Dosen Universitas Gajah Putih, Takengon
2.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
Secara psikologis, aspek yang sangat penting dalam kepemimpinan kerja adalah sejauh mana pimpinan mampu mempengaruhi motivasi kerja bawahan agar mereka mampu bekerja produktif dengan penuh tanggungjawab. Hal ini disebabkan karena motivasi karyawan merupakan aspek yang sangat penting dalam memelihara dan mengembangkan sumber daya manusia dalam organisasi.
Menurut Siagian (2002:294), “faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang adalah faktor
internal dan faktor eksternal”.
a) Faktor internal (intrinsik) meliputi: 1. Persepsi seseorang mengenai dirinya.
Persepsi seseorang mengenai dirinya merupakan pandangan seseorang mengenai kemampuan dan keterampilannya. Apabila seseorang menganggap bahwa dia memiliki kemampuan dan keterampilan, hal ini akan memotivasinya untuk bekerja lebih baik.
2. Keinginan dan harapan pribadi.
Keinginan dan harapan pribadi, yaitu tujuan yang dingin dicapai seseorang dalam bekerja. Dalam hal ini, karyawan menginginkan agar prestasi kerjanya diperhatikan oleh atasan dengan memberikan peluang untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Motivasi merupakan akibat dari suatu hasil yang ingin dicapai seseorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya mengarah ke hasil yang diinginkan. Jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, maka ia akan terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh yang diinginkannya itu tipis, motivasinya pun akan rendah.
3. Kepuasan kerja
Kepuasan kerja adalah emosional yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dengan mana karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja tergantung pada tingkat perolehan instrinsik dan eksterinsik dan tergantung dari pandangan pemegang pekerjaan terhadap perolehan tersebut. Unsur kognisi dan perilaku orang terhadap pekerjaannya dianggap sebagai unsur-unsur yang dikandung dalam kepuasan kerja. Sikap karyawan yang dijadikan sebagai salah satu ukuran kepuasan kerja lebih dimaksudkan sebagai pandangan pemegang pekerjaan terhadap perolehan interinsik dan ekstrinsik. Ukuran lain meliputi: pergantian shif karyawan, keterlambatan dan keluhan dapat dimasukkan dalam kategori perilaku. Sedangkan unsur afeksi sikap belum terpenuhi oleh ukuran-ukuran yang mereka ajukan.
4. Prestasi kerja
Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Prestasi kerja karyawan turut menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Prestasi kerja yang distandarkan akan tercapai apabila didukung oleh kemampuan, keinginan, upaya kerja dan dukungan organisasi.
4578
b) Faktor eksternal (ekstrinsik) yang turut mempengaruhi motivasi seseorang adalah: 1. Jenis dan sifat pekerjaan.
Jenis pekerjaan berkaitan dengan bidang pekerjaan seseorang ditugaskan dalam organisasi. Jenis pekerjaan ini seperti bidang pemasaran, bidang produksi, bidang pembukuan dan keuangan, bidang personalia dan teknik dan lain sebagainya. Sifat pekerjaan berhubungan dengan resiko yang mungkin ditimbulkan oleh pekerjaan tersebut.
2. Kelompok kerja
Kelompok kerja, yaitu bagian-bagian yang ditugaskan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Bagian tersebut, misalnya bagian pemasaran, bagian produksi, bagian pembukuan dan keuangan, bagian personalia, bagian teknik dan lain sebagainya. Untuk mencapai tujuan organisasi, maka setiap individu yang bergabung dalam kelompok kerja harus bekerja sama dan saling membantu satu sama lain.
3. Situasi lingkungan kerja
Lingkungan kerja yang aman dan nyaman dilakukan dengan menjaga kebersihan ruang kerja karyawan. Jika lingkungan kerja aman dan nyaman, maka motivasi kerja meningkat dan sebaliknya, jika lingkungan kerja kurang menyenangkan maka motivasi kerja turun.
4. Sistem imbalan
Sistem imbalan berkaitan dengan balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawan atas jasa yang diberikannya demi pencapaian tujuan organisasi. Jenis-jenis imbalan adalah gaji pokok, insentif, tunjangan dan fasilitas kesejahteraan. Gaji produk, yaitu kompensasi dasar yang diterima oleh pegawai biasanya sebagai gaji atau upah. Insentif, yaitu balas jasa yang diterima karyawan selain gaji pokok yang dihitung berdasarkan jam kerja lembur dan prestasi kerja. Tunjangan, yaitu imbalan tidak langsung seperti asuransi kesehatan, atau uang pensiun diberikan kepada pegawai atau sekelompok pegawai sebagai bagian dari keanggotaannya di organisasi. 3. Pembahasan
3.1. Communalities
Communalities pada dasarnya adalah jumlah varians (bisa dalam persentase) dari suatu variabel mula-
mula yang bisa dijelaskan oleh faktor yang ada. Semua variabel dijelaskan oleh faktor yang terbentuk dengan ketentuan bahwa semakin besar communalities semakin erat hubungan variabel yang bersangkutan dengan faktor yang terbentuk. Hasil communalities yang diperoleh disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Communalities Faktor-faktor yang
mempengaruhi motivasi kerja Initial Extraction
Kematangan pribadi (V1) 1,000 0,581
Pendidikan (V2) 1,000 0,658
Keinginan dan harapan pribadi
(V3) 1,000 0,563 Kebutuhan (V4) 1,000 0,585 Kelelahan kerja (V5) 1,000 0,627 Kebosanan kerja (V6) 1,000 0,605 Kepuasan (V7) 1,000 0,678 Lingkungan kerja (V8) 1,000 0,656 Gaji pokok (V9) 1,000 0,638 Tunjangan (V10) 1,000 0,572
4579
Insentif (V12) 1,000 0,694
Kelompok kerja (V13) 1,000 0,717
Tanggungjawab (V14) 1,000 0,635
Penghargaan atas prestasi
(V15)
1,000 0,735
Peraturan yang berlaku (V16) 1,000 0,718
Extraction Method: Principal Component Analysis
Berdasarkan Tabel 1, dapat dijelaskan arti communalities adalah:
1) Untuk variabel kematangan pribadi, angka 0,581 artinya 58,1% varians dari variabel kematangan pribadi dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
2) Untuk variabel pendidikan, angka 0,658 artinya 65,8% varians dari variabel pendidikan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
3) Untuk variabel keinginan dan harapan pribadi, angka 0,563 artinya 56,3% varians dari variabel keinginan dan harapan pribadi dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
4) Untuk variabel kebutuhan, angka 0,585 artinya 58,5% varians dari variabel kebutuhan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
5) Untuk variabel kelelahan kerja, angka 0,627 artinya 62,7% varians dari variabel kelelahan kerja dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
6) Untuk variabel kebosanan kerja, angka 0,605 artinya 60,5% varians dari variabel kebosanan kerja dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
7) Untuk variabel kepuasan, angka 0,678 artinya 67,8% varians dari variabel kepuasan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
8) Untuk variabel lingkungan kerja, angka 0,656 artinya 65,6% varians dari variabel lingkungan kerja dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
9) Untuk variabel gaji pokok, angka 0,638 artinya 63,8% varians dari variabel gaji pokok dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
10)Untuk variabel tunjangan, angka 0,572 artinya 57,2% varians dari variabel tunjangan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
11)Untuk variabel supervisi yang baik, angka 0,620 artinya 62% varians dari variabel supervisi yang baik dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
12)Untuk variabel insentif, angka 0,694 artinya 69,4% varians dari variabel insentif dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
13)Untuk variabel kelompok kerja, angka 0,717 artinya 71,7% varians dari variabel kelompok kerja dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
14)Untuk variabel tanggungjawab, angka 0,635 artinya 63,5% varians dari variabel tanggungjawab dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
15)Untuk variabel penghargaan atas prestasi, angka 0,735 artinya 73,5% varians dari variabel penghargaan atas prestasi dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).
4580
16)Untuk variabel peraturan yang berlaku, angka 0,718 artinya 71,8% varians dari variabel peraturan yang berlaku dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (tabel Component Matrix).