• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKA KEMALA SARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IKA KEMALA SARI"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

HUNIAN PEDAGANG TERHADAP PASAR BANTO TRADE CENTRE (BTC) BUKITTINGGI

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Islam Pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

Oleh:

IKA KEMALA SARI 3213.086

JURUSAN EKONOMI ISLAM

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI

1438 H / 2016 M

(2)
(3)
(4)
(5)

iv

Allah SWT, yang telah memberikan taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Kemudian shalawat dan salam penulis ucapkan kepada Nabi Muhmmad SAW yang telah meninggalkan dua pedoman hidup menuju jalan yang diridhai Allah SWT.

Skripsi ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Rendahnya Minat Hunian Pedagang Terhadap Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi”. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini, masih jauh dari apa yang dikatakan sempurna, namun ketidak sempurnaan ini tidaklah mengurangi dari apa yang akan disampaikan.

Dalam penyusunan skripsi ini, dari awal sampai akhir penyelesaian tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.

Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih, penghargaan dan cinta terbesar yang penulis tujukan kepada kedua orangtua yang sangat luar biasa yang penulis miliki yang selalu memberikan pengarahan kepada penulis untuk selalu bersemangat dalam penyelesaian pendidikan ini yaitu Sunardi (papa) dan Yuslinawati (mama) yang selalu mendo’akan yang terbaik untuk penulis, dan yang telah memberikan cinta kasih, kesabaran, keikhlasan, mengasuh, membesarkan, mendidik, memotivasi dan pengorbanan yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata dan tak terhitung jumlahnya kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan lancar. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh Keluarga besar saya dan yang selalu ada bagi penulis yaitu Febrina Finisia adek tercinta dan Linda Agusetiawati yang selalu memberikan semangat dan do’anya kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

(6)

v

(IAIN) Bukittinggi serta bapak dan ibu wakil Rektor yang telah memberikan fasilitas kepada penulis dalam menambah ilmu pengetahuan di IAIN Bukittinggi

2. Bapak H. Harfandi, SE,M.Si selaku dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi.

3. Bapak Dr. Iiz Izmuddin, Ma, selaku pembimbing I penulis yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing dan berdiskusi serta kesediaan beliau mengoreksi dan memberikan masukan tentang banyak hal yang berguna kepada penulis selama penyelesaian Skripsi ini.

4. Ibu Zulhelmi, SE, MM selaku pembimbing II Skripsi yang telah banyak memberikan bantuan, dukungan, bimbingan, nasehat dan saran yang berharga serta kesediaan beliau mengoreksi dan memberikan masukan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

5. Bapak Novi Hendri, M.ag selaku dosen pembimbing Akademik yang telah membimbing penulis dalam penulisan skripsi ini.

6. Bapak Yefri Joni, MA selaku ketua jurusan Ekonomi Islam yang telah memberikan Fasilitas dan kemudahan bagi penulis dalam mengurus segala keperluan yang berhubungan dengan penyelesaian skripsi ini.

7. Bapak dan ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi, terutama Dosen Jurusan Ekonomi Islam yang telah banyak membekali ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis.

8. Seluruh kepegawaian Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri yang telah banyak membantu sehingga penulis mendapatkan referensi untuk menyelesaikan skripsi ini.

9. Pimpinan dan segenap karyawan Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi yang telah membantu penulis dalam penelitian sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

(7)

vi

kepada: Rima, Neti, Icha, Vivi dan seluruh seluruh kakak-kakak yang selalu memotivasi dan terima kasih atas kebersamaan yang begitu singkat.

11. Teman-teman sejurusan Ekonomi Islam, terutama EI-C 2013 yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang memberikan semangat dalam menjalani perkuliahan dan selalu ada saat suka dan duka.

Semoga bantuan dan jasa baik mereka akan dibalas oleh Allah SWT dengan kebaikan yang melimpah dan sempurna. Aamiin.

Bukittinggi, 10 September 2017

Ika Kemala Sari NIM 3213.086

(8)

iii

Pedagang Terhadap Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi”. Disusun oleh Ika Kemala Sari Nim: 3213.086. Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2017.

Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi adalah pasar yang dalam pengelolaannya dikerjasama dengan PT Citicon Mitra Bukittinggi. Kondisi fisik BTC adalah bangunan seluas 22.478m² terdiri atas empat lantai yang menyediakan 1.012 petak Toko/Kios. Letak BTC Bukittinggi berada di pusat kota berhadapan dengan terminal. Kondisi sekarang pasar BTC Bukittinggi sepi dengan pedagang dan pengunjung yang merupakan aktifitas/pelaku utama pasar, kondisi ini tidak segera dicarikan solusi yang tepat, dikwatirkan pasar ini akan semakin ditinggalkan oleh pedagang dan pengunjung.

Tujuan dari penelitian untuk menganalisis faktor-faktor rendahnya minat hunian pedagang terhadap pasar BTC Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk mengumpulkan data yang akurat peneliti melakukan observasi dan pedoman wawancara kepada pedagang yang berada diluar area pasar BTC Bukittinggi, dalam pengolahan data peneliti menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.

Dari hasil analisa didapatkan empat faktor yang menyebabkan rendahnya minat hunian pedagang terhadap pasar BTC Bukittinggi. faktor pertama adalah faktor lokasi dimana lokasi yang terdapat diarea pasar BTC Bukittinggi kurang strategis, dikarenakan banyaknya para pedagang dilokasi tersebut yang berdagang yang mengakibatkan sempitnya jalan untuk dilalui oleh pengguna jalan. Faktor kedua adalah faktor harga dimana harga sewa Toko/Kios mempengaruhi para pedagang untuk tidak menghuni pasar BTC Bukittinggi, dikarenakan harga sewa mahal, faktor ketiga adalah faktor fasilitas dimana tempat parkir kendaraan yang tidak jelas, escalator yang tidak terawat, wc yang kurang terawat, hydran air tidak bisa dimanfaatkan oleh para pengguna. Faktor keempat adalah faktor pelayanan dimana tidak ada layanan terhadap keluhan seperti air tidak jalan atau listrik dilokasi hunian tidak hidup, kurang persediaan prasarana, masih banyak pungutan-pungutan yang tidak ada aturannya.

(9)

vii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

ABSTRAK... iii

KATA PENGANTAR... iv

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL... ix

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah……… 1

B. Identifikasi Masalah………. 6

C. Rumusan Masalah………. 6

D. Batasan Masalah……….……….………... 6

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian…….……… 7

F. Penjelasan Judul...……… …………. 7

G. Sistematika Penulisan…….……….………. 9

BAB II : LANDASAN TEORITIS A. Pengertian Minat………….……….………. 11

B. Macam-macam Minat……….……….………. 12

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi Minat ………….………... 13

D. Hunian ………….……….……….…………..………….… 23

E. Perilaku Masyarakat dalam pemilihan tempat tinggal..………….…... 24

F. Pengertian Pedagang………..…….………...……... 25

G. Jenis-jenis Pedagang………..…….………...……... 25

H. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penilaian dan Image Pedagang terhadap pasar ………..…….………...…………...……... 33

(10)

viii

B. Lokasi dan Waktu Penelitian………….……….…….…….. 36

C. Sumber Data……...…...……..….……….…….…..…. 37

D. Populasi dan Sampel………..…….…... 37

E. Teknik Pengumpulan Data……….….….…... 39

F. Teknik Analisis Data………….……….…….…….…. 40

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sejarah Pasar BTC Bukittinggi ………….….……….………. 41

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan………….……….… 51

BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan………….……….………….……….…………..….…. 77

B. Saran………….……….………….……….………….………….… 78 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN BIODATA PENULIS

(11)

ix

Tabel 1.1 Jumlah Toko/Kios pasar BTC Bukittinggi... 4 Tabel 4.1 Data pedagang pasar BTC Bukittinggi menurut usia... 49 Tabel 4.2 Data pedagang pasar BTC Bukittinggi berdasarkan pendidikan 50 Tabel 4.3 Data pedagang pasar BTC Bukittinggi berdasarkan jenis

Kelamain... 51 Tabel 4.4 Sudah berapa lama anda berjualan dilokasi pasar BTC

Bukittinggi?... 53 Tabel 4.5 Apakah lokasi di BTC Bukittinggi ramai dikunjungi

Konsumen?... 56 Tabel 4.6 Bagaimanakah perbandingan harga sewa hunian lokasi

BTC Bukittiggi dengan tempat lain? ... 58 Tabel 4.7 Apakah omset penjualan dapat menutupi harga sewa hunian

Di BTC Bukittinggi? ... 63 Tabel 4.8 Apakah dilokasi BTC Bukittinggi disediakan tempat

Pembuangan sampah?... 66 Tabel 4.9 Apa pendapat anda tentang fasilitas di lokasi BTC

Bukittinggi? ... 68 Tabel 4.10 Menurut anda, apakah fasilitas di BTC Bukittinggi sudah

memenuhi kebutuhan dalam melakukan usaha berdagang? 70 Tabel 4.11 Bagaimana kalau misalnya terjadi keluhan, seperti: air tidak jalan

Atau listrik dilokasi hunian tidak hidup? ... 71 Tabel 4.12 Bagaimana tingkat keamanan di lokasi BTC Bukittinggi? ... 73 Tabel 4.13 Apakah masih terdapat pungutan selain dari ketentuan yang

Berlaku? ... 75

(12)

1 A. Latar Belakang Masalah

Sesungguhnya Allah telah menjadikan harta sebagai salah satu sebab untuk menciptakan berbagai kemaslahatan manusia didunia. Segala hal yang dibutuhkan oleh setiap orang tidak selalu mudah didapat setiap tempat, karena upaya meraih apa yang dibutuhkan dengan menggunakan kekerasan dan perampasan biasa menciptakan kekerasan. Karena itu lah, harus ada sebuah sistem yang memungkinkan setiap individu memperoleh apa yang dibutuhkan tanpa melalui cara kekerasan dan perampasan. Oleh karena itu, muncullah perdagangan dan perniagaan.1Pasar merupakan daerah atau tempat (area) yang didalamnya terdapat kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu untuk membentuk suatu harga.

Hal ini disebabkan karena pasar merupakan sarana dan prasarana pendukung di perekonomian. Di Bukittinggi terdapat empat pasar, yaitu: Pasar Atas, yang menyediakan kebutuhan sandang, Pasar Bawah yang menyediakan kebutuhan pangan, Pasar Simpang Aur yang merupakan pasar grosir, dan Pasar Banto sekarang dikenal dengan Banto Trade Centre (BTC) merupakan pasar yang menyediakan kebutuhan sandang.

Pasar Banto Trade Centre (BTC) merupakan pasar tradisional yang dikelola oleh PT Citicon Mitra Bukittinggi secara modern.Pasar BTC berlokasi di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.Pasar Banto Trade Centre dibangun sejak tahun 2004 oleh PT Citicon, yang terdiri atas 4 lantai mulai beroperasi pada bulan September 2007.2

1Taqiyuddin An-Nabhani, Sistem Ekonomi Islam, (Bogor: Al-Azhqar Press, 2009), hlm. 195

2Sumber Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi

(13)

Pasar Banto Trade Centre (BTC) merupakan rencana awal dari pembangunan yang mana akan menjadikan BTC Bukittinggi ini sebagai pusat pembelanjaan tetapi tidak berjalan sesuai dengan rencana dikarenakan tidak dapat terealisasikan dengan baik.

Pasar BTC Bukittinggi sekarang ini hanya merupakan kawasan berbelanja yang kurang mendapat perhatian oleh masyarakat.

Dalam usaha penarikan para pedagang agar mau berdagang di dalam pasar BTC Bukittinggi dilakukan berbagai promosi yang dilakukan oleh pengelola bangunan BTC Bukittinggi itu sendiri dengan cara melakukan berbagai cara agar menarik minat pedagang maupun para pengunjung.

Menurut Pasal 1 ayat (12) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara-Daerah, yang menyatakan bahwa bangun guna searah adalah pemanfaatan barang milik Negara/Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati.3Untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.

Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi yang dikelola oleh PTCiticon Mitra Citicon Bukittinggi melakukan kerjasama dengan pemerintah Kota Bukittinggi dengan menggunakan sitem Build Operation Transfer (BOT) dalam jangka 20 tahun.

Rencana awal dalam pembangunan Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi ini yaitu untuk tempat atau sarana berjualan bagi masyarakat yang berjualan yang disekitar lokasi pembangunan Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi, karena kurang tersedianya tempat untuk berdagang yang berjualan dipinggiran jalan, tetapi keadaan sekarang hanya lantai 1 dan lantai 2 saja yang berfungsi sebagai kawasan perbelanjaan dan itu pun hanya

3Sumber Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi

(14)

sedikit dari kios-kios dilantai 2 yang dimanfaatkan karena sedikitnya minat yang mau menghuni kios-kios tersebut.

Pada lantai dasar saat ini dijadikan sebagai tempat berjualan sayur pada pagi hari, ini dilakukan oleh pihak pasar BTC Bukittinggi agar bisa memanfaatkan fasilitas berupa kios/toko yang ada di lantai dasar, sehingga dipagi hari banyak para pedagang yang berjualan di lantai dasar.

Tabel : 1.1

Jumlah Toko/Kios Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukuttinggi Jumlah Toko

Tersedia Ditempati Kosong

1.012 120 892

Sumber : BTC Kota Bukittinggi

Dari tabel 1.1 di atas dapat kita lihat bahwa BTC mempunyai Toko/Kios sebanyak 1012 petak. Dari jumlah tersebut terjual sebanyak 120 petak. Ini berarti tingkat hunian total BTC Bukittinggi baru berkisar 10%. Kemungkinan penyebab kondisi ini, pemilik toko memiliki toko juga dipasar lain seperti di Pasar Atas atau Pasar Aur.

Keluhan lain dari pegelola adalah kondisi lalu lintas didepan BTC yang macet.

Jika pedagang yang relatif kecil tidak segera diatasi, tentu saja ini sangat merugikan bagi Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai pemilik asset dan PT Citicion Mitra Bukittinggi sebagai pengelola BTC Bukittinggi, sebab manfaat BTC Bukittinggi kurang serta mengindikasikan tidak maksimalnya pemanfaatan BTC di Kota Bukittinggi.

Kondisi seperti ini tentunya tidak diharapkan pengelola dan pemerintah Kota

(15)

Bukittinggi, sebab tujuan pendirian BTC agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pedagang.4

Pedagang di luar area BTC tersebar dijalan Pemuda. Dengan jumlah pedagang di pasar Banto lebih kurang sebanyak 165 pedagang. Di Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi banyak pedagang yang menggelar jenis dagangan berupa sembako dan kebutuhan dapur yang ada di sepanjang bahu jalan Pemuda, antara lain: sayur-sayuran, buah-buahan dan kebutuhan dapur lainnya.

Media yang digunakan untuk berjualan juga tidak permanen. Dimana sebagian besar menggelar dagangannya di bahu jalan dengan beralaskan plastik atau terpal.

Kondisi seperti ini membuat jalan menjadi kotor, kumuh, macet dan menimbulkan kesan tidak tertib. Sebagian pedagang di luar area pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi memilih menggunakan trotoar dan bahu jalan untuk berdagang. Hal ini menjadikan jalan menjadi macet.

Alasan para pedagang belum bisa menempati toko/kios di BTC karena mereka belum mampu memiliki modal yang cukup untuk menyewa toko/kios atau ada juga yang beralasan berdagang di toko/kios kurang laku karena para pembeli sedikit.5

4Sumber Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi

5Hadelina Dkk, Analisa Faktor yang Mempengaruhi Minat Pedagang dan Pengunjung Pasar Banto Trade Centre (Surabaya) 2010

(16)

Berdasarkan hal diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul

“ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RENDAHNYA MINAT HUNIAN PEDAGANG TERHADAP PASAR BANTO TRADE CENTRE (BTC) BUKITTINGGI”.

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang di atas, maka dapat dilakukan identifikasi masalah sebagai berikut:

1.Rendahnya minat pedagang untuk memenuhi Toko/Kios di BTC Bukittinggi.

2. Belum diketahui faktor-faktor yang menyebabkanpedagang untuk menghuni toko/kios di BTC Bukittinggi.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah:

“faktor apakah yang menyebabkan rendahnya minat hunian pedagang terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi?”.

D. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka penulis membatasi penelitian ini dibatasi pada analisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat hunian pedagang terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) BUKITTINGGI berlokasi di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang penulis lakukan ini adalah:

(17)

Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat hunian pedagang terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

a. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ekonomi Islam pada Program Studi ekonomi dan bisnis Islam IAIN Bukittinggi.

b. Hasil penelitian ini sebagai media informasi di kalangan pedagang dalam minat hunian terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

c. Penelitian ini juga diharapkan sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya baik bagi penulis dan pembaca.

3. Penjelasan Judul

Agar dalam penulisan ini tidak terjadi kerancuan makna atau salah perspektif, maka dipandang perlu dalam penulisan ini dicantumkan definisi dari permasalahan yang diangkat.

Faktor : Faktor yang menyebabkan rendahnya minat hunian pedagang terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

Minat : Kekuatan pendorong yang memaksa seseorang.6YangPenulis maksuddisini adalah kekuatan pendorong pedagang terhadap dagangannya.

BTC :BTC adalah pasar yang menyediakan bahan sandang.

BerlokasidiKecamatan Mandiangin Koto Selayan

Berdasarkan pengertian kata-kata diatas, maka yang penulis maksud dari judul ini adalah mengkaji, dan menggambarkan tentang faktor-faktor yang menyebabkan

6Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:Balai Pustaka, 2002), hlm. 268

(18)

rendahnya minat hunian pedagang terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi, tanggapan pedagang terhadap analisis faktor-faktor rendahnya minat hunian pedagang terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi berdasarkan dengan wawasan Ekonomi Islam.

4. Kajian Terdahulu

Pembahasan topik yang mengarah kepada masalah faktor-faktor minat hunian pedagang terhadap pasar BTC ini telah penulis analisa dan penulis menemukan judul terdahulu diberbagai sumber yaitu:

Hadelina, Christiono Utomo dan Retno Indryani(2014) telah melakukan tentang analisa faktor yang mempengaruhi minat pedagang dan pengunjung pasar

“Banto Trade Centre” yang berada di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, penelitian ini menggunakan metode survey, untuk mengukur faktor-faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan pasar dari sudut pandang pedagang dan pembeli.

Langkah-langkah atau tahapan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: populasi, sampling, pembuatan instrument pengumpulan data berupa format kuisioner, mengadakan survey lapangan dengan konsep sampling yang telah ditentukan, dan pengolahan data: pemberian skor, tabulasi data, analisis data membuat laporan temuan dalam bentuk kesimpulan. Dengan penelitiannya menyatakan bahwa berhasil atau gagalnya BTC dari sudut pandang pedagang dan pengunjung serta untuk mengungkapkan faktor-faktor apa saja penyebab kegagalan atau keberhasilan tersebut.7

5. Sistematika Penulisan

Skripsi ini terdiri dari 5 (lima) bab, dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

7Hadelin Dkk, Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Pedagang dan Pengunjung Banto Trade Centre (Surabaya) 2010

(19)

BAB I : Pendahuluan

Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, penjelasan judul, dan sistematika penulisan.

BAB II : Landasan Teori

Bab ini membahas tentang, pengertian minat, pengertian hunian, pengertian pedagang.

BAB III : Metodologi Penelitian

Bab ini berisikan jenis penelitian, lokasi penelitian, jenis data, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.

BAB IV : Analisis Hasil Penelitan

Membahas tentang faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat pedagang di Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi, tanggapan pedagang terhadap analisis faktor-faktor minat hunian pedagang terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

BAB V : Kesimpulan dan saran

Bab ini adalah bab terakhir yang berisikan tentang kesimpulan kemudian penulis mencoba untuk memberikan saran-saran terhadap masalah yang di teiliti.

(20)

9 A. Minat

1. Pengertian Minat

Minat adalah kekuatan pendorong yang memaksa seseorang. Ini berarti bahwa beberapa faktor pendorong yang menyebabkan timbulnya keinginan oleh seseorang untuk melakukan sesuatu.1

Minat adalah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu yang merupakan kekuatan didalam dan tampak dari luar sebagai gerak-gerik.Dalam menjalankan fungsinya minat berhubungan erat dengan fikiran dan perasaan.Manusia memberi corak dan menentukan sesudah memilih dan mengambil keputusan.

Pendapat lain mengatakan bahwa minat itu diartikan sebagai komponen konaktif, ini berhubungan dengan komponen afektif dari sikap.Dengan kata lain, minat merupakan sebuah motivasi intriksik sebagai kekuatan pembelajaran yang menjadi daya penggerak seseorang dalam melakukan aktifitas dengan penuh ketekunan dan penuh kesadaran dan mendatangkan perasaan senang, suka, gembira.

Minat akan timbul jika rangsangan yang ada menarik perhatian.

Dalam Islam, minat disinggung dalam sebuah ayat yang diturunkan pertama kali, yaitu dalam perintah-Nya agar membaca.

membaca buku atau dalam artian tekstual, tetapi juga semua aspek. Apakah itu tuntunan untuk membaca cakrawala jagad yang merupakan tanda kebesaran-Nya, serta membaca potensi diri, sehingga dengan kita dapat memahami apa yang sebenarnya hal yang menarik minat kita dalamkehidupan ini, yaitu QS. A-Alaq: 1-3

1Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,…, hlm.135

(21)

































Artinya:”bacalah dengan (menyebut) nama tuhan mu yang menciptakan, dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang Maha pemurah”.

Jadi, betapun bakat dan minat merupakan karunia terbesar dianugerahkan Allah kepada kita. Namun, itu bukan berarti kita hanya berpangku tangan dan minat serta bakat tersebut berkembang dengan sendirinya.2

2. Macam-macam minat

Minat dapat menjadi dua macam:

a. Minat primitif atau biologis

Yaitu minat yang timbul dari kebutuhan-kebutuhan jasmani berkisar pada soal makanan, comfort, dan aktifitas. Ketiga hal ini meliputi kesadaran tentang kebutuhannya terasa akan sesuatu yang dengan langsung dapat memuaskan dorongan untuk mempertahankan organisme.

b. Minat kultural atau sosial

Yaitu minat yang berasal dari perbuatan belajar yang lebih tinggi tarafnya.Orang yang benar-benar terdidik ditandai dengan adanya minat yang benar-benar luas terhadap hal-hal yang bernilai.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat a. Keluarga

Keluarga merupakan institusi dalam masyarakat.Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan telah diteliti secara eksplisit.3

2Abdul Rahman Shaleh dan Muhabid Muhbid Abdul Wahhab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, (Jakarta: Prenada Media, 2004), hlm.263

(22)

Keluarga merupakan sosialisasi primer yang artinya lingkungan masyarakat yang pertama yang dikenal seseorang ketika lahir.Sebagai media sosialisasi primer, sudah tentu keluargalah yang berpengaruh membentuk karakter dalam diri seseorang.

Melalui proses sosialisasi, konsumen merujuk bagaimana anak-anak mendapatkan pengetahuan tentang produk dan keterampilan yang terkait dengan berbagai konsumsi. Sosialisasi dapat terjadi secara langsung ataupun tidak langsung melalui observasi dan permodelan.

Pengetahuan konsumen yang dibentuk sewaktu masih anak-anak dapat mempengaruhi keputusan dalam pembelian kemudian hari. Beberapa orang dewasa masih menggunakan merek produk yang sama seperti yang dipakai orang tuanya.4

Riset tentang pengambilan keputusan keluarga meliputi hal-hal berikut:

a) Perbedaan dalam kelas produk dan hubungan dengan perbuatan keputusan keluarga.

b) Struktur peranan suami/istri.

c) Faktor-faktor penentu pembuatan keputusan.

Analisis konsumen yang menyangkut pembuatan keputusan keluarga:

1) Ketertiban suami/istri sangat berbeda dalam kelas produk

2) Keterlibatan suami/istri berbeda dalam keputusan dan tahap keputusan.

3) Keterlibatan suami/istri untuk pengambilan keputusan berbeda pada anggota keluarga.

3Philip Kotler,Prinsip-Prinsip Pemasaran,( Jakarta: Gema Insani, 2002), edisi ke-12, jilid 2, hlm. 165

4Philip Kotler, Prinsip-Prinsip Pemasaran,…, hlm. 165

(23)

b. Motivasi

Motivasi (motivation) adalah keadaan yang dikalifikasi atau digerakkan dimana seseorang mengarahkan perilaku berdasarkan tujuan.5Seseorang senantiasa mempunyai banyak kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan biologis, timbul dari kebutuhan akan pengakuan, penghargaan atau rasa memiliki.

Motivasi adalah keinginanan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dan dorongan atau implus.Kebutuhan menjadi motif ketika kebutuhan itu mencapai tingkat intensitas yang kuat.

Motif cenderung menurun kekuatannya apabila sudah terpenuhi atau terhambat pemenuhannya.Pemuasan terhadap sesuatu kebutuhan mungkin terhambat dan dapat membuat orang tersebut putus asa dan ada pula yang ulet untuk mengatasi hambatan itu dan akhirnya berhasil.

Motivasi akan timbul dari luar disebut motivasi ekstrinsik, dan motivasi yang timbul dari diri sendiri disebut motivasi intrinsik. Motivasi intrinsik biasanya lebih bertahan lama dan efektif dibanding motivasi ekstrinsik.6

Teori-teori motivasi

1) Teori motivasi Freud, mengansumsikan bahwa kekuatan-kekuatan psikologis yang sebenarnya membentuk prilaku manusia sebagian besar bersifat di bawah sadar. Freud melihat bahwa seseorang akan menekan berbagai keinginan seiring dengan proses pertumbuhannya dan proses penerimaan aturan sosial.

2) Teori motivasi Maslow, menjelaskan seseorang didorong oleh kebutuhan- kebutuhan tertentu pada saat tertentu. Menurut teori hierarki kebutuhan

5John C.Mowen, Michel Minor, Prilaku konsumen, …, hlm. 205

6Husain Usman, manajemen : Teori, praktik dan riset pendidikan, (Jakarta:Bumi Aksara, 2010) hlm.

249

(24)

manusia tersusun dari kebutuhan yang mendesak atau dari kebutuhan yang paling tinggi sampai rendah.

Kebutuhan-kebutuhan itu adalah:

a) Kebutuhan fisiologikal(Fisiological Need)

Merupakan kebutuhan yang paling mendasar atau kebutuhan paling rendah dari manusia.Sebelum seseorang menginginkan kebutuhan ini harus di penuhi terlebih dahulu agar dapat hidup normal.7

b) Kebutuhan keselamatan (Safety Needs, Security Neds)

Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, maka muncul kebutuhan baru yang diinginkan manusia, yaitu: kebutuhan akan keselamatan atau rasa aman.

c) Kebutuhan berkelompok (Social Needs, love Needs, Belonging Needs, Affection Needs)

Setelah kebutuhan keselamatan atau rasa aman terpenuhi maka akan muncul kebutuhan pula kebutuhan baru yang di inginkan manusia, yang kebutuhan hidup berkelompok, bergaul, bermasyarakat, ingin mencintai dan dicintai, serta ingin memiliki dan dimiliki.

d) Kebutuhan penghargaan (Esteen Needs, Egostic Needs)

Kebutuhan yang diinginkan manusia selanjutnya adalah kebutuhan penghargaan atau ingin berprestasi.8

e) Kebutuhan aktualusasi diri (Self Actualzation Needs, Self Realization Needs, Self Fulfillment Needs, Self Expression Needs)

7J. Setia Nugroho, Perilaku Konsumen,…, hlm.13

8J. Setia Nugroho, Perilaku Konsumen, …, hlm.14

(25)

Setelah kebutuhan penghargaan terpenuhi, maka muncul kebutuhan baru yang diinginkan manusia.

3) Teori motivasi Herzberg, mengembangkan teori dan faktor yang membedakan antara faktor yang menyebabkan ketidak puasan dan faktor menyebabkan kepuasan.

4) Teori motivasi Ibrahim el-fiky, ketika seseorang memiliki motivasi dan dorongan psikologi maka semangat akan lebih banyak kemampuan akan lebih besar dan pengetahuan akan lebih baik.

5) Teori menurut Abdul Hamid Mursi menerangkan motivasi sebagai berikut:

a). Motivasi fisiologis terdiri dari: motivasi menjaga diri, motivasi menjaga kelangsungan jenis.

b). Motivasi psikolgis atau sosial terdiri dari: motivasi kepemilikan, motivasi berkompetensi

c. persepsi

Persepsi adalah proses dimana orang memilih mengorganisasikan dan menafsirkan masukan-masukan informasi oleh seseorang untuk menciptakan sebuah gambaran yang bermakna tentang dunia.9Cara orang bertindak dipengaruhi oleh persepsi diri sendirinya tentang sebuah situasi.

Persepsi juga dapat diartikan sebagai suatu proses simulus yang diterima oleh individu melalui alat indra yang kemudian diinterpretasikan sehingga individu dapat memahami dan mengerti tentang stimulus yang diterimanya tersebut. Proses menginterpretasikan stimulus ini, biasanya di pengaruhi oleh pengalaman dan proses belajar individu.10

9Panji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta:Rineka Cipta, 2009), hlm. 228

(26)

Orang dapat membentuk persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama karena tiga proses perceptual (berhubungan dengan rangsangan sensorik) yaitu atensi selektif, distori dan retensi selektif. Atensi yaitu kecenderungan orang untuk menyaring sebagian besar informasi yang mereka dapatkan. Bahkan rangsangan yang terlihat tidak selalu melintas dalam cara yang diinginkan.

Distrosi selektif menggambarkan kecenderungan orang untuk menterjemahkan informasi dalam cara yang akan mendukung apa yang telah mereka percayai.

Berarti pemasar harus memahami pemikiran konsumen dan bagaimana pemikiran tersebut mempengaruhi interprestasi penjualan.

Manusia cenderung mempertahankan informasi yang mendukung sikap dan kepercayaan tentang merek yang mereka sukai dan melupakan hal-hal yang baik tentang merek saing.Untuk itu pemasar harus bekerja keras untuk mencapaikan pesan mereka dengan berulang agar pesan mereka tersebut sampai di pasar.11

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, pada dasarnya terbagi dua:

1. faktor internal, faktor yang mempengaruhi persepsi yang terdapat pada dalam diri individu yang mencakup beberapa hal:

a) fisiologi. Informasi yang masuk melalui alat indra selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitar. Kapasitas indra untuk mempersepsikan pada setiap orang berbeda sehingga interprestasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.

b) Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental pada satu objek.

11Philip Kotler, Prinsip-prinsip Pemasaran,....,hlm. 174

(27)

c) Minat. Persepsi terhadap suatu objek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsikan. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu.

d) Kebutuhan searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari objek-objek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.

e) Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan. Sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsangan dalam pengertian luas.

f) Suasana hati. Keadaan dimana emosi mempengaruhi seseorang, suasana hati ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.12

2. Faktor eksternal, faktor yang mempengaruhi persepsi, adalah karakteristik dari lingkungan dan objek-objek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseorang merasakan atau menerimanya, sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah:

a) Ukuran dan penempatan objek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besarnya hubungan suatu objek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat ukuran suatu objek. Individu akan mudah diperhatikan pada gilirannya membentuk persepsi.

12Htt:/duniapsikologi.com Pengertian Persepsi, Definisi dan Faktor yang Mempengaruhi diakses tanggal 22 Maret 2017, jam 21.00

(28)

b) Warna dari objek-objek. Objek yang mempunyai cahaya lebih mudah dipahami dibandingkan dengan yang sedikit cahayanya.

c) Keunikan dan kekontrasan stimulus luar yang penampilannya dengan latar belakang dan sekeliling yang sama sekali diluar sedangkan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.13

d) Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberikan makna lebih bila sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali lihat, kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu objek yang bisa mempengaruhi persepsi.

e) Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap objek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibanding objek yang diam.14

d. proses belajar

menurut Prasetijo pembelajaran adalah perubahan-perubahan perilaku yang terjadi sebagai akibat dari pengalaman sebelumnya. Para teoritis mengatakan bahwa hampir dari semua perilaku manusia berasal dari belajar.Proses belajar langsung melalui interaksi dorongan, rangsangan, pertanda, respon, dan penguatan.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan dari perilaku yang muncul karena pengalaman.Ahli teori pembelajaran percaya bahwa pembelajaran yang di hasilkan melalui interaksi dorongan, rangsangan, pertanda, respon dari penguatan. Tahapan tersebut dapat menimbulkan respon yang positif maka akan diperkuat melalui pengalaman yang dirasakan menguntungkan.

e. Keyakinan dan sikap

13Ristiyanti Prasetijo, Prilaku Konsumen, …, hlm. 87

14Ristiyanti Prasetijo, Prilaku Konsumen, …, hlm. 87

(29)

Keyakinan bisa didasarkan pada pengetahuan yang nyata. Pemasar akan tertarik pada keyakinan yang diformulasikan seseorang tentang produk dan jasa tertentu, karena keyakinan ini membentuk citra produk dan merek yang mempengaruhi perilaku pembelian.

Sikap menggambarkan evaluasi, perasaan, tendensi yang relatif konsisten dari seseorang terhadap sebuah objek atau ide sikap menempatkan seseorang kedalam suatu kerangka pikiran untuk menyangkut atau tidak menyukai sesuatu, untuk bergerak menuju atau meninggalkan sesuatu.15Sikap seseorang mempunyai pola dan untuk merubah sikap seseorang diperlukan penyesuaian yang rumit dalam banyak hal.Oleh karena itu, perusahaan harus selalu berusaha menyesuaikan produknya dengan sikap yang sudah ada dari pada merubah sikap.

B. HUNIAN

1. Pengertian hunian

Hunian adalah tempat tinggal atau kediaman (yang dihuni) kebutuhan akan hunian, merupakan tuntutan dasar dari masyarakat yang selalu ada dan terpenuhi.

Hunian/tempat tinggal juga diartikan sebagai tempat melakukan kegiatan sehari-hari namun juga bisa memicu kenangan masa lampau dan akhirnya menciptakan ikatan psikologis antara manusia dengan lingkungannya.Tumer menyatakan bahwa yang terpenting dari hunian bukan wujudnya, melainkan dampak terhadap kehidupan penghuninya.

Hunian/tempat tinggal tidak dapat dilihat sebagai bentuk fisik bangunan menurut standar tertentu (dweling,unit), tetapi merupakan proses interaksi antara

15Philip Kotler, Prinsip-Prinsip Pemasaran, ..,hlm. 176-177

(30)

hunian dan penghuninya adalah apa yang diberikan hunian kepada penghuni, serta dilakukan penghuni terhadap huniannya.16

John Tuner dalam Sabari mengemukakan beberapa dimensi yang bergerak paralel dengan mobilitas tempat tinggal/hunian, ada tiga dimensi yang perlu diperhatikan dalam mecoba memahami dinamika perubahan tempat tinggal/hunian.

a. Dimensi lokasi

Dimensi ini mengacu pada tempat yang dianggap paling cocok untuk dihuni (lebih ditekankan pada penghasilan dan siklus kehidupannya).

b. Dimensi siklus kehidupan

Dimensi ini membahas tentang tahap-tahap seseorang mulai menampak dalam kehidupan mandirinya, dimana semua kebutuhan hidupnya ditompang oleh penghasilannya sendiri.

c. Dimensi penghasilan

Dimensi ini berkaitan dengan besar kecilnya penghasilan seseorang yang dikaitkan dengan lamanya menetap.

2. Perilaku masyarakat dalam pemilihan tempat tinggal

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat dalam pemilihan adalah:17

a. Kebudayaan, yakni simbol dan fakta yang diciptakan manusia serta digunakan secara turun menurun sebagai pengatur tingkah laku manusia.

b. Kelas sosial, yakni pembagian tingkat masyarakat kedalam golongan yang didasarkan pertimbangan tertentu.

16www. Jurnal Perspektif Arsitektur. Com/dowload/(Jurnal PA Vol.09 No.02 2014), diakses pada tanggal 22 Maret 2017, jam 21.30

17Wwe.academia.edu.Faktor-Faktor yang dapat Mempengaruhi Masyarakat dalam Pemilihan Tempat Tinggal, diakses pada tanggal 22 Maret 2017, jam 14.00

(31)

c. Kelompok referensi kecil, yakni suatu kelompok ‘kecil’ yang digunakan sebagai rujukan dalam bersikap.

d. Pengalaman, yakni informasi tentang sesuatu hal yang telah didapat sebelumnya akan sangat mempengaruhi pola pikir seseorang kedepannya.

e. Kepribadian, yakni pola sikap seorang individu yang dapat mempengaruhi tanggapan serta keputusan seseorang.

f. Sikap dan kepercayaan, yakni reaksi seseorangdalam menanggapi sesuatu hal serta keyakinan seseorang terhadap suatu nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya.

g. Konsep diri, yakni cara pandang seseorang dalam melihat dirinya sendiri sehingga dia memiliki gambaran tentang dirinya.

C. Pedagang

1. Pengertian pedagang

Pedagang adalah orang yang berusaha atau berprofesi untuk memenuhi kebutuhannya dengan berdagang atau berjualan.Orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan barang yang tidak diproduksi sendiri, untuk memperoleh keuntungan.18Pedagang yang dimaksud disini adalah pedagang perantara, dimana mereka membeli barang-barang terlebih dahulu kepada produsen atau petani kemudian dijual kembali kepada pembeli. Pedagang merupakan seorang pelaku bisnis yang melakukan aktifitas berupa: memproduksi atau mendestribusikan barang dan jasa, mencari profit, memuaskan keinginan konsumen.19

Pedagang disini merupakan seorang pelaku bisnis yang melakukan aktifitas berupa:

a.Memproduksi atau mendistribusikan barang atau jasa

18Eko Sujatmiko, Kamus IPS. (Surakarta: Aksara sinergi Media Cet.1, 2014), hlm. 231

19Muhammad Ismail Yusanto, Menggagas Bisnis Islam, (Jakarta: Gema Insani,2002), hlm.23

(32)

b.Mencari profit

c.Memuaskan keinginan konsumen

Perdagangan adalah semua tindakan yang tujuannya menyampaikan barang untuk tujuan hidup sehari-hari, prosesnya berlangsung dari produsen ke konsumen, sedangkan orang yang menjalankan semua itu dinamakan dengan pedagang.Pedagang itu adalah merupakan sebuah pekerjaan atau profesi.

Perdagangan adaah pertukaran harta dengan harta atau harta dengan uang atau barang dengan jalan berusaha dan tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan.

Keuntungan yang diperoleh dari jual beli atau perdagangan tidak boleh menimbulkan penindasan terhadap pembeli.

Tujuan adanya perdagangan dan para pedagang adalah karena manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bantuan orang lain, oleh sebab itu perdagangan merupakan salah satu sikap tolong menolong karena perdagangan tersebut akan meringankan beban antara pedagang dengan pembeli serta antara sesama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masing-masing.20

2. Jenis-jenis pedagang

Secara umum jenis-jenis pedagang itu terbagi dua, yaitu pedagang besar dan pedagang kecil.

a. Pedagang besar

Pedagang besar adalah kelompok pedagang grosir tunggal terbesar, menduduki sekitar 50% dari seluruh pedagang grosir, agen, mewakili pembeli atau penjual pada basis permanen. Contoh: para grosir menyediakan beragam

20Muhammad Ismail Yusanto, Menggagas Bisnis Islam, …,hlm. 24

(33)

pelayanan untuk pelanggan yang membeli produk untuk dijual kembali atau untuk kepentingan bisnis.21

b. Pedagang kecil

Pedagang kecil atau pengecer adalah semua kegiatan pedagang yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk pemakaian pribadi atau non bisnis konsumen.

Ada dua fungsi yang harus dilakukan pedagang eceran yaitu sebagai berikut:22

a) Menghimpun pembelian barang-barang yang beraneka ragam dari produsen atau pedagang besar, yang harus diperhatikan dalam pembelian adalah asal barang, harga, jumlah, dan waktu yang tepat.

b) Menyalurkan barang-barang tersebut dengan terlebih dahulu harus mengenal kebutuhan konsumen. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi resiko kerugian karena kesalahan memilih barang atau harga yang terlalu mahal.

Di Indonesia, pedagang eceran dapat dibagi dua, yaitu sebagai berikut:

1. Pedagang eceran besar

Yang termasuk pedagang eceran besar ialah:

1) Unit Store, yaitu toko yang berdiri sendiri dan menjual barang langsung pada konsumen.

2) The Chain Store, yang mempunyai cabang lebih dari tiga yang dimiliki oleh seseorang dan biasanya menjual satu macam barang.

3) Departement Store, dalam satu ruangan toko terdapat macam barang yang masing-masing mendapatkan satu tempat.

21Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert, Bisnis Edisi Kedelapan, (Jakarta: Gelora Aksara Pratama, 2006), jilid 1, hlm. 342

22Lili M Sadeli dan Maman Ukas, Pengantar Bisnis Ilmu Menjual, …,hlm. 21-24

(34)

4) Regional Shopping Center, dalam satu tempat tertentu terdapat berpuluh-puluh toko kecil.

5) Mail Order House, menjual barang dengan mengirimakan daftar harga melalui pos.

6) Chain Departement Store, gabungan dari departement store yang dimiliki satu orang.

7) Supermarket, penjualan dilakukan oleh self service.

8) Handing Machine, penjualan barang-barang dilayani dengan mesin.

2. Pedagang eceran kecil 1) Toko kecil depot 2) Warung

3) Penjaja keliling 4) Kios

5) Pedagang23

3. Faktor-faktor pemilihan lokasi

Pemilihan lokasi sering dilakukan perusahaan yang akan melakukan pendirian dan perluasan yang ada sekarang atau menempatkan usaha baru ditempat lain. Dalam sektor jasa, seperti: lokasi kantor cabang, toko-toko pengecer, pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat, unit pendanaan kebakaran dan lain-lain, bahkan memerlukan pertimbangan-pertimbangan yang lebih komplek.24

Lokasiusaha yang tepat akan meminimumkan beban biaya (investasi dan operasional) jangka pendek atau jangka panjang, dan ini akan meningkatkan daya saing perusahaan. Letak geografis suatu usaha mempunyai pengaruh terhadap sistem produksi yang ekonomis, karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhi letak

23Lili M Sadeli dan Maman Ukas, Pengantar Bisnis Ilmu Menjual, …, hlm. 24

24Irmayanti Hasan, Manajemen Operasional Perspektif Integratif, (Malang:UIN-Maliki Press,2011), hlm. 73

(35)

fasilitas/mesin-mesin, dan yang lebih penting lagi karena lokasi tersebut akan mempengaruhi besarnya biaya operasi ataupun biaya kapital.25

Faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi:

a.Lingkungan dan ekologi

kesediaan lingkungan suatu daerah menerima segala konsekuensi, baik konsekuensi positif maupun negatif, didirikannya suatu pabrik di daerah tersebut merupakan suatu syarat terpenting. Perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai lingkungan dan ekologi di mana perusahaan akan berlokasi, karena pabrik-pabrik sering memproduksi limbah dalam berbagai bentuk air, udara, atau limbah zat padat yang telah tercemar, dan sering menimbulakan suara keras.26

b.Kedekatan dengan pasar

Dekat dengan pasar akan membuat perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para langganan, dan sering mengurangi biaya distribusi.

Perlu dipertimbangkan juga apakah pasar perusahaan tersebut luas ataukah hanya melayani sebagian kecil masyarakat, produk mudah rusak atau tidak, berat produk, dan proporsibiaya distribusi barang jadi pada total biaya.Perusahaan besar dengan jangkauan pasar yang luas, dapat mendirikan pabrik-pabriknya di banyak tempat yang tersebar untuk mendekati pasar.

c.Tersedianya tenaga kerja

Di manapun lokasi perusahaan, harus mempunyai tenaga kerja, karena itu cukup tersedianya tenaga kerja merupakan hal yang mendasar. Bagi banyak perusahaan sekarang kebiasaan dan sikap calon pekerja suatu daerah lebih penting dari keterampilan dan pendidikan, karena jarang perusahaan yang dapat menemukan tenaga kerja baru yang telah siap pakai untuk pekerjaan yang sangat

25Sutarno, Serba-serbi Manajemen Bisnis, (Yokyakarta:Graha Ilmu, 2012), hlm. 128

26Irmayanti Hasan, Manajemen Operasional Perspektif Integratif,…, hlm. 74

(36)

bervariasi dan tingkat spesialisasi yang sangat tinggi, sehingga perusahaan harus menyelenggarakan program latihan khusus bagi tenaga kerja yang lebih baik dibanding dari daerah lain.

d.Kedekatan dengan bahan mentah dan pemasok

Apabila bahan mentah berat, dalam proses produksi maka perusahaan lebih baik berlokasi dekat bahan mentah, contoh: pabrik semen, kayu, kertas dan baja, tetapi bila produk jadi lebih berat, besar, dan bernilai rendah maka lokasi dipilih sebaliknya.

e.Fasilitas dan biaya pengangkut

Tersedianya fasilitas dan biaya pengangkutan baik lewat darat, udara dan air akan melancarkan pengadaan faktor-faktor produksi dan penyaluran produk perusahaan.Pentingnya pertimbangan biaya-biaya pengangkutan tergantung

“sumbangan” nya terhadap total biaya, misalnya bisnis retail, ini menyangkut pasokan barang yang selalu harus diantar ke tempat pesanan secara tepat waktu.27 f. Sumber daya alam lainnya

Perusahaan-perusahaan seperti pabrik kertas, baja, karet, kulit, gula, tenun, pemproseskan makanan, aluminium dan sebagainya sangat memerlukan air dalam kuantitas yang besar.Selain itu hampir setiap industri memerlukan baik tenaga yang dibangkitkan dari aliran listrik, disel, air, angin dan lain-lain. Oleh sebab itu perlu diperhatikan tersedianya sumber daya alam dengan murah dan mencukupi g.faktor lainnya

seperti harga tanah, budaya masyarakat, peraturan daerah tentang tenaga kerja, kedekatan dengan pabrik-pabrik dan gudang-gudang lain perusahaan maupun para

27Irham Fahmi, Kewirausahaan, (Bandung: Alfabeta,2003), hlm. 68

(37)

pesaing, tingkat pajak, kebutuhan untuk ekspansi, cuaca/iklim, keamanan, serta konsekuensi pelaksanaan tentang peraturan lingkungan hidup.28

Terdapat perbedaan keberhasilan dan kekuatan atau kelemahan suatu perusahaan,kerap kali karena faktor lokasi. Dalam keadaan persainganlokasi dapat menjadi penentuan kesuksesan usaha yang menjadikannya sangat penting. Pemilihan lokasiusaha yang strategis akan sangat mudah dijangkau dan usaha yang dijalankan dapat bersaingsecara efektif dengan para pesaing di lokasi tersebu.29

4. Faktok-faktor yang Mempengaruhi Penilaian dan Image Pedagang Terhadap Pasar

Faktor-faktor yang mempengaruhi pedagang dalam memilih pasar tempat berbelanja:

a. Lokasi

Lokasi adalah dimana produksi itu berlangsung. Kesalahan dalam memilih lokasi banyak membawa implikasi negatif dari proses secara keseluruhan. Untuk memilih lokasi tergantung dari jenis usaha yang dijalankan.30Pemilihan lokasi yang kurang cermat juga berdampak lain, seperti pengaruh buruk dari lingkungan. Guna menghindari kemungkinan buruk itu maka pada waktu pemilihan lokasi perlu dapat merinci semua kemungkinan baik keunggulan maupun kelemahan dari alternatif lokasi yang akan dipilih. Penentuan lokasi sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.31

b. Harga

28Irmayanti Hasan, Manajemen Operasional Perspektif Integratif, …, hlm. 74

29Firmila Wamaliya dan Gusti Putu Natha Wirawan. Perbandingan Faktor-faktor Yang Menentukan Pemilihan Lokasi Pedagang Perak Dan Emas Di Pasar Seni Celuk Dan Ubud., Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 2014

30Agus Sucipto, Studi Kelayakan Bisnis, (Malang: UIN-Maliki Press, 2011), hlm. 89

31Sutarno, Serba-Serbi Manajemen Bisnis, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), hlm. 128

(38)

Harga adalah penentuan dari suatu produk yang merupakan titik pertemuan dari produk yang ditawarkan dengan permintaan akan produk yang ditawarkan dengan permintaan akan produk yang dimaksud. Harga harus ditentukan dengan benar dalam arti tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah.32

Harga dalam pengertian lain adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk dan jasa.33Setiap transaksi dagang dapat dianggap sebagai suatu pertukaran uang, uang adalah harga untuk sesuatu.34

c. fasilitas

Fasilitas adalah bagian dari sarana fisik tempat belanja yang dapat dimiliki ataudinikmati oleh pedagang selaku pengguna jasanya. Fasilitas ini terbagi menjadi 2 (dua),yaitu fasilitas yang digunakan sehari-hari untuk mendukung kegiatan dalam ruangusaha seperti listrik,tempat parkir kendaraan,terminal,telepon, air bersih, wc,tempat ibadah dan tempat pembuangan sampahserta fasilitas yang digunakan hanyapada saat-saat tertentu saja sepertialat pemadam kebakarandan hydran air.

d. Pelayanan

Pelayananadalahsikap yang diberikan pengelola kepada pedagang saat pedagang mengajukan keluhan, konsultasi, komunikasi danpengelola memberirasa aman, layanan ini berupa intensitas keamanan, pengelola paham kebutuhanpedagang serta perhatian pengelola kepada pedagang.35

32Sentot Imam Wahjono, Manajemen Pemasaran Bank,(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), hlm. 114

33Amirullah, Imam Hardjanto, Pengantar Bisnis, (Yokyakarta: Graha Ilmu, 2005), hlm. 136-145

34Fajar Laksana, Manajemen Pemasaran Pendekatan Praktis,(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008), hlm.

105

35Hadelina , Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Pedagang dan Pengunjung BTC (Surabaya) 2010

(39)

Pelayanan merupakan melayani kepentingan perorangan pun asal kepentingan itu masih termasuk dalam rangka pemenuhan hak dan kebutuhan bersama yang telah diatur.36

Kualitas merupakan tingkat mutu yang diharapkan, dan pengendalian dari keragaman dalam mencapai mutu tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen.Untuk mendapatkan kualitas pelayanan yang baik maka perlu dibina hubungan yang erat antar perusahaan, dalam hal ini adalah karyawan dengan pemakai jasa tersebut.

Dimensi kualitas pelayanan adalah sebagai berikut:

1. Tangibles (fasilitas fisik) meliputi tempat parker, fasilitas gedung, tata letak, dan tampilan barang, kenyamanan fasilitas fisik, peralatan dan perlengkapan yang modern.

2. Credibility (kredibilitas) meliputi kepercayaan, keyakinan dan kejujuran dalam pelayanan.

3. Competence (kompoten) meliputi keterampilan dan pengetahuan pelayanan.

4. Access (akses) meliputi memberikan/menyediakan keinginan pelanggan dan pelayanan mudah dihubungi.

5. Reliability (reliabilitas) meliputi efektifitas informasi jasa, penampilan barang pembuatan nota dan pencatatan nota.

6. Responsiveness (responsif) yaitu pembantu dengan segera memecahkan masalah.

7. Courtesy (kesopanan) meliputi kesopanan, penghargaan, bijaksana dan keramahan pelayanan.

36Moenir, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hlm. 12

(40)

8. Communication (komunikasi) meliputi komunikasi yang baik dan bisa mendengarkan pendapat pelanggan.

9. Understanding the customer (memahami pelanggan) yaitu mengerti dan memahami kebutuhan dari pelanggan.

10. Security (keamanan) yaitu memberikan rasa aman dan membebaskan dari segala resiko atau keragua-raguan pelanggan.37

5. Kriteria pasar islam menurut faktor pedagang a. Pasar tidak boleh disewakan

b. Tidak ada bangunan/ tempat

c. Pasar terbuka untuk umum/ sadakoh dari Negara untuk rakyat d. Tidak ada pajak/ distribusi

37Fajar Laksana, Manajemen Pemasaran Pendekatan Praktis, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008), hlm.

91

(41)

30 A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu penulis mengumpulkan data langsung dari lapangan atau lokasi penelitian ini.Lebih khususnya, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang mencoba menganalisis suatu fenomena yang terjadi pada saat ini.1Karena itu penulis akan menganalisis secara lengkap faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat pedagang terhadap pasar BTC Bukittinggi. Jadi penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat pedagang terhadap pasar BTC Bukittinggi.

B. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada pedagang yang berada di luar area pasar BTC Bukittinggi, yang berlokasi di Kecamatan Mandiangin Koto Selayanjalan Pemuda.

Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 2 Maret 2017 sampai skripsi ACC untuk di- munaqasah-kan.

C. Sumber Data 1. Data Primer

Dalam penelitian ini adalah data tentang pendapat pedagang mengenai kurangnya minat hunian terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

2. Data sekunder

1Lexy J Melaong, Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), hlm. 3

(42)

Data sekunder penelitian ini adalah data yang diperoleh dari menganalisa buku-buku penelitian, surat kabar dan juga data yang diperoleh dari pihak pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

D. Populasi Dan Sampel

Populasi merupakan kumpulan dari seluruh elemen yang dijadikansasaran atau objek penelitian, yaitu pedagang yang berada di luar area pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggisebanyak 165 pedagang.

Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dapat dianggap mewakili keseluruhan populasi. Apabila objeknya kurang 100, lebih baik diambil seluruhnya, dan apabila populasinya besar atau lebih dari 100, dapat diambil antara 10%-25%.2

Dalam penempatan sampel penelitian, penulis menggunakan teknik Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalahpurposive sampling dan snowball sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan

tertentu.Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data, yang ada pada awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar. Hal ini dilakukan karena dari jumlah sumber data yang sedikit itu belum mampu memberikan data yang lengkap dan pasti, maka mencari orang lain lagi yang dapat digunakan sebagai sumber data.3

Pada umumnya peneliti menggunakan metode ini untuk memperoleh daftar dalam jumlah yang besar dan lengkap secara cepat dan hemat. Penentuan sampel ini ditentukan dengan rumus Slovin, yaitu4:

n=

Dimana :

2Suharmisi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarata: PT Rineka Cipta,1998), hlm. 124

3Sugiono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 392

4Sofian Siregar, Statistik Deskriptif untuk Penelitian, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), hlm.

149

(43)

n = jumlah sampel N = ukuran populasi

e = nilai kritis = 25% (0,25)

Berdasarkan rumus tersebut maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini:

=

( )

= 16

Dari hasil tersebut maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 pedagang.

E. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah : a. Observasi

Observasi adalah alat pengumpul data mempunyai ciri yang lebihspesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Observasi langsung memberikan sumbangan yang sangat penting sekali dalam penelitian deskriptif. Jenis-jenis informasi tertentu dapat diperoleh melalui pengamatan langsung oleh peneliti.5Yaitu pengumpulan data secara langsung dari objek penelitian melalui pengamatan, dicatat dan direduksi kemudian disajikan secara sistematis untuk menggambarkan objek yang diteliti.

Observasi melalui fenomena yang terjadi pada minat hunian pedagang terhadap pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

b. Wawancara

Wawancara adalah menemukan informasi secara lisan dalam hubungan tatap

5Sanafiyah Faisal, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 2004), hal. 204

(44)

muka dengan narasumber.Wawancara merupakan hubungan tatap muka antara pewancara dengan yang diwawancara.Wawancara dilakukan kepada pedagang diluar area Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

F. Teknik Pengolahan Data

Setelah data terkumpul kemudian penulis mengolah data dengan menggunakan teknik anailisis data.Data yang diperoleh tidak dituangkan dalam bentuk angka, bilangan, atau statistic, melainkan tetap dalam bentuk kualitatif.Penulis melakukan analisis data dengan memberikan pemaparan gambaran situasi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif.6

G. Teknik Analisis Data

Berdasarakan inti penyusunan di atas maka dalam melaksanakan penganalisaan penyusunan penelitian ini penulis menggunakan metode analisis yang bersifat kualitatif.Analisis kualitatif yaitu dengan membandingkan teori yang sedang dipelajari dengan kenyataan yang penulis temukan di lapangan. Data yang peneliti dapat akan di analisa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang muncul berupa data-data tertulis atau lisan dari orang atau prilaku yang di amati yang di proses melalui catatan, kemudian disusun dalam teks yang diperluas yang berhubungan dengan Analisis Faktor-Faktor Rendahnya Minat Hunian Pedagang Terhadap Pasar Banto Trade Centre (BTC) Bukittinggi.

6Joko Subagyo, Metodologi Penelitian dan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1997), hlm. 39

(45)

34 A. Monografi Pasar BTC Bukittinggi

1. Sejarah Pasar BTC Bukittinggi

Pasar Banto Trade Centre (BTC) merupakan pasar tradisional yang dikelola oleh PT Citicon Mitra Bukittinggi secara modern. Pasar BTC berlokasi di jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Pasar Banto Trade Centre dibangun sejak tahun 2004 oleh PT Citicon dengan luas bangunan 22.478 m² terdiri atas 4 lantai, tersedia sebanyak 1012 kios, mulai beroperasi pada bulan September.

Pasar Banto Trade Centre Bukittinggi selesai dibangun dan diresmikan tahun 2007.

Dahulu sebelum menjadi mall Banto Trade Centre (BTC), lokasi ini merupakan terminal dan pasar biasa. Pasar dengan kios-kios kecil, disebut dengan pasar Banto. Banyak penjual barang dan jasa yang berjualan disana. Terminal di pasar Banto dipindakan ke Aur Kuning, dan lokasi itu kemudian diubah menjadi Mall Banto Trade Centre.1

Perusahaan yang mengelola BTC yaitu PT. Citicon Mitra Bukittinggi dimana PT ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota dalam pembangunan BTC. PT MITRA Citicon Bukittinggi melakukan kontrak dengan PEMKO Bukittinggi selama masa 20 tahun. Dimana perjanjian dimulai pada tanggal 30 September 2005 dan akan berakhir setelah 20 tahun kemudian yaitu pada tahun 2025. Hal ini dikarenakan PT Citicon Mitra Bukittinggi melakukan pembangunan di tanah kota.

Sistem yang dipakai oleh PT Citicon Mitra Bukittinggi dengan Pemerintah Kota yaitu menggunakan sistim Build Operation Transfer (BOT). BOT Agrement adalah perjanjian antara 2 ( dua) pihak, dimana pihak yang satu menyerahkan

1Sumber Data Pasar BTC Bukittinggi

(46)

penggunaan tanah miliknya untuk diatasnya didirikan suatu bangunan komersial oleh pihak kedua (investor), dan pihak kedua tersebut berhak mengoperasikan atau mengelola bangunan komersial untuk jangka waktu tertentu dengan memberikan fee (atau tanpa fee) kepada pemilik tanah, dan pihak kedua wajib mengembalikan tanah beserta bangunan komersial di atasnya dalam keadaan dapat dan siap dioperasikan kepada pemilik tanah setelah jangka waktu operasional tersebut berakhir.2

Menurut Pasal 1 ayat (12) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2008 tentang pengelolaan barang milik Negara-Daerah, yang menyatakan bahwa bangun guna searah adalah pemanfaatan barang milik Negara/daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.

Pengertian BOT menurut Keputusan Mentri Keuangan Nomor 248/KMK.04/1995Jo SE – 38/PJ.4/1995 adalah:

a. Bentuk perjanjian kerjasama antara pemegang hak atas tanah dengan investor.

b. Pemegang hak atas tanah memberikan hak kepada investor untuk mendirikan bangunan selama masa perjanjian.

c. Setelah masa perjanjian berakhir, investor mengalihkan kepemilikan atas bangunan tersebut kepada pemegang hak atas tanah.

d. Bangunan yang didirikan investor dapat berupa gedung perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, rumah toko, hotel, dan bangunan lainnya.3

Bagi Pemerintah Daerah pembiayaan bangunan intrastruktur dengan mengandalkan APBD (Anggaran Pendapatan dari Belanja Daerah) juga dirasakan

2Sumber Data Pasar BTC Bukittinggi

3Sumber Data Pasar BTC Bukittinggi

(47)

semakin terbatas jumlahnya, untuk itu dibutuhkan pola-pola baru sebagai atternatif pendapatan yang tidak jarang melibatkan pihak swasta (nasional-asing) dalam proyek- proyek pemerintah.

2. Visi dan Misi Pasar BTC Bukittinggi a. Visi pasar BTC Bukittinggi

Untuk terwujudnya pasar yang tertib, bersih, indah, dan nyaman dalam memajukan ekonomi kerakyatan guna menuju guna menuju kemandirian perusahaan daerah.

b. Misi pasar BTC Bukittinggi

1) Mengembangkan potensi dan fasilitas sarana dan prasarana pasar BTC Bukittinggi.

2) Menerapkan pengelolaan manajemen pasar yang baik melalui Standard Operation Procudere (SOP) guna mengukur kinerja manajemen pada pasar BTC Bukittinggi.

3) Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna pasar.

4) Menertibkan baik pedagang, administrasi dan pungutan retribusi serta sistem pelaporan yang akura.

5) Mandiri dalam mencukupi kebutuhan dari hasil penerimaan retribusi pasar.4 3. Tujuan Pasar BTC Bukittinggi

a. Turut serta melaksanakan pembangunan daerah dan ekonomi Nasional

b. Meningkatkan pelayanan serta kebutuhan masyarakat khususnya pengguna pasar.

c. Membantu dan turut mengutamakan kelancaran distribusi bahan-bahan pokok keperluan sehari-hari.5

4Sumber Data Pasar BTC Bukittinggi

(48)

B. Keadaan Umum Pasar BTC Bukittinggi

Pasar BTC Bukittinggi terletak di jalan Soekarno Hatta merupakan salah satu pasar modern yang ada di Bukittinggi.Pasar BTC Bukittinggi yang letaknya strategis dengan luas area pasar BTC Bukittinggi yaitu sebesar 22.478 m².Pasar BTC Bukittinggi menyediakan berbagai macam kebutuhan sehari-hari.

Para pedagang pasar BTC Bukittinggi tiap bulannya harus membayar sewa kios/los, untuk pedagang kios/los lantai dasar 1 dikenai sebesar Rp.250.000-Rp.400.000 perbulan tergantung berapa luas kios/los tersebut, sedangkan toko dilantai dasar 2 dikenai tiap toko sebesar Rp.1.500.000 per tahunnya. Fasilitas yang dimiliki pasar BTC Bukittinggi yaitu berupa kantor pasar, eskalator, tempat parkir kendaraan, serta wc.

C. Struktur Pengurus Pasar BTC Bukittinggi

Seperti halnya suatu wilayah, pasar BTC Bukittinggi juga memiliki suatu badan yang bertugas dalam ketertiban dan keamanan dipasar, yang dinamakan pengurus pasar.Pengurus pasar adalah sejumlah orang yang dipilih oleh badan perwakilan pemilik pasar untuk mengurus pasar.

Biasanya masa jabatan pengurus-pengurus pasar tersebut adalah 3 tahun.Struktur kepengurusan pasar BTC Bukittinggi ini bekerjasama dengan pihak pimpinan pasar BTC Bukittinggi tersebut.Karena pasar ini merupakan pasar BTC Bukittinggi yang artinya pasar milik Bukittinggi.6

Struktur organisasi yang ada pada pasar BTC Bukittinggi adalah sangat penting dan ini dikendalikan oleh PT Citicon Mitra Bukittinggi. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

1. Bulding Manajer

5Sumber Data Pasar BTC Bukittinggi

6Sumber Data Pasar BTC Bukittinggi

Referensi

Dokumen terkait

Masyarakat desa mulyoharjo tegal salah satunya sudah mulai membuka usaha dalam bentuk sebuah pabrik yang memproduksi makanan ringan berupa nuget, stik, bakso

Untuk menggunakan fasilitas ini seorang programmer hanya diharuskan memasukkan kelas kelas yang merupakan komponen dari Package.Package ini merupakan fitur dari Java 2 SDK yang

Telah dilakukan penelitian mengenai skrining fitokimia, aktivitas antibakteri dan antioksidan dari ekstrak metanol dan etil asetat dari daun benalu kopi (Loranthus. parasiticus

rugi dalam pengadaan tanah untuk pembangunan jalur Mass Rapid Transit di. Kelurahan Lebak Bulus Jakarta Selatan telah sesuai dengan

Changes in the frequency, intensity, spatial extent and duration of weather and climate events, alongside increases in population growth and density in many areas, mean

(a) Pengerukan dan rehabilitasi lokasi Proyek yang terdiri dari sebelas (11) floodway, dengan total panjang sekitar 67.5 kilometer, dan empat (4) bak retensi, dengan

Apabila pada saat pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data maka perusahaan tersebut akan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan jika

Pada tahap ini dilakukan perhitungan persediaan dan pemesanan dari suku cadang yang terpilih, sehingga didapatkan total biaya yang harus dikeluarkan oleh