BAB II LANDASAN TEORI
F. Kajian Pustaka
Guna mendukung penelitian ini, peneliti membaca beberapa jurnal dan skripsi yang relevan dengan judul penelitian ini diantaranya :
Pertama , dalam penelitian yang ditulis Mira Fata Regita dengan judul Skripsi yaitu “Peran Guru Dalam Pengembangan Aspek Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Penanaman Nilai-Nilai Agama di RA Cahaya Insani Bohar Taman Sidoarjo” dari fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2021, hasil penelitian yang ditulis menunjukkan bahwa guru di sekolah tersebut mempunyai tugas yang penting yaitu sebagai seorang simulator dan fasilitator bagi anak didiknya saat melakukan aktivitas belajar dan bermain kelompok di sekolah. Selain itu dalam proses mengembangkan aspek sosial emosional, guru menerapkannya melalui nilai agama dan moral yakni mengajarkan anak untuk menghormati dan menghargai orang yang lebih tua darinya serta membiasakan untuk berbagi kepada sesama teman serta menunggu giliran saat melakukan kegiatan bermain dan belajar di sekolah.51 Skripsi diatas memiliki perbedaan dan persamaan dengan judul penelitian yang ditulis peneliti yang pertama perbedaan dari segi isi, isi dari peneitian skripsi diatas adalah mengenai tugas seorang guru di sekolah dalam mengembangkan aspek perkembangan sosial emosional anak melalui kegiatan moral dan agama sedangkan isi dari penelitian yang ditulis oleh peneliti adalah bagaimana peran seorang guru dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak melalui kegiatan pebelajaran yang dilakukan di dalam kelas, selanjutnya dari segi subjek dan objek penelitian, subjek penelitian dari penelitian diatas adalah guru-guru di RA Cahaya Insani Bohar Taman Sidoarjo, sedangkan subjek penelitian dari peneliti adalah kepala sekolah, beberapa guru kelas di TKLB B YAKUT Purwokerto.
Objek penelitian dari skripsi diatas adalah pengembangan aspek sosial emosional anak usia dini melalui penanaman nilai-nilai agama, sedangkan
51 Mira Fata Regita. Peran Guru Dalam Pengembanga Aspek Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Penanaman Nilai-Nilai Agama di RA Cahaya Insani Bohar Taman Sidoarjo,dimuat dalam Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya 2021.
objek penelitian dari peneliti adalah pengembangan sosial emosional pada anak tunarungu. Kemudian persamaan penelirian yang dilakukan oleh peneliti dengan skripsi diatas adalah sama-sama membahas tentang peran guru dalam mengembangkan aspek sosia emosional pada anak usia dini.
Kedua, dalam jurnal yang ditulis oleh Bonifasia Ayulianti Tat, Robertus Hudin, Mikael Nardi yang berjudul “Metode Pembelajaran dalam Mengembangkan Interaksi Sosial Anak Tunarungu” hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada empat metode yang dilakukan untuk mengembangkan interaksi sosial anak tunarungu diantaraya: metode oral yang dilakukan mampu mengembangkan interaksi sosial anak tunarungu, metode membaca ujaran sangat cocok diterapkan pada semua tingkat ketunarunguan, metode maual cocok digunakan pada anak yang mengalami tunarungu tingkat server losses dan profoundly losses yang terakhir metode komunikasi yang dapat digunakan bagi semua tingkat ketunarunguan.52 Perbedaan dengan judul penelitian yang ditulis oleh peneliti terletak pada isi, subjek dan objeknya. pada bagian isi, jurnal diatas berisi metode yang dilakukan untuk mengembangkan interaksi sosial anak tunarungu melalui metode oral, manual, membaca ujaran, dan metode komunikasi. Sementara penelitian yang ditulis peneliti berisi peran seorang guru dalam mengembangkan sosial emosional anak tunarungu melalui kegiatan pembelajaran yang ada di sekolah. Selanjutnya pada segi subjek dan objek penelitiannya, subjek penelitian dari jurnal diatas adalah anak-anak tunarungu sedangkan pada penelitian yang ditulis oleh peneliti subjeknya adalah guru-guru, kepala sekolah, dan beberapa siswa di TKLB B YAKUT Purwokerto. Terakhir pada objek penelitian, objek penelitian dalam jurnal diatas adalah metode untuk mengembangkan interaksi sosial pada anak tunarungu sementara objek dari penelitian yang peneliti tulis adalah peran guru dalam meningkatkan sosial emosional anak tunarungu.
Persamaan jurnal tersebut dengan penelitian yang ditulis oleh peneliti
52 Bonifasia yulianti Tat, Robertus Hudin,dkk. Metode Pembelajaran dalam mengembangkan interaksi sosial anak tunarungu. Jurnal literasi pendidikan dasar,vol. 2,no1, 2021
adalah sama-sama membahas mengenai perkembanga soaial emosional pada anak tunarungu.
Ketiga, penelitian yang ditulis oleh Zulia Novianti, judul peneitiannya adalah “Peran Guru Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sukajawa Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah” mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung pada tahun 2020. Penelitian skripsi yang dilakukan menunjukkan hasil, guru sebagai seorang pendidik terutama guru agama islam mempunyai peran yang amat penting dalam meningkatkan kemampuan emosional , salah satunya melalui aktivitas posistif yang dilakukan di luar kelas dengan memanfaatkan fasilitas yang memadai yang sering digunakan ketika sedang berada di sekolah.53 Skirpsi diatas memiliki perbedaan dan persamaan dengan peneitian yang di tulis oleh peneliti, perbedaan yang pertama dari segi isi, isi dari penelitian diatas menunjukkan bahwa peran guru terutama guru agama islam di sekolah sangatlah penting karena berkaitan dengan perkembangan emosional anak melalui kegiatan kegiatan positif yang dilakukan ditunjag oleh fasilitas yang memadai di sekolah tersebut. Selanjutnya dari segi subjek penelitian, subjek penelitia dari skripsi diatas adalah guru-guru di TK Aisyiah Bustanul Atfal Sukajawa Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah, sedangkan subjek penelitianyang dituju peneliti adalah kepala sekolah, beberapa guru kelas di TKLB B YAKUT Purwokerto. Perbedaan yang ketiga terletak pada objek penelitian, objek penelitian skripsi diatas adalah meningkatkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini, sedangkan objek penelitian dari peneliti adalah pengembangan sosial emosional pada anak tunarungu.
Persamaan skripsi diatas dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sama-sama membahas tentang peran guru dalam mengembangkan aspek sosial emosional pada anak usia dini.
53 Zulia Novianti, Peran Guru Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sukajawa Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah, dimuat dalam Skripsi. IAIN Metro Lampung 2020.
Keempat, jurnal yang ditulis oleh Femmi Nurmalitasari yang berjudul “Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia Prasekolah”
hasil penelitia dar jurnal tersebut menunjukkan bahwa perkembagan sosial emosional harus diasah sedini mungkin terutama pada masa Taman Kanak-Kanak. Hal tersebut dikarenakan pada masa tersebut aak-anak mulai mengembangkan pergaulan dengan teman sebaya baik dilingkungan sekitar rumahnya maupun di sekolah dan tugas guru dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak didik harus menguasai prinsip tindakan, yaitu menjadi contoh atau teladan yag baik, mengenalka emosi, menangapi perasaan anak, melatih pengendalia diri, melatih mengelola emosi, menerapkan konsep empati, melatih keterampilah berkomunikasi, mengungkapkan emosi dengan kata-kata, dan memperbanyak permainan dinamis. 54
Perbedaan jurnal diatas dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah terletak pada isi,subjek, dan objek penelitian. Isi dari jurnal tersebut adalah tahapan perkembangan sosial emosional pada anak usia prasekolah yag harus dikembangkan sedini mungkin baik memalui tema sebaya maupun di lingkungan sekolah, serta tugas guru sebagai seorang pendidik dan pembimbing dalam mengembagkan aspek sosial dan emosi pada anak.
Selajutnya pada subjek penelitian, subjek penelotia dari jurnal diatas adalah anak usia prasekolah sedangkan subjek dari penelitian peneliti adalah kepala sekolah dan guru-guru di TKLB B YAKUT Purwokerto.
Objek penelitian dari jurnal diatas adalah Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia Prasekolah sedangkan objek penelitian dari peneliti adalah peran guru dalam pengembangan sosial emosional anak tunarungu di TKLB B YAKUT Purwokerto. Persamaan jurnal diatas dengan penelitian dari peneliti adalah sama-sama meneliti perkembangan sosial emosional anak.
54 Femmi Nurmalitasari, Perkembangan Sosial Emosi Pada Anak Usia Prasekolah, Jurnal Buletin Psikologi Vol. 23, No.2, Desember 2015.Hlm. 111
Kelima, dalam penelitian yang ditulis oleh Arizka Rahmatika yang judul “ Peran Guru dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia 5 Tahun di TK Al Hidayah Kecamatan Medan Polonia Tahun Ajaran 2018/2019” mahasiswa UIN Sumatera Utara fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, Medan pada tahun 2019, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa poin yang dapat disimpulkan oleh peneliti, diantaranya : 1) siswa siswi di sekolah tersebut memiliki tingkat perkembangan sosial emosional yang cukup baik. 2) Guru mempunyai peran sebagai sentra pembelajaran bagi siswanya, membimbing, memotivasi, sebagai fasilitator, sebagai pengelola, sebagai demonstrator, komunikator dan terakhir supervisor. 3) yang menjadi faktor pendukung dalam perkemangan sosial emosional seorang anak adalah keluarga,lingkungan sekitar serta penalaran anak. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya penalaran anak dan anak yang masih bersifat Egosentris atau ingin menang sendiri dan acuh terhadap teman lain.55 Perbedaan dari skripsi diatas dengan penelitian yang dilakukan peneliti terletak pada isi,subjek dan objek penelitian. Dari segi isi, skripsi diatas menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional siswa-siswi di sekolah tersebut sudah cukup baik, guru sebagai sentra dalam pembelajaran memiliki tugas yang penting, ada beberapa faktor pendukung perkembangan sosial emosional anak disekolah yaitu faktor keluarga, lingkungan serta daya nalar anak. Dari segi subjek perbedaanya adalah skripsi tersebut subjek penelitiannya adalah guru di TK Al Hidayah Kecamatan Medan Polonia sementara pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti subjeknya adalah kepala sekolah dan guru-guru di TKLB B YAKUT Purwokerto. Kemudian objek penelitiannya adalah Pengembangan Sosial Emosional Anak Usia 5 Tahun sedangkan objek penelitian dari peneliti adalah pengembangan sosial emosional pada anak tunarungu. Persamaan skripsi diatas dengan
55 Arizka Rahmatika. Peran Guru dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia 5 Tahun di TK Al Hidayah Kecamatan Medan Polonia Tahun Ajaran 2018/2019,dimuat dalam Skripsi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan 2019.
penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu sama sama meneliti perkembangan sosial emosional anak.
Keenam, dalam jurnal penelitian yang ditulis olah Mira Yanti Lubis yang berjudul “Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Bermain”. Pada jurnal tersebut disebutkan bahwa perkembangan sosial emosional merupakan kepekaan anak untuk memahami perasaan orang lain ketika ia merinteraksi dalam kehidupan sehari hari. Melalui kegiatan bermain itulah perkembangan sosial emosional anak akan terbentuk dengan sendirinya selain dari lingkungan dimana anak tersebut tinggal. Dari lingkungan pula anak akan memperoleh pengalaman dan perisiwa-peristiwa yang penting dan secara tidak langsung hal tersebut akan membentuk kepribadian anak. Sebagai orang tua dan guru harus mampu mengembangka emosi anak dengan tepat dan baik, agar perkembangan emosinya berkembang sesuai usianya. Anak mengenal rasa marah, malu, sedih, khawatir, gemira, cemas, cemburu, takut dari interaksi yang dilakukan olehnya dengan orang lain. Oleh karena itu sangat penting bagi orang tua serta guru untuk mengenalkan anak mengenai perasaan diri sendiri dan orag lain untuk mengembangkan rasa hormat serta kepedulian kepada orang lain.56 Perbedaan jurnal tersebut dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis dari segi isi yaitu bahwa perkembangan sosial emosional anak usia dini dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain baik dengan teman sebayanya dilingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Anak-anak perlu dikenalkan tentang perasaan diri sendiri dan orang lain agar tidak salah dalam memahami perasaan orang lain yang sedang berinteraksi dengannya, kemudian dari segi subjeknya adalah mengambangkan aspek sosial emosional anak usia dini melalui kegiatan bermain sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah peran guru dalam mengembangkan sosial emosional anak tunarungu di TKLB B YAKUT Purwokerto, yang terakhir objeknya yaitu anak-anak
56 Mira Yanti Lubis, Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Bermain. GENERASI EMAS, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol.2 No.1, Mei 2019 . hlm 57
usia dini yang normal sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis objeknya adalah guru kelas TK di SLB B YAKUT Purwokerto. Persamaan jurnal tersebut dengan penelitian yang ditulis oleh peneliti adalah sama-sama membahas mengenai perkembangan sosial emosinal anak
.