhan itu mencapai tingkat intensitas yang kuat.
Motif cenderung menurun kekuatannya apabila sudah terpenuhi atau terhambat pemenuhannya.Pemuasan terhadap sesuatu kebutuhan mungkin terhambat dan dapat membuat orang tersebut putus asa dan ada pula yang ulet untuk mengatasi hambatan itu dan akhirnya berhasil.
Motivasi akan timbul dari luar disebut motivasi ekstrinsik, dan motivasi yang timbul dari diri sendiri disebut motivasi intrinsik. Motivasi intrinsik biasanya lebih bertahan lama dan efektif dibanding motivasi ekstrinsik.6
Teori-teori motivasi
1) Teori motivasi Freud, mengansumsikan bahwa kekuatan-kekuatan psikologis yang sebenarnya membentuk prilaku manusia sebagian besar bersifat di bawah sadar. Freud melihat bahwa seseorang akan menekan berbagai keinginan seiring dengan proses pertumbuhannya dan proses penerimaan aturan sosial.
2) Teori motivasi Maslow, menjelaskan seseorang didorong oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu pada saat tertentu. Menurut teori hierarki kebutuhan-kebutuhan
5John C.Mowen, Michel Minor, Prilaku konsumen, …, hlm. 205
6Husain Usman, manajemen : Teori, praktik dan riset pendidikan, (Jakarta:Bumi Aksara, 2010) hlm.
249
manusia tersusun dari kebutuhan yang mendesak atau dari kebutuhan yang paling tinggi sampai rendah.
Kebutuhan-kebutuhan itu adalah:
a) Kebutuhan fisiologikal(Fisiological Need)
Merupakan kebutuhan yang paling mendasar atau kebutuhan paling rendah dari manusia.Sebelum seseorang menginginkan kebutuhan ini harus di penuhi terlebih dahulu agar dapat hidup normal.7
b) Kebutuhan keselamatan (Safety Needs, Security Neds)
Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, maka muncul kebutuhan baru yang diinginkan manusia, yaitu: kebutuhan akan keselamatan atau rasa aman.
c) Kebutuhan berkelompok (Social Needs, love Needs, Belonging Needs, Affection Needs)
Setelah kebutuhan keselamatan atau rasa aman terpenuhi maka akan muncul kebutuhan pula kebutuhan baru yang di inginkan manusia, yang kebutuhan hidup berkelompok, bergaul, bermasyarakat, ingin mencintai dan dicintai, serta ingin memiliki dan dimiliki.
d) Kebutuhan penghargaan (Esteen Needs, Egostic Needs)
Kebutuhan yang diinginkan manusia selanjutnya adalah kebutuhan penghargaan atau ingin berprestasi.8
e) Kebutuhan aktualusasi diri (Self Actualzation Needs, Self Realization Needs, Self Fulfillment Needs, Self Expression Needs)
7J. Setia Nugroho, Perilaku Konsumen,…, hlm.13
8J. Setia Nugroho, Perilaku Konsumen, …, hlm.14
Setelah kebutuhan penghargaan terpenuhi, maka muncul kebutuhan baru yang diinginkan manusia.
3) Teori motivasi Herzberg, mengembangkan teori dan faktor yang membedakan antara faktor yang menyebabkan ketidak puasan dan faktor menyebabkan kepuasan.
4) Teori motivasi Ibrahim el-fiky, ketika seseorang memiliki motivasi dan dorongan psikologi maka semangat akan lebih banyak kemampuan akan lebih besar dan pengetahuan akan lebih baik.
5) Teori menurut Abdul Hamid Mursi menerangkan motivasi sebagai berikut:
a). Motivasi fisiologis terdiri dari: motivasi menjaga diri, motivasi menjaga kelangsungan jenis.
b). Motivasi psikolgis atau sosial terdiri dari: motivasi kepemilikan, motivasi berkompetensi
c. persepsi
Persepsi adalah proses dimana orang memilih mengorganisasikan dan menafsirkan masukan-masukan informasi oleh seseorang untuk menciptakan sebuah gambaran yang bermakna tentang dunia.9Cara orang bertindak dipengaruhi oleh persepsi diri sendirinya tentang sebuah situasi.
Persepsi juga dapat diartikan sebagai suatu proses simulus yang diterima oleh individu melalui alat indra yang kemudian diinterpretasikan sehingga individu dapat memahami dan mengerti tentang stimulus yang diterimanya tersebut. Proses menginterpretasikan stimulus ini, biasanya di pengaruhi oleh pengalaman dan proses belajar individu.10
9Panji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta:Rineka Cipta, 2009), hlm. 228
Orang dapat membentuk persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama karena tiga proses perceptual (berhubungan dengan rangsangan sensorik) yaitu atensi selektif, distori dan retensi selektif. Atensi yaitu kecenderungan orang untuk menyaring sebagian besar informasi yang mereka dapatkan. Bahkan rangsangan yang terlihat tidak selalu melintas dalam cara yang diinginkan.
Distrosi selektif menggambarkan kecenderungan orang untuk menterjemahkan informasi dalam cara yang akan mendukung apa yang telah mereka percayai.
Berarti pemasar harus memahami pemikiran konsumen dan bagaimana pemikiran tersebut mempengaruhi interprestasi penjualan.
Manusia cenderung mempertahankan informasi yang mendukung sikap dan kepercayaan tentang merek yang mereka sukai dan melupakan hal-hal yang baik tentang merek saing.Untuk itu pemasar harus bekerja keras untuk mencapaikan pesan mereka dengan berulang agar pesan mereka tersebut sampai di pasar.11
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, pada dasarnya terbagi dua:
1. faktor internal, faktor yang mempengaruhi persepsi yang terdapat pada dalam diri individu yang mencakup beberapa hal:
a) fisiologi. Informasi yang masuk melalui alat indra selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitar. Kapasitas indra untuk mempersepsikan pada setiap orang berbeda sehingga interprestasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
b) Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental pada satu objek.
11Philip Kotler, Prinsip-prinsip Pemasaran,....,hlm. 174
c) Minat. Persepsi terhadap suatu objek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsikan. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu.
d) Kebutuhan searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari objek-objek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
e) Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan. Sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsangan dalam pengertian luas.
f) Suasana hati. Keadaan dimana emosi mempengaruhi seseorang, suasana hati ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.12
2. Faktor eksternal, faktor yang mempengaruhi persepsi, adalah karakteristik dari lingkungan dan objek-objek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseorang merasakan atau menerimanya, sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah:
a) Ukuran dan penempatan objek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besarnya hubungan suatu objek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat ukuran suatu objek. Individu akan mudah diperhatikan pada gilirannya membentuk persepsi.
12Htt:/duniapsikologi.com Pengertian Persepsi, Definisi dan Faktor yang Mempengaruhi diakses tanggal 22 Maret 2017, jam 21.00
b) Warna dari objek-objek. Objek yang mempunyai cahaya lebih mudah dipahami dibandingkan dengan yang sedikit cahayanya.
c) Keunikan dan kekontrasan stimulus luar yang penampilannya dengan latar belakang dan sekeliling yang sama sekali diluar sedangkan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.13
d) Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberikan makna lebih bila sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali lihat, kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu objek yang bisa mempengaruhi persepsi.
e) Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap objek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibanding objek yang diam.14
d. proses belajar
menurut Prasetijo pembelajaran adalah perubahan-perubahan perilaku yang terjadi sebagai akibat dari pengalaman sebelumnya. Para teoritis mengatakan bahwa hampir dari semua perilaku manusia berasal dari belajar.Proses belajar langsung melalui interaksi dorongan, rangsangan, pertanda, respon, dan penguatan.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan dari perilaku yang muncul karena pengalaman.Ahli teori pembelajaran percaya bahwa pembelajaran yang di hasilkan melalui interaksi dorongan, rangsangan, pertanda, respon dari penguatan. Tahapan tersebut dapat menimbulkan respon yang positif maka akan diperkuat melalui pengalaman yang dirasakan menguntungkan.
e. Keyakinan dan sikap
13Ristiyanti Prasetijo, Prilaku Konsumen, …, hlm. 87
14Ristiyanti Prasetijo, Prilaku Konsumen, …, hlm. 87
Keyakinan bisa didasarkan pada pengetahuan yang nyata. Pemasar akan tertarik pada keyakinan yang diformulasikan seseorang tentang produk dan jasa tertentu, karena keyakinan ini membentuk citra produk dan merek yang mempengaruhi perilaku pembelian.
Sikap menggambarkan evaluasi, perasaan, tendensi yang relatif konsisten dari seseorang terhadap sebuah objek atau ide sikap menempatkan seseorang kedalam suatu kerangka pikiran untuk menyangkut atau tidak menyukai sesuatu, untuk bergerak menuju atau meninggalkan sesuatu.15Sikap seseorang mempunyai pola dan untuk merubah sikap seseorang diperlukan penyesuaian yang rumit dalam banyak hal.Oleh karena itu, perusahaan harus selalu berusaha menyesuaikan produknya dengan sikap yang sudah ada dari pada merubah sikap.
B. HUNIAN