TINJAUAN PUSTAKA
11. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Laba
Menurut Angkoso menyebutkan bahwa pertumbuhan laba dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
a. Besarnya perusahaan. Semakin besar suatu perusahaan, maka ketepatan pertumbuhan laba yang diharapkan semakin tinggi.
b. Umur perusahaan. Perusahaan yang baru berdiri kurang memiliki pengalaman dalam mengingkatkan laba, sehingga ketepatannya masih rendah.
c. Tingkat leverage. Bila perusahaan memiliki tingkat hutang yang tinggi, maka manajer cenderung memanipulasi laba sehingga dapat mengurangi ketepatan pertumbuhan laba.
d. Tingkat penjualan. Tingkat penjualan di masa lalu yang tinggi, semakin tinggi tingkat penjualan di masa yang akan datang sehingga pertumbuhan laba semakin tinggi.
e. Perubahan laba masa lalu. Semakin besar perubahan laba masa lalu, semakin tidak pasti laba yang diperoleh di masa mendatang.
Berdasarkan penelitian terdahulu faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba hanya dilihat dari rasio keuangan. Rasio keuangan yang mempengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan industri barang konsumsi menurut Angkoso antara lain Debt Ratio dan Return On Equity.
Pada perusahaan manufaktur menurut Widiasih antara lain Gross Profit Margin dan Leverage. Sedangkan pada KPRI Semarang menurut Haryanti antara lain Total Asset Turnover, Net Profit Margin dan Return On Investment.
Analisis Pertumbuhan Laba Menurut Angkoso ada dua macam analisis untuk menentukan pertumbuhan laba yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal, tetapi dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis fundamental.
24
Analisis Fundamental Analisis fundamental merupakan analisis yang berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan. Dengan analisis fundamental diharapkan calon investor akan mengetahui bagaimana operasional dari perusahaan yang nantinya menjadi milik investor, apakah sehat atau tidak, apakah menguntungkan atau tidak dan sebagainya. Hal ini penting karena nantinya akan berhubungan dengan hasil yang akan diperoleh dari investasi dan risiko yang harus ditanggung. Analisis fundamental merupakan analisis historis atas kekuatan keuangan dari suatu perusahaan yang sering disebut dengan company analysis. Data yang digunakan adalah data historis, artinya data yang telah terjadi dan mencerminkan keadaan keuangan yang sebenarnya pada saat dianalisis.
Dalam company analysis para analis akan menganalisis laporan keuangan perusahaan, salah satunya dengan rasio keuangan. Para analis fundamental mencoba memprediksikan pertumbuhan laba di masa yang akan datang dengan mengestimasi faktor fundamental yang mempengaruhi pertumbuhan laba yang akan datang, yaitu kondisi ekonomi dan kondisi keuangan yang tercermin melalui kinerja perusahaan.
Analisis Teknikal Analisis teknikal sering dipakai oleh investor, dan biasanya data atau catatan pasar yang digunakan berupa grafik. Analisis ini berupaya untuk memprediksi pertumbuhan laba di masa yang akan datang dengan mengamati perubahan laba di masa lalu. Teknik ini mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan.\
12. Profitabilitas
1. Pengertian profitabilitas
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri ( Kamaluddin, 2011 ). Profitabilitas mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan, baik dengan menggunakan total aktiva yang dimiliki maupun dengan menggunakan dana yang berasal dari pemilik.
Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan ( sekelompok aktiva perusahaan ) yang di kaitkan dengan penjualan yang berhasil di ciptakan ( Harmono, 109:2011 ). Menurut Gitman dan Laurence (56:2009) profitabilitas hubungan antara pendapatan dan biaya yang di hasilkan dengan menggunakan asset perusahaan, baik lancer maupun tetap, dalam aktifitas produksi. Sedangkan menurut Sutrisno (222:2012) profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang bekerja di dalamnya.
Menurut Sutrisno ( 222:2012 ) indikator profitabilitas adalah sebagai berikut:
a. Profit Margin
Profit Margin merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan di bandingkan dengan penjualan yang di capai.
b. Return On Asset
Return On Asset sering juga di sebut sebagai rentabilitas ekonomi merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
26
dengan semua aktiva yang di miliki oleh perusahaan dalam hal ini laba sebelum bunga dan pajak atau Earning Before Interest Tax ( EBIT ).
c. Return On Equity
Return On Equity ini sering di sebut dengan Rate of Return On Net Worth yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki sehingga Return On Equity ini ada pula yang menyebutnya sebagai rentabilitas modal sendiri. Laba yang di perhitungkan adalah laba bersih setelah di hitung pajak Earning After Tax ( EAT ).
d. Return On Investment
Return On Investment merupakan kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi yang di keluarkan. Laba yang di gunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah bunga dan pajak atau Earning After Tax.
e. Earning Per Share
Earning Per Share merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan perlembar saham pemilik. Laba yang di gunakan sebagai ukuran adalah laba bagi pemilik atau Earning After Tax ( EAT ).
2. Tujuan dan manfaat rasio profitabilitas
Menurut kasmir ( 2008 ) tujuan menggunakan rasio profitabilitas bagi perusahaan maupun bagi luar perusahaan, yaitu :
a. Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu.
b. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu kewaktu.
c. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekaran.
d. Untuk mengukur produktifitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.
e. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
f. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri, dan tujuan lainnya.
Sementara manfaat yang diperoleh adalah :
a. mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode.
b. mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dan tahun sekarang.
c. mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
d. mengetahui produktifitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri, dan manfaat lainnya.
3. Metode pengukur profitabilitas
Tingkat profitabilitas atau dapat dilihat dengan rentabilitas merupakan tolak ukur kinerja perusahaan, karena profitabilitas merupakan salah satu rasio keuangan yang menunjukkan hasil dari sejumlah besar kebijakan dan keputusan yang diambil oleh manajemen perusahaan.Analisi profitabilitas terdiri atas tes yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja laba perusahaan selama periode tersebut. Hasilnya dipadukan dengan data lainnya guna untuk memprediksi potensi kemampuan laba perusahaan yang dianggap penting bagi kalangan manajer. Kreditur dan pemegang saham
28
karena dalam jangka panjang perusahaan harus beroperasi dengan laba yang memuaskan agar tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas
Tinggi rendahnya tingkat profitabilitas suatu perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang membentuk profitabilitas. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah
a. Profit margin
Profit margin merupakan perbandingan antara net income dengan revenue.
Besar kecilnya net income dan revenue tersebut akan dipengaruhi oleh besar kecinya pendapatan dan biya dikeluarkan oleh perusahaan. Hal yang sangat mempengaruhi profit margin ini ialah kuantitas dan kualitas earning asset serta tingkat bunganya, juga volume dan komposisi dana atau struktur sumber dana dan tingkat bunga dari sumber dana tersebut.
b. Assets Utilization
Assets Utilization merupakan perbandingan antara total revenue dengan total assets yang terdiri atas earning asser, cash asset dan fixed asset.
Asset utilization dapat dipergunakan untuk melihat efesiensi bank denganmelihat kepada kecepatan dari perputaran operating asset yaitu berapa besar pendapatan yang dihasilkan dari asset yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, semakin tinggi asset utilization masing- masing keduanya akan berdampak kepada tingginya profitabilitas.
c. Total Equity
Total equity adalah modal sendiri yang dimiliki oleh perusahaan berupa modal disetor, laba ditahan, dan laba tahun berjalan. Total equity berkaitan dengan besar kecilnya modal sendiri yang dimiliki oleh bank yang berpengaruh terhadap potensial pertumbuhan asset perusahaan. Apabila modal sendiri meningkat maka potensi pertumbuhan akan naik.
Pertumbuhan asset bank apabila dapat menjaga kualitasnya dengan baik maka akan berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas perusahaan.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut maka upaya-upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas sebuah bank adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan pendapatan revenue khususnya pendapatan bunga dengan cara memperbesar volume usaha dan mengatur earning assets meningkatkan bunga kredit dengan mempertimbangkan pasar, mengintensikan fee based income, dan menggali sumber pendapatan lainnya.
b. Menekan biaya-biaya khususnya biaya bunga dengan cara mengatur komposisi dan volume dana atau mengoptimalkan struktur sumber dana, mengendalikan tingkat suku bunga dana dan menekan biaya- biaya non bunga dangan terkendali.
c. Menambah operating asset yang diikuti dengan tercapainya pendapatan yang lebih tinggi.
d. Meningkatkan kualitas aktiva produktif yang dimiliki atau mengurangi aktiva-aktiva yang tidak produktif.
30
e. Memperkuat modal sendiri ( Equity ).