• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada penelitiaan ini variabel yang sangat diharapkan keberhasilanya adalah

tinggi batang, jumlah daun dan diameter batang yang optimal. Pada parameter

jumlah daun secara keseluruaan tidak menunjukan tingkat perbedaan yang besar

sehingga direkomendasikan jika ada peneliti lain yang akan melakukan

penelitiaan yang sama, identifikasi hama dan cara pengendaliaan hama yang

ramah lingkungan diusahakan untuk penggunaan pestisida berasal dari bahan

organik. Karena semakin tinggi konsentrasi yang diberikan pada tanaman semakin

baik untuk tingkat pertumbuhan tanaman tetapi semakin banyak hama yang

menyerang daun tanaman sehingga beberapa tanaman menjadi berlubang dan

menguning dan secara perlahan mengalami pengguran pada daun.

Dalam suatu penelitian eksperimen ilmiah dituntut sedikitnya dua kelompok,

yang satu sebagai kelompok pembanding sedangkan kelompok lainya adalah

satu diantaranya adalah desain acak. Tujuan dari desain acak adalah untuk

menentukan apakah efek suatu variabel eksperimental dapat digeneralisasikan

lewat semua level dari suatu variabel kontrol. Pada penelitian ini penyusunan

polybag tidak secara acak tetapi berurutan hal ini diakibatkan karena sempitnya tempat penelitiaan yang sudah disteril sehingga penyusunan polybag harus berurutan. Tempat penelitian yang digunakan dipastikan kondisinya sama yakni

steril dan layak untuk peletakan secara tidak acak, sehingga menjamin data yang

BAB V

IMPLEMENTASI PENELITIAAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT SMA

Aspek penelitiaan ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuaan

baik bagi masyrakat dan menambah informasi baru bagi para petani dan juga bagi

dunia pendidikan khususnya di tingkat SMA. Hasil dari penelitiaan ini dapat

digunakan sebagai bahan pada proses pembelajaran di tingkat SMA mata

pelajaran Biologi kelas XII semester ganjil materi pertumbuhan dan

perkembangan pada tanaman. Berdasarkan kurikulum 2013 Kompetensi Inti yang

dicapai adalah :

KI.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI.2.Menghayati dan mengamalkan perilaku sikap jujur , disiplin, tanggung

jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun,

renponsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi

atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan

lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai

cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI.3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuaan faktual,

konseptual, prosedural, metakognitif berdasarkan rasa, ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuaan, teknologi, seni, budaya, hmaniora, dengan

wawasan kemanusiaan, kebangsaan kenegaraan, dan peradaban terkait

penyebabprosedural pada kajiaan dan spesifik sesuai dengan bakat dan

KI.4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah

abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah

secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu

menggunkan metode sesuiai kaidah keilmuaan.

Kompetensi Dasar yang akan dipelajari adalah :

1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati

bioproses

1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan dan

menyangangi lingkungan sebagai manifestasi pengalaman ajaran agama

yang dianutnya.

2.1.Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur sesuai data dan fakta, disiplin,

tanggung jawab,dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan

santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli

lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara

ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan

dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium

maupun di luar kelas/laboratorium.

3.1 Menganalisis hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan proses

pertumbuhan dan perkembangan pada mahluk hidup berdasarkan hasil

percobaan.

4.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang

melaporkan secara tertulis dengan menggunakan tatacara penulisan ilmiah

yang benar.

Indikator dari pembelajaran ini adalah

1.2.1 Objektif dalam proses pembelajaran materi yang dikaji.

1.3.1. Menjaga dan melestarikan lingkungan sekolah maupun lingkungan

tempat tinggal sekitar.

2.1.1. Berpikir kritis dalam berdiskusi kelompok.

2.1.2 Teliti saat melakukan pengamatan.

2.1.3 Berani mengajukan pertanyaan saat presentasi.

3.1.1 Siswa mampu menjelaskan pengertian dan perkembangan pada tanaman

3.1.2 Menganalisis hubungan antara pengaruhpertumbuhan dan perkembangan

tumbuhan baik faktor dalam (internal) maupun fakator luar (eksternal).

4.1.1. Merancang eksperimen tentang faktor luar yang mempengaruhi

pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

4.1.2 Siswa melaksanakan eksperimen tentang faktor luar yang mempengaruhi

pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

4.1.3 Siswa mampu untuk menyusun laporan secara tertulis dengan

menggunakan tata cara penulisan yan benar.

Tujuaan dari pembelajaran ini adalah diharapkan

1.2.1.1 Siswa mampu berfikir kongkrit tentang apa materi yang dipelajari.

1.3.1.1 Selama atau setelah proses pembelajaran siswa mampu peka dan peduli

lingkungan tempat tinggal sebagai wujud pengamalan ajaran agama yang

dianutnya.

2.1.1.1 Siswa dapat bersikap kritis dan dalam kegiatan diskusi mengenai

eksperimen atau percobaan –percobaan ilmiah,siswa diharapkan mampu

menerapkan metode ilmiah dan sikap ilmiah, baik ekperimen di dalam

kelas, ruanglaboratorium sekolah maupun di lingkungan sekitar.

2.1.2.2 Melalui kegiatan presentasi siswa berani dalam mengajukan pertanyaan.

3.1.1.1 Dengan penanyangan video siswa diharapkan mampu menjelaskan

pengertian pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman.

3.1.1.2 Melalui diskusi kelompok siswa mampu menganalisis hubungan antara

pengaruhpertumbuhan dan perkembangan tumbuhan baik faktor dalam

(internal) maupun fakator luar (eksternal).

4.1.1.1 Melalui analisis karya ilmiah siswa mampu merancang eksperimen

tentang faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

tanaman.

4.1.1.2 Dengan rancangan eksperimen yang telah dibuat, siswa mampu

melaksanakan eksperimen tentang faktor luar dan faktor yang

mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

4.1.1.3 Setelah mengetahui tata cara penulisan ilmiah yang benar siswa mampu

membuat laporan tertulis tentang faktor –faktor yang mempengaruhi

proses pertumbuhan dan perkembangan dengan tata tulis penulisan

Pengaplikasian metode pengajaran untuk SMA kelas XII diterapkan dengan

model pembelajaran Project Based Learning(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) pada lampiran 18.

53

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitiaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan

bahwa :

1. Pemberiaan konsentrasi EM4 yang berbeda-beda berpengaruh terhadap

pertumbuhan tinggi batang, jumlah daun dan diameter batang.

2. Perlakuaan dengan konsentrasi 40% untuk pertumbuhan tanaman cabai

yang dilihat dari parameter pertumbuhan tinggi batang, jumlah daun dan

diameter batang memiliki tingkat pertumbuhan yang paling efektif

dibandingan dengan perlakuan yang lainya.

B. Saran

1. Bagi para petani khususnya petani cabe rawit disarankan untuk

menggunakan pupuk organik seperti EM4.

2. Perlu dilakukan penelitiaan lanjutan mengenai bakteri dan mikroorganisme

yang terkadung di dalam EM4.

3. Hasil penelitiaan ini diharapkan dapat memberikan materi tambahan

sebagai pembelajaran dalam dunia pendidikan khususnya SMA kelas XII

Mengenai pertumbuhan dan perkembangan tanaman berkaitan dengan

faktor – faktor luar yang berpengaruh dalam proses pertumbuhan dan

55

DAFTAR PUSTAKA

Alex, S.2012. Usaha Tani Cabai. Pustaka Baru Press:Yogyakarta

Bucman, H.O., Brady, M.C. 1982, Geologi diterjemahkan oleh Soegiman

Buletin Infarkes. 2014. Rekomendasi Impor Produksi Holtikultura. Jakarta:Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Negara

Cahyono , B. 2003. Teknik dan Startegi Cabai Rawit.Yogyakarta:Yayasan Nusantara

Djuarnani. 2005.Cara Cepat Membuat Kompos.Jakarta Selatan:Agromedia Dwidjoseputro., 1983.Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:Gramedia Pustaka Gardner. P., et all. 1992.Fisiologi Tanaman Budidaya.Jakarta:Universitas

Indonesia

Gunalan. 1996.Penggunaan Mikroba Bermanfaat Pada Bioteknologi Tanah

Berwawasan Lingkungan.Jakarta:Majalah Sriwijaya

Hanifah. A. Jose., Titania. 2001.Pengelolhan Limbah Cair Tapioka Dengan Teknologi EM Effective Microorganisms.Dalam jurnal Natur Indonesia Hapernas, A., Dermawan, R., 2010.Budidaya Cabai Unggul.Jakarta:Penebar

Swadaya

Higa, T. dan Par, J.F., 1994.Beneficial and effective microorganisme forsustainable agriculture and environment. International Journal of Molecular Medicine 18. International Nature Farming Research Center. Atami, Japan.www.emro.japan.com yang diaksespada 28 Februari 2015).

Leopold, A.C and P.E Kreideman. 1995. Plant growth and Development. Tata.Mc.Graw Hill Publishing. Co.Ltd. New Delhy

Lewykasbessy, F.M., 1998. Bahan Kuliah Kesuburan Tanah.Jurusan Tanah, Fakultas Pertaniaan.Bogor : IPB.Hlm 290

Lingga, P.2006. Petunjuk Penggunaan Pupuk.Depok:Penebar Swadaya. Marsono, S, P.2001.Petunjuk Penggunaan Pupuk.Jakarta:Penebar Swadaya.

Muhadi,1979.Pengetahuan Pupuk. Fakultas Kehutanan:Yogyakarta:UGM

Noor,dkk. 1996. Peranan pupuk organik dalam meningkatkan hasil padi gogo di lahan kering. hlm. 575-586. Dalam M. Sabran, H. Sutikno, A Supriyo, S. Raihan, dan S. Abdussamad (Ed.). Prosiding Seminar Teknologi Sistem

Usahatani Lahan Rawa dan Lahan Kering.Banjarbaru:Balai Penelitian Tanaman Pangan Lahan Rawa.

Novizan. 2007.Pemupukan yang Efektif.Jakarta:Agromedia Pustaka Primantoro.1996. Memupuk Tanaman Buah.Jakarta:Penebar Swadaya.

Rinsema, W. T.1993. Pupuk Dan Cara Pemupukan (Diterjemahkan Oleh H. M. Saleh).Jakarta : Bhratara.

Rukmana, R. 1996.Usaha Tani Cabai Hibrida Sistem Mulsa Plastik.

Yogyakarta:Kanisius.

Rosmarkam, A.,Yuwono,W. (2002).Ilmu Kesuburan Tanah.Yogyakarta: Kanisus. Setiadi,1990.Bertanam Cabai.Jakarta : Penebar Swadaya

Steven S., T.J.1983.Humic Chemistry Composition.Recation New York:John Wile and Sans

Samadi, B.1997.Budidaya Cabai Secara Komersial.Yogyakarta:Yayasan Pustaka Nusatam.

Semangun, H.1989.Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Yogyakarta : GajahMada University Press.

Soepardi, G.1974. Sifat dan Ciri Tanah.Bogor:Departemen Ilmu-ilmu Tanah Fakultas Pertanian IPB,.

Sunaryono,H.,Rismunandar.1984.Kunci Bercocok tanam Sayur – sayuran Penting

Indonesia. Bandung : Sinar Baru.

Suparno, P.,2011.Pengantar Statistika Untuk Pendidikan dan Psikologi.

Yogyakarta : Kanisius

Suriadikarta,D.A., 2005. Laporan Hasil Penelitian StandarMutu Pupuk Organik.

Bogor : Balai Penelitian Tanah.

Susetya, S.P. 2001.Panduan Lengkap Membuat Pupuk Organik. Yogyakarta : Pustaka Baru.

Sutejo, M., Mulyani. 2002.Pupuk dan Cara Pemupukan.Jakarta:LPT. Rineka Cipta.

Susanto, R. 2002.Penerapan Pertanian Organik.Yogyakarta:Kanisius Tanujaya, B. 2013.Penelitian Percobaan.Jakarta : Rosda

Triyanto. 2010.Perbandingan Pemberian EM4 Dari Kulit Pepaya Dan Pupuk Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi. FKIP.USD : Tidak diterbitkan

Wididana, G. N. Wididana 1993. Peranan Effective Microorganism 4 dalam Meningkatkan Kesuburan dan Produktivitas Tanah. Dalam seminar Indonesian Kyusei Nature Farming Societies. Jakarta.hal. 17.

Lampiran 1 Data pertumbuhan tinggi tanaman

Dokumen terkait