BAB II TINJAUAN PUSTAKA
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang
Umur merupakan sebagian dari pengalaman usaha selama melakukan kegiatan pemasaran produknya. Pengusaha yang lebih lama berjualan biasanya memiliki pengalaman yang cukup dalam untuk mempertahankan usahanya. Asumsinya semakin banyak pengalaman yang alami semakin matang umur pedagang.
2) Lama Usaha
Jangka waktu pengusaha dalam melakukan usahanya memberikan pengaruh penting bagi pemilihan strategi dan cara melakukan usahanya, dan sangat bervariasi antara pengusaha satu dengan pengusaha yang lainnya. Pengusaha yang lebih lama dalam melakukan usahanya akan memiliki strategi yang lebih matang dan tepat dalam mengelola, memproduksi dan memasarkan produknya. Karena pengusaha yang memiliki jam terbang tinggi di dalam usahanya akan memiliki pengalaman, pengetahuan serta mampu mengambil keputusan dalam setiap kondisi dan keadaan. Selain itu, pengusaha dengan pengalaman dan lama usaha yang lebih banyak, secara tidak langsung akan mendapatkan jaringan atau koneksi yang luas yang berguna dalam memasarkan produknya. Pengalaman usaha seseorang dapat diketahui dengan melihat jangka waktu atau masa kerja seseorang dalam menekuni suatu pekerjaan tertentu. Semakin lama seseorang melakukan usaha/kegiatan, maka pengalamannya akan semakin bertambah. Pengalaman usaha ini dapat
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
16
dimasukkan ke dalam pendidikan informal, yaitu pengalaman sehari-hari yang dilakukan secara sadar atau tidak dalam lingkungan pekerjaan dan sosialnya (Wijayanti, 2005:18).
Lamanya seorang pelaku bisnis menekuni bidang usahanya akan mepengaruhi kemampuan profesionalnya. Semakin lama menekuni bidang usaha perdagangan akan makin meningkatkan pengetahuan tentang selera ataupun perilaku konsumen. Keterampilan berdagang makin bertambah dan semakin banyak pula relasi bisnis maupun pelanggan yang berhasil dijaring.
3) Modal
Salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha perdagangan adalah modal. Didalam persepsi pasar yang dimaksud dengan modal atau biasanya disebut pawitan (bahasa jawa) adalah sejumlah barang dagangan dan bukannya dalam pengertian uang (Alexander, 1987 dalam jurnal NeO- Bis vol.2 no.2.Desember 2008). Beberapa hasil penelitian terhadap pedagang sektor informal menunjukan terdapatnya kaitan langsung antara modal dengan tingkat pendapatan pedagang (Tjiptoroso, 1993; jafar,1994; Santayani, 1996 dalam jurnal NeO-Bis vol.2 no.2.Desember 2008). Modal yang relatif besar akan memungkinkan suatu unit penjualan menambah variasi komoditas dagangannya. Dengan cara ini berarti akan makin memungkinkan diraihnya pendapatan yang lebih besar.
Modal adalah pada umumnya sumber permodalan bisnis kecil berasal dari (Alma Buchari, 2006;112 ) :
commit to user 1. Uang tabungan sendiri
2. Dari kawan atau relasi 3. Pinjaman barang dagangan 4. Kredit bank
5. Laba yang diperoleh.
4) Jam Kerja
Jam kerja lamanya waktu yang digunakan untuk menjalankan usaha. Dimulai sejak persiapan sampai pasar tutup. Adapun jam kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah waktu yang digunakan oleh para pedagang pasar tradisional dalam menjajakan barang dagangannya setiap hari. Hal ini banyak tergantung dari berbagai hal seperti jenis barang dagangannya, kecepatan laku terjual barang dagangan, cuaca dan sebagainya, yang dapat mempengaruhi jam kerja pedagang.
Jones G dan Bondan Supraptilah membagi lama jam kerja seseorang dalam satu minggu menjadi tiga kategori yaitu ( Ananta dan Hatmaji,1985:75):
a. seseorang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu. Jika seseorang bekerja dibawah 35 jam per minggu, maka ia dikategorikan bekerja dibawah jam normal.
b. seseorang yang bekerja antara 35 sampai 44 jam per minggu. Disini seseorang dikategorikan bekerja pada jam kerja normal.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
18
c. seseorang yang bekerja diatas 45 jam per minggu. Bila seseorang dalam satu minggu bekerja diatas 45 jam, maka ia dikategorikan bekerja dengan jam kerja panjang.
5) Jenis Dagangan
Jenis dagangan adalah jenis barang yang dijual di pasar tradisional. Biasanya jenis barang yang diperdagangkan meliputi berupa ikan, buah, sayursayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain- lain. Kebutuhan masyarakat pada umumnya tersedia di pasar tradisional dan proses transaksi jual beli yang dilakukan yaitu dengan cara tawar menawar sehingga konsumen dapat memperoleh barang yang diperoleh dengan harga yang relatif murah di pasar tradisional.
E. Kerangka Pemikiran P E N D A P A T A N UMUR LAMA USAHA MODAL JAM KERJA JENIS DAGANGAN
commit to user
Dalam kerangka teoritis diatas terlihat bahwa pendapatan merupakan variabel dependen, sedangkan umur, lama usaha, kam kerja, modal dan jenis dagangan merupakan variabel independen. Skema tersebut mengatakan bahwa pendapatan pedagang Pasar Gede dipengaruhi oleh umur, lama usaha, modal, jam kerja dan jenis dagangan.
F. Hipotesis
Merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diujikan kebenarannya, dalam penelitian ini maka hipotesisnya sebagai berikut:
1. Variabel umur memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan. 2. Variabel lama usaha memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan. 3. Variabel modal pengaruh yang positif terhadap pendapatan.
4. Variabel jam kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan. 5. Variabel jenis dagangan pengaruh yang positif terhadap pendapatan. 6. Secara bersama-sama variabel umur, lama usaha, jam kerja, modal dan
jenis dagangan memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan.
G. Penelitian Sebelumnya
Asmie Poniwatie.2008.Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingakt Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional Di Kota Yogyakarta.Jurnal NeO-Bis.vol.2.No.2. dalam penelitian ini diperoleh hasil faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang tradisonal di kota Yogyakarta adalah jumlah modal usaha yang digunakan, jumlah tenaga kerja, dan lama
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
20
usaha yang dijalankan. Diantara ketiga faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang pasar, maka modal usaha merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang pasar. Tingkat pendapatan yang diperoleh pedagang pasar tradisional di Kota Yogyakarta rata-rat sebesar Rp.479.000,00 per-minggu. Sedangkan jumlah modal usaha yang digunakan rata-rata sebesar Rp.479.000,00 per minggu. Sedangkan jumlah modal yang digunakan rata-rata sebesar Rp.3.583.000,00. Pedagang pasar tradisional di kota Yogyakarta beroperasi atau menjalankan usaha yang dimulai sejak persiapan sampai pasar tutup rata-rata selama 46,02 jam perminggu atau rata-rata selama 6,57 jam perhari. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata waktu operasi pedagang pasar tradisional sudah cukup wajar bial dikaitkan dengan pendapatan yang diperoleh. sedangkan jumlah tenaga kerja yang digunakan pedagang pasar rata-rata berjumlah 2 orang. Hal ini menggambarkan bahwa usaha perdagangan di pasar tradisonal di kota Yogyakarta telah menekuni usahanya rata-rata selama 6 tahun. Hal ini menunjukan bahwa usaha perdagangan pasar cukup prospektif sebagai sumber penghidupan yang memungkinkan pelakunya memperoleh pendapatan yang layak.
Ahmad Iqbal Baq.2000.Strategi Usaha Rumah Tangga Pedagang Kaki Lima Minangkabau Di Kawasan Malioboro Kotamdya Yogyakarta.Jurnal TEKNOSAINS.vol.13.No.3. dalam penelitian ini diperoleh hasil tiap sepuluh rumah tangga terdapat lima anggota rumah tangga yang bekerja pada pekerjaan atau usaha lain diluar membantu menjajakan barang dagangandi
commit to user
Malioboro. Kecilnya proporsi itu dibandingkan dengan yang membantu usaha dagang karena jam kerja yang cukup panjang rata-rata hampir mencapai 11 jam setiap hari. Rata pendapatan satu rumahtangga adalah Rp.21.997,-/hari sedangkan rata-rata sumbangan pendapatan yang diperoleh dari trotoarmalioboro mencapai Rp. 16.608,-/hari (75,5 persen). Jadi sumbangan pendapatan diluar usaha dagang yang dijajakan di trotoar untuk rumahtangga cukup signifikan. Sumbangan pendapatan itu cukup besar untuk mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga, artinya pendapatan yang diharapkan dari Malioboro diperkirakan kurang mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional Di Kabupaten Sukoharjo (studi kasus di pasar nguter kecamatan nguter) “ oleh Nur Rahmat Wahyudi pada tahun 2010. Ia menggunakan 169 responden yaitu pedagang di Pasar Nguter Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, pengalaman usaha, tenaga kerja, dan jam kerja terhadap pendapatan yang diperoleh pedagang. Hasil yang mempunyai pengaruh terhadap besarnya pendapatan pedagang di Pasar Nguter adalah modal dan jam kerja. Sedangkan faktor-faktor pengalaman usaha dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadapa pendapatan pedagang di Pasar Nguter Kota Sukoharjo. Penelitian ini menghasilkan bahwa variabel modal adalah variabel yang paling besar berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh pedagang.
Penelitian dengan judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Sukoharjo” oleh Retno Dewi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
22
Wijayanti pada tahun 2005. Ia menggunakan 75 responden yaitu pedagang kaki lima di kawasan alun-alun Setya Negara Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pedagang, pengalaman usaha, jam kerja, lokasi berdagang, cara berdagang, dan jenis barang dagangan terhadap keuntungan pedagang kaki lima. Hasilnya yang mempunyai pengaruh terhadap besarnya keuntungan adalah faktor jam kerja, lokasi usaha, dan cara berdagang. Faktor-faktor yang tidak berpengaruh terhadap keuntungan pedagang kaki lima adalah umur pedagang, pengalaman usaha, dan jenis barang dagangan.
commit to user
23
BAB III
METODE PENELITIAN