ANALISIS KUALITAS LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
SKIRIPSI
SINDI ARYA BELLA NIM 105731109818
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR 2022
ii
KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA
JUDUL PENELITIAN
ANALISIS KUALITAS LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR
PADA BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
SKRIPSI
Disusun dan Diajukan oleh:
SINDI ARYA BELLA NIM: 105731109818
Untuk Memenuhi Persyartan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR 2022
iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Sesungguhnya berserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh- sungguh (untuk urusan yang lain) dn hanya kepada tuhanmulah engkau
berharap (Q.S Al Insyirah: 6-8)
PERSEMBAHAN
Puji syukur kepada allah SWT atas Ridho-nya serta karunianya sehingga skripsi ini telah terselesaikan dengan baik.
Alhamdulillah rabbil’’alamin
Skripsi ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta Orang-orang yang sayang dan almamaterku
PESAN DAN KESAN
Support system terbaik adalah doa kedua orang tua ;]
iv
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 295 gedung iqra Lt. 7 Tel. (0411) 866972Makassar
LEMBAR PERSETUJUAN
Judul Penelitian : Analisis Kualitas Laba Pada Perusahaan Perbankan Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Nama Mahasiswa : Sindi Arya Bella No. Stambuk/NIM : 105731109818 Program Studi : Akuntansi
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
PerguruanTinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar
Menyatakan bahwa skripsi ini telah diteliti, diperiksa dan diujikan didepan panitia penguji skripsi strata satu (S1) pada tanggal 21 Mei 2022 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar, 21 Syawal 1443 H 21 Mei 2022 M Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. H. Andi Jaman, SE.,M.Si Sahrullah.,SE.,M.Ak NBM. 651 507 NIDN. 0930108804
Mengetahui
Dekan Ketua Program Studi Akuntansi
Dr. H. Andi Jam’an, SE.,M.Si Mira, SE., M.Ak NBM. 651 507 NBM. 1286 844
v
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi atas Nama SINDI ARYA BELLA, NIM: 105731109818 diterima dan disahkan oleh Panitia Ujian Skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: 0008/SK-Y/62201/091004/2022, Pada tanggal 10 Syawal 1443 H/ 10 Mei 2022 M, sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar SARJANA AKUNTANSI pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Makassar, 21 Syawal 1443 H 21 Mei 2022 M PANITIA UJIAN
1. Pengawas Umum : Prof. Dr. Ambo Asse, SE.,MM (………….) (Rektor Unismuh Makassar)
2. Ketua : Dr. H. Andi Jam’an, SE.,M.Si (...………..) (Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis)
3. Sekretaris : Agusdiwana Suarni, SE.,M.ACC (...………..) (WD I Fakultas Ekonomi Dan Bisnis)
4. Penguji : 1. Dr. Muhammad Rusydi, SE.,M.Si (…….…....) 2.Dr.Muhammad Nasrun, SE., M.Si.,AK.CA (...) 3. Andi Arman, SE., M.Si.Ak.CA (………….) 4. Amran, SE.,M.Ak.Ak.CA. (………….)
Disahkan Oleh,
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Dr. H. Andi Jam’an, SE.,M.Si NBM. 651 507
vi
SURAT PERNYATAAN KEABSAHAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Sindi Arya Bella
Stambuk : 105731109818 Jurusan : Akuntansi
Dengan judul : Analisis Kualitas Laba Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Dengan ini menyatakan bahwa :
Skripsi Yang Saya Ajukan Di DepanTim Penguji Adalah ASLI Hasil Karya Sendiri, Bukan Hasil Jiplakan Dan Tidak Dibuat Oleh Siapapun.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, 21 Syawal 1443 H 21 Mei 2022 M Yang Membuat Pernyataan
Sindi Arya Bella NIM. 105731109818
Diketahui Oleh:
Dekan, Ketua Program Studi Akuntansi
Dr. H. Andi Jam’an,SE.,M.Si Mira, SE.,M.Ak NBM. 651 507 NBM.1286 844
Materai 10.000
110.000 10
vii
HALAMAN PERNYATAAN
PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR
Sebagai sivitas akademik Universitas Muhammadiyah Makassar, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Sindi Arya Bella
NIM : 105731109818
Program Studi : Akuntansi
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Jenis Karya : Skripsi
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Muhammadiyah Makassar Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non- exclusive Royalty Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:
Analisis Kualitas Laba Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini Universitas Muhammadiyah Makassar berhak menyimpan mengalihmedia/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Makassar, 21 Syawal 1443 H 21 Mei 2022 M Yang Membuat Pernyataan,
Sindi Arya Bella NIM: 105731109818 Materai
10.000
110.000 10
viii
KATA PENGANTAR
مْي ِح هرلا ِنَمْح هرلا ِ هاللَّ ِمْسِب
puji dan syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya.
Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul ‘’Analisis Kualitas Laba Pada Perusahaan Perbankan Syariah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terimah kasih kedua orang tua penulis bapak ADAM ARSYAD dan ibu ASBI yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus. Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, serta dukungan baik materi maupun moral, dan doa restu yang telah diberikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:
ix
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Ibu Mira, SE., M.Ak. , selaku Ketua Program Studi Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Bapak Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si, selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga Skripsi selesai dengan baik.
5. Bapak Sahrullah., SE., M.Ak, selaku Pembimbing II yang telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.
6. Bapak/Ibu dan Asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
8. Rekan-rekan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Akuntansi Angkatan 2018 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.
9. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan Skripsi ini.
Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya
x
para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini.
Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater tercinta Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.//
Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Makassar,25 mei 2022
Sindi Arya bella
xi ABSTRAK
SINDI ARYA BELLA.2022. Analisis Kualitas Laba pada Perusahaan Perbankan Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Skripsi.
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah makassar. Dibimbing oleh Andi jam’an dan Sahrullah
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas laba.
Tujuan ini penting karena manajemen memungkinkan untuk merekayasa laba melalui akrual yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas laba. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan syariah yang terdaftar di BEI periode tahun 2018-2021. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik sampling jenuh dimana seluruh populasi di jadikan sample.
Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan analisis akuntansi.
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan maka kualitas laba pada perusahaan perbankan syariah yang berlangsung selama tahun 2018 sampai dengan 2021 dapat dilihat dari kualitas laba setiap perusahaan. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki kualitas laba yang baik adalah Bank Syariah Indonesia yang banyak dikenal masyarakat sehingga bank syariah indonesia sangat berkembang di bandingkan dengan Bank Panin Dubai serta Bank BTPN Syariah yang dianggap memiliki kualitas laba yang konstan.
Kata kunci : Kualitas Laba dan perusahaan Perbankan Syariah
xii ABSTRACT
SINDI ARYA BELLA. 2022. Earnings Quality Analysis in Islamic Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Essay.
Department of Accounting, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. Supervised by : Andi jam'an and Sahrullah
The purpose of this research is to analyze earnings quality. This objective is important because it allows management to manipulate earnings through accruals which can ultimately affect earnings quality. The population in this study were all Islamic banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2018-2021. The sampling technique used is a sampling technique where the entire population is sampled. The data analysis technique in this study used descriptive analysis with an accounting analysis approach.
From the results of research and discussion conducted, the quality of earnings in Islamic banking companies that lasted from 2018 to 2021 can be seen from the quality of earnings of each company. From the table it can be concluded that companies that have good earnings quality are Indonesian Islamic Banks which are widely known to the public so that Indonesian Islamic banks are very developed compared to Panin Dubai Bank and BTPN Syariah Bank which are considered to have constant earnings quality.
Keywords: Earnings Quality and Islamic Banking Companies
xiii DAFTAR ISI
SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iv
HALAMAN PENGESAHAN ... v
SURAT PERNYATAAN ... vi
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
ABSTRAK ... xi
ABSTRACT ... xii
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvi
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitan ... 4
xiv
BAB II TINJAUN PUSTAKA ... 6
A. Tinjauan Teori ... 6
B. Bursa Efek Indonesia ... 33
C. Tinjauan Empiris ... 35
D. Kerangka Pikir ... 39
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 42
A. Jenis Penelitian ... 42
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 42
C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Variabel ... 42
D. Populasi dan Sampel ... 43
E. Pengumpulan Data... 44
F. Teknik Analisis ... 45
BAB IV HASI PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 46
A. Hasil Penelitian ... 46
B. Data Laba Operasi Dan Kas………. 57
C. Data Kualitas Laba ... 59
BAB V PENUTUP ... 63
A. Kesimpulan ... 63
B. Saran ... 63
DAFTAR PUSTAKA ... 65 LAMPIRAN
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 35
Tabel 3.1 Daftar sampel perusahaan ... 44
Tabel 4.1 deskriptif Data Laba dan Kas ... 58
Tabel 4.2 deskriptif Kualitas Laba ... 60
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ... 41
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perbankan Syariah Modern Saat ini, perbankan syariah berkembang pesat, di seluruh tanah air bahkan di negara-negara Barat. The Islamic Bank International of Denmark tercatat sebagai bank syariah pertama yang beroperasi di Eropa, di Denmark pada tahun 1983. Perbedaan mendasar antara lembaga keuangan tradisional dan lembaga keuangan Syariah adalah
pengembalian dan pembagian keuntungan yang diberikan oleh klien kepada lembaga keuangan dan/atau oleh lembaga keuangan kepada klien. Bank syariah beroperasi dengan prinsip bagi hasil dan kerugian. Bank syariah tidak
menggunakan bunga sebagai alat untuk memperoleh pendapatan dan tidak mengenakan bunga atas penggunaan dana dan pinjaman karena bunga adalah.
Laba memberikan informasi penting tentang posisi keuangan perusahaan dan dapat dimanipulasi untuk menghasilkan informasi normal.
Kualitas pendapatan dijelaskan oleh modal manusia, modal struktural, modal kerja (modal intelektual), dan konservatif akuntansi.
Laba merupakan indikator penting dari laporan keuangan yang memiliki berbagai kegunaan. Laba biasanya digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dalam peramalan untuk memprediksi perubahan laba di masa depan. Investor mengharapkan uang yang diinvestasikan dalam perusahaan akan menerima tingkat investasi yang
2
tinggi
dan keuntungan yang akan tinggi. Kita tidak bisa melihat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan tahun depan dan kita perlu memprediksi kualitas keuntungannya.
Kualitas laba mempengaruhi keputusan investasi investor dan calon investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan.
Laba juga merupakan pendapatan bersih atau laba atas kegiatan perusahaan, mulai dari proses produksi hingga pemasaran, yang telah dikurangi dengan biaya operasional perusahaan. Kelebihan pendapatan ini juga ditulis pada laporan laba rugi. Statement adalah laporan keuangan untuk
suatu perusahaan tertentu yang berisi data pendapatan dan pengeluaran perusahaan untuk suatu periode akuntansi yang dihasilkan oleh bagian keuangan.
Arti umum keuntungan adalah peningkatan kemakmuran selama periode waktu tertentu. Periode kenikmatan (alokasi atau penarikan) selama boom awal dipertahankan. Pemahaman ini didasarkan pada konsep pelestarian modal. Konsep ini membedakan antara laba dan modal. Modal berarti persediaan potensi jasa atau kemakmuran, sedangkan laba berarti aliran kemakmuran.
Menurut Nicholas dan Valena (2004), yang diambil dari Mulya Pratiwi,pengaruh kestabilan pendapatan pada profitabilitas saham sedang dipelajari.Hasil tes menunjukkan bahwa profitabilitas saham dikaitkan dengan kenaikan keuntungan, dan hubungan ini lebih besar untuk
perusahaan yang berkelanjutan daripada perusahaan yang berkelanjutan rendah. Trio (2009) mengeksplorasi analisis interkoneksi dan dampak informasi pada karakteristik
dasar perusahaan yang berkaitan dengan kualitas keuntungan.
Hasil penelitian adalah bahwa pengguna laporan keuangan menerima model harapan untuk menentukan kualitas keuntungan. Penelitian ini memiliki konsekuensi bagi pengguna laporan keuangan, yang untuk membuat keputusan berdasarkan laporan keuangan harus mempertimbangkan tidak hanya ukuran indikator perakaunan, tetapi juga kualitas persembahan laporan keuangan, terutama kualitas keuntungan
yang dipresentasikan.
Kualitas laba secara artificial dapat diidentifikasi dari angka-angka akuntansi yang menunjukkan angka yang terus meningkat dan proporsional.
Asriani (2004:31) mengatakan “Kualitas laba yang efektif dapat diperoleh jika hasil nyata besaran laba yang diperoleh perusahaan dapat dipertahankan dan
bahkan cenderung meningkat dari waktu ke waktu”.
Pendekatan teknis untuk analisis laporan keuangan yang menekankan
pencapaian masa lalu adalah analisis laporan keuangan, yang memprediksi apakah perusahaan menuju kegagalan atau kesuksesan bisnis. Dalam teori ekonomi, istilah laba juga cukup dikenal, tetapi teori ekonomi memahami laba
secara berbeda dengan konsep akuntansi laba. Dalam teori ekonomi, para
4
ekonom mengartikan laba sebagai peningkatan kekayaan suatu perusahaan,
sedangkan dalam akuntansi, laba adalah selisih antara realisasi pendapatan dari suatu transaksi yang terjadi pada waktu tertentu, dan biaya yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu. (Harahap, 1997).
Fenomena yang ada di perusahaan Perbankan Syariah di BEI adalah terjadinya penurunan laba dan bahkan ada yang mengalami kerugian. Isu- isu
yang berkembang saat ini adalah bahwa investor akan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang memiliki kualitas laba yang baik, karena dengan adanya kualitas laba yang baik dari perusahaan maka investor akan dapat memperoleh keuntungan dari investasinya.
B. Rumusan Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
‘’Bagaimana kualitas laba pada perusahaan perbankan syariah di bursa efek indonesia (BEI)‘’
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah ‘’Untuk mengatahui kualitas laba yang maksimal pada Bank syariah yang terdaftar di BEI’’
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat diharapkan memberikan manfaat antara lain:
I. Untuk menambah dan mengembangkan wawasan pengetahuan penulis khususnya mengenai kualitas laba.
II. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan dalam bidang akuntansi.
III. Sebagai bahan referensi peneliti selanjutnya.
6 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori 1. Pengertian Laba
Menurut Harahap (2008), Gains (Laba) adalah naiknya nilai equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu periode tertentu kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik.
Menurut Baridwan (2000), Gains (Laba) adalah kenaikan modal (aktiva bersi) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu beban usaha dan dari semua transaksi atau kegiatan lain yang mempengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali yang timbul dari pendapatan (Revenue) atas investasi oleh pemilik.
Menurut Subramanyan dan J. Wild (2010), Gains (Laba) adalah (incom, disebut juga dengan earning atau profit) merupakan ringkasan hasil bersih aktivitas operasi usaha dalam periode tertentu yang dinyatakan dalam istilah keuangan.
Menurut Mahmud M. Hanafi (2010),menyatakan bahwa ‘’Laba merupakan ukuran keseluruhan prestasi perusahaan, yang didefinisikan sebagai berikut : Laba = Penjualan – Biaya ‘’.
2. Landasan syariah
a. Al-Qur’an (Huud 11 : 86):
Artinya: Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.
b. Al-hadist
1) ‘’Jika kamu memetik hasil (mengambil keuntungan), ambillah, tetapi, tetapi tinggalkan sepertiganya. Jika tidak kamu tinggalkan (yang sepertiga itu), tinggalkanlah seperempatnya’’. (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
2) ‘’seorang mukmin itu bagaikan seorang pedagang; ia tidak akan menerima laba sebelum mendapatkan amalan-amalan sunnahnya sebelum ia menerima amalan-amalan wajibnya’’. (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Sumber laba
Dari perbedaan termonologi, orientasi serta landasan ideologi di antara keduanya, tentunya terdampak pada kriteria penilaian sumber dari laba itu sendiri. Dengan prinsip dan tujuan bisnis yang telah ditetapkan dalam kaidah mu’amalah, laba dalam islam tidak hanya berpatokan pada bagaimana memaksimalkan nilai kwalitas laba tersebut, akan tetapi juga menyelaraskannya dengan nilai kualitas yang diharapkan serta fitrah kemanusian dan islam.
Dalam konsep mu’amalah, tidak semua kebutuhan yang dipandang memiliki mashlahat dapat diproduksi, dikomsumsi, atau diperjual belikan.
Mashlahat dalam islam terbagi menjadi tiga, yaitu:
a. Al Mashalihul al mutabarah yaitu segala sesuatu yang telah dijadikan perhatian oleh syari’ah dan dalam penetapannya mengandung mashalat atau mamfaat bagi manusia. Seperti disyari’atkannya jihad, diharamkannya membunuh, minuman keras, zina, dan mencuri. Semua
8
itu ditujukan untuk penjagaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta yang yang termasuk kepada tujuan utama dari syariah.
b. Al Mashalihu al mulghat yaitu segala sesuatu yang didalamnya dianggap memiliki mashlahat namun tidak nyata atau kecil kemungkinannya. Seperti adanya anggapan persamaan dalam masalah pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan, maka anggapan tersebut tidak dijadikan sandaran oleh syari’ah walau dianggap memiliki mashlahat. Juga adanya mashlahat pertambahan keuntungan atau laba dalam bisnis ribawi, semua itu di tolak adanya syari’ah karena sisi kerusakan dan kemudharatan yang lebih besar didalamnya.
c. Al mashalihu al Mursalah yaitu, maslahat secara khusus tidak dijabarkan oleh nash atau tidak ada perintah maupun larangan. Dengan tidak adanya qorinah tersebut, maka maslahat bisa menjadi acuan dalam menentukan sutau hukum. Seperti membangun mesjid, mencetak al-qur’an, kitab-kitab dakwah, dan lain-lain.
Adapun teori konvensional, tidak menyebutkan adanya pemilahan dalam masalah modal dan barang itu bisa dijadikan sebagai alat usaha mereka dalam meraih keuntungan yang maksimal, maka hal itu dianggap sah-sah tanpa terkecuali. Suatu barang atau modal kerja dipandang baik oleh mereka hanya apabila baran itu bisa dipasarkan dan modal kerja bisa memenuhi kebutuhan produksinya. Terlepas barang tersebut adalah barang dapat merusak atau diharamkan atau modal kerja yang didapat melalui sistem bunga dan ribawi.
Point pertama dan kedua dapat diterimah dalam teori laba mu’amalah islam dengan catatan, keuntungan yang didapat dari
konsekuensi menghadapi resiko ketidakpastian dan inovasi/pembaharuan dalam kegiatan ekonomi konvensional adalah merupakan salah satu komponen dari empat komponen proses produksi yaitu, upah (wages), ongkos (cost), modal berbunga, dan keuntungan (laba/profit).
Islam mengakui laba adalah sebagai hasil dari modal yang tak berbunga. Islam sangat mengakui modal serta perananya dalam proses produksi. Islam juga mengakui bagian modal dalam kekayaan hanya sejauh mengenai sumbanganya yang ditentukan sebagai presentase laba yang berubah-ubah dan diperoleh,bukan presentase tertentu dari kekayaan itu sendiri.
4. Konsep pengukuran laba
Pada konsepnya, laba ditugaskan untuk menyediakan, baik pengukuran perubahan kekayaan pemegang saham selama periode maupun mengestimasi laba usaha sekarang, yaitu sampai sejauh mana perusahaan dapat menutupi biaya operasi dan menghasilkan pengembalian kepada pemegang sahamnya. Secara khusus, perannya yang kedua, yakni sebagai indikator profitabilitas perusahaan, sangat krusial bagi seorang analis, kerena membantu dalam mengistimasi potensi laba di masa depan, yang tidak diragukan lagi merupakan satu dari tugas yang terpenting dalam analisis usaha.
Dalam dunia usaha dan perbankan terdapat berbagai konsep laba rugi berdasarkan proses akuntansi, maka Al-Qur’an sebagai tuntunan muamalah tampak lebih fokus dan lebih menitik beratkan pembicaraan tentang laba atau keuntungan usaha dari cara perolehanya yang bersih dan halal, serta tidak merugikan orang lain. Paradigma ini dapat dikatakan
10
sebagai ‘’konsep laba rugi secara teknis ’’versi AL-Qur’an dalam misi yang diembannya. Adanya format perhitungan laba rugi secara tekhnis, antara lain terlihat pada penomena surah Al muthaffifien ketika Al-Qur’an berbicara tentang kitab sijjin dan illiyyin. Serta kehadiran dua malaikat pengawas yang mencatat amal perbuatan setiap manusia (surah Qaaf 50:16-18)’’.
5. Jenis-jenis Laba
Salah satunya ukuran dari keberhasilan suatu perusahaan adalah mencari perolehan laba, karena laba pada dasarnya hanya sebagai ukuran efisiensi suatu perusahaan.
Menurut Kasmir (2011) menyatakan bahwa :
a. Laba Kotor (gross Profit) artinya laba yang diperoleh sebelum dikurangi biaya-biaya yang menjadi beban perusahaan. Artinya laba keseluruhan yang pertama sekali perusahaan peroleh.
b. Laba bersih (Net Profit) merupakan laba yang telah dikurangi biaya- biaya yang merupakan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu termasuk pajak.
Menurut Sawir (2007), jenis-jenis laba adalah : a. Laba kotor
b. Laba kotor adalah pendapatan dikurangi dengan harga pokok penjualan.
c. Laba operasional
d. Laba operasional merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas yang termasuk rencana perusahaan kecuali ada perubahan-perubahan besar dalam perekonomian, dapat diharapkan akan tercapai setiap tahun. Oleh karena itu, angka ini menyatakan kemampuan perusahaan untuk hidup dan mencapai laba yang pantas sebagai balas jasa pada pemilik modal.
e. Laba sebelum pajak merupakan laba operasi ditambah hasil dan biaya di luar operasi biasa. Bagi pihak-pihak tertentu terutama dalam hal pajak, angka ini adalah yang terpenting karena jumlah ini menyatakan laba yang pada akhirnya di capai perusahaan.
f. Laba setelah pajak atau laba bersih
g. Laba bersih merupakan laba setelahdikurangi berbagai pajak. Laba bersih dipindahkan ke dalam perkiraan laba ditahan (retained earning).
Dari perkiraan laba ditahan ini akan diambil sejumlah tertentu untuk dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham.
6. Unsur-unsur Laba
Unsur-unsur laba dapat dibedakan menjadi:
a. Pendapatan merupakan suatu hasil dari apa yang dikerjakan oleh seseorang. Pendapatan dapat dipahami sebagai gaji atau hal yang didapatkan setelah bekerja atau setelah melakukan suatu bisnis.
b. Beban merupakan hal yang harus dikeluarkan atau apa yang harus dipertanggung jawabkan seseorang untuk mendapatkan sebuah hasil yang diharapkan. Beban tersebut akan sangat penting untuk dipenuhi sehingga anda akan mendapatkan keuntungan atau laba yang anda cari
c. Biaya adalah suatu yang harus dikorbankan dalam suatu bisnis atau usaha. Dalam hal ini, biaya dapat diartikan sebagai hal yang harus menjadi kas dalam suatu bisnis. Biaya yang digunakan sebagai alat penggerak bisnis. Agar tetap berjalan dengan baik dan memberikan keuntungan yang sesuai dengan harapan.
d. Untung-rugi adalah keuntungan dan kerugian dipahami oleh banyak orang bahkan orang-orang yang tidak berkecimpung di dunia ekonomi. Dalam hal ini, keuntunan merupakan salah satu hal yang akan didapatkan oleh seorang mendapatkan bisnis. Hal ini akan membuat orang mendapatkan pendapat mereka. Selain itu, kerugian adalah suatu hal yang dihindari oleh semua pemilik usaha
12
e. Penghasilan merupakan hasil akhir dari bisnis. Penghasilan inilah yang didapat digunakan untuk kehidupan. Tidak ada hal yang tidak dilakukan untuk memberikan penghasilan yang tinggi.segala macam cara dapat dilakukan sehingga suatu bisnis dapat memperoleh laba yang tinggi.
7. Fungsi laba
Laba yang tingggi adalah pertanda bahwa konsumen mengingingkan output yang lebih dari industry/perusahaan. Sebaiknya, laba yang rendah atau rugi adalah pertanda bahwa konsumen mengiginkan kurang dari produk atau komoditi yang ditangani dan metode produksinya tidak efisien.
Ditinjau dari konsep keporasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterimah oleh anggota.
8. Kualitas laba
Kualitas laba, dalam akuntansi, merujuk kepada seluruh laba yang dilaporkan Knechel, Salterio, dan Ballou (2007). Kualitas laba adalah penilaian sejauh mana laba sebuah perusahaan itu dapat diperoleh berulang -ulang, dapat dikendalikan, dan lain bank (memenuhi syarat untuk mengajukan
kredit/pinjaman pada bank), di antara faktor- faktor lainnya. Kualitas laba mengakui fakta bahwa dampak ekonomi transaksi yang terjadi akan beragam diantara perusahaan sebagai fungsi dari karakter dasar bisnis mereka, dan secara beragam dirumuskan sebagai tingkat laba yang
menunjukkan apakah dampak ekonomi pokoknya lebih baik dalam memperkirakan arus kas atau juga dapat diramalkan.
Rendahnya kualitas laba akan dapat membuat kesalahan pembuatan keputusan para pemakainya seperti investor dan kreditor, sehingga nilai perusahaan akan berkurang (Machfoedz dan Siallagan, 2006).16 Fama (1978) dalam Wahyudi dan Pawestri (2006) menyatakan nilai perusahaan akan tercermin dari harga pasar sahamnya. Laba sebagai bagian dari laporan keuangan yang tidak menyajikan fakta yang sebenarnya tentang kondisi ekonomis perusahaan dapat diragukan kualitasnya. Laba yang tidak menunjukkan informasi yang sebenarnya tentang kinerja manajemen dapat menyesatkan pihak pengguna laporan. Jika laba seperti ini digunakan oleh investor untuk membentuk nilai pasar perusahaan, maka laba tidak dapat menjelaskan nilai pasar perusahaan yang sebenarnya (Boediono, 2005).
Menurut Rinawati, (2011) Kualitas laba merupakan suatu ukuran untuk mencocokkan apakah laba yang dihasilkan sama dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Kualitas laba semakin tinggi jika mendekati perencanaan awal atau melebihi target dari rencana awal.
Kualitas laba rendah jika dalam menyajikan laba tidak sesuai dengan laba sebenarnnya sehingga informasi yang di dapat dari laporan laba menjadi bias dan dampaknya menyesatkan kreditor dan investor dalam mengambil keputusan.
Menurut Schipper dan Vincent (2003), menunjukkan tingkat kedekatan laba yang dilaporkan dengan Hicksian income, yang merupakan laba ekonomik yaitu jumlah yang dapat dikonsumsi dalam satu periode
14
dengan menjaga agar kemampuan perusahaan pada awal dan akhir periode tetap sama.
Menurut Dwi Martani, Sylvia Veronica NPS, Ratna Wardhani, Aria Farahmita, dan Edward Tanujaya (2012), kualitas laba merupakan tindakan mengatur waktu pengakuan pendapatan, beban, keuntungan, atau kerugian agar mencapai informasi laba tertentu yang di inginkan, tanpa melanggar ketentuan di standart akuntansi. Biasanya, manajemen laba dilakukan dalam bentuk menaikkan laba untuk mencapai target laba tertentu, misalnya dengan cara mengakui pendapatan secara prematur. Atau dapat juga dilakukan dalam bentuk menurunkan laba di periode ini, agar dapat menaikkan pendaptan di periode mendatang, misalnya dengan cara mengakui kerugian penurunan nilai piutang berlebihan dengan asumsi yang kurang realitis.
Dalam literatur penelitian akuntansi,terdapat berbagai pengertian kualitas laba dalam perspektif kebermanfaatan pada pengambilan keputusan (decision usefulness). Schipper dan Vincent (2003) dalam Mulyono (2005) mengelompokkan konstruk kualitas laba dan pengukurannya berdasarkan cara menentukan kualitas laba, yaitu berdasarkan: sifat runtun-waktu dari laba, karakteristik kualitatif dalam kerangka konseptual, hubungan laba–kas- akrual, dan keputusan implementasi. Empat kelompok penentuan kualitas laba ini dapatdiikhtisarkan sebagai berikut.
Pertama, berdasarkan sifat runtun-waktu laba, kualitas laba meliputi:
persistensi, prediktabilitas (kemampuan prediksi), dan variabilitas. Atas dasar persistensi, laba yang berkualitas adalah laba yang persisten yaitu
laba yang berkelanjutan, lebih bersifat permanen dan tidak bersifat transitori.
Persistensi sebagai kualitas laba ini ditentukan berdasarkan perspektif kemanfaatannya dalam pengambilan keputusan khususnya dalam penilaian ekuitas. Kemampuan prediksi menunjukkan kapasitas laba dalam memprediksi butir informasi tertentu, misalnya laba di masa datang.
Dalam hal ini, laba yang berkualitas tinggi adalah laba yang mempunyai kemampuan tinggi dalam memprediksi laba di masa datang.
Kedua, kualitas laba didasarkan pada hubungan laba-kas-akrual yang dapat diukur dengan berbagai ukuran, yaitu: rasio kas operasi dengan laba, perubahan akrual total, estimasi abnormal/discretionary accruals (akrual abnormal/DA), dan estimasi hubungan akrual-kas. Dengan menggunakan ukuran rasio kas operasi dengan laba,kualitas laba ditunjukkan oleh kedekatan laba dengan aliran kas operasi. Labayang semakin dekat dengan aliran kas operasi mengindikasikanlaba yang semakin berkualitas. Dengan menggunakan ukuran perubahan akrual total, laba yang berkualitas adalah laba yang mempunyai perubahan akrual total kecil. Pengukuran ini mengasumsikan bahwa perubahan total akrual disebabkan oleh perubahan discretionary accruals. Estimasi discretionary accrualsdapat diukur secara langsung untuk menentukan kualitas laba.
Semakin kecil discretionary accruals semakin tinggi kualitas laba dan sebaliknya. Selanjutnya, keeratan hubungan antara akrual dan aliran kas juga dapat digunakan untuk mengukur kualitas laba. Semakin erat hubungan antara akrual dan aliran kas, semakin tinggi kualitas laba.
Ketiga, kualitas laba dapat didasarkan pada Konsep Kualitatif Kerangka Konseptual (Financial Accounting Standards Board, FASB, 1978).
16
Laba yang berkualitas adalah laba yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan yaitu yang memiliki karakteristik relevansi, reliabilitas, dan komparabilitas konsistensi. Pengukuran masing-masing kriteria kualitas tersebut secara terpisah sulit atau tidak dapat dilakukan. Oleh sebab itu, dalam penelitian empiris koefisien regresi harga dan return saham pada laba (dan ukuran-ukuran terkait yang lain misalnya aliran kas) diinterprestasi sebagai ukuran kualitas laba berdasarkan karakteristik relevansi dan reliabilitas.Keempat, kualitas laba berdasarkan keputusan implementasi meliputi dua pendekatan. Dalam pendekatan pertama, kualitas laba berhubungan negatif dengan banyaknya pertimbangan, estimasi, dan prediksi yang diperlukan oleh penyusun laporan keuangan. Semakin banyak estimasi yang diperlukan oleh penyusun laporan keuangan dalam mengimplementasi standar pelaporan semakin rendah kualitas laba, dan sebaliknya.
Dalam pendekatan kedua, kualitas laba berhubungan negatif dengan besarnya keuntungan yang diambil oleh manajemen dalam menggunakanpertimbanganagar menyimpang dari tujuan standar (manajemen laba). Manajemen laba yang semakin besar mengindikasi kualitas laba yang semakin rendah, dan sebaliknya.
Pengertian masing-masing kualitas laba tersebut bersifat kontekstual.
Dalam pembahasan berikut ini, masing-masing pengertian kualitas digunakan sesuai dengan konteks pembahasan. Model yang menunjukkan tiga hubungan (links) yang mengkaitkan laba dan return saham (Nichols dan Wahlen, 2004) dapat digunakan untuk memperjelas manfaat informasi keuangan (dalam hal laba).
hubungan antara current period earnings dan expected future earning mengasumsikan bahwa angka laba periode sekarang (current period earning) menyajikan informasi yang dapat digunakan oleh pemegang saham untuk menentukan ekspektasi atas laba di masa datang (expected future earning). hubungan antara expected future dividends dan current share price mengasumsikan merefleksi nilai sekarang dari semua deviden masa datang ekspektasian. Atas dasar ketiga hubungan tersebut, dapat dilakukan pengujian bagaimana hubungan antara angka laba dan harga saham.
Keeratan hubungan antara angka laba dan harga saham menunjukkan manfaat informasi laba dalam keputusan investasi (dalam hal ini investasi saham). Pengujian manfaat laba atau kualitas laba dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan pada satu link atau lebih dalam model tersebut dengan berbagai variasi.
bagai studi tentang kualitas laba dan kebermanfaatannya dalam konteks pengambilan keputusan investasi telah dilakukan. Misalnya, Francis et al. (2004) meneliti hubungan antara atribut laba dan biaya ekuitas yang didasarkan pada model teoritis yang memprediksi hubungan positif antara kualitas informasi dan biaya ekuitas. Dalam penelitian ini, atribut laba meliputi kualitas akrual, persistensi, prediktabilitas, smoothness, relevansi nilai, timeliness, dan konservatisma, sedangkan biaya ekuitas merupakan indikator keputusan alokasi sumber dana investor. Hasil studi Francis et al.
Menunjukkan bahwa perusahaan dengan laba yang memiliki atribut laba yang tidak menguntungkan mempunyai biaya modal yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang memiliki atribut laba yang menguntungkan.
18
Hasil penelitian Francis et al. (2004) ini menunjukkan bahwa kualitas laba mempunyai peran menurunkan biaya ekuitas.
Semakin tinggi kualitas laba, semakin rendah biaya ekuitas. Dalam analisis investasi, biaya ekuitas digunakan menentukan nilai sekarang aliran kas di masa datang. Biaya ekuitas yang semakin rendah menghasilkan nilai sekarang aliran kas di masa datang semakin tinggi, dan sebaliknya. Dalam penentuan nilai saham, semakin rendah biaya ekuitas semakin tinggi nilai saham. Sebaliknya, semakin tinggi biaya ekuitas semakin rendah harga saham.
Menurut Jumingan (2006) beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi laba bersih adalah :
1. Naik turunnya jumlah unit barang yang di jual dan harga jual per unit.
2. Naik turunnya harga pokok penjualan, perubahan harga pokok penjualan ini dipengaruhi oleh jumlah unit yang dibeli atau diproduksi atau dijual dari harga per unit atau harga pokok per unit.
3. Naik turunnya biaya usaha yang di pengaruhi oleh jumlah unit yang dijual, variabel jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan operasi perusahaan.
4. Naik turunnya pos penghasilan atau biaya non operasional yang di pengaruhi oleh variasi jumlah unit yang dijual, variasi dalam tingkat harga dan kebijaksanaan dalam pemberian atau peneriamaan.
5. Naik turun pajak perseroan yang di pengaruhi oleh besar kecilnya laba yang diperoleh atau tinggi rendahnya tarif pajak.
6. Adanya perubahan dalam metode akuntansi.
9. Manfaat Analisis Laba
Analisis laba merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting bagi manajemen guna mengambil keputusan untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Artinya analisis laba akan banyak membantu manajemen dalam melakukan tindakan apa yang akan diambil ke depan dengan kondisi yang terjadi sekarang atau untuk mengevaluasi apa penyebab turun atau naiknya laba tersebut sehingga target tidak tercapai. Dengan demikian, analisis laba memberikan manfaat yang cukup banyak bagi pihak manajemen.
Menurut Kasmir (2008) Menyatakan bahwa secara umum manfaat yang dapat diperoleh dari analisis laba adalah:
1. Untuk mengetahui penyebab turunnya harga jual; Dengan diketahuinya penyebab naik turunnya harga, pihak manajemen dapat memprediksi berbagai hal, terutama berkaitan dengan penentuan harga jual ke depan dan target harga jual yang lebih realistis. Kesalahan akibat penentuan harga jual ini pasti dikarenakan faktor perubahan harga jual yang sangat rentan terhadap perubahan di luar lingkungan perusahaan. Misalnya apabila terdapat pesaing baru dengan kualitas barang yang sama dengan produk kita, tetapi memberikan harga jual yang lebih murah, hal ini tersebut juga akan mempengaruhi nilai penjualan perusahaan tentunya.
Demikian pula jika produk yang sejenis di luar berkurang, perusahaan dapat menaikkan harga jual yang diinginkan.
2. Untuk mengetahui penyebab naiknya harga jual; Kenaikkan harga jaul perlu dicermati penyebabnya,sebab naikknya harga jual ini sangat mempengaruhi perolehan laba perusahaan. Faktor penyebab naiknya harga jual dapat berasal dari dalam perusahaan, misalnya kenaikan
20
biaya-biaya. Namun, harga jual juga dapat naik karena dipengaruhi dari luar perusahaan, misalnya pesaing sejenis menaikkan harga jualnya dan manajemen ikut pula menaikkan harga jual. Penentuan kenaikan harga jual yang melebihi harga pesaing sangat berbahaya dalam usaha pencapaian jumlah penjualan. Manajemen dalam hal ini dituntut untuk meningkatkan upaya-upaya pemasaran yang lebih intensif di samping meningkatkan mutu produk yang ditawarkan.
3. Untuk mengetahui penyebab turunnya harga pokok penjualan; Di samping kenaikan harga jual, laba kotor juga dipengaruhi oleh penurunan harga pokok penjualan. Penyebab menurunnya harga jual tidak jauh berbeda dengan kenaikan harga pokok penjualan. Hanya saja penurunan harga pokok penjualan akan membuat perusahaan berusaha keras untuk bekerja lebih efisien dibandingkan dengan pesaing. Kalau tidak, beban biaya yang telah dianggarkan akan ikut mempengaruhi nilai perolehan penjualan ke depan.
4. Untuk mengetahui penyebab naiknya harga pokok penjualan; Penyebab naiknya harga pokok penjualan juga sangat penting untuk diketahui oleh perusahaan karena dengan diketahuinya penyebab naiknya harga pokok penjualan, perusahaan pada akhirnya mampu menyesuaikan dengan harga jual dan biaya-biaya lainnya. Penyebab utama naiknya harga pokok penjualan sebagian besar adalah karena dari pihak luar perusahaan sehingga mau tidak mau perusahaan harus mampu menyesuaikan diri.
5. Sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian penjualan akibat naik turunnya harga jual; Analisis laba juga memberikan manfaat sebagai
bentuk pertanggungjawaban bagian penjualan akibat naik harga jual.
Artinya ada pihak-pihak yang memang seharusnya bertanggung jawab apabila terjadi kenaikan atau penurunan harga jual.
6. Sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian penjualan akibat naik turunnya harga pokok; Analisis laba juga memberikan manfaat sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian produksi akibat turunnya harga pokok penjualan. Artinya untuk urusan harga pokok penjualan, pihak bagian produksilah yang bertanggungjawab.
7. Sebagai salah satu alat ukur untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu periode; Sudah pasti analisis laba ini pada akhirnya akan memberikan manfaat untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu periode. Artinya hasil yang diperoleh dari analisis laba akan menentukan kinerja manajemen ke depan.
8. Sebagai bahan untuk menentukan kebijakan manajemen ke depan.
Analisis laba digunakan sebagai bahan untuk menentukan kebijakan manajemen ke depan dengan mencermati kegagalan atau kesuksesan pencapaian laba sebelumnya. Jika berhasil, manajemen mungkin sekarang akan dipertahankan atau bahkan ada yang dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Akan tetapi, jika gagal sebaliknya akan diganti manajemen dalam mencapai target laba juga akan menentukan besar kecilnya insentif yang bakal mereka terima.
Manfaat dan kegunaan laba di dalam laporan keuangan menurut Sofyan Safri Harahap (2011), adalah sebagai berikut :
a. Perhitungan pajak, berfungsi sebagai dasar pengenaan pajak yang akan diterima Negara.
22
b. Menghitung deviden yang akan dibagikan kepada pemilik dan yang akan ditahan dalam perusahaan.
c. Menjadi pedoman dalam menentukan kebijakan investasi dan pengambilan keputusan.
d. Menjadi dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya dimasa yang akan datang.
e. Menjadi dasar dalam perhitungan dan penilaian efisiensi.
f. Menilai prestasi atau kinerja perusahaan.
10. Peranan laba dalam perusahaan
Peranan laba dalam perusahaan menurut M.Nafarin (2007), yaitu:
a. Laba adalah efesiensi usaha setiap perusahaan sekaligus merupakan suatu kekuatan pokok agar perusahaan dapat tetap bertahan untuk jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.
b. Laba adalah balas jasa atas dana yang ditanaman perusahaan c. Laba adalah salah satu sumber dana usaha perusahaan d. Laba merupakan sumber dana jaminan surat para karyawan
e. Laba merupakan daya tarik bagi pihak ketiga yang ingin menambahkan dananya.
11. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Laba
Menurut Angkoso menyebutkan bahwa pertumbuhan laba dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
a. Besarnya perusahaan. Semakin besar suatu perusahaan, maka ketepatan pertumbuhan laba yang diharapkan semakin tinggi.
b. Umur perusahaan. Perusahaan yang baru berdiri kurang memiliki pengalaman dalam mengingkatkan laba, sehingga ketepatannya masih rendah.
c. Tingkat leverage. Bila perusahaan memiliki tingkat hutang yang tinggi, maka manajer cenderung memanipulasi laba sehingga dapat mengurangi ketepatan pertumbuhan laba.
d. Tingkat penjualan. Tingkat penjualan di masa lalu yang tinggi, semakin tinggi tingkat penjualan di masa yang akan datang sehingga pertumbuhan laba semakin tinggi.
e. Perubahan laba masa lalu. Semakin besar perubahan laba masa lalu, semakin tidak pasti laba yang diperoleh di masa mendatang.
Berdasarkan penelitian terdahulu faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba hanya dilihat dari rasio keuangan. Rasio keuangan yang mempengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan industri barang konsumsi menurut Angkoso antara lain Debt Ratio dan Return On Equity.
Pada perusahaan manufaktur menurut Widiasih antara lain Gross Profit Margin dan Leverage. Sedangkan pada KPRI Semarang menurut Haryanti antara lain Total Asset Turnover, Net Profit Margin dan Return On Investment.
Analisis Pertumbuhan Laba Menurut Angkoso ada dua macam analisis untuk menentukan pertumbuhan laba yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal, tetapi dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis fundamental.
24
Analisis Fundamental Analisis fundamental merupakan analisis yang berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan. Dengan analisis fundamental diharapkan calon investor akan mengetahui bagaimana operasional dari perusahaan yang nantinya menjadi milik investor, apakah sehat atau tidak, apakah menguntungkan atau tidak dan sebagainya. Hal ini penting karena nantinya akan berhubungan dengan hasil yang akan diperoleh dari investasi dan risiko yang harus ditanggung. Analisis fundamental merupakan analisis historis atas kekuatan keuangan dari suatu perusahaan yang sering disebut dengan company analysis. Data yang digunakan adalah data historis, artinya data yang telah terjadi dan mencerminkan keadaan keuangan yang sebenarnya pada saat dianalisis.
Dalam company analysis para analis akan menganalisis laporan keuangan perusahaan, salah satunya dengan rasio keuangan. Para analis fundamental mencoba memprediksikan pertumbuhan laba di masa yang akan datang dengan mengestimasi faktor fundamental yang mempengaruhi pertumbuhan laba yang akan datang, yaitu kondisi ekonomi dan kondisi keuangan yang tercermin melalui kinerja perusahaan.
Analisis Teknikal Analisis teknikal sering dipakai oleh investor, dan biasanya data atau catatan pasar yang digunakan berupa grafik. Analisis ini berupaya untuk memprediksi pertumbuhan laba di masa yang akan datang dengan mengamati perubahan laba di masa lalu. Teknik ini mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan.\
12. Profitabilitas
1. Pengertian profitabilitas
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri ( Kamaluddin, 2011 ). Profitabilitas mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan, baik dengan menggunakan total aktiva yang dimiliki maupun dengan menggunakan dana yang berasal dari pemilik.
Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan ( sekelompok aktiva perusahaan ) yang di kaitkan dengan penjualan yang berhasil di ciptakan ( Harmono, 109:2011 ). Menurut Gitman dan Laurence (56:2009) profitabilitas hubungan antara pendapatan dan biaya yang di hasilkan dengan menggunakan asset perusahaan, baik lancer maupun tetap, dalam aktifitas produksi. Sedangkan menurut Sutrisno (222:2012) profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang bekerja di dalamnya.
Menurut Sutrisno ( 222:2012 ) indikator profitabilitas adalah sebagai berikut:
a. Profit Margin
Profit Margin merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan di bandingkan dengan penjualan yang di capai.
b. Return On Asset
Return On Asset sering juga di sebut sebagai rentabilitas ekonomi merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
26
dengan semua aktiva yang di miliki oleh perusahaan dalam hal ini laba sebelum bunga dan pajak atau Earning Before Interest Tax ( EBIT ).
c. Return On Equity
Return On Equity ini sering di sebut dengan Rate of Return On Net Worth yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki sehingga Return On Equity ini ada pula yang menyebutnya sebagai rentabilitas modal sendiri. Laba yang di perhitungkan adalah laba bersih setelah di hitung pajak Earning After Tax ( EAT ).
d. Return On Investment
Return On Investment merupakan kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi yang di keluarkan. Laba yang di gunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah bunga dan pajak atau Earning After Tax.
e. Earning Per Share
Earning Per Share merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan perlembar saham pemilik. Laba yang di gunakan sebagai ukuran adalah laba bagi pemilik atau Earning After Tax ( EAT ).
2. Tujuan dan manfaat rasio profitabilitas
Menurut kasmir ( 2008 ) tujuan menggunakan rasio profitabilitas bagi perusahaan maupun bagi luar perusahaan, yaitu :
a. Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu.
b. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu kewaktu.
c. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekaran.
d. Untuk mengukur produktifitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.
e. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
f. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri, dan tujuan lainnya.
Sementara manfaat yang diperoleh adalah :
a. mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode.
b. mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dan tahun sekarang.
c. mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
d. mengetahui produktifitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri, dan manfaat lainnya.
3. Metode pengukur profitabilitas
Tingkat profitabilitas atau dapat dilihat dengan rentabilitas merupakan tolak ukur kinerja perusahaan, karena profitabilitas merupakan salah satu rasio keuangan yang menunjukkan hasil dari sejumlah besar kebijakan dan keputusan yang diambil oleh manajemen perusahaan.Analisi profitabilitas terdiri atas tes yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja laba perusahaan selama periode tersebut. Hasilnya dipadukan dengan data lainnya guna untuk memprediksi potensi kemampuan laba perusahaan yang dianggap penting bagi kalangan manajer. Kreditur dan pemegang saham
28
karena dalam jangka panjang perusahaan harus beroperasi dengan laba yang memuaskan agar tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas
Tinggi rendahnya tingkat profitabilitas suatu perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang membentuk profitabilitas. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah
a. Profit margin
Profit margin merupakan perbandingan antara net income dengan revenue.
Besar kecilnya net income dan revenue tersebut akan dipengaruhi oleh besar kecinya pendapatan dan biya dikeluarkan oleh perusahaan. Hal yang sangat mempengaruhi profit margin ini ialah kuantitas dan kualitas earning asset serta tingkat bunganya, juga volume dan komposisi dana atau struktur sumber dana dan tingkat bunga dari sumber dana tersebut.
b. Assets Utilization
Assets Utilization merupakan perbandingan antara total revenue dengan total assets yang terdiri atas earning asser, cash asset dan fixed asset.
Asset utilization dapat dipergunakan untuk melihat efesiensi bank denganmelihat kepada kecepatan dari perputaran operating asset yaitu berapa besar pendapatan yang dihasilkan dari asset yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, semakin tinggi asset utilization masing- masing keduanya akan berdampak kepada tingginya profitabilitas.
c. Total Equity
Total equity adalah modal sendiri yang dimiliki oleh perusahaan berupa modal disetor, laba ditahan, dan laba tahun berjalan. Total equity berkaitan dengan besar kecilnya modal sendiri yang dimiliki oleh bank yang berpengaruh terhadap potensial pertumbuhan asset perusahaan. Apabila modal sendiri meningkat maka potensi pertumbuhan akan naik.
Pertumbuhan asset bank apabila dapat menjaga kualitasnya dengan baik maka akan berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas perusahaan.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut maka upaya-upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas sebuah bank adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan pendapatan revenue khususnya pendapatan bunga dengan cara memperbesar volume usaha dan mengatur earning assets meningkatkan bunga kredit dengan mempertimbangkan pasar, mengintensikan fee based income, dan menggali sumber pendapatan lainnya.
b. Menekan biaya-biaya khususnya biaya bunga dengan cara mengatur komposisi dan volume dana atau mengoptimalkan struktur sumber dana, mengendalikan tingkat suku bunga dana dan menekan biaya- biaya non bunga dangan terkendali.
c. Menambah operating asset yang diikuti dengan tercapainya pendapatan yang lebih tinggi.
d. Meningkatkan kualitas aktiva produktif yang dimiliki atau mengurangi aktiva-aktiva yang tidak produktif.
30
e. Memperkuat modal sendiri ( Equity ).
13. Dasar-Dasar Pengukuran Laba dalam Islam
1. Dasar-dasar pengukuran Laba dam Islam antara lain : Keuntungan Taqlib dan Mukhatarah (Interaksi dan Risiko) adalah hasil dari perputaran modal melalui transaksi komersial seperti jual beli, atau transaksi apa pun yang diizinkan oleh syar'i. Untuk melakukannya, harus ada potensi risiko atau risiko jatuhnya modal, yang menyebabkan penurunan modal di satu putaran dan peningkatan di putaran lain. Tidak diperbolehkan untuk menjamin pemberian keuntungan di perusahaan Mudarabah dan Musyarakah.
2. Muqabalah, yaitu untuk periode yang sama dengan membandingkan jumlah kepemilikan pada akhir periode akuntansi dengan jumlah kepemilikan pada awal periode yang sama, atau dengan membandingkan nilai barang pada akhir periode dengan nilai barang pada akhir periode. nilai barang pada awal periode. . . Dapat juga dilakukan dengan membandingkan pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan (pendapatan).
3. Keutuhan modal dasar, yaitu jika modal dasar tidak lengkap dalam hal kemampuan ekonomi, maka tidak akan ada keuntungan sebagai alat tukar barang-dagangan yang dimiliki sejak awal kegiatan ekonomi.
4. untuk menghasilkan keuntungan. Pada hakekatnya sebagaimana jual beli dan distribusi, yaitu semua kegiatan jual beli atau produksi dan jual beli yang berlangsung dalam satu tahun, yaitu dengan mengubah komoditi menjadi uang, uang menjadi komoditi, dan lain-lain,
peningkatan aset, maka komoditi adalah tidak terjual di akhir tahun Delta juga menunjukkan selisih antara harga awal dan harga saat ini.
Menurut nilai ini, ada dua macam keuntungan pada akhir tahun, satu adalah keuntungan selama tahun jual beli, dan yang lainnya adalah keuntungan tambahan, nyata dan abstrak, karena barang belum terjual.
5. Perhitungan nilai produk pada akhir tahun. Tujuan penilaian sisa produk yang tidak terjual pada akhir tahun adalah untuk menghitung zakat berdasarkan penjualan akhir tahun atau untuk membuat neraca keuangan, yang dilengkapi dengan daftar biaya. Dari pembelian dan distribusi. Dengan demikian, selisih antara harga asli dan harga yang berlaku dapat dianggap sebagai keuntungan abstrak.
14. Kualitas dan Profitabilitas
Blocher, Chen dan Lin (2005), mengungkapkan bahwa dengan meningkatnya kualitas pada suatu produk yang di hasilkan maka perusahaan akan memiliki keunggulan kompetitif dan menikmati tingkat profitabilitas yang tinggi. Meningkatnya kualitas produk tentu dapat menurunkat tingkat pengembalian produk (return) dari pelanggan sehingga, dengan itu akan berdapak pada menurunnya biaya garansi dan perbaikan Sari ( 4: 2013).
Penggolongan biaya kualitas kedalam empat kategori yaitu biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal adalah sebagai perangkat bagi manajemen atau pihak lain untuk mempermudah melakukan analisis terhadap elemen-elemen biaya kualitas baik itu dari segi perilakunya maupun hubungan antar masing-masing elemen dari biaya tersebut serta pengaruhnya terhadap
32
variabel lain di luar biaya kualitas, misalnya dengan tingkat produktivitas dan provitabilitas perusahaan. Empat golongan biaya kualitas tersebut dapat dikelompokkan lagi ke dalam
Dua kelompok besar yaitu biaya pengendalian yang terdiri dari biaya pencegahan dan penilaian serta biaya kegagalan yang terdiri dari biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal. Semakin besar perusahaan menginvestasikan modalnya pada aktivitas pengendalian, maka semakin kecil biaya kegagalan yang akan terjadi.
Meningkatnya biaya pencegahan yang dilakukan oleh perusahaan akan menyebabkan biaya penilaian yang dikeluarkan juga akan meningkat.
Hal itu terjadi karena kedua biaya tersebut merupakan suatu kesatuan usaha pengendalian yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas. Usaha pengendalian kualitas yang dilakukan dengan mengeluarkan biaya pencegahan dan penilaian akan menyebabkan berkurangnya kualitas produk cacat yang dihasilkan sebelum produk tersebut dikirim ke konsumen. Dengan pengurangan jumlah produk cacat inilah yang akan berakibat pada penghematan biaya untuk perbaikan kembali terhadap produk-produk yang cacat dan akan mengakibatkan berkurangnya jumlah pengeluaran untuk biaya kegagalan baik internal maupun eksternal yang ada dalam perusahaan.
Berkurangnya biaya kegagalan inilah yang menjadi salah satu indkasi bahwa produk berkualitas yang dihasilkan perusahaan mengalami peningkatan. Produk yang berkualitas merupakan produk yang memiliki nilai ( value ) yag tinggi yang berdampak kepada kepuasan pelanggan akan produk tersebut. Kepuasan pelanggan memungkinkan perusahaan untuk
mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas. Dengan pangsa pasar yang luas maka hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan. Pendapatan yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah mendorong pprofitabilitas yang di lihat dari peningkatan laba ( profit ) perusahaan.
B. Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI atau Indonesia Stock Exchange (IDX) merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya sebagai pasar obligasi dan derivatif. Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007.
BEI menggunakan sistem perdangangan bernama Jakarta Automated Trading System (JATS) sejak 22 Mei 1995. Menggantikan sistem manual yang digunakan sebelumnya. Sejak 2 Maret 2009 sistem JATS ini sendiri telah digantikan dengan sistem baru bernama JATS-NextG yang disediakan OMX.Bursa Efek Indonesia berpusat di Gedung BEI kawasan niaga sudirman, jalan jendral sudirman 52-53, Senayan,Kebayoran Baru, Jakarta selatan.
Dengan akan mulai melantainya bank syariah di lantai bursa, masyarakat akan semakin diyakinkan bahwa bertransaksi saham di bursa efek indonesia adalah halal. Apalagi mulai tahun 2011 telah dikeluarkan Fatwa Dewan syariah Nasional No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang syariah di pasar modal dan indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
34
Kepala Unit Pengembangan Pasar BEI ketika itu, Irwan Abdullah, mengatakan dengan dikeluarkannya Fatwa-MUI ini, umat muslim tidak khawatir lagi untuk berinvestasi di bidang pasar modal, asalkan di ISSI dan Jakarta Islamic Indeks (JII). Dijelaskan irwan, setiap perusahaan/emiten yang bergabung dalam ISSI dan JII dijaman halal ‘’ Sahamnya telah diseleksi seketat mungkin agar ‘’saham haram’’ tidak masuk dalam indeks tersbut’’ kata Irwan. Salah satu syarat masuk ISSI dan JII adalah tersebut harus memiliki rasio ulang tak lebih dari 82 persen. Jika ada kontribusi pendapatan non-halal dari bidang usaha lainnya, tidak boleh lebih dari 10 persen.
Tahun 2011 saja sudah ada 60 saham syariah besar dan 30 saham dengan nilai transaksi terbesar dari 214 saham syariah yang bergabung dengan ISSI dan JII. ‘’ Dengan diluncurkannya ISSI dan JII, Indonesia menjadi salah satu pasar paling menggiurkan sehingga Malaysia dan Singapura ingin masuk di Indonesia.’’ Kata irwan.
Sebelumnya, pihak BEI sempat meminta agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan saham tentang saham. Hal ini dilakukan karena banyak investor, Khususnya dari daerah, yang sering mempertanyakan tentang hukum jual beli saham di bursa efek. Direktur Utama BEI, Ito Warsito, mengatakan, setiap kunjungan ke ke daerah-daerah dalam rangka melakukan sosialisasi edukasi tentang pasar modal, selalu muncul pertanyaan tentang hukum jual-beli saham dalam islam.
C. Tinjauan Empiris
Tabel 2.1 Penelitan Terdahulu
No
Nama Peneliti/
Tahun
Judul Peneliti Alat Analisis
Hasil Penelitian 1 Ando suryo
wicaksono, Isna Putri Rahmawati 2019
Pengaruh Kecakapan Manajerial, Good Corporate
Governance dan Book Tax
Differences Terhadap Kualitas Laba Perbankan di Indonesia
Purposive Sampling
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemampuan manajerial, tata kelola perusahaan yang baik dan perbedaan pajak buku dengan kualitas laba pada industri perbankan konvensional.
2 Vonny Santoso 2018
Analisis Perbandingan Manajemen Laba pada Perbankan Syariah dan perbankan konvensional di Indonesia
Regresi Linear Berganda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status syariah terhadap manajemen laba pada perusahaan perbankan di Indonesia dan tingkat perbandingan manajemen laba antara bank syariah dan konvensional. Penelitian ini dilakukan pada 28 bank konvensional dan 9 bank syariah yang ada di Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda serta uji beda dua rata-rata (Independent sample T- Test) dengan bantuan Program SPSS 20 For Windows. Kesimpulan dari penelitian ini adalah status bank berpengaruh signifikan terhadap tingkat manajemen laba.
3 Tutut Murniati1 , I. I. D. A. M.
Manik
Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Kualitas Laba
regresi linier berganda
Informasi laba
perusahaan manufaktur
berguna untuk
pengambilan keputusan